Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan
ISSN : 25798499     EISSN : 25798510
Jurnal Geografi Edukasi dan Lingkungan (JGEL) ISSN 2579-8499 (print), ISSN 2579-8510 (online) is an national journal in Indonesia published by the Departement of Geography Education, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, concerns with physical geography, human geography, geography techniques, and geography education which releases twice in year (July and January).
Articles 24 Documents
Analisis Ketimpangan Perekonomian Terhadap Tingkat Pendidikan Di Kecamatan Prambanan Anwar, Muhammad Hafidhudin; Ramadani, Mutia Januar; Utomo, Gatot Purbo; Murnawi, Fitria Febri; Rozi, Abdullah Hadiid; Vionilla, Kurnia
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan Vol 2 No 2 (2019): Januari - Juni 2019
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang di Asia Tenggara. Berbagai problematika di Indonesia cukup banyak, salah satunya permasalahan yaitu disparitas (ketimpangan) pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan fenomena ketimpangan perekonomian, serta pengaruhnya terhadap tingkat pendidikan masyarakat di Kecamatan Prambanan. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif untuk mendeskripsikan bagaimana suatu ketimpangan ekonomi itu dapat mempengaruhi tingkat pendidikan. Sampel dari penelitian ini menggunakan persil bangunan di Kecamatan Prambanan, dengan jumlah sampel 1599 persil bangunan. Teknik pengambilan data dengan menggunakan kuisioner, observasi, dan dokumentasi. Variabel penelitian meliputi pendapatan yang  mewakili keadaan perekonomian masyarakat Prambanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 desa di Kecamatan Prambanan, adanya keberagam keadaan perekonomian warga. Desa Pereng memiliki tingkat pendapatan paling tinggi dengan rata rata pendapatan lebih dari Rp. 1.500.000, sedang Desa Randusari memiliki tingkat perekonomian paling rendah yaitu rata rata pendapatan kurang dari Rp.500.000. Keragaman ekonomi tersebut dapat mempengaruhi pendidikan. Faktor-faktor yang membuat ekonomi dan pendidikan saling memengaruhi adalah jumlah penghasilan dan pengeluaran tiap bulan dari tiap-tiap individu. Hasil penelitian membuktikan bahwa meskipun memiliki tingkat pendapatan yang rendah, tapi masyarakat memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan yang tinggi, mereka tetap menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah gratis yang dibiayai oleh negara.
Pemetaan Bahaya dan Kerentanan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau Kusmajaya, Sumardani; Supriyati, Supriyati; Adiputra, Agung; Permadi, M. Galih
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan Vol 2 No 2 (2019): Januari - Juni 2019
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Riau merupakan salah satu wilayah yang tidak pernah luput dari kebakaran hutan dan lahan. Salah satu penyebab kebakaran semakin parah, karena kejadian kebakaran hutan dan lahan terjadi pada ekosistem gambut. Di sisi lain, pemerintah daerah mempunyai kewajiban untuk menyusun, menetapkan, dan menginformasikan peta rawan bencana untuk melakukan perencanaan dan pemadaman dini, apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan. Mengacu Perka BNPB Nomor 2 Tahun 2012, peta bahaya kebakaran hutan dan lahan Provinsi Riau dibuat menggunakan map algebra dan peta kerentanan dibuat secara dasimetrik. Hasil pemetaan menunjukkan daerah yang mempunyai bahaya tinggi adalah Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Rokan Hilir, sedangkan kerentanan tertinggi berada di Kabupaten Kampar dan Kabupaten Indragiri Hilir.
