cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
MEDIAN
ISSN : 19797540     EISSN : 26144298     DOI : -
Core Subject : Education,
Median (Jurnal Ilmu Eksakta) adalah jurnal yang diterbitkan LPPM Univ. Muhammadiyah Sorong dan Fakultas Pertanian dengan frekuensi terbitan tiga kali dalam satu tahun, yakni februari, Juni dan Oktober. Ruang lingkup jurnal ini antara lain Agroteknologi, Perikanan, dan ilmu eksakta lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 31 Documents
Analisis Kelayakan Finansial Kerajinan Rotan “Tunas Harapan” Di Kota Sorong Tomagola, Nurtika; Maruapey, Azis; sri, Poni
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol 10, No 2 (2018): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.93 KB) | DOI: 10.33506/md.v10i2.294

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk  kelayakan  finansial  usaha rotan Tunas Harapan” di Kota Sorong. Profil industri kerajinan rotan “Tunas Harapan” di Kota Sorong terdapat 1 unit usaha industri kerajinan rotan yang mampu menyerap 5 orang tenaga kerja. Jangkauan pemasaran meliputi wilayah Kota Sorong dan sekitarnya hingga ke wilayah Kabupaten Sorong dan Sorong Selatan. Kendala-kendala yang dihadapi industri kerajinan rotan ”Tunas Harapan” di Kota Sorong antara lain kualitas dan keterbatasan bahan baku, strategi pemasaran yang masih kurang baik dan ketatnya persaingan dengan industri rotan maupun industri kerajinan berbahan baku lain dari daerah lain. Berdasarkan hasil perhitungan analisis kelayakan usaha didapatkan hasil Net Present Value (NPV) dari industri kerajinan rotan ”Tunas Harapan” di Kota Sorong sebesar Rp. 450.182.700, nilai Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 1,60 dan nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 45,04 %. Hal tersebut menunjukkan bahwa usaha industri kerajinan rotan ”Tunas Harapan” di Kota Sorong layak secara finansial untuk dilakukan dan dilanjutkan.
Pengaruh Konsentrasi Dan Waktu Aplikasi Pupuk Organik Cair Nasa Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung Manis Pada Tanah Sawah Sangadji, Zulkarnain
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.406 KB) | DOI: 10.33506/md.v10i1.155

Abstract

Exploiting organic liquid fertilizer to lessening use fertilizer inorganic and fertilizer cage can becoming. one the solution in improving production sweet corn by exploiting land rice. Research executed  at  Waimital village, sub district of Kairatu,  sub-Province Seram  Part of West. Research take place from Desember 2013 to Maret, 2014.  The research was conducted using a randomized block design consisting of no fertilizing (0 ml / L), application of  POC (7.5 ml/L, 15 ml/L, 22.5 ml/L, and 30 ml/L)  and application time  2 MST (W1) , 2, 4 MST (W2), and 2,4,6 MST (W3). Each treatment consisted repeated that there are 30 treatment  attempt. The result showed that organic liquid fertilizer having an effect on reality to is high crop, wide  leaf, long  cob, and  cob weight. Concentration organic liquid fertilizer 30 ml/L yielding production cob weight best equal to 271.35 g/cob. Application time have an effect on reality to is high  crop and wide leaf, while cob length and cob weight do not have an effect on reality. Application time times namely : 2,4, and 6 MST (W3 ) the best  results in the appeal of other treatments. Best combination shown by treatment  concentration 30 ml / L with application time 3 times namely : 2, 4, and 6 week after planting ( N4W3).
Kelimpahan Dan Keanekaragaman Jenis Burung Di Hutan Mangrove Kampung Yenanas Kabupaten Raja Ampat Lekipiou, Petronela; Nanlohy, Lona Helti
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol 10, No 2 (2018): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.891 KB) | DOI: 10.33506/md.v10i2.404

