cover
Filter by Year
JURNAL BINA TEKNIK
Articles
8
Articles
PENYUSUNAN DOKUMEN PENAWARAN PADA PROSES PELELANGAN UMUM (TENDER) PEKERJAAN KONSTRUKSI

Siringoringo, Clara Apriani, A Luthan, Putri Lyanna

JURNAL BINA TEKNIK Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BINA TEKNIK
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKDokumen  penawaran adalah dokumen yang disampaikan oleh penyedia barang/ jasa sebagai pemenuhan persyaratan sebagaimana diterapkan dalam dokumen pengadaan atas suatu kegiatan pemilihan penyedia barang/ jasa. Oleh karena itu, dokumen penawaran merupakan salah satu pemenuhan syarat pemilihan penyedia jasa yang baik. Penyusunan dokumen penawaran yang baik dan efisien, bukanlah pekerjaan yang mudah. Sangat diperlukan ketekunan, ketelitian dalam menyelesaikannya. Proses penyusunan dokumen penawaran membutuhkan dasar-dasar penyusunan dokumen penawaran yang jelas dan rasional. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui proses  penyusunan dokumen penawaran yang diharapkan mampu membantu peserta lelang dalam menyelesaikan sebuah dokumen penawaran yang efektif.Metode pengumpulan data yang digunakan dengan kajian literatur yaitu dengan menghimpun data-data atau sumber-sumber yang berhubungan dengan topik yang dikaji. Adapun sumber-sumber yang dihimpun yaitu berasal dari buku, jurnal, peraturan terkait dengan penyedia barang dan jasa.Berdasarkan penulisan ini diketahui bahwa penyusunan dokumen penawaran sesuai pada peraturan yang berlaku. Tahap-tahap penyusunan dokumen penawaran meliputi mempelajari rencana kerja dan syarat-syarat, mengikuti aanwijzing, mempelajari aanvouling, membuat jadwal kerja penyusunan dokumen penawaran, membagi tugas, membuat surat permohonan, menghitung rencana anggaran biaya, mengumpulkan dokumen-dokumen perusahaan, menyusun dokumen penawaran, melakuan pengecekan kelengkapan dokumen penawaran, melengkapi kekurangan dokumen penawaran, melakukan pengecekan ulang dokumen penawaran, dan menggandakan serta menjilid dokumen penawaran. Adapun bentuk surat dokumen penawaran yaitu surat penawaran, surat kuasa, surat perjanjian kemitraan/ kerja sama operasi, dokumen penawaran teknis,formulir rekapitulasi perhitungan TKDN (Tingkat Komponen dalam Negeri), dokumen pendukung seperti (daftar barang yang diimpor, pra RK3K (Rencana Kesehatan dan Keselamatan Kerja), bentuk analisa teknis satuan pekerjaan, bentuk analisa harga satuan pekerjaan), surat jaminan penawaran, pakta integritas, dan formulir isian kualifikasi. Kata kunci: dokumen, kontrak, konstruksi

RANCANG BANGUN PEMANAS AIR MENGGUNAKAN KOLEKTOR SURYA

Bella, Dona, Simajuntak, Janter P.

JURNAL BINA TEKNIK Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BINA TEKNIK
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKKolektor surya adalah alat yang difungsikan untuk mengkonversi radiasi matahari menjadi energi panas, yang nantinya dimanfaatkan memanaskan fluida kerja yang mengalir kedalam kolektor. Kolektor surya akan mengumpulkan radiasi matahari, radiasi tersebut akan diserap dan diubah menjadi panas dengan bantuan plat datar yang ada didalamnya. Energi panas tersebut dapat digunakan untuk memanaskan fluida. Untuk mendapatkan performa optimal perlu dilakukan penentuan ukuran dan sifat bahan yang akan digunakan dalam pembuatan kolektor. Bagian-bagian utama kolektor surya yang menjadi fokus dalam pembuatan kolektor meliputi plat penyerap, pipa pemanas, insulasi, oli pump dan kaca penutup. Ukuran yang digunakan dalam perancangan dari hasil simulasi yaitu, tebal plat penyerap 1 mm (aluminium), tebal kaca 5 mm, jarak kaca ke plat 2 cm, jarak antar pipa 10 cm, dan tebal insulasi 2 cm (styrofoam dan kapuk).Pengujian kolektor dilaksanakan dalam 10 kali pengukuran. Pengujian tersebut menunjukkan kinerja kolektor hasil rancanganmencapai suhu tertinggi 84oC. Kata Kunci : Kolektor Surya, Pemanas Air,  Perancangan

