cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan
ISSN : 2580863X     EISSN : 25977768     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2017)" : 10 Documents clear
PEMBERDAYAAN LANSIA MELALUI USAHA EKONOMI PRODUKTIF OLEH BINA KELUARGA LANSIA (BKL) MUGI WARAS DI KABUPATEN SLEMAN Febriyati, Febriyati; Suyanto, Suyanto
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.327 KB) | DOI: 10.14421/jpm.2017.011-10

Abstract

Data Susenas 2013 menyebutkan 8,05% penduduk Indonesia adalah lansia. Lansia sering dipandang sebagai beban dalam masyarakat. Hal tersebut membuat para lansia tertekan dari segi fisik, psikis, ekonomi, maupun sosial. Permasalahan ini memerlukan penyelesaian dengan pemberdayaan lansia. Di Dusun Blendung, Desa Sumbersari, Kec. Moyudan, Kab.Sleman terdapat kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Mugi Waras yang melakukan pemberdayaan lansia melalui usaha ekonomi produktif. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengkaji tahapan pemberdayaan dan hasil yang dicapai oleh BKL Mugi Waras melalui program usaha ekonomi produktif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Metode pengambilan sampel adalah snowball sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah (1) tahapan pemberdayaan lansia ada 5, yakni penyadaran, identifikasi kebutuhan dan perencanaan, pemilihan alternatif jenis usaha, pelaksanaan kegiatan, pengembanga, serta evaluasi; (2) hasil dari pemberdayaan lansia adalah terpenuhinya kebutuhan sehari-hari lansia dari segi materi, adanya kepuasan batin, dan meningkatnya partisipasi lansia dalam kegiatan BKL Mugi Waras.
PROGRAM PEMBERDAYAAN ‘SEDEKAH POHON PISANG’: PERAN KARANG TARUNA DI DESA GANDRI, LAMPUNG SELATAN Widodo, Ageng
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.573 KB) | DOI: 10.14421/jpm.2017.011-01

Abstract

Pemberdayaan masyarakat identik dengan kegiatan yang bertujuan untuk membentuk, memandirikan dan meningkatkan kemampuan (life skill) masyarakat baik itu dalam tingkatan mikro, mezo maupun makro. Pemberdayaan difokuskan untuk memandirikan masyarakat misalnya dalam masyarakat pedesaan dengan melihat berbagai potensi yang dimilikinya. Desa Gandri merupakan salah satu desa di Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan yang memiliki potensi SDA (Sumber Daya Alam) yang baik hal ini dapat dilihat dengan kondisi tanah dan berbagai tanaman yang tumbuh subur. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan program pemberdayaan masyarakat oleh Karang Taruna di Desa Gandri, Lampung Selatan. Metode penelitian ini dengan menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif dengan responden direkrut melalui Purposive Sampling, yakni Kepala Karang Taruna, Anggota Karang Taruna dan beberapa Tokoh Masyarakat.Adapun hasil penelitian ini menjelaskan tentang tahapan dalam pelaksanaan “sedekah pohon pisang”yaitu: pertama, karang taruna survei dan mendata pohon pisang. Kedua, karang taruna mengukur batas petak. Ketiga, penanaman dan perawatan dan terakhir tahap controlling dan pemanenan. Setelah dana dari sedekah pohon pisang terkumpul dibentuklah bentuk-bentuk pemberdayaan yang berfokus kepada elemen masyarakat yaitu pelatihan ekonomi kreatif fokus kepada kepala rumahtangga dan ibu-ibu. Program Remaja Sehat Berprestasi (RSH) berfokus kepada remaja Desa Gandri dan pelatihan Publik Speaking berfokus kepada anak-anak.
PEMBERDAYAAN DIFABEL MELALUI ASSET BASED APPROACH: STUDI KASUS DI DUSUN PIRING DESA SRIHARDONO KECAMATAN PUNDONG KABUPATEN BANTUL OLEH REHABILITASI TERPADU PENYANDANG DISABILITAS (RTPD) Sholehah, Iffatus
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.401 KB) | DOI: 10.14421/jpm.2017.011-09

