cover
Contact Name
Mira Sofyaningsih
Contact Email
mirasn@uhamka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
argipa@uhamka.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan)
ISSN : 25022938     EISSN : 25022938     DOI : -
ARGIPA (Nutrition and Food Archives) is a Scientific Journal that contains research articles, carried out in the field of Clinical Nutrition, Community Nutrition, Management of Food and Food Technology Management Systems.
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 2 No 1 (2017)" : 5 Documents clear
PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN PENGETAHUAN IBU DI DESA SUKASARANA KECAMATAN KARANG TENGAH, CIANJUR, JAWA BARAT Asiah, Nur
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran akan pemberian ASI semakin berkurang dan sering diabaikan oleh ibu-ibu.Masyarakat masih khawatir apabila yang diberikan pada bayi tidak mengenyangkansehingga pemberian ASI ditambah dengan susu formula ataupun air putih bahkanpemberian makanan pendamping ASI sebelum 6 bulan. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 6-12 bulan dan karakteristikserta pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif di Desa Sukasarana KecamatanKarang Tengah, Cianjur, Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakandesain cross sectional. Jumlah responden sebanyak 235 orang. Analisis data dilakukansecara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square dengan alpha < 0,05. Hasilpenelitian menemukan ibu yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 145 orang (62,2%).Ibu yang berumur <20 dan >35 yang memberikan ASI lebih sedikit yaitu sebesar31,03%, daripada ibu yang berumur 20-35 (68,97%). Ibu yang berpendidikan SMAdan PT yang memberikan ASI lebih sedikit (7,59%) daripada ibu yang berpendidikantidak sekolah, SD dan SMP (92,41%). Persentase pemberian ASI eksklusif pada ibuyang tidak bekerja lebih besar (94,48%) dibandingkan pada ibu yang bekerja (5,52%).Ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif pada ibu dengan pengetahuan rendah lebihbesar (53,33%) dibandingkan pada ibu yang berpengetahuan tinggi (46,67%). Umur ibu,pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan pengetahuan ibu secara statistik tidak berhubungandengan pemberian ASI eksklusif (p> 0,05). Walaupun demikian, terlihat bahwa ibuyang memberikan ASI eksklusif lebih banyak pada ibu yang berpengetahuan tinggi.Peningkatan pengetahuan tentang ASI eksklusif dan manfaatnya sangat penting untukdiberikan pada ibu-ibu dan calon ibu. Sehingga mereka sudah berniat sejak awal untukmemberikan ASI eksklusifnya kepada bayi mereka.
ESTIMASI KERUGIAN EKONOMI AKIBAT GIZI BURUK PADA BALITA DI BERBAGAI KABUPATEN/KOTA DI LUAR PULAU JAWA DAN BALI Yuliana, Indah; Martianto, Drajat; Marliyati, Sri Anna
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan estimasi besarnya kerugian ekonomiakibat gizi buruk pada balita di berbagai kabupaten/kota di luar Pulau Jawa dan Bali.Penelitian ini dilakukan dengan mengolah dan menganalisis data sekunder yang terdiridari prevalensi gizi buruk balita dari Riskesdas 2007, data demograf penduduk, PDRB(Produk Domestik Regional Bruto) dan tingkat kemiskinan. Sampel dalam penelitianini sebanyak 314 kabupaten/kota di luar Pulau Jawa dan Bali. Pengolahan dan analisisdata dilakukan di Bogor dari bulan Mei sampai Juli 2010. Hasil studi menunjukkanbahwa semakin tinggi tingkat kemiskinan, maka prevalensi gizi buruk semakin tinggi.Di samping itu, semakin tinggi PDRB maka prevalensi gizi buruk semakin rendah.Hasil studi juga menunjukkan bahwa kerugian ekonomi akibat gizi buruk pada balitaberkisar antara 0,1% PDRB sampai 0,45% PDRB (r = 5%) dan berkisar antara 0,11%PDRB sampai 0,51% PDRB (r = 10%). Wilayah dengan kerugian ekonomi tertinggiadalah Kabupaten Mimika, Papua dan terendah adalah Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
ANALISIS ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN INSIDEN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PENDUDUK USIA 25-44 TAHUN DI BOGOR (STUDIKOHOR PTM BALITBANGKES 2011-2014) Uyun, Lia Nur; Rahayu, Leni Sri
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab nomor satu kematian akibatpenyakit tidak menular (PTM), baik di Indonesia maupun di dunia. PJK memilikibeberapa faktor risiko, salah satunya asupan makan yang tidak baik. Penelitianini bertujuan untuk menganalisis asupan makan pada insiden PJK subjek laki-lakidan perempuan usia 25-44 tahun di Bogor. Desain penelitian ini adalah studi kohorprospektif menggunakan data studi kohor PTM Badan Penelitian dan PengembanganKesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pengambilansampel dengan teknik purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini adalahanalisis univariat. Jumlah responden sebanyak 1587 subjek. Insiden PJK sebesar 1,20%dengan insiden pada perempuan ditemukan sebesar 1,22%, lebih besar dibandingkandengan laki-laki yaitu 1,14%. Sebagian besar penderita PJK berumur 40-44 tahun. Polamakan penderita PJK belum seimbang. Proporsi asupan protein pada laki-laki PJKditemukan sebesar 15,4% dibandingkan dengan asupan energi. Asupan lemak padaperempuan PJK rata-rata mencapai 31,1% dibandingkan asupan energi.
