cover
Filter by Year

Analysis
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
Published by Universitas Medan Area
Jurnal JCEBT Program Studi Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap 6 bulan, yaitu Maret dan September. Jurnal JCEBT Program Studi Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 2017 dengan membawa misi sebagai salah satu pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal JCEBT diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia.
Articles
12
Articles
Analisa Pemilihan Moda Transportasi Umum Rute Medan-Rantau Prapat dengan Metode Analytic Hierarchy Process

Zahara, Zelvia ( Program StudiTeknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Islam Sumatera Utara, Indonesia ) , Lubis, Marwan ( Program StudiTeknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Islam Sumatera Utara, Indonesia )

JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 1, No 2 (2017): JCEBET SEPTEMBER
Publisher : JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.772 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini diteliti faktor atau karakteristik apa saja yang paling berpengaruh dalam pemilihan moda transportasi umum rute Medan-Rantau Prapat, dalam hal ini diperbandingkan antara kereta api dan Bus Chandra. Survey berupa kuesioner yang akan disebar di stasiun kereta api dan Bus Chandra. Hasil survey kemudian diolah dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Dari analisa data diperoleh faktor yang paling berpengaruh ialah faktor keamanan dengan bobot prioritas sebesar 27%, diikuti oleh kenyamanan 19%, kemudahan 16%, headway 13%, biaya 13%, dan terakhir waktu perjalanan dengan bobot 12%. Hasil bobot prioritas antar kriteria untuk kereta api ialah: Urutan Pertama Faktor Kenyamanan dengan bobot 23%, diikuti oleh waktu perjalanan 21%, keamanan 20%, headway 14%, kemudahan 14%,  terakhir biaya dengan bobot 8%. Hasil bobot prioritas antar kriteria untuk Bus Chandra ialah: Urutan Pertama Faktor Biaya dengan bobot 27%, diikuti oleh, kemudahan dan headway 20%, keamanan 12%, waktu perjalanan 12%,  terakhir faktor kenyamanan dengan bobot 9%. Dan moda terbaik pilihan pelaku perjalanan berdasarkan kriteria yang ada adalah kereta api dengan bobot 62%, sedangkan Bus Chandra kurang diminati dengan bobot 38%. 

Analisa Dampak Lalu Lintas Rumah Hunian Distric-9 Apartemen Terhadap Kemacetan Lalu Lintas di Kota Medan

Rizqi, Rizqi ( Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Medan Area, Indonesia ) , Hermanto, Edy ( Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Medan Area, Indonesia )

JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 1, No 2 (2017): JCEBET SEPTEMBER
Publisher : JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.698 KB)

Abstract

Rencana kegiatan pembangunan Rumah Hunian District-9 Apartment berada di Jalan Gedung Arca No. 5 Kelurahan Teladan Barat Kecamatan Medan Kota, Kota Medan–Sumatera Utara, diperkirakan dapat membangkitkan dan menambah beban lalu lintas. Hal ini tentunya berpengaruh pada kinerja jaringan jalan Gedung Arca yang merupakan jalan kota, sehingga bila bertambahnya volume pada ruas jalan tersebut secara signifikan tentu akan mengurangi tingkat pelayanan jalan. Untuk menghitung besaran dampak yang terjadi, maka dilakukan kajian dampak lalu lintas yang diharapkan dapat diminimalkan dengan memberikan solusi yang tepat. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan, diketahui od matriks asal tujuan perjalanan sebelum pembangunan Districk-9 Apartement yaitu dilakukan perjalanan sebesar 7470 Smp/Jam. Kinerja ruas jalan tertinggi sebelum pembangunan yaitu ruas jalan Sisimangaraja V/C rasionya 0.78 dengan level of service D dan ruas jalan M. Joni Segmen 1 V/C rasionya 0.76 dengan level of service D, sedangkan ruas jalan Gedung Arca segmen 3 yang merupakan jalan di depan lokasi pembangunan pada saat kondisi eksisting atau sebelum pembangunan V/C rasionya 0.54 dengan level of service C. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan, kinerja jaringan jalan sebelum pembangunan yaitu journey time 233,4 kend/jam, distance traveled 6996,5 kend/jam, konsumsi bahan bakar 631.6 liter, network speed 30 Km/Jam.

