cover
Filter by Year
Dirosat : Journal of Islamic Studies
DIROSAT : Journal of Islamic Studies, is an Islamic studies and research journal published by Al-Amien Prenduan Institute for Islamic Studies (IDIA Prenduan). It specializes in Islamic studies and humanities, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, theology, humanity, and many more.
Articles
25
Articles
TRADISI MUJĀHADAH TAḤFĪẒ AL-QUR’ĀN DI PONDOK PESANTREN AL-ITTIFAQIAH INDRALAYA OGAN ILIR SUMATERA SELATAN (Analisis Living Qur’an)

Muhammad, Amin

Dirosat : Journal of Islamic Studies Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Dirosat Islamiah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Mujāhadah taḥfīẓ al-Qur’ān is a big effort of santri in Al-Ittifaqiah Islamic Boarding School to fixing their memorization of the quran. Mujāhadah is consisting three levels, namely firts mujāhadah or mujāhadah ūlā, second mujāhadah or mujāhadah ṡāniah, and third mujāhadah or mujāhadah ṡāliṡah (also known by mujāhadah majlīs asy-syahādah). The author uses living Quranic analysis to examine the historicity and sosial construction of the tradition. The historicity of this tradition comes from the actions of the Prophet and his companions who used to recite the Quran with a certain time limit, although there is a mistake in the line of Ittifaqiah’s sanad. The Social construction of this tradition devides in three phases, namely: the externalization of the PP. An-Nur’s alumni in formulating the memorizing rules in LEMTATIQI and being objectified in LEMTATIQI’S code of conduct in chapter 1 verse 12, and being internalized by all ittifaqiah’s community.

POLITIK PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS MULTIKULTURAL: Konsep dan Strategi Pembelajaran Agama Islam dalam Mewujudkan Islam Rahmatan Li Al-‘Ālamīn

Munir, Samsul

Dirosat : Journal of Islamic Studies Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Dirosat Islamiah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Degradasi nilai-nilai kebangsaan yang menjadi semangat nasionalisme, dengan ditandai munculnya isu-isu sara, adat, ras, agama dan politik dalam kubangan konflik seperti yang terjadi sekarang ini menunjukkan bahwa hal ini masih sangat jauh dari harapan para founding father bangsa yang meletakkan “Bhineka Tunggal Ika” sebagai simbol dalam lambang negara Indonesia. Peletakan simbol yang menjadi representasi keberadaan bangsa ini, memiliki arti terwujudnya suatu tatanan hidup berbangsa yang terdiri dari keanekaragaman dalam kebersatuan. Isu-isu yang dapat memecah belah keharmonisan hidup berbangsa pada masyarakat Indonesia yang beragam di era globalisasi sekarang ini memang sangat perlu untuk diperhatikan dan sekaligus dicarikan formulasinya melalui pendidikan dalam rangka mewujudkan harapan para pendiri bangsa tersebut. Islam sebagai agama mayoritas bangsa Indonesia yang di dalamnya terkait erat dengan pendidikan sesungguhnya mempunyai tantangan luar biasa hebatnya dalam mengimplementasikan ajaran-ajaran yang oleh pemeluknya diklaim sebagai agama yang bernilai rahmatan li al-‘ālamīn. Islam sebagai agama yang ajaran-ajarannya bersifat kaffah dengan begitu dalam setiap peradaban yang dilalui oleh umat Islam, nyaris eksistensinya juga tidak bisa terlepas dengan pendidikannya. Menjadikan pendidikan Islam sebagai suatu proses pembangunan masyarakat dalam menyikapi isu-isu yang dapat memecah belah bangsa, penurunan nilai-nilai kebangsaan dan persoalan moralitas masyarakat yang terkikis oleh globalisaasi menjadi suatu keniscayaan untuk mewujudkan keanekaragaman dalam bingkai kebersatuan. Menjadikan pendidikan Islam mulitikultural sebagai basis utama pembangunan moral dan spiritual di Indonesia menjadi strategis dengan mengingat bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang penduduknya mayoritas Muslim dan kondisi fisiknya yang beragam kultur.

