JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH
Published by Universitas Medan Area
Architecture is an art done by every individual to imagine themselves and the science in designing the building. In a broader sense, the architecture includes designing and building the entire built environment, ranging from the macro level of urban planning, urban design, landscape architecture, to the micro level of building design, furniture design and product design. Architecture also refers to the results of the design process.
Articles
17
Articles
‚Äč
Perancangan Perpustakaan Umum di Kota Medan dengan Tema Arsitektur Metafora

barky, neneng yulia

JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH Vol 2, No 1 (2018): JAUR OKTOBER
Publisher : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Medan yang merupakan ibu kota Sumatera Utara , sangat berpotensi untuk di jadikan perpustakaan . Hal ini di karenakan data yang ada di perpustkaan Umum Kota Medan mengalami peningkatan. Akan tetapi fasilitas yang kurang mewadahi dan kecenderungan perpustakaan hanya tempat penyimpanan , hingga kondisi bangunan yang kurang menarik.Oleh karena itu Perancangan Perpustakaan Umum di Kota Medan yang berada di kawasan Jalan Jamin Ginting dapat dijadikan perpustakaan yang dapat sebagai pusat informasi. Bangunan yang menerapkan tema Metafora dapat menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung.

Perkembangan Bentukan dan Fungsi Rumah Tradisional Bugis

rambe, yunita syafitri

JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH Vol 2, No 1 (2018): JAUR OKTOBER
Publisher : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Rumah bugis memiliki keunikan tersendiri, dibandingkan dengan rumah panggung dari suku yang lain (Sumatera dan Kalimantan). Bentuknya biasanya memanjang ke belakang, dengan tanbahan disamping bangunan utama dan bagian depan (orang bugis menyebutnya lego ‚?? lego). Dalam pembangunan rumah bugis, ukuran panjang, lebar dan tinggi rumah selalu dihubungkan dengan bagian-bagian badan manusia. Hal ini didasari oleh pandangan bahwa rumah merupakan refleksi dari wujud manusia. Ia mempunyai kepala,badan dan pusar serta kaki. Jauh sebelum islam masuk ke tanah bugis (tana ugi‚??), orang bugis memiliki kepercayaan bahwa alam semesta ini terdiri atas 3 bagian, bagian atas (botting langi), bagian tengah (alang tengnga) dan bagian bawah (paratiwi).

Perencanaan Pantai Indoor dengan Tema Arsitektur Tepi Air

nasution, aulia muflih

JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH Vol 2, No 1 (2018): JAUR OKTOBER
Publisher : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pantai dapat menciptakan kesan dan rasa menyenangkan setiap orang yang berkunjung. Perancangan pantai buatan menghadirkan konsep perancangan yang efektif dan fungsional, maka perlu mempertimbangkan aspek baik dari segi fisik maupn non fisik. Dengan penekanan terhadap Apek Lingkungan Maupun Fungsi. Perancangan dengan menerapkan Tepi Air (waterfront) penting untuk mengharmoniskan antara Lingkungan/lahan dan air serta penggunanya agar dapat berperan timbal balik. Konsep Tepi air untuk desain massa dan bentuk bangunan menyediakan sarana-sarana dan prasarana untuk kegiatan rekreasi, seperti taman, arena bermain, dan fasilitas dengan pembangunan diarahkan tetap adanya badan air dan tetap mempertahankan keberadaan ruang terbuka.Pemanfaatan potensi alam berupa perairan laut dan pantai secara optimal dipadukan menjadi sebuah pemecahan dalam perancangan.

Perancangan Museum Budaya di Tanjungbalai dengan Tema Arsitektur Vernakular Melayu

yusri, muhammad

JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH Vol 2, No 1 (2018): JAUR OKTOBER
Publisher : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Terdapat banyak sejarah dan kebudayaan yang dilupakan ataupun kurang dilestarikan kota Tanjungbalai. Adalah tugas kita untuk melestarikannya yaitu dengan menyediakan wadah yang dapat memberikan informasi tentang sejarah dan kebudayaan yang ada di kota ini. Untuk itu diperlukan suatu wadah yang dapat mengakomodasikan semua kebutuhan di atas, sekaligus mengakomodasikan kebutuhan informasi untuk keperluan pendidikan di Kota Tanjungbalai. Pengadaan museum sebagai sumber informasi pendidikan juga harus ditambah dengan hiburan yang bersifat mendidik dengan konsep belajar sambil bermain sebagai nilai tambahnya. Hal ini dimaksudkan untuk menarik masyarakat dalam kepedulian terhadap obyek-obyek sejarah dan berperan aktif dalam usaha pelestarian benda-benda yang termasuk dalam benda cagar budaya. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan informasi akan sejarah, pariwisata dan pendidikan, maka keberadaan Museum Budaya di Tanjungbalai.

