cover
Filter by Year

Analysis
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya)
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) merupakan media untuk mempublikasikan hasil Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya (SNFA) yang diselenggarakan oleh Program Studi S2 Ilmu Fisika, Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret.
Articles
51
Articles
Pemahaman Siswa SMA Kelas XI IPA Tahun Ajaran 2016/2017 di Kabupaten Wonogiri dan Kecamatan Sintang tentang Pemantulan pada Cermin Datar dan Cermin Lengkung

Novianti, Andrea Vicky, Sarkim, Tarsisius

Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: The aim of the research was to measure students of High School academic year 2016/2017 Wonogiri Regency and Sintang District understanding about Reflection on Flat Mirror and Concave Mirror. This research was carried out on March of 8th – 31st 2017 on eleven Senior High Schools in Wonogiri Regency and Sintang District. The participants were 2 Private Senior High Schools and 4 State Senior High Schools in Wonogiri Regency and 3 Private Senior High Schools and 2 State Senior High Schools in Sintang District. The subjects of this research were the students of 2 nd science group, these were 449 students consist of 311 students in Wonogiri Regency and 138 students in Sintang District. The method of this research was descriptive type Survey Cross Sectional. The research utilized CRI (Certainty Response Index) technique for identifying understanding students. The identification through 5 questions of essay test which completed by student confidential’s index for answering questions. Interview has been conducted to confirm quantitative data. The result of this research were students understanding of 2nd Science High School Wonogiri Regency and Sintang District  was very lo, because the percentage of student understanding less than 40%. Eventhough, percentage of students understanding in Wonogiri Regency higher than percentage of student understanding on Sintang District. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemahaman siswa SMA kelas XI tahun ajaran 2016/2017  di Kabupaten Wonogiri dan Kecamatan Sintang tentang materi pemantulan pada cermin datar dan cermin lengkung. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 8 – 31 Maret 2017 di 11 SMA di Kabupaten Wonogiri dan Kecamatan Sintang. Sekolah yang terlibat penelitian terdiri dari 2 SMA Swasta dan 4 SMA Negeri di Kabupaten Wonogiri serta 3 SMA Swasta dan 2 SMA Negeri di Kecamatan Sintang. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA sejumlah 449 siswa yang terdiri dari: 311 siswa di Kabupaten Wonogiri dan 138 siswa di Kecamatan Sintang. Metode yang digunakan adalah deskriptif tipe survey cross sectional. Pada penelitian ini digunakan teknik CRI (Certainty Response Index) untuk mengidentifikasi pemahaman siswa. Identifikasi tersebut dilakukan dengan menggunakan tes esai sebanyak 5 butir soal yang dilengkapi dengan indeks keyakinan siswa dalam menjawab soal. Wawancara dilakukan untuk mengkonfirmasi data kuantitattif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa SMA kelas XI IPA di Kabupaten Wonogiri dan Kecamatan Sintang tentang cermin datar dan cermin cekung masih sangat rendah, hal ini ditunjukkan dari hasil persentase pemahaman siswa yang kurang dari 40%. Namun demikian, persentase pemahaman siswa di Kabupaten Wonogiri lebih tinggi dibanding pemahaman siswa di Kecamatan Sintang.

Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Pedagogi Ignasian pada Mata Kuliah Termodinamika

