Jurnal Al-Muta`aliyah : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
ISSN : 25022474     EISSN : 26141612
Muta’aliyah merupakan Jurnal Pendidikan Islam (JPI) di rencanakan akan terbit 1 kali setahun dengan fokus kajian Studi Pendididkan Islam secara komprehensif, Jurnal ini di harapkan mampu menjadi ruang kontemplasi dan perenungan pemikiran Pendidikan Islam secara kritis bagi semua kalangan yang memiliki perhartian dan konsen dengan isu-isu Pendidikan Klasik dari masa klasik – modern.
Articles 13 Documents
Search results for , issue " Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial" : 13 Documents clear
Arkeologi Pemikiran Pendidikan Islam

Muharir, Muharir

AL-Mutaaliyah : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Lombok Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.842 KB)

Abstract

Paradigma pemikiran pendidikan Islam ala Gus Dur yang  fleksibel dan mengharuskan pendidikan Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang palaing tua untuk responsif terhadap gejala modernitas, dalam pandangan Gus Dur  pesantren harus bersinergi dengan deyut perubahan zaman dan  memiliki corak  yang ingklusif, kerangka berpikir Gus Dur  di bentuk lewat proses pengembaraan intlektual yang dimulai dari Jakarta, Yogyakarta, Jombang, Mesir dan Irak telah membentuk karakter pemikiran yang religious, humanis, universal dan pendidikan Islam yang modern tanpa harus kehilangan  identitas asli.

Konsep Ideal Pendidikan Islam Menurut Pandangan Ibnu Khaldun dan Hubungannya dalam Konteks Pendidikan Modern

Lisnawati, Lisnawati

AL-Mutaaliyah : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Lombok Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.529 KB)

Abstract

Ibnu Khaldun adalah salah satu tokoh pendidikan Islam, ide-idenya tentang pendidikan tertuangkan dalam bukunya yang berjudul “Muqaddimah”. Pemikiran Ibnu Khaldun tentang konsep pendidikan Islam masih relevan hingga saat ini. Konsep tersebut meliputi: pengembangan sumber daya manusia, perumusan tujuan pendidikan yang idealis dan realistis, penyusunan kurikulum sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik, metode pengajaran yang dimulai dengan proses belajar mengajar tentang masalah yang sederhana sampai kepada masalah yang lebih komplek serta mengedepankan pendidikan karakter atau akhlakul karimah. Seperti pendidikan saat ini Ibnu Khaldun memperingatkan bahwa dalam proses belajar hubungan interaktif antara pendidik dan siswa mutlak dibutuhkan demi tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan.

ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN MENURUT PANDANGAN SYED M. NAQUIB AL-ATTAS DAN IMPLIKASI TERHADAP LEMBAGA PENDIDIKAN INTERNATIONAL INSTITUTE OF ISLAMIC THOUGHT CIVILIZATION (ISTAC)

Novayani, Irma

AL-Mutaaliyah : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Lombok Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.716 KB)

Abstract

Islamisasi, Ilmu Pengetahuan,  Pendidikan.Menurut al-Attas bahwa tantangan terbesar yang dihadapi umat Islam adalah tantangan pengetahuan yang disebarkan keseluruh dunia Islam oleh peradaban Barat. Islamisasi pengetahuan berarti mengislamkan atau melakukan penyucian terhadap sains produk Barat yang selama ini dikembangkan dan dijadikan acuan dalam wacana pengembangan sistem pendidikan Islam agar diperoleh sains yang bercorak “khas Islami”. Al-Attas mendefinisikan ilmu sebagai sebuah makna yang datang ke dalam jiwa bersamaan dengan datangnya jiwa kepada makna dan menghasilkan hasrat serta kehendak diri.Al-Attas mengartikan makna pendidikan sebagai suatu proses penanaman sesuatu ke dalam diri manusia dan kemudian ditegaskan bahwa sesuatu yang ditanamkan itu adalah ilmu, dan tujuan dalam mencari ilmu ini terkandung dalam konsep ta’dib. Sedangkan tujuan pendidikan Islam adalah menanamkan kebajikan dalam “diri manusia” sebagai individu dan sebagai bagian dari masyarakat. Secara ideal, Naquib menghendaki pendidikan Islam mampu mencetak manusia yang baik secara universal (al-insan al-kamil). Implikasinya dalam tujuan pendidikan Islam yakni pendidikan Islam diarahkan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang bermutu, berkualitas dalam bidang intelektual dan yang paling mendasar adalah nilai-nilai moral-agama selalu membimbingnya. 