WACANA PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA: PENDEKATAN HISTORIS DAN SOSIOLOGIS

Farid, Edi Kurniawan

Dirosat : Journal of Islamic Studies Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Dirosat Islamiah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This paper tries to explain the developments of thought associated with Islamic Education in Indonesia and it’s dynamics that occurred before the period of independence, post-independence until today. What the writer describes here be presented with a historical-sociological approach, also explain the discourses that developed in it. In general, Islamic education in Indonesia before independence faced several phases, those can be exposed in three major processes. First, the process of transmission and internalization of Islamic values and Islamic Education. Second, the process of Islamic Education as a self-defense of colonialism. Third, the process of transition to the renewal of Islamic Education. Furthermore the phase of post-independence, Islamic Education in Indonesia is still in the phase of ideal model searching process in Islamic Education. The search for this ideal model will continue to response and answer the developments and the challenges of the modern world that required by mastering science and technology. The efforts that have been passed are first, the integration of Islamic Education in the national education system. Second, the rise of excellent Islamic Schools. Thirdly, the most recently is the back-to-pesantren effort, that seeking the pesantren system as a reference model of Islamic Education considering the pesantren as an indegeneous education form in Nusantara whose still existed since long ago

POLA PENDIDIKAN PESANTREN PERSPEKTIF PENDIDIKAN KARAKTER

Muhammad, Maimun

Dirosat : Journal of Islamic Studies Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Dirosat Islamiah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pendidikan pesantren diakui telah mencetak tokoh bangsa yang ulama’, sehingga pola pendidikannya menarik untuk didalami guna menemukan formulasi pendidikan karakter. Dalam konteks ini penulis memotret pesantren Nurul Hikmah Bakeong Guluk-Guluk Sumenep sebagai sampel tunggal yang memungkinkan adanya generalisasi, dengan fokus: (1) Bagaimana pola pendidikan di pondok pesantren Nurul Hikmah Bakeong Guluk-Guluk Sumenep?, (2) Bagaimana pola pendidikan pesantren Nurul Hikmah Bakeong Guluk-Guluk Sumenep dalam tinjauan pendidikan karakter?Untuk menjawab fokus ini penulis menggunakan perangkat metodologis dengan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis pada paradigma fenomenologi melalui instrumen pendukung (interview, observasi, dokumentasi) yang memungkinkan data objektif bisa diangkat ke permukaan. Hasil eksplorasi menunjukkan: Pola pendidikan di pesantren tersebut menggunakan pola pendidikan khalaf, perpaduan kurikulum pesantren dengan kurikulum Nasional. Pola ini memenuhi 4 kebutuhan dasar pendidikan karakter antara olah fikir, olah rasa, olah hati dan olah raga. Olah fikir, nampak dari pendidikan formal dan non formal yang mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, kreatifitas, menghargai prestasi dan gemar membaca. Olah rasa terasa dari kehidupan pesantren yang sarat nuansa religius dan serba bersama yang memunculkan karakter religius, jujur, toleran, komunikatif, demokratis, cinta damai, peduli lingkungan dan peduli sosial. Olah hati seperti shalat berjama’ah, dzikir, pengajian menghasilkan karakter religius, jujur, cinta damai dan bertanggungjawab. Olah raga membentuk kepribadian santri yang disiplin, kerja keras dan mandiri.

طريقة التسريع في قراءة الكتب العربية

Hanun, Bisyarotul

Dirosat : Journal of Islamic Studies Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Dirosat Islamiah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

