cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar
ISSN : 25811800     EISSN : 25974122     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
ELSE adalah jurnal ilmiah tentang pendidikan dan pembelajaran sekolah dasar oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 70 Documents
Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Matematika Berbasis Model Learning Cycle 7E untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar Rijal, Akmal; Putra, Mansyur Romadon
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v3i1.2508

Abstract

Abstrak: RPP yang digunakan di sekolah masih belum optimal dalam memfasilitasi pernkembangan peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan RPP matematika berbasis model learning cycle 7E untuk siswa kelas V sekolah dasar yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model yang digunakan adalah model pengembangan Plomp, yang terdiri dari tiga tahap: preliminary research, prototyping phase, and assessment phase. Data diperoleh dari uji validitas, kepraktisan dan efektifitas. Validitas data diperoleh dari lembar validasi RPP. Kepraktisan data diperoleh dari lembar angket respon guru, respon peserta didik dan wawancara. Efektifitas diperoleh dari aktivitas peserta didik dan hasil belajar peserta didik. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan RPP berbasis model learning cycle 7E memiliki kriteria yang valid dalam hal isi dan konstruksi. RPP sudah praktis baik dari segi keterlaksanaan, kemudahan, dan waktu yang dibutuhkan. RPP juga telah efektif dari segi aktivitas dan hasil belajar peserta didik dengan nilai rata-rata aktivitas peserta didik meningkat dan ketuntasan belajar, ini berarti perangkat pembelajaran efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa RPP matematika berbasis model learning cycle 7E yang dikembangkan dalam pembelajaran matematika di kelas V SD dapat dinyatakan valid, praktis, dan efektif.Kata Kunci: RPP, Matematika, Learning Cycle 7EAbstract: RPP used in schools is still not optimal in facilitating student development. The purpose of this study is to produce mathematical lesson plans based on the 7E learning cycle model for elementary school students in grade V that are valid, practical, and effective. This type of research is development research. The model used is the development model of Plomp, which consists of three stages: preliminary research, prototyping phase, and assessment phase. Data obtained from the validity, practicality and effectiveness test. The validity of the data is obtained from the RPP validation sheet. The practicality of the data was obtained from teacher response questionnaire sheets, student responses and interviews. Effectiveness is obtained from the activities of students and student learning outcomes. The collected data was analyzed descriptively. The results showed that mathematics learning with RPP based on the 7E learning cycle model had valid criteria in terms of content and construction. The lesson plan is practical both in terms of implementation, convenience, and time needed. RPP has also been effective in terms of activities and learning outcomes of students with an average value of increased student activity and mastery learning, this means that learning devices are effective in improving student learning outcomes. Based on these results it can be concluded that the mathematical lesson plan based on the 7E learning cycle model developed in mathematics learning in grade V elementary school can be declared valid, practical, and effective.Keywords: RPP, Mathematics, 7E Learning Cycle
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar PKn Menggunakan Model Active Learning Tipe Role Reversal Question pada Siswa Kelas V SDN 1 Tamanrejo Kabupaten Blora Diputra, Gargarisna; Rokhana, Siti
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v3i1.2413

