cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Empowerment
ISSN : 22524738     EISSN : 25807692     DOI : -
Core Subject : Education,
Empowerment Journal publishes original research or theoretical papers about : 1. non formal education 2. community education 3. community development 4. training and course 5. informal education 6. social communication to support community learning process
Arjuna Subject : -
Articles 158 Documents
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN KEMAHIRAN BERBAHASA DI DEPAN UMUM MELALUI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DI AISYIYAH SUKAJADI KOTA BANDUNG Bariah, Uum
Empowerment Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, No 2, September 2013
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.933 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v2i2p137-148.606

Abstract

Fokus masalah pada penelitian ini adalah kader Aisyiyah kurang terampil dalam berbahasa ketika berbicara didepan umum, tujuan Penelitian ini adalah  untuk memperoleh gambaran tentang Perencanaan, Pelaksanaan, evaluasi dan efektifitas pendidikan dan Pelatihan dalam meningkatkan kemahiran berbahasa, di depan umum di Aisyiyah Sukajadi Kota Bandung. Landasan teori dalam penelitian ini, merujuk kepada beberapa konsep yaitu, konsep pendidikan dan pelatihan,konsep Public speaking, konsep berbahasa, pelatihan public speaking sebagai bentuk pembelajaran SDM perempuan dalam presfektif PLS. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus, teknik pengunpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan efektivitas pendidikan dan pelatihan berbicara di depan umum dalam meningkatkan kemahiran berbahasa di PRA Aisyiyah Cipedes Kecamatan Sukajadi,  Perencanaan yang dilakukan oleh PRA Aisyiyah adalah 1) Menentukan tujuan pelaihan, 2) Rancangan struktur pelatihan, 3) Sasaran Pelatihan, 3) Penyusunan kurikulum pelatihan, 4) Sumber pembiayaan pelatihan, 5) Program – program pelatihan, 6) Rencana pelatihan jangka panjang, 7) Rencana pelatihan jangka menengah, 8) Rencana pelatihan jangka pendek, 9) Sarana pra sarana, 10) Penentuan waktu pelatihan, 11) Langkah-langkah program telah disusun dan dirancang yang mengacu kepada hasil rapat kerja tahunan,. Pelaksanaan yang dilakukan oleh PRA Aisyiyah pelaksanaan bertujuan untuk mewujudkan rencana yang sudah dibuat dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya perempuan, adapun perencanaan yang sudah dibuat yaitu perencanaan pelatihan public speaking dalam meningkatkan kemahiran berbahasa melalui simulasi atau peraktek langsung berbicara di depan umum, sehingga pelaksanaan pelatihan ini meliputi pelaksanaan peltihan berbicara didepan umum. Evaluasi atau penilaian terhadap peserta pelatihan difokuskan pada prestasi individu terutama pada proses aplikasi dimasyarakat sejauh mana peran serta peserta di masyrakat dan menerapkan dari hasil pelatihan Efektifitas pendidikan dan pelatihan dalam merancang dan menyusun kurikulum dilakukan oleh penyelenggara, tutor dan pihak – pihak lain yang terkait dengan kegiatan tersebut, media yang digunakan dalam pelatihan public speaking  yaitu, disesuaikan dengan materi pada saat pendidikan dan  pelatihan yang di sesuaikan dengan kebutuhan peserta.            Kesimpulan dari penelitian ini  bahwa dalam perencanaan, pelaksanaan ,evaluasi dan efektivitas menunjukan sesuai dengan visi, misi  dan tujuan dari PRA Asiyiyah Ciepedes Kecamatan Sukajadi
MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI ALAT PERAGA EDUKATIF PUZZLE (STUDI KASUS DI SPS AL-BIDAYAH KEC. RONGGA) RIMA NURUL AZMI SPS AL-BIDAYAH Nurul A., Rima
Empowerment Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, No 2, September 2012
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.879 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v1i2p86-91.619