نعتقد بأن من يقدر على قواعد اللغة فيقدر أيضا على قراءة وفهم النصوص المكتوبة. لا ريب أن الغاية من تدريس قواعد اللغة هي القدرة على إطلاع النصوص العربية. بالنسبة إلى تلك الغاية، قامت طريقتا "الشامل" و"الاكتشاف" وسيلة أساسية في الأنشطة التعليمية للمساعدة على قدرة قراءة الكتب العربية بمعهد الأمين الإسلامي برندوان ومعهد فونجاك دار السلام فمكاسان. فالمؤشرات التي حددتها الباحثة هي؛ خلفية تأليف كل الطريقة وأنشطة تنفيذهما وخصائصهما وعملية تقويم قراءة الكتب العربية باستخدام كل الطريقة. استنتجت هذه المقالة الأمور التالية؛ (1) تعليم القواعد العربية باستخدام طريقة الشامل يبدأ بكشف القواعد الصرفية المقررة في كتابها الجزء الأول ويتم تعليمها بكشف القواعد النحوية المقررة في كتابها الجزء الثاني. أما تعليم االقواعد العربية باستخدام طريقة الاكتشاف يجري اندماجا بين أسلوب سوروغان وأسلوب ويطونان. يستخدم المعلم القواعد النحوية والصرفية في تعليمها بالاقتران وليس فيه أسبقية.كلاهما وحدة وكلاهما أفضلية. تكون هذه الطريقة جزءا من عملية التسريع لتحقيق قراءة الكتب العربية. (2) عملية تقويم قراءة الكتب العربية لم تزل حول دقة وطلاقة الطلاب في قراءة النص وترجمته إلى اللغة الإندونيسية، وتعديل صيغ الكلمات وإعراب الجمل مع ذكر علامة إعرابها كلمة فكلمة، والتصريف اللغوي والاصطلاحي. خصص المؤلف عملية التقويم لقراءة الكتب العربية باستخدام طريقة الشامل في تعديل الرموز الكثيرة للقواعد المتنوعة إما القواعد الصرفية أم النحوية، وباستخدام طريقة الاكتشاف في تعديل أبيات الشعر عن قواعد اللغة العربية

Pesan Dakwah dalam Film 99 Cahaya di Langit Eropa (Studi Semiotika terhadap Film Karya Guntur Soeharjanto)

Ali, Ach Zulfikar, Nasruddin, Nasruddin

Dirosat : Journal of Islamic Studies Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Dirosat Islamiah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Movie is one of the most effective tools for da’wah in present time and also in future. Regardless of its drawbacks and advantages, it is the mass media that plays important role in influencing and shaping public opinion. It molds public opinion through its contents.Among the most phenomenal movies is ’99 Cahaya di Langit Eropa’. This movie contains strong messages of da’wah, yet it also has the contrary. This study aims to investigate da’wah messages in this movie, both verbal and non-verbal. Two parts of this movie are analyzed. This study is a qualitative study. It employs Roland Barthes semiotics theory to analyze the denotation, connotation and myth in the movie.Data are collected through documentation and library research. Results show that this movie presents values and messages of da’wah Islam. The messages delivered include aqidah, shariah, and akhlaq. It also conveys messages answering contemporary issues in da’wah such as negative stigma of non-Muslim about hijab and polygamy. On the other hand, the movie also has a non-verbal message that appears contradictory to da’wah messages, camel hump hijabstyle.

Sinkretisme Agama dan Budaya dalam Tradisi Sesajen di Desa Prenduan

Aminullah, Aminullah

Dirosat : Journal of Islamic Studies Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Dirosat Islamiah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

It is an obvious fact that culture and religion are often inseparable. For Muslims, some of cultures they live in are sometime not in line with their religion teachings. One of the examples is offering tradition. It is considered shirk for some of Islamic leaders. But then, it is still maintained by people in Prenduan, where the majority is Islamic believers. This shows that this tradition is a syncretic practice combining religious and culture. This research is aimed to investigate the syncretic process and value of offering tradition. Phenomenological approach is used in this study. Data are collected used interview, observation, and documentation which combined in the field notes and analyzed through data reduction, categorizing and making sense of the essential meanings of the phenomenon. The result shows that syncretic process in Prenduan was started from the old offeringtradition which was difficult to stop and the decrease of Prenduan people understanding of the tradition. So that, the Islamic leaders tried to modify the tradition, taking advantage of the limited understanding, by bringing Islamic teachings in people belief and their way of doing offering tradition. This study concludes that syncretic value of the tradition is in the way of doing and the belief of Prenduan people about the tradition.

