Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 26144670     EISSN : 25988174
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian secara reguler setiap tiga bulan sekali untuk tujuan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan pengabdi. Topik keilmuan yang melingkupi JEPA adalah bidang ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas. Semua makalah yang diterbitkan secara online oleh JEPA terbuka untuk pembaca dan siapapun dapat mendownload atau membaca jurnal tanpa melanggan maupun membayar.
Articles
79
Articles
Curahan Tenaga Kerja dan Kontribusi Pendapatan Wanita Tani dalam Rumah Tangga Petani Miskin Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro

Ridwan, Awaludin, Lestari, Retna Dewi, Fanani, Ahmad

Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Program Keluarga Harapan yang selanjutnya disebut PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat yang diperuntukkan bagi rumah tangga miskin. Rumah tangga di katakan miskin apabila kepala rumah tangga tidak atau kurang bisa memenuhi kebutuhan pokoknya. Untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga, seluruh anggota keluarga yang sudah dewasa bekerja, termasuk para wanita anggota dari rumah tangga tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis curahan tenaga kerja dan kontribusi pendapatan wanita tani keluarga miskin penerima PKH di Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik. Analisis data untuk mengetahui besarnya curahan tenaga kerja dan besarnya kontribusi dengan menggunakan analisis kuantitatif. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan pemilihan desa penerima PKH paling rendah adalah Desa Duwel sebanyak 42 rumah tangga, dan Desa Tlogoagung dengan jumlah penerima PKH paling tinggi yaitu 216 rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Curahan tenaga kerja wanita tani terhadap usahatani rumah tangga miskin di Desa Duwel adalah 58,96 HOK/MT, sedangkan di Desa Tlogoagung adalah 62,85 HOK/MT, (2) Pendapatan wanita tani dalam kegiatan usahatani Di Desa Duwel sebesar Rp 1.428.333 /tahun, sedangkan di Desa Tlogoagung sebesar Rp 1.438.889/tahun, (3) Pendapatan wanita tani pada kegiatan luar usahatani di Desa Duwel sebesar Rp 880.000/tahun, sedangkan di Desa Tlogoagung sebesar Rp 240.000/tahun, 4) Kontribusi pendapatan wanita tani terhadap pendapatan rumah tangga petani miskin di Desa Duwel adalah sebesar 7,6 %, sedangkan di Desa Tlogoagung kontribusinya sebesar Rp 8,1 %.

Analisis Komparasi Pendapatan Petani Kelapa Dari Usaha Gula Semut Dengan Gula Cetak di Desa Hargorojo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo

Fauztina, Nabila Auriel Salma, Setiawan, Bambang Mulyatno, Santoso, Siswanto Imam

Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Biaya produksi dan harga jual gula cetak dan gula semut berbeda mengakibatkan pendapatan berbeda. Petani belum mengadakan perhitungan keuntungan sehingga perlu analisis komparasi pendapatan untuk menghitung dan menganalisis keuntungan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas, biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan Revenue Cost Ratio (R/C) petani gula semut dan menganalisis perbedaan produktivitas, biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan Revenue Cost Ratio (R/C) usahatani gula semut gula cetak serta menganalisis perbedaan antara pendapatan usaha dan pendapatan petani gula semut dan gula cetak di Desa Hargorojo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo dengan UMK Purworejo 2018. Metode penelitian ini adalah metode survei. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2017-Januari 2018 di Desa Hargorojo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja. Metode  pengambilan sampel nonprobability sampling teknik quota  sampling jumlah responden 30 orang petani gula semut dan 30 orang petani gula cetak. Data dianalisis dengan analisis kuantitatif, yaitu menghitung biaya, penerimaan, pendapatan, dan R/C Ratio. Uji beda biaya, produktivitas, penerimaan, pendapatan dan R/C Ratio dilakukan dengan Independent Sample t Test. Uji beda pendapatan usaha dan pendapatan petani gula semut serta gula tani dengan UMK Purworejo 2018 dilakukan dengan One Sample t Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas, biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan R/C ratio usahatani gula semut dan gula cetak sudah efisien dan mampu menghasilkan keuntungan. Produktivitas, Biaya, Penerimaan, Pendapatan, dan R/C  ratio usahatani gula semut dengan gula cetak tidak berbeda secara signifikan. Pendapatan usaha dan Pendapatan Petani dari usaha gula semut dan gula cetak berbeda secara signifikan dengan nilai lebih kecil dari UMK Purworejo 2018.

