cover
Filter by Year
JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH
Published by Universitas Medan Area
Architecture is an art done by every individual to imagine themselves and the science in designing the building. In a broader sense, the architecture includes designing and building the entire built environment, ranging from the macro level of urban planning, urban design, landscape architecture, to the micro level of building design, furniture design and product design. Architecture also refers to the results of the design process.
Articles
11
Articles
Konsep Arsitektur Tropis pada Rumah Panggung eks. Kesultanan Deli

Suprayitno, Suprayitno

JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH Vol 1, No 2 (2018): JAUR April
Publisher : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.179 KB)

Abstract

Penelitian menjelaskan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kenyamanan pada rumah panggung khususnya yang berkaitan dengan iklim tropis dan adaptasi bangunan terhadap lingkungan serta menemukan kriteria dan konsep tropis pada Rumah Panggung di daerah eks, Kesultanan Deli. Berdasarkan tujuan tersebut, direncanakan metode pengumpulan data dan analisa yang akan digunakan adalah metode tinjauan pustaka dari berbagai sumber yang dianggap relevan. Simulasi dilakukan pada elemen-elemen yang sangat berpengaruh pada bangunan utama seperti semua ruangan dan berikut komponen seperti orientasi massa bangunan, pola ruang, bukaan (jenis bukaan, posisi bukaan, luas bukaan), bentuk bangunan dan material bangunan. Simpulan yang didapat yaitu bahwa Rumah Panggung merupakan bangunan yang tanggap lingkungan tropis, meskipun adanya perubahan beberapa material. Kata Kunci : Iklim tropis, Rumah Panggung eks. Kawasan Deli, Tanggap lingkungan tropis

Revitalisasi Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara dengan Tema Arsitektur Vernakular

Lestari, Dianita, Barky, Neneng Y, Rambe, Yunita Safitri

JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH Vol 1, No 2 (2018): JAUR April
Publisher : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.738 KB)

Abstract

Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara merupakan salah satu museum di Kota Medan yang sudah dirintis sejak tahun 1954. Museum ini berlokasi di jalan H. M. Jhoni No.51 Medan. Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara memiliki berbagai macam jenis koleksi sejarah, koleksi tersebut berguna sebagai bahan pembuktian sejarah alam, budaya manusia dan lingkungannya serta dapat menggambarkan identitas suatu bangsa. Pada saat ini Muesum Negeri Propinsi Sumatera Utara mengalami penurunan pengunjung setiap tahunnya. Penurunan pengunjung ini disebabkan karena tidak ada daya tarik museum di mata masyarakat. Maka dari itu diperlukan pembenahan terhadap museum tersebut.Bentuk museum dalam pengembangan ini masih mengikuti bentuk asal dari bangunan museum, hanya saja ada penambahan lantai pada bangunan dan menjadikan bangunan yang awalnya merupakan bangunan multi massa menjadi bangunan satu massa Kata Kunci : Pengembangan Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara, Arsitektur Vernakular

Perancangan Islamic Center Di Kota Lubuk Pakam dengan Tema Arsitektur Islam

Musani, Musani

JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH Vol 1, No 2 (2018): JAUR April
Publisher : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.583 KB)

Abstract

Islam merupakan agama yang diwahyukan Allah SWT kepada Rasul Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi sekalian alam. Agama islam memiliki tiga aspek pokok yang harus diperhatikan, yaitu aspek Aqidah (keimanan), aspek Syariah (norma dan hukum), dan aspek Akhlak (moral atau budaya). Belum adanya suatu wadah yang menginformasikan Islam secara lengkap dan menjadi tempat rujukan kegiatan - kegiatan yang bernafaskan Islam yang dapat menyatukan komunitas muslim khususnya di kawasan Kota Lubuk Pakam, sehingga dibutuhkan sebuah tempat yang dapat mewadahi kegiatan - kegiatan yang bernuansa Islam dalam satu kawasan. maka dibutuhkan fasilitas yang mampu mengakomodasi ketiganya, yaitu sebuah Islamic Center. Kata Kunci : Islam, Islamic Center, AqidahPerancangan Islamic Center Di Kota Lubuk Pakam dengan Tema Arsitektur Islam

