cover
Filter by Year
Jurnal Vokasi Kesehatan
Jurnal Vokasi Kesehatan is an open access, peer-reviewed journal presenting timely research on all aspects of vocational health that has not been published by other media. A broad outline of the journal's scope includes environmental health, dental health, nursing, midwifery, medical laboratory, and nutrition. Jurnal Vokasi Kesehatan was first published in January 2015 and subsequently published twice a year, in January and July by Poltekkes Kemenkes Pontianak.
Articles
91
Articles
Penerapan Model Edukasi Gizi terhadap Perilaku Sarapan pada Anak Sekolah Dasar

Gambir, Jurianto, Nopriantini, Nopriantini

Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.283 KB)

Abstract

Abstract: Application Of Nutrition Education Model To Breakfast Behavior In Basic School Children. Based on Data Riskesdas, (2010), 16-59% of school children in Indonesia are not accustomed to breakfast. School children who are used to breakfast 44.6% with energy consumption levels <15% AKG, 70% with poor breakfast nutritional quality with only drinking water / coffee / tea or with 1 (one) piece of small cake. Behavior is strongly influenced by various faktors including knowledge, intention and motivation of children to do breakfast, so needed a method to move child intention in doing breakfast. This research used to know how far effect of nutrition education to knowledge, habit, nutritional value and arrangement of breakfast food. The research method used was quasi experiment (Non-Randomized group pre-post test) with research subjects as many as 50 children divided into 2 (two) treatment groups (each group consists of 25 people). Educational media used the method of playing a smart ball game and counseling. The result of this research is there is a significant difference of knowledge level and value of knowledge score in both groups. The group of children who were educated with smart ball games had an average score higher than the group of children who received education through counseling (p <0.05).Abstrak: Penerapan Model Edukasi Gizi terhadap Perilaku Sarapan pada Anak Sekolah Dasar.  Data Riskesdas, (2010), 16-59% anak sekolah di Indonesia  tidak terbiasa  sarapan.  Anak sekolah yang terbiasa sarapan 44.6% dengan tingkat konsumsi energi <15% AKG, 70% dengan mutu gizi sarapan yang tergolong buruk dengan hanya minum air/kopi/teh atau dengan 1 (satu) potong kue kecil. Penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan, kebiasaan, nilai gizi dan susunan makanan sarapan. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment (Non-Randomized grup pre–post test) dengan subyek penelitian sebanyak 50 anak dibagi dalam 2 (dua) kelompok perlakuan (masing kelompok terdiri dari 25 orang). Media edukasi yang digunakan penggunaan metode permainan bola pintar dan penyuluhan. Hasil Penelitian ini adalah ada perbedaan yang signifikan tingkat pengetahuan dan nilai skor pengetahuan pada kedua kelompok. Kelompok anak yang mendapatkan edukasi dengan permainan bola pintar memiliki rata-rata skor nilai lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok anak yang mendapatkan edukasi melalui penyuluhan (p<0,05).  

Pengolahan Limbah Cair Tahu Untuk Menurunkan Kadar TSS Dan BOD

Pradana, Tedy Dian, Suharno, Suharno, Apriansyah, Apriansyah

Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.073 KB)

