cover
Filter by Year
JURNAL GEOGRAFI
Articles
254
Articles
Kajian Tingkat Pencemaran Air di Kawasan Perairan Danau Toba Desa Silima Lombu Kecamatan Onanrunggu Kabupaten Samosir

Harianja, Dedy, Damanik, Muhammad Ridha Syafii, Restu, Restu

JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 2 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.918 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Kualitas perairan Danau Toba ditinjau dari parameter fisika (suhu, kekeruhan, warna, bau dan rasa), kimia (pH, DO, BOD, COD, Amonia, Nitrat dan fosfat) dan biologi (kelimpahan fitoplankton dan indeks keseragaman) di Desa Silima Lombu Kecamatan Onanrunggu Kabupaten Samosir berdasarkan baku mutu air bersih, (2) Tingkat pencemaran perairan ditinjau dari parameter fisika dan kimia di Danau Toba Desa Silima Lombu dengan menggunakan metode Storet, (3) kualitas perairan Danau Toba ditinjau dari parameter biologi (kelimpahan fitoplankton dan indeks keseragaman) di Danau Toba Desa Silima Lombu. Lokasi penelitian berada di kawasan perairan Danau Toba Desa Silima Lombu. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2017. Populasi penelitian adalah perairan Danau Toba. Penentuan lokasi sampel dilakukan dengan cara purposive sampling dengan menentukan 3 stasiun pengambilan sampel.  Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pengukuran, teknik observasi dan teknik dokumenter, kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :  hasil pengukuran kualitas perairan Danau Toba di kawasan Desa Silima Lombu yang tergolong normal adalah suhu berkisar 240C-260C, kekeruhan 0,77 NTU-1,90 NTU, warna perairan semakin dekat keramba semakin berubah, semakin dekat dengan keramba bau dan rasa perairan terasa pekat dan bau pakan campur amis ikan, pH 8,4-8,12, DO 8,010 mg/l-8,650 mg/l, amonia 0,08 mg/l – 0,24 mg/l dan nitrat 1,2 mg/l – 5,4 mg/l, dan yang tergolong tinggi BOD 0,990 mg/l-90,76 mg/l, COD 3,093 mg/l-283 mg/l dan fosfat 0,01 mg/l- 0,21 mg/l, dan jika ditinjau dengan menggunakan metode Storet, perairan dikategorikan dikelas C (cemar sedang). Tingkat kesuburan perairan menurut kriteria Soegianto adalah eutrofik (subur) dan pengukuran tingkat pencemaran menggunakan indeks keseragaman fitoplankton adalah 1,125-2,471 termasuk dalam kategori tercemar sedang. Kata kunci : Kualitas perairan, Keramba jaring apung

Analisis Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) Guru Geografi di Kabupaten Solok, Sumatera Barat

Nofrion, Nofrion, Wijayanto, Bayu, Wilis, Ratna, Novio, Rery

JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 2 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1738.252 KB)