Pemanfaatan Limbah Serbuk Gergaji Kayu Sebagai Subtitusi Campuran Bata Ringan Kedap Suara

Purba, R. Exaudi Simon ( Universitas Medan Area ) , Irwan, Irwan ( Universitas Medan Area ) , Nurmaidah, Nurmaidah

JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 1, No 2 (2017): JCEBET SEPTEMBER
Publisher : JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.408 KB)

Abstract

Serbuk kayu adalah limbah yang diperoleh dari hasil penggergajian kayu yang menggunakan mesin maupun manual. Serbuk gergaji kayu dapat juga digunakan sebagai peredam suara. Pada penelitian ini, limbah kayu dimanfaatkan untuk pengganti sebagian agregat halus yang digunakan pada campuran pembuatan bata ringan. Pada penelitian ini bertujuan membahas tentang karakteristik kedap suara dengan pemanfaatan limbah serbuk gergaji kayu, semen PC, dan pasir sebagai bahan pembentuknya. Pada kajian ini serbuk gergaji kayu yang digunakan adalah berasal dari Sumatera  Utara  dengan  variasi  komposisi  0%,  20%,  dan 30% (massa), sedangkan komposisi material lainnya dibuat tetap. dengan ukuran serbuk kayu yang dipakai 0,25 mm - 2,0 mm  . Untuk pengujian beton peredam suara akan dibuat benda uji berbentuk silinder dengan diameter 11 cm dan tebal 6 cm sebanyak 6 benda uji. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada campuran 30% serbuk gergaji kayu yaitu pada variasi ke-III menunjukkan nilai koefisien serap bunyi terbesar yaitu 0.6832 dengan frekuensi 1000 Hz dengan koefisien absorbsi 0,50% dan dengan kecepatan rambat gelombang bunyi menunjukkan 683,2 m/det. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin besarnya persentase campuran serbuk gergaji kayu maka kemampuan untuk meredam suara semakin besar.

Stabilisasi Tanah Lempung dengan Campuran Pasir Pantai terhadap Nilai CBR

Simanjuntak, Muhammad Rokky A. ( Universitas Medan Area ) , Lubis, Kamaluddin ( Universitas Medan Area ) , Rangkuti, Nuril Mahda ( Universitas Medan Area )

JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 1, No 2 (2017): JCEBET SEPTEMBER
Publisher : JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.371 KB)

Abstract

Perkembangan peradaban manusia telah mengalami kemajuan yang sangat signifikan sejak seribu tahun terakhir, termasuk juga sektor transportasi. Kegiatan manusia didalam memenuhi kebutuhan hidupnya terkadang harus menyebabkan melakukan mobilisasi tanah yang merupakan suatu material pendukung konstruksi jalan yang tersusun dari tiga bahan, yaitu butiran, air dan udara sehingga diperlukan suatu perhitungan matematis didalam mencari nilai daya dukungnya. Susunan ketiga bahan tersebut sangatlah mempengaruhi daya dukung tanah, sehingga perlu melakukan penentuan parameter demi kepentingan analisa. Maksud dari penelitian ini adalah untuk menganalisa nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah lempung dengan penambahan pasir pantai (quarsa) sebagai bahan campuran, mampu untuk menguatkan daya dukung tanah pada lapisan perkerasan tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan pasir pada tanah lempung terhadap nilai California Bearing Ratio (CBR). Adapun penelitian yang dilakukan ini dilakukan dalam 3 variasi, yaitu: 0%, 15%, 30%. Adapun hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 6,803; 10,339; 14,409%. Dari hasil nilai California Bearing Ratio dapat terlihat bahwa penambahan pasir kuarsa pada tanah lempung menunjukan peningkatan nilai California Bearing Ratio pada tanah lempung.

Analisa Nilai Kohesi dan Sudut Geser Tanah Lempung yang Distabilisasi dengan Arang Kayu

Rini, Rini ( Universitas Medan Area ) , Ardan, Melloukay

JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 1, No 2 (2017): JCEBET SEPTEMBER
Publisher : JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.432 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisa nilai kohesi dan sudut geser tanah lempung yang dicampur dengan arang kayu.. Uji kuat geser tanah yang dilakukan adalah kuat geser langsung (direct shear test) dengan persentase penambahan arang kayu sebesar 4%, 6%, 8%, dan 10%. Dari hasil pengujian batas konsistensi tanah yang dicampur dengan arang dapat menurunkan nilai batas cair tanah dan menaikkan batas plastis tanah sehingga indeks plastis tanah menjadi menurun. Hal ini menunjukkan adanya perbaikkan sifat tanah. Sedangkan hasil dari pengujian kuat geser tanah dengan penambahan campuran arang pada tanah lempung nilai kohesi tanah mengalami kenaikkan dan pada sudut geser tanah mengalami penurunan. Hal ini dapat meningkatkan kuat geser tanah lempung. Dengan menambahkan arang sebagai bahan stabilisasi pada tanah lempung yang ditinjau dari kuat geser tanah maka arang dapat digunakan sebagai bahan stabilisasi untuk mengurangi terjadinya keruntuhan pada tanah lempung.