Abstract

Pemberdayaan merupakan salah satu strategi pembangunan yang berkenaan dengan memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kreatifitas, termasuk juga pemberdayaan difabel. Strategi dalam pemberdayaan difabel adalah proses di mana difabel diberikan pengetahuan dan pelatihan keterampilan agar lebih mandiri. Penelitian pemberdayaan difabel ini bertujuan untuk menggambarkan pemberdayaan yang diberikan kepada difabel, dalam hal ini di Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (RTPD) yang letaknya di Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana pemberdayaan difabel melalui pendekatan berbasis aset (Asset Based Approach) yang dilakukan oleh Rehabilitasi Terpadu Penyandang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif berdasarkan apa yang ada di lapangan. Instrumen pengumpulan data yaitu dengan wawancara dan observasi yang didukung oleh data kepustakaan. Pemberdayaan difabel ini dianalisis melalui Asset Based Approach. Pendekatan berbasis aset ini merupakan salah satu pendekatan untuk melihat aset atau potensi apa saja yang dimiliki oleh difabel. Maka dari itu, temuan di lapangan menghasilkan bahwa pemberdayaan difabel di RTPD sudah cukup baik. Hal ini dilihat dari beberapa bimbingan dan pelatihan yang diberikan oleh RTPD. 
WARUNG BERES SEBAGAI MODAL SOSIAL MENINGKATKANAN PRODUKTIFITAS EKONOMI UMAT: STUDI PEMBERDAYAAN KOMUNITAS OLEH LEMBAGA AMIL ZAKAT DOMPET DHUAFA JOGJA DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Sriharini, Sriharini; Abu Suhud, Moh
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.025 KB) | DOI: 10.14421/jpm.2017.011-06

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah sosial yang bersifat global yang dihadapi dan menjadi perhatian dunia. Dalam ajaran Islam, untuk mengatasi kemiskinan dan dianggap jitu adalah zakat. Apabila zakat dikelola dengan baik dan pendistribusiannya tepat sasaran maka dapat meningkatkan kesejahteraan umat sehingga bisa mengatasi kemiskinan. Misalkan, salah satu lembaga pengelola dana zakat yang memiliki program pemberdayaan masyarakat adalah Dompet Dhuafa Yogyakarta. Pada lembaga ini telah memiliki bidang yang secara khusus melakukan pengembangan ekonomi dengan konsep Warung Beres—singkatan dari Bersih Enak Sehat. Dengan begitu, artikel ini mendeskripsikan bagaimana konsep, strategi, dan dampak program Warung Beres bagi masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Kerja di Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul. Artikel ini yang ditulis merupakan pengembangan dari metode penelitian kualitatif-studi kasus. Hasil simpulan dalam artikel ini terbagi ke dalam tiga kontens, yaitu (1) konsep Warung Beres adalah upaya pemberdayaan ekonomi bagi para pedagang kali lima khususnya pedagang angkringan melalui pendekatan penerapan prinsip hidup bersih sehat; (2) implementasi program dalam pemberdayaan masyarakat melalui Warung Beres melalui beberapa tahapan kegiatan yang dilalui antara lain: pelatihan usaha angkringan, bantuan modal peralatan usaha, membentuk paguyuban pedagang angkringan “Warung Beres Gunungkidul”; (3) dampak program bagi peningkatan  perekonomian adalah terbangun sikap dan perilaku bisnis angkringan yang berorientasi pada bersih, enak dan sehat, memiliki peralatan usaha yang lebih meningkat, memiliki paguyuban para pedagang angkringan, mendapat kemudahan dalam meminjam modal usaha, dan peningkatan pendapatan. Dari hasil simpulan ini, diharapkan memiliki kontribusi nyata dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan pemberdayaan masyarakat dan menjadi output pengembangan kebijakan pemerintah dalam menyusun program anti-kemiskinan.
ISLAM PROGRESIF DALAM GERAKAN SOSIAL DAWAM RAHARDJO (1942-2016) Dafit, Ahmad
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.399 KB) | DOI: 10.14421/jpm.2017.011-03

Abstract

Fenomena kemiskinan dan ketidakadilan yang masih berlanjut hingga saat ini, membuat banyak tokoh muslim berpikir ulang mengenai pemikiran keislaman. Tokoh Islam Indonesia, salah satu yang serius membincang persoalan ini adalah M. Dawam Rahardjo—selanjutnya Dawam. Berdasarkan soal tersebut, kajian ini fokus pada konsep pemikiran dan implementasi Islam Progresif Dawam dengan menelaah, mengkaji, dan membahas karyanya dengan pendekatan historis-sosiologis. Penelitian ini bersifat deskriptif-analitis dengan metode kualitatif yang diperkuat melalui wawancara mendalam. Hasilnya menunjukkan bahwa pemikiran Dawam bagian dari Islam Progresif. Ia menerima kenyataan dunia modern, seperti pluralisme, liberalisme, dan sekularisme, kemudian merengkuh ketiganya dalam penguatan keberagamaan di masyarakat. Dawam adalah salah satu tokoh Islam yang memiliki andil dalam perubahan sosial. Implementasinya bisa dilihat dari berbagai karya yang concern pada pembaharuan Islam dan pemberdayaan masyarakat. Sikap dan perilakunya, dapat dilihat dalam lembaga yang ia pimpin—LSAF (Lembaga Studi Agama dan Filsafat) dan LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial). Kritiknya atas tatanan ekonomi politik yang tidak adil, diiringi dengan berbagai solusi yang ditawarkan. Gagasan Dawam dalam membendung sistem ekonomi yang merugikan rakyat kecil adalah konsep pembangunan koperasi. Dawam milih jalur civil society, dan menghindari pragmatisme politik. Menurutnya, perjuangan keislaman di jalur politik hanya cenderung mengeksploitasi agama untuk kepentingan sektarian.
PARTICIPATORY LEARNING AND ACTION (PLA) DI DESA TERPENCIL: PERAN LSM PROVISI YOGYAKARTA DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI LUBUK BINTIALO, SUMATERA SELATAN Silmi, Alin Fatharani
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.23 KB) | DOI: 10.14421/jpm.2017.011-05