Abstract

Artikel ini ditulis untuk mengetahui dan menganalisis kompetensi TPACK Guru Geografi di Kabupaten Solok. Data dalam artikel ini didapatkan dari penelitian yang melibatkan 16 orang Guru yang terdiri dari data kompetensi TPACK guru dalam hal penguasaan materi, pemanfaatan media dan teknologi dalam pembelajaran serta kompotensi pedagogik yang dilihat dari dokumen perencanaan pembelajaran/RPP dan kinerja dalam pelaksanaan pembelajaran. Data didapatkan dengan Paket Soal Tes Penguasaan Materi yang valid, Lembar Observasi Pemanfaatan Media dan Teknologi dalam Pembelajaran, Lembar Observasi Pembelajaran serta Lembar Check List untuk analisis Dokumen. Data dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPACK – Content Knowledge Guru Geografi di Kabupaten Solok berada pada kategori sedang atau pada nilai rata-rata 51. Soal materi kelas X adalah soal paling sulit bagi guru. Hasil TPACK – Technology guru Geografi menunjukkan kategori sedang. Namun, terindikasi media presentasi yang ditampilkan adalah hasil modifikasi dari media yang sudah dibuat orang lain. Sedangkan TPACK – Pedagogic Guru berdasarkan kinerja  dalam pelaksanaan pembelajaran memiliki rata-rata 80,79 atau berada pada kategori sedang dengan tingkat relevansi komponen RPP dengan Standar Proses adalah 100%. Berdasarkan data di atas maka perlu diberikan pembinaan untuk meningkatkan penguasaan materi kelas X bagi guru. Lalu, pelatihan untuk merancang media presentasi pembelajaran berbasis Ms. Office Power Point dan lain-lain hasil karya sendiri serta penguatan dalam merancang RPP berdasarkan karakteristik siswa di sekolah masing-masing.Kata Kunci: Kompetensi TPACK, Pembelajaran Geografi This article was written to find out and analyze Geography Teacher’s TPACK competence in Solok Regency. The data in this article was obtained from a study involving 16 teachers consisting of teachers’ TPACK competency data in terms of materials mastery, media and technology utilization in learning and also pedagogical competence which is seen from lesson plan/RPP and performance in learning implementation. Data were obtained with valid Material Mastery Test Package, Observation Sheet of Media and Technology Utilization in Learning, Learning Observation Sheet and Checklist Sheet for Document analysis. Data were analyzed by quantitative descriptive. The results showed that TPACK - Content Knowledge of Geography Teachers in Solok Regency was in the medium category or in the average score of 51. The question of class X materials is the most difficult thing for teachers. The result of TPACK – Technology of Geography teacher shows medium category. However, it is indicated that media presentation which is displayed is the result of modifications from the media that has been created by others. Moreover, TPACK - Pedagogic of teacher based on performance in learning implementation have average 80,79 or in medium category, with RPP component relevance level with Standard Process is 100%. Based on the data above, it is necessary to provide coaching to improve mastery of class X materials for teachers. In addition, the training to design their own instructional media presentation based on Ms. Office Power Point etc. and also strengthening in designing RPP based on the characteristics of students in each school.Keywords: Geography Learning, Geography Teacher, TPACK Competency

Demografi Politik Sumatera Utara: Analisis Pilihan Politik Masyarakat Berdasarkan Persebaran Penduduk, Agama dan Etnis Dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara Tahun 2018 di Kota Medan

Mukmin, Budi Ali, Damanik, Muhammad Ridha Syafii

JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 2 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.967 KB)

Abstract

Studi demografi memberikan kemudahan bagi kajian ilmu politik dalam hal pemetaan potensi diluar dari variabel non-demografi. Jika studi demografi memberikan data kuantitatif yang berkaitan tentang jumlah populasi penduduk, golongan usia, data gender, tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan ekonomi, maka kajian ilmu politik dapat menjadikan data tersebut untuk penentuan basis para pemilih yang dilihat dari jumlah penduduk, mampu mengetahui isu apa yang tepat untuk kampanye yang dilihat dari usia penduduk, kajian ilmu politik mampu mengemas isu kampanye yang tepat jika dapat dilihat dari tingkat pendidikan dan pendapatan ekonomi. Demografi politik di Sumatera Utara pada pilkada Sumatera Utara tahun 2018 menyuguhkan data yang menarik untuk dianalisis. Kota Medan yang dijadikan sebagai lokus kajian memberikan sinyalemen bahwa pola persebaran penduduk yang berdomisili pada masing-masing Kecamatan di Kota Medan tidak bisa dianggap sebagai pola domisili biasa. Jika ditelisik lebih jauh pola pemukiman penduduk di Kota Medan ternyata telah membentuk pola pemukiman yang dihuni berdasarkan kesamaan agama, kesamaan etnis, dan kesamaan asal daerah pada masing-masing Kecamatan. Hal ini tampaknya berimplikasi terhadap pilihan-pilihan politik yang diambil oleh penduduk di Kota Medan dalam pilkada gubernur Sumatera Utara dimana isu agama, isu etnisitas dan isu-isu ke-daerahan ‘putra daerah’ menjadi vote getter untuk meraih tampuk kekuasaan. Kata kunci: Demografi Politik, Vote Getter, Pemilihan Kepala Daerah

