JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20890117     EISSN : 25805932
JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA diterbitkan sejak 1 April 2011 oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) dengan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin dan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Daerah Banjarmasin.
Articles 160 Documents
PELANGGARAN DAN KEPATUHAN PRINSIP KERJA SAMA SERTA IMPLIKATURNYA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI (VIOLATION OF THE PRINCIPLE COOPERATION AND COMPLIANCE AS WELL AS IMPLICATURES IN RONGGENG DUKUH PARUK NOVEL) Mahdiah, Mahdiah
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 1 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v6i1.3737

Abstract

Pelanggaran dan Kepatuhan Prinsip Kerja Sama serta Implikaturnya dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Penelitian ini akan mengkaji (1) Bagaimana pelanggaran prinsip kerja sama serta implikaturnya dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari? (2) Bagaimana kepatuhan prinsip kerja sama serta implikaturnya dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari? Tujuan yang ingin dicapai adalah mendeskripsikan pelanggaran dan kepatuhan prinsip kerja sama serta implikaturnya dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dan jenis penelitian kualitatif serta metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Hasil simpulan penelitian diperoleh mencakup dua subbagian. Pertama, implikatur percakapan atau33implikatur percakapan, mencakup (1) Kepatuhan terhadap maksim, yaitu (a) Kepatuhan terhadap maksim kuantitas dan implikaturnya, (b) Kepatuhan terhadap maksim kualitas dan implikaturnya, (c) Kepatuhan terhadap maksim cara dan implikaturnya, dan (d) Kepatuhan terhadap maksim hubungan dan implikaturnya. (2) Pelanggaran terhadap maksim, yang mencakup, yaitu (a) Pelanggaran terhadap maksim kuantitas dan implikaturnya, (b) Pelanggaran terhadap maksim kualitias dan implikaturnya, (c) Pelanggaran terhadap maksim cara dan implikaturnya, dan (d) Pelanggaran terhadap maksim hubungan dan implikaturnya. Kedua, Implikatur konvensional dianalisis berdasarkan hubungan makna yang secara konvensional diketahui oleh peserta percakapan. Dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk makna konvensional didasarkan pada budaya Jawa.Kata-kata kunci: implikatur konvensional, implikatur percakapan
PRAANGGAPAN DALAM CERITA SI PALUI PADA SURAT KABAR HARIAN BANJARMASIN POST EDISI JUNI 2015 (PRESUPPOSITIONS IN THE STORY OF SI PALUI IN BANJARMASIN POST NEWSPAPER IN JUNE 2015 EDITION) Puspamyati, Puspamyati
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v6i2.3754

Abstract

Praanggapan dalam Cerita Si Palui pada Surat Kabar Harian Banjarmasin Post Edisi Juni 2015.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praanggapan dalam wujud jenis-jenis praanggapanyang meliputi: 1. praanggapan eksistensial, 2. praanggapan faktual, 3. praanggapan leksikal, 4.praanggapan struktural, 5. praanggapan nonfaktual, dan 6. praanggapan kontrafaktual dalam cerita SiPalui pada surat kabar harian Banjarmasin Post edisi Juni 2015.Penelitian ini menggunakan pendekatan222kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Adapun jenis penelitian yangdigunakan, yaitu berupa penelitian non-eksperimen sebab penelitian ini tidak melakukan percobaan,melainkan sebuah studi pustaka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumberdata penelitian ini adalah naskah-naskah cerita Si Palui yang terdapat pada surat kabar harianBanjarmasin Post edisi Juni 2015 dan data yang digunakan adalah tuturan-tuturan dalam teks ceritaSi Palui. Penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dalam pengumpulan data. Adapun teknikanalisis data yang digunakan, yaitu teknik analisis isi. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendirisebagai instrumen utama, namun peneliti membuat kisi-kisi sebagai bentuk instrumen yang menunjangkelancaran kerja.Hasil penelitian terhadap analisis data berupa tuturan dalam cerita Si Palui padasurat kabar harian Banjarmasin Post edisi Juni 2015 menemukan wujud praanggapan yang munculpada tuturan cerita Si Palui berjenis praanggapan eksistensial dengan jenis: 1) praanggapan eksistensialkepemilikan, 2) praanggapan eksistensial keberadaan, dan 3) praanggapan eksistensial karakter.Praanggapan faktual,praanggapan leksikal, dan praanggapan struktural, dengan jenis 1) praanggapanstruktural dengan penanda kata tanya apa, 2) praanggapan struktural dengan penanda kata tanyasiapa, 3) praanggapan struktural dengan penanda kata tanya kapan, 4) praanggapan struktural denganpenanda kata tanya di mana, 5) praanggapan struktural dengan penanda kata tanya mengapa, dan 6)praanggapan struktural dengan penanda kata tanya bagaimana. Dan wujud praanggapan nonfaktual,serta wujud praanggapan kontrafaktual.Kata-kata kunci: praanggapan, Palui, cerita
KAJIAN JENIS, FUNGSI, DAN MAKNA MANTRA BAKUMPAI (TYPES, FUNCTIONS, AND MEANING ANALYSIS OF BAKUMPAI MANTRAS) Noormaidah, Noormaidah
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v7i1.3770