Rositawati, Dwi Nugraheni

Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: This research aims to improve academic ability and help students to be able to find the values of life that it is useful to become a whole person. This research is a research of learning that it was prepared by Ignatian Pedagogical Paradigm. The key elements in the system of Ignatian Pedagogical Paradigm are the context-experience-reflection-action-evaluation. The system is applied by lecture every meeting. Experience excavations are conducted in the laboratories that it enables students to study independently and in groups with experiment, viewing videos, working on questions, describing state diagrams, giving examples of everyday phenomena, presentations and trying to derive equations. The students reflect their experience and action to find the values of Ignatian Spirituality that it is useful for the development of student life into a whole person gained by  3C (competence, conscience and compassion) . The evaluation is done with observing the improvement of academic ability and the invention of life values. Implementation of Ignatian pedagogy in thermodynamics course has been able to improve academic and non academic ability of the students. The academic achievement is indicated by increasing the value of IPS and IPK. While non-academic achievement is indicated by the discovery of life values such as awareness of the need to advance, unyielding spirit, confidence, caring, discipline, systematic thinking, logical, conscientious, respecting process, independent, imaginative, responsible, self-handling, caring and moving to always try to get better.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan akademik dan membantu mahasiswa untuk dapat menemukan nilai-nilai kehidupan yang berguna untuk menjadi pribadi yang utuh. Penelitian ini merupakan penelitian pembelajaran yang disusun dengan berbasis Pedagogi Ignasian. Unsur-unsur pokok yang merupakan sistem pada Pedagogi Ignasian adalah konteks-pengalaman-refleksi-aksi-evaluasi. Sistem tersebut diaplikasikan pada setiap pertemuan. Penggalian pengalaman dilakukan di laboratorium yang memungkinkan mahasiswa untuk aktif belajar secara mandiri dan kelompok yaitu dengan praktikum, melihat video, mengerjakan soal, menggambarkan diagram keadaan, memberikan contoh fenomena sehari-hari yang terkait dengan materi, presentasi dan mencoba menurunkan persamaan. Melalui refleksi antara pengalaman dan aksi, mahasiswa diajak untuk mampu menemukan nilai-nilai Spiritualitas Ignasian yang berguna untuk perkembangan hidup mahasiswa menjadi pribadi yang utuh yang diperoleh dengan mengasah 3C (competence, conscience dan compassion). Evaluasi dilakukan dengan mengamati peningkatan kemampuan akademik dan penemuan nilai-nilai kehidupan. Penerapan Pedagogi Ignasian pada mata kuliah Termodinamika telah dapat meningkatkan kemampuan akademik  dan non akademik mahasiswa. Peningkatan prestasi akademik diindikasikan dengan peningkatan nilai IPS dan IPK. Sedangkan prestasi non akademik diindikasikan dengan diketemukannya nilai-nilai kehidupan seperti kesadaran akan kebutuhan untuk maju, semangat pantang menyerah, percaya diri, kepedulian, disiplin, berpikir sistematis, logis, teliti, menghargai proses, mandiri, imajinatif, bertanggung jawab, mengatasi diri, bekerjasama, dan tergerak untuk selalu berusaha menjadi lebih baik.

Need Assessment untuk Pengembangan Buku Ajar Matakuliah Fisika SMA Disertai LKM Berorientasi Icare untuk Meningkatkan Kreativitas dan Keterampilan Sains Mahasiswa Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan

Sinuraya, Jurubahasa, Wahyuni, Ida, Panggabean, Deo Demonta

Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: This study is the first year of three years. This study aims to: (1) know the lecturers perceptions of the use of ICARE-oriented Students Worksheet in textbooks, and (2) to describe the trend of student learning styles. The type of research used in the entire study is Research and Developmet (R & D). Research subjects are lecturers and Students in Basic of Mathematics and Sciences Group. The first years study contains the need assessment, and the drafting of the initial draft of textbooks for high school physics courses with ICARE-oriented Students Worksheet. Data collection techniques used were questionnaire, observation, interview, and documentation study, and supported by logbook and focus group discussion (FGD). Data were analyzed descriptively qualitative. The results of the first year study obtained data on the initial conditions of sample 50 students and 10 lecturers Basic of Mathematics and Sciences Group are as follows: The results have been achieved is some description of the need to serve as a basis in developing textbook subjects physics high school, namely: lecturers perceptions of the use of ICARE-oriented Students Worksheet in high school physics textbooks averaged 86.67 (much needed); with details of the introduction aspect of an average score of 90.55 (much needed), conecting an average score of 89.33 (very satisfactory), applying an average score of 81.33 (required), reflecting an average score of 81.00 (required) and extending an average score of 84.00 (required), and (2) based on self-assessment students learning styles tend to be visual and kinesthetic in order of an average score of 74.00 and 66.50. Abstrak: Penelitian ini merupakan kegiatan tahun pertama dari tiga tahun. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui persepsi dosen terhadap penggunaan LKM berorientasi ICARE dalam buku ajar, dan (2) mendeskripsikan kecenderungan gaya belajar mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam keseluruhan penelitian ini adalah Research and Developmet (R & D). Subjek penelitian adalah para dosen dan Mahasiswa MIPA Dasar. Penelitian tahun pertama berisi tentang need assesment, dan penyusunan draft disain awal buku ajar mata kuliah fisika SMA disertai LKM berorientasi ICARE. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, serta didukung dengan buku catatan lapangan/logbook dan focus group discussion (FGD). Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian tahun pertama diperoleh data mengenai kondisi awal dari sampel 50 orang mahasiswa dan 10 orang dosen MIPA Dasar adalah sebagai berikut: Hasil yang telah dicapai adalah beberapa deskripsi kebutuhan untuk dijadikan sebagai dasar dalam mengembangkan buku ajar mata kuliah fisika SMA, yaitu: (1) persepsi dosen terhadap penggunaan LKM berorientasi ICARE dalam buku ajar fisika SMA skor rata-rata 86,67 (sangat dibutuhkan); dengan rincian: penggunaan aspek introduction skor rata-rata 90,55 (sangat dibutuhkan), conecting skor rata-rata 89,33 (sangat memuaskan), applying skor rata-rata 81,33 (dibutuhkan), reflecting skor rata-rata 81,00 (dibutuhkan) dan extending skor rata-rata 84,00 (dibutuhkan), dan (2) berdasarkan penilaian diri gaya belajar mahasiswa cenderung visual dan kinestetik secara berurutan skor rata-rata 74,00 dan 66,50.

