cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya)
ISSN : 25488317     EISSN : 25488325     DOI : -
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) merupakan media untuk mempublikasikan hasil Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya (SNFA) yang diselenggarakan oleh Program Studi S2 Ilmu Fisika, Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret.
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
Pemahaman Siswa SMA Kelas XI IPA Tahun Ajaran 2016/2017 di Kabupaten Wonogiri dan Kecamatan Sintang tentang Pemantulan pada Cermin Datar dan Cermin Lengkung Novianti, Andrea Vicky; Sarkim, Tarsisius
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.445 KB) | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v2i0.16358

Abstract

Abstract: The aim of the research was to measure students of High School academic year 2016/2017 Wonogiri Regency and Sintang District understanding about Reflection on Flat Mirror and Concave Mirror. This research was carried out on March of 8th – 31st 2017 on eleven Senior High Schools in Wonogiri Regency and Sintang District. The participants were 2 Private Senior High Schools and 4 State Senior High Schools in Wonogiri Regency and 3 Private Senior High Schools and 2 State Senior High Schools in Sintang District. The subjects of this research were the students of 2 nd science group, these were 449 students consist of 311 students in Wonogiri Regency and 138 students in Sintang District. The method of this research was descriptive type Survey Cross Sectional. The research utilized CRI (Certainty Response Index) technique for identifying understanding students. The identification through 5 questions of essay test which completed by student confidential’s index for answering questions. Interview has been conducted to confirm quantitative data. The result of this research were students understanding of 2nd Science High School Wonogiri Regency and Sintang District  was very lo, because the percentage of student understanding less than 40%. Eventhough, percentage of students understanding in Wonogiri Regency higher than percentage of student understanding on Sintang District. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemahaman siswa SMA kelas XI tahun ajaran 2016/2017  di Kabupaten Wonogiri dan Kecamatan Sintang tentang materi pemantulan pada cermin datar dan cermin lengkung. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 8 – 31 Maret 2017 di 11 SMA di Kabupaten Wonogiri dan Kecamatan Sintang. Sekolah yang terlibat penelitian terdiri dari 2 SMA Swasta dan 4 SMA Negeri di Kabupaten Wonogiri serta 3 SMA Swasta dan 2 SMA Negeri di Kecamatan Sintang. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA sejumlah 449 siswa yang terdiri dari: 311 siswa di Kabupaten Wonogiri dan 138 siswa di Kecamatan Sintang. Metode yang digunakan adalah deskriptif tipe survey cross sectional. Pada penelitian ini digunakan teknik CRI (Certainty Response Index) untuk mengidentifikasi pemahaman siswa. Identifikasi tersebut dilakukan dengan menggunakan tes esai sebanyak 5 butir soal yang dilengkapi dengan indeks keyakinan siswa dalam menjawab soal. Wawancara dilakukan untuk mengkonfirmasi data kuantitattif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa SMA kelas XI IPA di Kabupaten Wonogiri dan Kecamatan Sintang tentang cermin datar dan cermin cekung masih sangat rendah, hal ini ditunjukkan dari hasil persentase pemahaman siswa yang kurang dari 40%. Namun demikian, persentase pemahaman siswa di Kabupaten Wonogiri lebih tinggi dibanding pemahaman siswa di Kecamatan Sintang.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Pedagogi Ignasian pada Mata Kuliah Termodinamika Rositawati, Dwi Nugraheni
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.404 KB) | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v2i0.16362

