cover
Contact Name
Ade Cahya
Contact Email
Ade Cahya
Phone
-
Journal Mail Official
jasridayunita@htp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Komunitas
ISSN : 20887612     EISSN : 25488538     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal Kesehatan Kominitas is (p-ISSN:2088-7612, e-ISSN: 2548-8538) is scientific, peer-reviewed and open access journal managed and published by LPPM STIKes Hang Tuah Pekanbaru on April, Agustus and December. Jurnal Kesehatan Komunitas publishes original research and/or library analysis on Health Community. In 2017, Jurnal Kesehatan Komunitas has registered as a CrossRef member. Therefore, all published articles will have unique Digital Object Identifier (DOI) number.
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
Strategi Epidemiologi Dalam Pelayanan Kesehatan Primer Lapau, Buchari
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 1 No 3 (2011): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.691 KB) | DOI: 10.25311/jkk.Vol1.Iss3.2

Abstract

Di Indonesia masalah kesehatan termasuk penyakit menular dan penyakit tak menular masih cukup tinggi, yang perlu diatasi dengan pelayanan kesehatan primer yang bermutu, efektif dan efisien. Strategi epidemiologi merupakan lintasan untuk mencapai 3 tujuan epidemiologi.  Tujuan makalah ini untuk menunjukkan inovasi bagaimana strategi epidemiologi dapat bermanfaat dalam pelayanan kesehatan primer.  Metode: digunakan non-systematic review dan content analysis kepustakaan tentang upaya kesehatan, MDGs (Millineum Development Goals), epidemiologi, pengambilan keputusan berdasar bukti, desentralisasi pelayanan kesehatan, pendidikan tinggi kesehatan masyarakat dan pembiayaan kesehatan. Hasil: Inovasi adalah aplikasi dari ide dan gagasan yang dihasilkan oleh kreativitas yang merupakan suatu proses mental dan proses berpikir. Suatu inovasi menghasilkan jasa-jasa atau cara kerja yang lebih efektif dan efisien. Pengambilan Keputusan Berdasar Bukti (PKBB) merupakan suatu ide, hasil kreativitas dari para ahli berbagai ilmu antara lain Epidemiologi, dengan mana dilakukan analisa data dan informasi. Kegiatan seperti ini tidak sempurna dan sulit dilaksanakan bila hanya dilakukan di tingkat pusat dan tingkat provinsi; karena itu di tingkat kabupaten/kota perlu ada inovasi dengan membentuk Tim Epidemiologi Manajemen Kabupaten (TEMK) dalam rangka meningkatkan mutu manajemen dan mengintensifkan pelayanan kesehatan primer. Namun inovasi ini mengalami hambatan sehubungan dengan kebijakan pemerintah dalam pelayanan kesehatan primer, pendidikan tinggi kesehatan masyarakat, desentralisasi pelayanan kesehatan dan pembiayaan pelayanan kesehatan. Kesimpulan: Perlu dibuat rencana strategis pelayanan kesehatan primer bukan hanya MDGs tetapi secara menyeluruh, evaluasi pendidikan tinggi kesehatan masyarakat, meninjau kembali undang-undang dan peraturan dalam rangka desentralisasi, sedangkan pemerintah eksekutif dan legislatif memberikan perhatian dan komitmen terhadap perkembangan praktek kesehatan masyarakat.
Pelaksanaan FETP Sampai Pemunculan ETMP di Indonesia Lapau, Buchari
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 1 No 1 (2010): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.242 KB) | DOI: 10.25311/jkk.Vol1.Iss1.5

