cover
Filter by Year
InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer
ISSN : 20854822     EISSN : 25796089
Program Studi Magister Teknik Elektro UMB menerbitkan Jurnal InComTech sebagai wadah bagi para akademisi, praktisi dan penggiat lainnya dalam bidang telekomunikasi dan computer (Information and Communication Technology/ICT) untuk menerbitkan karya tulisnya. Bidang-bidang yang menjadi bahasan jurnal ini meliputi teknologi, bisnis dan regulasi di bidang ICT, seperti (namun tak terbatas), teknologi IP, Wireless technology, Internet of Things, Microwaves, digital broadcasting, Fiber optik, strategi bisnis ICT, sumber daya manusia ICT, perencanaan bisnis, regulasi NGN, security in ICT, cyberlaw.
Articles
96
Articles
Analisa Perbandingan Tools Ekstaktor Whatsapp Database Crypt12 Menggunakan Metoda Logical Extraction

Akbar, Zulkarnaen, Krisnadi, Iwan

InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Dengan lebih dari 1000 juta pengguna aktif berdasarkan survey 2017 perkembangan ini semakin meningkat setiap tahunnya. Perlu diketahui bahwa WhatsApp mempunyai suatu tabel database yang tersimpan secara rasahsia didalam sistem sistem Android yang selalu update secara realtime. Database ini selau dicadangkan secara otomatis melalui fitur autobackup yang tersimpan berbeda dengan database utama. Database hasil backup ini mempunyai format file .crypt12. File crypt12 ini tidak dapat diakses secara sembarang karena telah dienkripsi oleh apliksi ini.Beberapa penelitian telah banyak membahas tentang WhatsApp forensics diperangkat android dengan menggunakan beberapa medode salah satunya adalah metode “logical Extraction” .Dalam melakukan uji coba forensics muncul permasalahan ketika akan dilakukan uji forensics pengguna aplikasi telah menghapus percakapan yang telah dilakukan ini bertujuan untuk menghilangkan jajak dari pengguna WhatsApp. Didalam kasus ini sebenarnya kita dapat melihat percakapan yang telah dihapus dengan melihat data crypt12 dari WhatsApp dengan cara mendeskripsikan data base tersebut. Ada beberapa tools untuk mendeskripsikan file crypt12. Pada penelitian ini akan membandingkan tools untuk mendeskripsikan file data base WhatsApp. Hasil penelitian menghasilkan dalam menganalisa uji forensics tidak lah cukup hanya mengandalkan tools yang dibandingkan akan tetapi harus melihat database hasil deskripsi. File crypt12 (database backup) dan file asli dalam system pada dasarnya mempunyai isi yang sama, akan tetapi terjadi perbadaan dikarenakan dalam proses backup tidak lah update karena WhatsApp hanya akan membackup setian 24 jam sekali.

Analisis Tekno Ekonomi Perancangan Migrasi 2G/3G ke 4G (LTE)

Chrismanaria, Harry, Kurniawan, Kus Prayoga

InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan informasi dan komunikasi terus berkembang pesat dari waktu ke waktu. Menyebabkan pihak penyedia jasa layanan telekomunikasi seluler dituntut untuk berkembang guna memenuhi keragaman kebutuhan konsumennya Area Kota Bekasi merupakan area dengan prospek akan penggunaan layanan data yang tinggi karena merupakan pusat bisnis, perkantoran, perumahan dan perbelanjaan, sehingga pada area tersebut sangat cocok untuk dibuat analisis perencanaan jaringan migrasi 2G/3G ke 4G LTE. Upaya peningkatan layanan yaitu dengan mengimplementasikan teknologi yang lebih handal dari segi kecepatan akses maupun kapasitas serta ekspansi jangkauan. Teknologi Long Term Evolution(LTE) dapat menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut. Di penelitian ini dianalisa secara teknologi dan ekonomi terhadap implementasi LTE pada jaringan operator XYZ. Model analisa yang digunakan berdasarkan prinsip tekno ekonomi dengan menggunakan metoda capacity and coverage estimation untuk menentukan perancangan teknologi LTE dan metoda DCF untuk menganalisa secara ekonomi dan mengukur kelayakan biaya yang dikeluarkan untuk implementasi LTE tersebut. Ada 3 Skenario untuk simulasi teknoeknomi yaitu Pesimis, Moderat dan Optimis. Dari simulasi skenario yang dilakukan, diperoleh kesimpulan yaitu NPV terbesar diperoleh berdasarkan skenario pertama dengan revenue optimis dengan pencapaian NPV sebesar Rp. 235.743.544.721,24, IRR sebesar 6% , dan waktu balik modal pada tahun ke 4 dan bulan ke 6. Untuk skenario kedua dengan pencapaian NPV sebesar Rp. 65.217.367.323,14, IRR sebesar 10% , dan waktu balik modal pada tahun ke 3 dan bulan ke 6. , diperoleh bahwa kemungkinan nilai NPV akan tetap positif, sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi LTE di wilayah Bekasi adalah layak untuk diimplementasikan.

