cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkomunikasi.untar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Komunikasi
ISSN : 20851979     EISSN : 25282727     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Komunikasi (P-ISSN: 2085-1979 and E-ISSN: 2528-2727) http://journal.untar.ac.id/index.php/komunikasi/index is a national journal published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Jurnal Komunikasi are result from research and scientific studies conduct by academics and practitioners in communication field. Jurnal Komunikasi published twice a year. First volume will be publish on Juli and second volume on December. Articles published in Jurnal Komunikasi have been trough peer-review process by reviewer. Final decision of articles acceptance will be taken by editor team.
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
Konstruksi Makna Kandidat Politik Dalam Pemilu Kepala Daerah Bagi Masyarakat Kota Bandung (Perspektif Komunikasi Politik) ARIADNE, EVIE
Jurnal Komunikasi Vol 9, No 2 (2017): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandung is the first city in Indonesia who respond to the decision of the Constitutional Court (MK), which allows candidates for district heads to be submitted individually not proposed by political parties and its implemented already in May 2008 elections. In the next period, candidates from individual lines are increasingly showing their enthusiasm, It can be seen in Bandung Mayor Elections in 2013 where four of the eight candidates who volunteered came from the individual path. The high enthusiasm of the Bandung community towards the nomination of regional heads from individual channels is an interesting phenomenon to be studied, especially from the voters’s point of view.This study aims to investigate how Bandung people interpret and construct the meaning of perseorangant candidates and how they construct the comparison between perseorangant candidates and party representative candidates in the perspective of political communication. Method used in this study is phenomenological method by conducting in-depth interview with 20 active voters from different occupation and education background in Bandung. The result indicates that informants interpret the existence of perseorangant candidates as the manifestation of genuine democracy, which based on the equality of rights and obligations of Indonesian people wherein civil people are able and allowed to nominate themselves as the district leader without have to join a political party. Moreover, being a party representative or an perseorangant one is not the primary consideration for the informants in determining their choice during the election. Informants emphasize that the worthiness of a leader shown by his characters, track record, achievements, and his social approach, not merely a party representative or perseorangant one.  Kota Bandung tercatat sebagai kota pertama di Indonesia yang pada Pemilu Walikota tahun 2008 mengimplementasikan hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membolehkan calon kepala daerah diajukan secara perseorangan (bukan diajukan oleh partai politik). Pada periode berikutnya, calon dari jalur perseorangan makin menunjukkan antusiasmenya, hal ini terlihat pada Pemilu Walikota Bandung tahun 2013 dimana empat dari delapan calon yang mengajukan diri berasal dari jalur perseorangan. Antusiasme masyarakat kota Bandung yang tinggi terhadap pencalonan kepala daerah dari jalur perseorangan merupakan fenomena yang menarik untuk dikaji, khususnya dari sudut pandang pemilih. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana masyarakat mengkonstruksi makna calon dari jalur perseorangan dan calon dari partai politik dengan menggunakan perspektif komunikasi politik. Penelitian ini menerapkan metode fenomenologi dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 10 pemilih aktif di kota Bandung dari berbagai latar belakang pekerjaan dan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan memaknai keberadaan calon dari jalur perseorangan sebagai bentuk perwujudan demokrasi yang berlandaskan pada prinsip kesamaan hak dan kewajiban bagi seluruh rakyat Indonesia, dimana seseorang bisa mencalonkan dirinya sebagai calon kepala daerah tanpa harus menjadi bagian atau kader dari partai politik tertentu. Selain itu, informan juga memaknai pencalonan dari jalur perseorangan maupun dari jalur partai bukanlah faktor yang signifikan bagi mereka dalam menentukan pilihan. Informan memandang bahwa faktor utama penentu layak atau tidaknya seseorang dipilih menjadi kepala daerah adalah karakter, prestasi dan pendekatannya terhadap masyarakat, bukan dari soal dari jalur pencalonan mana dia berasal. 