Abstract

Kajian Jenis, Fungsi, dan Makna Mantra Bakumpai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasidan mendeskripsikan jenis, fungsi dan makna mantra Bakumpai yang terdapat di Desa Jarenang, DesaAsia Baru, dan Desa Kabuau kecamatan Kuripan kabupaten Batola propinsi Kalimantan Selatan, sertaDesa Palangkau Baru kecamatan Kapuas Murung kabupaten Kapuas propinsi Kalimantan Tengah.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa teks mantra Bakumpai yang diperoleh dari hasilwawancara dengan masyarakat Bakumpai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mencatat danmerekam mantra yang diucapkan informan. Hasil penelitian ini adalah (1) mantra Bakumpai memilikilima jenis, yaitu; mantra adat istiadat, mantra pengobatan, mantra pelindung, mantra pemikat/pengasih, dan mantra penimbul rasa benci. Mantra-mantra tersebut memiliki struktur yang berbentukterikat dan berbentuk bebas. (2) fungsi mantra Bakumpai adalah sebagai pengantar atau alat danmemperkuat permohonan doa kepada sang pencipta, baik secara langsung maupun melalui perantararoh-roh leluhur dan makhluk halus. (3) makna mantra Bakumpai berkenaan dengan hubungan96manusia dengan Tuhan, berkenaan dengan hubungan manusia dengan roh-roh leluhur, berkenaandengan hubungan manusia dengan sesamanya, berkenaan dengan hubungan manusia dengan dirisendiri, dan berkenaan dengan hubungan manusia dengan alam sekitar.Kata-kata kunci: mantra bakumpai, jenis, fungsi, makna
KETERBACAAN BUKU AJAR BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (TEXT BOOK READABILITY OF INDONESIAN LANGUAGE IN JUNIOR HIGH SCHOOL) Reni Anggraeni, Akhmad Yazidi Lilis Selestyawati
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v7i2.4428

Abstract

Keterbacaan Buku Ajar Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama. Keterbacaan berkaitandengan dapat dibacanya teks secara cepat, mudah dimengerti, mudah dipahami, dan mudah diingatserta sesuai dengan tingkat pembelajar. Beberapa fomula keterbacaan, antara lain:Flesh Grade Level,Flesh Reading Ease, Forcast, formula Spache, formula Daledan Chall, formula SMOG, grafiks Fry, grafiksRaygor, indeks FOG, dan Tes Cloze. Keterbacaan bahasa Indonesia buku ajar di sekolah MenengahPertama, dari hasil penelitian disimpulkan bahwa hanya 13.88% bahan ajar yang sesuai dengan tingkatkelas VII. Sebagian besar lainya lebih tinggi dan sebagian kecil lainnya lebih rendah dari kelas VII.Kata-kata kunci: keterbacaan, formula
URUTAN LOGIS DAN TEMPORAL DALAM NOVEL KUBAH KARYA AHMAD TOHARI (THE LOGICAL AND TEMPORAL PLOTS OF KUBAH NOVEL BY AHMAD TOHARI) Asi, Yuliati Eka
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 3, No 2 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v3i2.4553

