cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
AcTion: Aceh Nutrition Journal
ISSN : 25273310     EISSN : 25485741     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
AcTion: Aceh Nutrition Journal merupakan jurnal gizi dan kesehatan dengan E-ISSN 2548-5741 dan ISSN 2527-3310. Jurnal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam penyampaian hasil penelitian sebagai media yang dapat digunakan untuk meregistrasi, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya peneliti tenaga gizi dan kesehatan di Indonesia, Aceh pada khususnya.
Arjuna Subject : -
Articles 72 Documents
Ekstrak ethanol pegagan (Centella asiatica) meningkatkan osifikasi tulang dan panjang badan larva zebrafish (Danio rerio) model stunting usia 9 hari pasca fertilisasi Zahara, Evi; Nuraenah, Een; Yuliyani, Tri; Darwitri, Darwitri; Khotimah, Husnul; Kalsum, Umi; Wiyasa, I Wayan Arsana; Ramli, Nurlaili; Al Rahmad, Agus Hendra; Ali, Mohammad Muljohadi
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 3, No 2 (2018): AcTion Vol 3 No 2 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.578 KB) | DOI: 10.30867/action.v3i2.87

Abstract

Centella Asiatica (Linn) Urban is known as Gotu Kola. Centella Asiatica (CA) is rich in micro and macronutrients. The aim of this study was to investigate the effect of ethanol extract of CA on bone ossification and body length in zebrafish larva stunting model at 9 dpf. This study used zebrafish at 2 hpf (hour post-fertilization) - 9 dpf (day post-fertilization). The population of 300 larvae divided into 5 groups consisting of control group, rotenone group (exposed by 12.5 ppb of rotenone) and 3 rotenone+CA groups that exposed to CA extract for 4, 5 and 6 days,  respectively. The CA extract was obtained by maceration method with ethanol solvent. The results showed that rotenone 12,5 ppb able to inhibit the growth of larvae >2SD of body length and decrease bone ossification at rotenone group, were significantly different from the control group. Administration of CA extract was increased expression of cartilage at rotenone+CA5 as well rotenone+CA6 group and increase expression of bone at the rotenone+CA5 group and also increase body length rotenone+CA groups significantly different from rotenone group. It can be concluded that the period of CA extract exposure can correct the length of the body reaching 99.6% at 9 dpf and increased bone ossification in a time-dependent manner.Centella asiatica (Linn) Urban dikenal dengan nama pegagan. Centella Asiatica (CA) kaya akan mikro maupun makro nutrisi yang diperlukan bagi tubuh terutama masa pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek ekstrak etanol CA terhadap osifikasi tulang dan panjang badan larva zebrafish model stunting yang diinduksi rotenone pada 9 hari post fertilisasi. Penelitian ini menggunakan zebrafish mulai 2 hpf (hour post fertilisation) - 9 dpf (day post fertilisation), populasi larva sejumlah 300 yang dibagi 5 kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol, kelompok rotenon (dipapar rotenone 12,5 ppb) dan 3 kelompok rotenone+CA yang diberikan pegagan selama 4, 5 dan 6 hari secara berurutan. Ekstrak CA diperoleh melalui  metode maserasi dengan pelarut etanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rotenone dapat menghambat pertumbuhan panjang larva >2SD dan menurunkan osifikasi tulang pada kelompok rotenon secara signifikan dibanding kontrol. Pemberian ekstrak CA dapat meningkatkan ekspresi tulang rawan kelompok rotenone+CA5 maupun rotenone+CA6 dan meningkatkan ekspresi tulang keras kelompok rotenone+CA5 serta meningkatkan panjang badan kelompok rotenone_CA secara signifikan dibanding kelompok rotenone. Dapat disimpulkan bahwa lamanya pemberian ekstrak CA dapat meningkatkan osifikasi tulang dan meningkatkan panjang badan mencapai 99.6% pada 9 dpf. 
Faktor resiko kadar kolesterol darah pada pasien rawat jalan penderita jantung koroner di RSUD Meuraxa Mulyani, Nunung Sri; Al Rahmad, Agus Hendra; Jannah, Raudatul
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 3, No 2 (2018): AcTion Vol 3 No 2 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.148 KB) | DOI: 10.30867/action.v3i2.113

