cover
Filter by Year
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya
Gondang is a Journal of Art and Cultural for information and communication resources for academics, and observers of Art and Culture, Performing Arts, Educational Arts, Methodology of Art and Cultural. The published paper is the result of research, reflection, and actual critical study with respect to the themes of Art and Culture. All papers are peer-reviewed by at least two referees. The scope of Gondang is the Science of Art and Culture. Published twice a year (June and December) and first published for print edition in June 2017.
Articles
15
Articles
Makna Pesta Kerja Tahun pada Masyarakat Karo Siosar Pasca Bencana Alam Gunung Sinabung

Suharyanto, Agung, Ginting, Dandy Yosafat, Br. Rajagukguk, Kristina Maria, Pebrianti, Nopita, Panggabean, Rabinra M, Tanjung, Syafriyenni

Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 2, No 1 (2018): Gondang Juni 2018
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.478 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna kerja tahun dan bentuk perubahan kerja tahun serta untuk mengetahui aturan baru yang ditetapkan dalam pelaksanaan kerja tahun bagi masyarakat karo pasca relokasi ke siosar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskrptif dengan pendekatan kualitatif. Kerja Tahun atau dalam bahasaa Karo Merdang merdem merupakan suatu pesta adat yang dilakukan secara turun temurun oleh kalak Karo di seluruh wilayah taneh Karo dengan tujuan menjaga ketentraman dan keseimbangan bermasyarakat serta membangun komunikasi dengan keluarga yang sudah lama tidak bertemu (Brahmana et al., 2009). Saat ini perubahan yang terjadi pada perayaan pesta tahun pasca relokasi ke siosar itu tidak terlalu tampak yakni Kerja Tahun hanya dijadikan sebagai suatu kebiasaan dan formalitas belaka, tarian adat karo yang sakral sedikit berubah menjadi hiburan biasa bagi kalangan muda maupun tua, kemudian beberapa alat musik pun berubah dan diminimalisir jumlah menjadi alat musik kibot karo yang mencakup suara dari beberapa alat musik. peraturan yang Ditetapkan dalam Pelaksanaan Kerja Tahun Pasca Relokasi ke Siosar tersebut masih tetap seperti semula.

Analisis Bahan Ajar Instrumen Gitar Persiapan Program Studi Pendidikan Musik Universitas Negeri Medan

Sembiring, Adina Sastra, Widiastuti, Uyuni

Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 2, No 1 (2018): Gondang Juni 2018
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.679 KB)

Abstract

Bahan Ajar merupakan bagian yang sangat penting dalam proses pembelajaran, baik dalam pembelajaran teori maupun praktek.  Bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran instrumen gitar persiapan terdiri dari tangga nada, etude dan lagu. Namun bahan ajar tersebut perlu dianalisis kembali untuk mengetahui kesesuaian bahan ajar dengan mahasiswa semester awal, bahan ajar yang diberikan ter-update dan sesuai dengan grade (tingkatan) pada pembelajaran gitar.Hasil analisis yang telah dilakukan pada bahan ajar gitar persiapan ternyata banyak materi yang ada pada bahan ajar kurang sesuai dengan tingkat kemampuan mahasiswa, karena mahasiswa yang masih dikategorikan pada tingkat pemula. Tangga nada yang diberikan terlalu sedikit padahal tangga nada tersebut mendukung dalam permainan etude dan lagu, sedangkan etude dan lagu yang banyak yang sulit untuk dimainkan karena tingkatannya yang tidak sesuai dengan pemula. Oleh sebab itu perlu adanya revisi bahan ajar agar mahasiswa dapat bermain gitar sesuai dengan tingkatannya (grade).