Abstract

Abstract: Tofu Liquid Waste Processing System Using Aeration And Filtrasi To Lower Levels Of TSS And BOD . The level of TSS and BOD of tofu wastewater in tofu industry in Tebas Subdistrict has exceeded the standard, is TSS = 1320 mg/L in NAB = 200 mg/L and BOD = 161 mg/L in NAB = 150 mg/L. The industrial liquid waste of tofu contains organic substances 40% -60% protein, 25% -50% carbohydrate, 10% fat and other suspended solids in nature can undergo physical, chemical and biological changes that will produce toxic substances. The purpose of this study in to know effectiveness of liquid waste processing know with aeration and filtration process to lower TSS and BOD levels in tofu wastewater. This research is Quasi Experimental with design One Group Pretest-Posttest.. The research sample is 24 samples with 6 repetitions. Statistical test used Paired Sample T-Test with 95% cofidence level. The test results showed the effectiveness of significant decrease in TSS and BOD levels before treatment was given after treatment with aeration and filtration with TSS (p=0,000 <α=0,05) and BOD p=0,000 <α=0.05).Abstrak: Pengolahan Limbah Cair Tahu Untuk Menurunkan Kadar TSS Dan BOD. Kadar TSS dan BOD limbah cair tahu di industri rumah tangga tahu di Kecematan Tebas sudah melebihi standar, yaitu  TSS = 1320 mg/L dengan NAB = 200 mg/L dan BOD = 161 mg/L dengan NAB = 150 mg/L. Limbah cair industri tahu mengandung zat-zat organik yaitu protein 40%-60%, karbohidrat 25%-50%, lemak 10% dan padatan tersuspensi lainnya yang di alam dapat mengalami perubahan fisika, kimia dan hayati yang akan menghasilkan zat toksik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pengolahan limbah cair tahu menggunakan sistem aerasi dan filtrasi untuk menurunkan kadar TSS dan BOD pada limbah cair tahu. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Eksperimental dengan model One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian sebanyak 24 sampel dengan 6 kali pengulangan. Uji statistik yang digunakan Paired Sample T-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji menunjukan adanya efektifitas penurunan kadar TSS dan BOD yang signifikan sebelum diberikan perlakuan dengan sesudah diberi perlakuan aerasi dan filtrasi dengan hasil TSS yaitu (p=0,000 < α=0,05) dan BOD (p=0,000 < α=0,05).

Faktor Risiko Pasien Batu Ginjal Rawat Jalan RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangkaraya

Wira Citerawati SY, Yetti, Nurjanah Widiastuti, Erma, Ayu Hapsari, Retno

Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.897 KB)

Abstract

Abstract: Risk Factors Of Outpatient With Kidney Stone In Dr. Doris Sylvanus Regional Public Hospital Of Palangkaraya . Kidney stones are crystalline structures in the urinary tract that have achieved sufficient size to cause symptoms (Alla, 2008). The most commonly formed kidney stones is calcium oxalate stones (80%). Based on data on the number of new cases in 2015 obtained on Medical Record Installation at Dr. Doris Sylvanus Regional Public Hospital of Palangka Raya was 1212 people during the period of January to December, thus the average patient was approximately 101 monthly. The research purpose was to understanding the relationship of intake (oxalate, protein, calcium, fluid), activity and level of knowledge with dietary compliance of kidney stone patients at Dr. Doris Sylvanus Regional Public Hospital of Palangka Raya. A cross sectional design was used in this research and subjects of the study were outpatients with kidney stones in Urology Medicine Polyclinic of Dr. Doris Sylvanus Regional Public Hospital of Palangka Raya. Chi Square test was conducted for bivariate analysis, furthemore, multiple logistic regression test was used for multivariate. The result of bivariate analysis showed that there was a significant relationship between fluid intake and activity with dietary compliance of kidney stone patients (p value = 0,05 and p value = 0,001), while there was no significant relationship in other variable such as oxalate intake , protein, calcium and level of knowledge. The results of multiple regression logistic test showed that the most influencing variable of dietary compliance of outpatients with kidney stones in Dr. Doris Sylvanus Regional Public Hospital of Palangka Raya is activity variable ( p value = 0,001).Abstrak: Faktor Risiko Pasien Batu Ginjal Rawat Jalan RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangkaraya.  Batu ginjal merupakan terbentuknya struktur kristal di saluran kemih yang telah mencapai ukuran cukup sehingga menimbulkan gejala (Alla, 2008). Batu ginjal yang paling sering terbentuk adalah batu kalsium oksalat (80%). Kasus baru pada tahun 2015 di RSUD Dr. Doris Sylvanus dari Januari hingga Desember sebanyak 1212 orang, sehingga rata-rata pasien perbulannya 101 orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan asupan (oksalat, protein, kalsium,cairan), aktivitas dan pengetahuan dengan kepatuhan diet pasien batu ginjal rawat jalan Di RSUD Dr. Doris Sylvanus. Desain cross sectional dengan subjek penelitian pasien batu ginjal yang menjalani rawat jalan di Poli Urologi RSUD Dr. Doris Sylvanus. Analisis menggunakan uji Chi Square dan multiple logistic regression. Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara asupan cairan dan aktivitas dengan kepatuhan diet pasien batu ginjal (p=0,05 dan p= 0,001). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah asupan oksalat, protein, kalsium dan pengetahuan. Hasil analisis menggunakan multiple logistic regression menunjukkan bahwa variabel yang paling mempengaruhi kepatuhan diet adalah aktivitas (p=0,001).