Identifikasi Multi Bahaya di Area Pendidikan Muhammadiyah dengan Metode VISUS di Jakarta Rosyidin, Wira Fazri; Dahlia, Siti; Zahro, Asa Alvi; Pangestu, Adi Riyan; Katami, Muhammad; Najiyullah, Moh Aji
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan Vol 2 No 2 (2019): Januari - Juni 2019
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan di Provinsi DKI Jakarta dengan fokus area sekolah. Jakarta adalah daerah ibukota dengan risiko tinggi terhadap suatu bencana. Jakarta memiliki banyak sekolah, dengan banyak potensi terhadap suatu ancaman dan tingginya elemen berisiko. Sekolah yang menjadi unti analisis yaitu SMP Muhammadiyah 36 Duren Sawit Jakarta Timur dan SMA Muhammadiyah 3 Jakarta Selatan. Unsur yang berisiko di sekolah sebagai analisis adalah manusia, bangunan, kendaraan dan lainnya. Metode yang digunakan VISUS, yaitu Inspeksi Visual untuk Strategi Peningkatan Keselamatan. Metode tersebut merupakan cara mengidentifikasi bahaya di bidang pendidikan untuk keselamatan dengan fokus pada bahaya, kapasitas dan tingkat kerentanan. Analisis pengamatan dilakukan secara visibilitas area fisik, dan fokus penilaian bahaya adalah gempa bumi, banjir, dan kebakaran. Tahapan mengamati adalah mempersiapkan, survei, dan masukan data. Proses survei di sekolah memiliki tiga proses, yaitu mengidentifikasi lokasi, lingkungan sekitar, dan bangunan di dalam dan di luar. Proses identifikasi dilakukan oleh surveyor yang telah mendapatkan sertifikasi dari UNESCO. Para surveyor yang menggunakan dukungan aplikasi VISUS yang dikembangkan oleh UNESCO untuk mengidentifikasi semua item fokus di sekolah. Hasilnya adalah SMP Muhammadiyah 36, dan SMA muhammadiyah 03 merupakan daerah aman terhadap bahaya banjir, dan penurunan daratan. Akan tetapi, potensial terhadap bahaya gempa dan kebakaran. Sekolah belum adanya peringatan dini terhadap bahaya sehingga potensial tingginya risiko.
Kajian Risiko Bencana Kekeringan Di Kabupaten Cianjur Permadi, M.Galih; Adiputra, Agung
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan Vol 2 No 2 (2019): Januari - Juni 2019
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian kekeringan merupakan masalah rutin di Kabupaten Cianjur yang perlu di tanggulangi melalui persiapan dan perencanaan. Penanggulangan kekeringan dapat diumlai dengan kajian risiko bencana, sehingga dapat mengurangi tingginya dampak kerugian. Kajian risiko bencana merupakan penilaian (assessment) pra bencana yang dilakukan dengan metode analisis keruangan melalui pemberian skor pada setiap parameter berdasarkan pada kontribusi relatif terhadap kekeringan. Parameter yang dipergunakan adalah curah hujan, ketersediaan sumber air, penggunaan lahan, jenis tanah dan kemiringan lereng. Hasil analisis menunjukkan wilayah dengan kelas bahaya tinggi seluas 23.263,4 ha, dan wilayah dengan tingkat bahaya sedang seluas 314.145,6 ha. Kekeringan umumnya terjadi di wilayah bagian selatan dan tenggara Kabupaten Cianjur yang lebih dekat ke arah laut. Beberapa faktor yang mempengaruhi adalah topografi wilayah yang tidak terjangkau pasokan air dari pegunungan, dan curah hujan yang lebih rendah dari wilayah utara. Wilayah yang memiliki kerentanan tinggi adalah Kecamatan Cidaun, Kecamatan Takokak, Kecamatan Sukaresmi, dan Kecamatan Naringgul. Keterpaparan menurut jarak dari ibukota kabupaten Cianjur adalah wilayah Karang Tanah sebagai yang terluas, disusul oleh Kecamatan Pacet dan Kecamatan Cibeber.
