cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics)
ISSN : 23033045     EISSN : 2503183X     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) abbreviated IJND (p-ISSN 2303-3045 and e-ISSN 2503-183X) is a peer-reviewed scientific journal publishing updated research and non-research articles in the area of nutrition and dietetics. This journal is published three times annually (January, May, and September) by Alma Ata University Press in collaboration with Indonesian Nutrition Association (Persatuan Ahli Gizi Indonesia).
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " VOLUME 1, NOMOR 2, MEI 2013" : 5 Documents clear
Perbedaan konsumsi buah dan sayur pada anak sekolah dasar yang obes dan tidak obes di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul Nuraeni, Irma; Hadi, Hamam; Paratmanitya, Yhona
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 1, NOMOR 2, MEI 2013
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.813 KB) | DOI: 10.21927/ijnd.2013.1(2).81-92

Abstract

ABSTRACTBackground: Curently, Indonesia has double burden problems nutrition, such as malnutrition and over nutrition. Overnutrition or obesity are not just happening in adults only, but also can occur in childhood. If the problem of obesity in children and adolescents cannot be resolved, it can be infl uenced obese in adulthood then potentially to have noncommunicable diseases, such as cardiovascular disease, hypertension and diabetes mellitus. Prevalence of obesity inchildren at Yogyakarta Province increases year by year (1;2). Obesity was caused by an imbalance in energy intake andenergy expenditure. Children tend to consume high energy-dense, sweet  taste meal, high fat foods and less dietary fiber from fruits and vegetables. Several studies showed that there was increasing in risk of obesity from someone who have less consumption of fruits and vegetables.Objective:To determine differences in frequency and amount of fruit and vegetable consumption in elementary school children obese and non-obese at Yogyakarta Municipality and  District of Bantul and to find out the risk of obesity in children who have less consumption of fruits and vegetables. Methods:The study design was a case-control, 244 samples as cases (obese children) and 244 controls (non-obesechildren). The subject of this study was children aged 6-12 years who were seated in class 1 to class 5 elementary schools at Yogyakarta Municipality and District of Bantul. Identity data obtained from a structured questionnaire respondent, frequency and amount of fruit and vegetable consumption were taken from Semi Quantitative Food Frequency Questioner(SQFFQ).Then the results analyzed using statistical test.Results: Statistical test showed that there were significant differences (p<0,05) in the frequency and number of fruit and vegetable consumption in obese and non-obese elementary school children at Yogyakarta Municipality and District of Bantul. Multivariate analysis after controlled by gender and energy intake, showed that obese  children who rarely consuming fruits (<7 times/week) (OR=2,24, 95%CI: 1.53-3.28), rarely consuming vegetables (<7 times/week) (OR=2,52, 95%CI: 1,70-3,73), and consuming fruits and vegetables less than 5 servings/day (equivalent to 400 g/day) (OR= 4,59, 95%CI:2,11-10,00) were greater risk for being obesity.Conclusion:Obese children had rarely and less consume of fruits and vegetables than that did in non-obese children at Yogyakarta Municipality and District of Bantul. The children rarely and less consuming fruits and vegetables increased the risk of obesity.KEYWORDS: children obesity, vegetable, fruitABSTRAKLatar Belakang: Indonesia saat ini mengalami masalah gizi ganda, yaitu masalah gizi kurang dan gizi lebih. Kelebihan  gizi atau obesitas pada anak dan remaja apabila tidak diatasi maka berdampak menjadi obesitas pada masa dewasa yang berpotensi mengalami penyakit tidak menular, seperti jantung, hipertensi dan diabetes mellitus. Prevalensi obesitas pada anak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan dari tahun ke tahun (1; 2). Obesitas disebabkan ketidakseimbangan antara masukan dengan keluaran energi. Anak cenderung mengkonsumsi padat energi yang berasa manis dan berlemak tinggi serta makanan kurang serat dari buah dan sayur. Beberapa penelitian menunjukkan peningkatan risiko obesitas pada orang yang kurang konsumsi buah dan sayur.Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan frekuensi dan jumlah konsumsi buah dan sayur pada anak SD obes dan tidak obes di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul serta peran konsumsi buah dan sayur terhadap kejadian obesitas. Metode: Rancangan penelitian ini adalah case-control, 244 kasus (anak obes) dan 244 kontrol (anak tidak obes). Subjek penelitian adalah anak usia 6-12 tahun yang duduk di kelas 1 hingga kelas 5 sekolah dasar di Kota Yogyakarta dan di Kabupaten Bantul. Data identitas diperoleh dari kuesioner terstruktur, sedangkan data frekuensi dan jumlah konsumsi buah dan sayur diperoleh dari semikuantitatif FFQ. Hasilnya kemudian dianalisis menggunakan uji statistik.Hasil: Pada anak SD obes dan tidak obes di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul terdapat perbedaan yang signifikan(p<0,05) dalam frekuensi dan jumlah konsumsi buah dan sayur. Hasil analisis multivariat setelah dikontrol dengan jenis kelamin dan asupan energi menunjukkan bahwa anak SD obes yang mengkonsumsi buah jarang (< 7 kali/minggu) (OR=2,24, 95%CI:1,53-3,28), frekuensi konsumsi sayur jarang (<7 kali/minggu) (OR=2,52, 95%CI: 1,70-3,73), jumlah konsumsi buah dan sayur kurang dari 5 porsi/hari atau setara dengan 400 gr/hari (OR=4,59, 95%CI: 2,11-10,00) berisiko lebih besar untuk terjadinya obesitas. Kesimpulan: Anak SD yang obes lebih jarang dan lebih sedikit mengkonsumsi buah dan sayur dibandingkan dengan anak SD yang tidak obes di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Anak yang jarang dan sedikit mengkonsumsi buah dan sayur dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas.KATA KUNCI: obesitas anak, sayur, buah
Durasi dan kualitas tidur hubungannya dengan obesitas pada anak sekolah dasar di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul Marfuah, Dewi; Hadi, Hamam; Huriyati, Emy
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 1, NOMOR 2, MEI 2013
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.193 KB) | DOI: 10.21927/ijnd.2013.1(2).93-101