Aplikasi Data Penginderaan Jauh Untuk Kajian Kondisi Eksisting Ekosistem Mangrove di Wilayah Kepesisiran Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara

Yuniastuti, Eni, Astuti, Anik Juli Dwi, Nurwihastuti, Dwi Wahyuni

JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 2 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.734 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kepesisiran Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting, mengetahui indeks keanekaragaman, dan mengetahui agihan ekosistem mangrove yang tumbuh di wilayah kepesisiran Kecamatan Pantai Labu. Penelitian ini menggunakan metode survei. Metode pengumpulan data dengan sampling serta metode analisisnya secara kualitatif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh ekosistem mangrove yang terdapat di daerah penelitian. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling untuk penentuan transek garis dan petak contoh (transect line plot). Teknik pengumpulan data meliputi analisis data sekunder, observasi, dan perhitungan langsung di lapangan. Variabel penelitian ini meliputi kerapatan (densitas), kekerapan (frekuensi), luas penutupan (coverage), indeks nilai penting (importance value index), indeks dominasi (index of dominance), dan indeks keanekaragaman (diversity). Teknik analisis hasil menggunakan analisis spasial dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kondisi eksisting ekosistem mangrove yang terdapat di Kecamatan Pantai Labu berdasarkan hasil interpretasi visual citra Google Earth Tahun 2015 sebesar 517,95 ha. Keanekaragaman vegetasi mangrove di Kecamatan Pantai Labu memiliki indeks keanekaragaman H’ < 1,0. Artinya keanekaragaman mangrove di Kecamatan Pantai Labu masih rendah, miskin, produktivitas sangat rendah sebagai indikasi adanya tekanan yang berat, dan ekosistem tidak stabil. Spesies mangrove yang terdapat di Kecamatan Pantai Labu meliputi Avicennia sp (api-api), Rhizophora sp (bakau), Sonneratia sp (pedada), Bruguira sp, dan Xylocerpus sp (nyirih). Persebaran dan agihan ekosistem mangrove di Kecamatan Pantai Labu berada di sepanjang tepi pesisir yang meliputi Desa Sungai Tuan dengan luas 128,58 ha, Desa Bagan Serdang dengan luas 78,75 ha, Desa Regemuk dengan luas 33,50 ha, Desa Pantai Labu Pekan dengan luas 15,85 ha, Desa Paluh Sebaji dengan luas 73,48 ha, dan Desa Denai Kuala dengan luas 187,79 ha.Kata Kunci: ekosistem mangrove, wilayah kepesisiran, Google Earth

Kajian Ekosistem Hutan Mangrove di Muara Sungai Batang Manggung Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman Provinsi Sumatera Barat

Suryani, Novelisa

JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 2 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.885 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk : (i) mengkaji karakteristik vegetasi dan  kerusakan ekosistem hutan mangrove, dan (ii) mengkaji kondisi fisik-kimia ekosistem hutan mangrove. Metode perolehan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data karakteristik vegetasi diperoleh melalui metode transek dan petak contoh. Data ini dijadikan acuan dalam menentukan tingkat kerusakan ekosistem mangrove. Kondisi fisik-kimia diperoleh melalui pengukuran lapangan dan analisis laboratorium.Hasil penelitian menunjukkan INP paling tinggi untuk tingkat pohon terdapat pada  Xylocarpus rumphii (133,8%), yang dijumpai di Stasiun I. Spesies yang umumnya mendominasi pada tingkat pancang yaitu Sonneratia caseolaris, dengan INP 46,19% pada Stasiun III, sedangkan mayoritas spesies pada tingkat semai dan tumbuhan bawah yaitu Rhizophora mucronata, dengan INP 66,32% pada Stasiun II. Ekosistem mangrove untuk tingkat pohon termasuk dalam kategori rusak, dengan penutupan < 50% dan kerapatan < 1000 pohon/ha. Sementara, pada tingkat pancang, semai dan tumbuhan bawah, termasuk dalam kategori baik dengan kerapatan individu >1500 pohon/ha. Kondisi pH perairan dan suhu udara kurang mendukung untuk perkembangan dan pertumbuhan vegetasi mangrove, sedangkan parameter lain memiliki kondisi yang sudah sesuai.Kata kunci: ekosistem mangrove, fisik-kimia, INP, karakteristik vegetasiThis study aims to : (i) examined vegetation characteristic and the damage degree of mangrove ecosystems, (ii) examined the physical-chemical condition of mangrove ecosystems, and (iii) analyse the used of mangrove for environment and communities. This research is conducted in the surroundings mouth of Batang Manggung River, Pariaman Utara Subdistrict, Pariaman City. The sampling technique is purposive sampling. Vegetation characteristic data obtained trough line transect and plot sampling. This data is used to be reference in determine the damage degree of mangrove ecosystems. Physical-chemical data obtained trough field measured and laboratorium analysis. The results show that the value of INP at highest rate for tree level was Xylocarpus rumphii (133,8%) at Stasiun I. The most dominated species for sapling is Sonneratia caseolaris, which 46,19% of INP at Stasiun III. The seedling and herbs dominate with  Rhizhophora mucronata, which 66,32% of INP at Stasiun II. The tree level include in damage category, which < 50% covered area and the density <1000 tree/ha. For sapling, seedling and herbs include in good category, which density was >1500 tree/ha. The water pH and air temperature had less support in extent and growth of mangrove, while the other parameter had suitable. Keywords: mangrove ecosystems, physical-chemical, vegetation charactersitic, IVI

