ARKAVI [Arsip Kardivaskular Indonesia)
ISSN : -     EISSN : -
Articles 19 Documents
Penilaian Tricuspid Aannular Plain Systolic Excursion (TAPSE) pada Pasien Pra dan Pasca Bedah Pintas Koroner

Wijayanti, Santi, Wati, Erna

ARKAVI [Arsip Kardiovaskular Indonesia) Vol 1 No 1 (2016): Arkavi: Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACT   Coronary heart disease (CHD) is one of cardiovascular diseases caused by constriction of coronary artery, due to either the process of atherosclerosis or spasm or the combination of both. One of the coronary heart disease treatments is Coronary Artery Bypass Grafting (CBAG) surgery. It is an alternative therapy to the patients with constriction in some locations of coronary artery (multi vessel) particularly left main coronary artery. Echocardiography observation is required to be done to the patient before and after CBAG surgery in order to evaluate patient's heart condition. Echocardiography observation can assess both ventricles function, wall segmental motion and heart valves condition and diagnose the presence of pericardial effusion. All the time, the left ventricle function received more attention than the right one. In fact, the impact of CBAG surgery to the right ventricle function is decreasing. The assessment of right ventricle systolic function can be done using Right Ventricular Index of Myocardial Performance (RVMPI) Tricuspid Annular Plain Systolic Excursion (TAPSE), Right Ventricular Fractional Area Change (RVFAC), danTissue Doppler tricuspid lateral annular systolic velocity (S′) parameters. Among those echocardiography observation mentioned, right ventricle systolic function assessment using TAPSE is considered quite accurate, easy, affordable, and safe. Thus, it is commonly sed in daily clinic.   Keywords : Coronary, Systolic, Heart, TAPSE   ABSTRAK   Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah penyakit jantung yang disebabkan karena penyempitan arteri koroner, akibat proses aterosklerosis atau spasme atau kombinasi keduanya. Salah satu penanganan PJK adalah Bedah Pintas Koroner. Bedah pintas koroner merupakan terapi pilihan pada pasien dengan penyempitan di beberapa lokasi arteri koroner (multi vessel), terutama yang menyangkut arteri koroner utama kiri (left main coronary artery). Pada pasien pra dan pasca Bedah Pintas Koroner diperlukan pemeriksaan ekokardiografi untuk mengevaluasi  kondisi jantung pasien. Ekokardiografi dapat melakukan penilaian fungsi kedua ventrikel, gerakan segmental dinding, maupun kondisi katup katup jantung dan adanya efusi perikard. Selama ini fungsi ventrikel kiri lebih mendapat perhatian lebih daripada fungsi ventrikel kanan. Padahal dampak bedah pintas koroner terhadap fungsi ventrikel kanan mengalami penurunan. Penilaian fungsi sistolik ventrikel kanan dapat dilakukan dengan menggunakan parameter Right Ventricular Index of Myocardial Performance (RVMPI), Tricuspid Annular Plain Systolic Excursion (TAPSE), Right Ventricular Fractional Area Change (RVFAC), dan Tissue Doppler tricuspid lateral annular ststolic velocity (S′). Diantara beberapa pemeriksaan ekokardiografi tersebut di atas, penilaian fungsi sistolik ventrikel kanan dengan TAPSE dianggap cukup akurat, mudah, murah dan aman, sehingga banyak dipakai dalam kegiatan klinik sehari-hari.   Kata Kunci : Koroner, Sistolik, Jantung, Tapse