Abstract

ABSTRACTBackground: The prevalence of obesity in Indonesia is expected to continue to increase each year. Many factors contribute to obesity, one of which is the duration and quality of sleep. Short sleep duration and poor sleep quality lead to increase energy intake and increase sedentary lifestyle that will have an impact on obesity in children.Objective: To examine the difference in duration and quality of sleep between obese and non-obese children, and to examine whether short sleep duration and poor sleep quality were risk factors of obesity in elementary school children in City of Yogyakarta and Bantul Regency.Methods: This was a case control study. A random sample of 244 obese and 244 grade-matched non-obese elementary school students were selected form a cross-sectional survey previously done in the City of Yogyakarta and Bantul Regency. Information of sleep quality was collected using sleep self report questionnaires, sleep duration using recall of physical activity during the last week, nutrient intakes using a food frequency questionnaires and socio-economicusing structured questionnaires. Results: There was a signifi cant relationship between sleep duration and obesity. The odds of being obese was 1.7 (OR=1,74, 95%CI: 1.06-2.84) times higher in children who slept <10 hours/day and those children who slept ≥10 hours/ day. Children with low quality of sleep was 1.9 (OR=1.88, 95% CI:0.95-3.71) times more likely to be obese than children with good quality of sleep. However, the association was not statistically signifi cant.Conclusion: Short sleep duration was associatied with increased odds of being obese in elementary school children. KEYWORDS: sleep duration, sleep quality, obesity, elementary school children.ABSTRAKLatar Belakang: Prevalensi obesitas di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya. Banyak faktor yang berkontribusi terhadap obesitas, salah satunya adalah durasi dan kualitas tidur. Durasi tidur yang pendek dan kualitas tidur yang buruk menyebabkan peningkatan asupan energi dan peningkatan gaya hidup yang akan berdampak pada obesitas pada anak-anak.Tujuan: Menguji perbedaan durasi dan kualitas tidur antara anak obesitas dan non obesitas, dan apakah durasi tidur yang pendek dan kualitas tidur yang buruk merupakan faktor risiko obesitas pada anak sekolah dasar di Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kasus kontrol. Sampel diambil secara acak sebanyak 244 anak SD obes dan 244 anak SD non-obes yang sebelumnya telah dipilih menggunakan metode cross-sectional yang dilakukan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Data kualitas tidur diperoleh menggunakan kuesioner catatan tidur, sedangkan durasi tidur dengan recall aktivitas fi sik selama satu minggu, asupan gizi dengan food frequency questionnaire, dan  sosial ekonomi dengan kuesioner terstruktur.Hasil: Terdapat hubungan yang signifi kan antara durasi tidur dengan obesitas. Anak yang tidur <10 jam/hari kemungkinan mengalami obesitas 1.7 (OR=1,74, 95% CI: 1.06-2.84) kali lebih tinggi dibandingkan yang tidur >10 jam/hari. Anak dengan kualitas tidur yang buruk kemungkinan mengalami obesitas 1.9 (OR=1.88, 95% CI: 0.95-3.71) kali dibandingkan dengan yang kualitas tidurnya baik, namun secara statistik tidak signifi kan.Kesimpulan: Durasi tidur yang pendek berhubungan dengan peningkatan kemungkinan untuk mengalami obesitas pada anak sekolah dasar.KATA KUNCI: durasi tidur, kualitas tidur, obesitas, anak SD
Pola menonton televisi sebagai faktor risiko obesitas pada anak di sekolah dasar Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul Astiti, Dewi; Hadi, Hamam; Julia, Madarina
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 1, NOMOR 2, MEI 2013
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.182 KB) | DOI: 10.21927/ijnd.2013.1(2).110-119