Survei Penelitian Pengenalan Pola dalam Identifikasi Biometrik

Lionnie, Regina, Alaydrus, Mudrik

InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pengenalan pola memainkan peranan yang penting dalam identifikasibiometrik. Hal ini dikarenakan pengenalan pola dalam identifikasibiometrik membantu pihak berwenang dalam mengungkap identitasseorang kriminal. Pengenalan pola identifikasi biometrik dalam imageprocessing mencakup pengenalan pola wajah, geometri dari sebuahtangan, iris dan retina dari organ mata, sklera mata, pembuluh darah,tanda kulit dan rambut tubuh. Pengenalan pola identifikasi biometrikmembutuhkan metode pengenalan pola yang akurat, pemilihan tahap praproses dan metode klasifikasi yang sesuai. Pada survei paper ini dibahasmengenai beberapa metode tahap pra proses seperti Averaging Filter,Histogram, Desaturation, Binerisation dan Image Alignment. Metodepengenalan pola yang dibahas pada paper ini adalah Gabor Features,Local Binary Pattern, Local Gabor Binary Pattern dan Haar WaveletTransform. Sedangkan metode klasifikasi yang dibahas adalah Euclideandistance, Chi-square distance dan Histogram Matching. Agar dapatmemberikan hasil terbaik, setiap sistem pengenalan pola tidak dapatmenggunakan metode yang sama untuk mengenali pola identifikasibiometrik yang berbeda. Dibutuhkan penelitian dalam penggunaanmetode pra proses, ekstraksi fitur dan klasifikasi untuk setiap identifikasibiometrik yang ingin dikenali polanya.

Studi Parameter Dualband Bandpass Filter Stub Loaded Square Open Loop Resonator

Astuti, Dian Widi, Dermawan, Indra, Alaydrus, Mudrik

InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Filter merupakan bagian penting pada proses penerimaan dan pengiriman informasi baik itu berupa data, suara ataupun gambar. Filter berfungsi untuk menyeleksi frekuensi mana saja yang ingin dilewatkan atau dibuang sehingga penamaan suatu filter, berdasarkan atas fungsi dari filter itu sendiri, salah satunya adalah dualband bandpass filter yang berfungsi untuk melewatkan frekuensi antara f1 sampai f2 dan f3 sampai f4 dan membuang frekuensi di bawah f1, frekuensi antara f2 sampai f3 dan di atas f4. Pada dasarnya dualband bandpass filter merupakan sebuah filter yang memiliki dua buah bandpass filter. Dualband pass filter ini bisa diaplikasikan pada frekuensi uplink dan downlink ataupun pada dua aplikasi frekuensi yang berbeda, misalkan pada GSM 900 dan LTE. Pada penelitian ini dilakukan realisasi suatu filter berbahan mikrostrip pada aplikasi LTE yaitu di frekuensi 1800 MHz dan 2600 MHz. Pada 4G LTE 1800 MHz memiliki frekuensi 1710-1785 MHz untuk uplink dan 1805-1880 MHz untuk downlink, Sedangkan pada frekuensi 2600 MHz memiliki pembagian frekuensi 2500-2570 MHz untuk uplink dan 2620-2690 MHz untuk downlink. Perancangan dualband bandpass filter ini memiliki bentuk square open loop resonator dengan penambahan stub di tengah resonator. Penelitian ini menghasilkan dua buah model dualband bandpass filter. Pada pengukuran kedua prototype dualband bandpass filter tersebut terjadi pergeseran frekuensi tengah dari tiap model, dimana pergeserannya dapat mencapai 73 MHz lebih kecil dari frekuensi tengah asalnya seperti yang terjadi pada model pertama. Diperoleh nilai insertion loss terbaik pada model kedua sebesar 2,195 dB pada frekuensi tengah 1,785 GHz. Begitu juga pada nilai return loss didapat sebesar 33,86 dB pada frekuensi tengah 2,567 GHz.