Wanita dan Risiko Kardiovaskular

Kholika, Dian

ARKAVI [Arsip Kardiovaskular Indonesia) Vol 1 No 1 (2016): Arkavi: Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACT   Heart disease is the number one cause of death in the world and the third cause of death among fertile women, in this case the heart disease has complicated the process of pregnancy.. Eventhough women's death rates caused by cardiovascular disease has been decreasing, heart disease still play a significant role in pregnant women mortality. Naturally, pregnant woman will experience physiological and anatomical changes in some organ systems due to hormonal changes such as in cardiovascular system. However, it will be a problem if the changes were caused by another factor that leads to cardiovascular disease. Those factors are preeclampsia, intrauterine growth restriction, premature birth, miscarriage and diabetes mellitus. These factors will harden the condition of the pregnant women which eventually will cause morbidity and mortality risk to the mother and the fetus.   Keywords: heart, women, death, cardiovascular   ABSTRAK   Penyakit jantung adalah penyebab kematian nomor satu di dunia dan merupakan penyebab utama ketiga kematian pada wanita usia subur, dalam hal ini penyakit jantung telah mempersulit proses kehamilan. Meskipun angka kematian ibu yang terkait dengan kardiovaskular telah mengalami penurunan namun penyakit jantung masih berperan signifikan dalam mortalitas ibu hamil. Secara alami pada wanita yang sedang hamil akan mengalami perubahan fisiologi dan anatomi pada berbagai sistem organ yang berhubungan dengan kehamilan akibat perubahan hormonal dan salah satu perubahan itu adalah sistem kardiovaskular. Namun akan menjadi masalah ketika hadir faktor lain yang menjadi penyebab kejadian penyakit kardiovaskular. Beberapa faktor tersebut diantaranya adalah faktor preeklampsia, pertumbuhan janin yang terhambat, kelahiran prematur, keguguran, diabetes melitus serta paritas yang tinggi. Faktor-faktor ini akan mempersulit keadaan ibu hamil yang pada akhirnya akan menyebabkan risiko morbiditas dan mortalitas pada ibu dan janinnya.   Kata Kunci : Wanita, Kehamilan, Kematian, Kardiovaskular  

Kehamilan Dengan Penyakit Jantung: Penghalang atau Tantangan

Suraya, Izza

ARKAVI [Arsip Kardiovaskular Indonesia) Vol 1 No 1 (2016): Arkavi: Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACT   The changing of lifestyle on young women  lead to the increasing of their heart disease prevalence. Once upon the time, those women will be pregnant  and bring-changes to their cardiovascular system. Therefore, the pregnancy has probability to worse woman’s heart condition. A systematic review describe about 123 up to 943 per 100,000 childbirth happened to, women with heart disease. Meanwhile, Stangl et.al report that 12.9 % pregnant women with heart disease had suffered with heart abnormalities during their pregnancy. However, that complication can be decreased with pre conception counselling, ante natal care, intrapartum  care, and post partum care.   Keywords : Heart, Pregnancy, Pregnant Women, and Women   ABSTRAK Perubahan gaya hidup menyebabkan prevalensi penyakit jantung pada wanita usia muda meningkat. Pada masanya, wanita tersebut akan memasuki fase kehamilan yang  membuatnya mengalami perubahan pada sistem kardiovaskular. Dengan demikian, kehamilan memiliki peluang memperburuk kondisi jantung wanita tersebut. Hasil systematic review memaparkan bahwa 123 sampai dengan 943 per 100.000 persalinan terjadi pada ibu dengan penyakit jantung. Sementara Stangl dan kawan-kawan melaporkan bahwa sebesar 12, 9 % ibu hamil dengan penyakit jantung mengalami kejadian penyakit jantung selama kehamilannya. Walaupun demikian, komplikasi tersebut dapat diperkecil dengan melakukan pemeriksaan pre konsepsi, selama kehamilan, saat persalinan, dan setelahnya.   Kata Kunci: Jantung, Kehamilan, Ibu Hamil, Wanita

Teknik Penilaian Hipertrofi Ventrikel Kiri pada Pemeriksaan Uji Latih Jantung Beban Dengan Diagnosa Hipertensi

