cover
Filter by Year

Analysis
Al-Hikmah
Published by UM Surabaya Publishing
Jurnal Al-Hikmah diterbitkan oleh Prodi Perbandingan Agama UMSurabaya dengan konten berisi kajian keagamaan dan sosial agama. Terbit 2 kali dalam setahun. Bulan Januari - Juni dan bulan Juli - Desember.
Articles
34
Articles
Studi Kritis Tentang Orientalisme

Setiawan, Barza, Muhsinin, Mahmud

Al-Hikmah Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.381 KB)

Abstract

Fokus penelitian ini adalah menjawab tiga permasalahan pokok, yaitu: pertama, bagaimana historis timbulnya Orientalisme? Kedua, bagaimana karakteristik dan dinamika perkembangan Orientalisme? Ketiga, bagaimana pandangan Islam terhadap Orientalisme? Penelitian ini merupakan studi literer (library research) dengan model faktual-historikal yaitu fakta sejarah tentang kebradaan Orientalisme, karakteristik dan dinamika serta perspektif Islam terhadap misi dan tujuan kelompok ilmuan Barat tersebut. Di satu sisi, para orientalist memiliki keistimean sebagai tugas misi suci zending berbekal karakteristik khusus, yakni tugas misi keagamaan, imperial, bisnis, politis dan ilmiah, bahwa Islam (doktrin dan umatnya) harus diperdayakan agar menjadi terpuruk. Di sisi lain syarat ilmiah yang diberikan justeru merupakan beban di mana kejujuran hati dan kemurnian obyektifitas yang harus ditegakkan. Buah pikiran para orientalist dan kitab suci Al-Qur’an, keduanya diletakkan sebagai obyek penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yakni nilai-nilai yang ada di balik kiprah mereka dan kitab suci tersebut. Temuan penelitian ini : pertama, Orientalisme merupakan suatu gerakan para ilmuan Barat yang ahli tentang dunia Islam (agama dan umat Islam), bertujuan mengkacaukan Islam dengan jalan penerbitan dan penyebaran referensi-referensi ilmiah tentang Islam dalam perspektif mereka. Kedua, timbulnya Orientalisme dimotivasi oleh lima hal: keagamaan, imperial, bisnis, politis dan ilmiah, ternyata yang terakhir disebut ini telah membuka mata agar Islam tidak dipandang sebelah mata oleh para oriuentalist. Ketiga, Islam memandang bahwa para Orientalist itu adalah ilmuan (Yahudi dan) Nasrani yang teridentifikasikan dalam Al Qura’an. Rekomendasi penelitian ini adalah bahwa dakwah amar ma’ruf dan nahy munkar menjadi kewajiban di atas pundak setiap insan mukmin untuk dihidup-hidupkan dan jangan pernah berhenti, termasuk kajian komparatif agama yang hendaknya selalu berujuk kepada al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW yang shahih. Wa Allahu A’lam. Kata Kunci: Studi Kritis, Orientalisme, Imperialisme, Al-Qur’an, Islam

Eskatologi dalam Perspektif Islam dan Protestan

Iswanto, Deddy Puji, Tualeka, M. Wahid Nur

Al-Hikmah Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.275 KB)

Abstract

Eskatologi merupakan salah satu ilmu dasar di dalam ajaran teologi. Eskatologi diartikan juga sebagai ilmu yang mempelajari tentang akhir zaman seperti hari kiamat, kebangkitan segala manusia dan surga. Masalah yang dirasakan adalah bagaimana ketika salah satu dari ajaran teologi ini dianggap sebagai sesuatu hal yang tidak urgen untuk dibahas apalagi diimani. Untuk mengatasi hal ini tentunya harus ada penjelasan yang cukup eksplisit kepada setiap umat untuk kembali kepada ajaran teologi mereka dan mengimani kembali tentang peristiwa ini. Desain penulisan ini menggunakan metode studi pustaka dengan cara melakukan penelitian berbagai sumber pustaka dengan mengambil dan membandingkan ajaran eskatologi dari kedua agama yaitu Islam dan Protestan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah agama Islam memiliki perspektif yang sama dengan Potestan dalam hal; definisi, istilah lain hari kiamat dan tanda-tanda kiamat. Selain itu dua agama ini juga memiliki perspektif yang berbeda dalam hal sumber yang memuat definisi hari kiamat, banyaknya jumlah nama hari kiamat, pembagian hari kiamat, banyaknya jumlah tanda hari kiamat dan perihal kedudukan Isa (Yesus) yang akan datang pada akhir zaman. Melihat hasil penelitian ini maka kepercayaan dalam peristiwa hari akhir harus dibangun kembali dan diyakini sebagai ajaran teologi yang tidak dapat terpisahkan dari keimanan. Kata kunci : Eskatologi, Islam dan Protestan