PEMANFAATAN TEPUNG TEMPE DALAM PEMBUATAN COOKIES KAYA PROTEIN DAN SERAT Larasati, Annisa Putri; Safitri, Debby Endayani
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan konsumsi protein dan rendahnya konsumsi serat merupakan salah satupermasalahan gizi dalam masyarakat, terutama pada orang dewasa muda. Salah satusolusi untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu dengan membuat produk makanansumber protein dan serat dengan bahan makanan turunan berupa tepung. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengkaji penggunaan tepung tempe sebagai bahan substitusidalam pembuatan cookies sebagai produk makanan sumber protein dan serat. Taraf yangdigunakan yaitu 70%, 80%, dan 90% tepung tempe yang disubtitusikan pada tepungterigu. Uji organoleptik dengan panelis semi terlatih dilakukan untuk mendapatkanformula cookies terbaik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental rancanganacak lengkap (RAL) dengan satu faktorial dengan dua ulangan. Hasil penelitian iniadalah semakin tinggi substitusi tepung tempe terhadap tepung terigu menghasilkanpenilaian mutu warna, tekstur, rasa dan aroma padacookies menurun dan tingkatkesukaan panelis terhadap warna, tekstur, rasa dan aroma cookies menurun. Berdasarkanpenilaian mutu hedonik produk cookies terpilih dengan substitusi tepung tempe 70%memiliki warna yang cokelat, tekstur yang agak renyah, rasa yang agak manis danaroma yang agak tidak langu. Produk cookies terpilih dalam 100 gram mengandungenergi 506,8 Kkal, karbohidrat 37,2 gram, protein 23,35 gram, lemak 29,4 gram, danserat pangan 9,98 gram.
KAJIAN PRODUKSI TEPUNG ATC (ALKALI TREATMENT CARRAGEENAN) DI TINGKAT PETANI RUMPUT LAUT DENGAN MENGGUNAKAN PELARUT KOH Kusumaningrum, Indah; Linda, Ony
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumput laut merupakan sumberdaya hayati yang banyak terdapat di Indonesia.Penggunaan rumput laut di Indonesia sebagai sumber pangan masih terbatas. Halini sangat disayangkan karena rumput laut memiliki kandungan senyawa bioaktifyang sangat bermanfaat sekali bagi kesehatan.Pengolahan rumput laut di kalanganpetani rumput laut pun masih sangat terbatas. Selama ini petani rumput laut hanyamengolah rumput laut menjadi bentuk kering saja, belum dibuat menjadi produksetengah jadi berupa Tepung ATC (alkali Treatment Carrageenan). Tujuan penelitian iniadalah mempelajari cara ekstraksi rumput laut yang dapat diterapkan di tingkat petanirumput laut untuk menghasilkan tepung ATC (Alkali Treatment Carrageenan) yangmengandung serat, kalsium, dan yodium alami. Larutan pengekstrak yang digunakanadalahKOHdengan konsentrasi 6%, 7%, dan 8%. Proses ekstraksi rumput laut denganKOH 8% menghasilkan rendemen 32,5%, kadar abu 12,03%, karbohidrat 24,93%, dankalsium 927,15 mg/l tertinggi. Ekstraksi rumput laut dengan KOH 6% menghasilkankadar serat kasar tertinggi, masing-masing sebesar 23,62% dan yodium8,36%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5