Pengembangan Kawasan pada Kecamatan Medan Labuhan sebagai Kawasan Suaka Alam dan Cagar Budaya

rambe, yunita syafitri

JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH Vol 1, No 2 (2018): JAUR April
Publisher : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.043 KB)

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sumber potensial bagi pendapatan lokal, dan dapat meningkatkan identitas kota. Pariwisata di sebuah daerah bernilai baik, maka juga akan mempercepat pengembangan daerah tersebut. Percepatan ini dapat dicapai ketika tingkat kunjungan ke daerah tersebut meningkat dan pada akhirnya akan meningkatkan aktivitas ekonomi. Agar dapat memaksimalkan menjadikan sebuah kota menjadi tujuan wisata maka pemerintah kota harus dapat mengenali potensi-potensi fisik dan non fisik pada kotanya. Potensi ini dapat dimaksimalkan sehingga sebuah kota dapat menjadi tujuan wisata dengan kekhasannya sendiri, apakah itu wisata alam, wisata sejarah atau wisata budaya. Menururt  RTRW Kota Medan Tahun 2010-2030 menyatakan bahwasannya  kawasan pusat kota lama Kecamatan Medan Labuhan sebagai Kawasan Suaka Alam dan Cagar Budaya. Oleh karena itu, kajian ini memfokuskan konsep pariwisata di Kecamatan Medan Labuhan. Kajian ini menggunakan metode subjektif dengan pendekatan inventarisasi dan identifikasi potensi dan persoalan yang terkait, menganalisis dan akhirnya akan memberikan rekomendasi strategi dan rencana penataan kawasan. Kata kunci: Pengembangan Wisata, Preservasi, Kecamatan Medan Labuhan

Perencanaan Museum Flora dan Fauna di Asahan dengan tema Arsitektur Edukatif

Deliyarti, Ida

JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH Vol 1, No 2 (2018): JAUR April
Publisher : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.798 KB)

Abstract

Museum merujuk kepada bangunan tempat menyimpan khazanah sejarah purba atau yang lalu, bukan hanya tempat menyimpan peninggalan purba, museum juga menyimpan berbagai macam jenis benda hidup maupun mati. Banyak dari masyarakat kurang berminat untuk datang ke museum. Wisatawan menjadikan museum sebagai tempat wisata alternatif. Di Kabupaten Asahan yang merupakan salah satu Kabupaten di Kota Medan di Provinsi Sumatra Utara ini adalah sebuah Kabupaten yang tengah tumbuh menjadi sebuah Kabupaten yang berkembang di berbagai sector, terutama pada sector Pendidikan dan Pariwista. Pembangunan di sektor penunjang pendididkan sangatlah minim. Tidak adanya bangunan – bangunan museum di Kabupaten Asahan, Seakan kalah pamor dengan keberadaan pusat – pusat perbelanjaan yang ada di Kabupaten Asahan. Belum adanya bangunan museum yang memiliki konsep edukasi dan entertainment. Di harapkan Museum Flora dan Fauna Di Kabupaten Asahan ini dapat menunjang aspek pedidikan di Kabupaten Asahan sekaligus menjadi ikon wisata baru di Kabupaten Asahan yang menerapkan tema arsitektur edukatif. Kata Kunci : Arsitektur Edukatif ,  Museum Flora dan Fauna ,

Analisa Dampak Negatif Pencemaran Lingkungan Pemukiman Kumuh Dibantaran Sungai Deli-Medan Maimoon

despita, putri, barky, neneng yulia

JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH Vol 1, No 1 (2017): JAUR OKTOBER
Publisher : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.986 KB)

Abstract

AbstrakPemukiman kumuh merupakan tingkat hunian rendah yang biasanya  terletak diantara sungai, kolong jembatan, pemukiman kumuh dihuni oleh masyarakat penghasilan rendah dengan mata pencarian yang tidak menentu, bangunan pada pemukiman kumuh bersifat illegal dan tidak seharusnnya berada pada daerah resapan air dan membuat wajah kota menjadi lebih buruk dengan adanya pemukiman tersebut, perlu adanya penataan kembali dari segi arsitektural pemukiman kumuh menjadi pemukiman yg lebih baik antara masyarakat dan Pemerintah untuk menjaga lingkungan Pinggiran sungai yang bersih dan terjaga akan lingkungan yang Baik. Kata Kunci : pemukiman, jembatan, sungai.