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pemberdayaan yang dilakukan oleh LSM Provisi Yogyakarta dengan menggunakan metode pemberdayaan Participatory Learning and Action (PLA) dan strategi yang dilakukan oleh LSM tersebut untuk memberdayaan masyarakat desa terpencil. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berdasarkan apa yang terjadi di lapangan, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pengamatan langsung, Focus Group Discussion (FGD) dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling yaitu Manager Project LSM Provisi, Team Leader, dan staff lapangan LSM Provisi, dan masyarakat yang diberdayakan. Lokasi penelitian di Lubuk Bintialo, Kabupaten Musi Banyuasin, Palembang, Sumatra Selatan. Pemberdayaan desa tertinggal ini dianalisis melalui pendekatan dengan menggunakan Participatory Learning and Action (PLA). Pendekatan berbasis partisipasi ini merupakan salah satu metode pemberdayaan yang mengedepankan partisipasi masyarakat dalam suatu proses pemberdayaan. Hasil penelitian ini berdasarkan temuan di lapangan ialah, metode pemberdayaan ini dilakukan dengan cara langsung, yaitu memberikan pengarahan tetapi sekaligus praktek. Ada dua fokus pemberdayaan yang dilakukan kepada masyarakat Lubuk Bintialo, yaitu pemberdayaan berbasis perikanan dan pertanian.
FENOMENA SOCIAL LOAFING DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA BINAAN PMI: STUDI FENOMENOLOGI DALAM PRAKTEK PENGEMBANGAN MASYARAKAT Aminah, Siti
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.546 KB) | DOI: 10.14421/jpm.2017.011-07

Abstract

Social loafing adalah kecenderungan individu untuk memberikan usaha yang lebih sedikit ketika dalam kelompok dibandingkan jika ketika bekerja sendirian. Social loafing diketahui semakin terjadi seiring dengan bertambahnya ukuran kelompok, jika ditotalkan, hasil yang diperoleh dari kerja kelompok justru lebih rendah dari total hasil pekerjaan secara individual. Beban kerja kelompok yang seharusnya dikerjakan bersama-sama dan menghasilkan kualitas ide dan kuantitas ide yang lebih bagus dan banyak malah kebalikannya. Pengamatan peneliti dalam pra penelitian bahwa banyak praktek-praktek kerja kelompok mulai dari kalangan mahasiswa, dosen, lembaga-lembaga yang memiliki sikap social loafing yakni sikap tidak mau berusaha, tidak mau berperan, tidak mau menyumbangkan tenaganya secara maksimal ketika berada dalam group/kelompok. Maka penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi digunakan untuk mengungkap dimensi personal pengalaman subjektif yang terlibat dalam PPM, menggali efek kelompok PPM secara berkelompok pada individu, dampak kelompok pada task performance, dan sikap social loafing pada kelompok PPM tersebut. Hasilnya menggambarkan bahwa tugas PPM antara lain: mengenal masalah-masalah riil di masyarakat, mengidentifikasi dan memecahkannya. Tetapi alam PPM 1 mahasiswa melakukan penyadaran akan potensi dan solusi masalah yang ada di masyarakat. Seiring bertambahnya anggota kelompok, pengaruh sosial akan semakin menurun sebab tuntutan pihak luar terbagi pada banyak target. Arousal reduction atau penurunan semangat. Adanya semangat akan mendorong terjadinya usaha dalam PPM. Anggota PPM yang menganggap input yang mereka berikan tidak terlalu signifikan dalam pencapaian kolektif ternyata mengeluarkan usaha yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang menganggap bahwa peran mereka sangat penting.
ARAL TERJAL MENGHADANG PEREMPUAN: STUDI PENCEGAHAN KEKERASAN BAGI PEREMPUAN OLEH LSM RIFKA ANNISA DI NGALANG, GUNUNGKIDUL Isti, Istiqomah
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.886 KB) | DOI: 10.14421/jpm.2017.011-08