KORELASI SIKAP DENGAN PRESTASI BELAJAR BAHASA ARAB

Ihsan, Muhammad

AL-Mutaaliyah : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Lombok Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.871 KB)

Abstract

Bagi sebagian siswa bahkan mahasiswa, bahasa Arab masih dianggap sebagai bahasa yang sulit dipahami, bahkan memandangnya sebagai momok. Hal ini juga terjadidilembaga-lembaga pendidikan Islam, semisal di MI/MTs/MA dimana pelajaran bahasa Arab merupakan pelajaran wajib bagi mereka. Fenomena ini bila terus berlanjut, maka dapat menimbulkan munculnya sikap yang negatif terhadap bahasa Arab, padahal sikap yang negatif terhadap bahasa dapat menyebabkan lunturnya pertahanan kemandirian bahasa yang merupakan salah satu penanda kesetiaan terhadap bahasa. Menurut Lozanov hanya dalam keadaan gembira dan tenang siswa akan dapat menggunakan potensinya yang terpendam. Banyak guru setuju bahwa rasa takut dan bosan adalah musuh utama learning. Rasa gembira dan tenang merupakan prasyarat bagi proses belajar yang efektif dan cepat. Ini berarti bahwa dalam mempelajari bahasa siswa harus merasa aman, tak terancam, santai, tertarik pad pelajaran, merasa terlibat dalam berbagai kegiatan yang bermakna dalam bahasa yang dipelajarinya.Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar bahasa Arab, yaitu: faktor linguistik, faktor linguistik meliputi segala aspek pengetahuan yang terkait langsung dengan bahasa itu sendiri, seperti ilmu linguistik umum, penguasaan struktur bahasa, struktur bunyi dan penguasaan kosa kata pada umumny. Faktor non linguistik dapat berasal dari diri siswa dan dapat pula berasal dari luar. Faktor yang berasal dari dalam diri siswa tersebut meliputi: bakat, minat, intelegensi, cara belajar dan sikapnya terhadap bahasa yang dipelajarinya. Faktor yang berasal dari luar diri siswa meliputi: lingkungan, tuntunan atau kebutuhan akan penggunaan bahasa tersebut dalam komunikasi sehari-hari.Chaplin dalam Dictionary of Psychology membatasi belajar dengan dua rumusan. Rumusan pertama berbunyi: acquisition of any relatively permanent change in behavior as a result of practice and axperience. Belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang yang relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman. Rumusan kedua: process of acquiring response as aresult of special practice, belajar ialah proses pemperoleh respon-respon sebagai akibat adanya latihan khusus.Istilah prestasi, atau dalam bahasa inggris Achievement diartikan sebagai hasil belajar suatu pekerjaan. Robert S. Wood dan Donald E. Marquis[1] mengatakan “ Achievement is actual ability and can be measured directly by the use of test “. Prestasi adalah kecakapan nyata yang dapat diukur langsung dengan menggunakan test.                   Penilaian terhadap kemampuan siswa idealnya menggunakan pengukuran intelegensia atau potensi yang dimilikinya. Namun, mengingat sulitnya alata ukur tersebut diperoleh guru, maka guru dapat melakukan penilaian ini dengan mempelajari dan menganalisis kemajuan-kemajuan belajar yang ditunjukkannya, misalnya analisis terhadap hasil belajar, hasil belajar, hasil tes seleksi masuk, nilai STTB, raport, hasil ulangan. Sumardi menyebutkan bahwa nilai yang tercantum dalam raport merupakan perumusan terakhir yang diberikan guru mengenai kemajuan atau prestasi siswa dalam masa tertentu. Dengan demikian nialai tersebut dapat dijadikan indikator tinggi rendahnyaprestasi belajar yang diraih oleh siswa dalam mengikuti pelajaran disekolahnya. Siswa yang nilai dalam rapornya tinggi dikatakan prestasi belajarnya baik, dan sebaliknya siswa yang nilai raportnya rendah, berarti prestasi belajarnya tidak baik.

PENDIDIKAN ISLAM (Studi Normatif Pendidikan Etika: Telaah Pemikiran Ibnu Maskawaih)

Izzati, Himayatul

AL-Mutaaliyah : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Lombok Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.718 KB)

Abstract

Pendidikan etika merupakan pondasi yang sangat penting bagi bangsa Indonesia,  penanaman nilai etika sejak dini kepeda seluruh peserta didik diberbagai jenjang pendidikan perlu di intesifkan. Terdevaluasinya  nilai moral generasi muda bangsa Indonesia, bukan hanya disebabkan oleh krisis ekonomi semata, tetapi disesbabkan juga oleh terdegradasinya nilai moralitas sehingga menjalar keberbagai sendi kehidupan yang dapat merugikan orang lain dan diri sendiri. Disinilah letak urgensinya konsep etika Maskawih  yang pernah dijuluki bapak etika dalam Islam

PLURALISME AGAMA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Internalisasi dan Karakterisasi Islam Rahmatan Lilamin

Lestari, Lestari

AL-Mutaaliyah : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Lombok Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.666 KB)

Abstract

Pendidikan Islam dengan berbagai disiplin keilmuan di dalamnya harus mampu melahirkan individu yang ideal, yakni mewujudkan konsep khalifah sebagai manusia ideal dalam Islam dan Islam rahmatan lilalamin yang ditunjukkan oleh nabi Muhammad. Dalam artian bahwa manusia ideal tersebut harus mampu melakukan transformasi dan sivilisasi ke pada semua manusia di lingkungan tempat tinggalnya. Manusia ideal yang demikianlah yang mampu menghargai pluralitas dalam beragama. Dengan demikian pendidikan Islam harus menanamkan sikap inklusif, demokratis dan toleran pada semua warna kehidupan. Dalam al-Qur’an perbedaan agama merupakan sunnatullah yang mutlak, sehingga al-Qur’an juga menekankan mengenai mekanisme terkait bagaimana ummat Islam menghargai perbedaan tersebut, sebab yang utama di dalamnya adalah stabilitas dan harmoni bagi semua manusia.

