Jurnal Arsitektur ARCADE
Published by Universitas Kebangsaan
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746
Architecture Journal A R C A D E is Open Journal System published by Prodi Architecture Kebangsaan University, Bandung. Architectural Journal A R C A D E is, is a peer-reviewed scientific journal, publishing scholarly writings about Architecture and its related discussion periodically. The aims of this journal is to disseminate research findings, ideas, and review in architectural studies SCIENTIFIC AREAS: Building (architecture) and Urban/Regional Study: theory, history, technology, landscape and site planning, behavioral, social and cultural, structure and construction, traditional architecture, criticism, digital architecture, urban design /planning, housing and settlements, and other related discussion Architecture Education and Practice: curriculum/studio development, work opportunities and challenges, globalization, locality, professionalism, code of ethics, project managerial etc. Architectural Journal A R C A D E is published 3 times a year in March, July and November every last date of the month.
Articles 49 Documents
KONSEP PENGEMBANGAN KOTA BANDA ACEH SEBAGAI KOTA WISATA TSUNAMI

Wulandari, Elysa, Safriana, Desi

Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.041 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v1i1.8

Abstract

ABSTRACT: The city of Banda Aceh has experienced several tsunamis that destroy civilization on it. Currently every year tsunami warnings are conducted both national and international scale, both academic and tourism purposes. The warning brings many people who need information about the existence of the city of Banda Aceh from previous times. Therefore it is necessary to extract and study the important objects that describe the past civilization of the city of Banda Aceh, to be realized as part of the space elements of todays city of Banda Aceh. The study was conducted on several important objects from the XVII century on the coast that gave the image of the city of Banda Aceh as a cosmopolitan city and a maritime city. Approach the study by revealing the architectural aspect of the object and the proposed zoning pattern in each object. The results of the discussion appear to present historical stories through replicas of objects and graves that have a place to contemplate as a support facility. The conclusion of the paper provides a theoretical framework on tsunami impact tourism development in the city of Banda Aceh. This paper is considered important as one way of strengthening the self of the Indonesian nation about the disclosure of glory and identity of the past, useful for building the character of the nation. Besides, it is also to open the insight for the government and city development actors in preparing the city of Banda Aceh as a tourist city of the tsunami. Keywords: Banda Aceh City, Tsunami Tourism, Architectural Design  ABSTRAK: Kota Banda Aceh telah mengalami beberapa kali tsunami yang merusak peradaban di atasnya. Saat ini setiap tahun dilaksanakan peringatan tsunami baik skala nasional maupun international, baik tujuan akademik maupun pariwisata. Peringatan tersebut menghadirkan banyak orang yang membutuhkan informasi tentang keberadaan kota Banda Aceh dari masa-masa sebelumnya. Oleh karena itu diperlukan penggalian dan kajian objek penting yang menggambarkan peradaban masa lalu kota Banda Aceh, untuk diwujudkan sebagai bagian elemen ruang kota Banda Aceh masa kini. Kajian dilakukan pada beberapa objek penting mulai dari abad XVII di bagian pesisir yang memberi citra kota Banda Aceh sebagai kota kosmopolitan dan Kota maritim. Pendekatan kajian dengan mengungkapkan aspek arsitektural objek dan usulan pola penataan zona di setiap objek. Hasil pembahasan tampak bahwa menghadirkan cerita sejarah melalui replika objek dan kuburan yang dilengkapi tempat untuk berkontempelasi sebagai fasilitas pendukung. Kesimpulan tulisan memberikan kerangka teoritik tentang pengembangan objek wisata dampak tsunami di kota Banda Aceh. Tulisan ini dirasa penting sebagai salah satu cara penguat jadi diri bangsa Indonesia tentang pengungkapan kejayaan dan identitas masa lalu, berguna bagi membangun karakter bangsa. Disamping itu juga untuk membuka wawasan bagi pemerintah dan pelaku pembangunan kota dalam menyiapkan kota Banda Aceh sebagai kota wisata tsunami.