Abstract

Abstract: This research aims to improve academic ability and help students to be able to find the values of life that it is useful to become a whole person. This research is a research of learning that it was prepared by Ignatian Pedagogical Paradigm. The key elements in the system of Ignatian Pedagogical Paradigm are the context-experience-reflection-action-evaluation. The system is applied by lecture every meeting. Experience excavations are conducted in the laboratories that it enables students to study independently and in groups with experiment, viewing videos, working on questions, describing state diagrams, giving examples of everyday phenomena, presentations and trying to derive equations. The students reflect their experience and action to find the values of Ignatian Spirituality that it is useful for the development of student life into a whole person gained by  3C (competence, conscience and compassion) . The evaluation is done with observing the improvement of academic ability and the invention of life values. Implementation of Ignatian pedagogy in thermodynamics course has been able to improve academic and non academic ability of the students. The academic achievement is indicated by increasing the value of IPS and IPK. While non-academic achievement is indicated by the discovery of life values such as awareness of the need to advance, unyielding spirit, confidence, caring, discipline, systematic thinking, logical, conscientious, respecting process, independent, imaginative, responsible, self-handling, caring and moving to always try to get better.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan akademik dan membantu mahasiswa untuk dapat menemukan nilai-nilai kehidupan yang berguna untuk menjadi pribadi yang utuh. Penelitian ini merupakan penelitian pembelajaran yang disusun dengan berbasis Pedagogi Ignasian. Unsur-unsur pokok yang merupakan sistem pada Pedagogi Ignasian adalah konteks-pengalaman-refleksi-aksi-evaluasi. Sistem tersebut diaplikasikan pada setiap pertemuan. Penggalian pengalaman dilakukan di laboratorium yang memungkinkan mahasiswa untuk aktif belajar secara mandiri dan kelompok yaitu dengan praktikum, melihat video, mengerjakan soal, menggambarkan diagram keadaan, memberikan contoh fenomena sehari-hari yang terkait dengan materi, presentasi dan mencoba menurunkan persamaan. Melalui refleksi antara pengalaman dan aksi, mahasiswa diajak untuk mampu menemukan nilai-nilai Spiritualitas Ignasian yang berguna untuk perkembangan hidup mahasiswa menjadi pribadi yang utuh yang diperoleh dengan mengasah 3C (competence, conscience dan compassion). Evaluasi dilakukan dengan mengamati peningkatan kemampuan akademik dan penemuan nilai-nilai kehidupan. Penerapan Pedagogi Ignasian pada mata kuliah Termodinamika telah dapat meningkatkan kemampuan akademik  dan non akademik mahasiswa. Peningkatan prestasi akademik diindikasikan dengan peningkatan nilai IPS dan IPK. Sedangkan prestasi non akademik diindikasikan dengan diketemukannya nilai-nilai kehidupan seperti kesadaran akan kebutuhan untuk maju, semangat pantang menyerah, percaya diri, kepedulian, disiplin, berpikir sistematis, logis, teliti, menghargai proses, mandiri, imajinatif, bertanggung jawab, mengatasi diri, bekerjasama, dan tergerak untuk selalu berusaha menjadi lebih baik.
PENGARUH ASIMILASI MODEL CUACA WEATHER RESEARCH FORECAST (WRF) DENGAN DATA RADIASI SATELIT TERHADAP ESTIMASI CURAH HUJAN (Studi Kasus Stasiun Meteorologi Pattimura‒Ambon Tanggal 24-25 Juli 2013) Burrahman, Habib; Silitonga, Andreas Kurniawan; Batubara, Ilham Haris; Fadlan, Ahmad
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2018
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.635 KB) | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v3i0.28524

