cover
Filter by Year
Articles
52
Articles
Prinsip Pernikahan dalam Cedaw Perspektif Hukum Islam

Ainiyah, Qurrotul

qolamuna : Jurnal studi islam Vol 4 No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tulisan ini mengungkapkan tentang isi pasal 16 Cedaw (Konvensi PBB tentang penghapusan segala bentuk diskrimasi terhadap perempuan) yang mengatur tentang hak dan kewajiban yang sama antara laki-laki dan perempuan dalam pernikahan yang berlandaskan pada prinsip kesetaraan (equality) dan keadilan (Equity). Isi Pasal 16 tersebut kemudian dianalisa dengan prinsip pernikahan Islam. Maka didapatlah simpulan bahwa penjabaran prinsip pernikahan Islam telah menempatkan laki-laki (suami) dan perempuan (isteri) sebagai hamba Allah yang mempunyai hak dan kewajiban yang proporsional, tidak harus sama, karena keduanya mempunyai hak dan kewajiban yang berbeda dari jenisnya tetapi akan sama nilainya yaitu nilai penghambaan kepada Allah sebagai konsekuensi logis dari “perjanjian kuat” dengan Allah. Kata Kunci : Prinsip Pernikahan, Cedaw, Hukum Islam.

Telaah Kualitas Hadist tentang Tawassul

Sahroni, Sahroni

qolamuna : Jurnal studi islam Vol 4 No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Artikel ini membahas derajat Hadis tentang orang buta yang bertawassul dengan Nabi. Uji otentisitas Hadis tentang orang buta yang bertawassul dengan Nabi ini dilakukan dengan menggunakan metode content analysis. Dilihat dari segi sanadnya, seluruh periwayat Hadis ini adalah berkualitas tsiqah. Seluruh sanadnya berstatus ittishal al-sanad. Dilihat dari segi matannya, walaupun matan Hadis riwayat Ahmad ini dianggap bertentangan dengan beberapa ayat Al-Quran, tetapi pada hakikatnya tidak ada satu ayatpun yang melarang tawassul, maka matan Hadis ini dinyatakan bebas syudzudz. Matan Hadis tentang orang buta yang bertawassul dengan Nabi ini juga tidak mengandung unsur illat yang mencederainya. Penelitian ini menemukan bahwa Hadis tentang orang buta yang bertawassul dengan Nabi ini mempunyai 5 (lima) jalur periwayatan yang berujung pada 1 (satu) periwayat tingkat sahabat. Kata Kunci: Hadist, Kualitas Tawassul.

Analisis Komparatif Perspektif KHI Dan Fiqih Imam Syafi’i tentang Hukum Ihdad bagi Perempuan

Azizah, Umi Karimatul

qolamuna : Jurnal studi islam Vol 4 No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Artikel ini membahas tentang perbandingan ketentuan Ihdad antara KHI dan fiqih Imam Syafi’i. Menurut KHI Ihdad wajib dilaksanakan selama masa ‘iddah oleh perempuan yang ditinggal mati suaminya sebagai tanda turut berduka cita dan sekaligus menjaga timbulnya fitnah. Menurut Imam Syafi’i perempuan yang ditinggal mati suaminya wajib melaksanakan Ihdad baik perempuan tersebut sudah dewasa, masih anak-anak, kafir dzimmi, atau seorang budak. Perbedaan ketentuan hukum Ihdad antara KHI dan Imam Syafi’i juga terletak pada konsekuensi hukum yang harus dilakukan perempuan selama melaksanakan Ihdad, dalam KHI tidak diatur secara rinci hal-hal yang dilarang selama pelaksanaan Ihdad sebagaimana ketentuan dalam fiqih Imam Syafi’i.  Kata kunci : KHI, Fiqih, Hukum Ihdad.