Upaya Meningkatkan Pelayanan Pendidikan Melalui Perancangan Gedung Perpustakaan Di Universitas Medan area

dinata, alfi -, saraswaty, rina -, -, suprayitno -

JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH Vol 1, No 1 (2017): JAUR OKTOBER
Publisher : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.391 KB)

Abstract

AbstrakSeiring dengan pesatnya perkembangan penduduk yang ada di Indonesia maka secara langsung hal ini mempengaruhi permintaan masyarakat terhadap pendidikan yang semakin meningkat. Secara tidak langsung masyarakat menuntut berbagai Lembaga Pendidikan khususnya pada tingkat Perguruan Tinggi untuk memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik disertai dengan sistem pelayanan pendidikan yang bermutu ideal. Pada proses perancangan suatu bangunan atau kawasan, pemberian tema oleh setiap perancang adalah wajib hukumnya. Kegunaan tema sendiri untuk membantu para perancang dalam merancang bangunannya. Pada perancangan gedung Perpustakaan ini akan diterapkan tema Arsitektur Tropis. Tema akan diterapkan pada bangunan dengan mengutamakan atau memaksimalkan pencahayaan alami. Rencana pembangunan Perpustakaan Universitas Medan Area beserta sarana dan prasarananya akan ditempatkan diatas tanah seluasa 675.84 m2. Secara umum perancangan Perpustakaan terdiri dari 5 ruang utama bagi umum yaitu ruang baca perpustakaan, perpustakaan elektronik, ruang auditorium, ruang penyimpanan skripsi, dan test room. 3 ruang pengelola yaitu ruang kepala perpustakaan, ruang staff pengelola, dan ruang rapat pengelola. Kata Kunci : Pembangunan Gedung Perpustakaan Universitas Medan Area, Arsitektur Tropis.  Abstract Along with the rapid development of the existing population in Indonesia, this directly affects the demand of the public to the ever increasing education. Indirectly the community demanded various Education Institutions, especially at the level of Higher Education to provide the best education services accompanied by an ideal quality education service system. In the process of designing a building or area, the theme by each designer is obligatory. Usefulness own theme to help the designers in designing the building. In the design of this Library building will be applied the theme of Tropical Architecture. The theme will be applied to the building by prioritizing or maximizing natural lighting. The construction plan of University of Medan Area Library along with its facilities and infrastructure will be placed on the land of 675.84 m2. In general, the design of the Library consists of 5 main space for the public library reading room, electronic library, auditorium room, thesis storage space, and test room. 3 management rooms are library headroom, management staff room, and manager meeting room. Kata Kunci : Construction of University Library Building Area, Tropical Architecture.

Pengembangan Pondok Pesantren Salman Al Farisi Terpadu Di Dolok Masihul Dengan Tema arsitektur Islam

sitepu, muchlis adro, maulana, sherlly, saraswaty, rina

JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH Vol 1, No 1 (2017): JAUR OKTOBER
Publisher : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.496 KB)