Abstract

Abstract: Numerical weather predictions are currently being developed to address the need for high resolution rainfall forecasting. However, numerical weather forecasts in Indonesia are still problematic in terms of the accuracy of numerical models. Several previous studies have shown that modeling accuracy is strongly influenced by errors in the initial condition data. This study examines efforts from the research and development of the Weather Forecast and Forecast (WRF) model of preliminary data using a satellite beam assimilation procedure for forecasting rainfall in the Ambon region for two different case studies in 2018. Six experimental models are carried out by assimilation of sensors AMSU-A and MHS satellites use the WRFDA 3DVar system. This research was conducted by increasing the assimilation analysis on the initial data model, analyzing the model skills in the dichotomy of rainfall predictions, rainfall criteria, spatial rainfall, and time series of rainfall accumulation compared to BMKG rainfall observation data. The results showed that the DA AMSU-A and MHS experiments correctly modified the initial condition data of the model. Meanwhile, the results of dichotomous verification revealed that the DA observation experiment had the highest skill score forecast compared to other assimilation. but more experiments are needed in the northern Sumatra area to provide more significant results.Abstrak: Prediksi cuaca numerik saat ini terus dikembangkan untuk mengatasi kebutuhan akan ramalan curah hujan resolusi tinggi. Namun, ramalan cuaca numerik di Indonesia masih bermasalah dalam hal akurasi model numerik. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa akurasi pemodelan sangat dipengaruhi oleh kesalahan dalam data kondisi awal. Penelitian ini mengkaji upaya-upaya dari penelitian dan pengembangan model Prakiraan Cuaca dan Prakiraan (WRF) data awal menggunakan prosedur asimilasi pancaran satelit untuk prakiraan curah hujan di wilayah Ambon untuk dua studi kasus pada musim yang berbeda selama 2018. Enam model eksperimental dijalankan dengan asimilasi sensor satelit AMSU-A dan MHS menggunakan WRFDA sistem 3DVar. Penelitian ini dilakukan dengan analisis peningkatan asimilasi pada model data awal, analisis keterampilan model pada dikotomi prediksi curah hujan, kriteria curah hujan, curah hujan spasial, dan time series akumulasi hujan dibandingkan dengan data pengamatan curah hujan BMKG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksperimen DA AMSU-A dan MHS memodifikasi data kondisi awal model dengan benar. Sementara itu, hasil verifikasi dikotomis mengungkapkan bahwa eksperimen DA observasi memiliki skor ketrampilan prakiraan tertinggi dibandingkan dengan asimilasi lainnya. namun diperlukan lagi percobaan di daerah Sumatra utara untuk memberikan hasil yang lebih signifikan.
Analisis Interaksi Model Pembelajaran dan Berpikir Kritis Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Suhu dan Perpindahan Kalor Kelas X Semester II SMA Negeri 16 Medan Tarigan, Ratelit
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.748 KB) | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v2i0.16390

Abstract

Abstract: The research aim is known influence of interaction between learning model and ability level of critical thinking from learning outcomes of physics. Type of this research is quasy experiment with two group pretest-posttest design. The population of this research are all the students X grades semester II, which consist of four classes with cluster random sampling which X-Mia3 as experiment class and X-Mia2 as controlling class. The instrument to take data of outcomes learning is essay test with 8 questions and test of critical thinking in essay in 10 questions. Both of questions are validated of 4 validations to resulting valid instrument. The instrument of learning outcomes which have valid applying for students before studying activity. In the start of study, the student is given critical thinking question and then analyzing the data, interaction between learning model and level of high ability critical thinking for outcomes learning of physics. In conclusion, model of learning more domain than level of outcomes learning ability to critical thinking. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intreaksi antara model pembelajaran dan tingkat kemampuan berpikir kritis tinggi terhadap hasil belajar fisika. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan two group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X semester II yang terdiri dari 4 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling yaitu kelas X-Mia3 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-Mia2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data hasil belajar dalam bentuk essay dengan jumlah 8 soal dan tes berpikir kritis dalam bentuk essay dengan jumlah 10 soal. Kedua soal divalidasi oleh 4 validator sehingga menghasilkan instrumen yang lebih valid. Instrumen tes hasil belajar yang sudah valid diterapkan terhadap siswa sebelum dilakukan kegitan belajar mengajar (ujiawal). Awal pembelajaran diberikan soal berpikir kritis, kemudian data tersebut dianalisis, menghasilkan terdapat interaksi antara model pembelajaran dan tingkat kemampuan berpikir kritis tinggi terhadap hasil belajar fisika. Dalam hal ini, model pembelajaran lebih dominan dibandingkan dengan tingkat kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar siswa
KAJIAN INDEKS STABILITAS ATMOSTER TERHADAP KEJADIAN HUJAN LEBAT DI WILAYAH BOGOR Fu'adah, Lu'lu Nuthmainati; Ariyanto, Agustina Dwi Putri; Samsuri, Hilmi Hasani; Nugraheni, Imma Redha
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2018
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.896 KB) | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v3i0.28538

