cover
Filter by Year
Jurnal Komunikasi
Jurnal Komunikasi (P-ISSN: 2085-1979 and E-ISSN: 2528-2727) http://journal.untar.ac.id/index.php/komunikasi/index is a national journal published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Jurnal Komunikasi are result from research and scientific studies conduct by academics and practitioners in communication field. Jurnal Komunikasi published twice a year. First volume will be publish on Juli and second volume on December. Articles published in Jurnal Komunikasi have been trough peer-review process by reviewer. Final decision of articles acceptance will be taken by editor team.
Articles
87
Articles
‚Äč
Analisis Video Percakapan Rini Soemarno dan Sofyan Basir di Channel Youtube (Studi Etnografi Virtual di Channel Youtube Law & Justice Berita dan Investigasi)

Rachmania, Rachmania, Prasanti, Ditha

Jurnal Komunikasi Vol 10, No 2 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This research was motivated by the rise of public discussion about the circulation of videos of the conversation between Rini Soemarno and Sofyan Basir in the YouTube Law & Justice News and Investigation channel. Researchers conducted an analysis seen from netizen comments regarding the contents of the video. The method used in this study is a qualitative method with a virtual ethnographic approach to determine the existence of video conversations of Rini Soemarno and Sofyan Basir in the YouTube Law & Justice News and Investigation channel. The main object of the study was the video of the conversation between Rini Soemarno and Sofyan Basir in the YouTube Law & Justice News and Investigation channel. Data collection techniques are carried out through participatory observation and literature studies. The results showed that netizen comments related to the contents of the video of the conversation between Rini Soemarno and Sofyan Basir on YouTube Law & Justice News and Investigation channel: 1) netizens tended to be divided into two major groups - pro against Rini Soemarno and contra to Rini Soemarno, very few netizens looked at the case is neutral; 2) netizens are still lured to vilify other netizens who have disagreements with him; 3) netizens are still provoked to use rude and disrespectful language related to their opinions; and 4) netizens who are pro and contra against Rini Soemarno trying to find a rationalization of his opinion.¬†Penelitian yang dilakukan ini dilatarbelakangi maraknya perbincangan publik tentang beredarnya video percakapan Rini Soemarno dan Sofyan Basir di channel YouTube Law & Justice Berita dan Investigasi. Peneliti melakukan analisis dilihat dari komentar netizen terkait isi video tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual untuk mengetahui keberadaan video percakapan Rini Soemarno dan Sofyan Basir di channel YouTube Law & Justice Berita dan Investigasi. Obyek utama dari penelitian adalah video percakapan Rini Soemarno dan Sofyan Basir di channel YouTube Law & Justice Berita dan Investigasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi partisipatif dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komentar netizen terkait isi video percakapan Rini Soemarno dan Sofyan Basir di channel YouTube Law & Justice Berita dan Investigasi: 1) netizen cenderung terbagi menjadi dua kelompok besar ‚?? pro terhadap Rini Soemarno dan kontra terhadap Rini Soemarno, sangat sedikit netizen yang memandang kasus tersebut secara netral; 2) netizen tetap terpancing untuk menjelekkan netizen lain yang memiliki perbedaan pendapat dengan dirinya; 3) netizen tetap terpancing untuk menggunakan bahasa kasar dan tidak sopan terkait pendapat yang disampaikannya; dan 4) netizen yang pro dan kontra terhadap Rini Soemarno berusaha untuk mencari rasionalisasi atas pendapat yang disampaikannya.