A Comparative Analysis of The Conceptions of Muhammad Naquib Al-Attas and Ismail Raji Al-Faruqi in Islamization of Knowledge

Haji Yahya Zikri, Solihah binti

Dirosat : Journal of Islamic Studies Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Dirosat Islamiah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

There has been a lot of discussion and debate on the issues of Islamization of Contemporary Knowledge among Muslim intellectuals. Two Muslim thinkers namely al-Attas and al-Faruqi were foremost in the attempt to conceptualize the problem of the Muslim Ummah and the issue of Islamization of knowledge as an epistemological and socio-political solution. This article aims to examine, compare and analyze the ideas of both scholars with respect to the various interpretations of the concept of Islamization of knowledge their definition of the concept, their philosophical framework, and their methodology for achieving the goals of Islamization. It aims at understanding the similarities and differences and the strengths and weaknesses of their conceptions, philosophical framework and methodology. This paper also explores the possibility of reconciliation between their ideas in the hope of further advancing the cause of Islamization of knowledge.

Like Islam Project, Strategi Dakwah Masa Kini

Moeniri, Syahida Yasya

Dirosat : Journal of Islamic Studies Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Dirosat Islamiah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Islam is the religion with aesthetics. It is Muslim’s obligation to generously spread the beauty of Islamic teachings in all aspects of life, health, education and economy. For that reason, Like Islam Project tries to promote da’wah Islam through its business, a creative home industry. Like Islam Project uses Islamic quotes in their merchandise products to convey Islamic teachings. This study is a qualitative descriptive study. Data is collected through face-to-face interview with the owner and an online interview, using Whatsappplatform, with 2 of their resellers. To validate observation and documentation are performed. Result shows that Like Islam Project has special strategies to reach their goals. Those strategies are clear intention, qualified human resources, setting da’wah targets, selecting appropriate media, and also having original idea and concept. Background and da’wah style of Like Islam Project are also discussed.

Metodologi al-Istifadhah (kemasyhuran) dan al-Tasahul (kelonggaran) dalam Kitab Barzanji.

Abdullah, Ahmad Mujahid

Dirosat : Journal of Islamic Studies Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Dirosat Islamiah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kitab Barzanji atau nama sebenarnya Iqd al-Jauhar fi Maulid al-Nabiy al-Azhar yang menjadi warisan kesenian Arab diamalkan di Tanah Melayu dikritik dan dikecam kerana menukilkan cerita sirah Nabawiyyah yang lemah sumber kesahihannya. Semenjak bermulanya penulisan dalam tamadun bangsa Arab pada kurun ke-2H, cerita sirah Nabawiyyah yang dinukilkan sejarawan Arab sehingga sekarang adalah maklumat dan cerita yang  hampir sama dinukilkan oleh pengarang Kitab Barzanji. Selaras dengan fakta tersebut, artikel  ini cuba menjelaskan metodologi sejarawan Arab dalam menentukan kesahihan sesuatu maklumat dan berita yang diterima khususnya cerita sirah Nabawiyyah. Artikel ini juga cuba menjelaskan metodologi penulisan persejarahan dalam kalangan sejarawan Arab di awal kurun ke-2H. Daripada sumber premier persejarahan bangsa Arab dan juga sumber sekunder yang digunakan, hasilan penyelidikan ini menjelaskan bahawa Kitab Barzanji atau  Iqd al-Jauhar fi Maulid al-Nabiy al-Azhar mengunakan metodologi al-istifdhah (kemasyhuran)  selepas al-Quran dan Sunnah yang sahih dalam menentukan kesahihan sesuatu maklumat dan cerita  yang sukar dinilai kesahihannya. Dapatan juga menunjukkan bahawa sejarawan Arab di awal kurun ke-2H menggunakan metodologi al-Tasahul (kelonggaran) dalam penulisan maklumat dan cerita persejarahan  yang sukar dinilai kesahihannya. Terutamanya maklumat dan cerita yang tidak menyentuh persoalan aqidah.