cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer
ISSN : 20854822     EISSN : 25796089     DOI : -
Program Studi Magister Teknik Elektro UMB menerbitkan Jurnal InComTech sebagai wadah bagi para akademisi, praktisi dan penggiat lainnya dalam bidang telekomunikasi dan computer (Information and Communication Technology/ICT) untuk menerbitkan karya tulisnya. Bidang-bidang yang menjadi bahasan jurnal ini meliputi teknologi, bisnis dan regulasi di bidang ICT, seperti (namun tak terbatas), teknologi IP, Wireless technology, Internet of Things, Microwaves, digital broadcasting, Fiber optik, strategi bisnis ICT, sumber daya manusia ICT, perencanaan bisnis, regulasi NGN, security in ICT, cyberlaw.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 3 (2015)" : 5 Documents clear
Designing of Hairpin-Line Band Pass filters for DCS, UMTS and LTE-Systems Sayidi, Muhammad; Alaydrus, Mudrik
InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 6, No 3 (2015)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v6i3.1158

Abstract

Bandpass filters are essential components in any wireless systems. They are designed for selecting desired signal from other signals. Especially in crowded frequency spectrums, accurate filter characteristics are required to guarantee the performance of the overall systems. DCS, UMTS and LTE systems are the actual communication systems used by hundred million users. Bandpass filters designed here is based on hairpin line structures and implemented in microstrip technology. The filters are five order Chebychev’s bandpass filters. The center frequency of each system determines the total length of the U-form hairpin structure. The design starts with exploiting the coupling between the resonators. The coupling between two adjacent resonators is determined by the fractional bandwidth of the system and the element value derived from the Chebychev’s approximation. The value of the coupling factor leads to the distance between two adjacent resonators. The simulation results conform to the specifications given in the standards. In general, the measurements verify the simulation. We see worse reflection factors and more insertion loss eventually due to bad soldering of the connectors to the filters. The shifting and width of the pass regions are also observed, which are probably due to the finite accuracy in prototyping the filters.
Analisis Strategi Badan Regulasi di Era Konvergensi Siswanto, Siswanto
InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 6, No 3 (2015)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v6i3.1159

Abstract

Industri telekomunikasi mengalami peningkatan demand data yang sangat signifikan yakni hingga akhir 2011 akan ada 6,07 miliar koneksi melalui seluler di seluruh dunia atau setara dengan 84% penduduk dunia. Pada Juli 2010, jumlah mobile internet sudah mencapai 5 miliar pengguna atau setara dengan 74% populasi, bertumbuh signifikan jika dibandingkan estimasi 2008 yang tercatat 4 miliar atau 64% dari total polulasi. Artinya, kini satu dari tiga penduduk dunia telah online. Konverensi adalah Kemampuan jaringan yang berbeda dalam membawa layanan yang serupa (misal suara melalui IP (VoIP) atau Switched Network, video melalui TV kabel atau ADSL, atau kemungkinan lain, kemampuan untuk memberikan macam layanan dalam satu jaringan tunggal yang disebut “triple play” Selama dua dekade terakhir, sebagian besar pasar telekomunikasi mencapai , banyak dengan titik puncak regulasi meliputi regulator terpisah, kompetitif dan privatisasi pada penelitian ini mengunakan metode benchmark untuk membandingkan badan regulasi dengan negara sampel India, Indonesia, Malaysia, dan Singapura meliputi sisi keefektifan regulator, statistik pertumbuhan ICT. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah :mencari penyebab ketertinggalan pertumbuhan ICT di Indonesia, mengetahui seberapa efektif regulator di Indonesia dibandingkan dengan negara – negara di kawasan ASEAN.
Membangun Private Cloud Computing dan Analisa Terhadap Serangan DoS, Study Kasus SMKN 6 Jakarta Sharif, Johan
InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 6, No 3 (2015)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v6i3.1160

Abstract

Perkembangan Cloud Computing semakin berkembang dan menjadi suatu trend yang banyak digunakan didunia telekomunikasi saat ini. Didunia pendidikan cloud computing menjadi sesuatu yang dibutuhkan untuk mendukung proses belajar mengajar. Bagaimana membangun infrastruktur cloud computing untuk mendukung proses belajar mengajar di SMKN 6 Jakarta, sehingga sistem ini dapat membantu guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Kami menganalisa dan merancang infrasruktur jaringan disekolah untuk dapat menerapkan cloud computing di wilayah lokal sekolah. Kemudian kami membangun sistem dengan membuat server untuk cloud computing yang dapat diakses melalui jaringan kabel dan jaringan wireless. Dengan dapat mengakses server cloud melalui jaringan disekolah diharapkan para Guru dan siswa dapat menggunakan fasilitas yang ada seperti berbagi materi pelajaran, pemberian tugas, mengumpulkan tugas, review tugas dan fasilitas-fasilitas lain yang masih mungkin untuk dapat dikembangkan.Setelah server cloud computing terbangun lalu diuji coba fungsi-fungsinya seperti upload dan download file apakah dapat berjalan dengan baik. Selanjutnya server cloud dipastikan dapat berjalan dengan baik, dimana cloud computing bisa melakukan penambahan user dan hak askse setiap user. langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian dengan melakukan serangan DOS (Denial Of Service).Pengambilan data dilakukan sebanyak 30 kali pengambilan data dengan software wireshark sebagai penangkap aliran data dan analisanya. Sekenario 1 tanpa gangguan DoS diambil data sebanyak 10 kali, sekenario 2 dengan DoS gangguan ke server sebanyak 32000 byte dengan 3 komputer dan terakhir sekenario 3 dengan gangguan DoS sebanyak 65000 byte dengan 6 komputer sebanyak 10 kali.Hasil penelitian menunjukan saat tidak ada serangan DoS server berjalan dengan baik dengan troughput yang besar. Namun setelah dilakukan serangan DoS terjadi penurunan nilai troughput dan semakin besar jumlah serangan maka semaikin menurunkan nilai troughput dari server cloud. Ini menunjukan bahwa server cloud yang telah dibangun masih rentan terhadap serangan DoS.
Studi Eksperimen Pengiriman Sinyal Video Real-Time Dengan Aplikasi Skype Mobile Pada Jaringan Nirkabel 802.11 di Tengah Interferensi Kepadatan Lalu Lintas Manusia Karya, Oki Teguh
InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 6, No 3 (2015)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v6i3.1157

