cover
Filter by Year
Jurnal Biologi Tropis
Published by Universitas Mataram
ISSN : 14119587     EISSN : 25497863
Jurnal Biologi Tropis (ISSN Cetak 1411-9587 dan ISSN Online 2549-7863) diterbitkan mulai tahun 2000 dengan frekuensi 2 kali setahun oleh Program Studi Pendidikan Biologi PMIPA FKIP Universitas Mataram, berisi hasil penelitian dan ulasan Ilmiah dalam bidang Biologi Sains.
Articles
129
Articles
KEPADATAN OPTIMUM UNTUK MENUNJANG TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN BANDENG (Chanos chanos) PADA TRANSPORTASI SISTEM TERTUTUP

Syamsunarno, Mas Bayu, Maulana, Muh Kholik, Indaryanto, Forcep Rio, Mustahal, Mustahal

Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis Vol.19 No.1 Januari-Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: This research aims to determine the optimum density in closed system transportation of milkfish juvenile. Milkfish juveniles used in the research had an average weight 1.48±0.12 g. The study consisted of several stages, namelydetermining the ability to fast fish, determining the level of oxygen consumption, determining the rate of excretion of total ammonia nitrogen and determining the optimum density in transportation for 48 hours.The treatments were performed differences in the density of 100, 150, 200, and 250 fish/L using polyethylene plastic size 35x50 cm and styrofoam size of 75 × 43 × 40 cm.The results showed the seed fish can survive and swim actively for 7 days without feeding with oxygen consumption rate as much as 2640 mgO2 and TAN excretion rate 0.1200 mg/L. The different treatment of density had an effect on the survival rate of milkfish juvenile. The optimal density for transportation of milkfish juvenile size 1.48 ± 0.12 g in a closed transportation system with a time of 48 hours is 150 juvenile/L with a 100% survival rate. At the density 250 juvenile/L, the can be done with a long time of 30 hours and resulted in a survival rate above 99%.  Keyword: Chanos chanos, Density, Transportation closed system, Survival rate, Water Quality Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kepadatan optimal dan lama waktu dalam transportasi sistem tertutup benih ikan bandeng.Benih ikan bandeng yang digunakan memiliki bobot rata-rata 1,48±0,12g. Penelitian terdiri dari beberapa tahap, yaitu penentuan ketahanan ikan tanpa diberi makan, tingkat konsumsi oksigen, laju ekskresi total amoniak nitrogen dan kepadatan optimal benih ikan bandeng dalam transportasi selama 48 jam. Perlakuan yang dilakukan perbedaan kepadatan yaitu 100, 150, 200, dan 250 ekor/L dengan menggunakan plastik polyetylen (PE) ukuran 35x50 cm dan styrofoam ukuran 75×43×40 cm.Hasil penelitian menunjukkan benih ikan bandeng mampu bertahan hidup dan berenang aktif selama 7 hari pemuasaan ikan dengan tingkat konsumsi oksigen sebanyak 2640 mgO2 dan laju ekskresi TAN 0,1200 mg/L.Perlakuan perbedaan kepadataan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup benih ikan bandeng.Kepadatan optimal untuk transportasi benih ikan bandeng ukuran 1,48±0,12 g/ekor pada sistem transportasi tertutup selama 48 jam adalah 150 ekor/L dengan tingkat kelangsungan hidup 100%. Pada kepadatan 250 ekor/L, transportasi dapat dilakukan dengan lama waktu 30 jam dan menghasilkan tingkat kelangsungan hidup di atas 99%. Kata Kunci: Ikan bandeng, Kepadatan, Kualitas Air, Transportasi sistem tertutup, Tingkat Kelangsungan Hidup

PERTUMBUHAN, MORTALITAS DAN TINGKAT PEMANFAATAN KERANG POKEA (Batissa violacea var. celebensis von Martens, 1897) DI SUNGAI LAEYA KONAWE SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA

Basri, Sitti Nurlailah, Bahtiar, Bahtiar, Anadi, La

Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis Vol.19 No.1 Januari-Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract : Pokea clam are one of the potential resources and have an important role both ecologically and economically. One of areas suitable for the life of this clam is the laeya river. This research aimed to determine growth, mortality and eksploitation rate of Pokea clam on the Laeya River in South Konawe which was started in September 2016 – February 2017. This research used swept area method by using a catching tool namely tangge. Data were growth, mortality and the exploitation level was analysed using Bhattacharya method, inverse von Bertalanffy, width converted catch curve and empirical Pauly, accommodated in FiSAT II version 3.0. The total sample of pokea clam during the research were 849 individuals. The result of growth analysis showed that the asymptotic width value (L∞), growth constant (K), estimated value t0 for the growth of pokea clam was 7,41, 0,56 and -0,38. The result of estimation analysis for the level of morality showed that the natural mortality value (M) was 1,84, the catching mortality (F) was 1,19, and the total mortality (Z) was 3,03. The exploitation rate (E) was 0,39 which shows the level exploitation rate of pokea clam in the waters of the Laeya River was still relatively low (under fishing). Keywords : Pokea Clam, Laeya Rivers, Growth, Mortality, Exploitation Rate Abstrak : Kerang pokea merupakan salah satu sumberdaya potensial dan mempunyai peranan penting baik secara ekologis maupun ekonomis. Salah satu wilayah yang cocok untuk kehidupan kerang ini adalah Sungai Laeya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan, mortalitas dan tingkat pemanfaatan kerang pokea di Sungai Laeya Konawe Selatan yang dimulai pada bulan September 2016 – Februari 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah luas sapuan (swept area method) dengan memakai alat tangkap tangge. Data pertumbuhan, mortalitas dan tingkat eksploitasi masing-masing menggunakan metode Bhattacharya, model inverse von Bertalanffy, hasil tangkapan yang dikonversi dari data lebar cangkang dan empiris Pauly yang terakomodasi dalam program FiSAT II versi 3.0. Total sampel kerang pokea selama penelitian sebesar 849 individu. Hasil analisis pertumbuhan menunjukan nilai lebar asimtotik (L∞), konstanta pertumbuhan (K), nilai dugaan t0 pada pertumbuhan kerang pokea masing-masing 7,41, 0,56, dan -0,38. Hasil analisis pendugaan tingkat mortalitas menunjukkan nilai mortalitas alami (M) 1,84, mortalitas penangkapan (F) 1,19, dan mortalitas total (Z) 3,03. Tingkat eksploitasi (E) yaitu 0,39 yang menunjukkan tingkat eksploitasi kerang pokea di perairan Sungai Laeya masih tergolong rendah (under fishing). Kata Kunci : Kerang Pokea, Sungai Laeya, Pertumbuhan, Mortalitas, Tingkat Eksploitasi

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL BATANG BIDARA LAUT (Strychnos ligustrina) TERHADAP BAKTERI PATOGEN