Manajemen Kepemimpinan Dan Kemampuan Berkomunikasi Kepala Sekolah Pada Kinerja Pendidik Rahmat, Abdul; Kadir, Syaiful
Jurnal Komunikasi Vol 8, No 1 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research aims at ascertaining: (1) correlation between principal’s leadership and teachers’ performance, (2) correlation between principal’s communication capability and teachers’ performance, and (3) principal’s leadership and communication capability with teachers’ performance. Population of this research is 50 teachers. Sample of this research is all of members of population consisting 50 teachers (using total sampling technique). Data collecting is conducted by distributing questionaire to all respondents. Data analysis is done quantitaively by using statistical procedure with regression formula (Product Moment). Correlations Coefficients obtained from the result of testing hypothesis shows that: (1) hypothesis 1 is accepted, meaning that there are positive correlation between principal’s leadership and teachers’ performance, with correlations coefficients rxy = 0,64, categorized into significant correlation; (2) hypothesis 2 is accepted, meaning that there are positive correlation between principal’s communication capability and teachers’ performance, with correlations coefficients rxy = 0,78, categorized into significant correlation; and (3) hypothesis 3 is accepted, meaning that there are simultanously positive correlations among principal’s leadership and principal’s communication capability with teachers’ performance, with correlations coefficients ry.12= 0,86, categorized into very significant correlation.      AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja pendidik, (2) hubungan  kemampuan berkomunikasi kepala sekolah dengan kinerja pendidik, dan (3) hubungan kepemimpinan kepala sekolah dan kemampuan berkomunikasi kepala sekolah dengan kinerja pendidik. Populasi penelitian ini sejumlah 50 orang. Sampel penelitian adalah sejumlah 50 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan uji statistik menggunakan rumus perhitungan regresi linier dan regresi berganda. Correlations Coefficients dari perhitungan statistik menunjukkan bahwa: (1) hipotesis pertama diterima, artinya terdapat hubungan hubungan kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja pendidik, dengan hasil koefisien korelasi rxy = 0,64, dengan bentuk hubungan kuat; (2) hipotesis kedua diterima, artinya terdapat hubungan kemampuan berkomunikasi kepala sekolah dan kinerja pendidik, dengan hasil koefisien korelasi rxy = 0,78, dengan bentuk hubungan kuat; dan (3) hipotesis ketiga diterima, artinya terdapat hubungan kepemimpinan kepala sekolah dan kemampuan berkomunikasi kepala sekolah secara bersama-sama dengan kinerja pendidik dengan hasil koefisien korelasi ry.12= 0,86, dengan bentuk hubungan sangat kuat/tinggi.    
Analisis Wacana Kritis Kasus Penyerangan Terhadap Jemaah Ahmadiyah di Cikeusik Sari, Wulan Purnama
Jurnal Komunikasi Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper examines the phenomenon of Ahmadiyah congregation in Indonesia which has long been a conversation for many years. The phenomenon of Ahmadiyah congregation raised in this paper is the result of news from Kompas Online media, in case of attack in Cikeusik in 2011 ago. The method used is critical discourse analysis from Theo Van Leeuwen, who sees the representation of social actors and activities displayed in a text. The representation of the actor and the social act is shown through exclusion and inclusion. The main news that became the object of analysis is the news published by Kompas Online on February 06, 2011, entitled "Thousands of Citizens Cikeusik Serang Jemaah Ahmadiyah". This study examines the use of language on the news to find what discourse is trying to be produced through the news. This study also aims to know the constellation of power in the news, how the representation of Ahmadiyah congregation groups in the news. As a result it is known that the Ahmadiyya congregation group is described as a marginal group, there is an unequal power relationship between the minority and the majority. The Ahmadiyya congregation is unfairly displayed in the discourse or in other words there is discrimination against the Ahmadiyya congregation. It is hoped that this publication will make all Indonesian citizens aware of the existence of discrimination and can be critical in facing it, especially in understanding the news about a particular case in the mass media.  