cover
Filter by Year
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan (P-ISSN 2502-647X dan E-ISSN 2503-1902) adalah jurnal ilmu kefarmasian dan kesehatan Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin yang dipublikasikan 2 kali dalam setahun (Maret dan Oktober) dalam bentuk cetak dan versi online. JIIS menerima artikel atau review yang meliputi bidang Farmasi dan Kesehatan. Artikel yang akan dimuat harus belum pernah dipublikasikan, original, dan tidak sedang dalam tahap review untuk kemungkinan dipublikasikan di jurnal lain. Artikel yang masuk akan direview oleh tim editor JIIS yang berasal dari dalam dan dari luar Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin.
Articles
72
Articles
PENGARUH PEMBERIAN LAYANAN PESAN SINGKAT SEBAGAI PENGINGAT DAN MOTIVASI TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN TERAPI ANTIDIABETIK ORAL

Nopitasari, Baiq Leny, Adikusuma, Wirawan, Asamuni, GJ Rahma Dewi

Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia (tingginya kadar gula dalam darah). Kualitas hidup merupakan salah satu sasaran terapi manajemen DM sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian layanan pesan singkat sebagai pengingat dan motivasi terhadap kualitas hidup dalam menunjang keberhasilan terapi pasien DM Tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan mengambil data pasien secara prospektif  selama periode Juli - Agustus 2017. Subyek penelitian ini sebanyak 60 pasien DM tipe 2 dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol sejumlah 30 pasien dan kelompok perlakuan sejumlah 30 pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara serta pengisian kuesioner SF-36 untuk mengukur kualitas hidup. Kuisioner SF 36 memiliki 8 domain dimana semua domain memiliki perbedaan yang signifikan (P<0,05) sebelum dan sesudah perlakuan. Kualitas hidup pasien pada kelompok kontrol maupun perlakuan memiliki perbedaan yang sigifikan (P<0,05), dimana kualitas hidup pasien pada kelompok perlakuan lebih baik dibandingkan kualitas hidup pada kelompok kontrol. Dengan demikian pemberian layanan pesan singkat sebagai pengingat dan motivasi dapat meningkatkan kulitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2.

EKSTRAK BUAH DELIMA (Punica granatum L) SEBAGAI FORMULASI LIPSTIK

Yanty, Yuska Novi, Hepiyansori, Hepiyansori, Niarisesa, Lisza

Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Buah Delima (Punica granatum l) termasuk famili Punicaceae yang mengandung antosianin. Warna dari buah delima disebabkan oleh flavanoid yaitu antosianin. Antosianin merupakan pigmen yang dapat digunakan sebagai pewarna alami dan dapat menggantikan pewarna sintesis. Penelitian ini dilakukan untuk membuat sediaan lipstik dari ekstrak buah delima dan mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak buah delima. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi dengan menggunakan etanol 96% sebagai pelarut, kemudian pelarut dipekatkan dengan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak buah delima. Komponen sediaan lipstik terdiri dari cera alba, vaselin alba, setil alkohol, carnauba wax, lanolin, propilen glikol, nipagin, oleum ricini, oleum rosae, serta penambahan ekstrak buah delima dengan konsentrasi 15%, 18%, dan 21%. Pengujian terhadap sediaan meliputi pemeriksaan mutu meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji titi lebur, uji stabilitas, dan uji iritasi. Sediaan lipstik yang dihasilkan mudah dioleskan dan homogen, sediaan tidak menyebabkan iritasi, stabil, bau khas, bentuk silinder, dan warna merah muda. Pengukuran pH rata-rata sediaan lipstik yang mengandung ekstrak buah delima dengan konsentrasi 15% : 4, 06%, : 3,68 dan 21% : 3,53. Titik lebur pada konsentrasi 15% : 59,2°C, 18%, : 58,5°C dan 21% : 57,6°C

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK JANTUNG PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca L.) PONTIANAK

Ferdinan, Ade, Prasetya, Abdi Bakti

Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan judul Uji Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Etanol Jantung Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) Pontianak dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol jantung pisang kepok dengan metode DPPH secara kualitatif maupun kuantitatif, dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Ekstrak jantung pisang kepok dibuat dalam konsentrasi 4 ppm, 8 ppm, 12 ppm, 16 ppm, dan 20 ppm. Sebagai pembanding digunakan vitamin C. Hasil pengujian menunjukan nilai IC50 ekstrak etanol jantung pisang kepok sebesar 13,11 ppm sedangkan vitamin C sebesar 1,11 ppm. Diketahui jika nilai IC50 lebih kecil dari 200 ppm, maka dapat digunakan sebagai antioksidan.