Analisis Strategi Pesan Content Marketing Untuk Mempertahankan Brand Engagement

Pandrianto, Nigar, Sukendro, Gregorius Genep

Jurnal Komunikasi Vol 10, No 2 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The use of social media as an alternative medium to communicate marketing messages is increasingly massive. In the landscape of the contemporary marketing industry that is commonly called content marketing. But the use of this medium is not always use the right strategy. The strategy in this context is content strategy. The result, this process does not show the expected results. One of them is that there is no significant brand awareness among audiences. Even though the use of marketing content appropriately can produce a very obvious engagament brand. Therefore it is always interesting to observe the content strategy used by a brand, then see if the strategy used is appropriate to the intended goal or not. Likewise with the marketing activities that Pasar Papringan tries to do through the Instagram account @PasarPapringan. In this study the author will examine the marketing content of social media Instagram accounts Pasar Papringan. The research method used in this study is qualitative research. Meanwhile, the type of research used in this study is descriptive research that systematically describes facts or characteristics of certain populations in a factual and careful manner. From here the author will see whether the social media marketing content has been produced according to its purpose or not. The results of the study show that the content strategy chosen by the Pasar Papringan account is informative only, and this not relevant to the audience. The relevance of the content will be obtained if Pasar Papringan does a deeper profiling to the audience and explore themes that are relevant to the Pasar Papringan itself, like culinary, culture, dan peoples around Pasar Papringan. Pemanfaatan media sosial sebagai medium alternatif untuk mengomunikasikan pesan-pesan pemasaran semakin masif. Dalam lanskap industri marketing kontemporer ini yang lazim disebut konten marketing. Namun pemanfaatan medium ini tidak selalu dibarengi pemilihan strategi yang tepat. Strategi yang dimaksud adalah strategi konten. Akibatnya komunikasi yang dilakukan tidak memperlihatkan hasil yang memuaskan. Salah satunya adalah tidak terlihatnya brand engagament secara signifikan. Padahal pemanfaatan konten marketing secara tepat dapat menghasilkan brand engagament yang sangat kentara. Oleh sebab itu selalu menarik untuk mengamati strategi konten yang digunakan oleh sebuah brand, lalu melihat apakah startegi yang digunakan telah sesuai atau tepat denga tujuan yang diharapkan. Begitu juga dengan aktivitas marketing yang dicoba dilakukan oleh Pasar Papringan melalui akun Instagram @PasarPapringan. Dalam penelitian ini penulis akan meneliti konten marketing media sosial akun Instagram Pasar Papringan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sedangkan, jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yang sifatnya deskriptif yang menggambarkan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu secara faktual dan cermat. Dari sini penulis akan melihat apakah konten marketing media sosial tersebut telah diproduksi sesuai tujuannya atau belum. Hasil penelitian memperlihatkan strategi konten yang dipilih oleh akun Pasar Papringan masih bersifat informatif, dan belum relevan dengan audiens. Relevansi konten akan diperoleh jika Pasar Papringan dapat melihat lebih dalam profil audiens dan mengeksplorasi tema-tema yang relevan dengan Pasar Papringan itu sendiri, seperti kuliner, kebudayaan, orang-orang yang ada di seputar Pasar Papringan.

Relasi Tingkat Kepercayaan Khalayak Terhadap Pemberitaan di Media Massa dengan Budaya Membandingkan Informasi