Tulisan ini mengkaji fenomena jemaah Ahmadiyah di Indonesia yang telah lama menjadi perbincangan selama bertahun - tahun. Fenomena jemaah Ahmadiyah yang diangkat pada tulisan ini merupakan hasil pemberitaan dari media Kompas Online, pada kasus penyerangan di Cikeusik tahun 2011 silam. Metode yang digunakan adalah analisis wacana kritis dari Theo Van Leeuwen, yang melihat representasi aktor sosial dan kegiatan ditampilkan dalam suatu teks. Representasi aktor dan tindakan sosial tersebut ditampilkan melalui eksklusi dan inklusi. Berita utama yang menjadi objek analisis adalah berita yang diterbitkan oleh Kompas Online pada 06 Februari 2011, dengan judul “Seribuan Warga Cikeusik Serang Jemaah Ahmadiyah”. Penelitian ini mengkaji penggunaan bahasa pada berita tersebut untuk mencari wacana apa yang berusaha diproduksi melalui berita tersebut. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui konstelasi kekuatan dalam berita tersebut, bagaimana representasi kelompok jemaah Ahmadiyah dalam berita tersebut. Sebagai hasilnya diketahui bahwa kelompok jemaah Ahmadiyah digambarkan sebagai kelompok marginal, terdapat hubungan kekuasaan yang tidak imbang antara kelompok minoritas dengan kelompok mayoritas. Kelompok jemaah Ahmadiyah ditampilkan secara tidak adil dalam wacana tersebut atau dengan kata lain terdapat diskriminasi terhadap jemaah Ahmadiyah. Diharapkan dengan adanya pemberitaan ini menjadikan seluruh masyarakat Indonesia menjadi sadar akan adanya tindak diskriminasi dan dapat bersikap secara kritis dalam menghadapinya, teruatama dalam memahami pemberitaan tentang suatu kasus tertentu di media massa.
Posisi Aktor-Aktor Pasar Perangakat Lunak Komputer Indonesia: (Studi Kasus Posisi Negara Dan Masyarakat Dalam Memorandum Of Understanding Pemerintah Indonesia Dan Microsoft 2006) Pratama, Bayu Indra
Jurnal Komunikasi Vol 6, No 2 (2014): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Government of Indonesia signed a Memorandum of Understanding (MoU) with Microsoft in 2006. Society together with the House of Representatives and the Business Competition Supervisory Commission (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) rejected this MoU. The reason why they rejected this partnership because it has the potential to harm Indonesia. This agreement also shows the government inconsistency of Indonesia, Go Open Source program that have been announced previously. This study aims to determine the position and arguments between the state and the society about the Indonesia Government MoU with Microsoft in 2006. This study uses a case study method. Competition between open source software and proprietary software become the context in this study. This research was also supported by a historical review of the position of the state and society in the development of computers in Indonesia. The results from this study showed that people with the House of Representatives and the Business Competition Supervisory Commission (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) appeared as a dialectic of control of the government. It is shown by the discontinuation of the MoU in the implementation stage. Weak arguments of the government makes it difficult to continue the agreement. The society and informal institutions pressure that exist make the government do not have a reason other than not to continue the MoU.Abstrak:Pemerintah Indonesia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Microsoft pada tahun 2006. Masyarakat bersama- sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha menolak Nota Kesepahaman ini. Alasan penolakan kemitraan ini karena memiliki potensi untuk merugikan Indonesia. Perjanjian ini juga menunjukkan inkonsistensi pemerintah terhadap program Indonesia, Go Open Source yang telah dicanangkan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi dan argumen antara negara dan masyarakat tentang Pemerintah Indonesia MoU dengan Microsoft pada tahun 2006. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Persaingan antara open source sofware dan  propriertary sofware menjadi konteks dalam penelitian ini. Penelitian ini juga didukung oleh tinjauan historis posisi negara dan masyarakat dalam pengembangan komputer di Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat bersama DPR dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) muncul sebagai dialectics of control bagi pemerintah. Hal ini ditunjukkan tidak dilanjutkannya MoU pada tahap implementasi kebijakan. Pemerintah sulit untuk melanjutkan kerjasama tersebut karena argument yang dimiliki lemah. Masyarakat bersama lembaga-lembaga formal yang menekan dan membuat pemerintah tidak memiliki alasan untuk melanjutkan MoU tersebut.  