Abstract

AbstractThe Logical and Temporal Plots of Kubah Novel by Ahmad Tohari.‘Kubah’ is the firstnovel of Ahmad Tohari which tells life issues of Karman with the background of September30th, 1965 events. In this novel Ahmad Tohari depicts the travail, inner and outerexperiences, and religious life of Karman when he joined the communist party. Thisnovel does not only provide the analysis of intrinsic factors that develops a story, liketheme, characterization, and causality relationship, but also discusses the logical andtemporal plots, as well as the illogical and extemporal plots. The objective of this researchis to find out description of: (1) the logical and temporal plots of ‘Kubah’ novel byAhmad Tohari, (2) the plots used in relation to the logical and temporal plots of ‘Kubah’novel by Ahmad Tohari, (3) the causality relationship of logical and temporal plots of‘Kubah’ novel by Ahmad Tohari. The method used in this research is descriptive methodwhich is to answer questions by gathering, classifying, analyzing or data processing,and drawing conclusion. Based on the data analysis, it can be found in this researchthat ‘Kubah’ novel has some texts that shows the logical and temporal plots, they are:(1) depiction of plot, there is a mixed plot of forward plot, then back plot, and finallyforward plot within 11 story parts, (2) depiction of logical sequence, there are 69paragraphs of text that show logic, (3) depiction of temporal, there are 11 paragraphsof text that show temporal sequence, (4) depiction of relation of plot and logical andtemporal sequences, there are 13 paragraphs of text, (5) depiction of relation of logicaland temporal sequences, there are 31 paragraphs of text, (6) depiction of causalityrelationship with logical and temporal sequences, there are 8 paragraphs of text.Keywords: logical sequence, temporal sequence, plot, causality relationshipAbstrakUrutan Logis dan Temporal dalam Novel Kubah karya Ahmad Tohari. Kubah adalahnovel pertama karya Ahmad Tohari yang mengisahkan masalah kehidupan tokohKarman dengan latar belakang peristiwa 30 September 1965. Dalam novel ini, AhmadTohari melukiskan penderitaan, pengalaman lahir batin, dan kehidupan religi tokohKarman ketika bergabung dengan partai komunis. Bertolak dari kenyataan bahwadalam novel tidak hanya selalu menyajikan analisis tentang unsur intrinsik yangmembangun jalannya cerita, seperti tema, penokohan serta sebab akibat suatu peristiwa.Namun juga membicarakan sesuatu, yaitu urutan cerita yang logis dan temporal, sertayang tidak logis dan tidak temporal. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperolehdeskripsi tentang (1) urutan logis dan temporal dalam novel Kubah karya AhmadTohari, (2) alur cerita yang digunakan dalam hubungannya dengan urutan logis dantemporal dalam novel Kubah karya Ahmad Tohari, (3) hubungan kausalitas denganurutan logis dan temporal dalam novel Kubah karya Ahmad Tohari. Metode yang197digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu menjawab masalahdengan cara mengumpulkan, mengklasifikasikan, dan menganalisis atau mengolahdata serta membuat kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, dalam penelitian yangmenganalisis novel Kubah ini terdapat beberapa teks yang menunjukkan atau yangmenggambarkan urutan logis dan temporal, yaitu (1) gambaran alur, terdapat alurcampuran, yaitu alur maju kemudian alur mundur dan kembali ke alur maju dengansebelas bagian cerita, (2) gambaran urutan logis, terdapat 69 (enam puluh sembilan)teks paragraf yang menunjukkan kelogisan, (3) gambaran temporal, terdapat 11(sebelas) teks paragraf yang menyatakan urutan temporal, (4) gambaran hubunganalur dengan urutan logis dan temporal, terdapat 13 (tiga belas) teks paragraf, (5)gambaran hubungan urutan logis dengan temporal, terdapat 31 (tiga puluh satu ) teksparagraf, (6) gambaran hubungan kausalitas dengan urutan logis dan temporal,terdapat 8 (delapan) teks paragraf .Kata-kata kunci: urutan logis, urutan temporal, alur, hubungan kausalitas
UNSUR PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERIBAHASA BANJAR (THE ELEMENTS OF CHARACTER EDUCATION ON BANJARESE PROVERBS) Samrah, Samrah
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v4i1.3791