Abstract

Abstract: Heavy rain is the weather phenomena that could pose a risk to human life such as floods. Heavy rains caused by atmospheric instability. To find stable or unstable in the atmospheric condition can use the air stability index analysis. Analyzing the stability index of air can help predict the chances of heavy rain. In case of occurrence of heavy rain in the area of Bogor on 9,10 and 11 November 2018, viewed of index SI, LI, SWEAT, CAPE on the lowest value. The expected conclusion is that there is a relation between rainfall data and stability index. Himawari-8 satellite image from monitoring at the time of the scene showed a thick cloud cover in the area of Bogor during rain events.Abstrak: Hujan lebat merupakan fenomena cuaca yang dapat menimbulkan resiko bagi kehidupan manusia seperti banjir. Hujan lebat disebabkan oleh ketidakstabilan atmosfer. Untuk mengetahui stabil atau labilnya kondisi atmosfer dapat menggunakan cara analisis indeks stabilitas udara. Menganalisis indeks stabiltas udara dapat membantu dalam memprediksi peluang terjadinya hujan lebat. Dalam kasus kejadian hujan di wilayah Bogor pada tanggal 9, 10, dan 11 bulan November 2018 dilihat dari indeks SSI, LI, SWEAT, CAPE pada saat kondisi terendah, pada umumnya kondisi atmosfer menengah stabil. Walaupun dalam beberapa kejadian nilai SSI menunjukan kondisi atmosfer menengah stabil dan CAPE berada pada nilai potensi konvektif lemah. Dari pantauan citra satelit Himawari-8 pada saat kejadian menunjukkan tutupan awan tebal di wilayah Bogor pada waktu kejadian hujan.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN DATA ARAH DAN KECEPATAN ANGIN POLA MONSUNAL UNTUK KAJIAN PEMETAAN POTENSI ENERGI ANGIN DI WILAYAH NUSA TENGGARA BARAT Habib, Abdul Hamid Al; Cahyo, Kholis Nur; Firdiyanto, Prasetyo Umar; Winarso, Paulus Agus
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2018
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.08 KB) | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v3i0.28502

Abstract

Abstract:  The National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN) as of July 18 2017 released data that from 166 locations studied, there were 35 locations that had good wind potential with wind speeds above 5 meters per second at a height of 50 meters. Regions that have good wind speeds, one of which is West Nusa Tenggara (NTB). West Nusa Tenggara is an area that is crossed by monsunal wind patterns and is an island surrounded by beaches so that the West Nusa Tenggara region receives high winds. This can potentially be installed by wind turbines to be able to convert wind energy into electricity. Wind direction and speed data obtained from satellites are processed into average data then adjusted to the wind speed threshold that can rotate wind turbines. The results obtained are mapped using the GrADS application to determine the potential area for horizontal axis type wind turbine installation at a height of 10 meters based on monsunal pattern direction and wind speed. This study will provide recommendations on potential areas of wind energy and predictions of electrical power that will be generated from the use of these maps. The results of the study show that the West Nusa Tenggara region by utilizing wind energy can create electricity in a year totaling 14067.4026 kWh.Abstrak: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) per 18 Juli 2017 merilis data bahwa dari 166 lokasi yang diteliti, terdapat 35 lokasi yang mempunyai potensi angin yang bagus dengan kecepatan angin diatas 5 meter perdetik pada ketinggian 50 meter. Daerah yang mempunyai kecepatan angin bagus tersebut, salah satunya adalah wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Nusa Tenggara Barat merupakan wilayah yang dilintasi oleh pola angin monsunal dan merupakan pulau yang dikelilingi oleh pantai sehingga wilayah Nusa Tenggara Barat menerima hembusan angin yang cukup tinggi. Hal ini dapat berpotensi untuk dipasang turbin angin untuk dapat mengkonversi energi angin menjadi energi listrik. Data arah dan kecepatan angin yang diperoleh dari satelit diolah menjadi data rata-rata kemudian disesuaikan ke dalam batas ambang kecepatan angin yang dapat memutar turbin angin. Hasil yang diperoleh tersebut dipetakan dengan menggunakan aplikasi GrADS guna menetukan wilayah yang berpotensi untuk pemasangan turbin angin jenis sumbu horizontal pada ketinggian 10 meter berdasarkan arah dan kecepatan angin pola monsunal. Penelitian ini akan memberikan rekomendasi wilayah potensi energi angin serta prediksi daya listrik yang akan dihasilkan dari pemanfaatan peta tersebut. Hasil penelitian menunjukan wilayah Nusa Tenggara Barat dengan memanfaatkan energi angin dapat menciptakan energi listrik dalam setahun berjumlah 14067.4026 kWh.
STRATEGI BERPIKIR HIPOTETIKAL DEDUKTIF DENGAN PHET SIMULATIONS TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA PEMBELAJARAN FISIKA MATERI USAHA DAN ENERGI KELAS X SMA Ramadoan, Nurmutmainna; Suisworo, Dwi; Jauhari, Ishafit
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2018
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.919 KB) | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v3i0.28548