EVALUASI PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID PADA PASIEN ANAK DI RSU PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA JANUARI – MARET 2015

Aristia, Bella Fevi, Supadmi, Woro

Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penggunaan kortikosteroid efektif untuk gangguan inflamasi dan autoimun. Tujuan penelitian untuk mengetahui penggunaan kortikosteroid berdasarkan jenis, cara pemberian, tujuan penggunaan, serta evaluasi kesesuaian indikasi dan dosis pada pasien anak di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.Desain penelitian adalah observasional yang hasilnya ditampilkan secara deskriptif. Pengumpulan data retrospektif dari rekam medik pasien anak yang mendapat kortikosteroid pada Januari-Maret 2015. Pengambilan data meliputi jenis kelamin, usia, diagnosa, jenis kortikosteroid, cara dan dosis pemberian. Evaluasi kesesuaian indikasi dan dosis berdasarkan Kemenkes RI no 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktek Klinis, Drug Information Handbook 2000, AHFS 2002, serta Formularium dan Pedoman Diagnosa Terapi ( PDT) Rumah Sakit PKU Muhammadiyah 2015Penggunaan kortikosteroid di rawat jalan adalah triamcinolone tablet 77,91%, di rawat inap adalah deksamethasone injeksi 48,65%. Cara pemberian di rawat jalan 98,77% per oral dan di rawat inap 70,27% parenteral. Pemberian  kortikosteroid di rawat jalan dengan diagnose bronkitis akut 42,24% dan di rawat inap asma bronkitis 27,59%. Evaluasi kesesuaian indikasi di rawat jalan 90,06%, sesuai dan di rawat inap 89,66% sesuai. Evaluasi kesesuaian dosis di rawat jalan 100% sesuai dan di rawat inap 48,65% sesuai.Jenis kortikosteroid adalah triamcinolone tablet, cara pemberian paling banyak adalah oral, diagnosa terbanyak adalah penyakit saluran pernafasan, sesuai indikasi dan dosis.

UJI FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL UMBI PAKU ATAI MERAH (Angiopteris ferox COPEL)

Sundu, Reksi, Sapri, Sapri, Nurhasnawati, Henny

Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Umbi paku atai merah (angiopteris ferox Copel) biasa dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh suku dayak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan pada umbi paku atai merah. Pada penelitian ini telah dilakukan uji fitokimia dan uji aktivitas antioksidan ekstrak yang ditentukan dengan metode DPPH (1,1-Difenil-2-pikrilhidrazil) menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji fitokimia menunjukan bahwa ekstrak etanol umbi paku atai merah mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Sementara itu aktivitas antioksidan ekstrak tersebut tergolong kuat dengan nilai IC50 sebesar 193,20 ppm.