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah hasil belajar PKn masih berada di bawah KKM 70 karena masih menerapkan model pembelajaran yang konvensional. Peneliti akan melakukan tindakan untuk mengatasi masalah dengan menerapkan model pembelajaran active learning tipe role reversal question yang bertujuan untuk mengetahui apakah melalui model pembelajaran active learning tipe role reversal question dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa SD kelas V di SDN 1 Tamanrejo Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dengan tiga siklus. Pada setiap siklus terdiri dari satu kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan tes, lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis ketuntasan untuk melihat ketuntasan siswa dan analisis observasi aktifitas siswa dari hasil belajar prasiklus, siklus I, siklus II dan siklus III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran active learning tipe role reversal question dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa SD. Hal ini terlihat pada pelaksanan tindakan siklus I skor rata-rata hasil belajar PKn mencapai 69,5 dengan ketuntasan belajar sebesar 50%,  mengalami peningkatan rata-rata hasil belajar PKn prasiklus yang 65,45. Berdasarkan hasil tindakan siklus I menunjukkan peningkatan, namun peningkatan hasil belajar PKn belum memenuhi ketuntasan klasikal yang ditetapkan yaitu  80%.Kata Kunci: Model Pembelajaran, Active Learning, Tipe Role Reversal Question, Hasil Helajar PKn, Aktivitas SiswaAbstract: The purpose of this study is that PKn learning outcomes are still below the KKM 70 because they still apply a conventional learning model. The researcher will take action to overcome the problem by applying an active learning learning type role reversal question that aims to determine whether through the active learning learning model the type of role reversal question can improve PKn learning outcomes of fifth grade elementary students in SDN 1 Tamanrejo, Tunjungan District, Blora. The metode of research is Class Action Research which is carried out with three cycles. Each cycle consists of one meeting. Data collection techniques used were using tests, observation sheets and documentation. The data analysis technique used is completeness analysis to see student completeness and observation analysis of student activities from pre-cycle learning outcomes, cycle I, cycle II and cycle III. The results of the study showed that the use of active learning learning types of role reversal questions can improve learning outcomes of PKn elementary students. This can be seen in the implementation of the first cycle of action, the average score of PKn learning outcomes reached 69.5 with learning completeness of 50%, experiencing an increase in the average pre-cycle Civics learning outcomes of 65.45. Based on the results of the action of the first cycle showed an increase, but the increase in PKn learning outcomes did not meet the specified classical completeness of 80%.Keywords: Learning Model, Active Learning, Type Role Reversal Question, PKN learning Results, Student Activities   
Penerapan Model Problem Based Learning dengan Media Rak Telur Rainbow untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas II SDN Ajung 02 Jember (Semester II Tahun Pelajaran 2017-2018) Hartini, Hartini
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v3i1.2524

Abstract

Abstrak: Masalah penelitian ini adalah hasil belajar matematika  siswa kelas II SDN Ajung 02  masih rendah, terbukti dari 22 siswa presentasi ketuntasan belajar siswa sebesar 27% dengan rata-rata 59,77 padahal kelas dinyatakan tuntas jika memperoleh 85%. Respon dan aktivitas belajar siswa juga masih rendah terbukti dengan kurang aktifnya siswa saat pembelajaran. Maka peneliti menerapkan model Problem Based Learning (PBL) dengan media rak telur rainbow. Penelitian dilaksanakan di kelas II SDN Ajung 02  Kecamatan Ajung Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur dengan jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 3 siklus yang setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik  pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes hasil belajar dan angket pada setiap akhir siklusnya, alat pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar panduan observasi, soal-soal tes dan angket. Terbukti pada siklus I persentase hasil belajar siswa 46%, siklus II 68% dan pada siklus III menjadi 86%. Dan persentase hasil aktivitas belajar pada siklus I sebesar 67%, siklus II sebesar 75%, siklus III sebesar 86,5 serta hasil respon siswa pada siklus I sebesar 56,6%, siklus II sebesar 66,67%, dan siklus III sebesar  71,6%.Kata Kunci: Problem Based Learning, Media Rak Telur Rainbow, Hasil BelajarAbstract: The problem of this study is that the mathematics learning outcomes of class II students at SDN Ajung 02 are still low, as evidenced by the 22 students who presented their learning completeness by 27% with an average of 59.77 even though the class was declared complete if it received 85%. The response and learning activities of students are also still low as evidenced by the lack of active students during learning. So the researcher applied the Problem Based Learning (PBL) model with rainbow egg rack media. The research was conducted in class II SDN Ajung 02 Ajung Subdistrict, Jember Regency, East Java Province. The type of research used was Classroom Action Research (CAR) with 3 cycles in which each cycle consisted of stages of planning, implementation, observation and reflection. Data collection techniques used were observation, learning outcomes tests and questionnaires at the end of each cycle, data collection tools were carried out using observation guide sheets, test questions and questionnaires. Evidenced in the first cycle the percentage of student learning outcomes was 46%, cycle II 68% and in cycle III to 86%. And the percentage of learning activities in the first cycle is 67%, cycle II is 75%, cycle III is 86.5 and the results of student responses in the first cycle are 56.6%, cycle II is 66.67%, and cycle III is 71 , 6%.Keywords: Problem Based Learning, Rainbow Egg Rack Media, Learning Outcomes
Penerapan Model Pembelajaran Word Square pada Materi Globalisasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Semester II SDN Sidorejo I Kabupaten Tuban TA 2016-2017 Fatimah, Iis Daniati
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v3i1.2388

