cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal An-Nahdhah
Published by STAI Ma'arif Jambi
ISSN : 19793391     EISSN : -     DOI : -
Jurnal An-Nahdhah adalah Jurnal dengan konsentrasi pendidikan dan hukum. Terbit 2 kali selama setahun. Dengan ISSN 1979-3391. Kajian yang dibahas dalam Jurnal An-Nahdhah adalah tulisan hasil penelitian dan kajian pustaka. Beberapa kajian dalam jurnal An-Nahdhah yang dipublikasi semoga bisa menjadi salah satu dari banyaknya referensi dalam proses pembelajaran. Untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan Ke-Islaman, sebagai sumber pembelajaran dalam setiap diskusi yang diadakan oleh pendidik, mahasiswa dan masyarakat secara umum. Memberikan bantuan sumber referensi juga bagi akademisi atau peneliti yang sedang melaksanakan kegiatan researchnya seputar tentang kajian pendidikan dan hukum Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
Meningkatkan Kemampuan Guru Pembimbing Dalam Melaksanakan Pelayanan Bimbingan Kelompok Melalui Pendekatan Cooperative Training Aminah, Siti
Jurnal An-Nahdhah Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma'arif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan meningkatkan kemampuan guru pembimbing SMA Kota Jambi dalam melaksanakan pelayanan bimbingan kelompok melalui pendekatan cooperative training. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan kepengawasan yang dilaksanakan pada Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MG BK) Kota Jambi dengan melibatkan 29 orang guru pembimbing yang belum mampu melaksanakan pelayanan bimbingan kelompok yang diperoleh dari refleksi awal dari 52 guru yang ada.Penelitian Tindakan Kepengawasan ini dilakukan dengan dua siklus dan masing-masing siklus terdiri atas empat tahapan, yakni: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Indikator kinerja yang ditetapkan adalah: bila minimal ratarata kemampuan guru pembimbing dalam melaksanakan pelayanan bimbingan kelompok sebesar 75 dikatakan tindakan berhasil. Berdasarkan hasil analisis pada masing-masing siklus menunjukkan peningkatan kualitas dan rata-rata kemampuan guru SMA Kota Jambi dalam melaksanakan pelayanan bimbingan kelompok dari pra siklus ke siklus I sebesar 3,8 ,yakni dari 69,85 ke 73,65 hal ini menunjukan meningkatnya kemampuan guru dari cukup menjadi baik dan dari siklus I ke siklus II sebesar 6,57 yakni dari 73,65 ke 80,22. Kualitasnya kemampuan guru pembimbing dalam melaksanakan pelayanan bimbingan kelompok juga meningkat dari baik menjadi baik sekali. Demikian pula halnya dengan masing-masing aspek penilaian juga terjadi peningkatan rata-rata. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui pendekatan cooperative training dapat meningkatkan kemampuan guru pembimbing SMA Kota Jambi dalam melaksanakan pelayanan bimbingan kelompok. Kata kunci: Pelayanan Bimbingan Kelompok, Pendekatan Cooperative Training
Model Pengembangan Manajemen Strategi Kepala Madrasah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Elwiddah, Minnah; Surayya, Elly
Jurnal An-Nahdhah Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma'arif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini dilatar belakangi oleh; 1) Madrasah adalah satuan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama, 2) pendidikan yang diselenggarakan di Madrasah masih merupakan bagian dari program pendidikan, 3) mutu pendidikan di Madrasah melekat pada kemampuan lembaga madrasah itu sendiri dalam mendayagunakan berbagai sumber pendidikan yang ada, 4) madrasah merupakan agen pembauran yang mencoba memberikan keseimbangan antara kebutuhan prapon atau asketis secara simbolis bagi masyarakat, 5) tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Madrasah yang menyangkut fungsi pengembangan intelektual peserta didik maupun untuk penanaman