Analisis Kebutuhan Desain Perangkat Pembelajaran Berbasis Scientifics dalam Mencapai Academic Success Skill

Motlan, Motlan, Sinuraya, Jurubahasa, Sinulingga, Karya, Mihardi, Satria

Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract:. Learning tools are an important part of a lecture. Consistency in both formatting and quality design becomes an important role. In this study aimed at the development of Scientifics-based device design approach. Improved Academic Success Skill becomes the ultimate goal of application of the resulting device design. The research method used is based on product development. In the research conducted information gathering through questionnaires and needs analysis in various faculties. There are 3 stages in the research through the product observation stage, survey needs analysis, and responsive questionnaire. From the research results obtained that: First, the product produced so far has not been directed to the achievement of Academic Success Skill and arranged in a standard format and intact; Secondly, consistency and standard in producing instructional tools that become the benchmark is felt necessary in supporting the alignment and suitability to support the performance of lectures; and Third, the need for the format and design of standard and specific learning tools on the achievement of Academic Success Skill is expected to materialize in assisting the implementation of more co-ordinated courses. In subsequent developments the model of learning device design is tested in small groups that will be used as information in the improvement and analysis of deficiencies to the resulting product. Abstrak: Perangkat pembelajaran merupakan bagian penting dari suatu pelaksanaan perkuliahan. Konsistensi dalam perancangan baik secara format dan kualitas menjadi peranan penting. Dalam penelitian ini ditujukan pada pengembangan desain perangkat berbasis pendekatan Scientifics. Peningkatan Academic Success Skill menjadi tujuan akhir penerapan desain perangkat yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan berlandaskan pengembangan produk. Dalam penelitian dilakukan pengumpulan informasi melalui angket dan analisis kebutuhan diberbagai fakultas. Ada 3 Tahapan dalam penelitian melalui tahapan observasi produk, survey analisis kebutuhan, dan angket responsif. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa: Pertama, produk yang dihasilkan selama ini belum terarah kepada pencapaian Academic Success Skill dan tertata dalam format yang baku dan utuh; Kedua, Konsistensi dan standar dalam menghasilkan perangkat pembelajaran yang menjadi patokan sangat dirasakan perlu dalam menunjang keselarasan dan kesesuaian untuk menunjuang kinerja perkuliahan; dan Ketiga, kebutuhan format dan desain dari perangkat pembelajaran yang baku dan spesifik pada pencapaian Academic Success Skill sangat diharapkan terwujud dalam membantu pelaksanaan perkuliahan yang lebih terkoordirnir. Dalam perkembangan selanjutnya model desain perangkat pembelajaran diujikan dalam kelompok kecil yang akan dijadikan informasi dalam perbaikan dan analisis kekurangan terhadap produk yang dihasilkan.