Studi Epidemiologi Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas Di Kota Pontianak

Arfan, Iskandar, Wulandari, Wulandari

Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.265 KB)

Abstract

Abstract: Epidemiological Study Events Of Traffic Accidents In Pontianak City. The number of traffic accidents in Pontianak City in 2014 is 477 cases, 2015 by 454 cases, in 2016 as many as 542 cases. Important research is done to know the main cause faktors of the accident so that policy makers can pursue the right and maximum intervention. The purpose of this research is to know the epidemiology of traffic accident incident on the motorcycle and cars in Pontianak City. The research used descriptive cross sectional design. Research sample 94 people who have experienced Traffic Accident the last 3 months recorded in data Polresta Pontianak with sampling technique using purposive sampling. The results showed that most of the frequency distribution of epidemiological variables in traffic accidents were as follows: age 26-45 years (45.7%), male gender (70.2%), no driver license (82%). Drivers are driven by high-speed driving habits (67%), vehicle drivers are not routinely caring for vehicles (44.7%), environmental faktors are mostly drivers in dark road conditions (17%). It is expected to raise public awareness about safety driving measures and increase the strength of traffic police and volunteers at crowded traffic points to control traffic especially over the weekend as well as strict regulation of drivers’ faktors, especially the ownership of driving licenses, vehicle maintenance, and improvement of road environmental facilitiesAbstrak: Studi Epidemiologi Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas Di Kota Pontianak.  Angka kecelakaan lalu lintas di Kota pontianak terus menerus terjadi peningkatan setiap tahun. tahun 2014 sebanyak 477 kasus, tahun 2015 sebanyak 454 kasus dan tahun 2016 sebanyak 542 kasus, penelitian penting dilakukan untuk mengetahui faktor penyebab utama kecelakaan sehingga pengambil kebijakan dapat mengupayakan intervensi yang tepat dan maksimal. Tujuan penelitian  untuk mengetahui epidemiologi kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengendara motor dan mobil di Kota Pontianak. Penelitian menggunakan desain cross sectional deskriptif. Sampel penelitian 94 orang yang pernah mengalami kecelakaan lalu lintas 3 bulan terakhir yang tercatat di data Polresta Kota Pontianak dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar distribusi frekuensi variabel epidemiologi pada kasus kecelakaan lalu lintas adalah sebagai berikut: usia 26-45 tahun (45.7%), jenis kelamin laki-laki (70.2%), tidak memiliki SIM (82%). Berdasarkan faktor pengemudi sebagian besar memiliki kebiasaan berkendara dengan kecepatan tinggi (67%), faktor kendaraan sebagian besar pengemudi tidak rutin merawat kendaraan (44.7%), faktor lingkungan sebagian besar pengemudi dalam kondisi jalan gelap (17%). Diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang langkah-langkah keselamatan berkendara dan meningkatkan kekuatan polisi lalu lintas dan sukarelawan di titik-titik lalu lintas yang padat untuk mengontrol lalu lintas terutama selama akhir pekan serta pengaturan ketat dari faktor pengemudi khususnya kepemilikan surat ijin mengemudi, perawatan kendaraan, dan perbaikan fasilitas lingkungan jalan. 