Peremajaan Permukiman Kumuh Dengan Penerapan Konsep Ecovillage Wibawa, Wardana; Alwin, Alwin
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan Vol 2 No 2 (2019): Januari - Juni 2019
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman kumuh merupakan salah satu masalah yang dapat timbul dalam suatu kota atau kabupaten. Desa Bojongsoang Kabupaten Bandung menjadi salah satu wilayah yang menghadapi masalah pertumbuhan permukiman kumuh. Faktor penyebab kumuhnya permukiman di Desa Bojongsoang yakni akibat aktifitas yang terlalu berlebihan, sehingga menyebabkan lingkungan hunian menjadi tidak sehat dan tidak nyaman untuk ditinggali. Adanya permasalah ini masyarakat berinisiatif melakukan program ecovillage sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan. Tujuan penelitian adalah menerapkan konsep ecovillage di Desa Bojongsoang Kabupaten Bandung. Konsep ecovillage adalah konsep penataan permukiman yang menggunakan prinsip berkelanjutan dengan mengedepankan aspek lingkungan dan berintegrasi dengan dimensi sosial, ekonomi, dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, studi banding, dan observasi objek. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan perbandingan antara hasil observasi objek dengan studi literatur. Hasil yang dicapai  dalam penelitian ini membuktikan bahwa untuk mengatur kawasan permukiman kumuh dapat dilakukan dengan cara peremajaan permukiman, melalui penerapan lima konsep karakteristik ecovillage, sehingga diharapkan dapat menghasilkan permukiman yang bersifat berkelanjutan dan ekologis.
Uji Akurasi Hasil Teknologi Pesawat Udara Tanpa Awak (Unmanned Aerial Vehicle) Dalam Aplikasi Pemetaan Kebencanaan Kepesisiran Meiarti, Rini; Seto, Toshikazu; Sartohadi, Junun
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan Vol 2 No 2 (2019): Januari - Juni 2019
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi perolehan data spasial menggunakan sistem pesawat udara tanpa awak (UAV/Unmanned Aerial Vehicle) menjadi salah satu tekonologi pemotretan udara yang menghasilkan data spasial detil, namun penggunaannya untuk pemetaan khususnya pemetaan kebencanaan masih perlu dikaji lebih mendalam. Tujuan penelitian ialah untuk menguji ketelitian geometrik dan semantik Foto Udara Format Kecil (FUFK) dari teknologi UAV yang ke depannya data akan digunakan sebagai input pemetaan kebencanaan. Ketelitian geometrik (horizontal dan vertikal) diuji dengan membandingkan antara koordinat mosaik ortho dan Digital Terrain Model (DTM) terhadap pengukuran GNSS RTK. Data spasial yang dihasilkan dari teknologi UAV pada penelitian ini mempunyai ketelitian geometrik 0,649 m horizontal dan 1,494 m vertikal sehingga masih dapat digunakan untuk pemetaan skala besar 1:5.000 (Sutanto, 2013). Uji ketelitian semantik dengan nilai NIIRS level 6 menunjukkan bahwa FUFK hasil teknologi UAV ini mampu mempermudah interpretasi objek geografik.
PENGARUH MADDEN JULIAN OSCILLATION TERHADAP KEJADIAN CURAH HUJAN EKSTREM DI PROVINSI JAWA BARAT (STUDI KASUS DI KABUPATEN SUKABUMI) Suhardi, Budi; Saputra, Hadi; Haswan, Leni Jantika
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan Vol 2 No 1 (2018): Juli - Desember 2018
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yaitu salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya curah hujan ekstrem di wilayah Benua Maritim Indonesia (BMI). MJO dikenal sebagai unsur utama pengendali keragaman/variabilitas cuaca dan iklim antar musim kawasan tropis (30 – 60 hari). Osilasi yang dimaksud merupakan gelombang di atmosfer (troposfer) yang disebut dengan Gelombang Kelvin dan gelombang lainnya (Rossby dan Gabungan/Campuran Rossby Gravitasi). Pemicu dan penggerak cuaca buruk berupa giatnya gugusan awan konvektif di skala regional, yang bergerak ke arah timur yang dapat dipantau dengan kondisi medan angin dan liputan awannya (OLR = Outgoing Longwave Radiation). Lokasi penelitian adalah Benua Maritim Indonesia