cover
Filter by Year
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : -
Ranah: Journal of Language Studies is published by the National Agency for Language Development and Cultivation. It is a research journal which publishes various research reports, literature studies and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies. It is published periodically twice a year in June and December. Each article published in Ranah will undergo assessment process by peer reviewers.
Articles
88
Articles
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa

Volume 7, Nomor 2, Desember 2018, Ranah,

Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 7, No 2 (2018): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kesantunan Tindak Tutur Bamamai dalam Bahasa Banjar: Berdasarkan Skala Kesantunan Leech

Jahdiah, NFN

Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 7, No 2 (2018): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.103 KB)

Abstract

This study discusses speech act of bamamai (nagging) in Banjar language. Bamamai is an expressive speech act. Bamamai usually involves the speaker's emotion toward the speech partner when the speech is not in accordance with what the speaker wants. This research aims to describe bamamai speech acts based on Leech’s politeness scale. The method used in this research is descriptive qualitative. The data collected are descriptive, taken from the speakers’ conversations in Banjar language’s oral variety. The theory used in this research is the politeness scale by Leech, namely (1) cost and benefit scale, (2) optionality scale, (3) indirectness scale, (4) authority scale and (5) distance scale. The research shows that there are polite speeches in the bamamai (nagging) speech act because they are in accordance with Leech’s politeness scale, namely the indirectness, authority and optionality scale. On the other hand, there are impolite speeches in bamamai (nagging) speech act because they are not in accordance with the indirectness scale and social distance scale. AbstrakPenelitian ini membahas mengenai tindak tutur bamamai (mengomel) dalam bahasa Banjar. Bamamai termasuk tindak tutur ekspresif. Bamamai biasanya melibatkan emosi penutur kepada mitra tutur ketika tuturan mitra tutur tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh penutur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tindak tutur bamamai berdasarkan skala kesantunan Leech.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsif kualitatif. Data yang dikumpulkan berbentuk deskriptif percakapan penutur berbahasa Banjar dalam ragam lisan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini skala kesantunan yang dikemukakan oleh Leech, yaitu (1) skala kerugian dan keuntungan, (2) skala pilihan, (3) skala ketidaklangsungan, (4) skala keotoritasan, dan (5) skala jarak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tindak tutur bamamai terdapat tuturan yang santun karena sesuai dengan skala kesantunan yang dikemukakan oleh Leech, yaitu skala ketidaklangsungan, keotoritasan, dan pilihan. Sebaliknya, dalam tindak tutur bamamai terdapat tuturan yang tidak santun karena tidak sesuai dengan skala ketidaklangsungan dan skala jarak sosial.

Ranah: Jurnal Kajian Bahasa

Volume 7, Nomor 2, Ranah,

Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 7, No 2 (2018): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Realisasi Pronomina dalam Bahasa Mooi: Analisis Tipologi Morfologi

Firdaus, Winci

Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 7, No 2 (2018): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.035 KB)

Abstract

This study on relation of pronouns and affixation discusses about pronouns structure and affixes usage in Mooi language. Pronouns structures in Mooi language include personal pronouns, possessive pronouns, interrogative pronouns and demonstrative pronouns. The pronouns forms in Mooi language recognize gender forms and will experience sound changes if they are side by side with the first, second and third personal pronouns. On the other hand, affixations in Mooi language include preffixes, confixes, time marker confixes and personal confixes. The method used in this research is synchronic descriptif method, and the data collecting technique is spoken and listening technique. The data analysis technique is generalisation analysis technique that include several stages of forms and units determination in the corpus to morphology generalisation examination. ABSTRAKKajian tentang relasi pronomina dan afiksasi ini membahas tentang struktur kata ganti dan penggunaan afiks pada bahasa Mooi. Struktur kata ganti pada bahasa Mooi meliputi pronomina persona, pronomina milik, pronomina penanya dan pronomina penujuk. Bentuk pronomina dalam bahasa Mooi mengenal bentuk gender dan akan mengalami perubahan bunyi apabila berdampingan dengan kata ganti orang ke I, II, dan III. Sedangkan afikasasi pada bahasa Mooi meliputi prefiks, konfiks, konfiks penanda waktu dan konfiks persona. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode deskriptif sinkronis, dengan teknik pengumpulan data adalah teknik cakap dan simak. Teknik analisis data yaitu teknik analisis generalisasi yang meliputi beberapa tahapan dari penentuan bentuk dan satuan dalam korpus sampai pada pemeriksaan generalisasi morfologi.