alamsyah, Feri ferdinan, Amaliasari, Diana, Satriani, Imani

Jurnal Komunikasi Vol 10, No 2 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The purpose of this study was to find out the characteristics of students in the city of Bogor which is a mass media audience, and to know the relation between the level of audience trust in the news in the mass media and the culture of comparing information. This study uses descriptive quantitative correlational methods. The population in this study were students who enrolled in the city of Bogor, determining the sample using incidental sampling technique. The results showed that the characteristics of the mass media audience in this study were students who were dominated by women with a ratio of 61.2 percent with 38.8 percent. Generally they (61.9 percent) are between 19 and 21 years old. Their purchasing power or pocket money a month is worth Rp. 500,000-1,000,000 with a total of 49.3 percent. Students who become respondents in this study are dominated by students from level 4 or students who study between the 7th and 8th semesters, that is, 50 percent. They generally (69.4 percent) have a cumulative index (GPA) 4. In the essence of the news indicator with knowledge, attention, and interpretation there is a real and significant relationship with a positive direction. While indicators of communicators or news deliverers with knowledge, attention, and interpretation there is no relationship, meaning that respondents do not care about the identity of the source of information they receive. Indicators of the number of news with knowledge and interpretation there is a real and very significant relationship with the direction of the relationship that is in the same direction or positive. However, there is no relationship between the amount of news and student attention in the media coverage.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik mahasiswa di Kota Bogor yang merupakan khalayak media massa, dan mengetahui relasi tingkat kepercayaan khalayak terhadap pemberitaan di media massa dengan budaya membandingkan informasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang berkuliah di Kota Bogor, penentuan sampel menggunakan teknik incidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik khalayak media massa dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang didominasi oleh kalangan perempuan dengan perbandingan 61,2 persen dengan 38,8 persen. Umumnya mereka (61,9 persen) berusia antara 19 hingga 21 tahun. Daya beli atau uang saku mereka perbulan rata-rata senilai Rp. 500.000-1.000.000 dengan jumlah 49,3 persen. Mahasiswa yang menjadi responden dalam penelitian ini didominasi oleh mahasiswa dari tingkat 4 atau mahasiswa yang berkuliah di antara semester 7 dan 8, yakni sejumlah 50 persen. Mereka umumnya (69,4 persen) mempunyai indeks prestasi kumulatif (IPK) 4. Pada indikator esensi berita dengan pengetahuan, perhatian, dan penafsiran terdapat hubungan yang nyata dan signifikan dengan arah yang positif. Sementara indikator Komunikator atau penyampai berita dengan pengetahuan, perhatian, dan penafsiran tidak terdapat hubungan, artinya responden tidak peduli dengan indentitas sumber informasi yang mereka terima. Indikator jumlah berita dengan pengetahuan dan penafsiran terdapat hubungan yang nyata dan sangat signifikan dengan arah hubungan yang searah atau positif. Namun, antara jumlah berita dengan perhatian mahasiswa dalam pemberitaan di media massa tidak terdapat hubungan.

Pengaruh Media Sosial Instagram dan WhatsApp Terhadap Pembentukan Budaya ‚??Alone Together‚?Ě

Saleh, Gunawan -, Pitriani, Ribka

Jurnal Komunikasi Vol 10, No 2 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Social media is now highly favored by many and considered quite effective by the people of Indonesia. One example taken in this study is the social media Instagram and WhatsApp, as social media is considered to affect the forms of activity and its behavior. This study aims to investigate the influence of social media Instagram and WhatsApp against the cultural establishment "Alone Together" at the University of Riau by using the theory of SOR (Stimulus-Organism-Response) as its foundation. This study uses a quantitative research in which data was collected through questionnaires distributed to 100 respondents who are students at the University of Riau by category determined by accidental sampling, and analyzed by simple linear regression program helped IBM SPSS version 20.0. This study examined whether or not the influence of indicators of variable X (Social Media Instagram and WhatsApp) to variable Y (culture Alone Together). Technology to fill the void and satisfaction with technology. Based on the results obtained through the SPSS 20.0 correlation coefficient of 0.403, 0.403 value lies between the value of 0,40-0.599 that was meaningful relationships, meaning that there is the influence of social media Instagram and WhatsApp against the cultural establishment in Riau University Alone Together with the effect of 16.3%, while the remaining 83.7% is influenced by other variables.¬†¬†Media sosial saat ini sangat digemari oleh berbagai kalangan dan dianggap cukup efektif oleh masyarakat Indonesia. Salah satu contoh yang diambil dalam penelitian ini adalah media sosial Instagram dan WhatsApp. Adapun media sosial ini dinilai dapat mempengaruhi bentuk aktifitas, dan perilaku penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial Instagram dan WhatsApp terhadap pembentukan budaya ‚??Alone Together‚?Ě di Universitas Riau dengan menggunakan teori S-O-R (Stimulus-Organisme-Response) sebagai landasannya. Penelitian ini menggunakan metode riset kuantitatif dimana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden yang merupakan mahasiswa di Universitas Riau dengan kategori yang ditentukan berdasarkan accidental sampling, dan dianalisis melalui regresi linier sederhana dibantu program IBM SPSS versi 20.0. Penelitian ini menguji ada atau tidaknya pengaruh indikator dari variabel X (Media Sosial Instagram dan WhatsApp) terhadap variabel Y (budaya Alone Together). Teknologi untuk mengisi kekosongan dan kepuasan atas Teknologi. Berdasarkan hasil pencarian melalui SPSS 20.0 maka didapat nilai koefisien korelasi sebesar 0,403, nilai 0,403 terletak diantara nilai 0,40-0,599 yaitu bermakna memiliki hubungan yang sedang, artinya terdapat pengaruh antara media sosial Instagram dan WhatsApp terhadap pembentukan budaya Alone Together di Universitas Riau dengan pengaruh sebesar 16,3%, sedangkan sisanya sebesar 83,7% dipengaruhi oleh variabel lain.