Konflik Budaya Dalam Konstruksi Kecantikan Wanita Indonesia (Analisis Semiotika Dan Marxist Iklan Pond’s White Beauty Versi Gita Gutawa) Sari, Wulan Purnama
Jurnal Komunikasi Vol 7, No 2 (2015): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study will explore the cultural conflict that is displayed in the advertisements Ponds White Beauty Gita version Velasquez with pretty white theme flushed like korea. Where this ad makes the construction of beauty in women Indonesia becomes opaque, just for the sake of following the trend that there are women in Indonesia made into a false consciousness of the concept of beauty. This research was conducted by using the method of semiotic analysis and Marxist analysis. The conclusion that can be derived from these studies is advertising Ponds creates a cultural conflict in terms of the meaning of beauty for women in Indonesia. Semiotic analysis shows that advertising Ponds White Beauty featuring stereotypes about the picture of beauty for women in Indonesia. Beautiful woman is a white female Korean people while for the people of Indonesia who have different genetic, it is becoming a benchmark that can not be equated. Ponds ad showing false consciousness, in which Indonesian women can have white skin like Korea only by using Ponds products. Based on Marxist analysis can be seen that ad Ponds is made for the benefit of the capitalists, which in this case is the product manufacturer Unilever. Unilever as capitalist menghegomoni Indonesian women to buy Ponds beauty products using advertising media to create false consciousness in the minds of Indonesian women about the picture of beauty.AbstrakPenelitian ini akan menggali konflik budaya yang ditampilkan dalam iklan Pond’s White Beauty versi Gita Gutawa dengan tema cantik putih merona seperti korea. Dimana iklan ini menjadikan konstruksi kecantikan pada wanita Indonesia menjadi buram, hanya demi mengikuti trend yang ada wanita di Indonesia dibuat menjadi memiliki kesadaran palsu akan konsep kecantikan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis semiotik dan juga analisis Marxist.  Kesimpulan yang dapat diperoleh dari studi ini adalah iklan Pond’s menciptakan konflik budaya dalam hal makna kecantikan bagi perempuan Indonesia. Analisis semiotik menunjukkan bahwa iklan Pond’s White Beauty menampilkan stereotip mengenai gambaran kecantikan bagi perempuan Indonesia. Perempuan yang cantik merupakan perempuan yang putih seperti orang Korea padahal bagi orang Indonesia yang memiliki genetik berbeda, hal ini menjadi tolak ukur yang tidak dapat disamakan. Iklan Pond’s ini menampilkan kesadaran palsu, dimana perempuan Indonesia dapat memiliki kulit putih seperti Korea hanya dengan menggunakan produk Pond’s. Unilever sebagai kapitalis menghegomoni para perempuan Indonesia untuk membeli produk kecantikan Pond’s dengan menggunakan media iklan untuk menciptakan kesadaran palsu dalam pikiran para perempuan Indonesia tentang gambaran kecantikan.