Abstract

Abstrak: Adapun tujuan dari Penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui pembelajaran word square pada materi globalisasi dengan  subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Sidorejo I kabupaten Tuban T.A 2016-2017 yang berjumlah 30 siswa. Para siswa tersebut terdiri dari 15 putra dan 15 putri. Dari segi akademik, para siswa mempunyai kemampuan akademik yang heterogen. Yang melatarbelakangi penelitian ini adalah kurang tuntasnya siswa dalam belajar materi globalisasi yang disebabkan oleh beberapa factor, salah satunya karena guru minim pengetahuan tentang pembelajaran terkini yang inovatif,kreatif dan imajinatif. Setelah melakukan observasi, maka diperlukan adanya perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data prasiklus rata- rata kelas 68.7% dengan siswa yang mendapat nilai ≥ 75 sebanyak 8 siswa dan yang mendapat nilai ≤ 75 sebanyak 22 siswa. Siklus I di peroleh rata- rata kelas 74.3% dengan siswa yang mendapat nilai ≥ 75 sebanyak 14 siswa dan yang mendapat nilai ≤ 75 sebanyak 16 siswa. Karena belum mencapai KKM mata pelajaran PKn maka dilakukan tindakan pada siklus berikutnya yaitu siklus II, diperoleh rata- rata kelas 83.7% dengan siswa yang mendapat nilai ≥ 75 sebanyak 24 siswa dan yang mendapat nilai ≤ 75 sebanyak 6 siswa. Dari hasil yang diperoleh pada siklus II maka tidak diperlukan siklus berikutnya. Adapun peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa kelas IV SDN Sidorejo I mata pelajaran PKn materi Globalisasi mulai dari tahap prasiklus, siklus I dan siklus II adalah dari nilai 68.7% menjadi 74.3 terjadi peningkatan sebesar 5.6% dan dari 74.3% menjadi 83.7% terjadi peningkatan sebesar 9.4%. Artinya hasil belajar siswa dengan pembelajaran word square pada materi globalisasi mengalami peningkatan yang bisa dilihat pada paparan data prasiklus, siklus I dan siklus II.Kata Kunci: Word Square, Pembelajaran Word Square, Hasil BelajarAbstract: The purpose of this study is to find out the increase in student learning outcomes through word square learning in globalization material with the research subjects are fourth grade students of SDN Sidorejo I Tuban T.A 2016-2017 district which numbered 30 students. The students consisted of 15 sons and 15 daughters. In terms of academics, students have heterogeneous academic abilities. The background of this study is the lack of completeness of students in learning globalization material caused by several factors, one of which is because teachers lack knowledge about the latest learning that is innovative, creative and imaginative. After making observations, it is necessary to improve learning carried out in two cycles. Prasiklus data averaged 68.7% with students who got a score of 8 75 as many as 8 students and who received a score of ≤ 75 as many as 22 students. Cycle I was obtained 74.3% class average with students who got ≥ 75 as many as 14 students and who got ≤ 75 as many as 16 students. Because it has not yet reached the KKM of Civics Subjects, the next cycle is carried out in the second cycle, which is 83.7% with students who get ≥75 as many as 24 students and who get ≤75 as many as 6 students. From the results obtained in cycle II, the next cycle is not needed. The increase in completeness of learning outcomes of fourth grade students of SDN Sidorejo I Civics subject matter Globalization starting from the pre-cycle stage, cycle I and cycle II are from 68.7% to 74.3 an increase of 5.6% and from 74.3% to 83.7% an increase of 9.4% . This means that student learning outcomes with word square learning on globalization material has increased which can be seen in pre-cycle data exposure, cycle I and cycle II.Keywords: Word Square, Word Square Learning, Learning Outcomes
Analisis Ketersediaan Sarana dan Prasarana Terhadap Motivasi Belajar Siswa SD pada Zona Utara Kabupaten Mojokerto Pratiwi, Desi Eka
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v3i1.2502