Uji Homogenitas dan Stabilitas Suhu Mini Liquid Bath untuk Kalibrasi Termometer Digital Makanan

Indrayani, Liza, Sasono, Margi

Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak: Uji homogenitas dan stabilitas suhu di dalam Mini Liquid Bath untuk kalibrasi termometer digital dalam industri makanan atau Digital Food Thermometer telah dilakukan. Mini Liquid Bath yang akan diuji memiliki bentuk tabung silinder dengan diameter 6.5 cm dan tinggi 13.5 cm. Uji homogenitas suhu dilakukan pada gradien radial dan axial pada silinder bath dengan menggunakan 6 buah sensor termokopel dari sebuah termometer multi channel. Sementara itu, uji stabilitas suhu menggunakan sebuah termometer yang diletakkan pada titik tengah geometris di dalam bath selama beberapa waktu. Selanjutnya, hasil uji ini digunakan untuk menentukan nilai sumbangan ketidakpastian dalam proses kalibrasi termometer digital dengan cara-cara ISO-GUM (International Standardization Organization-Guide Uncertainty Measurement). Berdasarkan hasil penelitian, kondisi stabil pada Mini Liquid Bath diperoleh yaitu pada titik suhu rendah berkisar  dengan ketidakpastian dan suhu tinggi berkisar  dengan ketidakpastian  Hasil uji homogenitas, pada suhu rendah diperoleh ketidakpastian sebesar  dan suhu tinggi diperoleh ketidakpastian . Hasil kalibrasi termometer digital dengan menggunakan Mini Liquid Bath tersebut diperoleh koreksi  untuk suhu rendah dengan ketidakpastian sebesar . Sementara itu, untuk suhu tinggi diperoleh koreksi  dengan ketidakpastian sebesar . Hasil kalibrasi ini dilaporkan dengan tingkat kepercayaan  dan faktor cakupan . Dari hasil tersebut, menunjukkan bahwa pada kalibrasi titik suhu rendah, ketidakpastian pengukuran sangat besar. Hal ini diduga akibat kontribusi signifikan ketidakpastian homogenitas dan stabilitas suhu pada titik suhu rendah.

Pengembangan Instrumen Evaluasi Pembelajaran Kurikulum 2013 Berbasis Multimedia pada Materi Fisika SMA Kelas X

Dewati, Maria, Widyasari, Halleyna

Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: The use of multimedia in learning is considered necessary today, especially digital-based multmedia, can have a positive impact in the world of education, especially on students and teachers.The purpose of this study designed the evaluation of learning instruments in accordance with the curriculum 2013 based on digital multimedia in the material Physics High School class X semester I in SMAN 51 and SMAN 104 East Jakarta academic year 2017/2018. Type of Research & Development (R&D) research with ADDIE development model (analyze, design, development, implementation, evaluation), validation subjects consist of a curriculum expert, two media teachers, four students for individual trials, ten students for small group trials, and thirty students for lapnography test.Data collection methods used questionnaires.Data analysis technique used qualitative descriptive analysis technique.The result of this research is soft file physics evaluation problem which is packed in flash program. The validity of the instrument is:(1) according to the expert review of the curriculum with good category 82.5%,(2) according to the review of the subject teachers are in good category 87.5%, (3) good 92.5%, (4) based on a good category individual test 84.8%, (5) based on small group good trials 81.5% and (6) field with good category 83.7% Learning evaluation instrument Curriculum 2013 based on digital multimedia is not revised, can be implemented in schools and for further research Abstrak: Penggunakan multimedia dalam pembelajaran dianggap perlu saat ini, terutama multmedia berbasis digital,dapat berdampak positif dalam dunia pendidikan terutama pada siswa dan guru.Tujuan penelitian ini mendesain instrumen evaluasi pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013 berbasis multimedia digital pada materi Fisika SMA kelas X semester I di SMAN 51 dan SMAN 104 Jakarta Timur tahun pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian Research & Development ( R&D) dengan model pengembangan ADDIE (analyze, design, development, implementation,evaluation) ,Subyek validasi terdiri dari seorang ( ahli kurikulum, ahli media), dua guru bidang studi, empat siswa untuk uji coba perorangan, sepuluh siswa untuk uji coba small group, dan tiga puluh siswa untuk uji lapngan.Metode pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah soft file soal-soal evaluasi fisika yang dikemas dalam program flash. Validitas instrumen adalah:(1)menurut review ahli kurikulum dengan kategori baik (82,5%),(2) menurut review guru bidang studi berada pada kategori baik (87,5%),(3)menurut review ahli media dengan kategori sangat baik (92,5%),(4)berdasarkan uji coba perorangan dengan kategori baik(84,8%), (5) berdasarkan uji coba small group dengan kategori baik(81,5%), dan (6) berdasarkan uji coba lapangan dengan kategori baik(83,7%) Instrumen evaluasi pembelajaran Kurikulum 2013 berbasis multimedia digital ini tidak direvisi, dapat diimplementasikan di sekolah dan untuk penelitian lebih  lanjut.