EVALUASI KEGIATAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PROGRAM PENATAAN LINGKUNGAN BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK) Studi Kasus: Proyek Pembangunan Kali CiberuDesa Ciledug Kabupaten Cirebon

Hidayah, Nur

Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2018
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.638 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v2i1.27

Abstract

Abstract: The concept of community participation in development have started to be introduced by the government since the early 1980s through the term of community empowerment program is currently undergoing a transformation, as the capability and capacity of communities in the participatory process. PLPBK Program is the end of the process improvement program before the program. Where Her goal is to create an empowered society towards a civil and sustainable society. To achieve a sustainable settlement reached three tracks as follows: orientation on behavior change, the orientation of the management by the communities themselves, and Orietasi on inivasi and creativity. Formulation of the problem in this research emphasis on the extent of the involvement of communities in the development process and how successful kegiatantingkat participation development Ciberu River in Ciledug Tengah village the priority areas of development. Keyword: partisifatif, society, Neighborhood Development Abstrak: Konsep partisipasi masyarakat dalam pembangunan sudah mulai dikenalkan oleh pemerintah sejak awal tahun 1980-an melalui istilah pemberdayaan masyarakat program pemberdayaan saat ini mengalami transformasi, seiring kemampuan dan kapasitas masayarakat di dalam proses partisipatif. Program PLPBK adalah program akhir dari proses penyempurnaan program sebelumnya. Dimana tujuan nya adalah menciptakan masayarakat yang berdaya menuju masyarakat yang madani serta berkelanjutan . Untuk mencapai pembangunan permukiman yang berkelanjutan ditempuh 3 jalur sebagai berikut : Orientasi pada perubahan prilaku, Orientasi pada pengelolaan oleh masyarakat sendiri, dan Orietasi pada inivasi dan kreativitas masyarakat. Rumusan masalah pada penelitian ini dititik beratkan pada Evaluasi sejauh mana keterlibatan masayarakat dalam Proses pembangunan serta seberapa besar keberhasilan partisipasi pembangunan Sungai ciberu di Desa Ciledug Tengah yang menjadi kawasan prioritas pembangunan terhadap perubahan prilaku masyarakat sekitar kawasan. Kata kunci: partisifatif ,masyarakat, penataan lingkungan

PENERAPAN VEGETASI PADA BANGUNAN Studi Kasus : Desain Model Asrama Eco-Pesantren

Reiza, Ikhwan, Wibowo, Heru

Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.711 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v1i2.22

Abstract

ABSTRACT : Most pesantren in Indonesia commonly still using a conventional design that separates the residentials with the enviroment surrounding it. That, in turns causing the users to ignore the linkage in between, this becomes the basic reasoning to the writer to come up with a design solution where the building and the enviroment can interact directly without barrier through the usage of vegetations that are placed accordingly in the building itself, such as vertical garden or hidroponics and the systems based on methods, data, and literatures that will be processed to become the basic concept of Eco-pesantren which will be turned into a digital model that can be analyzed about the thermal effects and the lightings on the building itself, this particular case takes a dorminaroty building as a building model. Based on the analysis and the model, it is clear that vegetation technique implemented on the building are able to stabilized temperature inside the room. Aside from being the aestethics element, some variety of vegetation can also become a food source for the users. Keyword : Vegetations, Eco-Pesantren, Functional ABSTRAK : Pada umumnya bangunan pesantren di Indonesia masih menggunakan desain-desain konvensional yang memisahkan antara fungsi hunian dengan lingkungan sekitarnya, sehingga pengguna kurang memperhatikan keterkaitan antara keduanya. Hal ini menjadi dasar pemikiran bagi penulis untuk memberikan solusi desain dimana bangunan pesantren dan lingkungannya dapat berinteraksi secara langsung melalui penerapan vegetasi-vegetasi pada bagian bangunan tertentu secara optimal seperti vertical garden atau instalasi hidroponik beserta sistemnya berdasarkan metoda-metoda, data, dan literatur yang akan diolah menjadi sebuah konsep Eco-pesantren yang akan dibuat pemodelan dan kemudian dianalisa efek thermal dan pencahayaannya menggunakan komputer. dalam kasus ini mengambil bangunan asrama sebagai pemodelan. Berdasarkan hasil analisa dan pemodelan, didapat bahwa teknik vegetasi yang diterapkan mampu menjaga kestabilan suhu dalam ruangan. Selain menjadi elemen estetika, penggunaan jenis tanaman tertentu dapat menjadi sumber konsumsi bagi pengguna. Kata kunci : Vegetasi, Eco-Pesantren, fungsional

PREFERENSI MASYARAKAT DALAM MEMILIH PERUMAHAN BERDASARKAN FASADE Studi Kasus : Perumahan di Kecamatan Baki, Sukoharjo

Soenarto, Argo Utomo, Suprapti, Atik, Murtini, Titien Woro

Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.742 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v1i2.16