Abstract

Coronary heart disease generally occurs due to an increase in irregular cholesterol levels. Blood cholesterol is influenced by several factors, including genetic, gender, diet, obesity, and excessive coffee drinking. This study aims to determine the factors that influence blood cholesterol levels in outpatients with coronary heart disease at Meuraxa Regional Hospital. This study is a descriptive-analytical Case Control design, conducted in patients with coronary heart disease as many as 45 cases and 45 controls in May 2017 Data analysis using Chi-Square test. Diet data was collected using food recall, genetic data, sex collected by interview using questionnaires, nutritional status data collected through body mass index (BMI) measurements and cholesterol data collected through blood tests. Bivariate analysis showed a significant relationship between coffee consumption and total cholesterol levels with OR 2.768 (p = 0.033). There was no significant relationship between coffee consumption with HDL, LDL, and triglycerides (0.292; 0.088; 0.125). There was no significant correlation between genetic, gender, diet and nutritional status with levels of total cholesterol, LDL, HDL, and Triglycerides.T here is a significant relationship between coffee consumption and total cholesterol levels in patients with coronary heart disease, so it is necessary to limit coffee consumption for people with coronary heart disease.Penyakit jantung koroner umumnya terjadi karena peningkatan kadar kolesterol yang tidak teratur. Kolesterol darah dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya genetik, jenis kelamin, pola makan, obesitas, serta minum kopi yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kadar kolesterol darah pada pasien rawat jalan penderita jantung koroner di RSUD Meuraxa. Penelitian deskriptif analitik berdesain Case Control, yang dilakukan pada  pasien penderita jantung koroner sebanyak 45 kasus dan 45 kontrol pada bulan Mei 2017. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Data pola makan dikumpulkan dengan menggunakan food recall, data genetik, jenis kelamin dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuisioner, data status gizi dikumpulkan melalui pengukuran indeks massa tubuh (IMT) dan data kolesterol dikumpulkan melalui pemeriksaan darah. Analisis bivariat  menunjukkan ada hubunganyang signifika konsumsi kopi dengan kadar kolesterol total dengan OR 2,768 (p= 0,033). Tidak ada hubungan yang signifikan konsumsi kopi dengan HDL, LDL dan trigliserida (0,292; 0,088; 0,125). Tidak ada hubungan yang signifikan genetik, jenis kelamin, pola makan dan status gizi dengan kadar kolesterol total, LDL, HDL dan Trgliserida. Ada hubungan yang signifikan konsumsi kopi dengan kadar kolesterol total pada penderita jantung koroner sehingga perlu kiranya pembatasan konsumsi kopi bagi penderita jantung koroner.
Pengaruh Perilaku Konsumsi Makanan Instan Yang Mengadung Natrium Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Alfridsyah, Alfridsyah; Miko, Ampera; Firda, Naziatul
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 1, No 1 (2016): Volume 1 No 1 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.066 KB) | DOI: 10.30867/action.v1i1.11

