cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Articles 21 Documents
KEHIDUPAN PETANI KEMENYAN DALAM MENJAGA KEARIFAN LOKAL DI DESA PANDUMAAN KECAMATAN POLLUNG KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN Simamora, Lamria; Nurjannah, Nurjannah
Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi Vol 1, No 1 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.478 KB) | DOI: 10.24114/bdh.v1i1.8554

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan mengenai “Kehidupan Petani Kemenyan dalam Menjaga Kearifan Lokal di Desa Pandumaan Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan”. Skripsi ini menjelaskan tentang hal-hal yang melatarbelakangi kehidupan petani kemenyan dalam menjaga kearifan lokal. Melihat bagaimana gambaran perjuangan petani kemenyan agar tetap eksis dan bertahan bertani kemenyan walau kehadiran perusahaan industri merusak dan mengganggu kemenyan sebagai kearifan lokal. Kemudian penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam hal ini yang menjadi informan adalah masyarakat desa Pandumaan yang bekerja sebagai petani kemenyan dan terlibat dalam mempertahankan kemenyan dari pihak industri maupun permerintahan. Sementara itu teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal yang melatarbelakangi petani kemenyan menjaga kearifan lokal di Desa Pandumaan Kecamatan Pandumaan adalah dikarenakan (1) Kemenyan merupakan sumber kehidupan yang mampu memenuhi kebutuhan hidup, (2) Merawat nilai-nilai kultural yang terkadung dalam pengelolaan kemenyan serta menjadi tanaman unggul yang menjadi kearifan lokal, (3) Kemenyan sebagai warisan budaya yang sudah dikelola sejak ratusan tahun, (4) Kemenyan merupakan tumbuhan endemik yang tidak dapat tumbuh disemua tempat. Kehidupan petani kemenyan yang tetap mempertahan kearifan lokal kemenyan didukung oleh organisasi-organisai masyarakat adat yang ikut perpartisipasi dalam menjaga kearifan lokal kemenyan. Mekanisme dan srategi yang petani kemenyan lakukan yaitu demonstrasi dan mencoba menghentikan pihak perusahaan saat beroperasi di wilayah hutan kemenyan.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PADA MATA KULIAH ANTROPOLOGI PARIWISATA Simanjuntak, Daniel Harapan Parlindungan; Pasaribu, Payerli; Malau, Waston; Simarmata, Tumpal
Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi Vol 1, No 2 (2017): Edisi Desember 2017
Publisher : Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.398 KB) | DOI: 10.24114/bdh.v1i2.8405

Abstract

Artikel ini merupakan hasil dari penelitian mengenai implementasi pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan berfikir kritis mahasiswa pada mata kuliah Antropologi Pariwisata. Pemilihan model pembelajaran di masing-masing mata kuliah  diharapkan dapat mengembangan pemikiran kritis mahasiswa dalam menyikapi berbagai permasalahan di masyarakat. Pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran Antropologi Pariwisata mampu meningkatan berfikir kritis mahasiswa. Penerapan enam penugasan dalam model pembelajaran kontekstual pada mata kuliah Antropologi Pariwisata dapat membantu merangsang peningkatan berfikir kritis mahasiswa. Berfikir kritis mahasiswa yang dimaksud dalam tulisan ini dapat dilihat berupa artikel ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa. Mahasiswa berfikir kritis tentang kondisi pariwisata dan kendala yang dihadapkan pariwisata di kota Medan serta memberikan ide-ide sebagai upaya merekayasa solusi untuk pengembangan kepariwisataan di kota Medan khususnya.
POLA ASUH ANAK ETNIK TAMIANG Hariyani, Roro Sri
Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi Vol 1, No 1 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.021 KB) | DOI: 10.24114/bdh.v1i1.8559

