ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan)
ISSN : 25022938     EISSN : 25022938
ARGIPA (Nutrition and Food Archives) is a Scientific Journal that contains research articles, carried out in the field of Clinical Nutrition, Community Nutrition, Management of Food and Food Technology Management Systems.
Articles 29 Documents
PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN PENGETAHUAN IBU DI DESA SUKASARANA KECAMATAN KARANG TENGAH, CIANJUR, JAWA BARAT

Asiah, Nur

ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.886 KB)

Abstract

Kesadaran akan pemberian ASI semakin berkurang dan sering diabaikan oleh ibu-ibu.Masyarakat masih khawatir apabila yang diberikan pada bayi tidak mengenyangkansehingga pemberian ASI ditambah dengan susu formula ataupun air putih bahkanpemberian makanan pendamping ASI sebelum 6 bulan. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 6-12 bulan dan karakteristikserta pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif di Desa Sukasarana KecamatanKarang Tengah, Cianjur, Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakandesain cross sectional. Jumlah responden sebanyak 235 orang. Analisis data dilakukansecara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square dengan alpha < 0,05. Hasilpenelitian menemukan ibu yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 145 orang (62,2%).Ibu yang berumur <20 dan >35 yang memberikan ASI lebih sedikit yaitu sebesar31,03%, daripada ibu yang berumur 20-35 (68,97%). Ibu yang berpendidikan SMAdan PT yang memberikan ASI lebih sedikit (7,59%) daripada ibu yang berpendidikantidak sekolah, SD dan SMP (92,41%). Persentase pemberian ASI eksklusif pada ibuyang tidak bekerja lebih besar (94,48%) dibandingkan pada ibu yang bekerja (5,52%).Ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif pada ibu dengan pengetahuan rendah lebihbesar (53,33%) dibandingkan pada ibu yang berpengetahuan tinggi (46,67%). Umur ibu,pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan pengetahuan ibu secara statistik tidak berhubungandengan pemberian ASI eksklusif (p> 0,05). Walaupun demikian, terlihat bahwa ibuyang memberikan ASI eksklusif lebih banyak pada ibu yang berpengetahuan tinggi.Peningkatan pengetahuan tentang ASI eksklusif dan manfaatnya sangat penting untukdiberikan pada ibu-ibu dan calon ibu. Sehingga mereka sudah berniat sejak awal untukmemberikan ASI eksklusifnya kepada bayi mereka.

VITAMIN D PADA KEHAMILAN

Aji, Arif Sabta

ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.132 KB)

Abstract

Defsiensi atau insufsiensi vitamin D termasuk masalah kesehatan masyarakatyang global. Status vitamin D dalam kehamilan mempunyai peran penting terhadapkesehatan ibu dan janin. Selain peran klasiknya dalam metabolisme tulang danmineral dalam tubuh, vitamin D dan gen Vitamin D Receptor (VDR) juga mempunyaiperan penting lain terkait sebagai penstimulasi proliferasi dan diferensiasi kuranglebih 200-300 gen. Hal tersebut banyak mempunyai peran dalam perkembangan janin,membuat vitamin D penting untuk diperhatikan saat kehamilan. Tujuan tinjauanpustaka ini untuk memaparkan lebih jauh bagaimana implikasi terkait vitamin D padastatus kesehatan ibu hamil dan janinnya. Banyak penelitian terkait status 25(OH)Dserum dihubungkan dengan outcome kehamilan seperti reeklampsia (PE), GestasionalDiabetes Mellitus (GDM), proses kelahiran Caesar, kesehatan tulang, kelahiranprematur, pertumbuhan janin terhambat, kecil masa kehamilan, dan berat badanlahir rendah (BBLR). Peningkatan kebutuhan vitamin D meningkat saat kehamilandibanding biasanya. Oleh karena itu, direkomendasikan suplementasi vitamin Duntuk ibu hamil yang defsiensi, yang dosis aman dan efektifnya mencapai 4000 IU/hari. Sumber utama vitamin D yang paling efektif adalah paparan sinar matahariUVB (90%) dan sumber makanan vitamin D (10%). Faktor penentu utama yangmemengaruhi status vitamin D adalah gaya hidup, sikap, dan perilaku masyarakatterhadap paparan sinar matahari (pemakaian tabir surya, pemakaian baju, letakgeografs, sunscreens) dan rendahnya asupan makanan yang mengandung vitaminD. Oleh karena itu, pada perempuan yang menjalani pelayanan antenatal pertamadianjurkan untuk diberi informasi terkait pentingnya peran vitamin D saat kehamilanuntuk kesehatan ibu dan bayinya.