ANALISIS KARAKTERISTIK PEMANFAATAN LAHAN DAN BENTUK PERMUKIMAN YANG BERBATASAN DENGAN REL KERETA API DI KELURAHAN PUSAT PASAR, KECAMATAN MEDAN KOTA

Siagian, Ilmi Munawwarah, Mulyana, Rachmat

JURNAL BINA TEKNIK Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BINA TEKNIK
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola permukiman, pemanfaatan lahan, bentuk pemukiman dan kondisi eksisting permukiman yang berbatasan dengan rel kereta yang terletak di Kelurahan Pusat Pasar Kecamatan Medan Kota yang tepatnya berada di lingkungan VII. Metode yang dilakukan yaitu studi kasus ke lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung, penyebaran kuesioner terhadap sepuluh sampel dan data sekunder yang diambil dari beberapa instansi-instansi yang terkait. Hasil survey menunjukkan bahwa pemukiman ini memiliki (1) Pola permukiman linier mengikuti rel kereta api; (2) Pemanfaatan lahan permukiman dan pekarangan belum sesuai UU No.23/2007 Pasal 178 dan syarat rumah sehat berwawasan lingkungan (SEBERLING), pekarangan rumah dalam pemukiman tergolong kecil atau sempit; (3) Memiliki ukuran permukiman yang tergolong kedalam permukiman sedang, kepadatan bangunan di permukiman tergolong padat dan permukiman memiliki tipe linier; (4) Permukiman ini tidak termasuk golongan permukiman SEBERLING dikarenakan kondisi eksisting rumah di permukiman ini masih banyak yang tidak sesuai dengan persyaratan rumah SEBERLING. Berdasarkan kondisi tersebut seharusnya dilakukan penataan kembali dengan merehabilitasi permukiman dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya permukiman SEBERLING dan mengetahui jarak rumah dengan rel kereta api lalu menerapkannya. Kata Kunci : Berbatasan Dengan Rel Kereta Api, Permukiman, Rumah, SEBERLING 

OPTIMASI EFISIENSI KALOR KOMPOR BIOMASSA DENGAN MENGGUNAKAN SEKAM PADI DAN SERBUK GERGAJI KAYU

Sihombing, Elvandri, Koto, Indra

JURNAL BINA TEKNIK Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BINA TEKNIK
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKArtikel ini bertujuan untuk merancang bangun kompor  berbahan bakar sekam dan serbuk gergaji kayu serta mengetahui efisiensi kalor kompor biomassa dengan menggunakan sekam padi dan serbuk gergaji kayu. Pada tahap awal, tiap komponen kompor didesain, kemudian dilakukan tahap fabrikasi Besi dan plat aluminium dipotong sesuai dengan ukuran disain. Komponen yang berlubang di lubangi dengan mesin bor, sedangkan komponen yang berbentuk melengkung di lengkungkan dengan mesin rol. Kemudian semua komponen di rakit dengan mesin las dan di sambung dengan klem. Setelah kompor dirakit dan semua komponen terpasang dengan baik, kemudian dilakukan uji coba pembakaran, apabila kompor belum bekerja dengan baik maka kompor akan diperbaiki dan dimodifikasi. Apa bila kompor sudah menyala dengan baik maka kemudian di ukur temperatur yang dihasilkan pada posisi 5 cm diatas komponr dengan menggunakan termokopel dan juga di lihat api (flame) hasil pembakaran. kemudian efisiensi termal kompor dihitung dengan menggunakan metode WBT(water boiling test). Disamping analisa ini dibuat beberapa modifikasi ruang bakar, baik suplai udara, dimensi dan diameter lengkungan kawat jaring, sehingga di temukan satu bentuk yang paling optimum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil efisiensi termal kompor tertinggi yang diperoleh adalah pada saat kompor menggunakan empat sumbu dan berbahan bakar serbuk gergaji kayu. Hasil uji menggunakan metode WBT(water boiling test) menunjukan bahwa hasil kompor satu sumbu berbahan bakar sekam padi diperoleh sebesar 29%, kompor biomassa dengan satu sumbu berbahan bakar serbuk gergaji kayu diperoleh sebesar 30%, kompor biomassa dengan empat sumbu berbahan bakar sekam padi diperoleh sebesar 31%, dan kompor biomassa dengan empat sumbu berbahan bakar serbuk gergaji kayu diperoleh sebesar 33%. Kata kunci: ergonomik, flame, efisiensi termal, kompor, WBT(water boiling test