Abstract

Penelitian ini mengangkat permasalahan belum optimalnya  kreativitas anak di SPS Al-Bidayah  desa Cibedug  kecamatan Rongga  kabupaten Bandung Barat. Tujuan penelitian adalah : 1. Mengungkapkan data tentang Peningkatan kreativitas anak melalui alat peraga edukatif  puzzle di PAUD Al-Bidayah . 2. Mengungkapkan data tentang Peningkatana kreativitas anak melalui pemanfaatan hasil dari bermain dengan puzzle. Landasan Teori dan konsep antara lain : konsep kreativitas, konsep alat peraga edukatif sebagai upaya meningkatkan kreativitas anak  sebagai upaya tujuan kemandirian dan  kecerdasan nasional. Penelitian ini menggunakan penelitian  kualitatif  hal ini dilakukan dengan masalah yang diteliti merupakan masalah yang ada pada masa sekarang yang sedang dihadapi, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Objek penelitian 25 Orang anak. Hasil penelitian dan temuan,  dari data yang dikumpulkan terungkap bahwa yang menyebabkan kurang optimalnya perkembangan   kreativitas anak yaitu kurangnya pengetahuan orang tua desa Cibedug Kecamatan Rongga akan cara-cara merangsang kreativitas anak sejak usia dini. Didalam melaksanakan kegiatan belajar sambil bermain, Tutor SPS Al-Bidayah menggunakan alat peraga edukatif puzzle sebagai metoda demonstrasi/ praktek hal ini akan merangsang anak untuk berfikir kreatif karena dengan metoda tersebut dapat dilakukan langsung oleh anak serta tersedia di lembaga. Yang merupakan kegiatan pokok dari kegiatan Paud Al-Bidayah adalah kegiatan bermain sambil belajar dengan menggunakan alat peraga edukatif seadanya, karena dengan minimnya alat peraga edukatif yang dimiliki menjadi salah satu kendala para Tutor untuk melakukan praktek peningkatan kreativitas secara maksimal. Ada sebagian anak yang tidak mau mengikuti acara bermain dengan menggunakan alat peraga edukaitf puzzle disebabkan tidak suka karena gambarnya acak-acakan. Cara yang digunakan oleh Tutor Paud Al-Bidayah untuk mengajak anak tersebut untuk bermain puzzle bersama anak lain sehingga anak tersebut mau belajar. Adapun umumnya warga belajar mengikuti kegiatan belajar mengajar agar bisa melatih konsentrasi anak serta merangsang anak untuk kreatif.  Dengan demikian  masih adanya kemauan  anak untuk bermain dan belajar dengan menggunakan alat peraga edukatif puzzle  selain merasakan hasil yang telah diperoleh, warga belajar berusaha untuk mencoba aneka bentuk puzzle yang lain dari mengikuti kegiatan bermain sambil belajar menggunakan alat peraga edukatif puzzle tersebut. Adapun cara  warga belajar dalam mengikuti kegiatan belajar sambil bermain yaitu dengan  mencoba aneka bentuk puzzle yang lain. Dengan adanya usaha tersebut warga belajar dalam setiap kegiatan belajar mengajar bertambah semangat walaupun hanya beberapa orang saja. Kesimpulan, adanya warga belajar yang belum menyukai kegiatan belajar sambil bermain dengan menggunakan alat peraga edukatif puzzle, sehingga masih diperlukan pendampingan dari Tutor Paud untuk menggalakan kembali kegiatan belajar sambil bermain dengan menggunakan alat peraga edukatif puzzle. Dampak yang diperoleh, adanya partisipasi dari keluarga,  khususnya orang tua terhadap kegiatan pendampingan belajar sambil bermain pada anak, ditunjang pula oleh partisipasi dari lingkungan masyarakat yang ada.
MANAJEMEN PELATIHAN LIFE SKILL DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN Koswara, Rohmat
Empowerment Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, No 1, Februari 2014
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.218 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v3i1p37-50.571