Abstract

Abstract: Deductive hypothetical thinking strategy is learning that contains an explanation of the principles of the content of the lesson explained in the form of the application of things that are general in matters that are specific. In deductive hypothetical thinking, students are required to be more critical in accepting and understanding what they have learned and experienced themselves in the 21st century.  In the 21st century learning,   using PhET simulations learning media to understand physics learning is better and more interesting. This study aims to determine the differences in deductive hypothetical thinking strategies with PhET simulations on critical thinking skills compared to conventional learning in Work and Energy subject. This research method is using quasi-experiment, randomized control group pre-test and post-test that is a researcher who has a randomized design with initial tests before learning and final test after learning. The subjects of this study were 10th grade level of  SMAN  1 Soromandi, where the 10th grade level of MIPA1 was the experiment group with the number of students as much as 26 and 10th grade level of MIPA2 as the control group with the number of students as much as 23. The results of this study concluded that there were differences between experimental groups and control groups, deductive hypothetical thinking is more effective than conventional learning on business and energy material at SMAN 1 Soromandi.Abstrak: Strategi berpikir  hipotetikal  deduktif  adalah suatu pembelajaran  yang  berisi  penjelasan  tentang  prinsip-prinsip isi pelajaran yang dijelaskan  dalam  bentuk  penerapan  hal-hal  yang  bersifat umum pada hal-hal yang bersifat khusus. Pada berpikir hipotetikal dedukif  peserta didik dituntut lebih kritis dalam menerima dan memahami apa yang mereka pelajari dan alami sendiri dalam  pembelajaran di abad ke-21 pada kurikulum K13. Dalam pembelajaran abad ke-21 untuk lebih memahami pembelajaran fisika lebih menarik mengunakan media pembelajaran PhET simulations. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan strategi berpikir hipotetikal deduktif dengan PhET Simulations terhadap keterampilan berpikir kritis dibandingkan dengan pembelajaran konvensional pada pembelajaran fisika materi Usaha dan Energi. Metode penelitian ini adalah menggunakan quasi esperiment, randomized control group pre-test dan post-test yaitu suatu penelitian yang memiliki rancangan secara acak  dengan  tes awal sebelum pembelajaran dan tes akhir sesudah pembelajaran. Subyek penelitian ini adalah kelas X SMAN I Soromandi, dimana kelas X1 Mipa sebagai kelas eksperimen  dengan jumlah peserta didik sebanyak 26 dan kelas X2 Mipa sebagai kelas kontrol dengan jumlah peserta didik sebanyak 23. Hasil penelitian ini menyimpulkan ada perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dan menggunakan berpikir hipotetikal deduktif lebih efektif dari pada pembelajaran konvensional pada materi usaha dan energi di SMAN I Soromandi.
PEMETAAN POTENSI PEMUTIHAN KARANG DI PERAIRAN INDONESIA MENGGUNAKAN ANALISIS DATA SUHU PERMUKAAN LAUT Pangestu, Dany; Ramadhanti, Ratih Suci; Fadlan, Ahmad
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2018
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2778.886 KB) | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v3i0.28512