Abstract

Penggunaan mobile phone sebagai alat komunikasi sangat demikian pesat peningkatan pengguna serta beragam jenis fungsi yang terdapat didalamnya. Diantara dari sekian banyak aplikasi yang terdapat pada mobile phone adalah Skype berbasis mobile phone OS yang digunakan untuk telekonferensi. Hal yang tidak bisa dilepaskan dari aplikasi ini adalah dibutuhkannya akses jaringan internet yang mumpuni agar aplikasi ini dapat dirasakan maksimal fungsinya. Wi-fi merupakan salahsatu akses internet yang lazim digunakan masyarakat saat ini. Banyak faktor yang menyebabkan akses pada internet yang tersedia tidak selalu memberikan performa yang terbaik, satu diantaranya adalah interferensi. Pada penelitian ini dilakukan sebuah uji coba berupa transmisi sinyal video secara real-time dengan menggunakan aplikasi pada mobile phone yaitu Skype mobile phone OS. Skype ini dijalankan pada jaringan internet wi-fi, yang dipengaruhi atau diinterferensi oleh kehadiran objek (berupa lalu lintas manusia) di sekitar jaringan tersebut. Wireshark digunakan untuk mendapatkan data keandalan jaringan wi-fi yang digunakan atau dikenal dengan QoS. Pada sisi lain EvalVid digunakan untuk mendapatkan data QoE yang dibatasi hanya mendapatkan data PSNR (Peak Signal to Noise Ratio). Video delay time diperhitungkan sebagai acuan kepuasan end user dalam menggunakan layanan konferensi video. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepadatan karyawan di dalam ruangan dapat memberikan pengaruh terhadap nilai QoS dan QoE jika kepadatan karyawan itu disertai dengan lalu-lintas karyawan di dalam ruangan tersebut. Namun jika kepadatan karyawan tidak disertai dengan lalu-lintas di dalamnya maka kepadatan karyawan itu sendiri tidak memberikan pengaruh pada parameter yang diukur.
Analisa Interferensi Wireless Traffic Light Terhadap Remote Kunci Mobil Fikiansyah, Felki
InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 6, No 3 (2015)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v6i3.1156

Abstract

Lampu lalu lintas atau traffic light di gunakan untuk mengatur kelancaran di setiap persimpangan dengan cara memberikan kesempatan jalan setiap arah dengan cara bergantian .Karena fungsinya begitu penting maka lampu lalu lintas tersebut harus di kendalikan semudah mungkin . Sejalan dengan berkembangnya teknologi wireless sehingga pada saat ini untuk mengontrol setiap lampu sudah menggunakan wireless yang sebelumnya masih menggunakan jaringan kabel bawah tanah. Hal ini sangat memudahkan pemasangan Wireless traffic light tersebut sehingga para kontraktor untuk instalasi di lapangan tanpa harus melakukan penggalian kabel jaringan bawah tanah. Dalam tesis ini melakukan penelitian analisa pengaruh wireless traffic light terhadap remote kunci mobil . Kedua system tersebut mempunyai frekwensi carier yang berdekatan yaitu 433 – 434 MHz. Untuk menganalisa interferensi tersebut di gunakan metode settingan variasi time delay dalam pancaran module wireless traffic light controller terhadap remote kunci mobil, hal ini untuk mencari settigan variasi time delay dapat meminilasir pengaruh wireless traffic light controller terhadap remote kunci mobil. Identifikasi frekwensi carier dari simulasi di lapangan terbuka wireless traffic light controller dan remote kunci mobil pada frekwensi 433 MHz dan 433 MHz. Dengan settingan variasi time delay 0s , 0,2s dan 0,5s selama experiment di lapangan terbuka . Hasil penelitian menunjukan pada time delay 0s dan 0,2s menunjukan probabillitas interferensi yang paling tinggi di atas 99 % terhadap remote kunci mobil. Untuk settingan time delay 0,5s pada wireless traffic light controller probabilitas interferensi 2% pada jarak 5 M terhadap remote kunci mobil.

Page 1 of 1 | Total Record : 5