Abstract

AbstrakKawasan pinggiran Selatan Kota Surakarta menjadi favorit bermukim didasari kedekatannya dengan pusat Kota Surakarta. Dengan semakin padatnya kawasan pinggiran Selatan Kota Surakarta, pengembang mulai melirik daerah tetangganya, Kabupaten Sukoharjo. Tahun 2000 banyak dibangun perumahan di Kecamatan Grogol dan Baki, Kabupaten Sukoharjo dan menjadi daya tarik masyarakat yang memilih alternatif hunian di kawasan pinggiran Selatan Kota Surakarta.Selama ini pola permintaan masyarakat akan perumahan hanya dikira-kira oleh pengembang dan pemerintah kota. Masing-masing mempunyai persepsi sendiri tanpa didasari preferensi yang jelas. Pengembang lebih berorientasi pada profit/keuntungan, membuat pola sendiri, yang kurang memenuhi keinginan masyarakat. Masyarakat sebagai konsumen hampir tidak pemah dilibatkan langsung, padahal mereka calon penghuni perumahan tersebut. Secara umum, preferensi masyarakat akan perumahan dapat diperoleh jika faktor-faktor internal maupun eksternal yang mendasari pertimbangan pemilihan diketahui. Faktor-faktor tersebut yang menjadi indikator preferensi masyarakat akan perumahan.Melalui survey yang sudah dilakukan, didapat hasil bahwa Mayoritas masyarakat awam akan lebih memilih fasade dengan langgam minimalis dalam preferensinya. Hal ini dipengaruhi trend perumahan saat ini yang selalu memilih langgam minimalis dalam desain rumah, juga dari marketing rumah melalui iklan-iklan di media massa yang menampilkan langgam minimalis dengan pertimbangan lebih laku. Sedikit dari masyarakat yang paham akan desain lebih memilih yang sesuai dengan karakternya. Kata Kunci : preferensi, perumahan, fasade AbstractThe southern suburbs of Surakarta City are favorites to settle based on their proximity to the center of Surakarta. With the increasingly densely populated southern suburbs of Surakarta City, developers began to glance at the neighboring areas of Sukoharjo Regency. In 2000 many built housing in Grogol and Baki Sub-district, Sukoharjo Regency and being the appeal of people who choose residential alternatives in the southern suburbs of Surakarta City.During this time the pattern of community demand for housing is only guess by the developers and the city government. Each has its own perception without a clear preference. Developers are more profit-oriented / profitable, create their own patterns, which less meet the desires of the community. Society as a consumer almost never be directly involved, even though they are prospective residents of such housing. In general, community preferences for housing can be obtained if internal and external factors underlying election considerations are known. These factors are an indicator of peoples preference for housing.Through the survey that has been done, obtained the result that the majority of ordinary people will prefer the fasade with minimalist style in its preference. This is influenced by the current housing trend that always choose the minimalist style in the design of the house, also from home marketing through advertisements in mass media featuring minimalist style with the consideration of more sold. Few of the people who understand the design will prefer to match the character. Keywords: preference, housing, facade

TIPE RUMAH PADA PERMUKIMAN DI LAHAN BASAH TEPIAN SUNGAI: KONDISI FAKTUAL DAN REKOMENDASI

Oktarini, Maya Fitri

Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.264 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v2i2.42

Abstract

Abstract: Settlements development on riverbank wetland degrades the performance of the ecosystem services function. The riverbank Wetland has important ecosystem services that should be conserved. However, in some cities, the development in this area is difficult to avoid. To reduce the damage to the ecosystem services, it is necessary to identify the ideal development according to the ecosystem approach. This study identifies the gap between the factual house type and the ideal type according to the ecosystem approach. The factual home types were identified through field observations, whereas the types of recommendations were identified based on an assessment of the experts. The results indicated that there was a gap of the house types between the factual and the recommendations. Therefore, the planning should adjust the house types between the factual and the recommendation of the ecosystem approach. The settlement planning that equilibrates the community needs and the sustainability of ecosystem services.Keyword: House types, Riverbank, Settlement, Wetland, Ecosystem approach Abstrak: Pembangunan permukiman pada lahan basah tepian sungai menurunkan kinerja dari fungsi layanan ekosistem tersebut. Lahan basah tepian sungai memiliki layanan ekosistem yang penting sehingga seharusnya dikonservasi. Walaupun demikian pada beberapa kota, pembangunan pada kawasan ini sulit dihindari. Untuk mengurangi kerusakan pada ekosistem lahan basah tepian sungai tersebut maka perlu diidentifikasi pembangunan permukiman yang lebih sesuai untuk ekosistem tersebut. Penelitian ini difokuskan untuk mengidentifikasi tipe rumah dengan membandingkan antara kondisi faktual dengan tipe rumah yang rekomendasikan. Tipe rumah faktual diidentifikasi melalui observasi lapangan, sedangkan tipe rekomendasi diidentifikasi berdasarkan penilaian dari para ahli. Hasil identifikasi menunjukkan terdapat kesenjangan tipe rumah antara kondisi faktual dan hasil rekomendasi. Untuk itu, perlu perencanaan tipe rumah yang lebih menyelaraskan antara tipe faktual yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan tipe rekomendas yang melestarikan layanan ekosistem kawasan.Kata Kunci: Tipe rumah, Permukiman Tepian Sungai, Lahan Basah