Abstract

AbstrakPondok Pesantren pada awalnya adalah lembaga dakwah yang digunakan para wali untuk menyebarkan agama islam. Namun, pada perkembangan pesantren menjadi lembaga pendidikan islam. Didalam pesantren bisa mempelajari agama islam dengan cara mengkaji karya karya ulama klasik. Sampai saat ini keberadaan pesantren masih belum begitu diperhatikan oleh masyarakat. Maka tujuan Pondok Pesantren salman alfarisi  bermaksud untuk mengembangkan fasilitas yang ada karena kapasitas siswa santri yang meningkat saat ini, Pesantren sudah menerima siswa santri sebanyak ± 500 siswa. Sementara kapasitas Pesantren hanya dapat menampung ± 360 siswa. Selain itu Pesantren Terpadu Al Farisi bermaksud untuk meningkatkan keunggulan dengan megembangkan konsep agrobisnis sebagai bagian dari mpendidikan formal dan informalnya. Kata Kunci : membangun dan mengembangkan pondok pesatren dalam penerapan tema arsitektur islam AbstractPondok Pesantren was originally a dawah institution used by the wali to spread the religion of Islam. However, in the development of Islamic boarding schools into educational institutions. In the pesantren can learn the religion of Islam by reviewing the work of the classical ulama. Until now the existence of pesantren still not so paid attention by society. So the purpose of Pondok Pesantren salman alfarisi intends to develop existing facilities because of the capacity of students who are increasing nowadays, Pesantren has received students santri as many as ± 500 students. While the capacity of Pesantren can only accommodate ± 360 students. In addition, Al Farisi Integrated Pesantren intends to increase excellence by developing agribusiness concept as part of formal and informal education. Keywords : build and develop pesok hut in the implementation of Islamic architecture theme 

Perencanaan Sport Center Di Kota Medan Dengan Tema Arsitektur Difabel

pertiwi, ulia said, maulana, sherlly, maulana, sherlly, saraswaty, rina, saraswaty, rina

JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH Vol 1, No 1 (2017): JAUR OKTOBER
Publisher : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1160.405 KB)

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara yang menghargai perbedaan pendapat, kepercayaan, suku, dan budaya antar manusia, sehingga muncul keanekaragaman aktifitas yang dilakukan manusia di suatu tempat. Salah satu aktifitas yangg sering dilakukan manusia adalah berolahraga. Namun, pengembangan dan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan aktifitas tersebut sering tidak mempertimbangkan pengguna yang memiliki perbedaan kemampuan (difabel). Peraturan pemerintah tentang difabel sudah ada sejak tahun 1997 yaitu UU no.4 tahun 1997. Oleh karena itu, pengembangan dan pembangunan di tempat-tempat publik/umum harus di rancang dengan memikirkan aktifitas kaum difabel. Perancangan sport center menggunakan pendekatan  perancangan arsitektur difabel. Bangunan yang dirancang ramah terhadap masyarakat berkebutuhan khusus sehingga pengguna yang memiliki keterbatasan kemampuan dapat menggunakan fasilitas dengan mandiri. Tahapan yang digunakan dalam perencanaan sport center ini adalah pengumpulan data, analisis, konsep dan desain.Penataan tapak dan bangunan dirancang untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan pengguna berkebutuhan khusus menggunakan fasilitas yang tersedia pada sport center. Bentuk massa bangunan respon terhadap bentuk tapak yaitu bentuk persegi. Massa bangunan kemudian dibagi menjadi 2 lantai dengan sirkulasi vertikal nya menggunakan tangga dan ram. Lantai 1 massa bangunan dimundurkan sebagian ruangnya untuk memberikan bayangan dan mengurangi paparan langsung sinar matahari ke dalam bangunan. Lantai 1 memiliki fungsi sebagai area fasilitas pendukung sport center, yaitu ruang informasi, restoran, retail, toilet dan mushola. Lantai 2 difungsikan untuk arena olahraga. Kata Kunci : Sport Center, Difabel, Arsitektur Difabel AbstractIndonesia is a country that respects differences of opinion, beliefs, tribes, and cultures among human beings, resulting in the diversity of human activities performed somewhere. One of the activities that people often do is exercise. However, development and development to meet the needs of these activities often do not consider users who have different abilities (disfabel). The government regulation on the disabled has been in existence since 1997, namely Law No.4 of 1997. Therefore, development and development in public places must be designed by considering the activities of the disabled people. Designing a sports center using a design approach difabel architecture. The buildings are designed to be friendly to the community with special needs so that users with limited ability can use the facility independently. Stages used in the planning of this sports center is the collection of data, analysis, concepts and design. Site and building design is designed to provide comfort and ease of users with special needs using the facilities available at the sports center. The form of building mass response to the shape of the tread is square shape. The mass of the building is then divided into 2 floors with its vertical circulation using stairs and ram. The 1st floor of the mass of the building was reversed partly to give shadows and reduce the direct exposure of sunlight into the building. 1st floor has a function as a support facility for sports center, which is information room, restaurant, retail, toilet and prayer room. 2nd floor functioned for sports arena. Keywords : Sport Center, Difabel, Disabled Architecture