Strategi Kampanye Gubernur Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat Dalam Menghadapi Pilkada Dki Jakarta 2017

Nugraha, Rahmadya Putra, Puspitasari, Anastasya Christy

Jurnal Komunikasi Vol 10, No 2 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The selection of the 2017 DKI Jakarta governor was attended by 3 candidates, including the pair Agus Harimurti - Sylviana Murni, the pair Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat and the couple Anies Baswedan - Sandiaga Uno. Basuki Tjahaj Purnama - Djarot Saiful Hidayat is a pair of incumbent governors who again competed in this gubernatorial election. The researcher focused on research to find out how the strategy used by the incumbent governor pair in facing the 2017 DKI Jakarta gubernatorial election. In this case, the author uses the Constructivist paradigm, namely, the truth of a social reality seen as a result of social construction, and the truth of a social reality is relative. The type of research used is descriptive, which describes a social situation as it is by using a qualitative descriptive analysis method. Based on this research regarding the campaign strategy of Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat in facing the gubernatorial election, the researchers concluded that the pair Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat possessed and re-demonstrated the real program that was directly felt by the community and also maximized the entire media to socialize their upcoming programs.¬†Pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 diikuti oleh 3 pasangan calon antara lain pasangan Agus Harimurti ‚?? Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama ‚?? Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan ‚?? Sandiaga Uno. Pasangan Basuki Tjahaj Purnama ‚?? Djarot Saiful Hidayat adalah pasangan gubernur petahana yang kembali bersaing dalam pemilihan gubernur ini. Peneliti memfokuskan penelitian untuk mengetahui bagaimana strategi yang digunakan oleh pasangan gubernur petahana dalam menghadapi pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 ini. Dalam hal ini, penulis menggunakan paradigma Konstruktivis yaitu,¬† kebenaran suatu realitas sosial dilihat sebagai hasil konstruksi sosial, dan kebenaran suatu realitas sosial bersifat relatif.¬† Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif, yang menggambarkan suatu keadaan sosial secara apa adanya dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian ini mengenai strategi kampanye Basuki Tjahaja Purnama ‚?? Djarot Saiful Hidayat dalam menghadapi pemilihan gubernur, maka peneliti membuat kesimpulan bahwa pasangan Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat memiliki dan menunjukkan kembali program nyata yang sudah dirasakan langsung oleh masyarakat dan juga pasangan ini memaksimalkan seluruh media untuk mensosialisasikan program mereka yang akan datang.

Teknologi Komunikasi Informasi Untuk Peningkatan Kesadaran Publik Pada Organisasi Sosial

Candraningrum, Diah Ayu

Jurnal Komunikasi Vol 10, No 2 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