Kurniawan, Edy, Dyah Jekti, Dwi Soelistya, Zulkifli, Lalu

Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis Vol.19 No.1 Januari-Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract : Strychnos ligustrina stem has been empirically used by the people of West Nusa Tenggara and Bali in the treatment of malaria, tooth ache and diarrhea, but there is no scientific data that supports it. This study aims to determine and prove the antibacterial activity of Strychnos ligustrina methanol extract to pathogenic bacteria in vitro and in vivo. This research is an experimental study conducted by measuring the inhibition zone (mm) growth of pathogenic bacteria, determining minimum inhibitory concentration (MIC) and minimum killing concentration (MKC) in vitro, and determining the percentage of antibacterial activity of methanol extract of S. ligustrina stem in vivo. The experiment was conducted using 4 groups of concentrations of S. ligustrina stem methanol extract in an in vitro study of 25, 50, 75, and 100% with ciprofloxacin as a positive control and aquadest as a negative control. In vivo studies experiments were carried out using 6 treatment groups of test animals male mice Balb / c (Mus musculus). The in vitro test results showed that methanol extract of S. ligustrina stems was able to inhibit the growth of pathogenic bacteria with medium categories of clinical isolates of Staphylococcus aureus and categories of weaks to Klebsiella pneumonia and Escherichia coli isolates. The minimum inhibitory concentration (MIC) for S. aureus and K. pneumonia bacteria isolates was at a concentration of 25% while for E. coli isolates at a concentration of 30%. The methanol extract of the S. ligustrina stem has no killing power against the pathogenic bacteria tested. Antibacterial activity in vivo was able to inhibit the growth of S. aureus pathogenic bacteria by 6.60% (at 25% concentration), 8.62% (at 50% concentration), and 17.31% (at 100% concentration), against K. pneumonia was 11.85% (at 25% concentration), 51.21% (at 50% concentration), and 65.92% (at 100% concentration), against E. coliat 19.18% (at concentration 25%), 29.98% (at 50% concentration), and 40.88% (at 100% concentration). Methanol extract of S. ligustrina stem proved to have antibacterial activity in vitro and in vivo. Key words: Srychnos ligustrina, pathogenic bacteria, antibacterial, in vitro, in Vivo. Abstrak : Strychnos ligustrina secara empiris  telah digunakan oleh masyarakat Nusa Tenggara Barat dan Bali dalam pengobatan penyakit malaria, sakit gigi, dan diare, tetapi belum ada data ilmiah yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan membuktikan aktivitas antibakteri ekstrak metanol batang bidara laut terhadap bakteri patogen secara in vitrodan in vivo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan dengan mengukur zona hambat (mm) pertumbuhan bakteri patogen, menentukan konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM) secara in vitro, serta menentukan persentase aktivitas antibakteri ekstrak metanol batang bidara laut secara in vivo. Percobaan dilakukan menggunakan 4 kelompok konsentrasi ekstrak metanol batang bidara laut pada penelitian in vitro yaitu 25, 50, 75, dan 100% dengan ciprofloxacin sebagai kontrol positif serta aquadest sebagai kontrol negatif. Pada penelitian in vivo percobaan dilakukan menggunakan 6 kelompok perlakuan hewan uji mencit jantan galur Balb/c (Mus musculus). Hasil uji in vitro menunjukkan ekstrak metanol batang bidara laut mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen dengan kategori sedang terhadap Staphylococcus aureus isolat klinis dan kategori lemah terhadap Klebsiella pneumonia dan Escherichia coli isolat klinis. Nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) untuk isolat bakteri S. aureus dan K. pneumoniae adalah pada konsentrasi 25% sedangkan untuk isolat E. coli pada konsentrasi 30%. Ekstrak metanol batang bidara laut tidak memiliki daya bunuh terhadap bakteri patogen yang diuji. Aktivitas antibakteri secara in vivo mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen S. aureus sebesar 6,60% (pada konsentrasi 25%), 8,62% (pada konsentrasi 50%), dan 17,31% (pada konsentrasi 100%), terhadap K. pneumonia sebesar 11,85% (pada konsentrasi 25%), 51,21% (pada konsentrasi 50%), dan 65,92% (pada konsentrasi 100%),   terhadap E. coli sebesar 19,18% (pada konsentrasi 25%), 29,98% (pada konsentrasi 50%), dan 40,88% (pada konsentrasi 100%). Ekstrak metanol batang bidara laut terbukti memiliki aktivitas antibakteri secara in vitro dan in vivo. Kata kunci: Srychnos ligustrina, bakteri patogen, antibakteri, in vitro, in vivo