EVALUASI MUTU PROTEIN BISKUIT YANG MEMANFAATKAN BLONDO DAN DIPERKAYA DENGAN TEPUNG IKAN GABUS

Iswahyudi, Iswahyudi, Rimbawan, Rimbawan, Damayanthi, Evi

ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.356 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk menganalisis daya cerna sejati atau true digestibility(TD), biological value (BV), dan net protein utilization (NPU) biskuit. Penelitian inimenggunakan 25 tikus jenis Sprague dawley yang berumur 29-32 hari. Penelitian terbagimenjadi dua tahap, yaitu tahap adaptasi dan tahap intervensi. Tahap adaptasi dilakukanselama 4 hari dengan memberikan ransum standar (AOAC, 1995) dan aquades secaraad libitum. Tahap intervensi dimulai dengan mengelompokkan 25 tikus menjadi 5kelompok, yaitu: kelompok A (ransum biskuit standar), kelompok B (ransum biskuitblondo), kelompok C (ransum biskuit blondo + ikan gabus), kelompok K1 (ransumnon-protein), dan kelompok K2 (ransum kasein). Intervensi dilakukan selama 10 hari.Selama intervensi, ransum yang diberikan, ransum sisa, urin, dan feses dikumpulkandan ditimbang untuk keperluan analisis. Data dianalisis menggunakan Analysis ofVariants (ANOVA). Jika hasil ANOVA berbeda nyata (p<0,05) maka dilanjutkandengan uji Duncan’s dengan selang kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkanbahwa total konsumsi ransum, perubahan berat badan dan Feed Conversion Effciency(FCE) berbeda nyata (p<0,05). Nilai TD, BV dan NPU dari kolompok ransum kasein,biskuit standar, biskuit blondo dan kelompok biskuit blondo + ikan gabus tidakberbeda nyata (p>0,05).

PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) VARIETAS NUSA TENGGARA TIMUR TERHADAP KADAR ALBUMIN DARAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus Strain Wistar) YANG DIBERI DIET NON PROTEIN

Dewanti, Lintang Purwara, Widodo, Aris, Fadhilah, Eriza

ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1572.845 KB)

Abstract

ABSTRAKKurang Energi Protein (KEP) merupakan salah satu bentuk malnutrisi yang merupakan faktor utama (60%) penyebab kematian bayi di bawah lima tahun(balita) di daerah tropis dan subtropis. KEP disebabkan oleh kekurangan makanansumber energi dan protein. Pada kondisi KEP konsentrasi albumin darah berkurangdan tekanan onkotik dalam plasma terganggu sehingga dapat menyebabkan edema.Daun kelor memiliki kandungan protein tinggi yang memiliki potensi terapisuplementasi untuk anak-anak KEP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuipengaruh pemberian tepung daun kelor varietas Nusa Tenggara Timur terhadapkadar albumin darah tikus putih yang diberi diet non protein. Desain penelitianyang digunakan adalah Post Test Only Control Group. Penelitian dilakukan selama93 hari dengan menggunakan 6 kelompok, yaitu K(-) (diet normal), K(+) (diet nonprotein dilanjutkan diet normal), P1, P2, P3, dan P4 (diet non protein dilanjutkandiet normal + tepung daun kelor 180 mg, 360 mg, 720 mg, 1440 mg). Variabel yangdiukur adalah kadar albumin darah dengan menggunakan metode enzimatikcolorimetri. Analisis data menggunakan Oneway ANOVA dilanjutkan dengan PostHoc Duncan. Pemberian suplementasi tepung daun kelor per oral (Moringa oleifera)varietas Nusa Tenggara Timur dapat meningkatkan kadar albumin darah tikusRattus novergicus strain wistar yang diberi diet non protein. Nilai albumin darahnormal diperoleh dari kelompok K(-) (tidak dikondisikan KEP dan tetap menerimadiet normal) sebesar 3,30±0,08 mg/dl. Nilai albumin darah kelompok K(+)(dikondisikan KEP lalu menerima diet normal tanpa penambahan tepung daunkelor) adalah yang paling rendah, yaitu sebesar 2,75±0,30 mg/dl. Hasil penelitianmenunjukkan penambahan tepung daun kelor varietas NTT per oral sebesar 720 mg(P3) pada diet normal tikus yang KEP memberikan pengaruh terbaik bagi kadar albumin darah tikus (3,25±0,17 mg/dl) sebab mendekati kadar albumin darahkelompok tikus non KEP/ kontrol negatif (3,30±0,08 mg/dl). Saran untuk penelitianke depan adalah penggunaan sonde agar dosis kelor yang diasup dapat diketahui secara akurat.Kata kunci: tepung daun kelor, kadar albumin darah, diet non protein.