ANALISIS PROFIL PENGOBATAN, BIAYA DAN CLINICAL OUTCOMES PASIEN DM KARTU JAKARTA SEHAT DAN UMUM DI RSUD TARAKAN

Erlana, Nanang, Anggriani, Yusi, Sabirin, Briliana

Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pemerintah provinsi DKI Jakarta telah menerapkan UU Nomor 23/1992 berupa pembiayaan kesehatan yaitu dengan menetapkan penjaminan kesehatan melalui Kartu Jakarta Sehat (KJS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  dampak dari pelaksanaan JKN terhadap pofil pengobatan, biaya dan clinical outcomes pasien DM tipe 2 yang beralih menjadi BPJS serta mengetahui gambaran HRQoL pasien KJS dan pasien Umum.Penelitian ini dilakukan secara longitudinal time dengan mengambil data  secara restrospektif dari rekam medik, dokumen/kuitansi dari Instalasi Farmasi Rumah Sakit dan dokumen/kuitansi dari bagian keuangan periode Juli 2013 sampai Desember 2014 untuk pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Subjek penelitian adalah pasien diabetes mellitus tipe 2 rawat jalan di RSUD Tarakan Jakarta sebanyak 108 pasien KJS dan 20 pasien Umum yang menjadi sampel penelitian. Penelitian ini merupakan analisis korelasi untuk mengetahui hubungan antara karakteristik penduduk dengan frekuensi masalah kesehatan. Populasi yang digunakan sama, namun pada waktu yang berbeda yaitu sebelum JKN dan sesudah JKN. Analisa data dilakukan dengan tahapan analisa secara deskriptif untuk mengetahui persentase setiap variabel yang diuji. Secara deskriptif terdiri dari 4 (empat) variabel yaitu demografi pasien, profil pengobatan, biaya dan clinical outcomes. Analisa perbedaan profil pengobatan dan biaya  sebelum dan sesudah JKN menggunakan uji statistik Wilcoxon. Kuesioner yang dibuat dan diberikan kepada pasien bertujuan untuk menilai Health Related Quality of life (HRQoL) yang digunakan adalah Diabetes Quality of Life Clinical Trial Questionanaire (DQLCTQ) yang telah divalidasi versi Indonesia. Kueisoner ini disusun oleh United Kingdom Prospective Diabetes Study (UKPDS).Hasil penelitian secara statistik pada profil pengobatan tidak ada perbedaan bermakna antara pasien KJS dengan pasien Umum pada  obat DM dan  obat Non DM. Secara statistik pada biaya tidak ada perbedaan bermakna antara pasien KJS dengan pasien Umum pada biaya obat Non DM. Sedangkan secara statistik ada perbedaan bermakna antara pasien KJS dengan pasien Umum pada biaya pengobatan, biaya total obat dan rata-rata biaya obat DM. Pada pengukuran clinical outcomes pasien KJS dan  pasien Umum menunjukkan perbedaan pada jumlah pasien dengan GDP dan HBA1c membaik, stabil dan memburuk. Pada pengukuran kualitas hidup (DQLCTQ) tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok pasien KJS dan pasien Umum pada semua domain.

ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA ANTIBIOTIK SEFOTAXIME DAN GENTAMISIN PENDERITA PNEUMONIA PADA BALITA DI RSUD KABUPATEN BOMBANA PROVINSI SULAWESI TENGGARA

Musdalipah, Musdalipah, Setiawan, Muh. Azdar, Santi, Eria

Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit yang menjadi masalah di berbagai negara berkembang termasuk Indonesia. Antibiotik merupakan terapi utama pada pengobatan pneumonia. Pneumonia pada balita membutuhkan terapi antibiotik yang tepat dan sesuai dengan risiko efek sampig yang minimal  serta biaya pelayanan kesehatan yang terjangkau. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas biaya antibiotik penderita pneumonia pada balita di RSUD Kab.Bombana tahun 2016. Metode penelitian ialah deskriptif dengan rancangan cross sectional study. Data diambil secara retrospektif yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi. Total biaya yang dihitug ialah biaya antibiotik, biaya rawat inap, biaya laboratorium dan biaya obat lain. Efektivitas terapi dilihat lamanya pasien dirawat dan dinyatakan sembuh. Efektivitas pengobatan dianalisis menggunakan ACER (Average Cost Effectiveness Ratio) yang dihitung berdasarkan rasio biaya dan (persen) % outcome klinis pada kelompok sefotaxime dan gentamisin. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, gambaran total biaya antbiotik  cefotaxime sebesar Rp.3,000,000 dan gentamisin sebesar Rp.3,264,000. Efektivitas terapi penggunaan antibiotik cefotaxime sebesar 81,25%  sedangkan gentamisin sebesar 85,71%. Nilai  ACER cefotaxime sebesar 36,923 dan gentamisin sebesar 38,081. Berdasarkan nilai ACER, biaya pengobatan yang cost-effective ialah cefotaxime.

UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BIJI PETAI CHINA (Leucaena leucocephala) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI GLUKOSA

Sari, Ratih Pratiwi, Putra, Aditya Maulana Perdana

Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Biji petai cina (Leucaena leucochepala) diyakini masyarakat sebagai salah satu tanaman obat yang mampu mengobati DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol biji petai china dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit dan mendapatkan dosis optimal ekstrak etanol biji petai china yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah mencit putih jantan (Mus musculus) yang diinduksi glukosa.Subjek penelitian berupa mencit putih jantan berjumlah 25 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok, terdiri atas kelompok 1 yang diberikan metformin 90mg/kgBB, kelompok 2, 3, 4 yang diberikan ekstrak biji petai china dengan dosis 125mg/kgBB, 250mg/kgBB dan 500mg/kgBB serta kelompok 5 yang diberi aquadest 0,5ml/20gramBB. Seluruh kelompok diinduksi glukosa dengan dosis 2gr/kgBB yang menyebabkan mencit putih jantan dalam keadaan hiperglikemik. Pemeriksaan kadar glukosa darah pada menit ke- 0, 15, 45 dan 60.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang diberikan ekstrak etanol biji petai china dengan dosis 500mg/kgBB dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit putih jantan secara signifikan. Nilai signifikansi pada uji GLM yang diperoleh 0,001 (P < 0,05) dengan kadar rata-rata glukosa akhir 114,120mg/dL. Hal tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji petai china dapat menurunkan kadar glukosa darah.

EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum L) SEBAGAI ZAT AKTIF PADA FORMULASI SEDIAAN GEL

Sopianti, Densi Selpia, Bulan, Putri Serindang

Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Bawang putih (Allium sativum L) memiliki julukan sebagai antibiotik alami. Aplikasi bawang putih pada wajah juga mempunyai beberapa manfaat yang bisa menyembuhkan jerawat (acne vulgaris). Tujuan penelitian ini membuat sediaan sediaan gel sebagai zat aktif yang digunakan yaitu ekstrak bawang putih (Allium sativum L). Metode dalam penelitian experimental laboratorium, dimana bawang putih sebagai bahan aktif diekstrak dengan menggunakan metode maserasi. Dibuat 3 variasi formula sediaan yaitu  3%, 5%, dan 7% dan zat tambahan lain dalam sediaan gel menggunakan bahan Na.CMC, nipagin dan nipasol, gliserol dan olium guajava. Masing-masing formula gel dilakukan evaluasi sediaan meliputi organoleptis, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji iritasi. Hasil evaluasi sifat fisik gel dari ketiga formula dengan variasi ekstrak bawang putih pada konsentrasi yang berbeda dihasilkan formula I dengan konsentrasi ekstrak bawang putih 3% menghasilkan uji yang lebih baik dibandingkan Formila II dan formula III.

HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PASIEN MELALUI KEPUASAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DALAM PELAYANAN KESEHATAN (STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT YARSI PONTIANAK)

Suryaningrat, Dani

Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Semakin bertambahnya jumlah rumah sakit yang ada di kota Pontianak sehingga memberikan kebebasan bagi masyarakat untuk memilih tempat pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Loyalitas pasien menjadi syarat penting untuk mempertahankan eksistensi rumah sakit swasta. Loyalitas pasien dipengaruhi oleh tingkat kualitas pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. Faktor yang tidak kalah penting mempengaruhi loyalitas adalah kepuasan pasien terhadap pelayanan yang telah diterimanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui dan menganalisa pengaruh langsung kualitas pelayanan terhadap loyalitas pasien dan pengaruh kualitas layanan terhadap loyalitas pasien melalui kepuasan. Metode penelitian ini dengan pendekatan deskriptif yang dianalisa dengan analisa jalur. Sampel yang digunakan sebagai responden sebanyak 100 responden diambil dengan teknik incidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, dan kepuasan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas pasien di rumah sakit Yarsi Pontianak.