Perancangan Sekolah Alam Dengan Tema Arsitektur Ramah Lingkungan

maulana, sherlly

JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH Vol 2, No 1 (2018): JAUR OKTOBER
Publisher : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sekolah alam adalah bentuk pendidikan alternatif yang menggunakan alam sebagai media utama untuk siswanya belajar dengan menggunakan pembelajaran aktif atau tindakan dimana anak belajar melalui pengalaman langsung. Penggunaan alam sebagai media pembelajaran diharapkan membantu anak-anak atau pelajar di masa depan agar lebih sadar akan lingkungan dan mengetahui penerapan pengetahuan yang dipelajari, tidak hanya sebatas teori. Oleh sebab itu, perlu adanya upaya mendesain sebuah sekolah alam dalam rangka untuk meningkatkan minat belajar dan memaksimalkan potensi alam dengan memanfaatkan material-material alami yang ada sebagai bahan bangunan untuk perancangan sekolah alam. Penggunaan material alami aman bagi kesehatan pengguna bangunan yang mayoritas adalah siswa sekolah dasar berumur 6-12 tahun. Dalam perancangan ini bambu sendiri menjadi material utama dalam perancangan sekolah alam ini, karena bambu sendiri merupakan material yang ramah lingkungan, harganya murah dan mudah didapat. Bambu ini akan di desain sedemikian rupa agar dapat menghadirkan nilai estetika dan merasa nyaman.

Perancangan Panti Asuhan di Medan dengan tema Arsitektur Hijau

hardiyanti, rini

JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH Vol 2, No 1 (2018): JAUR OKTOBER
Publisher : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Anak-anak terlantar dan anak yatim-piatu merupakan salah satu masalah sosial, mereka tetap layak mendapatkan pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Karna mereka sangat membutuhkan pengetahuan dan pembinaan mental agar potensi yang ada dalam dirinya dapat tergali dan kepribadian yang terbentuk dapat bermanfaat. Perancangan ini ditujukan untuk merancang bangunan Panti Asuhan Modern dengan tema ‚??Arsitektur Hijau‚?Ě untuk memelihara dan merawat anak-anak terlantar, yatim-piatu dan sebagainya dengan menyediakan pusat pelatihan keterampilan yang bersifat menghibur dan mendidik kemampuan yang dimiliki setiap anak

Konsep Arsitektur Tropis pada Rumah Panggung eks. Kesultanan Deli

Suprayitno, Suprayitno

JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH Vol 1, No 2 (2018): JAUR April
Publisher : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.179 KB)

Abstract

Penelitian menjelaskan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kenyamanan pada rumah panggung khususnya yang berkaitan dengan iklim tropis dan adaptasi bangunan terhadap lingkungan serta menemukan kriteria dan konsep tropis pada Rumah Panggung di daerah eks, Kesultanan Deli. Berdasarkan tujuan tersebut, direncanakan metode pengumpulan data dan analisa yang akan digunakan adalah metode tinjauan pustaka dari berbagai sumber yang dianggap relevan. Simulasi dilakukan pada elemen-elemen yang sangat berpengaruh pada bangunan utama seperti semua ruangan dan berikut komponen seperti orientasi massa bangunan, pola ruang, bukaan (jenis bukaan, posisi bukaan, luas bukaan), bentuk bangunan dan material bangunan. Simpulan yang didapat yaitu bahwa Rumah Panggung merupakan bangunan yang tanggap lingkungan tropis, meskipun adanya perubahan beberapa material. Kata Kunci : Iklim tropis, Rumah Panggung eks. Kawasan Deli, Tanggap lingkungan tropis