Abstract

Burung memiliki kemampuan hidup, kemampuan untuk berpindah dan kemampuan beradaptasi terhadap berbagai tipe tempat hidup yang luas. Lingkungan yang dianggap sesuai sebagai tempat hidup bagi burung akan menyediakan pakan, tempat berlindung maupun tempat berbiak. Setiap spesies burung memiliki tempat hidup yang berbeda-beda, tempat hidup yang disukai oleh satu jenis burung belum tentu sesuai untuk jenis burung yang lain. Salah satu tempat hidup burung adalah hutan mangrove. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  yaitu metode Concentration Counts Metode Concentration counts efektif digunakan untuk mengetahui populasi satwaliar yang mempunyai pola hidup terkonsetrasi pada suatu tempat. Peneliti berada pada suatu tempat tertentu yang telah ditentukan. Titik pengamatan ditentukan berdasarkan kondisi tempat hidup  burung yang akan diamati. Kemudian mencatat dan melakukan indentifikasi jenis dan jumlah individu setiap jenis yang dijumpai dan dilihat secara langsung. Waktu pengamatan burung  dilakukan pada pukul 06.00 WIT sampai pukul 10.00 WIT, dan  pada pukul 16.00 WIT sampai pukul 18.00 WIT. Terdapat 9 jenis  burung yaitu jenis Kuntul karang (Egreta sacra), Tepekong kumis (Hemiprocne mystacea),  Gajahan penggala (Numenius phocopus), Umukia raja (Tadorna radjah),  Jagal Hitam    (Cracticus quoyi), Kuntul perak (Ardea intermedia), Bambangan hitam  (Ixobrychus flavicollis), Gagak orru (Corvus orru), Srigunting lencana (Dicrurus bracteatus) yang termasuk dalam 7 famili yaitu Ardeidae, Hemiprocnidae, Scolopacidae, Recurvirostridae, Cracticidae, Corvidae dan DicruridaeNilai kelimpahan jenis burung termasuk kategori dominan  (> 8) dan melimpah  (2,1 – 8). Nilai kelimpahan tertinggi adalah jenis Srigunting lencana (18,08) dan nilai kelimpahan terrendah adalah jenis Gajahan penggala dan Bambangan hitam  (7,23).  Nilai Indeks Keanekaragaman jenis burung adalah 2,17 yang termasuk dalam kategori sedang. Hal ini menunjukan bahwa apabila nilai keanekaragamannya sedang berarti bahwa lokasi tersebut mempunyai populasi burung yang sedang pula.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Komoditas Pertanian Di Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar Fajeriana, Nurul
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.52 KB) | DOI: 10.33506/md.v10i1.298

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi lahan untuk peruntukan komoditas pertanian yang sesuai dengan kondisi biofisik dari lahan yang dimaksud demi mewujudkan pertanian yang berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar dengan kegiatan survei lapangan dan pengolahan data sekunder serta analisis sifat tanah dilakukan di Laboratorium Kimia Tanah Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin berlangsung dari Juli sampai Oktober  2015.Berdasarkan hasilvalidasi penentuan kelas kesesuaian lahan, maka pola pemanfaatan lahan yang ada di Kecamatan Polombangkeng Utara untuk Tanaman Pangan meliputi:Pertanian sawah, umbi-umbian dan kacang-kacangan disarankan untuk dilakukan penanaman pada Kelurahan Mattompodalle, Kelurahan Malewang,Manongkoki, Panrannuangku, DesaMassamaturu, Timbuseng, Barugayya,Towata, Lassang, Kampung Beru, danParang Luara. Sayuran seperti tomat dan cabe pada Deesa Barugayya, Timbuseng, dan Kelurahan Manongkoki. Sedangkan untuk Tanaman Perkebunan yakni: Kapok pada Desa Parang Luara, Towata, Barugayya, Timbuseng; Kelapa pada Desa Timbuseng, Kelurahan Manongkoki, Desa Lassang, Towata, Barugayya; Kopi pada Desa Lassang, Towata, Barugayya,  Ko’mara, Timbuseng, Kelurahan Manongkoki; Jambu Mete pada Desa Lassang, Barugayya, Kelurahan Manongkoki; Kakao pada Desa Timbuseng, Towata, Parang Luara; Tebu pada Desa Lassang, Towata, Barugayya, Massamaturu, dan  Desa Pa’rappunganta. Tanaman tebu merupakan komoditi unggulan yang ada di Kecamatan Polombangkeng Utara karena di Kecamatan ini telah ada Perkebunan tebu PTPN XIV Pabrik Gula Takalar.
Pengaruh Jenis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Jarangga, Melinda; Ali, Akhmad; Maruapey, Ajang
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol 10, No 2 (2018): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.766 KB) | DOI: 10.33506/md.v10i2.292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau. Penelitian dilaksanakan di lahan petani KM 16 Kelurahan Klablim Distrik Sorong Timur Kota Sorong yang berlangsung pada bulan Sepetmber sampai dengan bulan November 2017. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 kali perlakuan dan 3 kali dengan,  sehingga diperoleh 12 petak percobaan. Faktor perlakuan adalah sebagai berikut : K0 = Kontro. K1  =  Pupuk kandang ayam (1 kg/petak). K2  =  Pupuk kandang sapi (1 kg/petak). K3 = Pupuk kandang  biogas (1 kg/petak). Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Pemberian berbagai jenis bokashi berpengaruh sangat nyata terhadap semua komponen yang diamati pada tanaman sawi hijau. Jenis bokashi pupuk kandang ayam memberikan pengaruh terbaik pada tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar per tanaman, bobot segar per petak dan bobot segar per ha tanaman sawi.
Pengaruh Konsentrasi GA3 dan Dosis Pupuk N Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Wijaya, Ranti
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.332 KB) | DOI: 10.33506/md.v10i1.366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh interaksi konsentrasi larutan giberelin (GA3) dan dosis pupuk N terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Pelaksanaan percobaan dilakukan di desa Babakan Peuteu, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.Percobaan disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial, yang terdiri dari dua taraf faktor perlakuan masing-masing faktor terdiri dari empat taraf, yaitu konsentrasi GA3 dan dosis pupuk N yang diulang dua (2) kali. Pengamatan dilakukan terhadap daya kecambah, kecepatan tumbuh, jumlah daun, penambahan jumlah daun, tinggi tanaman, luas daun, bobot segar, nisbah  pupus akar, dan bobot kering total tanaman selada.Hasilnya menunjukkan terjadi pengaruh interaksi antara konsentrasi GA3 dan dosis pupuk N terhadap luas daun umur 37 hst, bobot segar per tanaman dan bobot  kering per tanaman. Tidak terjadi pengaruh interaksi antara konsentrasi GA3 dan dosis pupuk N terhadap jumlah daun, penambahan jumlah daun, tinggi tanaman pada umur 22 hst, 27 hst, 32 hst, dan 37 hst, luas daun pada umur 22 hst, 27 hst, dan 32 hst serta nisbah pupus akar.Pemberian konsentrasi GA3 40 mgL-1 – 60 mgL-1 dan dosis pupuk N 0,48 g polybag-1 – 0,72 g polybag-1 memberikan luas daun umur 37 hst dan bobot segar/hasil yang lebih baik, sedangkan pemberian konsentrasi GA3 60 mgL-1 dan dosis pupuk N 0,72 g polybag-1 memberikan bobot kering umur 37 hst yang terbaik.
Prediksi Banjir Menggunakan Model Answers Kasus Di Das Code Yogyakarta Farida, Anif
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol 10, No 2 (2018): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.258 KB) | DOI: 10.33506/md.v10i2.296