Abstract

Penyebab utama tingginya kasus meninggal akibat tekanan darah tinggi adalah mengkonsumsi makanan mengandung banyak natrium sehingga tubuh kita menampung darah yang berlebihan yang di butuhkan dan retensi cairan. Masyarakat Indonesia, sangat konsumtif dan selalu menginginkan praktis, tetapi tidak pernah mau peduli kesehatan badannya. Penelitian bersifat diskriptif analitik dengan menggunakan desain case control, pengambilan sampel secara random sampling yaitu sebanyak 35 kasus dan 35 orang kontrol. Data yang diambil meliputi data karakteristik sampel, konsumsi makanan instan serta tekanan darah pada sampel dengan pengukur tekanan darah yang dilakukan oleh bantuan enumerator. Uji statistic dengan menggunakan chi-square test. Hasil penelitian diketahui perilaku makan yang dikategorikan sering (tidak baik) pada kelompok kasus yaitu sebanyak 31 orang (64,6%) dan pada kelompok kontrol sebanyak 17 orang (35,4%). Responden pada kelompok kasus mayoritas bertekanan darah kategori tinggi sebanyak 25 orang (71,4%) dan sebagiannya bertekanan darah normal sebanyak 10 orang (28,6%). Disimpulkan ada pengaruh perilaku konsumsi makanan instan yang mengandung natrium terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Diharapkan kepada penderita hipertensi agar mengurangi kebiasaan konsumsi makanan instant.
Pengaruh Pemberian Air Rendaman Rumput Fatimah (Anastatica Hierochuntica) Terhadap Kadar Hormon Estrogen Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Bunting Noviyanti, Noviyanti; Herman, Rahmatina B; Serudji, Joserizal
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 2, No 2 (2017): AcTion Vol 2 No 2 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.485 KB) | DOI: 10.30867/action.v2i2.63

Abstract

Angka Kematian Ibu di Indonesia masih tinggi, salah satu penyebabnya adalah partus lama. Hormon estrogen merupakan salah satu hormon pemicu persalinan, defisiensi hormon ini dapat  mengakibatkan persalinan menjadi lambat (partus lama). Rumput fatimah (Anastatica Hierochuntica) merupakan tanaman yang sering digunakan untuk memperlancar persalinan. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh pemberian air rendaman rumput fatimah terhadap kadar hormon estrogen pada tikus putih bunting. Jenis penelitian, eksperimental dengan desain Post-Test Only Control Group. Sampel terdiri dari 24 ekor tikus putih bunting yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan 3 perlakuan P1, P2 dan P3 yang masing-masing diberi 10gr, 20gr dan 40gr rumput fatimah. Penelitian dilaksanakan di Animal house dan di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Hormon estrogen diukur dengan menggunakan metode ELISA. Uji Shapiro Wilk untuk mengetahui normalitas data dilanjutkan Uji  One Way ANOVA lalu dilanjutkan dengan uji Multiple Comparisons (post hoc test) jenis Bonferroni. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) kadar hormon estrogen antara kelompok kontrol (55,51±7,60) dengan kelompok P2 (67,37±7,14) dan P3 (68,13±7,33) dengan dosis 20 gr dan 40 gr. Kesimpulan, terdapat peningkatan signifikan pada kadar hormon estrogen setelah pemberian air rendaman rumput Fatimah pada tikus putih bunting. Kata kunci:  Rumput Fatimah (Anastatica Hierochuntica), Hormon Estrogen, Persalinan
Efektifitas Pemberian Ramuan Jahe (Zingibers officinale) dan Teh Rosella (Hibiscus sabdariffa) terhadap Perubahan Intensitas Nyeri Haid Ramli, Nurlaili; Santy, Putri
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 2, No 1 (2017): AcTion Vol 2 No 1 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.667 KB) | DOI: 10.30867/action.v2i1.38