Analisis Perencanaan Jaringan LTE di Pita Frekuensi 3500 MHz dengan Mode TDD dan FDD

Saputro, Dheni Kuncoro Adri

InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Perkembangan telekomunikasi saat ini mengalami kemajuan yangsangat pesat. kemajuan dalam telekomunikasi ini seiring denganpeningkatan jumlah pengiriman data. Hal ini memicu munculnya erabroadband yang dapat mengatasi masalah pengiriman data yang lebihbesar dengan waktu yang lebih cepat. Teknologi LTE (Long TermEvolution) merupakan salah satu teknologi dari era broadband yangdapat menawarkan kecepatan akses data mencapai 100 Mbps atausekitar 4 kali kecepatan teknologi HSPA+. Salah satu hal yang menjadipermasalahan dalam implementasi LTE di Indonesia adalah alokasifrekuensi. LTE memang memberikan beberapa alternatif alokasifrekuensi yang dapat digunakan seperti 700, 850, 900, 1800, 2100 dan2600 MHz dan dengan lebar pita yang dapat disesuaikan yaitu 5, 10, 15dan 20 MHz. Namun pada pita frekuensi tersebut telah dialokasikanuntuk jaringan lain maka frekuensi 3500 MHz dapat diambil sebagaialternatif untuk penerapan LTE. Dalam perencanaan jaringan LTEdikenal mode FDD dan TDD sebagai akses komunikasi antara jaringan(eNB) ke penerima (UE). Dalam penelitian ini dilakukan pemodelan didaerah pulau Batam yang mewakili karakteristik geografis yangberagam di Indonesia, kemudian melakukan pengukuran pada setiapmode dengan disesuaikan lebar bandwidth berdasarkan throughputmelalui pengukuran uplink throughput dan downlink throughputkemudian parameter coverage melalui pengukuran SINR dan RSRPsehingga diperoleh analisa untuk penerapan frekuensi 3500 MHzsebagai frekuensi alternatif untuk perencanaan jaringan LTE diIndonesia.

Studi Kasus Perebutan Frekuensi 3600-4200MHz Antara Fixed Satellite Service Dan International Mobile Telecommunication Dengan Pendekatan Regulatory Impact Analysis

Setiawan, Bambang, Aksah, Ronny La Ode

InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Jaringan selular generasi baru 5G diklaim akan mempunyai kecepatan akses 20 kali lebih cepat dari jaringan selular 4G pada saat ini. Untuk mengantisipasi kebutuhan frekuensi, maka pada World Radio Communication 2015 (WRC-2015) komunitas International Mobile Telecommunication Advanced (IMT-Advanced) telah meminta kepada International Telecommunication Union (ITU) untuk menambah alokasi frekuensi 3600-4200MHz untuk IMT. frekuensi ini adalah frekuensi Extended-C-Band dan C-Band yang saat ini digunakan oleh Fixed Satellite Services (FSS) sebagai frekuensi Downlink (Space-to-earth). Sementara itu komunitas industri telekomunikasi satelit menentang identifikasi ini karena frekuensi Extended-C-Band dan C-Band ini masih sangat penting bagi industri satelit untuk menopang telekomunikasi satelit terutama pada daerah tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi. Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Direktorat Jenderal SDPPI Kementrian Kominfo sebagai regulator telekomunikasi Indonesia memutuskan untuk tidak mengidentifikasi frekuensi ini sebagai frekuensi IMT. Penelitian ini digunakan untuk meneliti keputusan Pemerintah dengan REGULATORY IMPACT ANALYSIS (RIA) atau dikenal sebagai Analisa Dampak Implementasi Undang-Undang.

Analisis Tekno Ekonomi Kelayakan Migrasi Jaringan 2G/3G ke 4G LTE Pada Frekuensi 900 MHz dan 1800 MHz di DKI Jakarta

Utama, Rangga Yudha

InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tantangan penyediaan jaringan komunikasi nirkabel yang handaldengan kapasitas sistem yang tinggi tidak terlepas dari biaya investasiyang tinggi. Pemanfaatan resource spectrum secara efisien yangsemaksimal mungkin merupakan salah satu solusi untuk mengatasibiaya investasi yang tinggi. Penelitian ini mem-fokuskan pada analisistekno ekonomi implementasi secara co-existance antara jaringan 2G/3Gexisting dan 4G LTE sesuai dengan tingkat prosentase pertumbuhanpelanggan nirkabel layanan data (2015-2019) dengan membandingkanmana yang lebih ekonomis apakah menggunakan resource spektrumfrekuensi di 900MHz atau 1800MHz.Pada penelitian ini model analisa yang digunakan berdasarkan prinsiptekno-ekonomi dengan metoda capacity estimation dan coverageplanning untuk menentukan perancangan teknologi 4G LTE dan metodaDCF untuk menganalisa secara ekonomi dalam mengukur kelayakanbiaya yang dikeluarkan untuk implementasi 4G LTE tersebut denganmemanfaatkan resource spectrum frekuensi secara efisien pada operatorselluler Indosat Ooredoo.Hasil dari penelitian menunjukan bahwa implementasi migrasi jaringan2G/3G ke 4G LTE pada frekuensi 1800MHz menggunakan bandwidth10 MHz dari perhitungan ekonomi menghasilkan hasil yang lebihefisien dan layak untuk di implementasikan. Diperoleh diperoleh nilaiNPV positif sebesar Rp107.749.194.676 dan IRR sebesar 31.07%,dengan nilai Pay Back Period 3 Tahun 6 Bulan. Dibandingkan denganpenggelaran 4G LTE pada frekuensi 900MHz dengan bandwidth 5MHzdiperoleh nilai NPV positif sebesar Rp 61.075.272.890, namun IRRhanya sebesar 1,71% (dibawah suku bunga perbankan), dengan nilaiPay Back Period 4 Tahun 1 Bulan.