nilai-nilai keagamaan dalam rangka pengembangan akhlak yang sesuai dengan ajaran agama Islam, 6) kendala yang berpengaruh, baik dari aspek manajemen termasuk kepemimpinan, proses, maupun hasil pendidikan.Hasil yang diperoleh : (1) Peningkatan mutu pendidikan di Madrasah secara formulatif dapat dilakukan dengan memperhatikan komponen-komponen dasar dalam pengelolaan lembaga madrasah, dengan memperhatikan lingkungan strategis madrasah meliputi lingkungan internal kelembagaan dan eksternal, (2) Implementasi pengembangan mutu pendidikan di madrasah secara stratejik memperhatikan lingkungan eksternal, posisi madrasah saat ini sangat menguntungkan dengan visi pendidikan keagamaannya.Kebijakan-kebijakan yang dilahirkan oleh lembaga pengelola madrasah perlu diarahkan ke dalam satu kekuatan yang utuh antara Kemendiknas dan Kementerian Agama.(3) Formulasi strategis dalam pengembangan kelembagaan madrasah yang mengarah kepada peningkatan mutu dirumuskan dalam satu pola koordinasi yang baik melalui pemerintah tingkat kota dengan menggunakan instrumentasi monitoring dan evaluasi. (4) model pengembangan manajemen strategi kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan di madrasah bermula dari struktur program pengembangan madrasah yang bermutu menyentuh kepentingan substansi sebagai sekolah formal juga tidak meninggalkan sisi pendidikan keislaman khasnya.Kata kunci : Manajemen Strategi, Kepala Madrasah, Mutu Pendidikan
MASJID SEBAGAI BASIS PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT Anwar, Kasful
Jurnal An-Nahdhah Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara dengan jumlah masjid dan musollah terbanyak di dunia. Sekitar satu juta masjid dan musollah telah berdiri di negeri ini. (Syafri harahap, 2004: 5) Menurut Kementerian Agama jumlah resmi masjid dan musolah sebanyak tujuh ratus ribu (700.000) unit, dengan perincian 30 % dari jumlah keseluruhan adalah masjid besar, bagus dan megah, 50 % bagus dan 20 % sederhana. (Ahmad Sutarji, 2002: 17) Bila kita membandingkan dengan jumlah kuantitasnya jelas sekali Indonesia kaya akan masjid, jumlah yang sedemikian banyak itu sama dengan jumlah masjid dari Maghribi sampai Banglades. (Republika , 2007: 7) Sejatinya jumlah masjid dan mushalah yang besar itu bisa mengurai berbagai persoalan bangsa terutama masalah kesejahteraan umat. Sejarah umat Islam menuturkan bahwa masjid pertama kali yang dibangun oleh Rasulullah ketika beliau hijrah adalah masjid Quba dibuat bersama para sahabat dengan komponen dasar bangunan tersebut terdiri dari pelepah-pelepah kurma. (Ali, 2003: 62) Dalam konteks Quba inilah, Allah SWT telah melegitimasi keberadaannya lewat AlQuran( QS. At-Taubah: 108) yang mengacu pada niat serta proyeksi pembuatan masjid itu sendiri oleh Rasulullah dengan bahasa Quran ussisa ala taqwa (dibangun/didirikan atas dasar ketakwaan kepada Allah). Kemudian ketika dimadinah beliau mendirikan masjid Nabawi . Proyeksi besar Nabi dengan mendirikan masjid- masjid ini tidak lain adalah upaya memfungsikan masjid sebagai media dan basis riil perjuangan umat Islam ketika itu. Hasilnya terbukti semakin banyak jumlah muslim dari hari ke hari, Lebih-lebih kaum Anshor (orangorang muslim asli Madinah) selalu berupaya membantu Nabi beserta para sahabat dengan memberikan fasilitas yang dibutuhkan.Masjid pada masa itu mampu berperan sedemikian luas disebabkan antara lain oleh keadaan masyarakat yang masih sangat berpegang teguh kepada nilai, norma dan jiwa agama, kemampuan Pembina-pembina masjid menghubungkan kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat dengan uraian dan kegiatan masjid. Manifestasi pemerintah terlaksana di dalam masjid, baik pada pribadi-pribadi pemimpin pemerintahan yang juga menjadi khatib/imam, atau ruangan masjid yang menjadi tempat kegiatan pemerintahan.
PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN HUBUNGAN SOSIAL ERA GLOBALISASI M.Pd.I, Sumarto
Jurnal An-Nahdhah Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan keterampilan hubungan sosial siswa yang dilakukan para guru BK untuk menciptakan suasana bimbingan dan konseling yang kondusif bagi siswa, baik itu lingkungan fisik dan lingkungan sosial bimbingan dan konseling. Dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling pribadi sosial para guru BK menggunakan layanan dasar, layanan responsif dan perencanaan individual. Pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling pribadi sosial di sekolah dapat lebih dioptimalkan dan dikembangkan agar lebih baik, sehingga dapat mengarahkan peserta didik yang dapat menyesuaikan dirinya sendiri sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat di lingkungan masyarakat sekitar. Kata Kunci: Layanan Bimbingan Konseling dan Keterampilan Sosial
Mengkritisi Salafi Sebagai Sebuah Potret Masa Ke-emasan Bukan Sebagai Madzhab Menurut Ramadhan al-Buthi Arifin, M.Ed, Dr. Zainul
Jurnal An-Nahdhah Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata-kata salaf adalah sebuah kata yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita, karena banyak ulama‟ memberikan definisi yang kongkrit serta detail mengenai makna salaf seperti Imam al-Ghozali dalam bukunya Iljamul Awwam „Anil Kalam, al-Bajuri dalam kitabnya al-Jauharoh (Silsilah Isdarot Haiati Ulama‟is Sudan) dan juga Prof. DR. Imaroh dalam bukunya Izalatus Subhat „Anil Ma‟aniyul Mustholahat. Serta melalui kajian secara panjang lebar sehingga tidak terjadi kesalahfahaman dalam memahaminya baik makna maupun subtansinya.Para salafus-shalih berhasil menjawab tuntutan zaman. Mereka telah melakukan adaptasi dan mengakulturasi budaya satu dengan yang lainnya, dengan tetap berpedoman teguh kepada dalil qath‟i yaitu al Quran dan as-sunnah. Bukan semata mata tekstual, kontraktif, ekskluif dan terpaku pada redaksi (nash) sumber hukumnya dan bisa dikatakan memahami agama hanya sebagai sebuah dogma belaka.Kata Kunci: Salafi dan Madzhab Ramadhan al-Buthi
KOMPETENSI GURU Madani, Ahmad
Jurnal An-Nahdhah Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education, in general, is defined as a process of transferring values from adults (teachers or parents) to children to become adults. In transfering knowledge to students, a skill as a teacher is required. Without this skill , the interaction process of teaching could not run condusively. Hence, competence in the sense of abilty is absolutely necessary for teachers in conducting their task as educator.A teacher must have four competencies, namely pedagogical competence, personal competence, social competence, and professional competence. Pedagogical competence is defined as teachers’ ability to manage learning. Indicators for this competence are lesson plan, implementation of learning, assessment of learning outcomes. Personal competence is related to a solid personality, mature personality, wise personality, authoritative personality, and noble personality that can be a role model for the students. Social competence includes relationships with the peers, relationships with the students, relationships with the parents, and relationships with the surroundings. Professional competence is defined as ability in mastering the substance, in mastering teaching methodologies, in mastering evaluation techniques as well as understanding, appreciating, and practicing moral values and code of professional conduct.In the context of Islamic education, educators are people who are responsible for the development of students by giving several efforts in developing the potencies of the students, both affective (flavors), cognitive (copyright) and psychomotor (intention). Competencies required for a good teacher in Islam is piety to Allah, knowledgeable, healthy, and noble.
IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DI LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI ISLAM Ariyani, Rika
Jurnal An-Nahdhah Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Total Quality Management merupakan sebuah konsep yang pada awalnya berasal dari dunia bisnis dan diterapkan dalam dunia perusahaan, tetapi seiring berjalannya waktu TQM juga diterapkan dalam dunia pendidikan. Penerapan TQM dalam pendidikan merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Prinsip umum Total Quality Management (TQM) meliputi beberapa hal, yaitu: mengutamakan kepuasan pelanggan (customer focus organization), keterlibatan seluruh anggota organisasi (people organization), pendekatan yang menekankan pada perbaikan proses (proses approach), pendekatan sistem (system approach), perbaikan secara terus menerus (continual improvement), pengambilan keputusan berdasarkan fakta (factual approach to decision