PENYUSUNAN DOKUMEN PENAWARAN PADA PROSES PELELANGAN UMUM (TENDER) PEKERJAAN KONSTRUKSI

Siringoringo, Clara Apriani, A Luthan, Putri Lyanna

JURNAL BINA TEKNIK Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BINA TEKNIK
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKDokumen  penawaran adalah dokumen yang disampaikan oleh penyedia barang/ jasa sebagai pemenuhan persyaratan sebagaimana diterapkan dalam dokumen pengadaan atas suatu kegiatan pemilihan penyedia barang/ jasa. Oleh karena itu, dokumen penawaran merupakan salah satu pemenuhan syarat pemilihan penyedia jasa yang baik. Penyusunan dokumen penawaran yang baik dan efisien, bukanlah pekerjaan yang mudah. Sangat diperlukan ketekunan, ketelitian dalam menyelesaikannya. Proses penyusunan dokumen penawaran membutuhkan dasar-dasar penyusunan dokumen penawaran yang jelas dan rasional. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui proses  penyusunan dokumen penawaran yang diharapkan mampu membantu peserta lelang dalam menyelesaikan sebuah dokumen penawaran yang efektif.Metode pengumpulan data yang digunakan dengan kajian literatur yaitu dengan menghimpun data-data atau sumber-sumber yang berhubungan dengan topik yang dikaji. Adapun sumber-sumber yang dihimpun yaitu berasal dari buku, jurnal, peraturan terkait dengan penyedia barang dan jasa.Berdasarkan penulisan ini diketahui bahwa penyusunan dokumen penawaran sesuai pada peraturan yang berlaku. Tahap-tahap penyusunan dokumen penawaran meliputi mempelajari rencana kerja dan syarat-syarat, mengikuti aanwijzing, mempelajari aanvouling, membuat jadwal kerja penyusunan dokumen penawaran, membagi tugas, membuat surat permohonan, menghitung rencana anggaran biaya, mengumpulkan dokumen-dokumen perusahaan, menyusun dokumen penawaran, melakuan pengecekan kelengkapan dokumen penawaran, melengkapi kekurangan dokumen penawaran, melakukan pengecekan ulang dokumen penawaran, dan menggandakan serta menjilid dokumen penawaran. Adapun bentuk surat dokumen penawaran yaitu surat penawaran, surat kuasa, surat perjanjian kemitraan/ kerja sama operasi, dokumen penawaran teknis,formulir rekapitulasi perhitungan TKDN (Tingkat Komponen dalam Negeri), dokumen pendukung seperti (daftar barang yang diimpor, pra RK3K (Rencana Kesehatan dan Keselamatan Kerja), bentuk analisa teknis satuan pekerjaan, bentuk analisa harga satuan pekerjaan), surat jaminan penawaran, pakta integritas, dan formulir isian kualifikasi. Kata kunci: Beton, Sika Viscocrete-10, Kuat tekan beton

RANCANG BANGUN PINTU OTOMATIS SATU ARAH BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA16

Akbaro, Aulia, Lubis, Izwar

JURNAL BINA TEKNIK Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BINA TEKNIK
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

 ABSTRAKPintu merupakan sebuah media yang digunakan sebagai jalan untuk masuk atau keluar dari ruangan. Untuk mempermudah suatu pekerjaan dibutuhkan suatu alat yang efektif dan efisien. Tujuan dari tugas akhir ini adalah membuat sebuah prototipe pintu otomatis satu arah. Sebuah prototipe pintu otomatis satu arah telah dibuat. Secara umum prototipe pintu otomatis satu arah ini dirancang menggunakan sensor PIR, mikrokontroler ATMega16, Relay, dan motor DC. Mikrokontroler menerima input dari sensor PIR, kemudian mikrokontroler memberikan output kepada Relay. Selanjutnya keluaran dari Relay masuk ke motor DC yang berfungsi untuk membuka dan menutup pintu. Prototipe pintu otomatis satu arah ini dapat memberikan kemudahan untuk membuka dan menutup pintu sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga. Dapat disimpulkan bahwa prototipe pintu otomatis satu arah ini dapat digunakan sebagai dasar jika seseorang ingin membuat pintu otomatis satu arah yang sebenarnya. 