Diseminasi Informasi Terkait Pariwisata Berwawasan Lingkungan dan Budaya Guna Meningkatkan Daya Tarik Wisatawan (Studi pada Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat) Setyanto, Yugih; Winduwati, Septia
Jurnal Komunikasi Vol 9, No 2 (2017): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tourism is a huge potential owned by the regions in Indonesia. Many areas in Indonesia that actually has an interesting potential to be developed into tourism object. In order for the potential to have a selling power that attracts potential tourists to come should be disseminated information about the object. The process of information dissemination is adjusted to various things such as the intended audience and what potentials need to be known by the audience. Therefore, each local government has the authority in developing and promoting tourism potential that exists. The local government seeks the promotion of regional tourism potentials through dissemination of information to the public. Roles and functions are carried out so that the potential of tourism areas that are environmentally and culturally relevant tourism can be maximally known by the public and increase the attractiveness of tourists, especially domestic and foreign tourists. Penelitian ini merupakan studi terkait upaya diseminasi informasi di bidang komunikasi pariwisata. Pariwisata merupakan potensi yang sangat besar dimiliki oleh daerah-daerah di Indonesia. Banyak daerah di Indonesia yang sebenarnya memiliki potensi yang menarik untuk dikembangkan menjadi objek pariwisata. Agar potensi tersebut memiliki daya jual yang menarik minat calon wisatawan untuk datang harus dilakukan penyebaran informasi mengenai objek tersebut. Proses diseminasi informasi disesuaikan berbagai hal misalnya khalayak yang dituju dan potensi apa yang perlu diketahui oleh khalayak. Oleh sebab itu, masing-masing pemerintah daerah memiliki otoritas dalam mengembangkan serta mempromosikan potensi wisata yang ada. Pemda mengupayakan promosi potensi wisata daerah melalui diseminasi informasi ke publik. Peran dan fungsi tersebut dilakukan sehingga potensi wisata daerah yakni pariwisata yang berwawasan lingkungan dan budaya bisa secara maksimal dikenal oleh masyarakat dan meningkatkan daya tarik wisatawan, khususnya turis dalam dan luar negeri. 
Dinamika Ekonomi Politik Industri Penerbitan Pers Lokal: Praktek Komodifikasi Dan Spasialisasi Di Kota Kupang Gual, Yoseph Andreas
Jurnal Komunikasi Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis article moves from the reality of the life of a newspaper in the city of East Nusa Tenggara (NTT), which is in line with the changing social and political movements in Indonesia, especially from the New Orde to the Reformation. From only one newspaper then a dozen newspapers, back leaving five newspapers at last. This phenomenon leaves the question, the dynamics of what is going on there? In a communication perspective, this phenomenon can be explained by the political economy approach. Then the above phenomenon as a case of political economy approach is approached by the media, especially the commodification and spatialization by Vincent Mosco. From the search results discovered that the commodification and spatialization carried by newspapers in the city. But the practice is different from one media to another media, especially among the local newspaper that affiliated with the national media. Many local newspaper owned and managed by local communities.AbstrakArtikel ini bergerak dari realitas kehidupan surat kabar di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengalami perubahan sejalan dengan gerakan sosial politik di Indonesia terutama pada masa Orde Baru ke masa Reformasi. Dari hanya satu koran lalu menjadi belasan koran lalu kembali menyisakan lima koran. Fenomena ini menyisakan pertanyaan, dinamika apa yang sedang terjadi di sana? Dalam perspektif komunikasi, fenomena ini dapat dijelaskan dengan pendekatan ekonomi politik. Maka fenomena di atas sebagai sebuah kasus didekati dengan pendekatan ekonomi politik media terutama komodifikasi dan spasialisasi menurut Vincent Mosco. Dari hasil penelusuran ditemukan bahwa komodifikasi dan spasialisasi dilakukan oleh koran-koran di Kota Kupang. Namun prakteknya berbeda antara satu media dengan media lain terutama antara koran lokal yang berafiliasi dengan media nasional dengan koran yang murni dimiliki dan dikelola oleh masyarakat lokal.
