PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran
PEMBELAJAR menerbitkan hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh pakar, pendidik, ilmuan, dan praktisi pendidikan pada bidang Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran.
Articles
32
Articles
Analisis Kebutuhan Materi Ajar Membaca BIPA A1 dengan Pendekatan Deduktif di SD DRoyal Moroco

Ningsih, Siti Ayu ( State University of Jakarta (UNJ) ) , Rasyid, Yumna ( Universitas Negeri Jakarta, Jalan Rawamangun Muka, Jakarta, Indonesia ) , Muliastuti, Liliana ( Universitas Negeri Jakarta, Jalan Rawamangun Muka, Jakarta, Indonesia )

PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 2 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) kebutuhan materi ajar membaca bagi siswa BIPA (Bahasa Indonesia Penutur Asing) tingkat A1 dengan pendekatan deduktif di Sekolah Dasar D’Royal Moroco Integrative Islamic School, dan 2) kondisi materi ajar membaca yang selama ini digunakan di sekolah tersebut. Metode penelitian yang digunakan merupakan tahapan eksplorasi dari penelitian pengembangan. Berdasarkan hasil observasi, analisis dokumen, wawancara, dan tes dapat dijabarkan bahwa sekolah tersebut belum memiliki silabus dan materi ajar khusus bagi para siswa BIPA. Sedangkan di sekolah tersebut memiliki cukup banyak siswa BIPA. Hal ini menjadikan pentingnya pengembangan materi ajar membaca BIPA tingkat A1 untuk segera dilakukan. Dalam pendekatan deduktif, materi ajar yang dikembangkan, harus memiliki urutan penyajian sebagai berikut: 1) kaidah pada bagian awal, 2) diikuti contoh-contoh relevan, dan 3) latihan yang memadai. Dalam kaitannya dengan penggunaan materi bagi siswa SD yang masih tergolong anak-anak, maka materi ajar yang dikembangkan juga harus memuat ilustrasi yang menarik.

Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV-B melalui Pemanfaatan Media Audio-Visual (Film Projector) SD Negeri Kompleks IKIP 1 Kota Makassar

Saharuddin, Alphian ( SD Negeri Kompleks IKIP I Makassar )

PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 2 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan pemanfaatan media Audio-Visual (Film Projector). Subjek penelitian berjumlah 45 siswa kelas IV-B semester Ganjil SD Negeri Kompleks IKIP 1 Kota Makassar tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian berlangsung selama 3 bulan terdiri atas dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media Audio-Visual (Film Projector) dapat meningkatkan hasil belajar IPA. Nilai rerata IPA meningkat, dari siklus pertama mencapai skor 69,93 kemudian meningkat menjadi skor 81,84 pada siklus kedua. Ketuntasan belajar secara klasikal meningkat dari 58% menjadi 91%. Dengan demikian ada manfaat positif atas tindakan yang dilakukan guru berupa penggunaan media Audio-Visual (Film Projector).

Kekuatan Kognitif Siswa Tunagrahita Ringan Terhadap Kegiatan Pembelajaran Keterampilan Budidaya Hortikultura

Suryani, Ning ( Universitas Negeri Yogyakarta ) , Mumpuniarti, Mumpuniarti ( , Universitas Negeri Yogyakarta )

PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 2 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Siswa tunagrahita ringan memiliki kemampuan intelektual (kognitif) yang rendah dan mengalami hambatan perilaku adaptif. Kemampuan tersebut mempengaruhi kemampuan tunagrahita dalam bidang vokasional keterampilan pertanian budidaya hortikultura. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kekuatan kognitif anak tunagrahita ringan dalam melakukan kegiatan keterampilan budidaya hortikultura. Partisipan pada penelitian ini terdiri dari 3 siswa tunagrahita ringan dengan rentang usia 8-12 tahun. Data penelitian ini dikumpulkan melalui 3 (tiga) teknik pengumpulan data yaitu  tes, observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ni menunjukkan bahwa kemampuan kognitif anak mencapai skor tertinggi dengan nilai 7  pada konsep sains sederhana (kemampuan kognitif lengkap). Kemampuan kognitif belum lengkap dengan skor 6 pada pengetahuan bentuk geometri, pengetahuan ukuran baku/tidak baku dan pengetahuan konsep waktu, skor 5 pada kemampuan mengenal benda di sekitarnya, skor 4 pada konsep bilangan 0-50 dan kemampuan menyelesaikan masalah sederhana. Skor terendah 2 pada kemampuan pengetahuan konsep urutan  (belum memiliki kemampuan kognitif pada aspek tersebut). Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa anak tunagrahita ringan belum memiliki kognitif yang lengkap dalam kegiatan keterampilan budidaya hortikultura, sehingga membutuhkan penguatan dan latihan.

Mekanisme Pemberdayaan Masyarakat Pada Kelompok Daur Ulang Sampah Di Dki Jakarta

Hadiyanti, Puji ( Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta )

PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 2 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Konsep pengentasan kemiskinan oleh pemerintah mengalami perubahan, yakni penanggulangan kemiskinan secara terpadu dengan basis pemberdayaan masyarakat. Konsep pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat digunakan karena diyakini sumber masalah kemiskinan dan keterbelakangan adalah ketidakberdayaan. DKI Jakarta memiliki berbagai permasalahan, diantaranya adalah masalah kemiskinan dan masalah sampah yang berdampak pada degradasi lingkungan. Pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan oleh siapa saja baik secara personal, kelompok maupun masyarakat luas dan dari lembaga mana saja, termasuk Kelompok Daur Ulang Sampah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimana mekanisme yang dilakukan dalam upaya pemberdayaan masyarakat di DKI Jakarta?. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menemukan: Mekanisme dalam pemberdayaan masyarakat pada kelompok daur ulang sampah di DKI Jakarta. Penelitian ini sengaja dilakukan di kelompok daur ulang sampah berdasarkan kriteria tertentu, menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi. Sumber data diperoleh dari kelompok daur ulang sampah yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta. Analisis data melalui tahapan proses reduksi data, display data, pengambilan kesimpulan. Selama proses analisis data peneliti juga melakukan verifikasi data. Temuan penelitian menunjukkan, bahwa (1), kelompok daur ulang sampah dalam melakukan pemberdayaan masyarakat terbukti efektif meskipun tidak melaksanakan tahap seleksi wilayah. (2), mekanisme pendekatan kelompok pada Pemberdayaan Masyarakat terintegrasi dengan ESD, meskipun indikator kurikulum pelatihan dan penelitian belum ada.

Pengembangan Perangkat Evaluasi Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Pada Anak Tk Islam Al Markaz Al Islami Kelompok B Makassar

Kamar, Eka Mulyaningsih ( STKIP MUHAMMADIYAH PALOPO )

PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 2 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui gambaran analisis kebutuhan pengembangan perangkat evaluasi perkembangan bahasa anak usia dini, 2) mengetahui gambaran desain pengembangan perangkat evaluasi perkembangan bahasa anak usia dini, 3) mengetahui gambaran tingkat keterlaksanaan evaluasi perkembangan bahasa anak usia dini. Penelitian ini menggunakan model Thiagarajan dan Semmel yang dikenal dengan 4-D yaitu define (pendefinisisan), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Namun pada penelitian ini hanya mencakup 3 tahapan yakni pendefinisian, perancangan, dan pengembangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Perangkat evaluasi yang digunakan di TK Islam Al Markaz Al Islami Makassar untuk mengevaluasi seluruh aspek perkembangan anak dengan yang digunakan TK pada umumnya sama. Hanya saja proses evaluasi yang dilakukan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip evaluasi, bahkan evaluasi jarang dilakukan atau dilakukan tetapi tidak menggunakan metode, strategi maupun alat yang tepat. Selain itu tidak adanya perangkat evaluasi yang lebih khusus untuk mengevaluasi tiap-tiap aspek perkembangan, khususnya pada aspek perkembangan bahasa anak. Berdasarkan fenomena itu dilakukan analisis teoritik dan empirik sehingga disimpulkan bahwa dibutuhkan perangkat evaluasi perkembangan bahasa anak usia dini. 2) Hasil dari gambaran desain pengembangan perangkat evaluasi perkembangan bahasa anak usia dini disimpulkan bahwa desain ini dilakukan melalui beberapa tahap dimulai dari tahap penyusunan instrument, pemilihan format penilaian, menentukan landasan filosofi dan operasional didapatkan bahwa perlunya suatu buku pedoman untuk guru dalam pelaksanaan evaluasi dan perangkat evaluasi perkembangan bahasa anak. 3) Hasil dari gambaran tingkat keterlaksanaan metode pembelajaran melalui validasi ahli dan pengamatan observer diperoleh kesimpulan bahwa analisis pada angket respon guru (ARG) dan lembar pengamatan keaktifan anak (LPKA) terhadap pengembangan perangkat evaluasi berada pada kategori “baik” sedangkan hasil evaluasi perkembangan bahasa anak usia dini dalam lima kegiatan yaitu yang telah dikembangkan berada pada kategori terlihat (T).

Kemampuan Bercerita Anak Prasekolah (5-6 tahun)

Rizqiyani, Revina ( Universitas Negeri Yogyakarta ) , Azizah, Nur ( Universitas Negeri Yogyakarta )

PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 2 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to know the knowledge about the language development of preschoolers, especially in the ability to storytelling. The study involved 60 children consisting of 32 boys and 28 girls ranging in age from 5-6 years and there were 4 teachers. The method used is experiment with pretest-postest control group design. Qualitative descriptive data were obtained from teacher interviews. Quantitative data obtained from the observation sheet of storytelling ability. Children do story-telling activities using a wordless picture book for the experimental group and a picture book with text for the control group. This research reveals that with a wordless picture book is more effective to improve the ability to tell the story of preschoolers than the story books in general. Children are more adept at choice of words and gestures through the images they see.  

Peseptual Motor Disabilitas Kecerdasan Pada Keterampilan Activity Of Daily Living

Sulistyaningrum, Noorita Dwi ( Universitas Negeri Yogyakarta )

PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 2 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aims to determine and describe the power of the perceptual motor in students with intellectual disabilities in skills activity of daily living (ADL). Research methods used is descriptive study with quantitative approach. The data in this study were collected through 3 (three) data collection techniques namely test, observation, and interview. Participants in this study consisted of 2 students with grade 2 SDLB intellectual disabilities with an age range of 8-12 years. The results obtained from this study indicate that perceptual motors in students with intellectual disabilities for activity of daily living (ADL) skills are still incomplete, requiring practice for ability perceptual motor. This is evidenced, from the results of perceptual motor for self-construction skills wearing buttoned clothes of 4.5 (perceptual motor is not yet complete), wearing socks of 5 (perceptual motor is complete) and wearing shoes of 4 (perceptual motor is not yet complete). Based on the results of the study, the overall score of 4.5 is categorized as having ability perceptual motor is not yet complete, thus requiring various exercises to have the power perceptual motor

Gangguan Emosional Anak Akibat Tayangan Misteri Televisi (Studi Kasus Pada Anak Usia 2-11 Tahun)

Musfira, Musfira ( Universitas Muhammadiyah Makassar )

PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 2 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aims to: (1) understand the emotional disturbance experienced by children aged 2-10 years old because they often watch a mystery program an television, (2) understand the physical problems experienced by children aged 2-10 years old as a result of emotional disturbance because the frequently watch mystery television program.This research is a qualitative research with case study method with three children with different age classifications as research subject. Two children are from pre-operational phase and a child from the concrete operational phase. The data collection techniques used in this research are observation, interview and documentation.The results provide conclusion that the emotional distress experienced by children (2-10 years old) is whyny, often delirious, coward and always felt overshadowed, not independent, and fear of certain animals and thus affects his physical with the chest thumping, trembling and cold sweat and stamina of his body became weak, so vulnerable to disease. Emotional disturbances experienced by each child depend on the intensity of children watching mystery program in the mystique level contained in those program