PERUBAHAN FUNGSI LINGKUNGAN TERBANGUN DI KORIDOR JALAN CIGONDEWAH KOTA BANDUNG

Wijaya, Karto

Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.856 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v1i1.13

Abstract

Abstract:. Cigondewah road corridor is an area that has wide potential especially in the development of tourism trade of Bandung, especially in the leading product sector of textile industri. Home-based economic activities of the industri that has been done since the 1960s has contributed income, especially for residents of Cigondewah area, because labor comes from the residents of the three villages themselves. In early 1997 the Cigondewah area was able to serve as a fabric trading center. This center serves buyers who come from Bandung and surrounding areas. This area in RTRW Bandung City 2013 is environmentally friendly industrial area. The development of this area provides a wide potential especially in its development as an area that has excellent products within the scope of Bandung tourism development plan. This study aims to provide an overview of the facts and phenomena that occur in the Cigondewah Area Bandung. Thus the research method used is qualitative descriptive research. This research is intended to describe or describe the phenomena that exist in the field such as shape, activity, characteristics, changes, relationships, similarities and differences of phenomena so that in this study is not done manipulation only describe according to reality or an existing condition location.Keyword: The changes of Built Environment Function, Corridor Development, EnvironmentAbstrak: Koridor jalan Cigondewah adalah kawasan yang memiliki potensi yang luas terutama dalam pengembanga pariwisata perdaganagn Kota Bandung khususnya pada sektor produk unggulan industri tekstil. Kegiatan ekonomi berbasis home industri yang telah dilakukan sejak tahun 1960-an ini telah memberikan kontribusi pendapatan khususnya bagi penduduk kawasan Cigondewah, karena tenaga kerja berasal dari penduduk ketiga kelurahan itu sendiri. Pada awal 1997 kawasan Cigondewah mampu berperan sebagai sentra perdagangan kain. Sentra ini melayani pembeli-pembeli yang berasal dari Bandung dan sekitarnya. Kawasan ini dalam RTRW Kota Bandung 2013 adalah kawasan industri berwawasan lingkungan. Perkembangan kawasan ini memberikan potensi yang luas terutama dalam pengembangannya sebagai sebuah kawasan yang memiliki produk unggulan dalam cakupan rencana pengembangan pariwisata Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai fakta dan fenomena yang terjadi di Kawasan Cigondewah Kota Bandung. Dengan demikian metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kualitatif. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada di lapangan seperti bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan dan perbedaan fenomena sehingga dalam penelitian ini tidak dilakukan manipulasi hanya menggambarkan sesuai kenyataan atau suatu kondisi eksisting dilokasi.Kata Kunci: Perubahan fungsi lingkungan terbanguan, Perkembangan Koridor, Lingkungan

PROPORSI PADA KARYA DESAIN BANGUNAN TADAO ANDO DALAM KONTEKS GEOMETRI

Hassan, Soraya Masthura, Dafrina, Armelia

Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2018
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1305.318 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v2i1.19