Analisa Struktur Box Girder Jalan Layang Kereta Api Kualanamu

Ridwan, Muhammad ( Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Amir Hamzah, Indonesia )

JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 1, No 2 (2017): JCEBET SEPTEMBER
Publisher : JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.613 KB)

Abstract

Pembangunan jalan layang kereta api sepanjang ± 8 km yang merupakan bagian dari rencana membangun jalur Stasiun Medan-Stasiun Bandara Kualanamu dengan total panjang 27 km merupakan bagian dari rencana pembangunan “Indonesia-sentris” yang tidak lagi terkonsentrasi di Pulau Jawa. Penggunaan beton prategang sangat mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia, khususnya Jalan Layang Kereta Api Kualanamu di kota Medan yang menggunakan box girder dengan tinggi penampang 2400 mm sebagai komponen strukturalnya. Studi kasus beton prategang box girder Jalan Layang Kereta Api Kualanamu dengan bentang 40 meter dibagi dalam 15 (lima belas) segmen yang selanjutnya akan dihubungkan antar segmennya dengan proses stressing (pemberian gaya prategang). Studi ini menjelaskan keefektifan penampang girdernya yang memiliki tendon–tendon internal yang diisi kabel baja strand diameter 12,7 mm berjumlah 60 buah. Selanjutnya, menganalisa persentase kehilangan gaya prategang yang terjadi pada tendonnya akibat perpendekan elastis, gesekan pada tendon, rangkak, susut pada beton dan sebagainya. Semua data yang diperoleh di lapangan, berasal di PT. Wijaya Karya Beton Tbk dan analisa beban dengan metode SNI T-12 2004. Sebagai tambahan diperkenalkan langkah–langkah proses produksi beton prategang box girder, mulai dari penulangan sampai pengecoran di pabrik beton pracetak. Kehilangan gaya prategang yang terjadi sebesar 

Analisis Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang pada Proyek Pembangunan Perhotelan/Apartemen/Kondominium di Jalan Ring Road Medan

Purba, Jesron ( Universitas Medan Area ) , Rangkuti, Nuril Mahda ( Universitas Medan Area ) , Ardan, Melloukey ( Universitas Medan Area )

JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 1, No 1 (2017): JCEBT MARET
Publisher : JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.506 KB)

Abstract

Setiap bangunan sipil seperti gedung, jembatan, jalan raya, terowongan, menara, dan/tanggul dan sebagainya harus mempunyai pondasi yang dapat mendukungnya.Dalam pembangunan yang tanah dasar di bawah bangunan tersebut tidak mempunyai daya dukung (bearing capacity) yang cukup untuk memikul berat bangunan dan beban yang diterimanya atau apabila tanah pendukung yang mempunyai daya dukung yang cukup letaknya sangat dalam, maka biasanya memakai pondasi tiang. Pada umumnya pondasi tiang ditempatkan tegak lurus (vertikal) di dalam tanah, tetapi apabila diperlukan dapat dibuat miring agar dapat menahan gaya – gaya horizontal. Untuk mengetahui daya dukung tiang tersebut memenuhi Anda bisa memakai perhitungan daya dukung tiang statis.Daya dukung tiang metode statis yang berasal dari data SPT umumnya dipakai Luciano Dacourt dan Meyerhoff. Namun ini dapat kita bandingkan dengan hasil pengujian PDA test setelah tiang sudah dipancang minimal 14 hari. Apabila nilai daya dukung tiang berdasarkan data SPT lebih kecil dari hasil dari PDA test maka daya dukung tiang dalam pembangunan itu aman.

Pengaruh Penambahan Serat Sabut Kelapa (Cocofiber) terhadap Campuran Beton sebagai Peredam Suara

Zalukhu, Pinter Susanto ( Universitas Medan Area ) , Irwan, Irwan ( Universitas Medan Area ) , Hutauruk, Denny Meisandy ( Universitas Medan Area )

JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 1, No 1 (2017): JCEBT MARET
Publisher : JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.695 KB)