Abstract

As many as 72% of women reported experiencing Dysmenorrhea, 38% require treatment, 15% of them had to leave school or work during menstruation. In nonpharmacologic giving herbs may help reduce menstrual pain. Plants that can reduce pain is Zingibers Rosc Officinale, rhizome sections to function as an analgesic, antipyretic and anti-inflammatory. Rosella can also reduce pain and inflammation at the time of dysmenorrhea. This study aims to determine the differences in the level of pain on a group of teens who received the herb ginger and groups of teenagers given Rosella tea. The study design is a quasi-experiment with pretest-posttest design nonrandomized, do start. The sample is a student of midwifery experience dysmenorrhea amounted to 177 people, 57 groups, and 60 people ginger herb Rosella tea group and the control group of 60 people. The study began in May 2015. Research and herb ginger tea separately Rosella very effective in reducing menstrual pain intensity at 24.48 and 72 hours, but there is no difference in the pain scale before and after getting the herb ginger and Rosella tea. Conclusions and Recommendations: There is no difference between the herb ginger pain scale and Rosella tea before and after treatment. It is recommended that health workers can provide health education to adolescents by using herbs to reduce menstrual pain. Keywords:   Dysmenorrhea, ginger herb, tea Rosella Sebanyak 72% wanita dilaporkan mengalami dismenorhea, 38% memerlukan pengobatan, 15 % diantaranya harus meninggalkan sekolah atau pekerjaan selama menstruasi. Secara nonfarmakologis pemberian rempah-rempah dapat membantu mengurangi nyeri haid. Tanaman yang dapat mengurangi nyeri adalah Zingibers Officinale Rosc, bagian rimpangnya berfungsi sebagai analgesik, antipiretik dan anti inflamasi. Rosella juga dapat mengurangi nyeri dan inflamasi pada saat dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri pada kelompok remaja yang mendapatkan ramuan jahe dan kelompok remaja yang diberikan teh rosella. Desain penelitian merupakan quasi experiment dengan rancangan nonrandomized pretest-postest.. Sampel adalah mahasiswi jurusan kebidanan yang mengalami dismenore  berjumlah 177 orang, 57 orang kelompok ramuan jahe dan 60 orang kelompok teh rosella dan 60 orang kelompok kontrol. Penelitian dilakukan bulan Mei - September 2015. Hasil Penelitian Ramuan jahe dan teh rosella secara terpisah sangat efektif dalam menurunkan intensitas nyeri haid pada 24,48 dan 72 jam, namun tidak terdapat perbedaan skala nyeri sebelum dan sesudah mendapatkan ramuan jahe dan teh rosella. Kesimpulan dan Saran: Tidak terdapat perbedaan skala nyeri antara ramuan jahe dan teh rosella sebelum dan sesudah perlakuan. Disarankan agar tenaga kesehatan dapat memberikan pendidikan kesehatan kepada remaja dengan menggunakan ramuan herbal untuk mengurangi nyeri haid.Kata kunci: Dismenorhea, ramuan jahe, teh rosella
Pengaruh perilaku ibu tentang program STBM terhadap kejadian diare pada balita Syahrizal, Syahrizal
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 3, No 1 (2018): AcTion Vol 3 No 1 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.244 KB) | DOI: 10.30867/action.v3i1.99

Abstract

Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia, terutama di negara berkembang, termasuk Indonesia. Kebijakan Strategi Nasional STBM merupakan suatu strategi percepatan untuk mencapai target MDGs ke-7. STBM sebagai  aksi terpadu untuk menurunkan angka kejadian diare dan meningkatkan higienitas dan kualitas kehidupan masyarakat yang optimal. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain Case-control Study dilakukan secara deskriptif analitik, dilakukan pada wilayah Puskesmas Darul Imarah dengan sampel yaitu balita sebanyak 66 orang dan terbagi dalam kelompok kasus dan kontrol. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi meliputi perilaku STBM dan kejadian diare. Analisis statisik yaitu chi-square dengan CI:95%. Hasil penelitian menunjukan hubungan signifikan antara tindakan ibu tentang STBM dengan kejadian diare pada balita (p-value = 0,021), dimana balita yang mengalami diare sebesar 3,6 kali disebabkan oleh tindakan ibu yang kurang baik dibandingkan ibu yang mempunyai tindakan yang baik tentang STBM. Kesimpulan, bahwa kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Darul Imarah disebakan kurang baiknya tindakan tentang STBM. Saran, sosialisasi dan penyuluhan mengenai program STBM yang diadakan oleh instansi pemerintah dan menerapkannya.Kata kunci:   Perilaku, STBM, diare Diarrheal disease is still a health problem worldwide, especially in developing countries, including Indonesia. The national strategy of community-based sanitation is an acceleration strategy to achieve the 7th MDG targets. It's an integrated action to reduce the incidence of diarrhea and improve hygiene and quality of community life is optimal. This quantitative research using Case-control Study design is done by analytical descriptive, conducted at Darul Imarah Puskesmas area with a sample of toddler counted 66 people and divided into case and control group. Data collection through interviews and observations included it behavior and diarrhea events. Static analysis is chi-square with CI: 95%. The result of the study showed a significant correlation between mother's action on community-based sanitation and diarrhea incidence in under-five children (p-value = 0,021), where children under five years experienced diarrhea 3.6 times due to poor mother's activity compared to mothers who had good actions about sanitation. The conclusion, that the incidence of diarrhea in under-five children in the work area of Puskesmas Darul Imarah caused less good action about STBM. Suggestion, socialization, and counseling about community-based sanitation program held by the government institution and apply it.Keywords: Behavior, community-based sanitation, diarrhea
Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Obesitas Mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh Miko, Ampera; Pratiwi, Melsy
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 2, No 1 (2017): AcTion Vol 2 No 1 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.557 KB) | DOI: 10.30867/action.v2i1.29

