cover
Filter by Year

Analysis
Articles
63
Articles
Konsep Ulul Albab dalam Kajian Tafsir Tematik

Mahmuda, Imaniar

qolamuna : Jurnal studi islam Vol 3 No 2 (2018): Februari 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1084.956 KB)

Abstract

Artikel ini mengambil kajian pokok tentang “”Ulul Albab” Ilmuwan panggilan Allah”. Dengan pembahasan Pengertian Ulul Albab dalam Al-Qur’an, dan landasan spritual Ulul Albab. Pembahasan artikel ini menyimpulkan bahwa Ulul Albab dalam Al-Qur’an adalah mempunyai cakupan makna dalam tiga pilar, yakni: dzikir, fikir, dan amal shaleh. Secara lebih detail, Ulul Albab adalah kemampuan seseorang dalam merenungkan secara mendalam fenomena alam dan social. Sedangkan predikat Ulul Albab hanya dicapai oleh orang-orang yang mampu berfikir tentang diri, fenomena alam, kejadian, dan kehidupan. Ulul Albab mampu menghadirkan fenomena kehidupan Islam yang kukuh, yang mengintegrasikan unsur ketuhanan (wahyu) dan nilai-nilai rasionalitas inilah yang pernah memposisikan Islam sebagai ikon supremasi peradaban dunia selama beratus-ratus tahun. Kata kunci: Ulul Albab dalam Al-Qur’an

Analisis Komparatif Pemikiran Imam Syafi’i dan Relevansinya dengan Undang- undang No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf Muaqqat

Sholeh, Farhanuddin, Sofi, Muhammad Aminuddin

qolamuna : Jurnal studi islam Vol 3 No 2 (2018): Februari 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.309 KB)

Abstract

Artikel ini ini membahas: relevansi pemikiran imam Syafi’i tentang wakaf Muaqqat dengan ketentuan undang-undang No. 41 Tahun 2004. Hasil analisis terhadap beberapa sumber disimpulkan Imam Syafii menggunakan metode istinbath hukum berupa hadits yang setelah ditakhrij masuk dalam kategori hadits sahih, baik dari segi matan, rawi maupun sanadnya. Imam Syafii berpendapat bahwa akad wakaf termasuk aqad tabarru’ (pelepasan hak). Akibatnya adalah bahwa benda yang telah diwakafkan tidak boleh dijual, dihibahkan, dan diwariskan karena memang ia bukan lagi milik perorangan, melainkan milik publik (umat). Sedangkan menurut UU No. 41 tahun 2004, wakaf itu boleh selamanya dan juga boleh terikat pada waktu tertentu. Menurut UU, harta wakaf masih bisa menjadi hak milik seseorang karena dalam UU masih terdapat ketentuan berlakunya. Kata Kunci : Wakaf Muaqqat, Pemikiran Imam  Syafi’i, Undang- undang No. 41 Tahun 2004

Analisis Motivasi Belajar Perspektif QS. Al-Ra’d: 11 Dalam Kitab Tafsir al-Jalalain

Kurnia PS, Alaika M. Bagus, Yustika, Gaung Perwira

qolamuna : Jurnal studi islam Vol 3 No 2 (2018): Februari 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.752 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini, penulis mencoba untuk melakukan analisis beberapa bentuk motivasi belajar dalam perspektif QS. al-Ra’d: 11 melalui pendekatan Kitab Tafsir al-Jalalain Karya Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin al-Suyuti. Dari pelacakan penulis dari berbagai referensi, penulis menyimpulkan bahwa pada QS. al-Ra’d ayat 11, penulis dapat mengkategorikan tiga nilai pendidikan yang diambil dari QS. al-Ra’d: 11, yaitu pengawasan dan bimbingan dari orang tua sebagai solusi pertama yang mampu memotivasi peserta didik, pemenuhan sarana belajar baik di rumah ataupun sekolah yang diusahakan dengan sedemikian rupa juga menjadi bentuk atau cara motivasi secara pasif sebagai usahanya dan selanjutnya tergantung peserta didiknya dalam mensikapi proses belajarnya. Yang terakhir adalah reward and punishment juga menjadi cara terakhir. Kata kunci: Analisis, Motivasi, Belajar

Analisis Komparatif Fiqih Syafi’i dan KHI tentang Wali Nikah Anak Angkat Yang Tidak Diketahui Orang Tuanya dalam Perkawinan