sebagai bagian dari Maritime Continent Equator, dengan focus area yaitu Kabupaten Sukabumi sebagai bagian dari salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Barat. Waktu pengambilan data dari medio Agustus 2017 sampai medio November 2017, dan awal Januari 2018. Akan tetapi, untuk wilayah Sukabumi pendataan data curah hujan dilakukan sejak beberapa tahun ke belakang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terjadinya penjalaran MJO yang berdampak terhadap curah hujan ekstrem di wilayah Indonesia dan khususnya Kabupaten Sukabumi, dan dapat dijadikan sebagai awal dari pola kajian untuk operasional sehari-hari di Stasiun Klimatologi Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah yang terpengaruh MJO antara lain Jampang Kulon, Pelabuhan Ratu, dan Lengkong dengan korelasi positif. Fase MJO kuat yang berpengaruh terhadap hujan ekstrem di wilayah kabupaten Sukabumi terjadi pada bulan Desember sampai Februari.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DENGAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (Studi Komparasi Metode Pembelajaran Geografi Kelas XI IPS SMAN 01 Tanjung Agung Sumatera Selatan) Ratnasari, Dita; Ishaq, Sunaryo; Sya’ban, MB Ali
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan hasil belajar siswa antara penggunaan model pembelajaran Make a Match dengan model pembelajaran Numbered Heads Together Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI IPS. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yaitu quasi eksperimen dengan pendekatan komparatif, yang bertujuan untuk membedakan atau membandingkan hasil penelitian antara dua kelompok penelitian. Pengambilan sampel digunakan dalam penelitian ini adalah cluster sampling, dengan cara dibagi 2 kelas atau kelompok eksperimen. Kelompok pertama dengan jumlah 34 siswa yang akan diberikan perlakuan model pembelajaran Make a Match, dan kelompok kedua dengan jumlah 34 siswa yang akan diberikan model pembelajaran Numbered Heads Together. Hasil penelitian diperoleh bahwa pada materi kompetensi dasar menjelaskan pengertian fenomena bisofer dan menganalisis sebaran hewan dan tumbuhan, pada siswa kelas XI IPS I dan XI IPS II yang menggunakan model pembelajaran Make a Match sebesar 66,32, sedangkan yang menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together sebesar 77,85. Uji hipotesis diketahui bahwa thitung > ttabel. Hal ini berarti ada perbedaan signifikan hasil belajar siswa antara penggunaan Model Pembelajaran Make a Match, dengan Model Pembelajaran Numbered Heads Together.Kata Kunci: Model Pembelajaran Make a Match, Numbered Heads Together, Hasil Belajar GeografiABSTRACTThis study aims to determine difference of outcomes learning student between the using model Make a Match learning, and model Numbered Heads Together On Geography Lesson Class XI IPS. This research using quasi experimental with a comparative approach, to differentiate or compare the results between the two groups research. Technical sampling in this research used cluster sampling is object divided into 2 classes or the experimental group. The first group consist of 34 students, who will be given treatment study model Make a Match, and the second group consist of 34 students who will be given the learning model Numbered Heads Together. The result showed that on material the phenomenon of biosfer and analyzing the distribution of animals and plants, the average28Jurnal Geografi Edukasi dan Lingkungan, Vol. 1, No. 1, Juli 2017:27-35student learning outcomes XI IPS class I and II XI IPS using model Make a Match of 66.32, while those using learning model Numbered Heads Together for 77.85. It known that the result of rsearch thitung> ttabel, and there is a significant difference in student learning outcomes between the use Learning Model Make a Match, and Learning Model Numbered Heads Together.Keywords: Learning Model Make a Match, Numbered Heads Together, Geography Learning Outcomes.