making), dan hubungan dengan supplier yang saling menguntungkan (mutually beneficial relationship).Prosedur dalam mengimplementasikan TQM dalam lembaga pendidikan pada dasarnya menempuh tiga tahapan sebagai berikut: (1) tahap persiapan, yaitu membentuk tim dan melaksanakan pelatihan bagi tim, (2) Pengembangan sistem, yaitu melakukan pelatihan dan sosialisasi kepada tim yang telah ditentukan, (3) Implementasi sistem, yaitu melaksanakan berdasarkan siklus PDCA (plan, do, check, act). Jika penerapan prinsip-prinsip Total Quality Manajemen dilaksanakan dengan baik dan serius oleh lembaga pendidikan, diyakini peningkatan kualitas output yang diharapkan dapat tercapai dan dapat bersaing dengan lembaga pendidikan lain baik di tingkat Nasional maupun Internasional.Kata Kunci: TQM, Implementasi TQM, Total Quality Management Pendidikan Tinggi
Kontribusi Komunikasi Persuasif, Motivasi Berprestasi dan Pengetahuan Manajerial terhadap Kepemimpinan Transformasional Handoko, Yudo
Jurnal An-Nahdhah Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara komunikasi persuasif, motivasi berprestasi dan pengetahuan manajerial secara sendiri dan bersama-sama dengan kepemimpinan transformasional kepala sekolah. Penelitian ini dilakukan di MTsN Provinsi Jambi. Populasi sebanyak 65 Sekolah.untuk memperoleh keabsahan data maka sampel yang dipilih adalah total sampling atau survey. Analisis data yang dilakukan secara deskripsi dan inferensi, berupa uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan: Terdapat hubungan positif secara sendiri dan bersama-sama antara komunikasi persuasif, motifasi berprestasi, dan pengetahuan manajerial dengan kepemimpinan transformasional koefisien korelasi R = 0,72 dan signifikan pada taraf α = 0,01Kata Kunci: Komunikasi Persuasif, Motivasi Berprestasi, Pengetahuan Manajerial dan Kepemimpinan Transformasional
MEDIA SOSIAL DALAM DUNIA PENDIDIKAN -, Maryani
Jurnal An-Nahdhah Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, forum dan dunia virtual. Dalam dunia pendidikan media sosial pun ikut berperan penting dalam peningkatan kualitas pelajar.Media sosial adalah sebuah media yang isinya diciptakan dan didistribusikan melalui sebuah interaksi sosial.[1] Media sosial merupakan sebuah aplikasi yang mengijinkan penggunanya berinteraksi dan memberikan timbal balik dengan sesama pengguna; membuat, mengedit dan membagikan informasi dalam berbagai bentuk.[2]Pertumbuhan media sosialselama beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan cara pemanfaatan internet bagi penggunanya dalam dunia pendidikan.Kata Kunci: Media Sosial, Dunia Pendidikan [1] Grant, A. E. &Meadows, J. H. 2010.Communication Technology Update and Fundamentals. 12th Edition. Focal Press.[2] Selwyn, Neil. 2012. Social Media in Higher Education.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM PROSES KONSELING M.Pd.I, Sumarto
Jurnal An-Nahdhah Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan proses konseling sangat ditentukan oleh teknik komunikasi konseling yang dilakukan oleh konselor, karena komunikasi dapat mengubah suasana masalah yang dihadapi oleh konseli. Komunikasi konseling adalah teknik yang dilakukan konselor dalam problem basic counseling. Setiap masalah dapat diselesaikan apabila memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Komunikasi Konseling merupakan proses konseling mengandung pengertian suatu proses antar pribadi yang berlangsung melalui saluran Proses verbal dan non verbal yaitu dengan menciptakan kondisi positif seperti empati, penerimaan serta penghargaan, keikhlasan serta kejujuran dan perhatian (facilitative conditions), konselor memungkinkan konseli untuk merefleksikan atas diri sendiri serta pengalaman hidupnya, memahami diri sendiri serta situasi kehidupannya dan berdasarkan itu dapat menemukan penyelesaian atas masalah yang dihadapi.  Keterampilan seorang konselor di dalam proses konseling ketika merespon pernyataan konseli dan memproseskannya kembali sangatlah diperlukan. Agar proses Proses yang dimaksud dapat efektif dan efisien, maka konselor seyogyanya memiliki kemampuan dan keterampilan berProses. Proses Proses konseling dalam hal ini di fokuskan pada Proses interpersonal yaitu antara konselor dan konselidengan penggunaan Proses interpersonal dapat lebih memahami konseli. Pada Saat berProses dengan konseli, konselor seharusnya menggunakan respon yang facilitative bagi pencapaian tujuan konseling. Secara umum, respon tersebut diklasifikasikan ke dalam keterampilan Proses secara menyeluruh. Tampaknya, tidak cukup bagi konselor dengan menguasai Proses saja, tetapi perlu juga menguasai strategi intervensi sebagai teknik khusus pencapaian pengubahan perasaan, wawasan, pola pikir rasional dan tindakan konseli yang dibantu dengan rancangan konseling tertentu.  Kata Kunci: Keterampilan Komunikasi Konseling