cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pi: Mathematics Education Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
ANALISIS BUTIR SOAL MATEMATIKA BUATAN GURU SMP NEGERI 1 MEMPURA Lestari, Ayu Dwi; Siregar, Hita Paulina
Pi: Mathematics Education Journal Vol 2 No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.183 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v2i1.2837

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidaksesuaian guru dalam menganalisis soal yang dibuat untuk tes UAS, guru masih kurang memperhatikan penyusunan alat evaluasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal tes semester ganjil kelas VIII SMPN 1 Mempura dengan cara menganilisis butir-butir soal tes semester. Metode yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif. Adapun aspek yang dinilai yaitu segi materi, konstruksi dan bahasa/budaya. Sampel penelitian ini adalah soal matematika semester ganjil kelas VIII SMPN 1 Mempura. Dari hasil analisis diperoleh bahwa yang sesuai dengan kriteria dari segi materi 100%, segi konstruksi 83,5% dan aspek bahasa 91,5%. Tim guru dan pihak sekolah maupun pihak yang terkait harus melakukan uji coba dan analisis butir soal untuk mendapatkan perangkat tes yang berkualitas, serta mempertahankan penyusunan soal ujian yang sudah baik dan berkualitas dengan berpedoman pada langkah pengembangan soal yang sesuai dengan standar dan format yang benar.
IDENTIFIKASI TINGKAT BERPIKIR KRITIS SISWA SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA MELALUI SOAL OPEN ENDED Wijayanti, Dewi; Widayanti, Evi
Pi: Mathematics Education Journal Vol 2 No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.308 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v2i1.2925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat berpikir kritis siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika melalui soal open ended. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan di kelas VIII-B yang berjumlah 24 siswa di SMP Muhammadiyah 17 Surabaya bulan mei pada semester genap tahun ajaran 2017/2018. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa: subjek S1 dapat memberikan empat jawaban yang berbeda dan benar, sehingga  berdasarkan Tingkat Berpikir Kritis siswa berkemampuan matematika tinggi termasuk dalam kategori kritis. Subjek S2 mampu memberikan tiga jawaban yang berbeda dan benar, sehingga berdasarkan Tingkat Berpikir Kritis siswa berkemampuan matematika sedang termasuk dalam kategori cukup kritis. Sedangkan Subjek S3 hanya bisa memberikan satu jawaban yang berbeda dan benar, sehingga berdasarkan Tingkat Berpikir Kritis siswa berkemampuan matematika rendah termasuk dalam kategori tidak kritis.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING DAN MODEL TALKING STICK Syafi’i, Mohamad; Fatmalawati, Kiki
Pi: Mathematics Education Journal Vol 1 No 3 (2018): October
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.666 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v1i3.2782

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dan model pembelajaran Talking Stick. Model pembelajaran Snowball Throwing merupakan model pembelajaran yang melibatkan siswa aktif dalam proses pembelajaran dengan kegiatan memberikan pertanyaan kepada siswa lain dengan cara melempar bola kertas. Model pembelajaran Talking Stick merupakan model pembelajaran dengan media tongkat, siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Penelitian ini dilakukan di SMA Asyariah Gintung, Tangerang pada bulan Maret sampai April 2017. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata hasil belajar matematika menggunakan model Snowball Throwing adalah 80,1 sedangkan rata-rata hasil belajar matematika menggunakan model Talking Stick adalah 60,83. Dalam penelitian komparasional ini, pengujian hipotesis statistik menggunakan uji – t. Hasil analisis data uji beda dua rata – rata hasil belajar matematika menggunakan uji – t diperoleh thitung = 6.712 dan ttabel = 2.002 dengan dk = 58 dan a = 0.05 Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa thitung >  ttabel yang artinya terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dan model pembelajaran Talking Stick.
Potensi Youtube Sebagai Sumber Belajar Matematika Suwarno, Muji
Pi: Mathematics Education Journal Vol 1 No 1 (2017): October
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.157 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v1i1.1989