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketersediaan sarana dan prasarana terhadap motivasi belajar siswa SD berdasarkan letak fisiografis  pada zona utara Kabupaten Mojokerto. Pengumpulan Data dalam penelitian ini menggunakan angket berskala, lembar observasi dan lembar wawancara yang diolah secara kuantitatif dan kualitatif. Objek penelitian adalah 10 SD/MI yang dipilih secara random sampling tersebar di kabupaten mojokerto. Berdasarkan hasil analisis pada 10 sekolah, diperoleh data sebagai berikut (1) SDN Windurejo II sarana prasarana baik, motivasi belajar siswa sebesar 66 %; (2) SDI Insan Mulia sarana prasarana sangat baik, motivasi belajar siswa sebesar 36,47 %; (3) SDN Sooko I sarana prasarana sangat baik, motivasi belajar siswa sebesar 71 % ; (4) MI GUPPI 2 sarana prasarana baik, motivasi belajar siswa sebesar 44,44 %; (5) SDN Berat Wetan I sarana prasarana sangat baik, motivasi belajar siswa sebesar 61,66 %; (6) SDI Plus Al-Azhar sarana prasarana baik, motivasi belajar siswa sebesar 81,33 %; (7) SDN Gempolkerep sarana prasarana sangat baik, motivasi belajar siswa sebesar 40 %; (8) SDN Wonorejo I sarana prasarana sangat sangat baik, motivasi belajar siswa sebesar 40 %; (9) SDI Arinal Auna sarana prasarana sangat baik, motivasi belajar siswa sebesar 53,63 %; (10) SDN Temon sarana prasarana sangat baik, motivasi belajar siswa sebesar 80 %. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana yang memadai mampu memotivasi belajar siswa di kelas, namun sarana dan prasarana bukan menjadi penentu utama tingginya motivasi belajar siswa, karena ada 4 sekolah dengan sarana dan prasarana yang baik/ sangat baik namun motivasi belajar siswa rendah. Banyak faktor yang memengaruhi motivasi belajar siswa antara lain faktor eksternal dan internal.Kata Kunci: Sarana dan Prasarana, Motivasi Belajar, Kabupaten MojokertoAbstract: This Research aims to describe the contribution of facilities and infrastructure of the learning motivation of elementary students in the northern zone of mojokerto district. The research instruments were questionnaire scale sheets, observation sheets, and interview sheets. The types of data obtained were qualitative data and quantitative data. The objects of this research consists of 10 SD/MI randomly selected in mojokerto district. The research objects are 10 elementary school that were selected randomly from different area of mojokerto district. Based on the results of the analysis at the 10 schools are: (1) The facilities in SDN Windurejo II is good, the students learning motivation is 66%; (2) The facilities in SDI Insan Mulia is very good, the students learning motivation is 36,47 %; (3) The facilities in SDN Sooko I is good, the students learning motivation is 71 %; (4) The facilities in MI GUPPI 2 is good, the students learning motivation is 44,44 %; (5) The facilities in SDN Berat Wetan I is very good, the students learning motivation is 61,66 %; (6) The facilities in SDI Plus Al-Azhar is good, the students learning motivation is 81,33 %; (7) The facilities in SDN Gempolkerep is very good, the students learning motivation is 40 %; (8) The facilities in SDN Wonorejo I is very good, the students learning motivation is 40 %; (9) The facilities in SDI Arinal Auna is good, the students learning motivation is 53,63 %; (10) The facilities in Temon is very good, the students learning motivation is 80 %. From the data, it can be concluded that the adequate facilities and infrastructure are able to motivate student in learning in the classroom. However, the facilities and infrastructure are not the main determinant factor for the students high motivation in learning, since there are 4 elementary school that has very good facilities and infrastructure but the students still have low learning motivation. Accordingly, there are many factors influence students learning motivation that is the internal and external factor.Keywords: Facilities and Infrastructure, Learning Motivation, Mojokerto District
Pengembangan Multimedia Interaktif dan Instrumen Penilaian Berbasis Keterampilan Proses Dasar di Sekolah Dasar Chan, Faizal; Budiono, Hendra; Setiono, Panut
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v3i1.2330