Kajian Penerapan Teknologi Terhadap Pendapatan Usahatani Mangga Gedong Gincu (Mangifera Indica L.) (Studi Kasus di Wilayah Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Cirebon)

Hidayat, Yayat Rahmat, Dwirayani, Dina, Saleh, Ismail

Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penerapan teknologi dibidang pertanian khususnya dalam usahatani mangga gedong gincu adalah GAP (Good Agricultural Practices) dengan SOP (Standar Operasional Prosedur).GAP adalah pedoman umum dalam melaksanakan budidaya yang benar untuk menjamin kualitas produk dan keamanan petani maupun konsumen serta ramah lingkungan. Masalah pokok yang diteliti adalah sampai sejauh mana petani mangga gedong gincu menerapkan teknologi, sehingga meningkatkan pendapatan melalui hasil produksi yang dicapai. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji tingkat penerapan teknologi GAP yang dilakukan petani mangga gedong gincuserta menganalisis pengaruh penerapan teknologi ini terhadap peningkatan pendapatan usahatani mangga gedong gincu. Penelitian dilakukan di dua sentra produksi mangga yaitu di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka dan Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon dengan jumlah sampel 60 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan pengisian kuesioner. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian membuktikan bahwa rata-rata petani mangga gedong gincu di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka dan Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon telah menerapkan teknologi GAP sesuai SOP. Penerapan teknologi GAP berdampak positif pada meningkatkan pendapatan usahatani mangga gedong gincu. Pendapatan Usahatani Mangga gedong gincu sebesar Rp 59,359,022. Selain itu penerapan teknologi GAP juga dapat meningkatkan tingkat kelayakan usahatani atau R/C Rasio. R/C Ratio yang didapat adalah 2,05 artinya setiap Rp. 1 yang digunakan akan memberikan keuntungan sebanyak Rp. 2,05. Usahatani mangga gedong gincu layak dilakukan karena R/C rasio > 1. Pada analisis B/C Rasio dapat dilihat hasilnya adalah 1,05, artinya dari Rp 1 biaya petani mempunyai untung sebanyak Rp. 1,05. Penggunaan teknologi GAP berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap pendapatan dengan nilai konstanta sebesar -1,342 menyatakan bahwa jika tidak ada kenaikan nilai dari variabel penggunaan teknologi GAP (X1), maka nilai pendapatan (Y) adalah -1,342. Koefisien regresi sebesar 0,934 menyatakan bahwa setiap penambahan satu skor atau nilai penggunaan teknologi GAP akan memberikan kenaikan skor sebesar 0,93.

Analisis Nilai Tambah Agroindustri Kerupuk Tempe di Kecamatan Puger Kabupaten Jember

Husniah, Firra Amilul, Hapsari, Triana Dewi, Agustina, Titin

Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kecamatan Puger merupakan wilayah yang memiliki produksi kerupuk tempe tertinggi di Kabupaten Jember. Kerupuk tempe berkembang di Kecamatan Puger karena usaha turun temurun sehingga muncul berbagai skala agoindustri yang tersebar ke beberapa desa. Kerupuk tempe diproduksi menggunakan teknologi tradisionalsehingga kapasitas produksinya terbatas dan keuntungan yang diterima produsen belum maksimal. Selain teknologi, kemampuan tenaga kerja juga berpengaruh terhadap keberhasilan usaha agroindustri. Adanya keterbatasan teknologi dan sumberdaya manusia yang digunakan, belum dapat dipastikan apakah agroindustri tersebut mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi pengusaha maupun tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah kerupuk tempe yang diperoleh agroindustri pada berbagai skala usaha di Kecamatan Puger.  Metode dalam penelitian ini menggunakan metode analitik. Metode pengambilan contoh dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis nilai tambah menggunakan metode Hayami. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai tambah kerupuk tempe pada masing-masing skala usaha di Kecamatan Puger adalah positif dengan nilai tambah terbesar dimiliki oleh agroindustri skala menengah sebesar Rp 1.706,93 per kilogram bahan baku dikarenakan biaya penyusutannya terendah diantara skala agroindustri lainnya.