Penerapan Bimbingan Kelompok Terhadap Pencapaian Tugas Pekerjaan Bimbingan Sosial Pada Siswa Di SMA Negeri 1 Barru

Anuar, Arman Bin

PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 2 Nomor 1 April 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.066 KB)

Abstract

The problem in this thesis is whether there is influence of the implementation of group guidance to the achievement of social work guidance tasks in adolescents in SMA Negeri 1 Barru? As for the purpose is to know the influence of the implementation of group guidance on the achievement of the task of youth social counseling in SMA Negeri 1 Barru. This research is quantitative research, with population as many as 839 respondents, while the sample is 84 respondents obtained by random sampling technique, while the data collection instruments used are questionnaires and documents, while data analysis techniques using the formula percentage. The result of the research shows that the regression line formed is y = 2.22 + 0.786X while to test the significant effect or not, this research is F test which the result is Fhitung 933,7994 while Ftabel is 3,96. Based on the results of the study it can be concluded that there is a significant influence between the implementation of group guidance on the achievement of social guidance work on SMA Negeri 1 Barru.

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Sistem Koloid SMAN 4 Bantimurung Maros

Inapi, Muhlis Lakkas ( UNIVESITAS NEGERI MAKASSAR )

PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 2 Nomor 1 April 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.11 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh model pembelajaran kooperatif  terhadap motivasi belajar (2) pengaruh model pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar (3) hubungan antara motivasi dengan hasil belajar yang dibelajarkan dengan menggunakan model pemebealajaran kooperatif. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMAN 4 Bantimurung-Maros tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 5 kelas yang berjumlah 170 siswa. Sampel penelitian ini dipilih melalui random sampling terdiri atas 2 kelas yaitu kelas XI IPA 2 yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw  dengan jumlah siswa sebanyak 35 dan kelas  XI IPA 3 dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan jumlah siswa sebanyak 35. Instrumen dalam penelitian ini yaitu angket motivasi belajar digunakan untuk mengetahui motivasi belajar siswa pada penerapan model pembelajaran kooperatif dan butir tes hasil belajar pada penerapan model pembelajaran kooperatif. Pengujian hipotesis dilakukan dengan bantuan program SPSS 20.00 for Windows dengan menggunakan analisis Independent Samples Test.            Hasil analisis statistik deskriptif menyatakan bahwa nilai rata-rata motivasi belajar yang dibelajarkan dengan model pemebelajaran kooperatif  tipe Jigsaw dan STAD yaitu 86,63 dengan katergori sangat baik dan 84,97 dengan kategori baik, dan rata-rata nilai N-Gain hasil belajar pada model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan STAD yaitu 0,63 dan 0,35 dengan kategori sedang. Hasil analisis statistik inferensial diperoleh nilai signifikansi 0,001<0,05 untuk motivasi belajar maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya ada pengaruh model pembelajaran kooperatif terhadap motivasi belajar, nilai signifikansi 0,000<0,05 untuk hasil belajar maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya ada pengaruh model pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar, dan nilai signifikansi 0,010<0,05 untuk korelasi maka H0  ditolak dan H1 diterima artinya ada hubungan secara signifikansi antara motivasi dengan hasil belajar, nilai koefisien korelasi sebesar 0,306 dengan kategori lemah, arah hubungannya adalah positif karena nilai korelasi positif.  Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial maka dapat disimpulkan bahwa (1) ada pengaruh model pembelajaran kooperatif terhadap motivasi belajar (2) ada pengaruh model pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar (3) ada hubungan antara motivasi dengan hasil belajar pada materi sistem koloid dengan penerapan model pebelajaran kooperatif.