cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
SUARA GURU
ISSN : 24776351     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Suara Guru(Print ISSN 2477-6351): Jurnal Pendidikan Sosial, Sains dan Humaniora (SG-JPSSH) adalah jurnal ilmiah yang berfokus pada pengembangan dan aplikasi teori, pendekatan, sistem, metode, implementasi, and evaluasi penerapan kurikulum dan pembelajaran pada tingkat pendidikan dasar dan menengah. JPSSH menerima artikel hasil penelitian dan pemikiran di bidang pendidikan sosial, Sains, dan Humaniora yang terbit 4 kali dalam satu tahun
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 3 (2017): Vol. 3 No. 3, September 2017" : 14 Documents clear
MENINGKATKAN PRESTASI BEAJAR IPA SISWA SEKOLAH DASAR DENGAN METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY Kardiman, Kardiman
SUARA GURU Vol 3, No 3 (2017): Vol. 3 No. 3, September 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.858 KB) | DOI: 10.24014/suara guru.v3i3.4085

Abstract

 Penelitian meningkatkan prestasi beajar IPA dengan metode pembelajaran discovery siswa kelas IV SD Negeri 001 Pasar Inuman Kecamatan Inuman Kabupaten Kuantan Singingi tahun pelajaran  2010/2011 ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar dan motivasi belajar siswa. Model pembelajaran discovery  ini diterapkan tentang hewan berdasarkan jenis makanannya. Karena siswa tidak memahami materi yang disampaikan, siswa pasif, dan tidak dapat menyelesaikan soal latihan dengan benar.  Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 15 Oktober 2010 sampai dengan 3 November 2010 terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan jumlahnya 15 siswa. Berdasarkan hasil pengolahan data persiklus, dengan nilai ketuntasan 70 keberhasilan siswa diperoleh siklus I siswa yang tuntas 7 dari 15 siswa (45%) dan siklus II siswa yang tuntas 15 dari 15 siswa (100%). Dari siklus II semua siswa berhasil menuntaskan materi pembelajaran. Penggunakan metode discovery (penemuan) memebuat siswa lebih aktif dalam menjawab pertanyaan dan nilai hasil belajar akan lebih meningkat.
PENGARUH SISTEM PEMONDOKAN TERHADAP PERILAKU SISWA BERDASARKAN NILAI-NILAI PANCASILA DI SLTP BABUSSALAM PEKANBARU ali amran, ali amran
SUARA GURU Vol 3, No 3 (2017): Vol. 3 No. 3, September 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.915 KB) | DOI: 10.24014/suara guru.v3i3.4090

Abstract

Penelitian ini mengambil pokok permasalahan apakah ada pengaruh positif atau negatif sistem pemondokan terhadap perilaku siswa. Untuk mengetahui dan menemukan jawaban dari permasalahan tersebut penulis mengemukakan hipotesis yang merupakan jawaban sementara yaitu: ada pengaruh positif dan negatif sistem pemondokan terhadap perilaku siswa berdasarkan nilai-nilai pancasila di SLTP Babussalam Pekanbaru dengan sampel 43 orang. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dikumpulkan dalam tehnik angket, observasi dan wawancara. Dalam mengelolah data dari angket yang telah disebarkan kepada responden tersebut dan disajikan dalam bentuk prosentase dengan menggunakan rumus . Berdasarkan hasil penelitian yang penulis dapatkan di lapangan baik melalui wawancara dan observasi serta angket yang diterima maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah positif yang diterima yaitu “ada pengaruh positif dan negatif sistem pemondokan terhadap perilaku siswa berdasarkan nilai-nilai pancasila di SLTP Babussalam Pekanbaru”. Sehingga dari perhitungan tentang pengaruh pemondokan terhadap perilaku siswa di SLTP Babussalam Pekanbaru rata-rata sekitar 95,4% maka penulis berkesimpulan hipotesis yang diajukan diterima yaitu sangat berpengaruh sistem pemondokan terhadap perilaku siswa berdasarkan nilai-nilai pancasila di SLTP Babussalam Pekanbaru.
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA TAMATAN TK DAN NON TK DI SEKOLAH DASAR NEGERI Supini, Supini
SUARA GURU Vol 3, No 3 (2017): Vol. 3 No. 3, September 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.493 KB) | DOI: 10.24014/suara guru.v3i3.4095