Abstract

Abstract: Proportion is one of the elements in the most basic geometric context in the process of designing an architectural work and is also one of the creativity-triggering instruments for an architect. The proportion concerns the ratio - ratio - of the geometric shape within an architectural composition. This study examines the pattern of proportions by Ando in the process of architecture to create a building, which characterizes the architecture of an Ando during his career. In this research, the content analysis method is used at several stages of research that is in the stage of finding Tadao Ando geometry design concept which is done through the textual study from several written sources and on the study of the intertextual study of the whole research samples in the form of Tadao Andos works. this precedent method will be used in the analysis of the formative study stage, where an analysis of the work drawings such as the floor plan is performed and appears using the general theory of proportion and geometry as the basis for searching for proportions in the geometrical context of Andos works. From the findings the ratio of proportions can be summed up several things: the dimension of length is a multiple or a derivative of the dimensions of width, width: the length where a: (x) a and (x) a: (x) a, x is a multiplier unit (0.5, 1, 1.25, 1.5, 2, 3, and 4) Keywords: Proportion, Geometric, Tadao Ando Abstrak: Proporsi merupakan salah satu elemen dalam konteks geometri yang paling mendasar di dalam proses perancangan suatu karya arsitektur dan juga merupakan salah satu instrumen pemicu kreatifitas bagi seorang arsitek. Proporsi menyangkut perbandingan – rasio – dari bentuk geometri di dalam suatu komposisi arsitektur. Penelitian ini mengkaji pola proporsi yang dilakukan oleh Ando dalam proses berarsitektur guna menciptakan suatu bangunan, yang mencirikan arsitektur seorang Ando selama perjalanan karirnya. Pada penelitian ini, metode analisis isi digunakan pada beberapa tahap penelitian yaitu pada tahap menemukan konsep desain geometri Tadao Ando yang dilakukan melalui kajian tekstual dari beberapa sumber tertulis dan pada kajian intertekstual pendeskrisian secara keseluruhan sampel penelitian yang berupa bangunan-bangunan karya Tadao Ando. motede preseden ini akan digunakan pada analisis tahap kajian formatif, dimana dilakukan analsis pada gambar kerja seperti denah, dan tampak dengan menggunakan teori umum dari proporsi dan geometri sebagai dasar penulusuran untuk menemukan proporsi dalam konteks geometri pada karya-karya Ando. Dari temuan rasio proporsi dapat disimpulkan beberapa hal yaitu: dimensi panjang merupakan kelipatan atau turunan dari dimensi lebar, lebar : panjang dimana a : (x)a dan (x)a : (x)a, x adalah unit kelipatan (0.5, 1, 1.25, 1.5, 2, 3, dan 4) Kata Kunci: proporsi, geometri, tadao ando

KAWASAN TAK LAYAK HUNI PASAR KEUTAPANG ACEH BESAR ( Slum Area dan Solusinya)

Effendi, Amalia

Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2018
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.601 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v2i1.18

Abstract

Abstract:. Indonesia as one of Cities with a large Population has problem in Housing sector. The economic gap between urban nad rural cause urbanitation move ment. If it not handled properly, urbanitation will cause problem in housing and settlement. One of the slums area in Aceh can be seen in Pasar Keutapang. Pasar Keutapang is a traditional market which is consisting of street vendor. Pasar Keutapang located on the edge of Aceh Besar District nearby to Banda Aceh City. That area filled of with poor housing which is do not have a good sanitation. In This research aims to find out the cause of slum area in this arean and how to solve that problem. Research method that use in this research is qualitative method with descriptive approach. Keyword: housing, urbanitation, slums Abstrak: Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk yang besar, maka Indonesia mempunyai masalah dibidang Permukiman. Kesenjangan ekonomi antara kota dan desa memunculkan Urbanisasi. Urbanisasi jika tidak ditangani secara benar, maka akan menimbulkan permasalahan di Bidang Perumahan dan Permukiman. Dalam konteks Aceh, salah satu kawasan kumuh (slum area) dapat dilihat pada Kawasan Pasar Keutapang. Kawasan Pasar Keutapang merupakan pasar tradisonal yang terdiri dari Pedagang kaki lima. Kawasan yang terletak di pinggir kabupaten Aceh Besar yang berbatasan langsung dengan Kota Banda Aceh tersebut dipenuhi rumah yang tidak layak huni dengan sanitasi tidak memenuhi standar sehat banyak terdapat di kawasan tersebut.penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apa penyebab timbulnya permukiman kumuh pada kawasan tersebut, serta bagaimanakah solusi penataan kawasan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif . Kata Kunci: permukiman, urbanisasi, slum area.