Abstract

DAS Code merupakan salah satu sungai di Provinsi DIY yang melintasi daerah perkotaan dan telah mengalami banyak perubahan tutupan lahan. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji penggunaan model ANSWERS untuk memprediksi banjir Sungai Code, mengkaji kapasitas alur sungai di daerah perkotaan Sungai Code dalam menampung debit puncak (Qp) dan mengkaji pengaruh perluasan area terbangun terhadap potensi banjir Sungai Code berdasarkan simulasi penggunaan lahan. Perhitungan banjir pada penelitian ini diperkirakan menggunakan model ANSWERS. Keakuratan model diuji dengan student’s-t test berupa validasi 11 hujan tunggal beserta pasangan hidrograf alirannyapada taraf signifikansi 5 %. Alur sungai daerah perkotaan diukur untuk mengetahui kapasitas maksimum sungai Code. Simulasi hujan dan penggunaan lahan dilakukan untuk mengetahui pengaruh perluasan area terbangun terhadap potensi banjir. Prediksi banjir dengan membandingkan kapasitas maksimum sungai Code daerah perkotaan dengan debit puncak hasil simulasi model ANSWERS.Hasil penelitian menunjukkan model ANSWERS dapat diaplikasikan untuk memprediksi banjir di Sungai Code. Uji keakuratan model menunjukkan tidak ada perbedaan nyata antara komponen hidrograf aliran model dan observasi. Kapasitas alur Sungai Code dalam menampung debit puncak (Qp) yaitu ruas Sungai Code di Jembatan Kewek 90,91 m3/detik dengan hujan maksimum ≤ 150 mm/hari sedangkan ruas Sungai Code di Desa Bintaran sebesar 98,79 m3/detik dengan hujan maksimum ≤ 155 mm/hari. Perluasan area terbangun mempunyai pengaruh terhadap potensi banjir Sungai Code. Hasil simulasi menunjukkan di Jembatan Kewek dengan luas permukiman sebesar 50 % dan 60 % dapat menaikkan debit puncak rata-rata 5,79 m3/detik dan 9,88 m3/detik. Di Desa Bintaran rata-rata sebesar 10,51 m3/detik dan 13,11 m3/detik.
Studi Karakteristik Dan Pengelompokan Jenis Tumbuhan Bawah Pada Areal Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan Lindung Di KPHL Kota Sorong Tanahitumesseng, Brandon; ponisri, ponisri; Nanlohy, Lona
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.152 KB) | DOI: 10.33506/md.v10i1.309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan pengelompokan jenis tumbuhan bawah di areal pusat pengendalian kebakaran hutan lindung di KPHL Kota Sorong. Jenis tumbuhan bawah pada areal Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan Lindung di KPHL Kota Sorong ditemukan 8 (delapan) jenis dengan penyebaran paling dominan yaitu 4 jenis tumbuhan bawah adalah Alang-alang (Imperata cylindria) (25), Rumput Cakar Ayam ( Digitaria ciliaris) (23), Sentro (Centrosema pubescens) (18), dan rumput teki (Cyperus rotundus) (15). Sedangkan yang tidak mendominasi yaitu  Paku kijang (Phegopteris connectilis) (14) . Putri malu (Mimosa pudica) (11) , Rumput pait (Axonopus comperesus)  (9) , dan Babandotan (Agretum conyzoides) (7). Jenis Tumbuhan bawah pada areal Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan Lindung  di KPHL Kota Sorong memiliki karakteristik yang berbeda-beda sesuai dengan jenisnya dimana penyebarannya mulai dari 0,5 ha, 0,5-1 ha dan > 1ha. 
Pembibitan Tanaman Pinang(Areca catechu)Dengan MenggunakanBerbagai Media Tanam Sagrim, Irpan; soekamto, Mira Herawati
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol 10, No 2 (2018): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.797 KB) | DOI: 10.33506/md.v10i2.295