Abstract

Penulis tertarik pada judul ini karena selama mengajar di sekolah dasar penulis selalu memegang antara kelas I, II, dan III. Dalam pengamatan penulis adanya perbedaan murid yang berasal dari TK dan non TK diantaranya cara bergaul mereka dengan temannya, cara belajar, membaca, menulis dan berhitung, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa yang berasal dari TK dan non TK. Populasi pada penelitian ini juga merupakan sampel sekaligus yaitu siswa kelas IV SDN 035 Sungai Sirih Tahun Pelajaran 2003-2004. Penelitian ini merupakan penelitian perbedaan dua variabel dengan metode deskriptif, pengolahan data menggunakan rumus uji t (Anas Sudijono), teknik pengumpulan data dengan teknik dokumentasi, sedangkan pengolahan data dengan cara manual dengan menggunakan scientific calculator ke. 108. Dari hasil perhitungan ketika di kelas I cawu satu thitung (8,56) > ttabel (2,11) dalam taraf signifikan 5% sedangkan dalam taraf 1% thitung (6,36) > ttabel (2,90) berarti ada perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa yang berasal dari TK dan non TK. Cawu dua thitung (4,1073) > ttabel (2,11) dalam taraf signifikan 5% sedangkan dalam taraf 1% thitung (4,1073) > ttabel (2,90) berarti ada perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa yang berasal dari TK dan non TK. Cawu tiga thitung (1,37) < ttabel (2,11) dalam taraf signifikan 5% sedangkan dalam taraf 1% thitung (1,37) < ttabel (2,90) berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa yang berasal dari TK dan non TK. Ketika kelas II cawu satu thitung (0) < ttabel (2,11) dalam taraf signifikan 5% sedangkan dalam taraf 1% thitung (0) < ttabel (2,90) berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa yang berasal dari TK dan non TK. Cawu dua thitung (0,267) < ttabel (2,11) dalam taraf signifikan 5% sedangkan dalam taraf 1% thitung (0,267) < ttabel (2,90) berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa yang berasal dari TK dan non TK. Cawu tiga thitung (0,684) < ttabel (2,11) dalam taraf signifikan 5% sedangkan dalam taraf 1% thitung (0,684) < ttabel (2,90) berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa yang berasal dari TK dan non TK. Ketika di kelas III semester satu dan semester dua tidak ada perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa yang berasal dari TK dan non TK. Dari keseluruhan perhitungan bahwa adanya perbedaan yang signifikan ketika di kelas I cawu satu dan dua sedangkan selebihnya tidak terdapat perbedaan yang signifikan.
PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL ELABORASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Kenedi, Kenedi
SUARA GURU Vol 3, No 3 (2017): Vol. 3 No. 3, September 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.003 KB) | DOI: 10.24014/suara guru.v3i3.4081

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah bermanfaat untuk meningkatkan motivasi belajar matematika siswa       melalui pembelajaran model Elaborasi. (1) Bagi siswa, strategi pembelajaran model elaborasi diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar matematika di kelas VII A SMP Negeri 1 Pendalian IV Koto. (2) Bagi guru, strategi pembelajaran model elaborasi yang di lakukan pada penelitian ini di harapkan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran matematika di kelas VII A SMP Negeri 1 upaya meningkatkan motivasi belajar siswa. (3) Bagi sekolah, strategi pembelajaran model elaborasi ini di harapkan menjadi salah satu masukan dalam rangka meningkatkan motivasi belajar matematika. (4) Dari hasil analisis didapat prestasi belajar siswa  siklus ke 2 ,  14,29% siswa yang masih mencapai hasil belajar dengan kategori nilai baik. Untuk kategori nilai  baik sekali dan istimewa ada 85,71% siswa. Hasil penelitian menunjukan: 1). Penerapan metode elaborasi baik pada mata pelajaran matematika mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara optimal 2). Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran walaupun memilih satu metode pembelajaran seperti metode elaborasi, kita harus punya strategi yang tepat sehingga penerapan metode tersebut benar-benar sesuai dengan  karakteristi materi pembelajaran matematika.
PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN RUANG DAN KEMAMPUAN MEMBACA PADA SISWA SEKOLAH DASAR Tri Umiatik, Tri Umiatik
SUARA GURU Vol 3, No 3 (2017): Vol. 3 No. 3, September 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.315 KB) | DOI: 10.24014/suara guru.v3i3.4096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbaikan terhadap proses belajar mengajar sehingga tercapai ketuntasan belajar baik secara individual maupun klasikal dengan menggunakan metode demonstrasi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) di kelas I Sekolah Dasar Negeri 015 Sungai Sirih Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus, yaitu siklus I dan siklus II, yang mana tiap-tiap siklus ini dilakukan beberapa tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode demonstrasi pada mata pelajaran matematika dan Bahasa Indonesia di kelas I Sekolah Dasar Negeri 015 Sungai Sirih Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TERHADAP PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DEMOSTRASI DI SEKOLAH DASAR marjan, marjan
SUARA GURU Vol 3, No 3 (2017): Vol. 3 No. 3, September 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.811 KB) | DOI: 10.24014/suara guru.v3i3.4087