Analisa Propagasi Gelombang Continuous Wave Pada Radio Amatir di Frequency 21 MHz

Marzuki, Marza Ihsan, Irawan, Bambang

InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Ionosfer merupakan lapisan atmosfer bumi pada ketinggian ratusan kilometer di atas permukaan laut. Sebagai zantara yang dirambati gelombang electromagnetic, ionosfer berupa plasma, yakni gas yang terdiri atas electron-electron dan ion-ion positif pasangannya dalam keseimbangan dinamik. Ketinggian lapisan ionosfer mempengaruhi besarnya frekuensi yang dapat dipantulkan oleh lapisan ionosfer. Perhitungan dua parameter komunikasi radio HF, yakni frekuensi maksimum dan waktu terbaik untuk berkomunikasi. Dengan menggunakan perumusan Multi Quasi Parabolic tersebut dilakukan perhitungan dengan menggunakan asumsi jari-jari bumi di ekuator yaitu 6378.3888 kilometer, dari hasil analisa tersebut didapat bahwa frekuensi maksimum radio HF bergantung kepada kerapatan electron dan ketinggian (h) lapisan ionosfer serta jarak komunikasi (d), untuk komunikasi radio jarak jauh diperlukan frekuensi yang lebih tinggi dibandingkan komunikasi jarak dekat, untuk komunikasi jarak jauh diperlukan tiang antenna yang lebih tinggi, komunikasi radio pada malam hari lebih rentan terhadap gangguan oleh obyek di sekitar antenna sehingga diperlukan tiang antenna yang lebih tinggi.

Feasibility Analysis of Implementation 3G Macro Additional Sector JABO Area using Techno-Economic Approach

Krisnadi, Iwan, Tanjung, Intan Kumalasari

InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The increasing number of operators, making competition in the telecommunications industry are becoming increasingly stringent. These circumstances spurred operators to compete in achieving the best quality of services. Macro Additional 3G Sector (LTC) Project is one effort of the operator in maintaining the quality of data services. The general philosophy of the design of telecommunications networks are getting the best performance with minimal implementation costs. In this work will be analyzed with the techno-economic approach for the feasibility of the implementation of 3G Macro Additional Sector Project by operator telecommunication in Jakarta. Analysis model used is based on the principle of techno-economic by throughput and number of user approach with bottom-up models, to determine the design of 3G Macro Additional Sector Project, and then measure the feasibility of the costs incurred for the implementation of 3G Macro Additional the Sector Project.

Analisis Jaringan LTE Pada Frekuensi 700 MHz Dan 1800 MHz Area Kabupaten Bekasi Dengan Pendekatan Tekno Ekonomi

Salamah, Ketty Siti

InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Upaya peningkatan layanan yaitu dengan mengimplementasikanteknologi yang lebih handal dari segi kecepatan akses maupun kapasitasserta ekspansi jangkauan. Teknologi Long Term Evolution (LTE) dapatmenjadi jawaban atas kebutuhan tersebut. Pemanfaatan spektrumDigital Dividend dan LTE memungkinkan pembangunan broadbandpaling efisien, khususnya untuk menjangkau wilayah - wilayah yangsulit dijangkau. Implementasi LTE di pita frekuensi Digital Dividendmenyediakan solusi paling ideal untuk mempercepat ketersediaan aksesbroadband yang terjangkau secara universal kepada seluruh masyarakatdalam rangka memenuhi target cakupan dan kapasitas. Model analisayang digunakan berdasarkan prinsip tekno-ekonomi denganmenggunakan metoda capacity and coverage dimensioning untukmenentukan perancangan teknologi LTE. Penelitian ini bertujuanmemberikan gambaran site yang diperlukan untuk penerapan teknologiLTE pada frekuensi 700 MHz dan 1800 MHz. Dan metoda CBA untukmenganalisa secara ekonomi dan mengukur kelayakan biaya yangdikeluarkan untuk implementasi LTE tersebut. Dua skenario yangdigunakan dan dibedakan dengan frekuensi 700 MHz dan 1800 MHzdan bandwidth 5 MHz, 10 MHz, 15 MHz dan 20 MHz. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa minimal bandwidth yang diperlukan agarimplementasi LTE layak digunakan adalah 15 MHz.