Pergeseran Bahasa Daerah Pada Anak-Anak di Kuala Tanjung Sumatra Utara

Sahril, NFN

Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 7, No 2 (2018): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.974 KB)

Abstract

This research aims to describe the condition of regional language shift among children in Kuala Tanjung. Afterwards, it will be studied whether the attitude factor and the parents’ role affect the use of regional language. To answer this issue, the researcher involved the societies of Kuala Tanjung who live in the districts of Sei Suka, Medang Deras and Air Putih in Batu Bara Regency, North Sumatra Province. From these populations, samples are taken as many as 20 children from each district. The total sample is 60 people aged 6-12 years (primary education age), 60 parents (30—50 years, married), so the total sample is 120 people. This research used quantitative-qualitative descriptive method. Data collection techniques are observation, questionnaires and interviews through note taking and recording as the research instruments. The result of the research shows the condition of language shift among children in Kuala Tanjung based on percentage analysis of questionnaire data. The use of language in the realm of family and official and unofficial domains in schools shows the dominance of Indonesian language usage. Based on the percentage calculations, almost all respondents' answers indicate a lack of regional language usage by children, although in terms of attitudes, the respondents’ attitude towards regional language usage is quite encouraging, shown by the percentage of questionnaires. However, it does not affect the regional languages defense so that it is concluded that there has been a shift in language. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi pergeseran bahasa daerah di kalangan anak-anak di wilayah Kuala Tanjung. Lebih lanjut, akan dilihat apakah faktor sikap dan peran orang tua memengaruhi penggunaan bahasa daerah. Untuk menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan populasi masyarakat Kuala Tanjung yang berdomisili di Kecamatan Sei Suka, Kecamatan Medang Deras, dan Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatra Utara. Dari sejumlah populasi tersebut, diambil sampel sebanyak 20 anak-anak dan 20 orang tua dari tiap-tiap kecamatan. Jumlah sampel adalah 60 orang usia 6—12 tahun (usia pendidikan dasar) dan 60 orang tua (30—50 tahun, menikah), total sampel adalah 120 orang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif-kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner, dan wawancara yang dilengkapi dengan instrumen penelitian, yaitu pencatatan dan perekaman. Hasil penelitian menunjukkan adanya kondisi pergeseran bahasa di kalangan anak-anak di Kuala Tanjung berdasarkan analisis persentase data kuesioner. Penggunaan bahasa pada ranah keluarga dan ranah resmi dan tidak resmi di sekolah menunjukkan dominannya penggunaan bahasa Indonesia. Berdasarkan perhitungan persentase, hampir semua jawaban responden menunjukkan kurangnya penggunaan bahasa daerah oleh anak-anak walaupun dari segi sikap responden terhadap penggunaan bahasa daerah cukup mengembirakan, yang ditunjukkan oleh hasil persentase kuesioner. Akan tetapi, tidak memberi pengaruh pada pemertahanan bahasa daerah sehingga disimpulkan telah terjadi pergeseran bahasa.

Teknik Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis

Zalmansyah, Achril

Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 7, No 2 (2018): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.735 KB)

Abstract

The aims of the research is to improve the writing learning process and students’ achievement through Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) technique. The method of the research is qualitative descriptive by means of classroom action research. This research is conducted at SMP Negeri 3 Natar Lampung Selatan, and the object of the research is class VII/F. The research procedure consists of three cycles, namely planning, implementation, observation and reflection. The result of this research shows that (1) the lessons planned using CIRC technique are able to increase narrative writing ability and (2) learning process in improving writing ability through CIRC technique could increase students’ and teacher’s activity. The students’ activity in class VII/F scores 72,947 at the first cycle, scores 73,684 at the second and scores 76,71 at the third . Meanwhile, the teachers’ activity in learning scores 76 at first cycle, scores 79 at the second cycle and scores 82 at the third. Standard of study at the first cycle is 65%, 73,68% at the second cycle and 82% at the third. Score of narrative writing ability increases from the first cycle to second cycle, and the indicator is achieved at the third cycle. It is concluded that this technique could increase the students’ narrative writing ability. AbstrakKemampuan siswa dalam menulis narasi sangat rendah sehingga perlunya suatu teknik pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan ini. Oleh karena itu, teknik Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dapat digunakan sebagai salah satu solusi yang tepat untuk meningkatkan keterampilan ini. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif berupa penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 3 Natar Lampung Selatan dengan objek penelitian siswa kelas VII/F. Prosedur penelitian ini dilaksanakan sebanyak tiga siklus, yaitu siklus perencanaan, tindakan dan obsevasi, dan refleksi. Hasil penelitiannya diperoleh (1) Rencana pelaksanaan pembelajaran melalui teknik CIRC dapat meningkatan kemampuan menulis narasi; (2) Proses pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan menulis dengan teknik CIRC dapat meningkatkan aktivitas siswa dan guru. Aktivitas siswa di kelas VII/F pada siklus satu mendapat skor 74,24; siklus dua mendapat skor 75,30; dan siklus tiga mendapat skor 81,014. Sementara itu, aktivitas guru dalam pembelajaran siklus satu mendapat skor 76, siklus dua 79, dan siklus tiga mendapat skor 82.  Ketuntasan belajar pada siklus satu 65%, siklus dua  73,68%, dan siklus tiga  81%. Nilai kemampuan menulis narasi  mengalami peningkatan dari siklus satu ke siklus dua, dan indikator tercapai pada siklus tiga. Simpulannya adalah teknik CIRC terbukti dapat meningkatkan kemampuan menulis narasi siswa.