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi karena  kurangnya  pendidikan life skill di pondok pesantren sehingga  pesantren kurang mampu memberdayakan santri agar dapat hidup mandiri.Kurang berkembangnya pendidikan life skill disebabkan oleh tidak  maksimalnya  managemen pelatihan life skill di pesantren. Tujuan penelitian ini diantaranya untuk mengetahui : gambaran tentang perencanaan,  pelaksanaan dan evaluasi   pelatihan life skill dalam upaya  pemberdayaan santri  di pondok pesantren Misbahul Falah. Landasan teori dalam penelitian ini, peneliti merujuk kepada beberapa konsep yaitu : Konsep manajemen pelatihan ,Konsep life skill dalam satuan program PLS, Konsep Pemberdayaan santri , Konsep Pondok Pesantren ,  Konsep dasar  pendidikan luar sekolah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriftif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian  ini menunjukkan bahwa: manajemen pelatihan  life skills di Pondok Pesantren Misbahul Falah ini ini belum sepenuhnya berjalan dengan baik, masih banyak  yang perlu diperbaiki. Hal ini dapat terlihat dalam proses perencanaannya yang kurang baik karena tidak tercatat/ terdokumentasikan dengan baik, berkaitan dengan   pelaksanaannya  kegiatan life skill dapat berjalan dengan baik sedangkan dalam kegiatan  evaluasi kegiatan life skill  kurang efektif karena tidak ada alat ukur penilaian yang jelas. Memperhatikan  hal tersebut kiranya dipandang perlu adanya penataan kembali manajemen pelatihan life skill  agar pendidikan life skills di Pondok Pesantren  Misbahul Falah  dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga mampu menciptakan jiwa santri yang lebih berkualitas dan kompetitif, memilki kecakapan hidup untuk menghadapi masa depan yang semakin kompleks.Kesimpulan dari penelitian ini diketahui bahwa pondok pesantren perlu mengadakan penataan dalam menyusun managemen pelatihan  life skills di pondok pesantren Misbahul Falah dari segi  tahap perencanaan, memerlukan pencatatan yang baik , tahap pelaksanaan sudah baik  dan tahap evaluasi, tidak semua materi dalam mengevaluasi dapat terukur  dengan baik. Walaupun managemen pelatihan life skill kurang maksimal, pondok pesantren Misbahul Falah telah berhasil memberdayakan santrinya untuk dapat hidup  mandiri dalam menghadapi kehidupannya dimasa yang akan datang. 
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN PERMAINAN KARTU KATA DI TK AL-FAUZAN DESA CIHARASHAS KECAMATAN CILAKU KABUPATEN CIANJUR Hadini, Nining
Empowerment Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, No 1, Februari 2017
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.735 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v6i1p%p.370

Abstract

Merujuk pada permasalahan yang ada  yaitu masih kurangnya kemampuan membaca anak usia dini di TK Al-Fauzan peneliti mencoba mencari solusi atau jalan kelurnya yaitu melalui kegiatan permainan kartu kata untuk meningkatkan kemampuan membaca anak usia dini. Penelitian ini bertujuan 1) Mendeskripsikan perencanaan meningkatkan kemampuan membaca anak usia dini melalui kegiatan permainan kartu kata di TK AL-Fauzan Desa Ciharashas Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur. 2) Mendeskripsikan proses meningkatkan kemampuan membaca anak usia dini melalui kegiatan permainan kartu kata di TK AL-Fauzan Desa Ciharashas Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur. 3) Mendeskripsikan hasil meningkatkan kemampuan membaca anak usia dini melalui kegiatan permainan kartu katadi TK AL-Fauzan Desa Ciharashas Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur. Dalam penelitian ini akan menggunakan beberapa metode untuk mendapatkan data yang lebih akurat sebagai dasar dalam pengambilan keputusan untuk mendapatkan solusi yang tepat dalam pemecahan masalah meningkatkan kemampuan membaca anak usia dini melalui kegiata kartu kata. Adapun pendekatan penelitiannya menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif ini digunakan untuk mendeskripsikan peristiwa, perilaku orang, atau keadaan pada tempat tertentu secara rinci dan mendalam dalam bentuk narasi. Teknik penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah: observasi, wawancara, dokumentsi dan studi literatur. Yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah Anak Usia Dini Taman Kanak-Kanak Al-Fauzan Desa Ciharashas Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur dan yang menjadi sample penelitian adalah 1orang pengelola, 1 orang tutor dan 5 orang peserta didik. Hasil penelitian ini merujuk bahwa tingkat kemampuan membaca anak TK kelas B sebelum dilaksakan kegiatan membaca melalui permainan kartu kata tingkat membaca nya rendah, tetapi sesuadah diadakannya pembelajaran dengan permaina kertu kata sudah mulai terlihat ada peningkatan. Hasil penelitian ini sudah mencapai indicator yang diharapkan, dengan menggunakan permaianan kartu kata dapat mneingkatkan kemampuan membaca anak usia dini. Kata Kunci : Kartu Kata, Membaca, Anak Uisa Dini
HUBUNGAN DIADIK (RELATIONAL DYADIC) TUTOR DENGAN PESERTA DIDIK DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN Dion, Asep
Empowerment Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, No 1, Februari 2013
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.49 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v2i1p38-46.590