Hubungan Sarapan, Uang Saku dengan Jajanan Di SD Kristen Immanuel II Kubu Raya

Desi, Desi, Suaebah, Suaebah, Dwi Astuti, Winda

Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.275 KB)

Abstract

Abstract: Relations With Breakfast And Allowance Hawker Immanuel Christian Elementary School II Kubu Raya. Factors that influence the selection of snack foods in school children include school lunch, breakfast, school activities, advertising on television and the availability of snack foods in schools. The purpose research is to determine the relationship of breakfast and pocket money for snacks consumption in primary school children Christian Immanuel II Kubu Raya. Observational with cross sectional study design. The number of samples in this study were 68 children were taken by random sampling. Nutritional status data obtained by anthropometric measurements (BB and TB) and categorized by the WHO Anthro. Data breakfast, pocket money, and street food is obtained by using a questionnaire. In this study, 61.8% was found among elementary school children Christian Immanuel II Kubu Raya do breakfast. 58.8% of students bring more pocket money than average and as much as 86.8% of students bring pocket money and buy food snacks in schools.Abstrak: Hubungan Sarapan, Uang Saku  dengan Jajanan Di SD Kristen Immanuel II Kubu Raya.  Faktor yang mempengaruhi pemilihan makanan jajanan pada anak sekolah antara lain bekal sekolah, makan pagi, aktifitas sekolah, iklan di televisi dan ketersediaan makanan jajanan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sarapan dan uang saku dengan konsumsi jajanan pada anak Sekolah Dasar Kristen Immanuel II Kubu Raya. Jenis Penelitian ini adalah Observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 anak yang diambil secara random sampling. Data status gizi diperoleh dengan pengukuran antropometri (BB dan TB) dan dikategorikan berdasarkan WHO Anthro. Data sarapan pagi, uang saku, dan makanan jajanan diperoleh dengan menggunakan uji chi-square. Pada penelitian ini ditemukan sebanyak 61,8% anak Sekolah Dasar Kristen Immanuel II Kubu Raya melakukan sarapan pagi. 58,8% siswa/i membawa uang saku lebih dari rata-rata dan sebanyak 86,8% siswa/I membawa uang saku dan membeli makanan jajanan di sekolah. ada hubungan yang bermakna antara uang saku dengan konsumsi jajanan pada anak Sekolah Dasar Kristen Immanuel II Kubu Raya sedangkan antara sarapan dengan konsumsi jajanan pada anak di Sekolah Dasar Kristen Immanuel II Kubu Raya tidak ada hubungan yang bermakna.

Asupan Protein dan Parameter Hematologi pada Perokok

Restuti, Arisanty Nur Setia, Lironika Suryana, Arinda

Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.131 KB)