Abstract

Perkembangan tekhnologi dan informasi yang semakin maju membuat teknologi berbasis komputer dapat diaplikasikan dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi komputer dijadikan sebagai media pembelajaran ataupun sumber belajar. Bahkan sudah banyak sumber belajar yang beredar secara online berbentuk e-learning. Sebagian besar materi pada E-learning berupa teks sehingga sulit dipahami siswa dalam mempelajari matematika karena materi matematika terdapat penjelasan langkah-langkah dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Untuk itu, sumber belajar berupa video merupakan salah satu alternatif untuk menggantikan media berbentuk teks. Video pembelajaran yang sudah dibuat dapat diunggah pada situs video-sharing seperti Youtube. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat potensi Youtube sebagai sumber belajar matematika siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan peneliti sebagai instrument utama. Peneliti menganalisis sumber belajar matematika yang diunggah beberapa saluran di Youtube dan mengadakan wawancara kepada guru pelajaran matematika dan siswa SMA tentang pendapat Youtube sebagai sumber belajar matematika. Hasil penelitian menunjukan terdapat saluran Youtube yang menyediakan sumber belajar matematika untuk dipelajari siswa sudah cukup baik dijadikan sumber belajar siswa. Berdasarkan wawancara dengan guru matematika dan siswa, Youtube bisa menjadi sumber belajar matematika yang potensial, namun ada beberapa sisi positif serta negatif yang perlu diperhatikan.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Materi Segiempat dan Segitiga Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Di SMP ISLAM Soerjo Alam Ristanty, Enny; Dinnullah, Riski Nur Istiqomah; Farida, Nur
Pi: Mathematics Education Journal Vol 1 No 1 (2017): October
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.476 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v1i1.1990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi segiempat dan segitiga terhadap pemahaman konsep matematika. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Setiap siklus terdapat 4 tahapan, yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 33 peserta didik kelas VII SMP ISLAM SOERJO ALAM. Data penelitian diperoleh dari observasi, tes, wawancara, dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi segiempat dan segitiga dapat: (1) meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik yaitu sebelum dilaksanakan tindakan nilai rata-rata peserta didik sebesar 56,3 dengan ketuntasan klasikal sebesar 12,12%, setelah dilaksanakan tindakan nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 78,6 dengan ketuntasan klasikal sebesar 72,72% pada Siklus I, dan nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 86,9 dengan ketuntasan klasikal sebesar 93,93% pada Siklus II dan (2) keterlaksanaan pembelajaran dilihat dari kegiatan guru sebesar 90% (kategori baik), kegiatan peserta didik sebesar 85% (kategori baik) pada Siklus I dan pada Siklus II keterlaksanaan pembelajaran dilihat dari kegiatan guru meningkat menjadi 96,25% (kategori baik), kegiatan peserta didik menjadi 93,75% (kategori baik).
Analisis Kesalahan Konsep Matematika Siswa dalam Menyelesaikan Soal Trigonometri Kelas X TKJ SMKN 1 Gempol Tahun Pelajaran 2016/2017 Andriani, Tifaniar; Suastika, I Ketut; Sesanti, Nyamik Rahayu
Pi: Mathematics Education Journal Vol 1 No 1 (2017): October
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.522 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v1i1.1998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan konsep matematika yang dilakukan siswa kelas X TKJ di SMK Negeri 1 Gempol dalam menyelesaikan soal trigonometri, dan sekaligus juga untuk mengetahui penyebabnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian meliputi siswa kelas X TKJ 3 di SMK Negeri 1 Gempol. Teknik pengumpulan menggunakan tes dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data hasil tes dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan konsep matematika yang sering dilakukan oleh siswa yaitu siswa tidak mampu menyajikan konsep dalam berbagai representasi matematis. Diketahui penyebabnya adalah dikarenakan faktor internal dari siswa seperti pemahaman siswa yang masih kurang, lupa konsep yang sudah diajarkan dan lain-lain.
Pengaruh Model Pembelajaran Quantum Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII SMP PGRI 02 Ngajum Riati, Titik; Farida, Nur
Pi: Mathematics Education Journal Vol 1 No 1 (2017): October
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.222 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v1i1.1999

Abstract

Tujuan utama dari pengajaran matematika adalah untuk membekali siswa dengan kemampuan berfikir kritis, logis, sistematis dan memiliki sikap objektif serta disiplin dalam memecahkan suatu permasalahan matematika. Pemecahan masalah merupakan kompetensi strategi yang ditunjukkan siswa dalam memahami, pendekatan dan strategi pemecahan masalah, serta penyelesaian model untuk menyelesaikan masalah. Model pembelajaran quantum learning merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika, yang mengedepankan unsur-unsur kebebasan, santai, menyenangkan, dan menggairahkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran quantum learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP PGRI 02 Ngajum. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Penelitian ini dilakukan SMP PGRI 02 Ngajum. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII dan sampel penelitian ini yaitu kelas VIII A sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelompok kontrol yang masing-masing berjumlah 19 siswa. Kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan model quantum learning sedangkan kelompok kontrol menggunakan pendekatan konvensional. Pengukuran kemampuan pemecahan masalah matematika dilakukan dengan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah berbentuk uraian yang harus diselesaikan dengan langkah-langkah pemecahan masalah menurut Polya. Berdasarkan pengolahan data dan analisis data dengan menggunakan uji hipotesis diperoleh thitung = 3,446 > ttabel = 2,028, maka H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran quantum learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP PGRI 02 Ngajum pada pokok bahasan SPLDV.
Aplikasi Pewarnaan Titik pada Graph dalam Pembuatan Jadwal Pelajaran Maarif, Safiil
Pi: Mathematics Education Journal Vol 1 No 1 (2017): October
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.186 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v1i1.2001

