cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi)
ISSN : 22525254     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Sosiologi USK (JSU) mengundang para Dosen, Praktisi dan Peneliti untuk mempublikasikan naskahnya pada JSU yang terbit setiap bulan Juni dan Desember setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Mendamaikan Aktor dan Struktur dalam Analisis Sosial Perspektif Teori Strukturasi Antony Giddens Nirzalin, N
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.146 KB)

Abstract

Dunia keilmuan sosiologi dalam analisis-analisisnya terjerembab kedalam kebekuan teoritis. Jika tidak terperangkap ke dalam mazhab fenomenologisme maka ia terpasung dalam strukturalisme. Mazhab fenomenologisme di satu sisi menempatkan aktor sebagai dewa yang mampu mewujudkan sendiri semua tindakan-tindakannya. Maka para sosiolog yang tergabung dalam mazhab teoritis ini dalam bahasanya Weber selalu berusaha mencari motif apa dibalik tindakan aktor. Sebaliknya disisi lain penganut paham strukturalisme menempatkan aktor seperti robot yang dikendalikan oleh remote kontrol. Remote kontrol itu adalah struktur atau fakta sosial dalam bahasanya Durkheim. Aktor individu yang terpasung, tidak kreatif dan hanya bertindak berdasarkan apa yang diinginkan oleh struktur atau fakta sosial. Maka para sosiolog yang semazhab dengan strukturalisme ini dalam analisisnya terhadapfenomena sosial selalu berusaha menelusuri struktur dan norma-norma sosial seperti apa yang mempengaruhi aktor. Giddens menilai kedua mazhab ini menggunakan kacamata kuda (hanya mampu melihat satu arah) dalam analisis sosialnya. Akibatnya mereka tidak mampu memahami realitas sosial secara utuh dan komprehensif. Untuk mengatasi problem teoritis dari kedua mazhab teoritik yang dominan dalam ranah sosiologi ini, Giddens kemudian menawarkan teorinya yang dinamakan teori strukturasi. Apa itu teori strukturasi?. Bagaimana kerangka epistemologi teori ini dalam memahami realitas sosial?. Kedua pertanyaan itulah yang akan dijawab dan dikupas dalam tulisan ini. Kata Kunci : Strukturasi, Fenomenologisme, Strukturalisme
Waste Management Based On Women's Empowerment In Air Lintang Sub District Muara Enim Lidya, Eva; Sartika, Diana Dewi; Isyanawulan, Gita
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 11, No 1 (2017): Perkembangan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.776 KB)

Abstract

This research is intended to describe waste management based on women’s empowerment in Air Lintang Sub District, Muara Enim Regency. It is a qualitative research. The techniques of collecting the data are in-depth interview, observation and documentation. Data analysis is conducted through reduction, data display and conclusion. The research of this study showed that there were three main aspects in general; they are a) Capacity Building, b) Cultural Change, and c) Structural adjustment. The form of capacity building are waste management and improvement of management skills. While, the cultural change, that is to change the mindset of disgusting garbage into high economic value. Structural adjustment is about the policy aspect that support the waste management based on women’s empowerment. The three aspects included on waste management based on women’s empowerment in Air Lintang Sub District. This description can be used as a model for waste management in other areas. Keywords : waste management, women’s empowerment
Sosiologi Bencana: Sebuah Refleksi Pasca Gempa dan Tsunami di Aceh Saputra, Akmal
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 9, No 1 (2016): Politik dan Perubahan Sosial
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.532 KB)

Abstract

Tulisan ini berangkat dari sebuah pengalaman dan pengamatan panjang penulis terhadap apa yang telah terjadi di Aceh pasca gempa dan tsunami tahun 2004. Penulis mencoba merefleksikan kembali sebagai upaya untuk “melawan lupa” apa yang sesungguhnya telah terjadi di Aceh, sekalipun tulisan-tulisan tentang gempa dan tsunami Aceh telah banyak ditulis oleh para akademisi dan praktisi, namun penulis menilai tulisan tentang gempa dan   tsunami   Aceh   masih   layak   dikaji   untuk   pengembangan   ilmu pengetahuan khsususnya bidang sosiologi. Adapun yang menjadi kajian dalam tulisan ini adalah: Pertama, membahas tentang dinamika sosial pembangunan masyarakat dan perubahan sosial. Kedua, Kritik terhadap pembangunan pasca gempa dan tsunami Aceh. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat yang telah dilakukan pasca gempa dan tsunami   selain   memberikan   manfaat,   namun   juga   berdampak   pada perubahan perilaku masyarakat, misalnya ketidak-jujuran penerima manfaat, ketergantungan penerima manfaat terhadap bantuan, nilai-nilai kebersamaan dan   kegotong-royongan  menjadi   pudar.   Perubahan-perubahan   lainnya adalah  mempengaruhi  pada  pengamalan  agama,  kehidupan  sosial,  gaya hidup westernisasi dan perubahan pola pikir masyarakat, perubahan- perubahan pada arah positif juga terjadi, misalnya masyarakat mendapatkan pendidikan  nonformal  melalui  berbagai  program  pembangunan  pasca gempa dan tsunami. Motivasi pemuda untuk melanjutkan studi jenjang yang lebih tinggi, karena begitu banyak beasiswa dan juga peluang kerja yang terbuka lebar. Tulisan ini juga memberikan kritik pada program-program pembangunan yang dilakukan pasca gempa dan tsunami, kritik yang diberikan adalah pada tahap perencanaan dan pelaksanaan, selain itu tulisan ini juga memberikan beberapa rekomendasi sebagai bahan evaluasi untuk menyukseskan pembangunan dimasa mendatang. Kata   kunci:   Dinamika   Sosial,   Pembangunan   Masyarakat   dan Perubahan Sosial
Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kemitraan di Desa Koloray Kabupaten Pulau Morotai Sugianto, Muchammad; Djana, Amrul; Ismail, Abdullah
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 10, No 2 (2016): Pengetahuan dan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.867 KB)