Abstract

Abstract: Intake Protein And Parameter Hematology  In Smoker. Smoking increase activity of the hematological system. It`s characterized by increase the number of erythrocytes, leukocytes, platelets and hemoglobin. Carbon monoxide contained in cigarettes can increase hemoglobin levels. Nicotine in cigarettes can stimulate hormone secretion that causes blood cell accumulation and platelet aggregation, in addition nicotine can cause decreased appetite due to stimulation in brain receptors. Decreased appetite causes decrease intake of macro and micro nutrients. The purpose of this research is to description of hematology parameter in smoker compared with normal level and protein intake compared with nutrient sufficiency value, this research also want to see correlation between protein intake and hematology parameter. This research is an analytic survey with cross sectional designTechnic sampling in this study using purposive sampling method. Data tested normality (Shapiro Wilk test) and homogeneity (Levene Test). Correlation Test using Pearson.The number of subject in this study is 15 people. The results of this study indicate the number of erythrocytes in smokers increased 8.4 ± 1.2 x 106 cells/ mm3. Protein intake in smoker is lower 54.67 ± 12.8 grams (men aged 25-40 years 62 -65 grams). The correlation between intake protein and hematological parameters in smokers obtained p> 0.05.Abstrak: Asupan Protein Dan Parameter Hematologi Pada Perokok.  Merokok meningkatkan aktivitas sistem hematologi yang ditandai dengan peningkatan jumlah eritrosit, leukosit, trombosit dan hemoglobin. Karbon monoksida yang terkandung dalam rokok dapat meningkatkan kadar hemoglobin. Nikotin dalam rokok dapat menstimulasi sekresi hormon yang menyebabkan akumulasi sel darah dan agregrasi trombosit, selain itu nikotin dapat menyebabkan penurunan nafsu makan akibat perangsangan di reseptor otak. Penurunan nafsu makan menyebabkan asupan zat gizi makro dan mikro menurun. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran parameter hematologi pada perokok dibandingkan dengan kadar normal dan asupan protein dibandingkan dengan angka kecukupan gizi, selain itu penelitian ini juga ingin melihat hubungan antara asupan protein dengan parameter hematologi. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel mengunakan metode purposive sampling. Jumlah subyek 15 orang. Data diuji normalitas (Shapiro Wilk test) dan homogenitas (Levene Test). Uji Korelasi menggunakan Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah eritrosit pada perokok 8,4±1,2 x 106 sel/mm3 meningkat dari batas normal (4,4-5,6 x 106 sel/mm3). Asupan protein perokok 54,67±12,8 gram lebih rendah dari AKG (laki – laki usia 25 – 40 tahun 62 -65 gram). Asupan protein nabati 32,23±11,3gram lebih tinggi dibandingkan asupan protein hewani 23,32±9,6 gram. Sedangkan hubungan antara asupan protein dengan parameter hematologi pada perokok didapatkan p>0,05. 

Efektivitas Gel Ekstrak Bawang Putih terhadap Proses Penyembuhan Luka Fase Inflamasi

Mufimah, Mufimah, Rusdian Hidayat, Uti, Budiharto, Ichsan

Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.386 KB)

Abstract

Abstract: Efectiveness Gel Extract Of White On The Process Of Healing Inflamation Phase Heating. The inflammatory phase is a favorable body response as a protection mechanism. In the process of wound healing becomes a very important phase. Management of inflammation that is often used Non-Steroid Anti-Inflammatory class of salicylates on the skin that have side effects. The content of allicin in garlic can be used for problems that begin with the inflammatory phase. The use of gel from garlic extract is also easier to use and easier to clean. The study aim to determine the effectiveness of garlic extract gel to process wound inflammatory phase healing. This research is an experimental research with pre and post test with control group method with 24 samples. Conducted injury to the back area of rat length of wound 1 cm, depth to dermis. Conducted wound care, given gel extract of garlic concentration of 20%, 40%, 80% of the control using 0.9% NaCl compress. Using Kruskal Wallis test and Anova oneway showed concentration of 20%, 40%, and 80% of sig <0,05 ie 0.00. It was concluded that 20%, 40%, 80% garlic extract gel was effective against inflammatory wound healing process. The use of garlic extract gel is more effective in the wound inflammatory wound healing process.Abstrak: Efektivitas Gel Ekstrak Bawang Putih  terhadap Proses Penyembuhan Luka Fase Inflamasi.  Fase inflamasi merupakan respon tubuh yang menguntungkan sebagai mekanisme perlindungan. Pada proses penyembuhan luka menjadi fase yang sangat penting. Penatalaksanaan inflamasi yang sering digunakan Anti-Inflamasi Non Steroid golongan salisilat pada kulit yang memiliki efek samping. Kandungan zat allicin pada bawang putih dapat dimanfaatkan untuk masalah yang diawali dengan fase inflamasi. Pemanfaatan gel dari ekstrak bawang putih pun dalam penggunaannya lebih mudah diabsorsi dan mudah dibersihkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas gel ekstrak bawang putih terhadap proses penyembuhan luka fase inflamasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperiment dengan metode pre and post test with control grup dengan jumlah sampel sebanyak 24 ekor tikus. Dilakukan perlukaan pada daerah punggung tikus panjang luka 1 cm, kedalaman sampai dermis. Dilakukan perawatan luka, diberi gel ekstrak bawang putih konsentrasi berbeda yaitu 20%, 40%, 80%  kontrol menggunakan kompres NaCl 0,9%. Hasil uji Kruskal Wallis dan Anova oneway menunjukkan konsentrasi 20%, 40%, dan 80%  nilai sig <0,05 yaitu 0,00. Disimpulkan bahwa 20%, 40%, 80% gel ekstrak bawang putih efektif terhadap proses penyembuhan luka inflamasi. Penggunaan gel ekstrak bawang putih lebih efektif dalam proses penyembuhan luka inflamasi luka.   Disimpulkan bahwa 20%, 40%, 80% gel ekstrak bawang putih efektif terhadap proses penyembuhan luka inflamasi. Penggunaan gel ekstrak bawang putih lebih efektif dalam proses penyembuhan luka inflamasi luka.