STRUKTUR KOMUNITAS SUMBERDAYA IKAN PADANG LAMUN DI TELUK EKASLOMBOK TIMUR

Karnan, Karnan, Japa, Lalu, Raksun, Ahmad

Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.15 No. 1 Juni 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractResearch on seagrass fishes resources condition was conducted in the intertidal zone of Ekas Bay, East Lombok. Sampling of fishes was conducted using the swept area method with beach seine. The result of this research in three station showed that the degree of fishes diversity was low. There was a strong indication that the fishes species in the research area were dominated by certain fish species. In general, the firtility of Ekas Bay coastal water was semilar with the other coastal waters, however the environmental condition mainly the low of persentage of seagrass covering in the research location was the main couse of the low diversity of seagrass fish of the area. High exploitation followed by destruction methods of exploitation can be the main causes of fish degradation habitat, mainly in the seagrass of Ekas Bay, East Lombok. Key words: fish habitat, Lombok, marine,seagrass fishs AbstrakPenelitian kondisi sumberdaya ikan padang lamun telah dilakukan di wilayah intertidal Teluk Ekas, Lombok Timur. Pengambilan sampel ikan menggunakan metode swept area dengan pukat pantai (beach seine) di tiga stasiun pengamatan menunjukkan bahwa tingkat keanekaragaman ikan di lokasi penelitian rendah. Ada indikasi yang sangat kuat bahwa dominansi suatu jenis ikan di setiap stasiun pengamatan. Secara umum, kesuburan perairan Teluk Ekas relatif sama dengan perairan lainnya, namun kondisi lingkungan terutama persentasi penutupan padang lamun yang rendah menjadi penyebab utama rendahnya keanekaragaman ikan padang lamun di lokasi penelitian. Tingkat eksploitasi yang tinggi disertai dengan cara eksploitasi yang tidak mempertimbangkan kesinambungan pemanfaatan sumberdaya menjadi penyebab rusaknya habitat ikan, khususnya padang lamun di Teluk Ekas, Lombok Timur. Kata kunci: ikan padang lamun, habitat ikan, laut, Lombok.

KEANEKARAGAMAN MOLLUSCA SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN DI KAWASAN TPA KEBON KONGOK LOMBOK BARAT

Athifah, Athifah, Putri, Maya Nuansa, Wahyudi, Sahid Imam, Rohyani, Immy Suci

Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis Vol.19 No.1 Januari-Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: Research has been done in the area of Kebon Kongok landfill by looking at the diversity of Mollusca as a bioindicator of water quality. This research is important because the river in Kebon Kongok landfill area is utilized by the surrounding community for daily needs. The research was conducted in May-June 2018 at Sungai Ayu River, Gerung District, West Lombok which aims to provide information about the water quality in this area. The research was done by purposive sampling method using cruising technique. There are 3 research stations selected based on the difference of environmental conditions around the waters of  Kebon Kongok landfill. Station 1 is located east of the Kebon Kongok landfill adjacent to the landfill waste pond landfill, station 2 is located in the northwest part of the Kebon Kongok landfill where it is located adjacent to the main river body and station 3 is located in the southwest adjacent to the residential area. There were 13 Mollusca species belonging to 8 families: Lymnaeidae, Ampullaroidae, Thiaridae, Viviparidae, Planorbidae, Ariophantidae, Neritidae and Corbiculidae. The Tarebia granifera of the Thiaridae family is the most common of 127, 92 and 47 in each station. There were Shannon-Wiener (H ') diversity index data where H' each station was 1.3, 1.5 and 1.4 respectively. This data concludes that the water quality around the Kebon Kongok landfill is moderately polluted with moderate diversity criteria (H '= 1.0-2.0). Key words: Kebon Kongok landfill, Indeks Shannon-Wienner, Mollusca, and Bioindicator. Abstrak: Telah dilakukan penelitian di kawasan TPA Kebon Kongok dengan melihat keanekaragaman Mollusca sebagai bioindikator kualitas perairan. Penelitian ini penting dilakukan mengingat sungai di kawasan TPA Kebon Kongok dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk kebutuhan sehari-hari. Penelitian telah dilakukan pada bulan Mei-Juni 2018 di sungai Taman Ayu Kecamatan Gerung,  Lombok Barat yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kualitas perairan di kawasan tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling menggunakan teknik jelajah. Ada 3 stasiun penelitian yang dipilih berdasarkan perbedaan kondisi lingkungan di sekitar perairan TPA Kebon Kongok. Stasiun 1 terletak di sebelah timur TPA Kebon Kongok yang bersampingan dengan kolam limbah lindi TPA, stasiun 2 terdapat di bagian barat laut TPA Kebon Kongok dimana letaknya berdekatan dengan badan sungai utama dan stasiun 3 terletak di sebelah barat daya yang berdampingan dengan pemukiman penduduk. Ditemukan 13 spesies Mollusca yang tergabung dalam 8 famili yakni  Lymnaeidae, Ampullaroidae, Thiaridae, Viviparidae, Planorbidae, Ariophantidae, Neritidae dan Corbiculidae. Tarebia granifera dari famili Thiaridae merupakan individu terbanyak yakni 127, 92 dan 47 di masing-masing stasiun. Didapatkan data indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) dimana H’ setiap stasiun berturut-turut yakni 1.3, 1.5 dan 1.4. Data ini menyimpulkan bahwa kualitas perairan sekitar TPA Kebon Kongok adalah tercemar sedang dengan kriteria diversitas sedang (H’=1,0-2,0). Kata kunci: TPA Kebon Kongok, Indeks Shannon-Wienner, Mollusca, dan Bioindikator