Abstract

Artikel yang merupakan hasil dari penelitian desertasi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola asuh anak etnik Tamiang di Kabupaten Aceh Tamiang. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu penduduk desa sekerak kanan kecamatan Sekerak dan dan desa Paya Udang kecamatan seruwei. Sedangkan sampel dalam penelitian yaitu penduduk etnik Tamiang yang ada di desa Sekerak kanan dan Paya Udang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi langsung, wawancara, serta studi literatur. Tujuan penelitian ini ingin menguraikan suatu kebiasaan yang menjadi pola dalam sistem pengasuhan anak pada etnik Tamiang dan melihat perubahan-perubahan yang terjadi yang diakibatkan oleh beberapa faktor yang melatarbelakanginya. Selanjutnya mengungkapkan berbagai resistensi yang dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan adat istiadat dan tata nilai dalam kebudayaan etnik Tamiang yang berhubungan dengan pengasuhan anak. Dari penelitian ini, diperoleh hasil bahwa kelompok etnik Tamiang menjalankan suatu pola pengasuhan secara tradisional yang meliputi: masa kehamilan, kelahiran, dan sampai proses pembesaran anak-anak.  Kelompok ini memiliki cara-cara tersendiri dalam mengasuh anak mereka mulai dari membedung, mendodoi, serta menabalkan nama. Anak-anak etnik Tamiang  juga diajarkan untuk menerapkan sikap menghormati dan menghargai orang yang lebih tua dengan cara menggunakan istilah penyebutan menurut tingkat kelahiran mereka. Kebiasaan ini mengekspresikan suatu identitas budaya etnik Tamiang yang masih dipertahankan sampai saat ini. Dari hasil penelitian juga ditemukan beberapa perubahan dalam pengasuhan anak-anak pada orang etnik Tamiang. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan pola pikir. Meskipun demikian, sebagian dari kelompok etnik Tamiang masih melakukan resistensi sebagai upaya untuk mempertahankan tata nilai dan pola asuh menurut adat istiadat etnik Tamiang.
FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MEMPERTAHANKAN NILAI-NILAI DALAM PROSES POLA ASUH Hariyani, Roro Sri
Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi Vol 1, No 2 (2017): Edisi Desember 2017
Publisher : Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.917 KB) | DOI: 10.24114/bdh.v1i2.8403

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang menjelaskan faktor-faktor yang dapat mempertahankan pola asuh pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi langsung, wawancara, serta studi literatur. Hasil penelitian menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang dapat mempertahankan nilai-nilai dalam proses pola asuh yaitu hubungan anak dengan orangtua dan keluarga luasnya, upaya orangtua dalam mempertahankan nilai-nilai dalam pola asuh, dan faktor agama Islam.
RITUAL PEMBUATAN MINYAK URUT KARO DI DESA JUMAPADANG KECAMATAN BARUSJAHE KABUPATEN KARO Br Barus, Lisna Perodika
Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi Vol 1, No 2 (2017): Edisi Desember 2017
Publisher : Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.312 KB) | DOI: 10.24114/bdh.v1i2.8399