Analisis Kelayakan Finansial Budidaya Udang Vannamei di Desa Parangtritis, DIY

Khatimah, Khusnul

Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pada tahun 2013, terjadi perluasan lahan budidaya udang di Desa Prangtritis hingga saat ini luasnya 6,3 ha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan dan kelayakan budidaya udang dengan menggunakan analisis pendapatan, uji NPV, B/Cratio, IRR, dan analisis sensitivitas. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa budidaya udang menghasilkan pendapatan sebesar Rp99.501.439/ha/tahun dan dikatakan layak dijalankan berdasarkan uji kriteria NPV, B/Cratio, dan IRR. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa budidaya udang akan berubah menjadi tidak menguntungkan jika terjadi kenaikan harga pakan 9,26% dan penurunan produksi udang 7,53%. Berdasarkan analisis kelayakan, budidaya udang di Desa Parangtritis bukan merupakan kondisi yang ideal. Hal tersebut terjadi karena berada di wilayah lahan pasir sehingga membutuhkan biaya investasi yang cukup besar

Peran Lembaga Keuangan Mikro Kawasan Mandiri Pangan (LKM-KMP) Kebersamaan Terhadap Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah

Harahap, Yulia Sri Septiana, Everalda, Everalda, Bidayani, Endang

Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Lembaga Keuangan Mikro Kawasan Mandiri Pangan (LKM-KMP) Kebersamaan merupakan lembaga keuangan yang didirikan oleh pemerintah daerah Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah untuk memberikan jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat, baik melalui pinjaman atau pembiayaan dalam usaha skala mikro kepada anggota dan masyarakat, pengelolaan simpanan, maupun pemberian jasa konsultasi pengembangan usaha yang tidak semata-mata mencari keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Lembaga Keuangan Mikro Kawasan Mandiri Pangan (LKM-KMP) Kebersamaan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian ini dilakukan di lima Desa Pesisir yaitu Desa Guntung, Terentang III, Penyak, Kurau Timur dan Kurau Barat. Di analisis menggunakan Uji statistik yaitu uji t untuk dua sampel yang berpasangan (Paired Sample t-Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan secara nyata terhadap pendapatan masyarakat Kecamatan Koba dengan rata-rata pendapatan sebelum sebesar Rp.59.129.724,85 dan sesudah sebesar Rp.95.877.551,02. Sehingga dengan adanya penambahan modal pinjaman yang diberikan LKM-KMP Kebersamaan kepada masyarakat Kecamatan Koba khususnya lima desa yaitu Desa Guntung, Terentang III, Penyak, Kurau Timur dan Kurau Barat terbukti berperan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dengan rata-rata peningkatan pendapatan sebesar Rp.36.747.826,17.

Modal Sosial (Network) Upaya Meningkatkan Kinerja Usaha Mikro Kecil (UMK) di Kota Padang Sumatera Barat

Analia, Devi, Syaukat, Yusman, Fauzi, Akhmad, Rustandi, Ernan

Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini fokus pada Usaha Mikro Kecil (UMK) makanan ringan di Kota Padang Sumatera Barat. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 150 pelaku usaha makanan ringan yang ada di Kota Padang yang diambil dengan purposive sampling. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk jaringan (network) UMK dalam upaya meningkatkan kinerja UMK. Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana modal sosial dalam bentuk jaringan (network) yang dilakukan oleh UMK dalam meningkatkan kinerja usaha. Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis PLS-SEM (Partial Least Square-Structural Equation Model). Hasil penelitian melihatkan bahwa jaringan (network) UMKM yang terdiri dari variabel kemudahan informasi (IN), Kemudahan masuk pasar (PS), Organisasi (ORG) dan Inovasi (INV) merupakan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMK. Untuk Kinerja UMK sendiri dilihat dari variabel aspek finansial (AF), aspek non finansial (ANF), modal intelektual (MI), manajemen pengetahuan (MP) dan tanggungajawab sosial (TJS).