Abstract

Penelitian ini ingin menghasilkan model pengembangan desa wisata berbasis kemitraan antara masyarakat setempat dengan pemerintah desa, pemerintah kabupaten dan pengusaha pariwisata. Yaitu suatu bentuk model pengembangan pariwisata dengan memperhatikan kajian teknis tataguna ruang dan tata bangunan, pengembangan dan pemanfaatan infrastruktur pariwisata yang telah ada, dan mengembangkan kemitraan dalam usaha pariwisata secara berkelanjutan. Tujuannya untuk penataan kawasan obyek-obyek wisata di Desa Kolorai yang lebih baik, mengembangkan usaha-usaha pariwisata masyarakat setempat berbasis kemitraan dan hasil akhirnya adalah meningkatnya kepuasan wisatawan dengan indikator meningkatnya jumlah dan lama kunjungan wisatawan baik domestik maupun negara ke OTW Desa Kolorai
Elit dan Kekuasaan pada Masyarakat Desa Amin, Khairul
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 11, No 2 (2017): Pembangunan Masyarakat Desa dan Kota
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.537 KB)

Abstract

This research is a field research that tries to discribe and map social relation between society and government and how society participation to government itself. Data collected by observation, interview and document then analyzed with qualitative approach with analytical descriptive method. The results of this study indicate that the wheels government are still full of manipulation by a group of elites who with its power make society as the object of policy. The power of elite creates dominance where society does not have sufficient access to influence or feedback on government policy. This happens because the government doesn’t use democratic means, or doesn’t become a "father" for the people in organizing the government. The government is only an administrator rather than a leader so that relations and participation between the community and the government is a relationship of dominance, pseudo-participation, manipulative and co-optative. Public participation becomes negative and the deterioration of social relations is a manifestation of society's disillusionment with the elite (elite in power) and the reality is exacerbated by insensitivity and lack of government attention to the objective conditions of society.Keywords: Relation, Power, Elite, Government, Participation
Babak Baru Metode Penelitian Geografi Manusia Taher, Alamsyah
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 11, No 1 (2017): Perkembangan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.873 KB)

Abstract

Ruang lingkup kajian geografi saat ini telah mengalami persinggungan, bahkan terintegrasi dengan disiplin ilmu lain. Perubahan ini tidak saja pada materi kajian, tetapi juga telah sampai pada level paradigm. Geografi tidak lagi dimaknai sebagai ilmu tentang ruang secara fisik. Geografi adalah ilmu tentang runag secara fisik  dan  ilmu  tentang  ruang  manusia.  Kajian  geografi  tradisional telah bergeser pada isu-isu yang tidak hanya di dominasi oleh isu fisik dan maskulitas semata. Perbedaan fenomena di bidang geografi telah memungkinkan studi geografi lebih maju dan mumpuni dalam menjawab isi yang ada. Berawal dari berbagai perbedaan, geografi dikenal sebagai studi yang mengkaji ketidak seimbangan suatu wilayah (spatial enevennes).Kata kunci: geografi, kajian, manusia
Dekonstruksi Makna Memakai “Boh Gaca” (Memakai Inai) Pada Masyarakat Aceh Dalam Kajian Jaques Derrida Situmeang, Marini Kristina
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 10, No 2 (2016): Pengetahuan dan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.264 KB)