Abstract

Pinang merupakan jenis tanaman yang mempunyai nilai penting bagi orang papua karena pinang bukan saja sebagai makanan sehari-hari tetapi juga digunakan dalam ritual adat orang papua. Nilai penting ini tidak sejalan dengan upaya budidaya karena tanaman pinang saat ini hanya ditanami sebagai tanaman pekarangan atau hanya tumbuh di areal hutan.Tujuan  penelitian ini adalah mengetahui pengaruh media tanam terhadap petumbuhan tanaman pinang dan media tanam manakah yang memberikan pertumbuhan terbaik pada tanaman pinang?Metode dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acal lengkap dengan terdiri dari 5 taraf dan diacak 5 kali dapat 25 kali acakan.P0 = (50% Ampas Sagu+50%tanah), P1= (50%Sekam Padi+50%tanah), P2= (50%Ampas Tahu+50%tanah), P3= (50%serbuk gergaji+50%tanah), P4=(50%kotoran ayam+50%tanah).  Hasil Penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (Anova) apabila berpengaruh nyata, maka akan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 0,05 %. Perlakuan berbagai media tanam memberikan pengaruh nyata sangat nyata pada variabel pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun dan diamter batang tanaman pinang. Media tanam ampas tahu (P2) memberikan pertumbuhan terbaik pada tanaman pinang yang terlihat pada umur pengamatan 4 MST terhadap  tinggi tanaman 10,83 cm, Jumlah daun 4,80  helai  dan diameter batang 0,84 cm, sedangkan pertumbuhan terendah berada pada perlakuan P3 (serbuk gergaji) yang memiliki tinggi tanaman 8,73 cm,, jlah daun 3,80 helai dan diamter batang  0,72 cm.
Partisipasi Masyarakat Terhadap Pelestarian Hutan Cagar Alam Di Kampung Saporkren Distrik Waigeo Selatan Kabupaten Raja Ampat Irnawati, Irnawati
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.544 KB) | DOI: 10.33506/md.v10i1.153

Abstract

Kawasan cagar alam memiliki potensi sumberdaya alam dan jasa lingkungan yang tinggi dan dapat dijadikan sebagai modal dasar pelaksanaa pembangunan Indonesia di masa yang akan datang. evaluasi kondisi komunitas hutan cagar alam di kampung Sapokren sangat berguna dalam mamantau proses regenerasi terhadap pelestarian Hutan Cagar Alam di Waigo Barat. Metode yang di pakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara. Partisipasi masyarakat dalam pelestarian hutan cagar alam penelitian ini terdiri atas kemauan, kemampuan dan kesempatan yang dimiliki masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan partisipasi, Perilaku masyarakat tentang upaya pelestarian dapat dilihat dari motivasi responden mengikuti kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh pemerintah setempat yang mencapai 55%  dalam tingkat sukarela motivasi masyarakat yang ikut ambil bagian dalam menjaga dan melestarikan hutan cagar alam di Kampung Saporkren Distrik Waigeo Selatan.

Page 1 of 4 | Total Record : 31