Abstract

Makalah ini menjelaskan FETP yang berasal dari Amerika Serikat telah dilaksanakan di Indonesia, tetapi tak sepenuhnya dilaksanakan seperti aslinya sehingga tidak diakui secara internasional. Dari pengalaman dalam pelaksanaan FETP dalam Proyek ICDC (Intensified Communicable Disease Control), anak bangsa sendiri dapat menciptakan kurikulum untuk Program Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Epidemiologi Terapan untuk Manajemen Pelayanan/Program (ETMP). Kemudian anak bangsa sendiri dapat pula menciptakan Standar Profesi Epidemiolog Kesehatan yang merupakan standar untuk pendidikan profesi satu tahun setelah SKM (Sarjana Kesehatan Masyarakat). Diharapkan supaya PAEI, Kolegium Epidemiologi, Majelis Kolegium Kesehatan Masyarakat Indonesia (MKKMI) dan Universitas melakukan pendekatan kepada BPSDM Depkes, Menko Kesra, Dit Jen. Pendidikan Tinggi, BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), dan lain-lain sedemikian rupa sehingga pemerintah mengabulkan berdirinya Pendidikan Profesi Epidemiolog Kesehatan dan lulusannya dapat melanjutkan pendidikan ke Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan ETMP dan FETP. Kurikulum Peminatan FETP yang sudah ada perlu ditambah dengan epidemiologi dan penanggulangan bencana. Kata Kunci : FETP, Standar Profesi Epidemiologi, ETMP
Perilaku Pekerja Seks Komersial Dalam Penggunaan Kondom Untuk Pencegahan Transmisi HIV/AIDS Di Lokalisasi Teleju Kota Pekanbaru Marlina, Marlina; Suyanto, Suyanto; Masadi, Noorsai
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 1 No 1 (2010): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.552 KB) | DOI: 10.25311/jkk.Vol1.Iss1.7

Abstract

Abstrak Prevalensi HIV AIDS di Pekanbaru meningkat dengan pesat di tahun belakangan ini, meskipun sudah dilakukan kampanye nasional mengenai pemanfaatan kondom pada kelompok risiko tinggi terutama pada pekerja seks wanita dan kliennya. Penelitian ini meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku dari perempuan pekerja seks dalam pemanfaatan kondom dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus kemudian dianalisis dengan menggunakan matriks konten. Penelitian ini dilakukan di Lokalisasi Prostitusi di Pekanbaru pada Maret 2010. Hanya 16,6% dari 30 responden menggunakan kondom secara konsisten, pada umumnya sering berubah pikiran ketika klien memberikan uang lebih banyak untuk tidak menggunakan kondom. 80% responden tidak memahami dengan baik tentang pencegahan HIV dan pentingnya menggunakan kondom secara konsisten selama aktivitas seksual. Menariknya, pasokan kondom secara teratur diberikan oleh bos mereka. Tingkat pemanfaatan kondom rendah karena adanya penolakan klien, ketidakseimbangan gender dan tawaran uang. Kemungkinan faktor dasar adalah rendahnya pengetahuan pekerja seks tentang HIV. Intervensi yang komprehensif sangat penting untuk mengatasi hambatan perilaku tersebut. Kata Kunci : Perilaku, Pekerja Seks, Pencegahan HIV/AIDS, PekanbaruAbstractThe Prevalence of HIV AIDS in Pekanbaru is growing rapidly in recent year, even though there are some national control actions by mass campaign of condom utilization among high risk group particularly in Female Sex workers and her clients. This study investigated the factors influencing of Female Sex workers behavior in the condom utilization by using qualitative approach. Data collected with in-depth interview and Focus group discussion then analyzed by content matrix. This study was held at Prostitute Localization in Pekanbaru on March 2010. Only 16.6% of 30 respondents used condom consistently, others commonly changed her mind when client gave more money for not using condom. 80% of respondent did not understand well about HIV prevention and importance of using condom consistently during sexual activity. Interestingly, condom supply regularly provided by their boss. the condom utilization rate were low due to client resistance, imbalance gender and financial bargaining as well. Poor sex worker's knowledge about HIV perhaps the basic factor. Comprehensive interventions are crucial for addressing these behavior barriers.
Keberhasilan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Di Rumah Bersalin Dan Balai Pengobatan Taman Sari Pekanbaru Rany, Novita; Desfita, Sri
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 1 No 1 (2010): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.764 KB) | DOI: 10.25311/jkk.Vol1.Iss1.8