Abstract

Unsur Pendidikan Karakter dalam Peribahasa Banjar. Penelitian ini bertujuan untukmemperoleh deskripsi atau gambaran yang objektif tentang unsur pendidikan karakter dalamperibahasa Banjar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data penelitian adalahsumber tertulis dalam bentuk buku atau hasil penelitian dan sumber lisan melalui wawancaradengan narasumber atau informan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. (1)Wujud pendidikan nilai agama yang terdapat dalam peribahasa Banjar, yaitu nilai karakter takutkepada Tuhan, nilai karakter bersyukur kepada Tuhan. (2) Wujud pendidikan nilai moral yangterdapat dalam peribahasa Banjar, yaitu nilai karakter jujur, nilai karakter bertanggung jawab,nilai karakter bergaya hidup sehat, nilai karakter disiplin, nilai karakter kerja keras, nilai karakterpercaya diri, nilai karakter berpikir logis, kritis dan inovatif, nilai karakter mandiri, nilai karakteringin tahu, dan nilai karakter cinta ilmu. (3) Wujud pendidikan nilai sosial yang terdapat dalamperibahasa Banjar, yaitu nilai karakter sadar akan hak dan kewajiban orang lain, nilai karakterpatuh pada aturan-aturan sosial, nilai karakter menghargai karya dan prestasi orang lain, nilaikarakter santun, dan nilai karakter demokratis.Kata-kata kunci : pendidikan karakter, peribahasa banjar
BENTUK, MAKNA, DAN FUNGSI KASANA KAYAU PADA MASYARAKAT DAYAK NGAJU DI KABUPATEN KATINGAN (THE FORM, MEANING, AND FUNCTION OF THE KASANA KAYAU AT DAYAK NGAJU PEOPLE IN KATINGAN REGENCY) Lureyancee, Lureyancee
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 8, No 1 (2018): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v8i1.4812

Abstract

AbstractThe form, meaning, and function of the Kasana Kayau at Dayak Ngaju people in Katingan regency.The purpose of the study are (1) to describe the form of Kasana Kayau at Dayak Ngaju people inKatingan regency; (2) to describe the meaning of Kasana Kayau at Dayak Ngaju people in Katinganregency; (3) to describe the function of Kasana Kayau at Dayak Ngaju people in Katingan regency. Thequalitative method is chosen in order to describe of how the form, meaning, and function of KasanaKayau verbal tradition. This method is a method that is used to describe the fact, data, and materialobject quantitatively. The description does not refer to a specific value but it is based on such expressionof language in order to have right and systematic interpretation. Furthermore, this study is also usingspecific technic of data collection, that are (1) recording technic, both of audio and audiovisual; (2) takingnote; (3) interview; (4) library studied and documents analysis. As the result of the study, Kasana Kayauis in the form of freestyle poem which it does not refer to the rule of the old one, such as the number ofline, words, syllable, and rhyme. However, Kasana Kayau is still built in based on theme, sound, line,distich and diction. Furthermore, the result of the study which refers to the meaning of Kasana Kayau“Peteh Akan Anak SAkula”,”Mandahen Kapakat Helu”, and “Maningak Panganten”, are denotative andConnotative meaning. Then regarding to the function of Kasana Kayau “Peteh Akan Anak Sekula”, itcovers giving information, support, and spirit. Kasana Kayau “Mandehen Hapakat Helu” function is togive advice, present such moral value of live that are patience and firmness. It also provide it listenerswith advice and message.Key words: form, meaning, function, kasana kayauAbstrakBentuk, Makna, dan Fungsi Kasana Kayau pada Masyarakat Dayak Ngaju di Kabupaten Katingan.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk kasana kayau pada masyarakat Dayak Ngajudi Kabupaten Katingan; (2) mendeskripsikan makna kasana kayau pada masyarakat Dayak Ngaju diKabupaten Katingan; dan (3) mendeskripsikan fungsi kasana kayau pada masyarakat Dayak Ngaju diKabupaten Katingan. Metode penelitian ini adalah kualitatif yaitu metode yang memberikan gambarantentang fakta, data, dan objek material. Bukan berupa bentuk angka-angka tetapi ungkapan bahasaapapun bentuknya melalui interpretasi yang tepat dan sistematis. Teknik pengumpulan data dalampenelitian ini menggunakan: (1) teknik perekaman, baik audio maupun audiovisual, (2) pencatatan,58(3) wawancara yang mendalam, (4) studi kepustakaan dan analisis dokumentasi. Hasil penelitianmengenai bentuk dalam kasana kayau yang berjudul “Peteh akan Anak Sakula”, “Mandahen KapakatHelu”, dan “Maningak Panganten”, meliputi: tema, bunyi, baris, bait, dan diksi. Hasil penelitian maknayang terkandung dalam kasana kayau “Peteh akan Anak Sakula”, “Mandahen Kapakat Helu”, dan“Maningak Panganten”, adalah makna denotatif dan makna konotatif. Hasil penelitian mengenaifungsi kasana kayau “Peteh akan Anak Sakula” ini meliputi: memberi motivasi, memberi dorongan,dan memberi semangat. Fungsi kasana kayau “Mandehen Kapakat Helu” meliputi: memberi nasihat,pemersatu, dan saling menghormati. Fungsi Kasana kayau “Maningak Panganten” meliputi: memberinasihat, mengajarkan tentang hidup harus sabar dan tabah, memberi wejangan, dan memberi pesan.Kata-kata kunci: bentuk, makna, fungsi, kasana kayau
REPRESENTASI KEKUASAAN DALAM NOVEL AYAT-AYAT CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY (THE POWER OF REPRESENTATION IN NOVEL ENTITLED AYAT-AYAT CINTA BY HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY) Wayhie, Hasbi
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 4, No 2 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v4i2.3699