Estetika Antologi Puisi-Puisi Pujangga Baru

Pertiwi, Afrilia Wahyuni Eka, Madinah, Fahira Zhazha, Wulandari, Ririn

Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 2, No 1 (2018): Gondang Juni 2018
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.529 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji (1) bentuk estetika pada kumpulan puisi pujangga baru. (2) fungsi estetika dalam kumpulan puisi pujangga baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan estetika filosofis teori Alexander Baumgartenn. Sumber data penelitian ini kumpulan puisi pujangga baru dengan beberapa objek yaitu; puisi Aku karya Chairil Anwar, puisi Bahasa, Bangsa karya Moh. Yamin, dan puisi Do’a karya Amir Hamzah. Data diperoleh dengan teknik baca dan catat. Teknik pengumpulan data dengan cara membaca dan memahami bait puisi. Teknik analisis data yang digunakan model analisis isi. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi teori. Metode yang di dapatkan melalui buku dan jurnal, serta diskusi teman sejawat. Sumber data dan data berwujud bait puisi kumpulan puisi pujangga baru. Hasil penelitian diklasifikasikan menjadi; (1) bentuk estetika puisi Aku karya Chairil Anwar menggunakan diksi, sehingga menghasilkan bentuk bebas, bentuk estetika dalam sajak puisi Bahasa, Bangsa ditunjukan dalam pemakaian majas personifikasi. Bentuk estetika dalam sajak Do’a, yaitu penggunaan bentuk ekspresi syair panjang. (2) fungsi estetika kumpulan puisi pujangga baru dalam setiap objeknya yaitu: Puisi Aku memiliki fungsi estetika menggambarkan semangat perjuangan dengan bentuk yang menarik, puisi Bahasa, Bangsa memiliki fungsi estetika sebagai imajinasi pembaca dalam suatu bangsa dan puisi Do’a memiliki fungsi estetika dalam pemilihan kata yang indah.

Pengembangan Musikalitas Melalui Bunyi-Bunyi Alam pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Musik Universitas Negeri Medan

Wiflihani, Wiflihani, Widiastuti, Uyuni, Sembiring, Adina Sastra

Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 2, No 1 (2018): Gondang Juni 2018
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.711 KB)

Abstract

Pengembangan musikalitas melalui bunyi-bunyi alam sangat membantu mahasiswa dalam mengembangkan musikalitas yang dimilikinya, khususnya dalam mengembangkan melodi, irama dan harmoni. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan musikalitas mahasiswa Prodi Pendidikan Musik melalui bunyi-bunyi alam yang ada di sekitarnya. Bunyi-bunyi alam tersebut terlebih dahulu diobservasi, diidentifikasi, kemudian membuat imitasi berdasarkan unsur-unsur musikalitasnya (melodi, irama, harmoni), memainkan dan mengkreasikannya menjadi satu komposisi musik. Melalui pengembangan musikalitas dengan bunyi-bunyi alam, kemudian mahasiswa mengeluarkan ide-ide kreatifnya dengan mewujudkan bunyi-bunyi yang didengarnya. Kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan bunyi-bunyi alam dapat dilihat dari menemukan topik atau gagasan, menemukan suara alam sebagai sumber bunyi, mengkomposisikannya menjadi enak untuk didengar dan diapresiasikan kepada orang lain. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada khazanah ilmu pengetahuan khususnya di bidang kajian Pendidikan musik.

Tradisi Ritual Bulan Suro pada Masyarakat Jawa di Desa Sambirejo Timur Percut Sei Tuan