Aktivitas Antibakteri Daging Buah dan Daun Pala (Myristica Fragrans) terhadap Escherichia Coli

Arrizqiyani, Tanendri, Sumiati, Sri, Meliansyah, Mila

Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.197 KB)

Abstract

Abstract: Antibacterial Activity Of Flash And Lead Of Nutmeg (Myristica  Fragrans) To Escherichia Coli.. Nutmeg plant is a typical Indonesian plant that is often used as a condiment of cooking and confectionery, especially the flesh of the fruit. But as advances in technology, nutmeg is widely developed as a potent antibacterial herb as Escherichia coli. The aims of this study is to compare the antibacterial sensitivity of ethyl acetate extract of flesh and nutmeg leaves to Escherichia coli Samples used are fruit and nutmeg leaves with sampling technique is purposive. The method used is Kirby Bauer and the variation of ethyl acetate extract of the flesh and nutmeg leaves used is 60% -100%. The results showed that antibacterial of an ethyl acetate extract of flesh was 1,5 higher than nutmeg leaves.Abstrak: Aktivitas Antibakteri Daging Buah dan Daun Pala (Myristica  Fragrans) Terhadap Escherichia Coli.  Tanaman pala merupakan tanaman khas Indonesia sering dimanfaatkan masyarakat sebagai bumbu masak dan manisan khususnya bagian daging buahnya. Namun seiring kemajuan teknologi, pala banyak dikembangkan sebagai obat herbal yang berpotensi sebagai antibakteri seperti Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antibakteri ekstrak etil asetat daging buah dan daun pala terhadap Escherichia coli Sampel yang digunakan yaitu buah dan daun pala dengan teknik sampling yaitu purposive. Metode yang digunakan yaitu Kirby Bauer dan variasi ekstrak etil asetat daging buah dan daun pala yang digunakan yaitu 60%-100%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat daging buah pala memiliki aktivitas antibakteri 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan bagian daun.

Pengetahuan, Peran Orang Tua dan Persepsi Remaja terhadap Preferensi Usia Ideal Menikah

Taufik, M., Sutiani, Harni, Hernawan, Andri Dwi

Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.225 KB)