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang menjelaskan tentang bahan-bahan untuk membuat minyak urut Karo, proses ritual pembuatan minyak urut Karo, tujuan ritual yang dilakukan dalam pembuatan minyak urut Karo, orang yang dapat melakukan ritual pembuatan minyak urut Karo yang terdapat di Desa Jumapadang, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa bahan-bahan untuk membuat minyak urut Karo adalah minyak goreng, minyak kelapa hijau, rempah ratus, jeruk purut/daun jeruk purut, panglai, kencur, bawang merah, bawang putih, lada, pala, sarang wallet, daun kapal-kapal, jambar api, tawan gegeh, tawar ipuh, bulung nilam, gagaten harimau, akar pinang, akar riman, akar bambu, alang-alang, akar pengkih, akar enau, kemangi, tawan gegeh, kunyit dan pinang. orang yang mengambil bahan-bahan ke dalam hutan adalah Bulang Tarigan dan jika Bulang Tarigan tidak mampu mengambilnya ke dalam hutan maka keluarga Nini Karo akan menyuruh orang upahan dan orang upahan tersebut bukan orang sembarangan karena hanya orang-orang tertentu yang mengenal dan mengetahui tempat untuk mengambil bahan-bahan yang dibutuhkan. Orang yang biasa disuruh oleh keluarga Nini Karo adalah Bulang Barus. Tujuan dari ritual pembuatan minyak urut karo di desa Jumapadang adalah agar minyak urut Karo tersebut mampu menyembuhkan penyakit-penyakit yang diyakini berasal dari roh-roh gaib atau penyakit yang dikirim oleh orang melalui cara-cara gaib dan meminta perlindungan kepada arwah para leluhur. Orang-orang yang dapat melalukan ritual pembuatan minyak urut Karo adalah salah satu keturunan yang dipilih oleh nenek moyang mereka dan diberi petunjuk melalui mimpi. Orang yang dipilih tidak boleh menolak karena jika menolak keluarganya akan mendapat musibah dan tidak akan dilindungi lagi oleh roh-roh nenek moyang.
TRADISI PANJOPPUTAN SAAT MEMASUKI MASA PANEN PADI PADA MASYARAKAT DI DESA POLDUNG KECAMATAN AEK NATAS KABUPATEN LABUHANBATU UTARA Situmorang, Sintauli Edlina; Pasaribu, Payerli
Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi Vol 1, No 1 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.198 KB) | DOI: 10.24114/bdh.v1i1.8555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang pelaksanaa tradisi panjopputan, proses pelaksanaan tradisi panjopputan, simbol-simbol dan makna yang terkandung dalam tradisi panjopputan saat memasuki masa panen padi di Desa Poldung Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui penelitian lapangan (field research) dalam teknik observasi non partisipasi (non partisipan observer) dengan teknik observasi, wawancara (interview) dan dokumentasi untuk menambah data yang relevan. Informan ditentukan dengan purposive sampling. Adapun yang menjadi informan dalam penelilitan ini adalah tiga orang penatua desa, tiga orang aparatur desa dan sembilan petani padi yang melakukan tradisi panjopputan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penulis memperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) Latar belakang pelaksanaan tradisi panjopputan saat memasuki masa panen padi berasal dari mitos yang berkembang ditengah masyarakat akan janji seorang nenek untuk menjemput bulir-bulir padi miliknya setelah tamu nenek kembali kerumahnya masing-masing. (2) Proses pelaksanaan tradisi panjopputan dikenal dalam tiga tahapan yaitu mamulung (tahap persiapan), partumonaan (tahap pelaksanaan), dan marhobas (tahap akhir pelaksanaa) yang dilakukan satu hari di waktu pagi. Pelaksanaan tradisi panjopputan biasanya dilakukan oleh kaum perempuan. (3) Simbol-simbol dan makna yang terkandung dalam tradisi panjopputan  merupakan bentuk interaksi dan penghormatan kepada jiwa atau roh yang bersemayam pada tanaman padi, nenek moyang penguasa alam yang memiliki kekuatan atau makhluk lain yang menghuni lahan pertanian padi. Meskipun demikian penghormatan tertinggi tetap ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kesimpulan menunjukkan bahwa tradisi panjopputan saat memasuki masa panen padi merupakan warisan dari nenek moyang terdahulu yang hingga saat ini masih dilaksanakan oleh petani padi di Desa Poldung. Tradisi panjopputan pada masyarakat petani padi di Desa Poldung mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Masyarakat petani padi juga percaya bahwa tradisi panjopputan dapat mendatangkan keberkahan terhadap hasil panen. 
BUDAYA ORGANISASI SEKOLAH DALAM RESTRUKTURISASI DI SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL Kurniati, Dwi
Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi Vol 1, No 2 (2017): Edisi Desember 2017
Publisher : Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.221 KB) | DOI: 10.24114/bdh.v1i2.8394