Abstract

Abstrak: Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur pengembangan dan kelayakan produk pengembangan yang dihasilkan berupa Multimedia InteraktifBerbasis Keterampilan Proses Dasar  pada materi tumbuhan dan bagian-bagiannya untuk siswa sekolah dasar. Penelitian  ini  menggunakan  jenis penelitian Research and Development  (penelitian dan pengembangan). Langkah–langkah dalam memgembangkan multimedia interaktif dengan mengadaptasi model pengembangan Hannafin dan Peck yang terdiri dari tiga proses utama, yaitu: tahap penilaian kebutuhan, tahap desain, tahap pengembangan dan implementasi. Kelayakan produk pengembangan diukur berdasarkan tanggapan dari ahli materi dan media. Subjek ujicoba dalam penelitian pengembangan ini adalah siswa kelas tinggi di SDN 55/I Sridadi Muara Bulian Kab. Batanghari sejumlah 9 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket validasi dan angket kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan Multimedia interaktif dan instrument penilaian berbasis keterampilan proses dasar memenuhi kelayakan dengan tingkat kevalidan multimedia interaktif dari validasi materi dengan rata-rata 3,27 kategori Valid, validasi media 3,3 kategori valid dan validasi instrument peneilaian 3,33 kategori valid. Angket respon guru terahdap multimedia interaktif  dengan rata-rata persentase 80% kategori sanagar baik, repon guru terhadap instrume  peneilaian dengan rata-rata 79,2 kategori Baik serta repon siswa dengan persentase 91,67% dengan kategori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa, produk yang dihasilkan telah dinyatakan valid dan praktis berdasarkan hasil uji kevalidan dan kepraktisan.Kata Kunci: Multimedia Interaktif, Instrument Penilaian, Keterampilan Proses DasarAbstract: This research and development aims to describe the development procedure and the feasibility of the development products produced in the form of Interactive Multimedia and Assessment Instruments Based on Basic Process Skills for elementary school students. This study uses a type of research and development research. Steps in developing interactive multimedia by adapting Hannafin and Peck's development model which consists of three main processes, namely: the stage of needs assessment, design stage, development and implementation stages. Feasibility of product development is measured based on responses from material and media experts. The test subjects in this development research were high-class students at SDN 55 / I Sridadi Muara Bulian, Kab. Batanghari is 9 people. Data collection was carried out using validation questionnaires and practicality questionnaires. The results showed that the interactive multimedia and skills-based assessment instruments based on the basic process fulfilled the feasibility of the level of validity of interactive multimedia from material validation with an average of 3.27 valid categories, 3.3 validation of media validations and validation of 3.33 validation instruments. Questionnaire responses of teachers were exposed to interactive multimedia with an average percentage of 80% in the category of good teachers, teacher responses to instructional assessment with an average of 79.2 categories Good and respondent with a percentage of 91.67% with very good categories. It can be concluded that, the products produced have been declared valid and practical based on the results of validity and practicality test.Keywords: Interactive Multimedia, Assessment Instruments, Basic Process Skills
Penerapan Pendidikan Inklusi Berbasis Kontekstual di Sekolah Dasar Suwandayani, Beti Istanti
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v3i1.2490

Abstract

Abstrak: Education for All  adalah gerakan global yang dipimpin oleh UNESCO tanpa mendiskriminasikan perbedaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksananan pendidikan inklusi berbasis kontekstual, faktor pendukung dan faktor penghambat serta upaya yang dilakukan untuk mengantasi faktor pengambat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang dihasilkan adalah penerapan pendidikan inklusi telah dilaksanakan di sekolah dasar Kota Batu dengan mengawali asesmen sebagai acuan dalam penyusunan program pembelajaran individual berbasis kontekstual. Faktor pendukung adalah kerja sama yang baik antara kepala sekolah, guru, orang tua dan anak reguler dalam mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus. Faktor penghambatnya adalah belum maksimalnya sarana prasarana di sekolah tersebut, serta informasi yang tepat dalam pelaksanaan pendidikan inklusi. Upaya yang dilakukan adalah mendukung stakeholder untuk mengikuti seminar, pelatihan dan workshop terkait pendidikan inklusi.Kata Kunci: Pendidikan Inklusi, Kontekstual, Sekolah DasarAbstract: Education for All is a global movement led by UNESCO without discriminating differences. The purpose of this study was to describe the implementation of contextual-based inclusion education, supporting factors and inhibiting factors and the efforts made to anticipate the inhibiting factors. The method used in this study is a qualitative descriptive type. Data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The results are that the implementation of inclusive education has been carried out in elementary schools in Batu City by initiating assessment as a reference in the preparation of individual contextual-based learning programs. Supporting factors are good cooperation between principals, teachers, regular parents and children in supporting the growth and development of children with special needs. The inhibiting factor is the lack of maximum infrastructure in the school, and the right information in implementing inclusive education. The effort is to support stakeholders to attend seminars, training and workshops related to inclusive education.Keywords: Inclusive Education, Contextual, Primary School
Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Portofolio pada Siswa Kelas VI SDN Ajung 02 Kecamatan Ajung Kabupaten Jember Herwanti, Wiwien
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v3i1.2043