EKPLORASI DAN PENANGKARAN BIBIT RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DI PERAIRAN TELUK EKAS LOMBOK TIMUR

Cokrowati, Nunik, Diniarti, Nanda, Setyowati, Dewi Nur’aeni, Waspodo, Saptono, Marzuki, M.

Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis Vol.19 No.1 Januari-Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bibit Eucheuma cottonii dari habitat aslinya di perairan Teluk Ekas dan menangkarkan bibit tersebut. Penelitian ini dilakukan di Teluk Ekas Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode ekplorasi di perairan Teluk Ekas serta mendeskripsikan hasil pengamatan. Eucheuma cottonii yang berhasil di temukan dan di ekslporasi dari perairan Teluk Ekas, memiliki ciri morfologi lebih banyak memiliki bakal talus sehingga tampak sebagai duri-duri pada thalus. Talus keras dan kaku serta berwarna coklat kehijauan. Eucheuma cottoniidijumpai menempel pada batuan dan karang yang berada pada kisaran kedalaman 1 meter sampai dengan 1,5 meter. Eucheuma cottoniimenempel kuat pada subtrat sehingga sulit untuk diambil dengan tangan, harus menggunakan pisau atau alat pemotong lainnya. Eucheuma cottoniidapat ditangkarkan dan tumbuh dengan baik di perairan Teluk Ekas.  Kata kunci: Kappaphycus alvarezii, habitat, talus, karang, domestikasi  Abstract: The objective of this study was to obtain Eucheuma cottonii seeds from their natural habitat in Ekas Bay and breed these seeds. This research was conducted in Ekas Bay, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. The method used in this study is the exploration method and description method. Eucheuma cottonii which has been found, has more morphological characteristics that have a talus so that it appears as thorns in the thalus. Talus is hard and stiff and has a greenish brown color. Eucheuma cottonii was found attached to rocks and corals which were in the range of 1 meter to 1.5 meters. Eucheuma cottonii sticks firmly to the substrate so that it is difficult to take by hand, must use a knife or other cutting tool. Eucheuma cottonii can be bred and grow well in Ekas Bay. Keywords : Kappaphycus alvarezii, habitat, talus, coral, domestication

PENDUGAAN UKURAN PERTAMA KALI MATANG GONAD IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp) DI PERAIRAN DESA SIDANGOLI DEHE KECAMATAN JAILOLO SELATAN KABUPATEN HALMAHERA BARAT