Analisis Usaha Pengolahan Gula Merah Aren Dengan Metode Profitability Rasio di Desa Air Meles Atas Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu

Yulihartika, Rika Dwi

Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Keterkaitan antara sektor pertanian dengan sektor perindustrian perlu terus ditingkatkan dengan mengembangkan agroindustri. Pengembangan agroindustri diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan industri kecil sekaligus untuk mengentaskan kemiskinan. Usaha pengolahan Gula Merah Aren menjadi komoditi andalan di wilayah Kabupaten Rejang Lebong, ada sekitar 400 petani aren nilai kapasitas produksi 6.710 Kg dari beberapa jenis komoditi andalan lainnya. Permintaan Gula Merah Aren di pasaran cukup meningkat hal ini dikarenakan kepuasan yang dirasakan konsumen dalam penggunaan kualitas produk tersebut (Karmadi, 2003).Responden penelitian sebanyak 20 orang petani pengolahan Gula Merah Aren yang bertempat tinggal di Desa Air Meles Kabupaten Rejang Lebong. Penentuan sampel ditentukan dengan metode sensus yaitu dengan melakukan pendataan seluruh anggota kelompok dilokasi penelitian. Analisis pendapatan usaha pengolahan Gula Merah Aren di Desa Air Meles sebesar Rp 382.589.000-/tahun dengan rata-rata pendapatan petani sebesar Rp 19,129,450,-/tahun. Analisis Profitability Ratio suatu usaha pembuatan Gula Merah Aren di Desa Air Meles layak diusahakan secara finansial karena memiliki nilai rata-rata PV/K > 1 yaitu sebesar 1,47.

Upaya Penguatan Kelembagaan Pangan

Aziza, Tri Noor

Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Ketahanan Pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, baik dari sisi ketersediaan, kualitas, kelayakan, keragaman, dan kecukupan gizinya secara berkelanjutan. Untuk itu diperlukan kelembagaan yang kuat untuk menangani bidang pangan. Dalam peraturan perundangan pangan pun telah menyebutkan perlunya dibentuk suatu kelembagaan pangan yang memiliki cakupan kewenangan yang luas, hanya saja sampai sekarang kelembagaan yang dimaksud tak kunjung terbentuk. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan alternatif penguatan kepada lembaga pangan yang telah ada untuk lebih mengoptimalkan perannya. Hasil analisis menunjukkan perlunya strategi penguatan peran kelembagaan pangan, yaitu: Harmonisasi Kebijakan dan Perencanaan Program antar Kelembagaan Pangan; Optimalisasi Sumber Daya; Penguatan Implementasi Program; Evaluasi dan Monitoring untuk perbaikan selanjutnya

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Tebu di PG Semboro PT. Perkebunan Nusantara XI Kabupaten Jember

Andoyo, Septian, Wibowo, Rudi

Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Persediaan pasokan bahan baku tebu di pabrik gula harus dalam kondisi cukup tidak boleh kekurangan ataupun kelebihan bahan baku tebu agar proses produksi berjalan lancar.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pemesanan ekonomis penyediaan bahan baku, waktu pemesanan kembali dan persediaan pengamanan bahan baku tebu di PG Semboro PT. Perkebunan Nusantara XI, dan untuk mengetahui biaya persediaan bahan baku tebu di PG Semboro PT. Perkebunan Nusantara XI. Metode penentuan daerah penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive methods). Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Alat analisis yang digunakan adalah Economic Order Quantity (EOQ), Re-Order Point (ROP), Safety Stock (SS), dan Total Inventory Cost (TIC). Perhitungan Economic Order Quantity (EOQ) sebesar 5.924,8 ton atau lebih besar dari jumlah pemesanan yang dilakukan oleh PG Semboro sebesar 5.095,9 ton. Hasil tersebut menunjukkan adanya inefisensi pemesanan yang dilakukan PG Semboro karena menyebabkan frekuensi pembelian semakin besar dan biaya persediaan yang dikeluarkan juga semakin tinggi. Nilai Re-Order Point (ROP) dan Safety Stock (SS) dalam penyediaan bahan baku tebu sebesar 6.500 ton menunjukkan pemesanan bahan baku tebu mengalami kekurangan bahan baku. Nilai Total Cost Inventory (TIC) sebesar Rp. 1.093.034.443,34,- atau lebih kecil dari biaya persediaan yang dikeluarkan oleh perusahaan sebesar Rp.1.271.427.117,06,-. Hasil tersebut menunjukkan adanya inefisiensi biaya persediaan yang dikeluarkan oleh PG karena dengan perhitungan ekonomis maka frekuensi pembelian bahan baku akan semakin sedikit sehingga biaya total persediaan akan semakin rendah