In todays digital era, the need for social media use to achieve goals must be understood, no exception for social organizations. One of them is the Breastfeeding Mothers Association (AIMI), West Sumatra Province. The AIMI branch of the City of Padang also has to socialize the campaign program and policies of its parent organization. But the problem faced is that not all members understand the use of social media to disseminate information and gain public sympathy. Therefore, the problem raised in this research is how the use of AIMIs West Sumatra social media as part of its personal branding strategy, to increase public brand awareness. The theory used is the Personal Branding Theory. The research itself was conducted through a descriptive qualitative research approach with interview techniques, combined with data collection by distributing e-questionnaires to 20 AIMI Padang members and 5 external parties. The result, it is known that the level of understanding of AIMI members in the use of social media to increase public awareness is still lacking, so that an understanding of the use of comprehensive information communication technology is needed.¬†Di era digital saat ini, kebutuhan akan penggunaan media sosial untuk mencapai tujuan harus dipahami caranya, tak terkecuali bagi organisasi sosial. Salah satunya Asosiasi Ibu Menyusui (AIMI) Provinsi Sumatra Barat. AIMI cabang Kota Padang juga harus mensosialisasikan program kampanye dan kebijakan induk organisasinya. Namun permasalahan yang dihadapi adalah bahwa tak semua anggotanya memahami penggunaan media sosial untuk menyebarkan informasi dan meraih simpati publik. Karena itu, permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana penggunaan media sosial milik AIMI Sumatra Barat sebagai bagian dari strategi personal branding‚??nya, untuk meningkatkan brand awareness masyarakat. Teori yang digunakan adalah Teori Personal Branding. Penelitian ini sendiri dilakukan lewat pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik wawancara, dikombinasikan dengan pengumpulan data dengan pembagian e-kuesioner kepada 20 orang anggota AIMI Padang dan 5 orang dari pihak eksternal. Hasilnya, diketahui bahwa tingkat pemahaman anggota AIMI dalam penggunaan media sosial untuk peningkatan kesadaran publik masih kurang, sehingga diperlukan pemahaman tentang penggunaan teknologi komunikasi informasi yang komprehensif.¬†¬†

Strategi Humas Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Dalam Pengelolaan Jejaring Sosial

Azeem, Mohammad Ribhul, toni, ahmad

Jurnal Komunikasi Vol 10, No 2 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

One Way Communication occurring at an institution the government should be changed into two way communication through media. Cooperative and Small Medium Enterprises Ministry Republic of Indonesia use social media as a means of the spread of information to interested parties. This research using the Media Richness Theory and uses Qualitative Case Study method by lifting cases of management media network happening in the society in the Division of Public Relations Cooperative and Small Medium Enterprises Republics Indonesia that has not yet been optimized. The research also use constructivism who regards paradigm of the solution of the problems faced by a solution .These are data to research for participating states in the form of observation internships and also with interviews with key informants , which are then data was compared with each other using a source of triangulation.The result of this research shows the important things can support of the effectiveness of the social media optimizations at Cooperative Small Medium Enterprises Ministry Republic of Indonesia such as management of information signs, feedback, focus development and language use. Komunikasi satu arah yang terjadi pada institusi pemerintah harus diubah menjadi komunikasi dua arah melalui media. Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia menggunakan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi kepada pihak yang berkepentingan. Penelitian ini menggunakan teori kekayaan media dan menggunakan metode penelitian studi kasus kualitatif dengan mengangkat kasus berupa pengelolaan jejaring media sosial yang terjadi di Divisi Hubungan Masyarakat Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Penelitian ini juga menggunakan paradigma konstruktivisme. Pada penelitian ini data didapatkan melalui observasi partisipan berupa kegiatan magang dan wawancara dengan key informant, kemudian data tersebut dibandingkan satu sama lain menggunakan triangulasi sumber. Hasil yang didapat dalam penelitian ini menggambarkan bahwa pentingnya beberapa aspek yang mampu meningkatkan pengelolaan jejaring media sosial di Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia yang baik seperti pengelolaan tanda informasi, umpan balik, pengembangan fokus dan juga pemanfaatan bahasa.

Infografis Dinamis Sebagai Pengganti Peta Konvensional pada Kawasan Bermain (Studi Kasus : Dunia Fantasi)

Valentina, Anny, Andrew, Richard

Jurnal Komunikasi Vol 10, No 2 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