Abstract

Penelitian meningkatkan hasil  belajar siswa terhadap pelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran demostrasi  di kelas VI SDN 012 Lebuh Lurus Kecamatan Inuman Kabupaten Kuantan Singingi tahun pelajaran 2009/2010 adalah untuk mengetahui peningkatan proses hasil belajar dan kemampuan siswa dalam mata pelajaran matematika pada materi  operasi bilangan bulat. Hal ini karena guru tidak melibatkan siswanya  selama proses belajar mengajar berlangsung sehingga siswa cenderung pasif. Objek penelitian adalah siswa dikelas VI ada 25 orang terdiri dari laki-laki 8 orang dan perempuan 17 orang. Bidang studi yang akan di teliti adalah matematika. Waktu penelitian tanggal 1 sampai 15 Oktober 2009. Hasil penelitian menunjukkan, pada pra siklus nilai grafik tertinggi terjadi pada 0-49 dan 50-59 yakni 40 %. siklus I siswa yang mendapatkan garifik tertinggi terjadi pada nilai 50-59 yaitu 58% dan setelah dilakukan siklus II maka grafik tertinggi siswa tedapat pada nilai 70-79  yakni 32% dengan demikian peningkatan belajar siswa lebih kurang 50% . Peningkatan  diatas berarti guru merupakan salah satu faktor yang cukup menentukan keberhasilan siswa dalam belajar siswa.
TANGGAPAN SISWA KELAS I, II TERHADAP DISIPLIN SEKOLAH DI SMA PERINTIS SUNGAI SIRIH TAHUN PELAJARAN 2003/2004 M. Juroto, M. Juroto
SUARA GURU Vol 3, No 3 (2017): Vol. 3 No. 3, September 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.015 KB) | DOI: 10.24014/suara guru.v3i3.4092

Abstract

Penelitian ini mengambil judul Tanggapan Siswa Kelas I, II Terhadap Disiplin Sekolah Di SMA Perintis Sungai Sirih Tahun Pelajaran 2003/2004. Ada alasan tersendiri mengapa penelitian ini mengambil judul seperti yang dimaksud diatas. Pertama tidak sedikit orang yang bangga dengan sikap disiplin sehingga banyak juga yang berani mengatakan bahwa sekolah itu tidak disiplin, sekolah itu kurang disiplin dan seterusnya. Kedua juga tidak sedikit buku-buku karya besar para ahli yang mengambil judul buku dan bicara tentang disiplin. Dan yang paling mendasar adalah rasa ingin tahu bagaimana tanggapan siswa terhadap disiplin sekolah yang dimaksud. Kalau tanggapan itu menuju kearah positif, mangapa masih banyak ditemui gejala-gejala pelanggaran terhadap disiplin sekolah. Misalnya keterlambatan siswa datang ke sekolah, pulang sebelumnya (bolos), baju tidak dimasukkna, seragam tidak lengkap, terjadi perkelahian antar pelajar dan sebagainya. Yang menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran tanggapan terhadap disiplin sekolah dalam aspek seragan sekolah, kehadiran siswa dalam sekolah, kegiatan upacara, SKJ dan gotong royong, piket kebersihan lingkungan kelas dan OSIS, kegiatan proses pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, aspek budaya dan aspek keamanan dan kesopanan. Jika sudah diketahui gambarannya maka dengan mudah melakukan koreksi terhadap disiplin sekolah itu sendiri maupun terhadap penerapannya dan selanjutnya sekolah dapat mengambil langkah yang tepat guna merencanakan, merumuskan, dan menerapkan disiplin sekolah. Begitu juga Komite Sekolah dan orangtua murid dapat memahami betapa besar artinya disiplin dalam berbagai kehidupan, lebih-lebih di sekolah.
PERBEDAAN KONSEP DIRI SISWA BERPRESTASI TINGGI DENGAN BERPRESTASI RENDAH SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Windra, Windra
SUARA GURU Vol 3, No 3 (2017): Vol. 3 No. 3, September 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.051 KB) | DOI: 10.24014/suara guru.v3i3.4097