ESTIMASI KERUGIAN EKONOMI AKIBAT GIZI BURUK PADA BALITA DI BERBAGAI KABUPATEN/KOTA DI LUAR PULAU JAWA DAN BALI

Yuliana, Indah, Martianto, Drajat, Marliyati, Sri Anna

ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.761 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan estimasi besarnya kerugian ekonomiakibat gizi buruk pada balita di berbagai kabupaten/kota di luar Pulau Jawa dan Bali.Penelitian ini dilakukan dengan mengolah dan menganalisis data sekunder yang terdiridari prevalensi gizi buruk balita dari Riskesdas 2007, data demograf penduduk, PDRB(Produk Domestik Regional Bruto) dan tingkat kemiskinan. Sampel dalam penelitianini sebanyak 314 kabupaten/kota di luar Pulau Jawa dan Bali. Pengolahan dan analisisdata dilakukan di Bogor dari bulan Mei sampai Juli 2010. Hasil studi menunjukkanbahwa semakin tinggi tingkat kemiskinan, maka prevalensi gizi buruk semakin tinggi.Di samping itu, semakin tinggi PDRB maka prevalensi gizi buruk semakin rendah.Hasil studi juga menunjukkan bahwa kerugian ekonomi akibat gizi buruk pada balitaberkisar antara 0,1% PDRB sampai 0,45% PDRB (r = 5%) dan berkisar antara 0,11%PDRB sampai 0,51% PDRB (r = 10%). Wilayah dengan kerugian ekonomi tertinggiadalah Kabupaten Mimika, Papua dan terendah adalah Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

EDUKASI GIZI SEIMBANG TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN PADA CALON PENGANTIN DI KOTA PEKANBARU

Alza, Yessi, Fitriani, Fitriani, Atasasih, Hesti, Roziana, Roziana, Khotimah, Husnul

ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.003 KB)

Abstract

ABSTRAKGizi dan makanan tidak saja diperlukan bagi pertumbuhan, perkembanganfsik, mental, dan kesehatan, tetapi diperlukan juga untuk fertilitas atau kesuburanseseorang agar mendapatkan keturunan. Keadaan gizi ibu sebelum konsepsiberpengaruh terhadap pembuahan, kesehatan janin, dan kesehatan ibu. Pertumbuhanjanin dan berat badan anak dilahirkan sangat dipengaruhi oleh status gizi ibu hamil,baik sebelum maupun selama hamil. Ibu dengan status gizi kurang memiliki simpananzat-zat gizi yang tidak cukup untuk menunjang tumbuh kembang janin dan kesehatanibu, akibatnya pertumbuhan janin terhambat, bayi cacat sejak lahir, keguguran danbayi lahir dengan berat rendah (BBLR). Rendahnya status gizi dipengaruhi olehrendahnya pengetahuan mengenai makanan yang bergizi. Suatu perbuatan yangdidasari oleh pengetahuan akan lebih baik daripada perbuatan yang tidak didasarioleh pengetahuan. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untukterbentuknya tindakan seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuipengaruh edukasi gizi terhadap perubahan pengetahuan tentang gizi seimbang padacalon pengantin di Kota Pekanbaru. Penelitian ini bersifat Pre-Eksperimental denganrancangan penelitian one group pre-post test dengan jumlah sampel sebanyak 51 orangyang diambil secara accidental sampling. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan calonpengantin. Analisis data menggunakan teknik paired t test dengan bantuan programSPSS for windows versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yangsignifkan (p-value=0,000) rerata persen pengetahuan gizi responden antara sebelumdan setelah edukasi yakni rerata pengetahuan sebelum diberikan edukasi sebesar 45,9± 13,211% naik menjadi 62,37 ± 15,916%.