Infografis Sebagai Media Dalam Meningkatkan Pemahaman Dan Keterlibatan Publik Bank Indonesia Arigia, Muhammad Bintang; Damayanti, Trie; Sani, Anwar
Jurnal Komunikasi Vol 8, No 2 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK:Suatu studi eksploratif mengenai penggunaan infografis sebagai media komunikasi kebijakan dapat membentuk ketertarikan situasi, pemahaman situasi, dan cara berperilaku publik non-ahli ekonomi terhadap informasi kebijakan ekonomi Bank Indonesia yang kompleks. Studi ini menggunakan metode penelitian gabungan dan konsep teori ‘Medium is The Message’ dari Marshall McLuhan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak lima belas (15) orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian dan simpulan penelitian yaitu infografis Bank Indonesia sudah cukup baik dalam membentuk ketertarikan situasional publik. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang harus diperbaiki agar dapat memaksimalkan ketertarikan publik. Pada pemahaman situasional, infografis belum mampu membentuk pemahaman publik. Permasalahan ini disebabkan oleh masih banyak terdapatnya bahasa ekonomi dan keterbatasan pengetahuan umum publik mengenai dunia ekonomi. Terakhir, cara berperilaku publik terhadap informasi ekonomi belum dapat terbentuk karena tidak tercapainya pemahaman situasional oleh publik. Meskipun begitu, publik memiliki keinginan dan harapan yang cukup baik terhadap perekonomian Indonesia.ABSTRACT:An exploratory design about the use of infographic as an communication medium can establish situational interest, situational understanding, and public behavior by non-experts towards the information of economics complex policy. This study used Mixed Methods and Medium is The Message Theory propounded by Marshall McLuhan. The sample of this study is fifteen (15) people and use purposive sampling as the sampling technique. The results and conclusions of this research shows that infographic of Bank Indonesia has been good-enough on establishing situational interest by public. However, there is still room for improvement that can optimize more public interest. In situational understanding, infographic has not been good-enough to establish situational understanding. This problem is caused by the presence of many economics terms and languages in the infographic and the limitation of economics knowledge by the public. Lastly, the public behavior towards economics information can not be established due to the unsuccessful forming of situational understanding by the public. Even so, the public still has the desire and hope towards the economics of Indonesia. The public is willing to get involved in the efforts to maintain and improve the economics of Indonesia. 
Interpretasi Tagar #Savehajilulung Di Kalangan Netizen Pengguna Twitter Tamburian, H.H Daniel
Jurnal Komunikasi Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract#SaveHajiLulung Tagar had become so phenomenal virtual world for people all over the world. This study aims to determine how the interpretation tagar #SaveHajiLulung among netizens twitter users considering the mismatch context with the content of the tweet hashtag netizen. The theory used include communication theory, mass communication, new media, social media, netizens and the theory of reputation. The method used is descriptive qualitative. The data collection techniques are interviews with key informants and users tagar #SaveHajiLulung, observation and study of literature. The results showed tagar #SaveHajiLulung interpretation is a form of sarcasm and harsh criticism against the figure of Haji Lulung. AbstrakTagar #SaveHajiLulung sempat menjadi begitu fenomenal bagi masyarakat dunia maya di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana interpretasi tagar #SaveHajiLulung di kalangan netizen pengguna twitter mengingat ketidaksesuaian konteks tagar dengan isi dari tweet netizen. Teori yang digunakan diantaranya teori komunikasi, komunikasi massa, new media, media social, netizen dan teori reputasi. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan yaitu wawancara dengan key informan dan pengguna tagar #SaveHajiLulung, observasi dan kajian pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan interpretasi tagar #SaveHajiLulung merupakan bentuk sindiran dan kritik keras terhadap sosok Haji Lulung. 