Tingkat Kesiapan Masyarakat Lokal Terhadap Pengembangan Community Based Tourism (CBT) di Kabupaten Samosir

Sugiharto, Sugiharto, Delita, Fitra, Sidauruk, Tumiar

JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 2 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.337 KB)

Abstract

Kabupaten Samosir memiliki potensi besar dalam industri pariwisata. Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Samosir tentunya akan berdampak pada  kehidupan masyarakat lokal terutama dibidang ekonomi, budaya (culture), sosial masyarakat dan lingkungan. Tujuan utama penelitian ini yaitu menganalisis tingkat kesiapan masyarakat lokal terhadap pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (CBT) di Kabupaten Samosir. Pengukuran kesiapan masyarakat dengan skala likert yang terbagi atas aspek perencanaan, pengelolaan dan evaluasi pengembangan wisata berbasis masyarakat. Kemudian data dianalisis menggunakan SPSS v.20 dengan alat analisis One-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan tingkat kesiapan masyarakat pada aspek perencanaan, pengelolaan dan evaluasi pengembangan wisata berbasis masyarakat di Kabupaten Samosir. Faktor utama yang mempengaruhi tingkat kesiapan masyarakat lokal dalam pengembangan CBT di Kabupaten Samosir yaitu pendidikan dan umur.Kata kunci: kesiapan masyarakat, CBT, Kabupaten Samosir

Dampak Penambangan Batubara Terhadap Kualitas Air Sungai Batang Manggilang di jorong Sebrang Pasar Kenagarian Manggilang Kabupaten 50 Kota