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dan mendeskripsikan peningkatkan hasil belajar IPS menggunakan metode pembelajaran portofolio di kelas VI SDN Ajung 02 Kecamatan Ajung Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek penelitian siswa kelas VI SDN Ajung 02 yang berjumlah 14 siswa. Penelitian ini berlangsung dalam dua siklus. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, soal tes. Analisis data secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran portofolio dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Peningkatan hasil belajar siswa ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata hasil belajar siswa pada setiap tindakan. Pada tahap pra siklus, nilai rata-rata kelas 61,1 sedangkan pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh adalah 70.9. Prestasi belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 9,8 poin. Nilai rata-rata siswa pada siklus II sebesar 73,1 atau mengalami peningkatan sebesar 2,2 poin. Persentase ketuntasan siswa juga mengalami peningkatan pada setiap tahap tindakan. Pada tahap pra tindakan jumlah siswa yang mencapai kriteria tuntas sebanyak empat siswa dengan persentase sebesar 28.6%, sedangkan pada siklus I sebanyak 10 siswa dengan persentase sebesar 71,4% dan pada siklus II sebanyak 11 siswa dengan persentase sebesar 78,6%.Kata Kunci: Hasil Belajar IPS,  Metode Pembelajaran PortofolioAbstract: The aim of this studyto improve the quality of learning and describe learning outcomes increased social studies using learning methods portfolio in class sixth grade SDN Ajung 02 Sub Regency of Jember Leaves.This type of research is the study of the subject with the Class Action on sixth grade SDN Ajung 02 of 14 students.This research takes place in two cycles. The instruments used are observation sheets, reserved tests.Descriptive data analysis of qualitative and quantitative with the formula percentages.The results showed that the method of learning portfolio can improve learning outcomes social studies.Improved student learning outcomes is demonstrated by the increasing value of the average student learning outcomes in each action.At the stage of pre cycle, an average rating of 61.1 class while in cycle I, the average value obtained was 70.9.The achievements of the student learning experience an increase of 9.8 points. The value of the average students in cycle II amounted to 73.1 or experience an increase of 2.2 points.Ketuntasan percentage of students also experience increased at each stage of the action.At this stage of the pre an action number of students reaching the mastery criteria for as many as four students with percentage of 28.6%, while on a cycle I as many as 10 students with a percentage of 71.4% and cycle II a total of 11 students with a percentage of 78.6%.Keywords: Social Studies, Learning Outcomes, Learning methods Portfolio
Literasi Numerasi di SD Muhammadiyah Ekowati, Dyah Worowirastri; Astuti, Yuni Puji; Utami, Ima Wahyu Putri; Mukhlishina, Innany; Suwandayani, Beti Istanti
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v3i1.2541