ANALISIS POLA PERMUKIMAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN NEAREST NEIGHBOUR UNTUK KAJIAN MANFAAT OBJEK WISATA DI KECAMATAN PRAMBANAN KABUPATEN KLATEN Yusrina, Farida Nurul; Sari, Meylinda Intan; Pratiwi, Golda C.A.H; Hidayat, Danang Wahyu; Jordan, Edgar; Febriyanti, Dwi
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan Vol 2 No 1 (2018): Juli - Desember 2018
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten merupakan wilayah yang memiliki beberapa obyek wisata. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola permukiman desa pariwisata dan non pariwisata, serta mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang dapat berpengaruh terhadap pola pesebaran permukiman di Kecamatan Prambanan. Teknik pengambilan sampel dalam pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode random sampling. Metode analisis data menggunakan nearest neighbor untuk mengetahui pola permukiman, dan teknik analisis editing, coding dan tabulating untuk mengetahui faktor sosial ekonomi yang berpengaruh terhadap pola permukiman. Hasil penelitian menunjukkan pola permukiman setiap desa di Kecamatan Prambanan memiliki nilai NNR yang bervariasi, dengan nilai terendah 0,4589900 pada Desa Sengon, nilai tertinggi Desa Tlogo dengan nilai 0,787967, dan nilai rata-rata 0,55504. Hal ini dapat di artikan bahwa pola permukiman Kecamatan Prambanan adalah mengelompok, dan terdapat tiga desa yang memiliki nilai NNR tinggi yaitu 0,6-0,7 dengan pola mnyebar. Pola permukiman desa tersebut cenderung menyebar karena di pengaruhi oleh adanya objek wisata. Keadaan sosial ekonomi mempengaruhi pola permukiman yang ada di Kecamatan Prambanan, pada aspek yang berbeda yaitu desa yang memiliki pola permukiman menyebar pendapatan yang didapatkan tergolong tinggi dan manfaat yang diperoleh berupa pendapatan dan pengetahuan. Desa yang memiliki pola permukiman mengelompok pendapatan yang di dapatkan cenderung beragam, serta manfaat yang didapatkan dalam objek wisata yaitu pendapatan, pengetahuan, dan sarana infrastruktur. Kata Kunci: Pola Permukiman, Pariwisata, Sosial Ekonomi, Nearest Neighbor
ANALISIS MORFOMETRI UNTUK MENENTUKAN RISIKO ALIRAN LAHAR GUNUNG GEDE DI KABUPATEN CIANJUR PROVINSI JAWA BARAT Supriyati, Supriyati; Tjahjono, Boedi
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan Vol 2 No 1 (2018): Juli - Desember 2018
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aset penting di sekitar Gunung Gede dan perkembangan pemukiman hingga jarak 6 km dari puncak gunung, memberikan risiko yang tinggi akan dampak bahaya aliran lahar. Pengurangan risiko dampak bencana erupsi Gunung Gede, perlu dilakukan mitigasi bencana dengan mengetahui daerah mana saja yang akan dilalui aliran lahar.  Pembuatan peta bahaya aliran lahar Gunung Gede dibagi menjadi dua kawasan, yaitu daerah proksimal serta daerah medial dan distal yang jauh dari pusat letusan. Metode penilaian bahaya proksimal menggunakan variabel curah hujan, kerapatan aliran sungai (drained density), dan gradien lembah. Penilaian bahaya di daerah medial dan distal, menggunakan variabel morfometri sungai-sungai utama yang mempunyai hulu di DAS-DAS proksimal seperti daya tampung atau kapasitas maksimal lembah yang dihitung melalui volume lembah sungai. Hasil analisis menunjukkan bahwa aliran lahar medial dan distal Gunung Gede di Kecamatan Cugenang dan Kecamatan Cianjur mempunyai risiko sedang-tinggi. Rekomendasi yang dapat diberikan untuk mengurangi risiko aliran lahar melalui mitigasi non-struktural dengan penetapan peraturan, kesadaran masyarakat dan program pendidikan serta modifikasi perilaku. Rekomendasi mitigasi struktural dapat dilakukan dengan cara  membangun tanggul sungai pada daerah yang berpotensi mengalami banjir lahar atau membuat sabo dam, serta meningkatkan kapasitas daya tampung lahar.   Kata Kunci: Morfometri, Aliran Lahar, Risiko  

Page 1 of 3 | Total Record : 24