Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur´an dan Al-Hadits
ISSN : 19780893     EISSN : -
Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Qur'an dan al-Hadits [ISSN 1978-0893] is peer-reviewed journal dedicated to publish the scholarly study of Qur’an and Hadits from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with: Qur’anic and Hadits Studies, Qur’anic and Hadits sciences, Living Qur'an and Hadits, Qur’anic and Hadits Studies accros different areas in the world (The Middle East, The West, Archipelago and other areas), Methodology of Qur’an, Tafsir and Hadits Studies. Publishes twice in a year [June and December]. by Qur’anic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty, UIN Raden Intan Lampung.
Articles 46 Documents
KRITIK HADITS DI KALANGAN ILMUWAN HADITS ERA KLASIK DAN ILMUWAN HADITS ERA MODERN (Tokoh, Parameter, dan Contohnya) Badiah, Siti
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QURAN DAN AL-HADITS Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : UIN RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.458 KB)

Abstract

Penelitian kualitas hadis perlu dilakukan, bukan berarti meragukan hadis Nabi Muhammad saw, tetapi melihat keterbatasan perawi hadis sebagai manusia, yang adakalanya melakukan kesalahan, baik karena lupa maupun karena didorong oleh kepentingan tertentu. Keberadaan perawi hadis sangat menentukan kualitas hadis, baik kualitas sanad maupun kualitas matan hadis. Selama riwayat-riwayat ini membutuhkan penelitian dan kajian mendalam untuk mengetahui mana yang dapat diterima dan mana yang ditolak, maka mutlak diperlukan adanya kaidah-kaidah dan patokan sebagai acuan melakukan studi kritik Hadis. Aktivitas kritik hadis marak terjadi pada abad ke-3 hijriyah. Namun hal tersebut tidak menunjukkan bahwa di era sebelumnya sama sekali tidak terjadi kegiatan kritik  hadis. Sebab ketika penelitian hadis dipahami(dengan sederhana)sebagai upaya untuk membedakan antara hadis yang sahih dan yang tidak sahih, maka kegiatan kritik hadis dalam bentuk yang begitu sederhana telah muncul sejak masa Rasululullah masih hidup. Kata kunci: Sanad, Matan, Kualitas, Kritik
Al-Dzikra Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Al-Hadits Isi, Daftar
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QURAN DAN AL-HADITS Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : UIN RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.838 KB)

Abstract

Jurnal Al-Dzikra Terbit Dua Kali Dalam Setahun. Kehadiran Jurnal Al-Dzikra  Sebagai Media Informasi Dan Kajian Dalam Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Al-Hadits. Jurnal Ini Berisi Tulisan Ilmiah, Ringkasan Hasil Penelitian, Atau Gagasan Orisinil Yang Kritis Dan Segar. Redaksi Mengundang Para Akademisi, Peneliti Dan Pihak-Pihak Yang Concern Terhadap Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Al-Hadits Untuk Menyumbangkan Artikelnya.
KRITIK MATAN HADITS JIHAD-INTOLERANSI Abdul Malik Ghozali Ghazali, Abdul Malik
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QURAN DAN AL-HADITS Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : UIN RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.162 KB)

Abstract

Ketika para penegak hukum menyelidik kasus terorisme, didapat dokumen-dokumen doktrin agama yang mengarah kepada motivasi pelaku melakukan itu. Bahkan disinyalir hadits-hadits Nabi saw dijadikan dasar dan pedoman yang menghalalkan perbuatan destruktif mereka. Oleh karena itu melalui tulisan  yang dibagi menjadi dua bagian  ini akan dikupas tuntas oleh penlis tentang kontektualitas Hadits tentang Jihad  yang dianggap intoleran untuk dikembangkan di Indonesia.
Konsep Ahlul al-Kitab dalam Al-Qur’an Menurut Penafsiran Muhammed Arkoun dan Nurcholish Madjid (Sebuah Telaah Perbandingan) Putra, Andi Eka
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QURAN DAN AL-HADITS Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : UIN RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.379 KB)

Abstract

Abstrak Term “Islam” yang diungkapkan dalam al-Qur’an terdapat 23 ayat yang tersebar pada 13 surat. Dan ungkapan-ungkapan tersebut mengandung makna yang berbeda-beda.Makna yang terkandung dalam kata “Islam” di dalam al-Qur’an diantaranya mengandung makna: Menundukkan wajah, berserah diri, suci bersih, salam sejahtera, perdamaian.Sedangkan kedudukan Islam dalam al-Qur’an antara lain adalah sebagai wahyu ilahi, sebagai agama nabi dan rasul, sebagai hukum-hukum Allah, sebagai jalan yang lurus, sebagai jalan keselamatan dunia dan akhirat, sebagai agama yang benar, sebagai agama yang sempurna. Kata Kunci: Ahlul Kitab, Penafsiran
HADITS-HADITS TENTANG PENDIDIKAN SEKS Hakiki, Muhammad
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QURAN DAN AL-HADITS Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : UIN RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.942 KB)

Abstract

Fenomena pergaulan bebas yang berujung pada seks bebas dikalangan remaja akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan. Jika hal ini tidak ditangani secara cepat, maka dikhawatirkan generasi penerus bangsa ini akan terancam. Tulisan ini mencoba menyajikan bagaimana Islam dengan sumber hukumnya dalam hal ini hadits membicarakan tentang pentingnya pendidikan seks. Dari hasil penelusuran, ternyata jika kita membaca dan mengurai khazanah Islam ternyata sangatlah kaya dan komprehensif. Berbagai teladan dan pedoman tentang kehidupan pun tersedia dalam Hadits termasuk di dalamnya ajaran terkait dengan bagaimana pendidikan seks untuk anak-anak dan dewasa yang sebenarnya. Karena itu, marilah kita gali kekayaan Islam itu mulai dari sekarang. Kata kunci: Hadits, Pendidikan, Seks, Anak
PEMIMPIN NON MUSLIM DALAM PANDANGAN HAMKA (Kajian Tafsir al-Azhar) Muttaqin, Ahmad
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QURAN DAN AL-HADITS Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : UIN RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.001 KB)