Rizkiawati, Putri, Laksmi, Bety Samara

ARKAVI [Arsip Kardiovaskular Indonesia) Vol 1 No 1 (2016): Arkavi: Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACT   Hypertension is one of the main risk factors of cardiovascular diseases; one of the example is Left Ventricular (LV) Hypertrophy. To identified LV Hypertrophy, non-invasive diagnostic supportive observation can be done. One of them is exercise treadmill test. The test result will depict the Electrocardiogram (ECG) pictures that show the presence of LV Hypertrophy. Furthermore, the assessment techniques using sokolowlyon and cornell methods will be done. Both methods have different appraisal for the ECG result. The research used Descriptive method with case report design, taking a male patient  diagnosed with hypertension in RSUD …... Based on the examination result of the patient, LV Hypertrophy was found on the ECG record. The assessment of LV Hypertrophy was using sokolowlyoncriteria. One of the LV Hypertrophy criteria is the emergence of LV Strain. Left Ventricular (LV) Strain description is similar to ST segment depression (sign of ischaemia) but in LV Hypertrophy case, the emergence of ST depression cannot be concluded as the presence of ischaemia or coronary constriction. In the LV Hypertrophy cases, LV Strain description, which are similar to ST segment depression, are usually appear. However, the emergence of ST segment depression cannot be inferred that there is coronary constriction (ischaemia). In other word, every result suspected DT depression will be meaningless to the LV Hypertrophy criteria.   Keywords: Treadmill, ECG, Left Ventricular Hypertrophy assessment technique   ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko utama penyakit kardiovaskular, salah satunya Hipertrofi Ventrikel Kiri. Untuk mengetahui adanya Hipertrofi Ventrikel Kiri dapat dilakukan pemeriksaan penunjang diagnostik non invasif salah satunya adalah Uji Latih Jantung Beban. Dari hasil ULJB akan terlihat gambaran EKG yang menunjukan adanya Hipertrofi Ventrikel Kiri, dari sanalah dilakukan teknik penilaian dengan metode sokolow lyon dan cornell. Keduanya memiliki penilaian yang berbeda untuk hasil EKG. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan laporan kasus, mengambil satu data pasien yang sudah ada dengan diagnosa hipertensi, di RSUD. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada satu pasien laki-laki, didapatkan adanya Hipertrofi Ventrikel Kiri pada rekaman EKG. Dan penilaian Hipertrofi Ventrikel Kiri dilakukan dengan kriteria sokolow lyon. Salah satu kriteria Hipertrofi Ventrikel Kiri adalah timbulnya Left Ventricular Strain. Gambaran Left Ventricularstrain memang menyerupai depresi segmen ST (adanya iskemi) namun pada kasus HVKi timbulnya gambaran depresi ST tidak dapat disimpulkan adanya iskemik atau penyempitan pada koroner. Pada kasus Hipertrofi Ventrikel Kiri biasanya akan timbul Left Ventricular Strain, gambaran Left Ventricular Strain memang menyerupai depresi segmen ST. Namun pada kasus Hipertrofi Ventrikel Kiri adanya depresi ST tersebut tidak dapat disimpulkan adanya penyumbatan korener (iskemik). Dengan kata lain setiap hasil yang diduga depresi ST tidak akan bermakna pada kriteria Hipertrofi Ventrikel Kiri.   Kata Kunci : Treadmill, EKG, Ventrikel, Jantung  

Delima, Apel, Tomat, dan Penyakit Jantung

Mardhiati, Retno

ARKAVI [Arsip Kardiovaskular Indonesia) Vol 1 No 1 (2016): Arkavi: Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACT   Fruit consumption will decrease cardiovascular heart disease risk. Some fruits have the ability to prevent cardiovascular heart disease namely pome, apple, and tomato. Those fruits are containing antioxidants, especially flavonoid. The working mechanism of bioactive substances contained in the fruits can prevent heart disease. Some of the working mechanisms of bioactive substances are decreasing of blood cholesterol level, preventing blood clotting and preventing plaque deposit on blood vessel. The attempt in introducing and promoting the benefit of fruit forheart disease prevention to society is done continually through many kind of information media so fruits benefit to health can spread widely.   Keywords: Fruit, Heart, Cholesterol, Cardiovascular   ABSTRAK Konsumsi buah akan menurunkan risiko penyakit jantung. Beberapa buah memiliki kemampuan untuk mencegah penyakit jantung. Buah yang memiliki kemampuan mencegah penyakit jantung antara lain delima, apel, dan tomat. Buah-buah tersebut mengandung zat antioksidan, terutama kandungan flavonoid. Mekanisme kerja zat bioaktif yang terkandung dalam buah-buahan dapat mencegah penyakit jantung. Beberapa mekanisme kerja zat bioaktif yang ada antara lain penurunan kadar kolesterol darah, mencegah penggumpalan darah, dan mencegah timbunan plak pada pembuluh darah. Upaya pengenalan dan promosi untuk masyarakat tentang manfaat buah sebagai pencegahan penyakit jantung, dilakukan secara kontinyu melalui berbagai media informasi, sehingga informasi khasiat buah utuk kesehatan semakin luas.   Kata Kunci : Buah, Jantung, Kolesterol,kardiovaskular