Hafid, Hafid

qolamuna : Jurnal studi islam Vol 3 No 2 (2018): Februari 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.777 KB)

Abstract

Arikel ini membahas wali nikah anak angkat yang tidak diketahui orang tuanya dalam perkawinan dalam KHI dan Fiqih Syafi’i. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa jika sang ayah tidak ada maka hak perwaliannya beralih pada kakeknya jika ada. Jika ayah dan kakeknya (wali mujbirnya) tidak ada maka beralih pada wali ab’adnya (wali nasab yang jauh hubungan kekerabatannya / wali mukhtarnya) dengan si anak angkat perempuan tersebut. Namun, jikalau wali ab’adnya juga tidak ada, baru hak perwalian anak angkat perempuan tersebut beralih pada Hakim atau Qodli sebagai penggantinya. Sedangkan kedudukan (status) anak angkat menurut Kompilasi Hukum Islam adalah tetap sebagai anak yang sah berdasarkan putusan pengadilan dengan tidak memutuskan hubungan nasab / darah dengan orang tua kandungnya. Kata kunci : Wali Nikah, Anak Angkat, KHI, Fiqih

Pendidikan Anak dalam Islam Perspektif Imam Ghazali

Sarkowi, Sarkowi

qolamuna : Jurnal studi islam Vol 3 No 2 (2018): Februari 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.315 KB)

Abstract

Artikel ini membahas tentang pendidikan anak dalam islam perspektif Imam Ghazali. Sebagai salah satu tokoh dalam pendidikan dalam Islam, Al-Ghazali di dalam karya-karyanya memberikan relasi antara potensi bawaan anak dan lingkungannya, watak dan tabiat, nature dan nurture (sifat dasar dan rekayasa budaya). Metode dan tahapan pendidikan anak perpsektif Al-Ghazali juga sesuai dengan hadis-hadis Rasulullah SAW. Dimana pendidikan untuk anak harus dilakukan semenjak masih dalam kandungan. Pola pendidikan anak yang dapat dipraktikkan adalah pola keteladaan, adat kebiasaan, nasihat, perhatian dan pola ganjaran dan hukuman. Pola-pola pendidikan yang dipraktikkan tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi saling mendukung dan terkait satu dengan lainnya. Pola-pola tersebut juga dipraktikkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Kata kunci: Pendidikan Anak, Perspektif Imam Ghazali

Fundraising BAZNAS Kabupaten Lumajang Perspektif Tafsir dan Manajemen

Qosyim, Rosiful Aqli

qolamuna : Jurnal studi islam Vol 4 No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.827 KB)

Abstract

Artikel ini membahas tentang fundaraising Dana Zakat di Baznaz Lumajang dengan pendekatan manajemen dan perspektif tafsir. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS Lumajang adalah: Perencanan yang diawali dengan melakukan sasaran, dan perencanaan jangka pendeknya. Pengorganisasian dijalankan oleh ketua bidang pengumpulan dengan mensosialisasikan kepada UPD. Pengarahan yang dilakukan adalah dengan sosialisasi secara umum baik dari istansi atau masyarakat. Pengawasan dijalankan oleh monitoring. Evaluasinya dilakukan dengan  dua cara, yaitu eksternal dan internal. Koordinasi, pola koordinasi BAZNAS dengan dua pendekatan: pendekatan secara struktural dan pendekatan secara personal. fundraising secara Hukum Ekonomi Syariah, diambil dari surat Al-Taubah ayat 103. Kata kunci;  Fundaraising, Zakat, Tafsir, Manajemen

Tuhan, Manusia dan Alam dalam Perspektif Filsafat Islam

Ruslan, Ruslan

qolamuna : Jurnal studi islam Vol 4 No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.191 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan mencari jawaban akan konsep Tuhan, manusia, dan alam dalam perspektif filsafat pendidikan Islam serta relasi antara ketiganya.  Adapun Tuhan disimpulkan dengan konsep Tauhid. Dalam konsep ini, alam dan isinya termasuk di sini manusia wajib mengabdi dan menyembah hanya kepada-Nya. Sedangkan hakikat manusia dibagi kepada tiga konsep, yakni pertama al-Basyar, kedua al-Insan, dan yang ketiga al-Nas yang menunjukkan manusia secara totalitas tanpa merujuk pada status keimanan atau kekafirannya. Sementara itu, alam diciptakan oleh Allah SWT sebagai media pendidikan bagi manusia. Dengan berbekal potensi yang dimiliki, manusia bisa mempelajari segala sesuatu yang ada di alam ini untuk kepentingan hidup dan kehidupan manusia. Adapun relasi antara Tuhan, manusia, dan alam selalu dikaitkan dengan konsep khalifah dan ‘Abd Allah. Kata Kunci : Tuhan, manusia, alam, Filsafat Pendidikan Islam.