KONSERVASI BANGUNAN TJONG A FIE DALAM USAHA KEBERLANJUTAN MEMPERTAHANKAN BANGUNAN BERSEJARAH KOTA MEDAN

hutauruk, denny meisandy, rambe, yunita syafitri

JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH Vol 1, No 1 (2017): JAUR OKTOBER
Publisher : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.673 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Medan merupakan salah satu kota yang mempunyai bangunan sejarah yang cukup banyak. Bangunan sejarah ini merupakan peninggalan kolonial yang sangat menarik, yang saat ini dapat disaksikan terutama dalam berbagai fungsi baru seperti rumah tinggal, kantor, hotel, rumah toko, tempat peribadatan, rumah sakit, dan sekolah. Secara estetika, bangunan tersebut pada umumnya merupakan paduan gaya, desain, dan arsitektur Melayu, Belanda, India, Inggris, dan Cina, sebagai akumulasi dan kristalisasi sejarah Kota Medan sendiriDalam dua dasawarsa terakhir, Kota Medan mengalami pembangunanisme dengan menyatunya kekuatan pemerintah dan pengusaha (pemilik bangunan bersejarah) dalam proses modernisasi dan globalisasi kapital. Sebagai akibatnya, banyak bangunan bersejarah dihancurkan dan diganti oleh berbagai bentuk pusat perbelanjaan.Penghancuran tersebut tidak saja menghilangkan sejarah dan identitas Kota Medan serta kebanggan masyarakat tetapi juga mengabaikan upaya-upaya pengembangan pariwisata berbasis estetika bangunan bersejarah yang sangat potensial bagi emansipasi masyarakat setempat. Sehingga  pada akhirnya Kota Medan nanti diasumsikan akan kehilangan karakter utama dan identitas historisnya.Penelitian ini akan dilakukan dengan pengambilan data yang akan diolah dan dianalisa bentuk kerusakan yang selanjutnya akan dilakukan cara bagaimana melakukan konservasi pada bangunan tersebut. Konservasi adalah upaya-upaya pelestarian akan tetapi tetap memperhatikan manfaat yang bisa didapatkan pada saat itu dengan cara tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen-konponen untuk pemanfaatan di masa yang akan datang. Kata Kunci : Bangunan bersejarah, Tjong A Fie, Konservasi ABSTRACTThe city of Medan is one of the cities that has quite a lot of historical buildings. This historical building is a very interesting colonial legacy, which today can be seen primarily in many new functions such as homes, offices, hotels, shop houses, places of worship, hospitals, and schools. Aesthetically, the building is generally a blend of Malay, Dutch, Indian, English, and Chinese styles, designs and architecture, as the accumulation and crystallization of the history of Medan itself In the last two decades, the city of Medan experiencing of development with the unity of government and entrepreneurs (owners of historic buildings) in the process of modernization and globalization of capital. As a result, many historic buildings were destroyed and replaced by various forms of shopping centers. The destruction not only eliminated the history and identity of Medan City as well as the pride of the people but also neglected the efforts of aesthetic-based tourism development based on the potential for the emancipation of the local community. So in the end the city of Medan will be assumed will lose the main character and historical identity. This research will be done by taking the data to be processed and analyzed the form of damage which will be done how to do the conservation of the building. Conservation is a conservation effort but keep in mind the benefits that can be obtained at that time by maintaining the existence of any components for future utilization. Keywords: Historic building, Tjong A Fie, Conservation