A map that was originally used as a hint tool to visit a new area or environment, especially if the area visited is wide enough. Start from visiting the new city to the play area. Dunia Fantasi (Dufan) is a large playing area. Until now Dufan provides a map of the area in the form of brochures and standing maps in the play area. With the advancement of technology today is very possible if Dufan can make the navigation system map of its region in digital form. As is known today human habits have changed a lot, because it is very likely to move the map from manual to digital system will be preferred by consumers. Map of digital form because it is considered more practical and easy, especially if the form of dynamic infographic. Infographics itself is a collection of information with the help of images, dynamic use can be interpreted with the addition of motion elements in the map. Using data collection techniques in the form of direct observation and interview. The target of the research is for Dufan visitors covering all ages, ranging from students, students and families and through this research is expected to know what information needed by visitors and media and design that is considered efficient and easy to understand, so through the media map can increase consumer satisfaction.  Peta yang pada awalnya digunakan sebagai alat bantu petunjuk untuk mengunjungi sebuah area atau lingkungan baru, apalagi jika area yang dikunjungi cukup luas.  Mulai dari mengunjungi kota baru hingga area bermain. Dunia Fantasi (Dufan) merupakan kawasan bermain yang cukup luas. Hingga saat ini Dufan menyediakan peta area dalam bentuk brosur dan standing map yang ada di kawasan bermain. Dengan kemajuan teknologi saat ini sangat mungkin jika Dufan bisa membuat sistem navigasi peta kawasannya dalam bentuk digital. Seperti diketahui saat ini kebiasaan manusia telah banyak berubah, karena itulah sangat besar kemungkinan perpindahan peta dari sistem manual ke digital akan lebih disukai konsumen. Peta bentuk digital karena dianggap lebih praktis dan mudah, apalagi jika berbentuk infografis dinamis. Infografis sendiri merupakan kumpulan informasi dengan bantuan gambar, pengguanaan dinamis dapat diartikan dengan penambahan unsur animasi dalam peta. Menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung dan wawancara. Target penelitian ditujukan bagi para pengunjung Dufan yang meliputi segala usia, mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan keluarga dan melalui penelitian ini diharapkan akan diketahui informasi yang apa saja yang diperlukan pengunjung serta media dan desain yang dianggap efisien dan mudah dimengerti, sehingga melalui media peta bisa meningkatkan kepuasan konsumen.

Pembentukan Harga Diri: Analisis Presentasi Diri Pelajar SMA di Media Sosial

damayanti, alfi, Purworini, Dian

Jurnal Komunikasi Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Self-presentation is a specific action of self-disclosure presenting a positive impression to others. Self-presentation is rapidly growing by the presence of various social media, esppecially Instagram. Instagram as one of social media with a various features and large user, bring major affect to teenager‚??s presentation of self in the media. This is inseparatable part of teenager process in searching their indentity. This research conducted in SMA Negeri Mojogedang by taking sample of 264 students. The data were collected by using questionnaire. It is a descriptive quantitative reaserch which uses factor data analysis. The findings of the research show that self ‚?? presentation of teenagers using Instagram media occurs in two phases, the first phase is self-concept creation, students of SMA Negeri Mojogedang try to create their thoughts and feelings in certain ways that refer to themselves as the object. These teenagers want to show their personality to the public. The second phase is self-esteem creation, this phase contains emotional feeling and self ‚?? evaluation towards the first concept they have created. Self-concept that has been created by students of state Senior High School Mojogedang in Instagram can improve their self-presentation that will build their self-esteem. In the reality, it is a fundamental that a teenager wants their presence to be recognized and to be known by public. They try to present themselves widely and passionately by showing a positive image of themselves.Presentasi diri merupakan bentuk pengungkapan diri yang spesifik untuk menunjukkan kesan positif dihadapan orang lain. Presentasi diri berkembang pesat dengan kehadiran berbagai media sosial terutama media Instagram. Instagram sebagai salah satu media sosial memberikan ruang yang cukup luas, sehingga dapat mempengaruhi perilaku presentasi diri remaja untuk menunjukkan diri mereka dihadapan khalayak luas. Hal ini tidak terlepas dari masa pencarian jati diri remaja. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri Mojogedang dengan mengambil sampel 264 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik kuesioner. Penelitian ini memiliki tipe deskriptif kuantitatif menggunakan analisis data faktor analisis.Temuan data menunjukkan jika perilaku presentasi diri remaja di media Instagram terjadi dalam dua fase, fase pertama yaitu pembentukan konsep diri, siswa SMA Negeri Mojogedang berusaha membangun totalitas pemikiran dan perasaan mereka yang mengacu pada diri sendiri sebagai objek dimana pelaku ingin memperlihatkan kepribadian mereka dihadapan khalayak luas. dan fase kedua yaitu membentuk harga diri, pada fase ini merupakan bentuk emosionnal dan evaluasi diri siswa pada konsep yang telah mereka buat. Konsep diri yang telah dibangun oleh siswa SMA Negeri Mojogedang di dalam media Instagram dapat meningkatkan perilaku presentasi diri mereka yang akan membentuk harga diri remaja tersebut. Karena pada dasarnya seorang remaja ingin diakui keberadaan mereka dihadapan khalayak luas, kemudian mereka berusaha menampilkan diri mereka secara luas dan mendalam dengan menunjukkan citra positif dalam diri mereka.