Abstract

Abstract: Indonesia is the country that contributed the largest coral reefs, about 18% total of the entire the world. Area of coral reef in Indonesia known as the “Coral Triangle”. This ecosystem has high ecology and economic value. The existence of the coral reefs is the main attraction for a tourism destination. However, the function and role of these ecosystems are decreasing due to natural factors and artificial factors. One of the natural factors is due to the influence of global warmings, such as sea surface temperature (SST), causing damage and coral death, known as coral bleaching. The purpose of this study was to identify the potential for coral bleaching in Indonesian waters using SPL anomaly analysis obtained from monthly AVHRR POES in the morning and night. This research used hotspots data (HS) by calculating the average of data anomaly difference with a maximum monthly average data during 10 years (2006 - 2017). The results obtained show that areas that have the potential to become coral bleaching in Indonesian waters are quite varied. In general, it covers the northern coast of Banten, DKI Jakarta, West Java, Central Java, East Java, the northwest coast of Lampung, Pekanbaru, and Riau, the northwest coast of Papua Island, and North Natuna waters. The results also showed that sea surface temperatures in Indonesian waters were quite influential on coral bleaching.Abstrak: Indonesia merupakan negara penyumbang terumbu karang terbesar  yaitu 18% dari total dunia. Wilayah terumbu karang di Indonesia dikenal dengan wilayah “Coral Triangle”. Ekosistem ini memiliki nilai ekologis dan ekonomis yang tinggi. Keberadaanya merupakan daya tarik tersendiri untuk dijadikan lokasi wisata. Namun, fungsi dan peranan ekosistem ini menurun akibat faktor alam dan faktor buatan. Salah satu faktor alamnya diakibatkan pengaruh pemanasan global yaitu naiknya suhu permukaan laut (SPL) sehingga menyebabkan kerusakan dan kematian karang atau dikenal sebagai pemutihan karang. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi terjadi pemutihan karang di wilayah perairan Indonesia menggunakan analisis anomali SPLyang diperoleh dari POES AVHRR pagi dan malam bulanan. Metode yang diugunakan mencari data hotspot (HS) dengan melakukan  perhitungan rata rata selisih data anomali dengan data rata rata maksimum bulanan selama 10 tahun (2006 - 2017). Hasil yang didapat menunjukkan bahwa wilayah yang berpotensi menjadi pemutihan karang  di perairan Indonesia cukup beravariasi. Secara umum meliputi meliputi pesisir utara dari Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, pesisir barat laut Lampung ,Pekanbaru dan Riau,  pesisir barat laut dari Pulau Papua, dan perairan Natuna Utara. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa suhu permukaan laut di perairan Indonesia cukup mempengaruhi pemutihan karang.
Need Assessment untuk Pengembangan Buku Ajar Matakuliah Fisika SMA Disertai LKM Berorientasi Icare untuk Meningkatkan Kreativitas dan Keterampilan Sains Mahasiswa Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan Sinuraya, Jurubahasa; Wahyuni, Ida; Panggabean, Deo Demonta
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.569 KB) | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v2i0.16372