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang mengungkapkan perubahan apa yang terjadi  di SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan setelah sekolah ditetapkan menjadi RSBI, bagaimana implementasi RSBI di SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan dan budaya apa yang muncul  di sekolah  dalam implementasi RSBI tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan bagaimana implementasi RSBI di SMK Negeri1 Percut Sei Tuan dan mengungkapkan budaya apa yang muncul di sekolah dalam implementasi RSBI . Pendekatan kualitatif  yang dikembangkan oleh Spradley (1980) digunakan dalam penelitian ini. pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan  metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Para informan dalam penelitian ini adalah warga sekolah (kepala sekolah, wakil kepala sekolah, staf administrasi, guru dan siswa). Untuk menguji validitas data  digunakan teknik triangulasi. Kajian ini berlandaskan pada teori strukturasi Giddens yang menyatakan bahwa perilaku yang berulang dan berpola akan membentuk praktek sosial. Praktek sosial merupakan  perpaduan antara mentalitas individu dan struktur sosial. Struktur sosial merupakan prinsip dan pedoman serta hasil dari praktek sosial. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa perubahan yang terjadi di SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan setelah sekolah ditetapkan menjadi RSBI adalah penerapan 12 janji kinerja kepada sekolah yang terkategorikan ke dalam 4 cakupan yaitu restrukturisasi reorganisasi berdasarkan sistem manajemen mutu, restrukturisasi proses belajar-mengajar, restrukturisasi sarana dan prasarana sekolah, serta restrukturisasi sekolah  berwawasan lingkungan. Restrukturisasi reorganisasi berkaitan dengan pelaksanaan sistem manajemen mutu dalam prosedur sekolah. Restrukturisasi proses belajar-mengajar berkaitan dengan meningkatkan pembelajaran siswa. Restrukturisasi sarana fisik dan sekolah berwawasan lingkungan  berkaitan dengan pemenuhan sarana dan prasarana serta menciptakan kondisi lingkungan sekolah yang tertata rapi, indah dan nyaman. Akhirnya budaya yang muncul di sekolah dalam implementasi RSBI tersebut adalah budaya kerja individu berdasarkan pembagian kerja yang muncul  di atas  perintah.
PENINGKATA HASIL BELAJAR SISWA TUNA DAKSA KELAS VIII DENGAN ALAT PERAGA MODEL PENCERNAAN PADA SISTEM PENCERNAAN MANUSIA DI SMPLB NEGERI PEMBINA ACEH TAMIANG TP 2015 2016 Millati, Millati
Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi Vol 1, No 1 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.251 KB) | DOI: 10.24114/bdh.v1i1.8560

Abstract

Artikel ini merupakan hasil dari penelitian tindakan kelas yang berjudul ”Peningkatan Hasil Belajar Siswa Tuna Daksa Kelas VIII Dengan  Alat Peraga Model Pencernaan  Pada Materi Sistem Pencernaan Manusia di SMPLB  Negeri Pembina Aceh Tamiang TP 2015/2017” ini mengangkat masalah bagaimanakah kemampuan siswa kelas VIII Tuna Daksa SMPLB Negeri Pembina Aceh Tamiang menyelesaikan pembelajaran pada materi sistem pencernaan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII tuna daksa SMPLB Negeri Pembina Aceh Tamiang. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII tuna daksa SMPLB Negeri Pembina Negeri Aceh Tamiang tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 1 siswa. Metode yang digunakan adalah dengan model menggunakan alat peraga pencernaan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan pengolahan data menggunakan statistik sederhana dalam bentuk penghitungan nilai siklus. Acuan yang digunakan sebagai parameter adalah hasil nilai belajar dengan ketuntasan minimal yaitu nilai 65. Hasil penelitian menunjukkan perubahan secara individual.
KONFLIK PEMBEBASAN TANAH DALAM PEMBANGUNAN BANDARA KUALANAMU Damanik, Septy Denso; Malau, Waton
Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi Vol 1, No 1 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.426 KB) | DOI: 10.24114/bdh.v1i1.8551