Abubakar, Salim, Subur, Riyadi, Tahir, Irmalita

Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis Vol.19 No.1 Januari-Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ukuran pertama kali matang gonad dan ukuran mata jaring gillnet untuk penangkapan ikan kembung (Rastrelliger sp) di perairan Sidangoli Dehe. Pengambilan sampel dengan mengikuti kegiatan operasi penangkapan.dengan nelayan. Operasi penangkapan ikan dilakukan sebanyak 2 kali setiap minggu dan dilakukan selama satu bulan. Hasil tangkapan diambil secara acak (random sampling). Hasil tagkapan selanjutnya dilakukan pengukuran panjang cagak dan body girth. Penentuan tingkat kematangan gonad (TKG) yang dilakukan secara visual dengan melihat bentuk, warna serta perkembangan isi gonad.Hasil penelitian diperoleh ukuran pertama kali matang gonad ikan kembung (Rastrelliger sp) yang tertangkap di perairan Desa Sidangoli Dehe dengan kisaran panjang cagak 250,7 mm sedamgkan ukuran mata jaring insang minimum yang sebaiknya digunakan untuk penangkapan ikan kembung (Rastrelliger sp) yaitu 11,8 cm (4,6 inchi). Kata Kunci : Matang gonad, mata jaring, Rastrelliger sp, Sidangoli Dehe Abstract: The purpose of this study is to determine the size of first-time gonads and the size of gill-net for catching mackerel (Rastrelliger sp) in Dehe Sidangoli waters. Sampling by taking part in arrest operationswith fishermen. Fishing operations are carried out twice a week and carried out for one month. The catch is taken randomly. The result of the next tag is the measurement of the fork length and body girth. Determination of the level of gonad maturity (TKG) that is done visually by looking at the shape, color and development of gonadal contents. The results showed that the first size of mackerel gonad (Rastrelliger sp) that was caught in the waters of Sidangoli Dehe Village with a fork length of 250.7 mm was the minimum size of the gill-net which should be used for catching mackerel (Rastrelliger sp) which was 11.8 cm (4.6 inches). Keywords: Gonad mature, mesh, Rastrelliger sp, Sidangoli Dehe 

SEBARAN SUHU PERMUKAAN LAUT (SPL) SECARA SPASIAL DAN TEMPORAL DI PERAIRAN SELAT ALAS PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Santoso, Didik

Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis Vol.19 No.1 Januari-Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah unutk Menentukan sebaran suhu permukaan laut (SPL) secara spasial dan temporal  di Selat Alas Provinsi NTB. Lokasi penelitian di wilayah perairan Selat Alas. Waktu penelitian selama 5 bulan yaitu dari bulan Agustus-Desember 2015. Data penelitian berupa data primer SPL Selat Alas dan data sekunder berupa data citra satelit Aqua MODIS Level-3 dengan resolusi spasial 0,05o x 0,05o dan resolusi temporal 8 harian sebagai data bulanan yang cakupan waktunya dari Agustus 2008 sampai dengan Desember 2012. Data dianalisis dengan menggunakan algoritma Miami Pathfinder SST (MPFSST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara spasial sebaran SPL Selat Alas didominasi oleh suhu rendah terutama yang berlokasi di bagian selatan, dan bagian tengah selat dengan suhu rata-rata sebesar 26.50C. Sedangkan secara temporal sebaran SPL wilayah perairan Selat Alas menunjukkan bahwa penurunan SPL terjadi disetiap bulan Agustus dan mulai meningkat pada bulan berikutnya, hingga mencapai suhu tertinggi pada bulan Desember, dan hal ini berulang setiap tahunnya. Suhu tinggi mendominasi seluruh bagian selat dengan suhu rata-rata 29.50C pada bulan November dan 29.00C pada bulan Desember. Akan tetapi pada bulan Desember, pada bagian utara selat suhu rata-rata nya  lebih tinggi dari daerah lainnya yaitu sebesar 29.70C.  Kata kunci: Citra Satelit , Selat Alas, Suhu Permukaan Laut, Spasial, Temporal Abstract: The purpose of this study is to determine the spatial and temporal distribution of sea surface temperature (SST) in the Alas Strait of NTB Province. Research location in the Alas Strait waters. The research period  is 5 months, from August to December 2015. The research data are in the form of primary data on the Alas Strait Sea Surface Temperature and secondary data in the form of Aqua satellite image MODIS Level-3, with spatial resolution of 0.05o x 0.05o and 8 daily temporal resolutions, as monthly data from August 2008 to December 2012. Data were analyzed using the Miami Pathfinder SST algorithm (MPFSST). The results of the study indicate that spatially the distribution of Alas Strait Surface Temperature is dominated by low temperatures, especially those located in the south, and the central part of the strait with an average temperature of 26.50C. While temporally the distribution of Sea Surface Temperature in the Alas Strait waters region shows that the decline occurred every August and began to increase the following month, until it reached the highest temperature in December, and this recurs every year. High temperatures dominate the entire strait with an average temperature of 29.50C in November and 29.00C in December. However, in December, in the northern part of the strait the average temperature was higher than other regions, which amounted to 29.70C. Keywords: Satellite Imagery, Alas Strait, Sea Surface Temperature, Spatial, Temporal 