Abstract

Representasi Kekuasaan dalam Novel Ayat–Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan representasi kekuasaan dalam tindak tutur dan strategitutur pada novel Ayat–Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Penelitian ini menggunakanpendekatan kritis dan jenisnya adalah kualitatif. Pada dasarnya, penelitian ini adalah penelitiandeskriptif. Data diambil dari kata-kata/kalimat atau paragraf dalam setiap tuturan, sedangkan sumberdata adalah novel Ayat–Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Teknik pengumpulan datamelalui arsip kepustakaan. Instrumen penelitian adalah peneliti itu sendiri. Teknik analisis datamencakup empat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, tampilan data dan verifikasidata.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa banyak bentuk tindak tutur dan strategi tuturyang merepresentasikan kekuasaan di dalam novel ini. Tindak tutur tersebut meliputi tindak tuturdirektif, asertif, dan ekspresif. Strategi tutur yang ditemukan mencakup pertama, pengendaliantopik tuturan yang terdiri dari pengenalan topik, pengembangan topik dan penutupan topik, kedua,interupsi dan ketiga, tumpang tindih. Masing-masing tindak tutur dan strategi tutur tersebutdikelompokkan kedalam lima jenis kekuasaan, yaitu penghargaan, paksaan, pengabsahan, ahli danacuan.Kata-kata kunci: representasi, kekuasaan, tindak tutur, strategi tutur
INTERJEKSI BAHASA MAANYAN PADA SEORANG LATAH DI DESA HAYAPING, KECAMATAN AWANG, KABUPATEN BARITO TIMUR (THE INTERJECTION OF THE MAANYAN LANGUAGE OF THE ONE OF PEOPLE WHO HAS LATAH IN HAYAPING VILLAGE, AWANG SUBDISTRICT, BARITO TIMUR REGENCY) Christy, Nirena Ade
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 1 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v5i1.3718