Abstract

Abstrak Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif adalah melalui Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan IMD diantaranya, kurangnya informasi ibu tentang IMD, kurangnya dukungan dari keluarga dan kurangnya motivasi dari petugas kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan IMD di Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan Taman Sari Pekanbaru Tahun 2010. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian adalah ibu nifas yang melahirkan secara normal dan telah melaksanakan IMD, salah satu anggota keluarga ibu dan bidan. Cara pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam. Variabel yang dianalisis adalah pengetahuan ibu, motivasi keluarga dan motivasi petugas terhadap keberhasilan pelaksanaan IMD di Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan Taman Sari Pekanbaru Tahun 2010. Hasil penelitian diperoleh bahwa pelaksanaan IMD belum terlaksana dengan baik dan benar dan pelaksanaan IMD belum berhasil. pengetahuan ibu tentang IMD masih rendah sehingga ibu tidak termotivasi untuk melaksanakan IMD sampai berhasil. Kurangnya informasi tentang IMD yang diperoleh keluarga ibu menjadi dasar motivasi dari keluarga juga rendah sehingga tidak dapat meningkatkan percaya diri ibu saat melaksanakan IMD. Motivasi petugas masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari petugas tidak pernah memberikan informasi tentang IMD kepada ibu dan pelaksanaan IMD hanya berlangsung 15 menit. Disarankan kepada bidan di Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan Taman Sari Pekanbaru untuk dapat meningkatkan pengetahuan tentang IMD, memberikan informasi tentang IMD kepada pasien dan memasang poster-poster tentang IMD.
Persepsi Ibu Terhadap Obesitas pada Anak Sekolah Dasar Leonita, Emy; Nopriadi, Nopriadi
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 1 No 1 (2010): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.729 KB) | DOI: 10.25311/jkk.Vol1.Iss1.9

Abstract

Obesitas merupakan dilema kesehatan yang berisiko penyakit. Beberapa faktor penyebab obesitas pada anak selain genetik, pola makan berlebihan dan pola aktivitas yang kurang. Hal tersebut diduga adanya kesalahan persepsi orangtua terutama ibu terhadap obesitas sehingga berdampak pada pengaturan pola makan dan pola aktivitas anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menggali persepsi ibu terhadap anak obesitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam kepada ibu, wali kelas, guru UKS dan petugas dinas kesehatan. Observasi lingkungan sekolah dan rumah, food record dan activity record dilakukan terhadap anak. Untuk keabsahan data dilakukan triangulasi metode dan sumber. Beberapa kesalahan persepsi pada ibu yang mengakibatkan kesalahan dalam mengatur pola makan dan aktivitas pada anak obesitas antara lain adalah ibu beranggapan wajar saja balita gemuk, bila dewasa/remaja akan kurus dengan sendirinya. Ibu beranggapan makanan lokal seperti bakso, sate, siomay dan aneka mie bukan termasuk fast food. Ibu selalu mendorong anak untuk tambah porsi makan dan cenderung menuruti pola makan berlebihan karena faktor ketidaktegaan. Ibu tidak memaksakan anak untuk beraktivitas dan olahraga karena menganggap anak sudah lelah dengan jadwal yang padat di sekolah. Berenang menurut ibu bukan pilihan olahraga yang tepat pada anak obesitas, karena setelah berenang memicu rasa lapar pada anak. Diperlukan suatu strategi pendekatan promosi terhadap orangtua dan anak dalam penanggulangan obesitas
Profesi Epidemiologi Lapau, Buchari
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 1 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.499 KB) | DOI: 10.25311/jkk.Vol1.Iss2.11

Abstract

Makalah ini pertama kali menjelaskan perlu adanya profesi kesehatan masyarakat dalam rangka pembangunan kesehatan. Lalu dijelaskan apa profesi itu dan standar keberadaan profesi, atas dasar mana dapat ditetapkan bahwa pelayanan epidemiologi merupakan salah satu profesi. Dalam rangka pembinaan profesi kesehatan masyarakat, IAKMI dan APTKMI telah membentuk Majelis Kolegium Kesehatan Masyarakat Indonesia (MKKMI) yang terdiri atas 8 kolegium antara lain Kolegium Epidemiologi, yang telah menyusun Standar Profesi Epidemiologi yang terdiri atas beberapa standar. Masing-masing standar dijelaskan mulai dari kurikulum, standar pelayanan epidmiologi, profil epidemiolog kesehatan, peran epidemiolog kesehatan, fungsi epidemiolog kesehatan, standar kompetensi epidemiologi, dan standar pendidikan profesi epidemiologi.
Pengenalan Ilmu Rekam Medis Pada Masyarakat Serta Kewajiban Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Kholili, Ulil
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 1 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.564 KB) | DOI: 10.25311/jkk.Vol1.Iss2.12