Abstract

Budaya bukan merupakan suatu konsep yang statis, tetapi justru sangat dinamis. Oleh karenanya, banyak cara yang saat ini dapat dilakukan untuk kembali memahami makna-makna yang terkandung dalam suatu budaya sesuai dengan realita saat ini. Makna adalah produk dari suatu perbedaan tanda yang terkait dengan tanda-tanda lain. Makna bukan sesuatu yang terberi, melainkan konstruksi budaya dan produksi tanda-tanda secara sosial. Artinya, apabila ada perubahan sosial budaya, maka makna akan berubah sesuai dengan kepentingan para pemakna secara interpretatif. Dekonstruksi dalam hal ini oleh penulis merupakan pembongkaran terhadap budaya serta makna “boh gaca” (memakai inai) dengan cara membaca kehidupan yang orisinil. Pemaknaan baru yang dimunculkan adalah makna yang dibaca kembali berdasarkan eksistensi yang nyata dan sesuai dengan fakta yang mengalami perubahan secara terus- menerus. Menganalisis sebab terjadinya dekonstruksi makna memakai Boh Gaca, mengacu  pada  pandangan  Derrida  yang  memandang  (mengabstraksikan)  realitas sebagai realitas ciptaan (produksi, konstruksi) atau diciptakan kembali (reproduksi, rekonstruksi).  Dalam  istilah  “dekonstruksi”  realitas  itu  adalah  suatu  konstruksi realitas  baru  sebagai  hasil  dari  konstruksi  realitas  sebelumnya  yang  telah  di dekonstruksi. Kajian yang dilakukan dengan menggunakan metode library ini merupakan kajian Dekonstruksi yang terjadi atas makna memakai boh gaca melalui pembacaan ulang atas teks budaya yang disebabkan oleh fenomena. Fenomena pemakaian boh gaca saat ini telah menggeser makna filosofis boh gaca menjadi alat ekonomi melalui pengembangan budaya tata rias. Kata kunci: Dekonstruksi, Makna, Boh Gaca
Dialektika Wali Nanggroe: Perjuangan Dan Perdamaian Aceh Nazaruddin, Muhammad
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.528 KB)

Abstract

Tulisan ini hendak menyampaikan bahwa konsep tentang Wali Nanggroe dalam posisi kepolitikan Aceh telah menjadi arena kontestasi politik di internal Aceh  sendiri dan antara Aceh dan Jakarta. Ada nuansa harapan sekaligus kecurigaan yang melekat dengan pembumian konsep kepemimpian Wali Nanggroe di Aceh pacsa MoU Helsinki 2005. Namun, satu hal yang perlu digaris bawahi bahwa konsepsi tentang kepemimpinan Wali Nanggroe di Aceh bagian terpenting dari berhasilnya negosiasi kesepahaman RI-GAM. Demikian juga dengan keutuhan kesepahaman itu. Kata kunci: Wali Nanggroe, Kesepahaman politik, Perjuangan, Perdamaian
Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Jaringan Sosial: Suatu Analisi Sosiologi Bukhari, Bukhari
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 11, No 1 (2017): Perkembangan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.711 KB)

Abstract

This paper examines how social work takes place along with other people who like to behave similarly to the existing business people in peunayong market environment. This study uses a qualitative approach, with this approach the data produced by the descriptive of the word spoken and written, and the behavior that can be observed from the person being studied. The results of the analysis show that the network and collectivity of street vendors is a manifestation of the interdependence of fellow street vendors / marketers and it is embedded in the concept of entrepreneurship itself. The existence of an adequate and orderly network will make the poor able to create opportunities and compete to get out of poverty.Keywords: Street Vendors, Network, Collectivity
Kaedah Adat Muhakkamah dalam Pandangan Islam (Sebuah Tinjauan Sosiologi Hukum) Hidayat, Fatmah Taufik; Mohd Qasim, Mohd Izhar Ariff bin
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 9, No 1 (2016): Politik dan Perubahan Sosial
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.19 KB)

Abstract

Dalam kehidupan bermasyarakat, adat dan ‘urf tidak bisa dilepaskan. Adat dan ‘urf merupakan kebiasaan yang muncul dalam masyarakat. Islam bisa mentolerir adat dan ‘urf yang berkembang dalam masyarakat sejauh itu tidak bertentangan dalam hukum yang berlaku dalam Islam, dan bahkan Islam menjadikan adat dan ‘urf itu sebagai sebuah pedoman ketetapan hukum selama ianya memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan dalam Islam. Kajian ini menguraikan prinsip-prinsip adat yang berkembang dalam masyarakat Indonesia, dan juga bagaimana Islam memandang adat dan ‘urf tersebut serta bagaimana adat dan ‘urf   bisa diangkat menjadi sebuah ketetapan hukum dalam Islam. Kajian ini merupakan kajian literatur dimana tulisan-tulisan dan buku-buku yang berkaitan akan dijadikan referensi dalam penulisan kajian ini. Kata kunci: Adat, ‘urf, budaya