Tinjauan Hukum Terhadap Kedudukan Fatwa Dewan Syariah MUI dalam Usaha Asuransi di Indonesia

Muslim, Shohib, Hadiwinata, Khrisna

qolamuna : Jurnal studi islam Vol 3 No 2 (2018): Februari 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan Penelitian ini Untuk menganalisa regulasi yang mengatur mengenai kekuatan hukum fatwa dewan syariah nasional MUI Nomor 21/DSN-MUI/X/2001 terhadap penyelenggaraan usaha asuransi syariah di Indonesia serta menganalisa Bagaimana Perlindungan hukum terhadap tertanggung apabila terjadi kepailitan perusahaan asuransi syariah. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan hukum fatwa  Dewan Syariah MUI tersebut masih sangat lemah, sehingga diperlukan adanya peraturan setingkat undang-undang untuk mengakomodir pelaksanaan asuransi syariah di Indonesia. Berdasarkan TAP MPR Nomor III tahun 2000 tentang sumber Hukum Nasional dan Tata Urutan Peraturan Perundang-Undangan NKRI dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2012 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, maka fatwa tidak juga termasuk jenis peraturan perundang-undangan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kata Kunci: Asuransi Syariah, Fatwa Dewan MUI, Perlindungan Hukum.

Kajian Hadist dalam Pandangan Sunni dan Syiah

Zainuddin, Zainuddin

qolamuna : Jurnal studi islam Vol 3 No 2 (2018): Februari 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Artikel ini akan membahas kajian hadist dalam pandangan sunni dan syiah. Hasil analisis menyimpulkan bagi kelompok Syiah hadis bukan yang bersumber dari Nabi SAW, akan tetapi juga meliputi segala sesuatu yang bersumber dari Imam dua belas.  Hal ini berarti ketersambungan sanad dalam Syiah tidak disyaratkan harus selalu sampai kepada Nabi SAW, tetapi bisa juga kepada imam yang masum. Sementara Sunni hanya membatasi pada segala sesuatu yang bersumber dari Nabi SAW sebagai hadis dan sumber kehujjahan agama. Karenanya, Sunni sama sekali tidak mengakomodasi hadis-hadis yang ketersambungan sanadnya tidak sampai kepada Nabi SAW. Adapun riwayat-riwayat yang berasal sahabat disebut hadis mauquf dan riwayat-riwayat dari tabiin disebut hadis maqtu’, keduanya tidak dapat dijadikan hujjah. Perbedaan ini berimplikasi kepada banyaknya materi hadis yang bisa dijadikan hujjah. Kata Kunci: Hadist, Sunni, Syiah

Hikmah Dilarangnya Poliandri (Kajian Normatif Yuridis, Psikologis dan Sosiologis)

Hayati, Irma Nur

qolamuna : Jurnal studi islam Vol 3 No 2 (2018): Februari 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Artikel ini membahas tentang perspektif filosofis, normatif yuridisi, psikologis tentang hikmah dilarangnya praktek poliandri. Dalam perspektif normatif bahwa poliandri hukumnya haram, hal ini berdasarkan dalil Al-Quran surat al-Nisa [4]: 24, dan al-Sunnah hadis riwayat Ahmad. Dalam perspektif yuridis, bahwa poliandri bertentangan dengan pasal 3 ayat 1, yakni bahwa seorang istri hanya boleh menikah dengan seorang suami (asas monogami). Sementara dalam perspektif psikologis bahwa poliandri sangat bertentangan dengan fitrah manusia, bahkan dapat menganggu ketenangan hati atau jiwa. Terakhir, dalam perspektif sosiologis bahwa poliandri dapat mendatangkan masalah, baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat, bahkan bertentangan dengan nilai-nilai sosial budaya. Kata kunci: Poliandri, Normatif Yuridis, Psikologis, Sosiologis.