Teologi Islam: dari Teologi Klasik hingga Teologi Kontemporer

sarkowi, sarkowi

qolamuna : Jurnal studi islam Vol 4 No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.788 KB)

Abstract

Konstruksi bangunan konsep teologi kontemporer harus memperhatikan warisan intelektual teologi klasik. Tradisi intelektual masa kontemporer tidak akan kokoh bila tanpa berakar, berhubung, dan berkesinambungan dengan dengan tradisi intelektual masa Klasik. Dari sudut pemahaman ini, maka formula keterkaitan antara prinsip kesinambungan dengan warisan pemikiran masa lalu dan keharusan pembaharuan masa kini dan masa depan terumus dalam sebuah kaidah al-muhafadhah ‘ala al-qadim salih wa akhd bi al-jadid al-aslah (memelihara yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik). Melalui formula ini, teologi kontemporer akan menjadikan ajaran agama Islam berfungsi secara efektif dalam kehidupan sosial masyarakat modern yang penuh pergolakan dan perubahan. Kata kunci: Teologi Islam, Teologi Klasik, Teologi Kontempore

Pluralime dan Hubungan antar Umat Beragama dalam Tafsir Al Qur’an

Siswati, Vialinda

qolamuna : Jurnal studi islam Vol 4 No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.778 KB)

Abstract

Pluralisme hingga saat ini selalu menjadi topik hangat yang dibicarakan oleh para tokoh elit politik terlebih tahun menjelang pemilu pergantian presiden, sebenarnya kalau kita mencermati bahwa pluralisme bukanlah hal baru bagi umat Islam melainkan ini sudah pernah terjadi pada saat jaman nabi Muhammad saw  hal tersebut juga ada bukti sejarah dimana adanya perjanjian piagam madinah kejadian tersebut merupakan kejadian yang bersejarah bagi umat Islam selanjutnya diperkuat oleh ayat-ayat Al Qur’an yang banyak menjelaskan bagaimana pluralisme  sebagai bentuk  menghargai dan menghormati pemeluk agama lain tanpa harus mencampur adukkan teologi agama, terkadang pluralisme disalah artikan dengan cara berlebihan oleh mereka sehingga terkesan mencampur adukkan berbagai cara ibadah dalam agama dan kita semua tau bahwa Indonesia juga memiliki kemajemukan dalam beribadah dan itu semua adalah wujud kekayaan Indonesia. Kata kunci : Pluralisme,  Tafsir Al Qur’an

Prinsip Pernikahan dalam Cedaw Perspektif Hukum Islam

Ainiyah, Qurrotul

qolamuna : Jurnal studi islam Vol 4 No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1154.085 KB)

Abstract

Tulisan ini mengungkapkan tentang isi pasal 16 Cedaw (Konvensi PBB tentang penghapusan segala bentuk diskrimasi terhadap perempuan) yang mengatur tentang hak dan kewajiban yang sama antara laki-laki dan perempuan dalam pernikahan yang berlandaskan pada prinsip kesetaraan (equality) dan keadilan (Equity). Isi Pasal 16 tersebut kemudian dianalisa dengan prinsip pernikahan Islam. Maka didapatlah simpulan bahwa penjabaran prinsip pernikahan Islam telah menempatkan laki-laki (suami) dan perempuan (isteri) sebagai hamba Allah yang mempunyai hak dan kewajiban yang proporsional, tidak harus sama, karena keduanya mempunyai hak dan kewajiban yang berbeda dari jenisnya tetapi akan sama nilainya yaitu nilai penghambaan kepada Allah sebagai konsekuensi logis dari “perjanjian kuat” dengan Allah. Kata Kunci : Prinsip Pernikahan, Cedaw, Hukum Islam.