Abstract

ABSTRACTBackground: Obesity in Indonesian school children is increasing dramatically especially in the cities. Whether TV viewing has an important role to the increased obesity prevalence Indonesia is still unclear. Objective: To examine TV viewing as a risk factor of obesity in Indonesian elementary school children.Method: A case-control study of 244 obese and 244 non obese children was conducted in Yogyakarta municipality in 2012. Cases were elementary school children with BMI/Age >95 percentile identifi ed in previous survey. Controls were children from the same class and seating at the right side nearest to the cases. Weight of the children was measured using a calibrated digital weighing scale (SECA) with precision of 0.1 kg, while standing height was measured using a microtoice with precision of 0.1 cm by trained nutritionists. Data on TV viewing were collected using one-week physical activity recall questionnaires. BMI of the study subjects were computed using WHO Anthro2005 software. Statistical analysis was done using STATA 11th edition software.Result: Children with TV viewing ≥2 hours/day were 3 (OR=3.3, 95%CI:  2.2-4.8) times more likely to be obese than children with TV viewing <2 hours/day. Parental regulation of tv viewing was associated with  child’s TV viewing duration.Conclusion: Duration of TV viewing was signifi cantly associated with the increased risk of obesity in elementary school children. The existence of parental regulation would help to reduce TV viewing duration leading to the reduction of obesity prevalence in school children.KEYWORDS: obesity, elementary school children, TV viewingABSTRAKLatar Belakang: Obesitas pada anak-anak sekolah Indonesia meningkat sangat drastis terutama di kota-kota. Apakah menonton TV memiliki peran penting terhadap peningkatan prevalensi obesitas Indonesia masih belum jelas.Tujuan: Untuk menguji menonton TV sebagai faktor risiko obesitas pada anak-anak sekolah dasar di Indonesia.Metode: Sebuah studi kasus-kontrol dari 244 obesitas dan 244 anak non obesitas dilakukan di Kota Yogyakarta pada tahun 2012. Kasus adalah anak-anak SD dengan BMI/Umur >persentil ke-95 diidentifi kasi dalam survei sebelumnya. Kontrol adalah anak-anak dari kelas yang sama dan duduk di sisi kanan terdekat dengan kasus. Berat anak-anak diukur dengan menggunakan timbangan digital (SECA) yang telah dikalibrasi dengan presisi 0,1 kg, sedangkan tinggi berdiri diukur dengan menggunakan microtoice dengan presisi 0,1 cm oleh ahli gizi terlatih. Data menonton TV dikumpulkan menggunakan kuesioner aktivitas fi sik selama satu minggu. BMI dari subjek penelitian dihitung dengan menggunakan software WHO Anthro 2005. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak STATA edisi 11.Hasil: Anak-anak yang menonton TV ≥ 2 jam / hari cenderung 3 (OR = 3,3, 95% CI: 2,2-4,8) kali lebih gemuk daripada anak-anak dengan menonton TV <2 jam/hari. Peraturan orangtua menonton TV dikaitkan dengan durasi menonton TV anakKesimpulan: Durasi menonton TV secara bermakna dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas pada anak-anak sekolah dasar. Adanya peraturan orangtua akan membantu mengurangi durasi menonton TV yang mengarah ke pengurangan prevalensi obesitas pada anak-anak sekolah.KATA KUNCI: obesitas, anak-anak SD, menonton TV
Paparan iklan junk food dan pola konsumsi junk food sebagai faktor risiko terjadinya obesitas pada anak sekolah dasar kota dan desa di Daerah Istimewa Yogyakarta Nurwanti, Esti; Hadi, Hamam; Julia, Madarina
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 1, NOMOR 2, MEI 2013
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.845 KB) | DOI: 10.21927/ijnd.2013.1(2).59-70