PENATAAN DUSUN GERUPUK SEBAGAI KAWASAN WISATA KULINER DAN BAHARI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DENGAN PENDEKATAN COMMUNITY ENGAGEMENT STRATEGY

Harapan, Andi

Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.232 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v1i2.14

Abstract

Abstract:.Dusun Gerupuk of Desa Sukadana, Lombok Island, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, has rich natural resources and a strong local community. The natural resources are seashore, fishery, and food processing. Yet, these potentials have not been properly managed. The people of Lombok – and Indonesia – still do not aware about these natural resources.The research has been conducted to map the various natural resources in Dusun Gerupuk and to redevelop it with sustainable development design approach in order to utilize the potential of this hamlet. This research is a part of a major research on development in Mandalika Special Economic Zone (KPML) which located near of Dusun Gerupuk. Methods used in this research are field research, potential mapping and interviewing local community in Dusun Gerupuk.Keyword: Dusun Gerupuk, local wisdom, community engagement strategy  Abstrak: Dusun Gerupuk merupakan bagian dari Desa Sukadana, yang mempunyai potensi alam dan masyarakat lokal, tetapi belum terolah dengan baik. Salah satu potensi alam yang dimiliki dusun  ini adalah potensi pantai dan pengolahan makanan hasil laut. Sayangnya berbagai ptensi ini belum diketahui oleh masayarakat baik di Lombok, maupun di Indonesia. Untuk itulah riset ini dilakukan untuk memetakan berbagai potensi dan membuat desain Dusun dengan pendekatan yang berkelanjutan dan memanfaatkan potensi dusun tersebut. Tulisan ini merupakan bagian dari riset besar yang dilakukan dalam penataan kawasan Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Adapun metode yang dilakukan untuk riset ini adalah melalui metode gabungan yang menerapkan kajian teori, field research dan mapping terhadap potensi kawasan, serta dilakukan wawancara dan FGD dengan masyarakat di area tersebut.Kata Kunci: Dusun Gerupuk, Kearifan Lokal, Community Engagement Strategy

Kajian Spasial Penempatan Fasilitas Sosial di Pemukiman Padat Kota Bandung: Analisis Space Syntax Studi Kasus : Wilayah Kelurahan Burangrang, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung

Ramadhan, Try, Ramadhan, Gema, Wijaya, Karto, Permana, Asep Yudi

Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.895 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v2i2.58

Abstract

Abstract:. Burangrang Urban Village is one of the densely populated residential areas in the center of Bandung. The density of settlements in the center of the city must be supported by the availability of social facilities to develop the social, economic, and cultural quality of the population. Nevertheless, the residential area still lacks an integrated social facility to accommodate the social activities of the community for the entire settlement. Social facilities have an important role to play in increasing the social values of the population by providing space for interaction. Such social facilities should be located in easily accessible areas to accommodate social interaction for all dispersed community settlements. This paper aims to determine the potential placement of social facilities to strengthen social interaction in the neighborhood of the burangrang urban village. The method used is qualitative method with explorative approach through space syntax analysis, to see the connectivity, integration and level of potential destinations of space that can be achieved by the settlement in the area. The data were taken by non-participant observation and secondary data related to the road network and its achievement from settlement in the area.Keyword: social facilities, housing, space syntax Abstrak: Wilayah Kelurahan Burangrang merupakan salah satu daerah pemukiman padat yang berada di tengah Kota Bandung. Padatnya permukiman di tengah kota tersebut harus didukung oleh ketersediaan fasilitas sosial untuk mengembangkan kualitas sosial, ekonomi, dan budaya penduduk. Meskipun begitu, wilayah pemukiman tersebut masih belum terdapat fasilitas sosial yang terintegrasi untuk mewadahi kegiatan sosial masyarakat untuk seluruh pemukiman tersebut. Fasilitas sosial memiliki peran penting untuk meningkatkan nilai-nilai sosial penduduk dengan menyediakan ruang untuk interaksi. Fasilitas sosial tersebut harus ditempatkan di area yang mudah dijangkau agar dapat mewadahi interaksi sosial untuk semua komunitas di pemukiman yang tersebar. Tulisan ini bertujuan untuk menentukan potensi penempatan fasilitas sosial untuk memperkuat interaksi sosial di lingkungan wilayah kelurahan burangrang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif melalui analisis space syntax, untuk melihat konektivitas, integrasi dan tingkat potensi destinasi ruang yang dapat digapai oleh pemukiman di area tersebut. Data diambil dengan cara observasi non-partisipan dan data sekunder terkait dengan jaringan jalan dan ketercapaiannya dari permukiman di wilayah tersebut.Kata Kunci: fasilitas sosial, pemukiman, space syntax