Abstract

Artikel ini hasil dari penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kehidupan penduduk sebelum pembangunan bandara, mengetahui waktu peralihan lahan penduduk menjadi proyek pembangunan bandara Kualanamu, mengetahui respon penduduk terhadap peralihan proyek, mengetahui bentuk konflik yang terjadi antara masyarakat dengan pemilik proyek pembangunan bandara. Data tersebut diperoleh dari wawancara dan observasi lapangan dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini telah diketahui bahwa ganti rugi lahan tanah yang menjadi timbal balik kesepakatan antara pihak perusahaan pembangunan bandara dengan masyarakat desa tidak setimpal dengan apa yang mereka terima dan tidak merata dalam proses ganti rugi tanah tersebut. Beberapa dari penduduk tersebut mengalamai dampak dari adanya pembangunan bandara kualanamu. Dari konflik pembebasan tanah warga mengenai ganti rugi lahan tanah serta lahan tanah yang tidak dijual warga karena hasil warisan orangtua dan perbedaan harga tanah yang tidak bersertifikat dan yang bersertifikat  yang menimbulkan permasalahan antara masyarakat dengan pihak perusahaan pembangunan bandara, diantaranya terdapat beberapa warga yang terkena dampak pembangunan bandara dan penduduk yang masih bertahan di areal pembangunan bandara tersebut sekaligus menjadi informan kunci yang akan di angkat dalam penelitian, Dari hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya dampak positif maupun dampak negatif pada kehidupan sosial masyarakat. Adapun dampak negatif dari pembangunan bandara yaitu berkurangnya lahan warga untuk bertani demi melangsungkan kehidupan tiap – tiap warga tersebut, hilangnya sebagian mata pencaharian warga dan menurunnya penghasilan masyarakat. Dampak positif dari pembangunan bandara tersebut antara lain perluasan jaringan jalan menuju bandara , perbaikan jalan di desa beringin pasar VI Kualanamu.
PROFIL ANAK PUTUS SEKOLAH DI DESA KUTA GAMBER KECAMATAN TANAH PINEM KABUPATEN DAIRI Br Sembiring, Yossi Gresti
Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi Vol 1, No 2 (2017): Edisi Desember 2017
Publisher : Buddayah : Jurnal Pendidikan Antropologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.527 KB) | DOI: 10.24114/bdh.v1i2.8398

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian tentang Profil Anak Putus Sekolah di Desa Kuta Gamber Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi. Tujuan penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan Profil anak putus sekolah di Desa Kuta Gamber, untuk mengetahui faktor-faktor penyebeb anak putus sekolah di Desa Kuta Gamber, untuk mengetahui dampak negatif dan dampak positif anak putus sekolah di Desa Kuta Gamber dan bagaimana hubungan mereka dengan lingkungan masyarakat. Data diperoleh menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, melalui wawancaradan studi pustaka. Data-data dari hasil penelitian ini di dukung oleh hasil wawancara yang peneliti lakukan dalam penelitian Profil Anak Putus Sekolah di Desa Kuta Gamber Kecamatan tanah Pinem Kabupaten Dairi.Adapun faktor yang mempengaruhi anak putus sekolah di desa tersebut meliputi 3 (tiga faktor) yaitufaktor psikologis yang terdiri dari rendahnya minat anak untuk bersekolah, tingkat kesadaran dan motivasi diri yang rendah, dan ruang lingkup sekolah yang kurang mendukung, faktor sosial yang terdiri dari faktor lingkungan, faktor keluarga, pandangan masyarakat terhadap pendidikan yang kurang dan pergaulan bebas, faktor ekonomi keluarga yang tidak memadai. Selain pengangguran, adanya dampak negatif yang lain yaitu seringnya mereka melakukan hal-hal yang menyimpang, misalnya minum-minuman keras sampai mabuk dan mengganggu ketenangan warga desa. Dampak positifnya ialah sebagian dari mereka ikut membantu pekerjaan orang tua mereka ladang dan yang lain ialah adanya sifat kemandirian dan kedewasaan dalam pemikiran yang timbul dalam diri anak. Hubungan anak putus sekolah dengan lingkungan sekilas terlihat baik. Hal ini bisa terjadi karena di desa tersebut masih memegang adat-istiadat kekeluargaan yang tinggi meskipun anak-anak putus sekolah tersebut sering meresahkan warga.

Page 1 of 3 | Total Record : 21