Abstract

Membuat jadwal pelajaran merupakan salah satu tugas yang harus dikerjakan oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum setiap awal tahun pelajaran. Pembuatan jadwal akan menjadi masalah ketika jadwal yang disusun tidak dapat diselesaikan sebelum kegiatan efektif sekolah. Selama jadwal pelajaran belum selesai disusun maka kegiatan belajar mengajar di sekolah kurang efektif. Jadwal yang dibuat pada awal tahun pelajaran harus bersifat efektif agar tidak terjadi perubahan-perubahan jadwal yang memiliki banyak kendala seperti menyesuaikan hari dengan permintaan guru dan lain sebagainya. Untuk mengatasi permasalahan dalam pembuatan jadwal, salah satu solusi yang bisa digunakan yaitu menggunakan pewarnaan titik pada graph. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan aplikasi pewarnaan titik pada graph dalam membuat jadwal pelajaran di MTs Al-Hikmah Janti Jogoroto Jombang. Jenis penelitin ini adalah penelitian kualitatif. Intrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama dan pedoman dokumentasi sebagai instrumet pendukung. Analisis data yang peneliti gunakan adalah Membuat simbol warna untuk masing-masing mata pelajaran, Membuat graph yang titiknya sudah diwarnai sesuai dengan simbol warna yang disepakati dibuat mulai hari Senin sampai dengan Sabtu, Membuat jadwal pelajaran sesuai dengan graph yang telah dibuat. Cara mengaplikasikan pewarnaan titik pada graph dalam pembuatan jadwal pelajaran adalah buatlah simbol warna dari masing-masing mata pelajaran, buatlah graph mulai dari hari Senin sampai dengan Sabtu sedemikian hingga setiap titik yang berhubungan langsung mendapatkan warna (sesuai dengan simbol warna yang telah dibuat dari masing-asing pelajaran) yang berbeda. Banyaknya titik pada graph disesuaikan dengan banyaknya mata pelajaran yang dipelajari mulai dari jam 07.00 – 12.50.
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Cerita di SMAN 6 Malang Linola, Delima Mei; Marsitin, Retno; Wulandari, Tri Candra
Pi: Mathematics Education Journal Vol 1 No 1 (2017): October
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.991 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v1i1.2003

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita di SMAN 6 Malang. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA 4. Indikator yang digunakan untuk menganalisis kemampuan penalaran peserta didik antara lain (1 ) melakukan manipulasi matematika, (2) menyusun bukti dan memberikan alasan terhadap kebenara solusi, (3) menyajikan pernyataan matematika secara tertulis, diagram, dan gambar, dan (4) menarik kesimpulan pernyataan secara logis. Teknik pengumpulan data terdiri dari tes tertulis dan wawancara. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa kemampuan penalaran matematis peserta didik kelas XI MIPA 4 SMAN 6 Malang dalam menyelesaikan soal cerita tergolong tinggi. Peserta didik dengan kemampuan penalaran kategori rendah sebanyak 4%, peserta didik dengan kemampuan penalaran kategori sedang sebanyak 32%, dan peserta didik dengan kemampuan penalaran kategori tinggi sebanyak 64%
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DARI KONKRIT KE ABSTRAK DALAM MEMBANGUN KONSEP DASAR GEOMETRI BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Kholiyanti, Arni
Pi: Mathematics Education Journal Vol 1 No 2 (2018): April
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.967 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v1i2.2322

Abstract

Sebagai seorang pendidik, kita berusaha untuk meningkatkan kualitas dalam mengajar dan memastikan bahwa kita menguasai bidang studi yang akan diajarkan kepada anak didik. Sebelum kita mengajarkan matematika, kita harus berusaha membuat anak didik menyukai pelajarannya sehingga mereka akan bersemangat dalam belajar. Belajar matematika di dalam kelas tidak selalu menyelesaikan operasi bilangan atau menyelaikan masalah matematika. Untuk membuat matematika menarik, kita harus membuat anak-anak tertarik untuk belajar matemaika. Salah satunya adalah menggunakan manipulatif. Salah satu manfaat penggunaan manipulatif adalah untuk membuat mereka lebih mudah membangun konsep matematika sehingga bisa meningkatkan kemampuan berpikir logis dalam menyelesaikan suatu masalah. Mereka akan terbiasa membuat hubungan antara benda-benda manipulatif tersebut dan diubah kedalam simbol-simbol matematika dalam menyelesaikan suatu masalah. Belajar matematika menggunakan manipulatif dapat membantu anak-anak dalam membangun konsep dasar matematika dan bagaimana mereka mengaplikasikan pengetahuan mereka di kehidupan sehari-hari. Kognitif psikologi telah mendeskripsikan beberapa langkah cara terbaik dalam mengembangkan pengalaman belajar matematika. Pertama adalah membangun konsep dasar matematika dengan menggunakan manipulatif, Kedua adalah menghubungkan pengetahuannya dengan membuat notasi matematika dengan operasi matematika, dan ketiga adalah memahami dan mengaplikasikan pengetahuan mereka secara mandiri. Dari ketiga tahap ini, yang terpenting adalah ketika anak membangun konsep matematika dengan bantuan manipulatif. Jangan terlalu terburu-buru agar anak didik kita dapat menyelesaikan suatu soal matematika. Kita harus tahu bahwa anak mengerti konsep, sehingga mereka dapat menghubungkan masalah yang ada dengan simbol-simbol matematika. Hal ini membantu mereka memiliki daya ingat yang lebih lama, karena mereka akan mengingat pengalaman mereka melakukan aktivitas di kelas dan membuat mereka dengan mudah menyelesaikan masalah matematika.

Page 1 of 3 | Total Record : 29