Tingkat Kebisingan di Sekolah Sekitar Perlintasan Kereta Api

Faradiba, Faradiba

Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract:. Noise is a sound that can cause discomfort. One of them is rail activity. Noise generated enough to bring negative impacts to the surrounding environment, especially in the school environment.. This research uses descriptive analysis method with cross sectional approach. The location of this research is the school that is right next to the railway crossing i.e. SMA Negeri 37 Jakarta. Noise level data retrieval is performed using a sound level meter applications android-based. The data measured by the instantaneous sound pressure level for 5 minutes, or Leq (5 minutes) for each measurement point. There are 5 point measurements. From the results of measurements at SMA Negeri 37 Jakarta gained an average noise level for 5 measurement point is 70.50 dB. The figure exceeds the threshold if refers to the Kep-48 MNLH/11/1996 to 55,00 dB maximum school environment. Necessary noise control efforts at that school to minimise the negative impact caused. Because of the higher the intensity of noise, the more negative impact, especially for students in the school. Abstrak: Bising merpukan sebuah bunyi yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Salah satu yang mengakibatkan timbulnya suara bising yang cukup tinggi adalah aktivitas kereta api. Kebisingan yang dihasilkan cukup membawa dampak negatif bagi lingkungan disekitarnya, khususnya di lingkungan sekolah. penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian ini adalah sekolah yang berada tepat di samping perlintasan rel kereta api yaitu SMA Negeri 37 Jakarta. Pengambilan data tingkat kebisingan dilakukan dengan menggunakan aplikasi sound level meter berbasis android. Data diukur dengan tingkat tekanan bunyi sesaat selama 5 menit, atau Leq (5 menit) untuk setiap titik pengukuran. Terdapat 5 titik pengukuran. Dari hasil pengukuran pada SMA Negeri 37 Jakarta diperoleh rata-rata tingkat kebisingan untuk 5 titik pengukuran adalah 70,50 dB. Angka tersebut melebihi ambang batas jika merujuk pada Kep-48 MNLH/11/1996 untuk lingkungan sekolah maksimum 55 dB. Diperlukan upaya-upaya pengendalian kebisingan pada sekolah tersebut untuk meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan. Karena semakin tinggi instensitas kebisingan semakin memberikan dampak negatif khususnya bagi siswa di sekolah  tersebut.

Aplikasi Android pada Pembelajaran Fisika: Sebuah Solusi Mutakhir Pembelajaran Fisika di Era Global