Abstract

Perbedaan konsep diri siswa berprestasi tinggi dengan berprestasi rendah siswa kelas II SMP Negeri Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi Tahun Pelajaran 2005 / 2006. Konsep diri penting sekali dipahami oleh setiap orang yang berperan dalam meningkatkan perkembangan diri siswa. Hal ini disebabkan konsep diri mempengaruhi kesehatan mental dan bahkan perkembangan kepribadian siswa. Untuk membina konsep diri yang positif siswa perlu memahami dan menilai diri sendiri secara positif. Penelitian membahas tentang konsep diri siswa berprestasi tinggi dengan berprestasi rendah siswa kelas II SMP Negeri Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi Tahun Pelajaran 2005 / 2006 yang bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan konsep diri siswa yang berprestasi tinggi dengan siswa yang berprestasi rendah. Objek penelitian ini adalah siswa dan siswa SMP Negeri sebanyak 125 siswa yang terdiri dari 34 siswa yang berprestasi tinggi dan 91 siswa yang berprestasi rendah. Hasil analisa data menunjukkan terdapat perbedaan konsep diri siswa berprestasi tinggi dengan berprestasi rendah. Siswa yang mempunyai konsep diri positif prestasi belajarnya lebih baik dibandingkan dengan siswa yang kurang memahami tentang konsep dirinya sendiri.
PEMBERIAN REWARD UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN GURU DALAM MENGAJAR DI KELAS SLB Mastur, Mastur
SUARA GURU Vol 3, No 3 (2017): Vol. 3 No. 3, September 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.799 KB) | DOI: 10.24014/suara guru.v3i3.4102

Abstract

Permasalahan pendidikan merupakan permasalah yang terus berkembang dan merupakan permasalahan yang harus di-tanggulangi dengan cepat dan tepat di karenakan pendidikan merupakan suatu hal penting yang akan merubah segalanya, diantara masalah-masalah tersebut adalah kurangnya kedisiplinan guru-guru dalam mengajar.Fakta yang terjadi dilapangan banyak guru yang tidak disiplin, kurangnya kedisiplinan guru dalam mengajar di kelas, fakta ini salah satunya di jumpai di SLB Negeri Bangkinang Kota. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kedisipilinan guru dalam mengajar di kelas melalui pemberian reward di SLB Negeri Bangkinang Kota.Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Sekolah, PTS ini dilakukan pada 2 siklus, Penelitian Tindakan Sekolah ini terdiri dari rangkaian empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang (2 Siklus). Empat kegiatan utama yang ada pada setiap siklus adalah: (a) perencanaan, (b) pelaksanaan, (c) pengamatan, dan (d) refleksi.Pada penelitian ini peneliti menetapkan indikator keberhasilan tindakan sebesar 75% (Guru yang disiplin mengajar di kelas sebanyak 75%). Dari hasil pengamatan di Siklus I didapat persentase guru yang disiplin sebesar 23,07% sedangkan dari hasil pengamatan di Siklus II didapat persentase guru yang disiplin sebesar 76.93%, melebihi indikator keberhasilan sebesar 75%.Setelah melakukan Siklus I dan Siklus II didapat Persentase kenaikan jumlah guru yang datang kurang dari 10 menit sebanyak 53.86%. Yang pada awalnya hanya 23.07% maka setelah melakukan siklus II jumlah guru yang datang kurang dari 10 menit menjadi 76.93%. Karena terjadi peningkatan yang cukup signifikan maka dapat %disimpulkan bahwa pemberian Reward dapat meningkatkan kedisiplinan guru dalam mengajar di kelas di SLB Negeri Bangkinang Kota.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TERHADAP KONSEP PEMBAGIAN WILAYAH WAKTU DAN LETAK GEOGRAFIS INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BERGAMBAR Syafriadi, Syafriadi
SUARA GURU Vol 3, No 3 (2017): Vol. 3 No. 3, September 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.508 KB) | DOI: 10.24014/suara guru.v3i3.4088

Abstract

Penelitian tentang peningkatkan hasil belajar siswa terhadap konsep pembagian waktu dan letak geografis di Indonesia kelas V SD Negeri 014 Pulau Binjai Kecamatan Kuantan Mudik tahun pelajaran 2015/2016 ini adalah untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dan diharapkan siswa akan lebih paham dan mengerti. Waktu penelitian adalah kamis, 3 September 2015 dan Kamis, 8 Oktober 2015. Alokasi waktu 2x 35 menit dengan jumlah 12 siswa. Hasil ulangan harian siswa pada awal semester I diketahui tingkat ketuntasan kelas baru mencapai 45.65 dengan KKM yang ditetapkan sebesar 65. Maka siswa kelas V belum mencapai ketuntasan belajar. Hal ini memerlukan suatu upaya perbaikan dalam proses pembelajaran sehingga penguasaan konsep pada siswa semakin meningkat. Salah satu upaya perbaikan tersebut adalah dengan menggunakan media pembelajaran  berupa gambar. Media pembelajaran berupa gambar termasuk faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa, karena media pembelajaran berupa gambar memiliki kelebihan di mana para siswa akan lebih paham dan mengerti tentang materi yang disampaikan guru. Sehingga proses pembelajaran dapat berjlan dengan lancar, siswa dapat lebih paham akan materi serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Page 1 of 2 | Total Record : 14