Abstract

Sistem pembelajaran modern saat ini, perserta didik tidak hanya berperan sebagai komunikan (penerima pesan), bisa saja siswa bertindak sebagai komunikator (penyampai pesan). Salah satu penyebab kegagalan komunikasi pada proses pembelajaran di sekolah disebabkan karena seringkali seseorang menjalin suatu hubungan komunikasi tidak sebagai sesuatu yang dibutuhkan untuk kebaikan hubungan itu sendiri. Banyak terjadi hubungan yang stabil dan berlangsung lama dibatasi pada suatu konteks khusus. Derajat kepuasan seseorang yang diperoleh dari suatu hubungan dan cara hubungan itu berkembang akan didasarkan kepada penilaian implisit seseorang tentang orang lain. Hubungan tutor dan peserta didik merupakan jalinan yang unik, dan secara tradisional diatur oleh sejumlah norma yang berhubungan dengan kekuasan, status, dan kemampuan diantara kedua pihak. Hubungan diadik yang bertahan lama antara tutor dengan peserta didik menjadi faktor utama terciptanya situasi kegiatan pembelajaran. Tutor atau pendidik berperan sebagai pembantu, pendorong, dan pembimbing bagi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, sedangkan peserta didik dengan kesadarannya sendiri dan kesengajaan melakukan kegiatan belajar dengan keterlibatan atau pertisipasi yang tinggi.
PENERAPAN PRINSIP BERMAIN SAMBIL BELAJAR DALAM MENGEMBANGKAN MULTIPLE INTELIGENCIA PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (Study Kasus Di PAUD Daarul Piqri Kelurahan Leuwigajah Cimahi Selatan ) Nurdiani, Yani
Empowerment Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, No 2, September 2013
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.207 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v2i2p85-93.601

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan yaitu masih kurang maksimal penerapan prinsip bermain sambil  belajar dalam mengembangkan multiple intelegencie anak usia dini. Landasan teori dalam penelitian ini yaitu : konsep bermain sambil belajar, pengertian belajar, konsep pembelajaran PAUD, konsep pendidikan anak usia dini. Pengertian pendidikan anak usia dini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitian bahwa   PAUD Daarul Piqri menggunakan metoda bermain sambil belajar untuk meningkatkan multiple intelegensi anak. Kesimpulan dari penelitian ini  adalah bahwa belajar sambil bermain sangat efektif untuk dilakukan. Rekomendasi bahwa pembelajaran hanya berorentasi pada keberhasilan kognitif saja, sementara potensi guru sangat kreatif dan inovatif sehingga di sarankan agar para guru terus mengembangkan kompetensi dan profesionalismenya
PERAN PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI (Studi di PAUD Geger Sunten, Desa Suntenjaya) Nurhayati, Iis
Empowerment Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, No 2, September 2012
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.081 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v1i2p39-48.614

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang menentukan terbentuknya kepribadian anak. Dalam hal ini maka diperlukan berbagai rangsangan untuk membentuknya. Banyak cara yang dilakukan dalam  memberikan rangsangan pada anak usia dini salah satuya melalui pendekatan berbasis alam seperti permainan tradisional. Permainan tradisional bukan sekedar permainan yang bertujuan menghibur anak-anak, tapi juga bersifat mendidik serta berfungsi membantu anak-anak dalam membentuk karakter. Kondisi lingkungan bermain bagi anak yang sudah berbeda, menjadikan permainan tradisional jarang di mainkan oleh anak-anak sekarang,  mereka lebih mengenal jenis permainan yang bersifat elektronik dan digital. Jenis permainan tradisional seolah-olah tersingkirkan dari lingkungan anak-anak yang  tergerus oleh permainan modern seperti PlayStation (PS) dan jenis permainan canggih lainnya. Untuk itu diperlukan upaya orang tua dan tutor dalam mengenalkan kembali permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang dapat merangsang pembentukkan karakter anak khususnya pada anak usia 4-6 tahun.
KETERAMPILAN BERWIRAUSAHA BAGI PEREMPUAN DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELUARGA Riyanto, Arifah A.
Empowerment Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, No 2, September 2015
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.795 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v4i2p50-62.566