Abstract

Progress in science, technology, and economics to create an environment with a sedentary lifestyle and habits tend to eat are high in calories and fat. The aim of research to measure the relationship between diet and physical activity with obesity Health MoH Aceh Polytechnic students. This research is descriptive analytic cross-sectional study design study conducted at the Nutrition Department of Ministry of Health Polytechnic Aceh in September-October 2015, the sample in the study was students of Department of Nutrition as many as 62 students were taken on the whole of the population. Data were collected through interviews, questionnaires, measuring height (TB), and body weight (BW), and calculate the Ideal Weight (BBI). The analysis carried out is the chi-square test. Results showed no association diet (p = 0.132) and physical activity (p = 1.000) with the incidence of obesity Student Nutrition Department of Ministry of Health of Health Polytechnic Aceh. The conclusion that obesity in Health Polytechnic students not due to poor diet and lack of physical activity. It is suggested, although open the risk factors that diet and physical activity as a cause of obesity students, but students are expected to maintain a balanced diet and physical activity are well setKeywords: physical activity, eating patterns, obesityKemajuan dibidang ilmu pengetahuan, teknologi serta ekonomi menciptakan lingkungan dengan gaya hidup cenderung kurang gerak dan kebiasaan makan yang tinggi akan kalori dan lemak. Tujuan penelitian untuk mengukur hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain penelitian crossectional study yang dilakukan di Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh pada September – Oktober 2015, sampel dalam penelitian adalah mahasiswa Jurusan Gizi sebanyak 62 mahasiswa yang diambil secara keseluruhan dari populasi. Data dikumpulkan dengan wawancara, kuesioner, mengukur tinggi badan (TB), dan berat badan (BB), serta menghitung Berat Badan Ideal (BBI). Analisa yang dilakukan adalah uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan pola makan (p= 0,132) dan aktivitas fisik (p= 1,000) dengan kejadian obesitas mahasiswa Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh. Kesimpulan, bahwa obesitas pada mahasiswa Politeknik Kesehatan bukan akibat pola makan yang kurang baik maupun rendahnya aktifitas fisik. Disarankan, walaupun buka faktor resiko bahwa pola makan dan aktifitas fisik sebagai penyebab obesitas mahasiswa, tetapi mahasiswa diharapkan dapat mempertahankan pola makan yang seimbang dan mengatur aktifitas fisik yang baik.Kata kunci: aktifias fisik, pola makan, obesitas
Pengaruh Pendampingan Oleh Masyarakat Terhadap Penerapan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Di Kabupaten Aceh Besar Ramli, Nurlaili
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 2, No 2 (2017): AcTion Vol 2 No 2 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.48 KB) | DOI: 10.30867/action.v2i2.68