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) rancangan program literasi numerasi, (2) pelaksanaan program literasi numerasi, (3) upaya dalam mengatasi kendala pelaksanaan program literasi numerasi, (4) faktor pendukung dan (5) faktor penghambat pelaksaan program literasi numerasi. Jenis penelitian ini adalah deskripsif kualitatif. Hasil penelitian yaitu (1) rancangan literasi numerasi di SD Muhammadiyah 1 Kota Malang secara umum belum terprogram dan secara khusus menyesuaikan materi literasi numerasi pada pembelajaran matematika dan tema pada pembelajaran tematik kurikulum 2013. (2) Pelaksanaan program literasi numerasi telah sesuai dengan tiga tahapan program literasi sekolah yakni tahap pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran, serta sesuai dengan lima indikator literasi numerasi. (3) Upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala program literasi numerasi telah beracuan pada tujuan umum literasi di sekolah. (4) Faktor pendukung terdiri dari pemerintah dan sasaran program literasi numerasi. (5) Faktor penghambat beracuan pada tiga sasaran literasi numerasi. Sasaran literasi numerasi terdiri dari basis kelas, budaya sekolah, dan masyarakat.Kata Kunci: Program, Literasi, Numerasi, Sekolah DasarAbstract: The purpose of this research is to describe : (1) plan of the numeracy literacy program in elementary school Muhammadiyah 1 Malang, (2) realize the numeracy literacy program in elementary school Muhammadiyah 1 Malang, (3) effort to solve problems in realizing the numeracy literacy program in elementary school Muhammadiyah 1 Malang, (4) proponent factor in realizing the numeracy literacy program in elementary school Muhammadiyah 1 Malang, (5) inhibiting factor in realizing the numeracy literacy program in elementary school Muhammadiyah 1 Malang. This research used a qualitative research approach by using descriptive type. The result of this research showed that (1) plan of the numeracy literacy program in elementary school Muhammadiyah 1 Malang is not in program list yet and in especially case, it still makes an adjustment with the numeracy literacy matter in learning mathematics and lesson topic 2013 curriculum. (2) The realization of this numeracy literacy program in elementary school Muhammadiyah 1 Malang is matched with the three steps of school literacy program, they are habitual, development and learning step it also conforms to five indicators of numeracy literacy. (3) The effort to solve problems in realizing the numeracy literacy program based on the general purpose of the literacy in school. (4) Government and numeracy literacy program’s object is included in proponent factor. (5) The inhibiting factor is aimed at three of numeracy literacy program’s objects. Numeracy literacy targets consist of the class base, school culture base, and community base.Keywords: Program, Lliteracy, Numeracy, Elementary School
Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Tuna Rungu di SDN Inklusi Agustin, Ina
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v3i1.2460

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan  lembar kerja siswa (LKS) yang valid, efektif dan dapat diterapkan dalam pembelajaran bagi siswa tuna rungu; (2) meningkatkan keterampilan menulis anak tuna rungu. Pengembangan lembar kerja siswa (LKS) ini menggunakan model pengembangan 4 D (four D model) oleh Thiagarajan dan Semmel (1974). Model rancangan ini terdiri dari empat tahap yaitu tahap pendefinisian (define), perencanaan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Adapun subjek penelitian adalah satu orang siswa tunarungu kelas IV di SDN Pucangan 02 Kecamatan Montong Kabupaten Tuban. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, angket dan dokumentasi. Hasil rata-rata kevalidan dari validasi ahli mencapai 84,5%,  dengan kategori sangat valid. Hasil ujicoba lapangan pada pelaksanaan pembelajaran tahap 1 adalah  72% dan kriteria tinggi, tahap 2 yaitu diperoleh 84% dan kriteria tinggi. Selanjutnya mengalami peningkatan lagi pada tahap 3 yaitu 88% dan kriteria sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa lembar kerja siswa (LKS) yang dikembangkan memiliki keterterapan tinggi. Untuk hasil respon siswa adalah 84% dan kriteria sangat tinggi. Berdasarkan data di atas, lembar kerja siswa (LKS) dapat dikatakan valid, efektif dan dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran pada siswa tuna rungu di kelas IV SDN Pucangan II Kecamatan Montong Kabupaten Tuban.Kata Kunci: Lembar Kerja Siswa (LKS), Kemampuan Menulis, Tuna RunguAbstract: This study aims to (1) develop student worksheets (LKS) that are valid, effective and can be applied in learning for deaf students; (2) improve writing skills of deaf children. The development of student worksheets (LKS) uses a 4 D (four D model) development model by Thiagarajan and Semmel (1974). This design model consists of four stages, namely defining, planning, developing and distributing (disseminate). The research subjects were one fourth grade deaf student at Pucangan Elementary School 02 Montong District, Tuban Regency. Data collection techniques in this study used observation, interviews, tests, questionnaires and documentation techniques. The average validity results from expert validation reached 84.5%, with very valid categories. The results of field trials on the implementation of stage 1 learning were 72% and high criteria, stage 2 which was obtained 84% and high criteria. Furthermore, there was an increase in stage 3, which was 88% and the criteria were very high. This shows that the student worksheets (LKS) developed have high applicability. For the results of student responses is 84% and the criteria are very high. Based on the data above, student worksheets (LKS) can be said to be valid, effective and can be applied in learning activities in deaf students in class IV of Pucangan II Elementary School Montong District, Tuban Regency.Keywords: Student Worksheet (LKS), Writing Ability, Deaf