Komunikasi Keluarga Sabeulah Dalam Konteks Kesundaan (Studi Etnografi Komunikasi Tentang Komunikasi Ibu Atau Ayah Dengan Anak Di Kabupaten Ciamis) Nurhadi, Zikri Fachrul
Jurnal Komunikasi Vol 6, No 3 (2014): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research is motivated by family tendency "sabeulah" or a divorce in Kabupaten Ciamis from year to year that has increased . This increase, giving parenting patterns into two positions that children live with a mother or a father ″sabeulah″, and divorce statistics in the office of religious Ciamis district is also increasing. Based on the data obtained from the year 2009 as many as 3.751, while in 2013 to 2013 increased to 5.319. With the ethnography of communication approach, this study may reveal patterns of communication in the family ″sabeulah″ happened to mom or dad ″sabeulah″. The subjects in this study is a mother or father whose status is Randa and duda who lives with the child due to the economic problems of divorce, death, and infidelity. While the data collection techniques that is used in this study is participant observation, in-depth interviews, and study documentation. The results of this study indicate that in single parents family communication mother or father who gets priority for a child to be socialized are religious values, harmony, obedience, responsibility, discipline, respect (courtesy), achievement and honesty. Single parents family communication components that occur in the mother or father made up genre, topic, purpose, setting, participants, shape of message, the message content, sequence of actions, rules of interaction, and norms. While single parents family communication patterns that occur in the mother or the father consists of: patterns of communication about compliance, patterns of communication about expectations, patterns of communication about money management, communication patterns on the role of relatives, about the future of communication patterns, and patterns of communication on learning and experience. Single parents family communication that occurs in the mother or the father produces several perspectives such as: single parents family communication models through interpersonal communication, single parents family communication models through verbal and non-verbal symbols, models are colectivistic single parents family communication, single parents family communication models of the type seen in the face problems, single parents family communication models role in interpersonal communication perspective, the values that formed in single parents family culture, single parents family communication models about the role of extended family or relatives, single parents family communication models viewed from the perspective of symbolic interaction and communication models single parents family in perspective silih asah, asih and asuh).Abstrak:Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kecenderungan keluarga ′′sabeulah′′ atau tingkat perceraian di Kabupaten Ciamis dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Peningkatan ini, memberikan pola pengasuhan anak berada pada dua posisi yaitu anak yang hidup bersama seorang ibu maupun dengan seorang ayah sabeulah, serta angka statistik perceraian yang ada di Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Ciamis pun meningkat. Berdasarkan data yang diperoleh mulai dari tahun 2009 sebanyak 3.751 sampai dengan tahun 2013 meningkat menjadi 5.319. Dengan pendekatan etnografi komunikasi, penelitian ini dapat mengungkap pola komunikasi pada keluarga sabeulah yang terjadi pada ibu atau ayah sabeulah. Adapun subjek pada penelitian ini adalah ibu atau ayah yang berstatus randa dan duda yang tinggal bersama anak akibat perceraian masalah ekonomi, kematian, perbedaan pandangan dan perselingkuhan. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah pengamatan partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam komunikasi keluarga sabeulah pada ibu atau ayah yang mendapat prioritas untuk dapat disosialisasikan kepada anak adalah nilai religius, kerukunan, ketaatan, tanggungjawab, disiplin, hormat (sopan santun), pencapaian prestasi dan kejujuran. Komponen komunikasi keluarga sabeulah yang terjadi pada ibu atau ayah terdiri atas genre, topik, tujuan, setting, partisipan, bentuk pesan, isi pesan, urutan tindakan, kaidah interaksi, dan norma-norma. Sedangkan pola komunikasi keluarga sabeulah yang terjadi pada ibu atau ayah terdiri atas: pola komunikasi tentang kepatuhan, pola komunikasi tentang harapan, pola komunikasi tentang pengaturan uang, pola komunikasi tentang peran kerabat, pola komunikasi tentang masa depan, dan pola komunikasi tentang pembelajaran dan pengalaman. Komunikasi keluarga sabeulah yang terjadi pada ibu atau ayah menghasilkan beberapa perspektif antara lain: model komunikasi keluarga sabeulah melalui komunikasi interpersonal, model komunikasi keluarga sabeulah melalui simbol verbal dan non verbal, model komunikasi keluarga sabeulah bersifat kolektivistik, model komunikasi keluarga sabeulah dilihat dari tipe dalam menghadapi masalah, model komunikasi keluarga sabeulah tentang peran dalam perspektif komunikasi interpersonal, nilai-nilai yang terbentuk dalam budaya keluarga sabeulah, model komunikasi keluarga sabeulah tentang peran keluarga besar atau kerabat, model komunikasi keluarga sabeulah dilihat dari perspektif interaksi simbolik serta model komunikasi keluarga sabeulah dalam perspektif silih asah, asih dan asuh.