Abstract

Abstract: Knowledge, Parental Roles, And Adolescents Perception Toward Preference Of  Ideal Age Of Marriage . Marriage is a bond born of inner and between a man and a woman as the husband and wife with the aim of forming a happy family and eternal. Necessary preparations towards domestic life. Age is one of the most important considerations to get married, as it associates with maturity and proper relation-ship to commit someone’s life to someone else.  Right age is also essential to determine the physical, mental, and financial readiness. This study aimed at de-termining the correlation of knowledge on maturity in marriage ,  parental roles, perception on early marriage, and the preference of  ideal age of marriage  in Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Using cross sectional ap-proach, 240 adolescents aged 15-19 years participated in this study.  This study was conducted from October-December 2016. The samples were selected by us-ing rapid survey method. The data were analyzed and processed through computerization, and statistically tested by  using chi square test. The study shows that there were correlations of  knowledge on maturity in marriage (p-value = 0,003), parental roles (p value = 0,002) and perception on early marriage (p val-ue = 0.037) with ideal age of marriage. From the findings, students are encour-aged  to take part  in positive activities such as boy scouts, the red cross youth, adolescent counseling and information center, and mosque teens, for parents can follow youth community development to provide information that is complete and correct to the teens about the growth and development of adolescents as well as premarital preparation, National Population and Family Planning Board (BKKBN) need to work together to control and reduce the number of early.Abstrak: Pengetahuan, Peran Orang Tua Dan Persepsi Remaja Terhadap Preferensi Usia Ideal Menikah. Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri untuk  membentuk keluarga bahagia dan kekal. Diperlukan persiapan menuju kehidupan rumah tangga. Salah satunya adalah usia yang tepat, hal ini dimaksudkan agar siap dan matang dari segi fisik, psikis, mental dan ekonomi. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan, peran orang tua dan persepsi tentang per-nikahan usia dini dengan preferensi usia ideal menikah remaja di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 240 remaja usia 15–19 tahun yang dilaksanakan bulan Oktober–Desember 2016. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode survey cepat. Pengolahan dan analisis data menggunakan komputerisasi. Uji Statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan (p value = 0,003), peran orang tua (p value =0,002) dan persepsi tentang pernikahan usia dini (p value = 0,037) dengan preferensi usia menikah remaja. Remaja disarankan mengikuti  kegiatan seperti pramuka, PMR, remaja masjid, PIK Remaja, bagi orang tua dapat mengikuti Bina Keluarga Remaja agar memberikan informasi lengkap dan benar tentang pertumbuhan dan perkembangan remaja serta persiapan pranikah, BKKBN dan instansi terkait bersinergi dalam menekan terjadinya angka pernikahan pada usia tidak ideal.

Hubungan Antara Persepsi Keluarga dengan Fast Respon Serangan Penyakit Jantung

Rahmawati, Dessy, Rosjidi, Cholik Harun, Nurhidayat, Saiful

Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.045 KB)

Abstract

Abstract: The Relationship Between Family Perception With Fast Response Of Heart Disease Attack. This study aims to analyze the difference of time handling attacks of Coronary Heart Disease (CHD) between families with positive and negative perceptions. Research design with crossectional approach. The population of this research is family of CHD patient is 896 people with big sample 90 responden, sample selection using purposive technique. Data was collected using questionnaire and data analysis with man-withney statistic test with α 0,05. The results showed a significant time difference between family with positive perception with family having negative perception of 3 hours 51 minutes (p = 0,000). The conclusion of this study is that families with positive perceptions more quickly seek help compared with families who have negative perceptions.Abstrak: Hubungan Antara Persepsi Keluarga Dengan Fast Respon  Serangan Penyakit Jantung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbedaan waktu penanganan serangan Penyakit Jantung Koroner (PJK) antara keluarga dengan persepsi positif dan negatif. Desain penelitian dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini keluarga pasien PJK sejumlah 896 orang dengan besar sampel 90 responden, pemilihan sampel menggunakan teknik purposive. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data dengan uji statistik man-withney dengan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan waktu yang bermakna antara keluarga dengan persepsi positif dengan keluarga yang memiliki persepsi negatif sebesar 3 jam 51 menit (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah keluarga dengan persepsi positif lebih cepat mencari pertolongan  dibanding dengan keluarga yang memiliki persepsi negatif.