Abstract

Kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan dengan penggunaan material yang berasal dari serat alam sebagai bentuk konservasi energi dan perlindungan lingkungan.Contohnya serat sabut kelapa (cocofiber), Serat Sabut Kelapa adalah salah satu limbah yang belum begitu dimanfaatkan secara maksimal di Indonesia.Padahal jumlah kapasitas serat sabut kelapa yang dihasilkan dari panen kelapa setiap tahunnya di Indonesia cukup besar.Dengan alasan di atas maka perlu dikembangkan penggunaan serat alam yang banyak tersedia di Indonesia ini, agar tidak menjadi limbah yang dibuang begitu saja.Salah satu teknologi dalam memanfaatkan limbah sabut kelapa ini adalah dengan menjadikan serat sabut kelapa menjadi bahan komposit yaitu dengan membuat beton berserat sabut kelapa Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian mengenai parameter-parameter yang berpengaruh terhadap karakteristik dari beton serat ini. kajian terhadap karakteristik akustik beton serat ini memang sudah pernah dilakukan, tetapi merujuk dari pada penelitian-penelitian sebelumnya, menyarankan untuk meneliti serat sabut kelapa untuk campuran beton dengan persentase serat yang digunakan tidak sama dengan persentase yang pernah digunakan sebelumnya, maka perlu dilakukan penelitian ulang/lanjutan.Karateristik akustik diperoleh dengan cara pengujian akustik dengan menggunakan alat impedance tube. Pada pengujian ini dapat diperoleh nilai koefisien absorbsi dengan menggunakan software pendukung impedance tube yaitu DAQ vactory dan HQ control.

Pengaruh Pemadatan Campuran Beton Terhadap Kuat Tekan K 175

Wahyudi, Wahyudi ( Universitas Medan Area ) , Irwan, Irwan ( Universitas Medan Area ) , Nurmaidah, Nurmaidah ( Universitas Medan Area )

JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 1, No 1 (2017): JCEBT MARET
Publisher : JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1375.663 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui mutu beton yang terbaik dari berbagai proses pemadatan yang akan di coba dengan nilai FAS yang sama dengan mutu beton K-175. Perbandingan mutu beton K-175 menggunakan bahan-bahan seperti semen, kerikil, pasir dan air. Faktor Air Semen (FAS) yang dipakai 0,60 dan bahan-bahan yang akan digunakan berasal dari Kota Binjai ,provinsi Sumatera Utara. Sehingga dalam aplikasi di lapangan perlu diperhatikan proses pemadatan yang tepat dan memberikan kekuatan tekan yang paling maksimal terhadap beton. Proses pemadatan yang akan diuji adalah proses pemadatan dengan cara dituang (tanpa pemadatan), proses pemadatan beton dengan cara di rojok dan proses pemadatan beton dengan meja getar. Benda uji pada penelitian ini adalah slinder beton dengan ukuran Ө15cm dimensi 30cm berjumlah 30 sampel .Setelah pengujian dilakukan, didapat perbandingan kuat tekan yang berbeda pada setiap percobaan maka beton yang tanpa pemadatan mempunyai kuat tekan rata-rata sebesar 9,96N/mm², beton dengan pemadatan dirojok kuat tekan rata-rata 24,18N/mm² dan beton dengan pemadatan dengan meja getar kuat tekan rata-rata 21,97N/mm².pemadatan yang menghasilkan kuat tekan terbaik adalah pemadatan dengan dirojok

Hubungan Volume, Kecepatan dan Kepadatan terhadap Kinerja Ruas Jalan

Sanjaya, Yudi ( Universitas Medan Area ) , Lubis, Kamaluddin ( Universitas Medan Area ) , Lubis, Marwan ( Universitas Medan Area )

JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION Vol 1, No 1 (2017): JCEBT MARET
Publisher : JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1140.715 KB)

Abstract

Perilaku pergerakan arus lalu lintas pada suatu ruas jalan dan kemampuan ruas jalan tersebut dalam menampung arus lalu lintas perlu mendapat perhatian khusus bagi perencana jalan, karena akan menyangkut kualitas dan kuantitas pelayanan dari system jaringan jalan yang lebih luas. Karakteristik arus lalu lintas puncak pada pagi hari dan sore hari, secara umum lebih tinggi dan terdapat perubahan komposisi lalu lintas (dengan persentase kenderaan pribadi dan sepeda motor yang lebih tinggi, dan persentase truk berat yang lebih rendah dalam arus lalu lintas). Masalah yang dihadapi daerah kota Medan, juga kota-kota besar dimanapun bukan hanya masalah sosial yang bermacam bentuknya, tetapi juga adalah persoalan lalu lintas yang dihadapi sehari-hari. Persoalan ini bukan masalah tersendiri, karena didalamnya terkandung juga faktor manusia, ekonomi, sarana dan prasarana serta berbagai faktor lainnya yang ada. Untuk mendapatkan volume lalu lintas dalam satuan mobil penumpang (smp), maka data jumlah kendaraan tiap 15 (lima belas) menit yang diperoleh dari hasil survey dikalikan dengan faktor ekivalensi smp untuk tiap jenis kendaraan dan kemudian menjumlahkan nya, maka diperoleh volume lalu lintas total untuk tiap lima belas menit an. Pada analisis ini dilakukan perhitungan volume lalu lintas total tanpa kendaraan tidak bermotor dan volume lalu lintas total termasuk kendaraan tidak bermotor.