Studi Pendahuluan: Perbandingan Fungsi Sistolik Dan Fungsi Diastolik Ventrikel Kiri Pada Pasien Kardiomiopati Dilatasi Dengan Fraksi Ejeksi Kurang Dari 30 % Dan Lebih Dari 30%

Putri, Aufa Safira, Fitriani, Nisha Aulia

ARKAVI [Arsip Kardiovaskular Indonesia) Vol 2 No 2 (2017): Arkavi: Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAK Dilated Cardiomiopathy (DCM) merupakan penyakit pada otot jantung, yang ditandai dengan dilatasi (pelebaran) ruang jantung dan penipisan dinding ventrikel, tanpa disertai penyakit arteri koroner, penyakit jantung katup atau penyakit jantung lainnya. Tatalaksana kardiomiopati dilatatif memerlukan pemeriksaan lanjutan dengan menggunakan alat ekokardiografi, guna menilai fungsi sistolik dan fungsi diastolik ventrikel kiri. Pada penelitian ini menggunakan data sekunder dengan mengambil data dari berkas rekam medis RS. Jumlah pengumpulan data ekokardiografi terdiri dari 10 pasien dengan kardiomiopati dilatatif yang menjalani prosedur pemeriksaan ekokardiografi. Kemudian secara deskriptif dibandingkan fungsi diastolik LV pada kasus kasus dengan fungsi sistolik (Fraksi Ejeksi) LV <30% dan >30%. Hasil penelitian ini menunjukan pasien dengan EF ≥ 30% gangguan relaksasi (derajat 1) terdapat pada 60%,  20% memiliki gangguan compliance pseudonormal (derajat 2) dan 20%  lainnya dengan gangguan restriktif (derajat 3). Pada pasien dengan EF < 30% gangguan relaksasi (derajat 1) hanya terjadi pada 20% kasus, sedangkan gangguan restriktif (derajat 3) teriadi pada 80% kasus. Dapat disimpulkan bahwa pasien Kardiomiopati dilatatif dengan EF < 30% lebih banyak mengalami gangguan disfungsi diastolik restriktif (derajat 3-4), sedangkan pada pasien dengan EF ≥ 30% lebih banyak mengalami gangguan disfungsi diastolik gangguan relaksasi (derajat 1). Kata Kunci : DCM, Fungsi Sistolik dan Fungsi Diastolik  

Keberhasilan Ablasi pada Pasien Atrioventricular Reentrant Tachycardia (AVRT)

Elisa, Nursak

ARKAVI [Arsip Kardivaskular Indonesia) Vol 1 No 2 (2016): Arkavi: Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstak Atrioventricular Reentrant Tachycardia (AVRT) adalah penyebab supraventricular tachycardia (SVT) paling umum setelah atrioventicular nodal reentrant tachycardia (AVNRT), yang meliputi 30% dari kasus SVT. AVRT lebih sering terjadi pada usia muda. AVRT merupakan jenis aritmia yang sangat diindikasikan untuk tindakan kuratif dengan ablasi radio frekuensi dengan angka keberhasilan 95% dan risiko komplikasi rendah. Didapatkan data sampel sebanyak 9 pasien yang positif AVRT, penderita perempuan sebanyak 5 pasien dan laki-laki sebanyak 4 pasien. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien dengan jaras tambahan di left free wall sebanyak 7 pasien (77,78%) dengan keberhasilan ablasi sebanyak sebanyak 7 pasien, jaras tambahan septal sebanyak 2 pasien (22,2%) dengan keberhasilan sebanyak 1 pasien. Lokasi jaras tambahan left side free wall sering ditemukan dibandingkan dengan lokasi jaras tambahan lain seperi septal, right free wall, dan epikardium. Keberhasilan ablasi pada jaras tambahan kiri sangat tinggi. Kata Kunci : Supraventricular Tachycardia (SVT), Atriventricular Reentrant Tachycardia (AVRT), Ablasi   