Abstract

WHO merekomendasikan bahwa kontak ibu hamil ketenaga kesehatan dilakukan sebanyak 8 kali ataulebih. Hal ini dapat mengurangi kematian perinatal hingga 8 per 1000 kelahiran bila dibandingkan dengan 4 kunjungan. Community health workers (pekerja kesehatan masyarakat) adalah seseorang yang menjalankan berbagai fungsi berkaitan dengan pemberian layanan kesehatan melalui pendidikan kesehatan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendampingan yang dilakukan oleh masyarakat dalam meningkatkan asuhan kebidanan pada ibu hamil di Kabupaten Aceh Besar. Jenis penelitian menggunakan penelitian survey dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan usia kehamilan ≥ 28 minggu di Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar berjumlah 46 orang. Besar sampel adalah total populasi ibu hamil yang berusia ≥ 28 minggu kehamilan. Penelitian dilakukan mulai Mei sampai Oktober 2017. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat pengaruh pendampingan oleh masyarakat terhadap penerapan asuhan kebidanan pada ibu hamil di Kecamatan Darul Imarah Tahun 2017 (p value=0,06). Kesimpulan dan saran : Tidak ada pengaruh antara pendampingan oleh masyarakat dengan penerapan asuhan kebidanan pada ibuhamil. Disarankan pada Dinas Kesehatan Aceh untuk dapat memfasilitasi kegiatan pendampingan dengan melibatkan stakeholder di tingkat desa, kecamatan dan kabupatenKata kunci:  Ibu hamil, asuhan kebidanan, pendampingan masyarakat
Hubungan Antropometri Ibu Hamil (Berat Badan, Lingkar Atas, Tinggi Fundus Uteri) dengan Reflek Fisiologi Bayi Baru Lahir Normal Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Miko, Ampera
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 No 2 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.321 KB) | DOI: 10.30867/action.v1i2.16

Abstract

Maternal Mortality is mostly caused by bleeding (32 %), hypertension during pregnancy (25 %). Infection (5 %), long parturition  5 %),  and chronic energy deficiency (27.66 %). The objective of this research was to find out of correlation Between Maternal  Anthropometry  (Body Weight, Mid Upper Arm Circumference, Fundal Height) And Reflex physiology Of Normal Newborn Babies In delivery room  of Regional Public Hospital Of Meuraxa Banda  Aceh. The research was conducted from September 4 to September 22, 2016. The descriptive  correlation design with cross sectional study approach was used in this research. There were thirty  research sample that were chosen by using accidental sampling method. The result of this research indicated that were was  no correlation between body Weight of pregnant woman with reflex physiology of their normal Newborn Babies In Delivery Room  Of Regional Public Hospital of Meuraxa Banda  Aceh (p Value 0.174). There was a correlation Between Mid Upper Arm Circumference (MUAC) of pregnant women with reflex physiology of their normal Newborn Babies (p Value 0.020). There was also  a correlation between fundal height with reflex physiology of their normal Newborn Babies (p Value 0.000). Based on those result, it is suggest that the pregnant women should pay nurse attention to their health by doing regular check -ups during  pregnancy in order to prevent any complication. It is also suggested that the health worker keep enhancing the medical service, such us the measurement of body weight, MUAC and fundal height. Keywords: Anthropometry, reflex physiology, normal newborn babies
Hubungan Asupan Energi, Protein Dan Status Gizi Terhadap Kebugaran Tubuh Pada Altet Tarung Derajat Aceh Nazalia, Nazalia; Arnisam, Arnisam
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 1, No 1 (2016): Volume 1 No 1 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v1i1.6

Abstract

Asupan gizi dan status gizi merupakan faktor yang mempengaruhi kebugaran tubuh para atlet, dan akan memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja dan kesehatan secara umum pada tingkat yang optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan asupan energi, protein dan status gizi terhadap kebugaran tubuh pada atlet. Penelitian deskriptif analitik berdesain crossectional dengan sampel sebanyak 22. Data dikumpulkan meliputi asupan energi dan protein melalui Recall 24 jam, status gizi menggunakan IMT, dan kebugaran tubuh diukur melalui aktifitas fisik. Analisis statistik dilakukan secara univariat dan bivariat (chi-square) pada CI:95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan energi (p= 0,646), protein (p=1,000), dan status gizi (p=1,000) tidak mempunyai hubungan dengan kebugaran atlet. Kesimpulan yaitu asupan energi, asupan protein dan status gizi tidak berkaitan atau bermakna dengan tingkat kebugaran tubuh atlet. Perlu pengaturan makanan yang tepat terhadap atlet, serta kebutuhan akan gizi atlet perlu terpenuhi.