Abstract

Jumlah penduduk di D.I Yogyakarta terus meningkat mempengaruhi peluang dan kesempatan kerja. Kesempatan kerja sempit membuat angka pengangguran tinggi dan menyebabkan kemiskinan. Kemiskinan menjadi salah satu faktor terjadinya kekerasan terhadap perempuan. Gunungkidul merupakan kabupaten yang angka kekerasannya paling tinggi dibanding dengan kabupaten/kota lain se-DIY. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjabarkan peran LSM Rifka Annisa melalui komunitas Ibu di Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul dalam upaya pencegahan kekerasan bagi perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data  berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini antara lain (1) Komunitas Ibu dibentuk tahun 2013 sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap perempuan; (2) ada 3 faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap perempuan yakni kurangnya kesadaran gender, kontruksi budaya patriarki di masyarakat, dan rendahnya pendapatan ekonomi; (3) tindak kekerasan dapat berupa ancaman, paksaan, maupun pembatasan kebebasan di area publik maupun domestik.
DEALEKTIKA PEMIKIRAN DALAM DIALOG ANTAR UMAT BERAGAMA: STUDI KASUS FORUM PERSAUDARAAN UMAT BERIMAN (FPUB) DI. YOGYAKARTA Rifa'i, Afif
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.023 KB) | DOI: 10.14421/jpm.2017.011-04

Abstract

Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) merupakan forum komunikasi antar umat beriman yang digagas oleh para agamawan lintas agama yang bertujuan untuk membangun perdamaian dan persaudaraan sejati dengan menempatkan spiritualitas multikultur sebagai fondasi gerakan. Berdasarkan hal ini, maka penelitian ini menjawab rumusan masalah, sebagai berikut: (1) bagaimana upaya FPUB dalam membangun dialog antar agama di Yogyakarta? (2) apa saja faktor penghambat dalam upaya FPUB membangun dialog antar agama di Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk  mendeskripsikan upaya FPUB dalam membangun dialog antar agama di Yogyakarta dan mengungkapkan apa saja yang menjadi  penghambat dalam upaya FPUB membangun dialog antar agama di Yogyakarta. Informan dalam kajian ini terdiri dari Pemuka/Tokoh pemakarsa FPUB. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Untuk mencapai tujuan tersebut, forum ini mempunyai devisi dan koordinator yang menunjang berbagai kegiatan, yaitu (1) Divisi dialog agama: menyelenggarakan dialog dengan berkunjung ke berbagai tempat ibadah,  padepokan dan balai desa, dialog karya serta bantuan sosial pada daerah yang tertimpa musibah. 2). Divisi Peace Campaign (Kampanye Damai): menyelenggarakan berbagai kampanye damai melalui berbagai aktivitas budaya, doa bersama lintas iman, syawalan antariman, aksi kemanusian dan penyebaran aksi damai melalui media. 3). Divisi Media dan Informasi: menerbitkan majalah suluh untuk menyebarkan gagasan dan kegiatan dialog antar iman yang diselenggarakan oleh FPUB. Hambatan yang dihadapi oleh FPUB dalam membangun perdamaian dan persaudaraan sejati adalah adanya prejudice atau prasangka, baik dari internal maupun eksternal ummat beragama yang  masih menaruh prasangka negatif dan kecurigan terhadap dialog antaragama.
MODEL TRANSISI PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DESA: STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA INDUSTRI KREATIF KERAJINAN BATIK DI DESA KREBET, KABUPATEN BANTUL Al-Kautsari, Mirza Maulana
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.102 KB) | DOI: 10.14421/jpm.2017.011-02

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan proses penyadaran masayarakat yang dilakukan secara transformatif, partisipatif dan berkesinambungan melalui peningkatan kemampuan dan bertujuan untuk menangani berbagai persoalan hidup supaya tercapai cita-cita yang diharapakan. Tujuan penelitiannya adalah untuk mendeskripsikan proses pemberdayaan masyarakat oleh Industri Kerajinan Batik Kayu di Desa krebet. Metode penelitian ini dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan narasumber direkrut dengan cara Purposive Sampling, di mana narasumber utama dipilih sesuai ketegorisasi dari peneliti, yakni Kepala/ketua Industri, Pengrajin Batik dan Pengunjung. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui industri kerajinan batik kayu di Desa Krebet adalah melalui partisipasi masyarakat. Model partisipasi masyarakat sebagai berikut: pengembangan ketrampilan/skill, pemberian pengetahuan, melakukan pendampingan, manajemen tugas pengrajin, peningkatan perekonomian dan pengembangan desa wisata. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10