Siburian, Ayu Lusoi M, Malau, Waston

Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 2, No 1 (2018): Gondang Juni 2018
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.872 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa ritual bulan suro begitu memiliki makna dan filosopi yang penting pada Suku Jawa dengan mengambil daerah penelitian di Desa Sambirejo Timur Kecamatan Percut Sei Tuan. Jenis Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif. Penelitian ini memaknai subjek dan objek penelitian sebagai pengganti dari sampel dan populasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan studi pustaka.Teori yang digunakan Peneliti dalam penelitian ini adalah Teori Religi dan Kebudayaan. Hasil penelitian ini adalah bahwa tradisi ritual bulan suro pada masyarakat jawa  merupakan suatu upacara adat yang diwariskan secara turun temurun pada masyarakat jawa. Ritual bulan suro ini bertujuan untuk menghindari kesialan, bencana, musibah, malapetaka serta untuk mendekatkan diri kepada Tuhan agar mendapatkan keselamatan , rahmat dan meminta ampun atas segala kesalahan yang dilakukan. Pelaksanaan tradisi ritual ini tidak terlepas dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan setiap bulan suro. Proses ritual bulan suro dimulai pada pagi hari yaitu kegiatan kenduri dan mengadakan pengajian oleh warga masyarakat Desa Sambirejo Timur, kegiatan malam di isi dengan permainan atau pergelaran wayang semalam suntuk. Dalam pergelaran wayang kulit, semua warga masyarakat yang ada di Desa Sambirejo Timur ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Ansambel Musik Batak Toba Sebagai Pengiring dalam Peribadata Umat Kristen Etnis Batak Toba di Medan

Silitonga, Pita HD

Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 1, No 2 (2017): GONDANG DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.537 KB)

Abstract

Musik Ansambel sebagai musik pengiring ibadah di Gereja meliputi pengertian ansambel musik, pengertian musik pengiring, pengertian ibadah, pengertian musik gerejawi, pengertian lagu ibadah, pengertian ansambel sejenis. Penggunaan musik ansambel batak toba sebagai pengiring peribadatan, di latar belakangi jemaat yang sebagian mayoritas suku batak toba, dan jemaat beranggapan lebih menikmati jalan perayaan ibadah deng penggunaan musik ansambel batak toba, dan lagu-lagu yang dinyanyikan lagu rohani yang berbahasa batak. Keberadaan musik batak toba ini sangat membatu dalam mengiringi perayaan ibadah sehingga lagu-lagu pujian yang mereka nyanyikan lebih enak didengar dan juga dapat dirasakan pada jemaat yang beribadah, sehingga bertambah banyak.

Peran Tradisi Berbalas Pantun dalam Acara Pesta Perkawinan Pada Masyarakat Melayu di Tanjung Pura

Rizky, Muhammad Ikhsan, Simarmata, Tumpal

Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 1, No 2 (2017): GONDANG DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.916 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan subjek penelitian peran pantun pada suku Melayu dalam acara pesta perkawinan di Desa Lalang Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara pengamatan, wawancara, perekaman, dan pencatatan. Teknik analisis data yang dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantun dalam kehidupan orang melayu adalah sebagai sarana untuk menyampaikan psan-pesan moral yang sarat berisi nilai-nilai luhur agama, budaya dan norma-norma sosial masyarakat. Melalui pantun, nilai-nilai luhur itu disebarluaskan ke tengah-tengah masyarakat dan diwariskan kepada anak cucunya. Nilai-nilai simbolik yang terkandung dalam pantun adalah nilai agama, adat istiadat, yang biasa dilakukan, nilai sosial dan budi pekerti. Aspek lainnya yang dapat dilihat adalah nilai estetika, keoptimisan, ramah, sifat terbuka. Biasanya pantun nasihat diselipkan dalam pembicaraan pada saat pinang-meminang, antar belanja ataupun antar tanda, pembuka dan penutup pintu ataupun dalam khutbah nasihat nikah.pantun nasihat sangat populer dan dimanfaatkan dengan baik oleh warga masyarakat untuk menyampaikan ide dan gagasan mereka. demi tegaknya nilai moral dan radat resam melayu dalam kehidupan sehari-hari.