Prinsip Implementasi Manajemen Strategik dalam Perspektif Islam

Rahmatullah, Rahmatullah

qolamuna : Jurnal studi islam Vol 3 No 2 (2018): Februari 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Fokus penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan prinsip-prinsip perencanaan dan implementasi strategik perspektif Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka, dimana peneliti menelaah dan mempelajari literatur-literatur terkait dengan tema penelitian ini.Hasil penelitian ini menyataan bahwa terdapat beberapa prinsip perencanaan dan implementasi  strategik perspektif Islam, diantaranya adalah pentingnya strategi dan tujuan jauh kedepan (visi, misi, tujuan, dan sasaran), organisasi harus kokoh dan tertata rapi, organisasi tidak pecah belah, pentingnya musyawarah dalam organisasi. pentingnya analisis lingkungan internal dan eksternal (SWOT), pentingnya membuat kebijkan yang baik. Kata Kunci : Manajemen Strategi, Perspektif Islam

Kecerdasan Emosi Dalam Tafsir Mahasin Al-Ta’wil

Faruqi, Ahmad

qolamuna : Jurnal studi islam Vol 3 No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

  Artikel ini akan membahas tentang kecerdasan ditinjau dalam tafsir Mahasin Al-ta’wil. Konsep kecerdasan emosi dalam tafsir Mahasin al-Ta’wil  terdiri dari dua unsur. Pertama, kecerdasan pribadi, yang meliputi aspek kesadaran diri berupa kemampuan bersabar ketika mendapat musibah, aspek pengendalian diri berupa kemampuan untuk bersyukur ketika mendapat kenikmatan, aspek motivasi berupa kemampuan untuk bertaubat dari melakukan kesalahan. Kedua, kecakapan sosial, yang meliputi aspek empati berupa kesadaran untuk mendahulukan kepentingan orang lain, dan aspek keterampilan sosial berupa kemampuan untuk berbuat baik kepada sesama. Kata kunci: Kecerdasan emosi, Tafsir Mahasin al-Ta’wil

Membangun Kohesivitas Kelompok Dalam Bingkai Ukhuwah Wathaniah

Sholeh, Farhanudin

qolamuna : Jurnal studi islam Vol 3 No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

  Artikel ini akan membahas strategi dalam membangun kohesivitas antar umat dalam konteks kebangsaan. Sebagaimana diketahui bahwa masyarakat Indonesia yang sangat beragam dalam suatu wilayah menjadi sebuah tantangan bagi masyarakat Indonesia untuk konsisten memegang nilai-nilai toleransi agar terjalin kesatuan dan kohesivitas. Tingginya kohesivitas kelompok berhubungan dengan kesesuaian anggota kelompok dengan norma kelompok, semangat bekerja sama dalam kelompok. Kohesivitas dapat dikembangkan terhadap kondisi apapun di dalam kelompok, karena manusia dalam kehidupannya tidaklah bergantung pada diri sendiri. Setiap tindakan yang akan dilakukan seorang manusia pasti berhubungan dan membutuhkan orang lain. Manusia selain disebut sebagai makhluk individu,  juga disebut sebagai makhluk sosial. Kata kunci : Kohesivitas Kelompok, Ukhuwah Wathaniah

Peranan Tulisan Jawi dalam Perkembangan Islam di Indonesia

Hendriani, Dita

qolamuna : Jurnal studi islam Vol 3 No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Masuknya kerajaan-kerajaan Melayu ke agama Islam, maka tulisan Arab dan Jawi dikenalkan dan diterima oleh orang-orang Melayu sebagai media penulisan bahasa Melayu. Keluwesan tulisan Jawi adalah dapat mengungkapkan variasi dialek tertentu. Tidak adanya huruf vokal pada aksara Arab memudahkan pelafalan yang berlainan, dapat /o/di Sumbar, /a/ di Sumsel, dan /e/ di Semenanjung Melayu sehingga tulisan Jawi dapat menyatukan semua suku berbahasa Melayu.  Dalam tulisan Jawi, lima huruf baru diciptakan dengan menambahkan titik pada bentuk huruf yang sudah ada, yaitu , /c/, Ú  /ng/, Ú½ /ny/, Ý¢ /g/, dan Ú¤ /p. Tulisan Jawi mempunyai peranan penting sebagai wahana untuk penulisan bahasa Melayu dalam menyampaikan berbagai perasaan dan buah pikiran dalam mengkomunikasikan berbagai aspek, yaitu keagamaan Islam, kemasyarakatan, perekonomian, seni budaya, teknologi, korespondensi, hubungan diplomatik, dan sebagainya. Kata kunci : Tulisan Jawi, Perkembangan Islam