APLIKASI PUPUK ORGANIK DAN NPK UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN VEGETATIF MELON (Cucumis melo L.)

Raksun, Ahmad, Japa, Lalu, Mertha, I Gde

Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis Vol.19 No.1 Januari-Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak:Pupuk merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi tanaman. Di dalam pupuk terkandung berbagai unsur hara yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Pemupukan tanaman dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk sintetik maupun pupuk organik. Telah dilakukan penelitian tentang aplikasi pupuk organik dan pupuk NPK untuk meningkatkan pertumbuhan vegetatif melon yang bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh aplikasi pupuk organik terhadap pertumbuhan vegetatifmelon, (2)pengaruh aplikasi pupuk NPK terhadap pertumbuhan vegetatifmelon, (3)pengaruh interaksi pupuk organik dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan vegetatifmelon.Dalam penelitian ini digunakan Rancangan Faktorial yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk organik dan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK. Perlakuan pupuk organik terdiri atas 4 level yaitu: Po = tampa pemberian  pupukorganik (kontrol), P1 = pemberian 0,5 kg pupuk organik/1 m2 lahan, P2 = pemberian 1,0 kg pupuk organik/1 m2 lahan, P3 = pemberian 1,5 kg pupuk organik/1 m2 lahan, Selanjutnya faktor pupuk NPK terdiri atas 5 level yaitu, N0 = tampa pemberian pupuk NPK (kontrol), N1 = pemberian 5 gram pupuk NPK/tanaman, N2 = pemberian 10 grampupuk NPK/tanaman, N3 = pemberian 15 grampupuk NPK/tanaman, N4 = pemberian 20 gr pupuk NPK/tanaman.Parameter pertumbuhan yang diukur adalahpanjang batang dan panjang daun melon, Data kuantitatif hasi pengukuran parameter di atas dianalisis dengan analisis sidik ragam.Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa aplikasi pupuk organik berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan vegetatif melon.  Aplikasi pupuk NPK berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan melon. Interaksi pupuk organik dan pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif melon. Kata kunci : Pupuk organik, pupuk NPK, Pertumbuhan vegetatif melon Abstract:Fertilizers are a very vital requirement for plants. Fertilizer contains various nutrients that are very important to support plant growth. Fertilizing plants can be done by using synthetic fertilizers or organic fertilizers. Research has been carried out on the application of organic fertilizer and NPK fertilizer to improve the vegetative growth of melons which aims to find out: (1) the effect of organic fertilizer on vegetative melon growth, (2) the effect of NPK fertilizer on vegetative growth of melons, (3) the effect of interaction between organic fertilizer and NPK fertilizer on vegetative melon growth. In this study a Factorial Design consisting of 2 factors was used. The first factor is the dose of organic fertilizer and the second factor is the dose of NPK fertilizer. The treatment of organic fertilizer consists of 4 levels, namely: Po = without giving organic fertilizer (control), P1 = giving 0.5 kg organic fertilizer/1 m2 land, P2 = giving 1.0 kg organic fertilizer/1 m2 land, P3 = giving 1.5 kg of organic fertilizer/1 m2 land, then NPK fertilizer factor consists of 5 levels, namely N0 = without NPK fertilizer (control), N1 = giving 5 grams of NPKfertilizer/plant, N2 = giving 10 grams of NPK fertilizer/plant, N3 = giving 15 grams of NPK fertilizer/plant, N4 = giving 20 grams of NPK fertilizer/plants.Thegrowth parameters were stem length and melon leaf length.Data were analyzed by using ANOVA. In this reseach concluded thatthe application of organic fertilizer hasa  significant effect on the vegetative growth of melon. The application of NPK fertilizer has a significant effect on the growth of melon. The interaction of organic fertilizer and NPK fertilizer did not significantly affect the  growth of melon. Keywords : Organic fertilizer, NPK fertilizer, vegetative melon growth