Eksistensi Silek Galombang Pada Upacara Perkawinan Etnis Minangkabau Di Medan

Mahmudin, Shafwan, Andayani, Trisni

Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 1, No 2 (2017): GONDANG DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.835 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah mengenai Eksistensi Silek Galombang pada upacara perkawinan etnis Minangkabau di kelurahan Kota Matsum II Kecamatan Medan Area. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan, proses pelaksanaan pada upacara perkawinan, dan perubahan yang terjadi serta upaya pelestarian Silek Galombang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang menjelaskan mengenai data dan berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan. Subjek informan adalah Tokoh Adat Minangkabau, Pemain Silek Galombang, dan Masyarakat di sekitaran Kota Matsum II. Teknik pengumpulan data dengan melakukan studi lapangan dengan cara observasi, wawancara (Field Research), pendekatan informan, penelitian kepustakaan (Library Research), dan studi dokumentasi. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa Silek Galombang pada upacara perkawinan masih diakui keberadaannya yaitu dengan adanya Group Seni Budaya Minang Keluarga Bayur. Proses pelaksanaan Silek Galombang yaitu gerakan pertunjukan mengggunakan bungo-bungo silek rampak simultan sebagai ilustrasi untuk memperindah gerakan Silek Galombang dan barisan pemain Silek Galombang menggunakan pola berbaris satu arah yang dinamakan dengan Silek Manyongsong. Perubahan yang terjadi pada Silek Galombang saat ini yaitu adanya variasi fungsi kegunaannya yaitu pertunjukannya berperan penting dalam penyambutan kedatangan tamu kehormatan tokoh adat. Peran dari Tokoh adat Minangkabau di Kelurahan Kota Matsum II  sangat penting terhadap upaya pelestarian seni pertunjukan tradisional.

Evolusi Gendang Beleq Lombok

Sumardi, Nur Kholis

Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 1, No 2 (2017): GONDANG DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.503 KB)

Abstract

Artikel ini akan membahas tentang ansambel Gendang Beleq yang sangat populer di kalangan suku Sasak Lombok. Data dalam artikel ini diperoleh melalui penelitian lapangan yang dilakukan di pulau Lombok. Informasi tentang Gendang Beleq sangat beragam, tetapi kita tidak akan membahas semuanya di sini. Artikel ini hanya akan membahas tentang komparasi Gendang Beleq dahulu dan kini mulai dari segi bentuk musikal, dan hubungannya dengan fungsinya sendiri. Antropologi dewasa ini sudah berkembang, peneliti - penelitinya tidak hanya melihat seperti apa fenomena budaya saja tetapi juga menimbang masalah tehnologi dan juga ikut dalam perkembangan manusia yang dinamis. Etnomusikologi sebagai cabang ilmu musikologi, meminjam objek formal antropologi untuk melihat kejadian musik secara lebih mendalam. Searah dengan jalan pembahasan artikel ini, tehnologi juga akan turut serta dibahas dalam pengaruhnya terhadap perubahan Gendang Beleq dulu dan kini.

Studi Deskriptif Teks dan Konteks Musik Tradisional Irish Uilleann Pipes Pada Lagu The Gender in The Pratie Hole

Purnomo, Try Wahyu

Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 1, No 2 (2017): GONDANG DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.439 KB)

Abstract

Uilleann Pipes merupakan alat musik khas Irlandia (Irish) yang hampir dekat dengan alat musik Scottish Pipes yang terdapat di Skotlandia. Uillean Pipes adalah alat musik yang sering dipertunjukan secara tunggal (solo), selain itu alat musik ini juga digunakan sebagai alat musik pengiring tari yang termasuk ke dalam jenis Jig. The Gender in The Pratie Hole merupakan salah satu lagu yang lazim dimainkan pada alat musik Uilleann Pipes. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan hasil penelitian mengenai analisis teks dan konteks dari lagu The Gender in The Pratie Hole yang dimainkan melalui alat musik Uilleann Pipes. Penlitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode content analysis (analisis konten) yang bersifat deskriptif. Analisis secara tekstual dilakukan dengan membedah penggunaan ritme, melodi serta ornamentasi yang digunakan dalam lagu The Gender in The Pratie Hole. Selanjutnya analisis kontekstual dilakukan dengan cara mendeskripsikan istilah judul, fungsi dan bentuk dari lagu The Gender in The Pratie Hole. Berdasarkan hasil analisis tersebut maka dapat dilihat secara khusus mengenai ciri khas dan karakteristik pada lagu The Gender in The Pratie Hole yang dimainkan melalui alat musik Uilleann Pipes.