Dampak Ekologis Penggunaan Kalimat Indikatif pada Media Massa Online Papua: Tinjauan Ekolinguistik Kritis

Mantiri, Grace, Handayani, Tri

Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 7, No 2 (2018): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.705 KB)

Abstract

The texts on Papuan online mass media mostly focused on environmental issues. The texts influence mode and thinking patterns of the readers. The aim of this research is to describe the destructive and constructive impacts of indicative sentences for the readers. The approach used in this research is critical discourse approach with descriptive method. The result shows that the ecological damage of indicative sentences usages are divided into two, namely constructive and destructive impacts. In the constructive impacts, contents, meanings or messages usually influence readers’ thinking pattern and attitude to preserve environment. The positive discourses can change negative ethics into positive ethics. The destructive impacts are sentence usages in environmental discourses in the form of too explicit, vulgar, excessive and detailed texts. The texts influence the attitude and thinking pattern that damage the environment.AbstrakEkosintasis merupakan kajian terapan linguistik yang membahas kalimat-kalimat yang berdampak pada pelestarian dan kebertahanan lingkungan. Jubi Papua merupakan surat kabar yang menarik karena berisi berbagai macam informasi seputar Papua. Masalah ekosintaksis penting dilakukan karena dapat membantu pemerintah dan pemerhati lingkungan untuk ikut menyerukan pemertahanan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengkritisi dampak teks dari segi positif dan negatif bagi lingkungan ekologi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan wacana kritis dengan metode deskriptif. Berkaitan dengan teknik, teknik penelitian dibagi dua yaitu teknik pengumpulan data dan teknik analisis data. Teknik pengumpulan data digunakan teknik wawancara dan kajian pustaka, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif. Berdasarkan pembahasan, kalimat indikatif berdampak positif yang sifaknya konstruktif bagi lingkungan, serta yang sifatnya negatif berdampak destruktif bagi ekologi itu sendiri.

Sistem Appraisal pada Slogan dalam Kain Rentang Kampanye Politik Bakal Calon Kepala Daerah Kabupaten dan Kota Bogor

Sukma, Bayu Permana

Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 7, No 2 (2018): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.375 KB)

Abstract

One of language functions in political discourse is to persuade others, and one of the media to implement the function is slogan used on political campaign banner. This research aims to explore the use of appraisal system, especially attitude, and its source of appraisal in the slogans on political campaign banners of regent and mayor prospective candidates in Bogor Residence and Bogor City. Researches on slogans on political campaign banner have been widely counducted, while the researches which apply the appraisal theory are still not easy to find. In fact it can help text consumers clearly see the attitude and the evaluation of the text producers on subjects they communicate. The data were analyzed by using appraisal system theory proposed by Martin and White (2005). The data were obtained by observing and were analyzed by using referential matching (padan referensial) method. The results show that judgment is the most-frequently-used subcategory in the slogans. It reflects that the political campaign banner creators give more emphasis on appraisal of human behaviour, whether of themselves or of others (society). Regarding the subjects and the objects, the appraisals were most predominantly made by and givento the regent and the mayor prospective candidates themselves as the slogan makers. The finding shows that the regent and the mayor prospective candidates often subjectively claim their quality without considering others’ opinion in their political advertisement.AbstrakSalah satu fungsi bahasa dalam wacana politik adalah untuk memengaruhi orang lain. Fungsi tersebut diwujudkan salah satunya dalam bentuk slogan kampanye politik pada kain rentang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan sistem appraisal, khususnya subsistem attitude, dan sumber penilaian dalam slogan pada kain rentang kampanye politik bakal calon kepala daerah di Kabupaten dan Kota Bogor. Data-data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori sistem appraisal yang dikemukakan oleh Martin & White (2005). Data-data tersebut diperoleh melalui metode simak dan dianalisis dengan metode padan referensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa judgment merupakan subkategori attitude yang paling banyak digunakan dalam slogan. Hal ini menunjukkan bahwa para pembuat iklan lebih menekankan penilaian terhadap perilaku manusia, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain (masyarakat). Sementara itu subjek dan objek penilaian yang paling dominan adalah bakal calon kepala daerah sendiri selaku pembuat slogan. Temuan ini menunjukkan bahwa para bakal calon kepala daerah kerap membuat klaim-klaim sepihak mengenai kualitas dirinya, tanpa mengutip atau menampilkan pendapat dari pihak lain. 