Abstract

Dalam konsep (manhaj) Islam, pemimpin merupakan hal yang final dan fundamental. Ia menempati posisi tertinggi dalam bangunan masyarakat Islam. Dalam kehidupan berjamaah, pemimpin ibarat kepala dari seluruh anggota tubuhnya. Ia memiliki peranan strategis dalam pengaturan pola (Minhaj) dan gerakan (harakah). Kecakapannya dalam memimpin akan mengarahkan umatnya kepada tujuan yang ingin dicapai, yaitu kejayaan dan kesejahteraan umat dengan iringan Ridho Allah
Metode Kritik Hadits di Kalangan Ilmuwan Hadits Badiah, Siti
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QURAN DAN AL-HADITS Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : UIN RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.362 KB)

Abstract

Penelitian kualitas hadis perlu dilakukan, bukan berarti meragukan hadits Nabi Muhammad SAW, tetapi melihat keterbatasan perawi hadits sebagai manusia, yang ada kalanya melakukan kesalahan, baik karena lupa maupun karena didorong oleh kepentingan tertentu. Keberadaan perawi hadits sangat menentukan kualitas hadits, baik kualitas sanad maupun kualitas matan hadits. selama riwayat-riwayat ini membutuhkan penelitian dan kajian mendalam untuk mengetahui mana yang dapat diterima dan mana yang ditolak, maka mutlak diperlukan adanya kaidah-kaidah dan patokan sebagai acuan melakukan study kritik hadits. Aktivitas krritik hadits marak terjadi pada abad ke-3 Hijriyah. Namun hal tersebut tidak menunjukkan bahwa di era sebelumnya sama sekali tidak terjadi kegiatan kritik hadits. Sebab ketika penelitan hadits dipahami (dengan sederhana) sebagai upaya untuk membedakan antara hadits yang shohih dan tidak shohih, maka kegiatan kritik hadits dalam bentuk yang begitu sederhana telah muncul sejak masa Rasullullah masih hidup.
PENAFSIRAN AYAT-AYAT POLIGAMI DALAM AL-QUR’AN Bunyamin, Mahmuddin
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QURAN DAN AL-HADITS Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : UIN RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.947 KB)

Abstract

Abstark Poligami yang dilakukan Nabi adalah upaya transformasi sosial. Mekanisme poligami yang diterapkan Nabi merupakan strategi untuk meningkatkan kedudukan perempuan dalam tradisi feodal Arab pada abad ke-7 Masehi. Saat itu, nilai sosial seorang perempuan dan janda sedemikian rendah sehingga seorang laki-laki dapat beristri sebanyak mereka suka. Sebaliknya, yang dilakukan Nabi adalah membatasi praktik poligami, mengkritik perilaku sewenang-wenang, dan menegaskan keharusan berlaku adil dalam berpoligami. Ketika Nabi melihat sebagian sahabat telah mengawini delapan sampai sepuluh perempuan, mereka diminta menceraikan dan menyisakan hanya empat. Dan, inilah pernyataan eksplisit dalam pembatasan terhadap kebiasan poligami yang awalnya tanpa batas sama sekali Kata Kunci: Keadilan, Kondisi Sosial, Perempuan
RE INTERPRETASI SUNNAH DI ERA KONTEMPORER Asyhar, Asyhar
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QURAN DAN AL-HADITS Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : UIN RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.898 KB)

Abstract

Sesungguhnya maksud anjuran (التجديد )  atau pembaharuan ,yang terdapat dalam As-sunnah adalah agar kaum muslimin selalu dalam sikap yang siaga atas  munculnya beberapa pemikiran yang ghorib tentang Islam, dan hukum-hukum yang ada di dalamnya, yang mana pemikiran-pemikiran yang gorib tersebut tidak pernah terdengar dari para ulama pendahulu kita, para pencetus pikiran yang gorib , selalu berpandangan bahwa ,pendapatnya itu bagian yang tidak terpisahkan dari Islam, mereka mensosialisasikannya dengan semboyan “Re-interpretasi Terhadap As-sunnah “.kemudian menyebut dirinya sebagai Al-Mujaddid atau Reformis.  Kata Kunci: Tajdid, Teks,  
HIKMAH DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ADANYA AYAT-AYAT MUHKAMAT DAN MUTASYÂBIHATDALAM AL-QUR’AN Badiah, Siti
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QURAN DAN AL-HADITS Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : UIN RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.593 KB)

Abstract

Ayat-ayat muhkamatdan Mutasyâbihat adalah dua hal yang saling melengkapi dalam Al-Qur’an. Muhkamsebagai ayat yang tersurat merupakan bukti bahwa Al-Qur’an berfungsi sebagai bayan (penjelas) dan hudan (petunjuk). Sedangkan Mutasyâbih sebagai ayat yang tersirat merupakan bukti bahwa Al-Qur’an berfungsi sebagai mukjizat dan kitab sastra terbesarsepanjang sejarah manusia yang tidak akan habis-habisnya untuk dikaji dan diteliti. Di dalam keduanya terselip hikmah dan nilai-nilai pendidikan yang tidak terkira. Karena itu, mempelajari keduanya, sama halnya mempelajari hikmah dari penurunan al-Qur’an itu sendiri. Kata Kunci: Muhkam,Mutasyâbih,Hikmah, Nilai-nilai Pendidikan.