Rois, Mulza, Andrizal, Andrizal

JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 2 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.277 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penambangan batubara terhadap kualitas air Sungai Batang Manggilang di Jorong Sebrang Kenagarian Manggilang Kabupaten 50 Kota. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen di lapangan yang dilanjutkan dengan analisis di laboratorium. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah air Sungai Batang Manggilang yang diambil dengan cara sampling acak sederhana. Teknik pengambilan sampel adalah Sampel Komposit, Uji Coba Instrumen, Pengolahan Hasil Test. Hasil penelitian adalah (1) Kondisi Fisika (Warna, rasa, bau, kekeruhan, suhu) didaerah kenagarian manggilang yang berada dekat sungai batang manggilang sesuai dengan uji laboratorium bahwa air sungai ini tidak memenuhi syarat untuk dipergunakan oleh masyarakat yang berada di sekitar hulu sungai batang manggilang. Karena sudah tercemari oleh dengan keberadaan tambang batu bara. (2) Kondisi Kimia ( pH, Zat tersuspensi, Besi (Fe) di daerah kenagarian manggilang sebrang pasar manggilang kabupaten 50 kota tidak memenuhi syarat sesuai yang ditetapkan mentri kesehatan no 492/PER/IV/tahun 2010. Sehingga hal ini sangat membahayakan bagi masyarakat yang menggunakan langsung air Sungai Batang Manggilang untuk keperluan sehari-hari.Kata Kunci: Dampak, Pertambangan Batubara, Kualitas AirThe research aims to determine the impact of coal mining on the water quality of Batang Manggilang River in Jorong Sebrang Kenagarian Manggilang Kabupaten 50 Kota. This type of research is an experimental research in the field followed by laboratory analysis. The population and sample used are simple random sampling. Sampling technique is Composite Samples, Test Instruments, Processing Test Results. The results of the research are (1) Physical Condition (Color, taste, odor, turbidity, temperature) in manggilang kenagarian area near manggilang rod river in accordance with laboratory test that the river water is not eligible for use by people around the river upstream manggilang. Because it is contaminated by the presence of coal mines. (2) Chemical condition (pH, suspended substance, iron (Fe) in kenagarian area manggilang sebrang manggilang market 50 municipal districts do not meet the requirements stipulated health minister no 492 / menkes / Physical Condition (Color, taste, odor, turbidity, temperature) in the kenagarian manggilang area near the river manggilang rod in accordance with laboratory tests that the river water is not eligible for use by people who are in the upper river rod manggilang.Key word: Impacts, Coal Mining, Water Quality

Pengembangan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) Berbasis Project Pada Mata Kuliah Evaluasi Hasil Belajar Geografi TA 2017/2018

Wirda, Mona Adria, Rosni, Rosni, Berutu, Nurmala, Rahmad, Riki

JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 2 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.1 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) berbasis project pada matakuliah Evaluasi Hasil Belajar Geografi dengan menggunakan model ADDIE. Selain itu, juga bertujuan untuk: (1) meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada matakuliah evaluasi hasil belajar geografi TA 2017/2018, dan (2) mendeskripsikan respon mahasiswa TA 2017/2018 terhadap LKM yang telah dikembangkan. Pengumpulan data dilakukan dengan angket, tes dan lembar v­alidasi. Angket digunakan untuk mengumpulkan data respon mahasiswa terhadap penggunaan LKM di kelas A Reguler TA 2016/2017, tes digunakan untuk menilai hasil belajar mahasiswa melalui penggunaan LKS berbasis project, dan lembar validasi untuk mengukur kelayakan LKM yang dikembangkan. Validasi LKM dilakukan oleh 2 orang validator materi dan media. Indikator penilaian kelayakan LKM berupa kelayakan isi atau materi, kebahasaan, kegrafisan dan penyajian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) LKM berbasis project sangat layak digunakan (2) hasil belajar mahasiswa kelas A Reguler TA 2017/2018 mengalami peningkatan jika dibandingkan dari ketiga nilai pre-test, mid semester dan post-test, namun hasil belajar secara keseluruhan masih perlu ditingkatkan dimana dari 26 mahasiswa, hanya 15 mahasiswa yang mendapat nilai di atas KKM, (3) respon mahasiswa terhadap LKM berbasis project cukup baik. Kata kunci : Pengembangan, LKM, ADDIE, Project The purpose of this study was to develop student worksheets (MFIs) in order to evaluate project-based Geography Learning using the ADDIE development model in the academic year 2017/2018. In addition, it also aims to: (1) improve student learning outcomes in the course of evaluating geography learning outcomes in Regular Class A 2017/2018 school year, and (2) describe students responses to the developed student worksheets. Data collection was carried out with questionnaires, tests and validation sheets. The questionnaire is used to assess the student responses to the use of the worksheet, the test is used to assess student learning outcomes through the use of project-based worksheets, and validation sheets for feasibility of project-based student worksheets. Assessment of the feasibility of student worksheets is carried out by 2 material and media validators. Indicators evaluate the appropriateness of student worksheets in the form of content or material feasibility, linguistics, graphics and presentations. Data analysis was carried out in a qualitative descriptive manner. The results showed that (1) project-based student worksheets were very feasible to use %, (2) the learning outcomes of Regular Class A students in the academic year 2017/2018 had increased compared to the pre-test, semester semesters and post-test , but still not significant, where out of 26 students, only 15 students scored more than 80 Minimum Completeness Criteria - KKM, (3) student responses to project-based student worksheets were good.Key words: Development, LKM, ADDIE, Project