Abstract

Rekam medis merupakan berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan. Kemudian diperbaharui dengan PERMENKES No: 269/MENKES/PER/III/2008 yang dimaksud rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen antara lain identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan, serta tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam medis dapat digunakan sebagai salah satu alat bukti tertulis di pengadilan. Tenaga kesehatan yang tidak membuat rekam medis selain mendapat sanksi hukum juga dapat dikenakan sanksi disiplin dan etik sesuai dengan UU Praktik Kedokteran, Peraturan KKI, Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) dan Kode Etik Kedokteran Gigi Indonesia (KODEKGI).
Cardiovascular Diseases – A Cause to Worry in Indonesia Suyanto, Suyanto; Sandora, Normalina; Burhanuddin, Laode; Azrin, Miftah
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 1 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.067 KB) | DOI: 10.25311/jkk.Vol1.Iss2.13

Abstract

Cardiovascular diseases (CVDs), caused by disorders of the heart and blood vessels, have been associated with changes in peoples’ lifestyles due to the improving economy. In Indonesia, the prevalence CVDs tend to increase recently following the improving of national economic development. In controlling CVD, Indonesian Government particularly Ministry of Health have launched CVD control programme including primary, secondary, and tertiary prevention. However, this policy should be disseminated to people. Thus, the general public is more health conscious
Sumber Daya Kesehatan dalam Penyusunan Perencanaan Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman Yunita, Jasrida
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 1 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.627 KB) | DOI: 10.25311/jkk.Vol1.Iss2.14

Abstract

Perencanaan merupakan inti kegiatan manajemen, karena semua kegiatan manajemen diatur dan diarahkan oleh perencanaan tersebut. Kurang sempurnanya usulan perencanaan bisa disebabkan oleh kekurangan dibagian sumber daya seperti kebijakan, tenaga, dana, sarana prasarana, serta data dan informasi. Dalam dua tahun terakhir di Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman terjadi kecenderungan penurunan capaian indikator program kesehatan. Hal ini salah satunya disebabkan oleh kurang sempurnanya perencanaan program dan kegiatan yang direncanakan setiap tahunnya. Tujuan penelitian diketahuinya sumber daya kesehatan dalam penyusunan perencanaan Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dengan 12 orang informan. Hasil penelitian menyatakan pelaksanaaan penyusunan perencanaan telah mengikuti kebijakan yang sesuai dengan ketentuan dan perundangan yang berlaku, kualitas tenaga perencana dan data yang masih kurang, sarana dan prasarana yang cukup memadai tapi masih kurang dalam hal pemeliharaan serta dana yang sudah tersedia. Agar perencanaan berkualitas, maka perlu pelatihan tenaga perencana, penempatan tenaga sesuai keahliannya dan membentuk tim khusus dalam pengolahan data.
Surveilens Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah di Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mitra, Mitra; Gustina, Tin; Mardani, Said; Matwimiyadi, Matwimiyadi; Alamsyah, Agus; Muhammadiyah, Muhammadiyah
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 1 No 2 (2011): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health) Published by : P3M STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.183 KB) | DOI: 10.25311/jkk.Vol1.Iss2.15

Abstract

Indonesia sedang mengalami transisi epidemiologi dibuktikan dengan terjadinya peningkatan angka kematian akibat penyakit non infeksi. Salah satu penyakit non infeksi yang saat ini cenderung menunjukkan peningkatan angka kesakitan yang cukup tinggi adalah Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah (PJPD). Langkah awal untuk pengendalian dan pencegahan adalah melaksanakan Program Surveilens PJPD melalui deteksi dini. Surveilens aktif di lakukan di Kabupaten Kampar. Hasil Surveilans PPJPD dari faktor risiko adalah obesitas umum 11,2%, obesitas sentral 41,4%, hiperkolesterol 65,4%, Diabetes Melitus 5,6%, dan kelainan jantung 46,2%. Prevalensi faktor risiko dan gaya hidup adalah kebiasaan merokok 24,3%, kebiasaan mengkonsumsi alkohol 11,9%, kebiasaan mengkonsumsi asin 41,2%, kebiasaan mengkonsumsi lemak tinggi 72,5%, kurang mengkonsumsi sayur dan buah 53,3%, kurang aktivitas 59,3%, dan stress tinggi 35%. Untuk itu perlu dilakukan survei deteksi dini secara berkala dan berkesinambungan, mengintensifkan penyuluhan kesehatan dan melibatkan peran serta aktif masyarakat.

Page 1 of 15 | Total Record : 144