SINTESA PERGURUAN TINGGI DAN PESANTREN: Upaya Mencari Pendidikan Alternatif Masa Depan

Latifah, Nur

AL-Mutaaliyah : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Lombok Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.532 KB)

Abstract

Sintesa perguruan tinggi dan pesantren merupakan dua sisi pendidikan yang mempunyai banyak perbedaan. Perguruan Tinggi identik dengan kemodernan dan pesantren identik dengan ketradisionalan.Perguruan lebih menekankan pendekatan-pendekatan yang bersifat liberal, sedangkan pesantren lebih menekankan sikap konservatif . Persepsi dualisme dikotomik diatas sepertinya kurang tepat, karena pada kenyataannya banyak juga pesantren yang melakukan perubahan baik secara struktural maupun kultural, munculnya banyak pesantren dengan klaim modern.Dalam perkembangan terakhir, muncul suatu pemikiran tentang integrasi antara perguruan tinggi dan pesantren.konvergensi antara pendidikan pesantren dan perguruan tinggi dalam bentuk pesantren memasukkan perguruan tinggi atau perguruan tinggi memasukkan pesantren akan dapat menjadi solusi untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi oleh dunia pendidikan saat ini

AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER DAN IDEOLOGI PENDIDIKAN ISLAM

Nuryamsu, Nursyamsu

AL-Mutaaliyah : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Lombok Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.172 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas tentang Al-Qur’an sebagai sumber dan ideologi pendidikan Islam. Di dalam Al-Qur’an terdapat berbagai macam ilmu lalu dikaji dengan berbagai macam disiplin ilmu. Tidak terlepas dari bidang ilmu pendidikan Islam, maka harus merujuk pada sumbernya yaitu al-Qur’an dari perspektif ideologi. Tidak semua ayat-ayatnya disimpulkan sebagai sumber dan ideologi, seperti ayat-ayat yang berhubungan dengan pendidikan dan pembelajaran. Bagaimana Al-Qur’an mengajarkan ilmu dengan metode dan media pembelajaran?. Ideologi sebagai konten pembelajaran serta sumber sebagai media pembelajaran dalam pendidikan Islam.    

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL ( Problema Dan Solusinya ) DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADITS

Nasihin, Sirajun

AL-Mutaaliyah : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Lombok Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.732 KB)

Abstract

Pendidikan Multikultural adalah pendidikan yang dilaksanakan berdasar pada kebutuhan masyarakat, dengan kata lain pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat yang diselenggarakan dengan tanggung jawab yang terpusat pada integrasi dan interkoneksi kepentingan antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Tulisan ini menghadirkan problem dan solusi pendidikan multikultural dalam perspektif al-Qur’an dan Hadits. Karena sesungguhnya pendidikan semacam ini telah terdapat prinsipnya dalam kedua sumber ajaran Islam ini. Metode pengkajiannya menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah pesan-pesan yang terdapat dalam al-Qur’an dan Hadits nabi serta beberapa referensi lain yang mendukung. kesimpulannya adalah bahwa pendidikan multikultural ini dalam pandangan al-Qur’an dan Hadits merupakan strategi pendidikan yang paling sesuai dengan konteks pluralitas kebangsaan Indonesia yang mengakui keberadaan agama, suku, bahasa, ras, dan sebagainya. Problem yang dihadapi dalam penerapannya lebih dominan merupakan refleksi dari keraguan ummat Islam, tetapi sesungguhnya dengan mengacu pada ajaran-ajaran Islam semuanya telah terjawab.

PENGARUH MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN KOGNITIF PADA ANAK USIA DINI

Muslim, Asbullah

AL-Mutaaliyah : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Lombok Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.694 KB)

Abstract

Penetian ini mendeskripsikan peran media gambar dalam meningkatkan kemampuan kognitif pada anak usia dini di Lombok Timur. Sebagai sampel penelitian adalah siswa RA Palapa Nusantara NW Selebung Ketangga, yaitu salah satu PAUD Formal bernafaskan Islam di Kecamatan Keruak Lombok Timur.Dalam melakukan pengumpulan data dilakukan dengan metode Observasi, Wawancara dan Dokumentasi, sedangkan analisa data menggunakan Metode Deskriptor. Persentase kemampuan kognitif anak mencapai 60.7 maka menunjukkan pengaruh yang signifikan media gambar terhadap perkembangan kognitif tersebut.

Page 1 of 2 | Total Record : 13