Abstract

ABSTRACTBackground: Increasing prevalence of obesity may be caused by junk food advertised while children are watching television.Preference for foods requested by the children is much infl uenced by junk food advertisement, so that it can affect calori intakeand correlates with obesity. Obesity in children can cause obesity during adulthood and may increase the risk of degenerativedisease, like diabetes and cardiovascular.Objective: To analyze the level of risk exposure to junk food advertising and junk food consumption on the incidence of obesityin primary school children in elementary school children at the area of Yogyakarta Municipality and District of Bantul.Method: This study was an observational study with case-control design. The study population was elementary school childrenin the City of Yogyakarta and Bantul Regency. Cases were elementary school children who were obese, while the controlswere children who were not obese and sat closest the cases regardless of age and sex. Number of subjects for each groupwere 244 (1:1). Obesity was defi ned as BMI / U>95th percentile curves NCHS/CDC. Sampling to fi nd obesity with probabilityproportional to size (PPS) and sampling for cases and controls using random sampling techniques. Univariate analysis ofthe data using frequency distributions, bivariate analysis using Chi-square, and multivariate analysis using multiple logisticregression. Data were analyzed using STATA 11 program with a 95% signifi cance level and nutrisurvey.Result: Bivariate analysis using Chi Square shows the variables that infl uence the incidence of obesity, such as junkfood ads exposure (OR=1.70, 95%CI: 1.17-2.48, and p=0.004), junk food energy intake (OR=1.58, 95%CI:  1.08-2.32and p=0.01), intake of saturated fat junk food (OR=1.74, 95%CI: 1.18-2.56 and p=0.004), sodium intake of junk food(OR=1.83, 95%CI: 1.25-2.69 and p=0.001) and sex (OR=0.58, 95%CI: 0.40-0.85 and p= 0.0035). Multivariate analysiswith logistic regression showed that the variables affect obesity is junk food ads exposure (OR=1.63, 95%CI: 1.13-2.36and p <0.05) and sex (OR=0.62, 95% CI:0.43-0.91 and p<0.05).Conclusion : Exposure to junk food advertising can increase the risk of obesity.KEYWORDS: obesity, ads, junk food, energy, saturated fat, natrium, sucroseABSTRAKLatar Belakang: Peningkatan prevalensi obesitas dapat disebabkan oleh iklan makanan junk food ketika anak menontontelevisi. Pemilihan makanan yang diinginkan oleh anak banyak dipengaruhi oleh iklan tersebut, sehingga mempengaruhiasupan kalori dan berkorelasi dengan obseitas. Obesitas pada anak dapat menyebabkan obesitas saat dewasa dandapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif, seperti diabetes dan kardiovaskuler.Tujuan: Untuk mengukur tingkat risiko paparan iklan junk food dan konsumsi junk food terhadap   kejadian obesitaspada anak SD di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan kasus-kontrol. Populasi penelitian adalah anak SD di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Kelompok kasus adalah anak yang mengalami obesitas,sedangkan kelompok kontrol adalah teman sekelas yang tidak mengalami obesitas dan duduk paling dekat di sebelahkanan kasus tanpa melihat umur dan jenis kelaminnya Jumlah subjek untuk masing-masing kelompok sebesar 244(1:1). Obesitas didefi nisikan dengan IMT/U>persentil 95th kurva NCHS/CDC. Pengambilan sampel untuk menemukanobesitas dengan probability proportional to size (PPS) dan pengambilan sampel untuk kasus dan kontrol menggunakanteknik random sampling. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan Chi-square,dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Data dianalisis dengan menggunakan program STATA 11 dengantingkat kemaknaan 95% dan nutrisurvey.Hasil: Analisis bivariat dengan Chi-square menunjukkan variabel yang berpengaruh dengan kejadian obesitas, di antaranyapaparan iklan junk food (OR=1,70, 95%CI:1,17-2,48, dan p=0,004), asupan energi junk food (OR= 1,58,  95%CI:1,08-2,32dan p=0,01), asupan lemak jenuh junk food (OR=1,74 95%CI 1,18-2,56 dan p=0,004), asupan natrium junk food (OR=1,83,95%CI:1,25-2,69 dan p=0,001) serta jenis kelamin (OR= 0,58, 95%CI:0,40-0,85 dan p= 0,0035). Hasil analisis multivariatdengan regresi logistik memperlihatkan variabel yang berpengaruh terhadap obesitas adalah paparan iklan junk food (OR=1,63,95%CI:1,13-2,36 dan nilai p <0,05) dan jenis kelamin (OR=0,62, 95%CI:0,43-0,91 dan p<0,05).Kesimpulan: Paparan iklan junk food dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas.KATA KUNCI: obesitas, iklan, junk food, energi, lemak jenuh, natrium, sukrosa
Perilaku sedentari sebagai faktor risiko kejadian obesitas pada anak sekolah dasar di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul Arundhana, Andi Imam; Hadi, Hamam; Julia, Madarina
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 1, NOMOR 2, MEI 2013
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.338 KB) | DOI: 10.21927/ijnd.2013.1(2).71-80