Analisis Wacana Kritis Kasus Penyerangan Terhadap Jemaah Ahmadiyah di Cikeusik

Sari, Wulan Purnama

Jurnal Komunikasi Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This paper examines the phenomenon of Ahmadiyah congregation in Indonesia which has long been a conversation for many years. The phenomenon of Ahmadiyah congregation raised in this paper is the result of news from Kompas Online media, in case of attack in Cikeusik in 2011 ago. The method used is critical discourse analysis from Theo Van Leeuwen, who sees the representation of social actors and activities displayed in a text. The representation of the actor and the social act is shown through exclusion and inclusion. The main news that became the object of analysis is the news published by Kompas Online on February 06, 2011, entitled "Thousands of Citizens Cikeusik Serang Jemaah Ahmadiyah". This study examines the use of language on the news to find what discourse is trying to be produced through the news. This study also aims to know the constellation of power in the news, how the representation of Ahmadiyah congregation groups in the news. As a result it is known that the Ahmadiyya congregation group is described as a marginal group, there is an unequal power relationship between the minority and the majority. The Ahmadiyya congregation is unfairly displayed in the discourse or in other words there is discrimination against the Ahmadiyya congregation. It is hoped that this publication will make all Indonesian citizens aware of the existence of discrimination and can be critical in facing it, especially in understanding the news about a particular case in the mass media.¬†¬†Tulisan ini mengkaji fenomena jemaah Ahmadiyah di Indonesia yang telah lama menjadi perbincangan selama bertahun - tahun. Fenomena jemaah Ahmadiyah yang diangkat pada tulisan ini merupakan hasil pemberitaan dari media Kompas Online, pada kasus penyerangan di Cikeusik tahun 2011 silam. Metode yang digunakan adalah analisis wacana kritis dari Theo Van Leeuwen, yang melihat representasi aktor sosial dan kegiatan ditampilkan dalam suatu teks. Representasi aktor dan tindakan sosial tersebut ditampilkan melalui eksklusi dan inklusi. Berita utama yang menjadi objek analisis adalah berita yang diterbitkan oleh Kompas Online pada 06 Februari 2011, dengan judul ‚??Seribuan Warga Cikeusik Serang Jemaah Ahmadiyah‚?Ě. Penelitian ini mengkaji penggunaan bahasa pada berita tersebut untuk mencari wacana apa yang berusaha diproduksi melalui berita tersebut. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui konstelasi kekuatan dalam berita tersebut, bagaimana representasi kelompok jemaah Ahmadiyah dalam berita tersebut. Sebagai hasilnya diketahui bahwa kelompok jemaah Ahmadiyah digambarkan sebagai kelompok marginal, terdapat hubungan kekuasaan yang tidak imbang antara kelompok minoritas dengan kelompok mayoritas. Kelompok jemaah Ahmadiyah ditampilkan secara tidak adil dalam wacana tersebut atau dengan kata lain terdapat diskriminasi terhadap jemaah Ahmadiyah. Diharapkan dengan adanya pemberitaan ini menjadikan seluruh masyarakat Indonesia menjadi sadar akan adanya tindak diskriminasi dan dapat bersikap secara kritis dalam menghadapinya, teruatama dalam memahami pemberitaan tentang suatu kasus tertentu di media massa.