ANALISIS ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN INSIDEN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PENDUDUK USIA 25-44 TAHUN DI BOGOR (STUDIKOHOR PTM BALITBANGKES 2011-2014)

Uyun, Lia Nur, Rahayu, Leni Sri

ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.321 KB)

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab nomor satu kematian akibatpenyakit tidak menular (PTM), baik di Indonesia maupun di dunia. PJK memilikibeberapa faktor risiko, salah satunya asupan makan yang tidak baik. Penelitianini bertujuan untuk menganalisis asupan makan pada insiden PJK subjek laki-lakidan perempuan usia 25-44 tahun di Bogor. Desain penelitian ini adalah studi kohorprospektif menggunakan data studi kohor PTM Badan Penelitian dan PengembanganKesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pengambilansampel dengan teknik purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini adalahanalisis univariat. Jumlah responden sebanyak 1587 subjek. Insiden PJK sebesar 1,20%dengan insiden pada perempuan ditemukan sebesar 1,22%, lebih besar dibandingkandengan laki-laki yaitu 1,14%. Sebagian besar penderita PJK berumur 40-44 tahun. Polamakan penderita PJK belum seimbang. Proporsi asupan protein pada laki-laki PJKditemukan sebesar 15,4% dibandingkan dengan asupan energi. Asupan lemak padaperempuan PJK rata-rata mencapai 31,1% dibandingkan asupan energi.

PENGARUH KONSUMSI NASI IR-36 DAN NASI MERAH TERHADAP PROFIL KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES TIPE 2 DI PUSKESMAS KECAMATAN PASAR REBO JAKARTA TIMUR

Rensiansi, Lutfi, Iwaningsih, Sri

ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.515 KB)

Abstract

ABSTRAK Diabetes merupakan penyakit kronik yang dikarakteristikkan denganhiperglikemia sebagai akibat dari gangguan sekresi insulin, kerja insulin ataukeduanya. Seseorang yang sudah terkena diabetes tipe 2 harus dapat melakukankontrol glikemik untuk mencegah timbulnya berbagai komplikasi serius yang dapatberakhir dengan kematian. Kontrol glikemik dapat dilakukan melalui pengaturanmakan. Nasi IR-36 dan nasi merah memiliki nilai indeks glikemik lebih rendahsehingga dapat membantu dalam mencapai kontrol glikemik, namun sayangnyabelum ada penelitian yang membuktikan hal tersebut. Penelitian ini dilakukanuntuk mengetahui pengaruh konsumsi nasi IR-36 dan nasi merah terhadap profilgula darah penyandang penyakit diabetes. Penelitian ini merupakan penelitianeksperimen dengan dua kelompok perlakuan yaitu kelompok nasi IR36 dan nasimerah yang masing-masing kelompok terdapat 16 orang responden. Perekrutanresponden dilakukan secara accidental saat diadakan Prolanis di PuskesmasKecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur. Uji statistik McNemar pada keseluruhanresponden menunjukkan terdapat perbedaan gula darah puasa dan gula darah 2 jampost-prandial. Uji-T tidak berpasangan menunjukkan tidak ada perbedaan guladarah puasa dan gula darah 2 jam post-prandial pada kelompok nasi IR-36 dan nasimerah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini nasi IR-36 dan nasimerah tidak memengaruhi profil kadar gula darah pasien diabetes tipe 2 diPuskesmas Kecamatan Pasar Rebo.Kata kunci: Diabetes, Kontrol glikemik, Profil glikemik, Nasi merah, IR-36 ABSTRACT Diabetes seen as chronical disease which characterised by hyperglicemia as theconsequent of insulin secretional disruption, work of insulin, even both. Suspect of type 2was emphasized to had glycemical contol as to prevented more serious disease which possiblyended up on mortality. Glicemical control could be conducted through meal control. IR-36 and red rice posessing potential as assistance to approached glicemical control, but yet therewas no recent research in showcasing the issue. Therefore, the goal of this research was tofind out the influenced by consuming IR-36 and red rice on sugar blood’s profile of diabetes suspect. This was an experimental study that consisted of two different treatments on IR-36group and red rice group. Each group consisting of 16 respondents. Respondent’srecruitment conducted accidentally at Prolanis event in Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo.McNemar statistical test to all respondents showed that there was difference between fastingsugarbloodand2hourpostprandial-sugarblood.Onotherside,impairableT-testshowedthattherewasnodifferencebetweenfasting-sugarbloodand2hourpostprandial-sugarbloodonIR-36subjectandredricesubject.ConclusionofthisstudywasnoassociationbetweenconsumedbothIR-36andredricewithglycemicprofileofpatientwithtype2diabetes.Keywords: Diabetes, Glycemic control, Glycemic profile, Red rice, IR-36