Metafora Pada Lagu Nyidham Sari dan Yen Ing Tawang ono Lintang

Ranabumi, Raditya

Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 7, No 2 (2018): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.032 KB)

Abstract

The study of metaphors in semantics is indeed worth discussing in the world of linguistics, languages that are not straightforward make many people rethink to understand a meaning. In general, the metaphor is an expression of language to say something that lives for something else that lives, that lives for something that dies, something that dies for life, and something else that dies. When talking about keroncong songs in Indonesia, almost all songs mean straightforward. However, if it refers to the songs of Nyidam Sari and Yen Ing Tawang Ono Lintang, the work of artist Andjar Any seems to need to be studied more deeply because in the lyrics delivered there are a lot of visible metaphors. Based on this background, the purpose of this research is to understand the meanings implied in the two songs. In this study researchers used descriptive qualitative methods because the object of this research is the song contained in the text. Then, based on the results of the research that has been done, it can be concluded that 13 metaphors in both songs have been found, namely 4 nominative metaphors, 4 complementative metaphors, 4 predictive metaphors, and 1 calimative metaphors. Thus it has been answered that the meaning of some song lyrics was previously poorly understood by the general public.AbstrakKajian metafora dalam semantik memang layak untuk diperbincangkan dalam dunia linguistik, bahasa-bahasa yang tidak lugas membuat banyak orang berfikir ulang untuk memahami suatu makna. Pada umumnya metafora itu adalah ungkapan kebahasaan untuk mengatakan sesuatu yang hidup untuk sesuatu lainnya yang hidup, yang hidup untuk sesuatu yang mati, sesuatu yang mati untuk hidup, dan sesuatu yang mati lainnya yang mati. Jika berbicara tentang lagu keroncong di Indonesia, hampir semua lagu bermakna lugas. Akan tetapi jika mengarah pada lagu Nyidam Sari dan Yen Ing Tawang Ono Lintang karya seniman Andjar Any tampaknya perlu dikaji lebih dalam karena dalam lirik-lirik yang disampaikan banyak sekali metafora yang tampak. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan penelitian ini adalah memahami makna-makna yang tersirat dalam kedua lagu tersebut. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif deksriptif karena objek penelitian ini adalah lagu yang tertuang dalam teks. Kemudian, berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa telah ditemukan 13 metafora dalam kedua lagu tersebut, yaitu 4 metafora nominatif, 4 metafora komplementatif, 4 metafora predikatif, dan 1 metafora kalimatif. Dengan demikian terjawab sudah makna dari beberapa lirik lagu yang sebelumnya kurang dipahami masyarakat awam.  

Keakuratan Terjemahan Gaya Bahasa pada Novel Lady Chatterley’s Lover

Pratiwi, Nidya, Nababan, M.R, Djatmika, NFN

Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 7, No 2 (2018): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.059 KB)

Abstract

Translating accuracy of source language into target language in a literary work require high appropriatness that retain the beauty of the language. The purpose of this study is to identify and describe level of accuracy of the translation in the figure of speech appeared in D.H Lawrence's Lady Chatterley’s Lover novel and its translation. The data of this study were types of figure of speech in the original novel of D.H Lawrence's Lady Chatterley’s Lover and its translation. Assigning a qualitative approach, data were collected by means of document analysis and Focus Group Discussion. Meanwhile, the study indicates five types of language style found in the source text were translated by using translation equivalent technique, discursive creation, reduction, borrowing, literal, addition, modulation, explication, and adaptation.Farther more, the average accuracy of the translation is 2.8 out of 3, which indicates that the translation is good.AbstrakKeakuratan terjemahan dari bahasa sumber ke dalam bahasa target dalam karya sastra haruslah tepat dan tidak menghilangkan keindahan bahasanya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mendeskripsikan tingkat keakuratan terjemahan pada jenis gaya bahasa yang muncul dalam novel Lady Chatterley’s Lover karya D.H Lawrence dan terjemahannya. Data yang digunakan adalah ragam gaya bahasa yang muncul dalam novel Lady Chatterley’s Lover karya D.H Lawrence versi asli dan hasil terjemahannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan data dikumpulkan dengan cara analisis dokumen serta Focus Group Discussion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 gaya bahasa yang ditemukan pada penelitian ini diterjemahkan menggunakan 9 teknik penerjemahan, di antaranya padanan lazim (PL), kreasi diskursif (KD), reduksi, peminjaman (borrowing), literal, adisi, modulasi, eksplisitasi, dan adaptasi. Selain itu, rata-rata keakuratan pada terjemahan gaya bahasa adalah 2,8 dari skala 3 yang mengindikasikan terjemahan tersebut baik.