Abstract

Keterampilan berwirausaha bagi perempuan dapat dipilih yang sesuai dengan keterampilan yang biasa dilakukan seperti yang terkait dengan bidang boga, bidang busana, ataupun bidang kerajinan tangan. Keterampilan yang dimiliki seseorang, khususnya para perempuan yang bekerja di rumah dapat dijadikan kegiatan wirausaha. Dengan memiliki berbagai keterampilan dapat melakukan kegiatan berwirausaha, yang penting punya minat, semangat, dan jiwa wirausaha, serta mengimplmentasi kegiatan usahanya. Ada lima (5) keterampilan yang harus dimiliki calon wirausaha, yaitu keterampilan mengatur skala prioritas; keterampilan manajemen waktu; pengetahuan, dan keterampilan selalu di uprade; keterampilan multitasking; dan keterampilan dalam berkomunikasi. Hasil keterampilan berwirausaha yang dilakukan perempuan ini dapat dijadikan untuk menambah penghasilan keluarga terutama bagi mereka yang masih membutuhkan. Dengan pemenuhan kebutuhan yang optimal dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. 
MENEGASKAN KARAKTER PENDIDIKAN NONFORMAL Mulyono, Dinno
Empowerment Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, No 1, Februari 2012
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.097 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v1i1p%p.365

Abstract

Nonformal education has a great role in modern education system. Since its introducing by Ahmed and Coombs in 1964, nonformal education has been seen as panachea for all education problems, include the further education for adult people or disadvantage people that can’t access the formal education. But, in other hands, nonformal education had been seen as the shadows of formal education. It’s happens when nonformal education doesn’t contribute the people with a real compensation for their lives.
PENGGUNAAN MEDIA MANIPULATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN PADA ANAK USIA DINI (Studi Kasus di POS PAUD MELATI Kecamatan Regol Kota Bandung) Susilowati, Nenden
Empowerment Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, No 2, September 2014
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.053 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v3i2p152-170.582

Abstract

This research is motivated by problems found in Pos Paud Melati Kecamatan Regol Kota Bandung, is the ability to recognize the concept of number of children in Pos Paud Melati is mean . It can be seen from the child 's response when asked about dealing with numbers . Therefore, research is conducted aiming to determine the increase in the ability to know the concept of numbers in early childhood with the use of manipulative media. The focus of his research are: 1 ) what media is used by teachers in improving the ability to know the number concept in children ? 2) How the application of manipulative media in children? 3) How the progress of the ability to recognize the concept of numbers in children after using manipulative media? The approach used in this study is a qualitative approach with descriptive analytical method. The collected data is the data observation, interview and documentation. The use of manipulative media is the application of the use of multiple media to improve the ability to recognize the concept of numbers that are given to children in Pos Paud Melati Kecamatan Regol Kota Bandung.The results showed that the use of manipulative media can increase the ability to know the concept of numbers in early childhood. Children can count many objects from 1-10 , counting by pointing objects ( familiar concept of numbers with objects ) to 10 , pointing to the symbol of numbers 1-10 , connect / pair emblem numbers with pictures of objects up to 10 ( no children were told to write ) better.The use of manipulative media has the advantage in the learning process, the child has learned and enthusiastic spirit better, as indicated by the response of the child when the teacher asks, actively involved in each activity and active cooperation with friends. The interaction between the child and her or teachers becomes more intertwined. This suggests that children learn in a fun atmosphere, so that the children can get to know and understand the concept of numbers either. That a barrier is the lack of creativity of teachers in creating and providing an attractive medium for children's learning.Efforts to overcome the above problems, it is recommended to increase the creativity of teachers internally in various ways to mastery (mastery) media , engage teachers in a variety of training and provide opportunities for teachers to continue to a higher level .

Page 2 of 16 | Total Record : 158