Al-idrus, Syayid Qosim M. Jafar

Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract:. The study of physics in the globalization era faces many challenges. One such challenge is that students become less interested in traditional learning. In this era android applications are very popular among teenagers and may be an alternative to this problem. The purpose of this article is to describe the role of android application on physics learning of high school students especially on business material and energy. The method used is qualitative deskrptif. A Likert-scale questionnaire was used to collect data in this study. The object of this research is high school students of class X of Malang city. The result of this research is student response to android 3.60 in good criterion and on physics learning process equal to 3,03 in good creteria. These results indicate that students respond well to android applications used in the process of physics learning in the classroom. Abstrak: Pembelajaran fisika di era globalisasi banyak menghadapi tantangan. Salah satu tantangan tersebut adalah siswa menjadi kurang tertarik dalam pembelajaran yang masih tradisional. Dimasa ini aplikasi android sangat populer dikalangan remaja dan mungkin bisa menjadi salah satu alternatif untuk permasalahan ini. Tujuan artikel ini adalah untuk mendiskripsikan peranan aplikasi android pada pembelajaran fisika siswa SMA khususnya pada materi usaha dan energi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskrptif.  Lembar angket dengan skala Likert digunakan untuk mengambil data pada penelitian ini. Objek penelitian ini adalah siswa SMA kelas X kota Malang. Hasil penelitian ini adalah respon siswa terhadap android sebesar 3,60 dalam kreteria baik dan pada proses pemebelajaran fisika sebesar 3,03 dalam kreteria baik. Hasil ini menunjukkan bahwa siswa merespon baik aplikasi android yang digunakan dalam proses pembelajaran fisika di dalam kelas.

Physics Comprehensive and Contextual Teaching Material (PhysCCTM) untuk Meningkatkan Higher Order Thinking Skill (HOTS) Siswa SMA

Adi, Nugroho Prasetya, Suparno, Suparno, Mudilarto, Mudilarto, Istiyono, Edi, Alpin Y, Rattiwizal, Zaini, Muhammad, M.J.A, Syayid Qosim

Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: This study aimed to: (1) produce Physics Comprehensive and Contextual Teaching Material (PhysCCTM) which was reasonably for physics learning in SMA, and (2) examine the effectiveness of Physics Comprehensive and Contextual Teaching Material (PhysCCTM) to increase students Higher Order Thinking Skill (HOTS). This research used R&D methods with 4D models consisting of (1) Define, (2) Design, (3) Developt, and (4) Disseminate. The resulted product is PhysCCTM. The data were colleted by using an evaluation sheet of product, and test of HOTS. The data were analyzed using Aiken V to assess the product quality, and N-Gain analysis. The result of this research produced teaching material PhysCCTM which: (1) was reasonably to increase students HOTS with very good category based on expert, teachers, and good category based the response of students, and (2) effective to increase students HOTS significantly by effectivity on Partial Eta Squared in Multivariate Test with the value is 90,4%. Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menghasilkan Physics Comprehensive and Contextual Teaching Material (PhysCCTM) yang layak untuk pembelajaran fisika di SMA, dan (2) menguji efektivitas Physics Comprehensive and Contextual Teaching Material (PhysCCTM) dalam meningkatkan Higher Order Thingking Skill (HOTS) siswa SMA. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode R&D dengan model 4D yang meliputi tahap (1) Define, (2) Design, (3) Develop, dan (4) Disseminate. Produk yang dihasilkan adalah PhysCCTM. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar penilaian perangkat pembelajaran, dan lembar penilaian HOTS. Teknik analisis data yang digunakan adalah Aiken V untuk melihat kualitas produk dan analisis General Linier Model (GLM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah dihasilkan produk PhysCCTM yang: (1) layak digunakan untuk meningkatkan HOTS dengan kategori sangat baik berdasarkan penilaian ahli dan guru, serta kategori baik berdasarkan respon siswa, dan (2) efektif untuk meningkatkan HOTS siswa secara signifikan berdasarkan efektivitas pada Partial Eta Square di Multivariate Test dengan nilai 90,4%.

Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Fisika Berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa

Bahri, Muadin Wasis Saeful, Widodo, Widodo

Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan prestasi siswa dalam pembelajaran fisika dengan lembar kerja siswa berbasis contextual teaching and learning (CTL). Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan subjek penelitian siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Pakem Yogyakarta tahun 2017/2018.Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t pada taraf signifikan 5% dengan hasil sebesar P=0,000, artinya ada perbedaan prestasi belajar kelas yang menggunakan LKS berbasis CTL dibanding dengan kelas dengan pembelajaran konvensional.Rata-rata nilai N-Gain diperoleh melalui data posttest dan pretest. Nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 0,5462 sedangkan kelas eksperimen sebesar 0,6662. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan LKS berbasis CTL yang telah dikembangkan berpengaruh positif untuk meningkatkan prestasi belajar fisika siswa kelas VIII sehingga LKS berbasis CTL tersebut dapat dikembangkan lebih luas.