Abstract

ABSTRACTBackground: According to Basic Health Research (Riskesdas) 2010 the prevalence of obesity in Yogyakarta was 78% in 2010. Increasing prevalence of obesity in school children is mainly related to sedentary activities and decreasing medium-high physical activities.Objective: To fi nd out whether sedentary behavior was risk factor for obesity in school children and identify the level of its contribution.Method: The study used case-control design. Population consisted of elementary school (either state or private) children of grade 1-5 at Yogyakarta and Bantul. The selection of school during screening phase was based on probability proportional to size (PPS) method. The choice of cases in children diagnosed obese during screening phase used simple random sampling supported with random table tool and matching of school. Based on sample basic calculation there were 488 samples consisting of 244 cases and 244 controls. Data of physical activities were obtained through modifi ed questionnaire on children’s physical activities (CPAQ).  Data were processed using software of Epidata v 3.1 and STATA v.11. Analysis used univariate, bivariate, and multivariate analysis with t-test, anova, and logistic regression. Result: Duration of sedentary behavior in obese students was longer than those not obese with average difference 49.81 minutes/day (p<0.01). The result of Chi-square analysis showed sedentary activities had signifi cant correlation with the incidence of obesity with OR=6.93 (95%CI: 4.56-10.54). Based on types of sedentary activities, there was signifi cant correlation for category of screen based and sitting around (p<0.05).Conclusion: Sedentary behavior was risk factor for the incidence of obesity in elementary school children. Average duration of sedentary activities of obese children was higher than those not obese. Based on residency, average duration of sedentary activities of obese children in urban area was higher than those living in rural area. KEYWORDS: physical activities, overweight, rural, urban, elementary school childrenABSTRAKLatar belakang: Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010, prevalensi obesitas di Yogyakarta adalah 78% pada tahun 2010. Peningkatan prevalensi obesitas pada anak sekolah sangat berkaitan dengan aktivitas sedentari dan berkurangnya aktivitas fi sik.Tujuan:  Untuk Mengetahui apakah perilaku sedentari merupakan faktor risiko terhadap obesitas anak sekolah dan mengidentifi kasi seberapa besar kontribusinya.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kasus kontrol. Populasi terdiri dari anak-anak sekolah dasar (baik negeri maupun swasta) kelas 1-5 di Yogyakarta dan Bantul. Pemilihan sekolah selama fase skrining berdasarkan metode probability proportional to size (PPS). Kasus adalah anak-anak yang didiagnosis obesitas pada saat fase skrining, menggunakan simple random sampling didukung dengan tabel random dan dilakukan matching pada sekolah tersebut. Berdasarkan perhitungan sampel, terdapat 488 sampel yang terdiri dari 244 kasus dan 244 kontrol. Data aktivitas fisik diperoleh menggunakan formulir CPAQ. Data diproses menggunakan Epidata v 3.1 and STATA v.11.  Analisa data yang digunakan adalah univariat, bivariat, and analisa multivariat dengan t-test, anova, dan logistic regression.Hasil: Durasi perilaku sedentari pada siswa obesitas lebih lama dibandingkan mereka yang tidak obesitas dengan ratarata perbedaan 49,81 menit/hari (p<0,01). Hasil analisis Chi-square menunjukkan perilaku sedentari memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian obesitas dengan OR=6.93 (95%CI: 4,56-10,54). Berdasarkan jenis perilaku sedentari, terdapat hubungan yang signifikan untuk kategori screen based dan duduk-duduk (p <0,05).Kesimpulan:Perilaku sedentari merupakan faktor risiko terhadap kejadian obesitas pada anak-anak sekolah dasar. Rata-rata durasi perilaku sedentari pada anak yang obes lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak obes. Berdasarkan tempat tinggal, rata-rata durasi perilaku sedentari pada anak obes di kota lebih tinggi dibandingkan yang di desa.KATA KUNCI: aktivitas fi sik, overweight, desa, kota, anak SD

Page 1 of 1 | Total Record : 5