HUBUNGAN POLA MAKAN, AKTIVITAS FISIK, DAN STATUS GIZI DENGAN PROFIL LIPID PADA PASIEN WANITA MENOPAUSE YANG MENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DI POLIKLINIK JANTUNG RSPAD GATOT SOEBROTO DITKESAD

Parameshwari, Murtikanti, Iwaningsih, Sri

ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.529 KB)

Abstract

ABSTRAKBerlawanan dengan persepsi umum, penyakit jantung koroner ternyatamerupakan penyebab utama kematian pada wanita. Menopause merupakan faktorrisiko penyakit jantung koroner pada wanita yang tidak dapat diubah. Beberapapenelitian mengatakan bahwa menopause dapat memengaruhi profl lipid. Polamakan yang baik, aktivitas fsik yang cukup, dan status gizi yang normal dapatmenjadi pencegahan sekunder bagi penderita penyakit jantung koroner yang biasanyamemiliki profl lipid yang tidak normal. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untukmengetahui hubungan antara pola makan, aktivitas fsik, dan status gizi dengan profllipid pada pasien wanita menopause yang menderita penyakit jantung koroner diRSPAD Gatot Soebroto Ditkesad. Metode penelitian ini adalah cross sectional denganmenggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling dan didapatkan sampelberjumlah 47 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan bermaknaantara pola makan dan status gizi dengan kadar kolesterol total (p=0,024, p=0,001). Adapula hubungan bermakna antara pola makan dan status gizi dengan kolesterol LDL(p=0,024, p=0,001).

PEMANFAATAN TEPUNG TEMPE DALAM PEMBUATAN COOKIES KAYA PROTEIN DAN SERAT

Larasati, Annisa Putri, Safitri, Debby Endayani

ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.212 KB)

Abstract

Penurunan konsumsi protein dan rendahnya konsumsi serat merupakan salah satupermasalahan gizi dalam masyarakat, terutama pada orang dewasa muda. Salah satusolusi untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu dengan membuat produk makanansumber protein dan serat dengan bahan makanan turunan berupa tepung. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengkaji penggunaan tepung tempe sebagai bahan substitusidalam pembuatan cookies sebagai produk makanan sumber protein dan serat. Taraf yangdigunakan yaitu 70%, 80%, dan 90% tepung tempe yang disubtitusikan pada tepungterigu. Uji organoleptik dengan panelis semi terlatih dilakukan untuk mendapatkanformula cookies terbaik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental rancanganacak lengkap (RAL) dengan satu faktorial dengan dua ulangan. Hasil penelitian iniadalah semakin tinggi substitusi tepung tempe terhadap tepung terigu menghasilkanpenilaian mutu warna, tekstur, rasa dan aroma padacookies menurun dan tingkatkesukaan panelis terhadap warna, tekstur, rasa dan aroma cookies menurun. Berdasarkanpenilaian mutu hedonik produk cookies terpilih dengan substitusi tepung tempe 70%memiliki warna yang cokelat, tekstur yang agak renyah, rasa yang agak manis danaroma yang agak tidak langu. Produk cookies terpilih dalam 100 gram mengandungenergi 506,8 Kkal, karbohidrat 37,2 gram, protein 23,35 gram, lemak 29,4 gram, danserat pangan 9,98 gram.

Page 1 of 3 | Total Record : 29