PENGARUH PENAMBAHAN SIKA VISCOCRETE – 10 TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL

Nadaek, Astomo Arbi, Butar- butar, Ronald

JURNAL BINA TEKNIK Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BINA TEKNIK
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

 ABSTRAKBerbagai penelitian dan percobaan dibidang beton dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas beton, teknologi bahan dan teknik-teknik pelaksanaan yang diperoleh dari hasil penelitian dan percobaan tersebut dimaksudkan untuk menjawab tuntutan yang semakin tinggi terhadap pemakaian beton serta mengatasi kendala-kendala yang sering terjadi pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Salah satu cara untuk meningkatkan kekuatan beton adalah meningkatkan pemadatannya. Penggunaan bahan tambah (admixture) dapat membantu memecahkan permasalahan tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Sika Viscocrete-10 terhadap kuat tekan beton. Dalam penelitian ini mix design menggunakan metode SK.SNI.T-15-1990-3 dengan  nilai FAS 0,9. Dengan agregat yang digunakan gradasi agregat halus daerah II dan agregat kasar ukuran maksimum 40 mm. Variasi penambahan Sika Viscocrete-10 sebesar 0%, 2,5%, dan 5% dari berat semen. Benda uji yang digunakan berupa kubus dengan ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm sebanyak 9 buah dengan 3 buah sampel untuk setiap variasi.Dari hasil penelitian nilai slump yang dihasilkan oleh beton menggunakan Sika Viscocrete-10 lebih besar dari pada beton normal, dimana nilai slump rata – rata diperoleh setiap benda uji menggunakan Sika Viscocrete-10  dengan persentase penambahan sebesar 0%, 2,5%, dan 5% yakni berturut – turut 10 cm, 18 cm, dan 23 cm. Dan nilai kuat tekan yang dihasilkan oleh beton menggunakan Sika Viscocrete-10 lebih besar dari pada beton normal, dimana nilai kuat tekan diperoleh setiap benda uji menggunakan Sika Viscocrete-10  dengan persentase penambahan sebesar 0%, 2,5%, dan 5% yakni berturut – turut 20,1 MPa, 24,0 MPa, dan 31,9 MPa. Kata kunci: Beton, Sika Viscocrete-10, Kuat tekan beton  

RANCANG BANGUN KOMPOR BIOMASSA

Purba, Dedy Saputra, Siregar, Batumahadi

JURNAL BINA TEKNIK Vol 7, No 1 (2017): JURNAL BINA TEKNIK
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKPerancangan ini bertujuan untuk merancang bangun kompor berbahan bakar sekam dengan dimensi yang ergonomik, sistem penggunaan yang mudah dan simpel serta unjuk kerja yang optimal.Pada tahap awal dibuat gambar disain kompor untuk tiap komponennya, kemudian Besi bulat dan  plat aluminium dipotong sesuai ukuran disain. Komponen-komponen yang berbentuk melengkung di lengkungkan dengan mesin rol, sedangkan komponen yang berlubang di lubangi dengan mesin bor. Kemudian semua komponen di rakit dengan di las dan di klem untuk menjadi kompor biomassa.Setelah kompor dirakit dan semua komponen telah terpasang dengan baik, kemudian dilakukan uji coba pembakaran, apabila kompor belum bekerja dengan baik maka kompor akan diperbaiki dan dimodifikasi. Apa bila kompor sudah menyala dengan baik maka kemudian di ukur temperatur yang dihasilkan pada posisi 5 cm diatas kompor dengan menggunakan termokopel dan juga di lihat api (flame) hasil pembakaran. Api yang lebih biru menunjukkan pembakaran lebih sempuna, sedangkan api yang lebih merah/hitam menunjukkan pembakaranyang tidak sempurna. Disamping analisa ini dibuat beberapa modifikasi ruag bakar, baik suplai udara, dimensi dan diameter lengkungan kawat kasa, sehingga di temukan satu bentuk yang paling optimum. Kata Kunci : Ergonomik, flame, kompor