Abstract

Interjeksi Bahasa Maanyan pada Seorang Latah di Desa Hayaping, Kecamatan Awang, KabupatenBarito Timur. Penelitian ini mendeskripsikan interjeksi bahasa Maanyan terhadap orang latah. Datakualitatif berupa kata dan kalimat pada penggunaan kata dan kalimat interjeksi bahasa Maanyan padaorang latah yang ada di Desa Hayaping, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur. Tujuan penulisandalam penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk interjeksi bahasa Maanyan terhadaporang latah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penyediaan data ini adalahmetode simak. Disebut metode simak atau penyimakan karena pemerolehan data lewat menyimakmenggunakan bahasa. Sebagai teknik dasar, peneliti menggunakan teknik sadap dan dilanjutkandengan teknik lanjutan, yaitu teknik Simak Libat Cakap (SLC). Peneliti menggunakan pendekatan134psikolinguistik dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini terdapat deskripsi bentuk-bentuk interjeksibahasa Maanyan pada orang latah berupa kata dan kalimat, meliputi: (1) perilaku latah Koprolalia, (2)perilaku latah Ekolalia, (3) perilaku latah Auto Ekolalia, dan (4) perilaku latah Automatic Obidience.Kata-Kata kunci: interjeksi, bahasa maanyan, latah
KAJIAN SEMIOTIK MICHAEL RIFFATERRE ATAS KUMPULAN PUISI SERUMPUN AYAT-AYAT TUHAN KARYA IBERAMSYAH BARBARY (A STUDY OF SEMIOTICS MICHAEL RIFATERRE IN SERUMPUN AYAT-AYAT TUHAN POEM ANTHOLOGY BY IBERAMSYAH BARBARY) Saputra, Rully Rezki
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP) Vol 5, No 2 (2015): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v5i2.3732

Abstract

Kajian Semiotik Michael Rifaterre atas Kumpulan Puisi Serumpun Ayat-Ayat Tuhan KaryaIberamsyah Barbary. Penelitian ini akan mengkaji (1) Bagaimana makna sajak Serumpun Ayat-AyatTuhan karya Iberamsyah Barbary berdasarkan unsur ketidaklangsungan ekspresi sajak? (2) Bagaimanamakna sajak Serumpun Ayat-Ayat Tuhan karya Iberamsyah Barbary berdasarkan pembacaan heuristikdan? (3) Bagaimana makna sajak Serumpun Ayat-Ayat Tuhan karya Iberamsyah Barbary berdasarkanmatriks, model, dan variannya? (4) Bagaimana makna sajak Serumpun Ayat-Ayat Tuhan karyaIberamsyah Barbary berdasarkan hubungan intertekstualitas? Pendekatan yang digunakan dalam273penelitian ini adalah pendekatan semiotik. Hal itu dilakukan mengingat bahwa semiotik merupakan suatupendekatan yang menekankan pada aspek penggalian makna terhadap tanda dalam suatu karya sastra.Pendekatan semiotik yang akan dipakai adalah semiotik model Michael Riffaterre. Pendekatan semiotikmodel Riffaterre dipakai berdasarkan pertimbangan bahwa semiotik Riffaterre lebih mengkhususkanpada analisis makna sebuah karya sastra dengan interpretasi pembaca. Dalam penelitian ini, yangmenjadi data adalah kata-kata, frasa, dan kalimat dalam sajak Serumpun Ayat-Ayat Tuhan karyaIberamsyah Barbary. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam unsur ketidaklangsungan ekspresiditemukan kata-kata, frasa, dan kalimat yang merupakan wujud dari penggantian arti, penyimpanganarti, dan penciptaan arti. Pada tahap pembacaan heuristik ditemukan arti-arti yang tidak gramatikal;tidak terpadu. Namun, setelah pembacaan secara hermenutik dilakukan maka ditemukan maknamaknayang terkandung di dalam sajak, menyangkut isi, sasaran, dan tujuan. Matriks, model, danvarian merupakan inti dari makna yang terkandung di dalam sajak. Penentuan matriks, model danvarian penting dilakukan untuk memahami makna secara utuh. Hubungan interteks sajak SerumpunAyat-Ayat Tuhan membantu untuk menemukan pemahaman makna sajak secara lebih maksimal.Hubungan intertekstual sajak Serumpun Ayat-Ayat Tuhan memiliki kesamaan dengan beberapa ayatdalam kitab suci Al quran dan Al hadits.Kata-kata kunci: sajak, semiotik

Page 1 of 16 | Total Record : 160