Revitalisasi Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara dengan Tema Arsitektur Vernakular

Lestari, Dianita, Barky, Neneng Y, Rambe, Yunita Safitri

JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH Vol 1, No 2 (2018): JAUR April
Publisher : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.738 KB)

Abstract

Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara merupakan salah satu museum di Kota Medan yang sudah dirintis sejak tahun 1954. Museum ini berlokasi di jalan H. M. Jhoni No.51 Medan. Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara memiliki berbagai macam jenis koleksi sejarah, koleksi tersebut berguna sebagai bahan pembuktian sejarah alam, budaya manusia dan lingkungannya serta dapat menggambarkan identitas suatu bangsa. Pada saat ini Muesum Negeri Propinsi Sumatera Utara mengalami penurunan pengunjung setiap tahunnya. Penurunan pengunjung ini disebabkan karena tidak ada daya tarik museum di mata masyarakat. Maka dari itu diperlukan pembenahan terhadap museum tersebut.Bentuk museum dalam pengembangan ini masih mengikuti bentuk asal dari bangunan museum, hanya saja ada penambahan lantai pada bangunan dan menjadikan bangunan yang awalnya merupakan bangunan multi massa menjadi bangunan satu massa Kata Kunci : Pengembangan Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara, Arsitektur Vernakular

Perancangan Islamic Center Di Kota Lubuk Pakam dengan Tema Arsitektur Islam

Musani, Musani

JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH Vol 1, No 2 (2018): JAUR April
Publisher : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.583 KB)

Abstract

Islam merupakan agama yang diwahyukan Allah SWT kepada Rasul Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi sekalian alam. Agama islam memiliki tiga aspek pokok yang harus diperhatikan, yaitu aspek Aqidah (keimanan), aspek Syariah (norma dan hukum), dan aspek Akhlak (moral atau budaya). Belum adanya suatu wadah yang menginformasikan Islam secara lengkap dan menjadi tempat rujukan kegiatan - kegiatan yang bernafaskan Islam yang dapat menyatukan komunitas muslim khususnya di kawasan Kota Lubuk Pakam, sehingga dibutuhkan sebuah tempat yang dapat mewadahi kegiatan - kegiatan yang bernuansa Islam dalam satu kawasan. maka dibutuhkan fasilitas yang mampu mengakomodasi ketiganya, yaitu sebuah Islamic Center. Kata Kunci : Islam, Islamic Center, AqidahPerancangan Islamic Center Di Kota Lubuk Pakam dengan Tema Arsitektur Islam

Pengembangan Kawasan pada Kecamatan Medan Labuhan sebagai Kawasan Suaka Alam dan Cagar Budaya

rambe, yunita syafitri

JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH Vol 1, No 2 (2018): JAUR April
Publisher : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.043 KB)

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sumber potensial bagi pendapatan lokal, dan dapat meningkatkan identitas kota. Pariwisata di sebuah daerah bernilai baik, maka juga akan mempercepat pengembangan daerah tersebut. Percepatan ini dapat dicapai ketika tingkat kunjungan ke daerah tersebut meningkat dan pada akhirnya akan meningkatkan aktivitas ekonomi. Agar dapat memaksimalkan menjadikan sebuah kota menjadi tujuan wisata maka pemerintah kota harus dapat mengenali potensi-potensi fisik dan non fisik pada kotanya. Potensi ini dapat dimaksimalkan sehingga sebuah kota dapat menjadi tujuan wisata dengan kekhasannya sendiri, apakah itu wisata alam, wisata sejarah atau wisata budaya. Menururt  RTRW Kota Medan Tahun 2010-2030 menyatakan bahwasannya  kawasan pusat kota lama Kecamatan Medan Labuhan sebagai Kawasan Suaka Alam dan Cagar Budaya. Oleh karena itu, kajian ini memfokuskan konsep pariwisata di Kecamatan Medan Labuhan. Kajian ini menggunakan metode subjektif dengan pendekatan inventarisasi dan identifikasi potensi dan persoalan yang terkait, menganalisis dan akhirnya akan memberikan rekomendasi strategi dan rencana penataan kawasan. Kata kunci: Pengembangan Wisata, Preservasi, Kecamatan Medan Labuhan