Abstract

Abstract: This study is the first year of three years. This study aims to: (1) know the lecturer's perceptions of the use of ICARE-oriented Students Worksheet in textbooks, and (2) to describe the trend of student learning styles. The type of research used in the entire study is Research and Developmet (R & D). Research subjects are lecturers and Students in Basic of Mathematics and Sciences Group. The first year's study contains the need assessment, and the drafting of the initial draft of textbooks for high school physics courses with ICARE-oriented Students Worksheet. Data collection techniques used were questionnaire, observation, interview, and documentation study, and supported by logbook and focus group discussion (FGD). Data were analyzed descriptively qualitative. The results of the first year study obtained data on the initial conditions of sample 50 students and 10 lecturers Basic of Mathematics and Sciences Group are as follows: The results have been achieved is some description of the need to serve as a basis in developing textbook subjects physics high school, namely: lecturers' perceptions of the use of ICARE-oriented Students Worksheet in high school physics textbooks averaged 86.67 (much needed); with details of the introduction aspect of an average score of 90.55 (much needed), conecting an average score of 89.33 (very satisfactory), applying an average score of 81.33 (required), reflecting an average score of 81.00 (required) and extending an average score of 84.00 (required), and (2) based on self-assessment students' learning styles tend to be visual and kinesthetic in order of an average score of 74.00 and 66.50. Abstrak: Penelitian ini merupakan kegiatan tahun pertama dari tiga tahun. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui persepsi dosen terhadap penggunaan LKM berorientasi ICARE dalam buku ajar, dan (2) mendeskripsikan kecenderungan gaya belajar mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam keseluruhan penelitian ini adalah Research and Developmet (R & D). Subjek penelitian adalah para dosen dan Mahasiswa MIPA Dasar. Penelitian tahun pertama berisi tentang need assesment, dan penyusunan draft disain awal buku ajar mata kuliah fisika SMA disertai LKM berorientasi ICARE. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, serta didukung dengan buku catatan lapangan/logbook dan focus group discussion (FGD). Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian tahun pertama diperoleh data mengenai kondisi awal dari sampel 50 orang mahasiswa dan 10 orang dosen MIPA Dasar adalah sebagai berikut: Hasil yang telah dicapai adalah beberapa deskripsi kebutuhan untuk dijadikan sebagai dasar dalam mengembangkan buku ajar mata kuliah fisika SMA, yaitu: (1) persepsi dosen terhadap penggunaan LKM berorientasi ICARE dalam buku ajar fisika SMA skor rata-rata 86,67 (sangat dibutuhkan); dengan rincian: penggunaan aspek introduction skor rata-rata 90,55 (sangat dibutuhkan), conecting skor rata-rata 89,33 (sangat memuaskan), applying skor rata-rata 81,33 (dibutuhkan), reflecting skor rata-rata 81,00 (dibutuhkan) dan extending skor rata-rata 84,00 (dibutuhkan), dan (2) berdasarkan penilaian diri gaya belajar mahasiswa cenderung visual dan kinestetik secara berurutan skor rata-rata 74,00 dan 66,50.
Pengaruh Penerapan Metode Eksperimen Menggunakan Phet Simulation Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Ditinjau dari Pengetahuan Awal Siswa SMP/MTs Wiravanjava, Wiravanjava
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.834 KB) | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v2i0.16410

Abstract

Abstract:. This study aims to determine the effect of the experimental method using PhET simulation on the ability of critical thinking and learning outcomes in review from the initial knowledge of students of class VIII MTsN Maguwoharjo Sleman. The population used is class VIII which is divided into 4 classes of parallel namely class VIII A, VIII B, VIII C, VIII D. Sampling is done randomly, so that obtained class VIII B as control class and class VIII C as experimental class treated with experimental method using PhET simulation. Technique of data retrieval is done by giving pretest to know early knowledge of student. Then do different learning, then students are given a post to know the ability of critical thinking and learning outcomes. Hypothesis testing was done by Mancova test using SPSS 17.0 program. based on the Mancova test that has been done, obtained the significance of the critical thinking ability 0,00 and the learning result is also 0.00. Since all of the significance below 0.05 means there is an influence of the application of experimental methods using PhET simulations to critical thinking skills and student learning outcomes Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapkan metode eksperimen menggunakan simulasi PhET terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar di tinjau dari pengetahuan awal siswa kelas VIII MTsN Maguwoharjo Sleman. Populasi yang digunakan adalah kelas VIII yang terbagi dalam 4 kelas parallel yaitu kelas VIII A, VIII B, VIII C, VIII D. Pengambilan sampel dilakukan secara acak, sehingga diperoleh kelas VIII B sebagai kelas control dan kelas VIII C sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan metode eksperimen menggunakan simulasi PhET. Teknik pengambilan data dilakukan dengan memberikan pretest untuk mengetahui pengetahuan awal siswa. Kemudian dilakukan pembelajaran yang berbeda, selanjutnya siswa diberi postest untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis dan hasil belajarnya. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji Mancova dengan menggunakan program SPSS 17.0. berdasarkan uji Mancova yang telah dilakukan, diperoleh nilai signifikansi kemampuan berpikir kritis 0,00 dan hasil belajar juga 0,00. Karena semua signifikansinya di bawah 0,05 berarti terdapat pengaruh penerapan metode eksperimen menggunakan simulasi PhET terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.