Gambaran Angiografi pada Penyumbatan Pembuluh Darah Koroner Pasien Usia Muda

Raisa, Difa

ARKAVI [Arsip Kardivaskular Indonesia) Vol 1 No 2 (2016): Arkavi: Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstak Penyakit jantung koroner tidak saja ditemukan pada orang tua saja tetapi pada usia muda pun mulai terjadi. Saat ini orang-orang muda pun memilki risiko penyakit jantung koroner sama besarnya dengan oran tua. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran angiografi penyempitanpembuluh darah pada usia muda. Metode penulisan adalah deskriptif dengan studi kasus dan studi pustaka. Hasil yang didapatkan dari seorang pasien usia 27 tahun, laki-laki, dengan diagnosa masuk ACS STEMI Anterior. Faktor risiko pasien merokok dan riwayat dislipedemia. Angiografi koroner memperlihatkan gambaran total oklusi dipembuluh darah LAD bagian proksimal. Telah dilakukan PCI dengan hasil baik. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah penyakit jantung koroner yang menyerang usia muda mengenai pembuluh darah LAD. Faktor risiko usia muda ini adalah laki-laki, merokok serta dislipedemia. Kata Kunci : Angiografi, Koroner, PJK, usia muda   

Peran Latihan Olahraga Terhadap Pasien Gagal Jantung Dengan Fraksi Ejeksi yang Normal

Purwowiyoto, Sidhi Laksono

ARKAVI [Arsip Kardivaskular Indonesia) Vol 2 No 2 (2017): Arkavi: Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACT Half of the patients with Heart Failure (HF) have a preserved left ventricular ejection fraction (HFpEF). Morbidity and mortality of HFPEF is almost the same as that of HF that reduced ejection fraction, although effective treatment is still unclear. The diagnosis of HFpEF is often very challenging and based on clinical evaluation, echocardiography and other. Exercise training has been shown to improve the quality of life of patients with systolic heart failure, and as an adjunctive therapy of heart failure that recommended by American or European cardiology associations. Most exercise training studies use heart failure patients with decreased ejection fraction, many mechanisms can be studied in looking at improving the quality of life of patients, but data on the role of exercise training for heart failure patients with preserved ejection fractions is still very limited. Keywords : HFpEF, exercise training

Penilaian Pencitraan Doppler Jaringan Ekokardiografi pada Pasien Hipertensi di RSUD Karawang Tahun 2016

Ranika, Anik

ARKAVI [Arsip Kardivaskular Indonesia) Vol 2 No 1 (2017): Arkavi: Arsip Kardiovaskular Indonesia
Publisher : UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Hipertensi adalah tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan tekanan diastolik > 90 mmHg dari Framingham Heart Study mengindikasikan sekitar 90% dari orang yang berumur di atas 55 tahun akan lebih berisiko terkena hipertensi. pengaruh hipertensi sangat besar pada jantung karena meningkatkan afterload sehingga menyebabkan disfungsi sistolik, terjadi peningkatan kebutuhan oksigen dimiokadium dan LVH, kemudian dapat menyebabkan disfungsi diastole.  Penelitian dilakukan pada Juni-Agustus 2016 pada pasien hipertensi. Didapatkan sampel pasien sebanyak 15 pasien hipertensi dengan rata-rata hasil mengalami gangguan fungsi diastolik, penebalan dinding jantung dan penurunan kecepatan s, e dan a. Hasil penelitian yang dilakukan pada 15 pasien hipertensi, membuktikan teori bahwa hipertensi dapat mempengaruhi fungsi diastolik, perubahan dinding jantung dan penurunan kecepatan s. e dan a. Kata kunci : Hipertensi, Ekokardiografi dan Disfungsi Diastol.

Page 1 of 2 | Total Record : 19