ANALISIS KOMUNITAS MANGROVE DI KECAMATAN SEKOTONG LOMBOK BARAT NTB

Japa, Lalu, Santoso, Didik

Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis Vol.19 No.1 Januari-Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak:Komunitas mangrove di kawasan Sekotong Lombok Barat telah diteliti untuk mengetahui komposisi spesies, kerapatan  individu setiap spesies,dan  persentase tutupannya. Total sebanyak 28 plot (kudrat) berukuran 10m x 10m dibuat pada 9 transek di lima stasiun. Foto tutupan kanopi mangrove dan parameter komposisi komunitas dianalisis menggunakan software ImageJ dan template spreadsheet. Data kerapatan pohon dan persentase tutupan mangrove dianalisis dengan ANOVA. Persentase kesamaan antara stasiun menggunakan Biodiversity Program Version 2 berdasarkan the Bray Curtis Cluster Analysis. Komunitas mangrove di Kecamatan Sekotong Lombok Barat teridenfikasi 8 spesies, meliputi 5 genus, dan 4 famili. Rhizophora apiculata tersebar disemua transek penelitian. Transek SKTM02B memiliki kerapatan pohon tertinggi sebesar 2800 pohon/ha. Tiga transek dengan persentase tutupan tertinggi berturut-turut SKTM04T, SKTM04, dan SKTM01A. Persentase kesamaan antar stasiun sangat tinggi mencapai 82,503 –  95,423%. Persentase kesamaan tertinggi (95,423%) terjadi antara stasium SKTM04 dan SKTM05. Kata kunci : mangrove, Sekotong, komposisi spesies, kerapatan, dan persentase tutupan Abstract: Community of mangrove in the area of Sekotong West Lombok has been researched to know the species composition,  individual density of each species, and percentage covering. Total number of 28 plots of 10 m x 10 m in size were set in 9 transects in 5 station. Photographs mangrove canopy covering and parameter of mangrove community composition were analyzed by using the software ImageJ and  template spreadsheet. ANOVA was applied for analyzing the data of mangrove  tree density and percentage covering. The Bray Curtis Cluster Analysis. using Biodiversity Program Version 2 was also used for analyzing the percentage similarity among station. The community of mangrove of Sekotong West Lombok consists of 8 species, 5 genera, dan 4 family. Rhizophora apiculata was recorded in all transects. The highest density (2800 trees/ha) of mangrove was recorde in ransect SKTM02B.. The three transects with the highest percentage covering were SKTM04T, SKTM04, dan SKTM01A, respectively. Percentages similarity among station were very high (82,503%  –  95,423%). SKTM04 and SKTM05 were the two station with  the highest percentage similarity (95,423%). Key words : mangrove, Sekotong, species composition, density, and percentage covering