Potensi Ekowisata Bahari Pulau-Pulau Kecil di Kabupaten Halmahera Selatan

Umar, Muhammad Agus

JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 2 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.807 KB)

Abstract

Ekosistem pesisir memiliki potensi yang besar dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kegiatan pariwisata yang dapat dikelola dengan konsep ekoswisata. Dalam konsep ekowisata, wisata yang dilakukan dalam konteks ini memiliki bagian yang tidak terpisahkan dengan upaya-upaya konservasi, pemberdayaan ekonomi lokal dan saling menghargai perbedaan kultur atau budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekowisata bahari di pulau-pulau kecil yang terdapat di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan dan mengetahui aspek yang menjadi kekuatan untuk nantinya dapat dikembangkan sebagai kawasan ekowisata bahari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan penentuan titik stasiun secara purposive sampling. Hasil penelitian diperoleh nilai Indeks Kesesuaian Wisata pada stasiun I dan II masing-masing 87,14% dan 88,57%. Penilaian mengenai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, pengembangan potensi pantai dinilai dari hasil pengamatan di lokasi penelitian, wawancara dan kuesioner. Pantai Pulau Sali dan Daga Besar di gugusan kepulauan Widi memiliki potensi sebagai kawasan ekowisata bahari seperti keindahan alam yang masih asli, alami dan begitu eksotis, biota laut dan terumbu karang yang beranekeragam. Aspek kekuatan yaitu pemberdayaan  masyarakat  lokal, peningkatan fasilitas dan prasana pendukung lain.Kata kunci : Potensi, Ekowisata bahari, Pulau-pulau kecil

ANALISIS TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL AND CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) GURU GEOGRAFI DI KABUPATEN SOLOK, SUMATERA BARAT

Nofrion, Nofrion, Wijayanto, Bayu, Wilis, Ratna, Novio, Rery

JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 2 (2018): JURNAL GEOGRAFI (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Artikel ini ditulis untuk mengetahui dan menganalisis kompetensi TPACK Guru Geografi di Kabupaten Solok. Data dalam artikel ini didapatkan dari penelitian yang melibatkan 16 orang Guru yang terdiri dari data kompetensi TPACK guru dalam hal penguasaan materi, pemanfaatan media dan teknologi dalam pembelajaran serta kompotensi pedagogik yang dilihat dari dokumen perencanaan pembelajaran/RPP dan kinerja dalam pelaksanaan pembelajaran. Data didapatkan dengan Paket Soal Tes Penguasaan Materi yang valid, Lembar Observasi Pemanfaatan Media dan Teknologi dalam Pembelajaran, Lembar Observasi Pembelajaran serta Lembar Check List untuk analisis Dokumen. Data dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPACK – Content Knowledge Guru Geografi di Kabupaten Solok berada pada kategori sedang atau pada nilai rata-rata 51. Soal materi kelas X adalah soal paling sulit bagi guru. Hasil TPACK – Technology guru Geografi menunjukkan kategori sedang. Namun, terindikasi media presentasi yang ditampilkan adalah hasil modifikasi dari media yang sudah dibuat orang lain. Sedangkan TPACK – Pedagogic Guru berdasarkan kinerja  dalam pelaksanaan pembelajaran memiliki rata-rata 80,79 atau berada pada kategori sedang dengan tingkat relevansi komponen RPP dengan Standar Proses adalah 100%. Berdasarkan data di atas maka perlu diberikan pembinaan untuk meningkatkan penguasaan materi kelas X bagi guru. Lalu, pelatihan untuk merancang media presentasi pembelajaran berbasis Ms. Office Power Point dan lain-lain hasil karya sendiri serta penguatan dalam merancang RPP berdasarkan karakteristik siswa di sekolah masing-masing.Kata Kunci: Kompetensi TPACK, Pembelajaran Geografi