Eksistensi Kurban dalam Perspektif Islam dan Katolik

Halimah, Amanda Noer, Yulianto, Rahmad

Al-Hikmah Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.06 KB)

Abstract

Skripsi ini mengulas tentang eksistensi kurban dalam prespektif Islam dan Katolik. dalam agama Islam maupun katolik sama sama mengajarkan syari‟ah berkurban. Akan tetapi memiliki cara dan pandangan yang berbeda. Kurban merupakan simbul penghambaan seorang muslim kepada sang kholik dan merupakan tanda kemukminan seorang muslim yang sejati dan bentuk ibadah berdimensi sosial dalam Islam. Kurban juga erat kaitannya dengan soldaritas dan soldaritas adalah salah satu tujuan dari ibadah kurban. Karena dapat menjadi instrumen dan memperkuat kebersamaan. Dalam ajaran agama Islam berkurban merupakan sesuatu yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt berupa hewan sesembelihan yang di laksanakan pada hari raya Idul Adha, Sebagai bentuk dari rasa syukur seorang hamba kepada Rabbnya. Yang di perintahkan melalui surat Al-kautsar, dan untuk meneladani kisah nabi –nabi sebelumnya yang membuahkan ketaatan dan kecintaan kepadaNya. Adanya syari‟ah kurban dalam Islam merupakan salah satu bentuk dan wujud kesempurnaan Islam sebagai rahmatan lil „alamin. Sebagaimana tertulis dalam kitab perjanjian lama, dalam agama Katolik juga menerangkan tentang syari‟at kurban sebagaimana dalam bible keluaran pasal 8 ayat 2, kurban inilah yang selalu diperingati oleh umat katolik dengan mengurbankan anak domba yang merupakan gambaran dari paska kristus yang menebus umat manusia dari perbudakan dosa oleh kurban salib-Nya. Islam dan Katolik mempunyai pandangan yang berbeda mengenai sejarah kurban, Al-Qur‟an menceritakan bahwa dalam mimpinya, Ibrahim mendapat perintah dari Allah supaya meyembelih putranya Nabi Ismail, sedangkan yang diceritakan dalam Bible putra nabi Ibrahim yang akan disembelih adalah Ishaq. Kesimpulan secara umum adalah bagi umat Islam maupun Katolik yang secara kondisi ekonomi dan mempunyai kemampuan untuk berkurban hendaknya dapat memenuh syari‟at kurban dengan cara dan tujuan yang benar sesuai dengan yang dicontohkan oleh para nabi. Kata kunci : Perbandingan Agama, Kurban

Urgensi Penciptaan Manusia dalam Perspektif Islam dan Protestan

., Sumarno, Masudi, Maulana

Al-Hikmah Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.168 KB)

Abstract

Proses penciptaan manusia merupakan rangkaian yang menjelaskan peristiwa penciptaan manusia sebagai makhluk yang memiliki kemampuan lebih dibandingkan makhluk lain yang diciptakan oleh Allah, serta memiliki berbagai keistimewaan – keistimewaan di bandingkan makhluk yang ada di bumi. Penciptaan manusia meliputi sejarah munculnya kelahiran manusia pertama yaitu Adam, proses kelahiran Isa dan manusia pada umumnya yang memiliki ciri khas tersendiri dalam hal proses penciptaannya. Di samping mengetahui proses penciptaaan manusia yang telah diciptakan oleh Allah, tentu Allah memiliki maksud dan tujuan terhadap eksistensi keberadaannya yang ada di bumi. Oleh sebab itu dalam pembuatan skripsi ini, penulis mencari literature dan informasi dari agama Islam dan Protestan, sebab kedua agama tersebut terdapat informasi mengenai sejarah penciptaan Adam, Isa dan manusia pada umumnya. Dengan penelitian dari kedua agama tersebut, maka akan terungkap sejarah penciptaan manusia dan urgensi penciptaan manusia di bumi. Kata kunci : Penciptaan manusia Islam dan Protestan.

Isa Al-Masih Menurut Al-Quran dan Injil

Fahad, Fahad, Huda, Sholihul

Al-Hikmah Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.464 KB)

Abstract

Isa al-Masih / Yesus Kristus, adalah seorang nabi dan rasul yang terlahir dari kalangan bangsa Yahudi, beliau putra dari seorang wanita yang termasyhur kesucianya, yaitu Siti Maryam binti imran, beliau lahir dalam keadaan luar biasa yaitu tiada berbapak, yang diutus tuhan kepada Bangsa Israel untuk mengembalikan ajaran taurat yang dibawa nabi Musa. Menurut al-Qur’an, Isa al-Masih adalah utusan Allah SWT, yang datang kepada bangsa Israel untuk menggenapi firman Allah SWT, yang ada didalam kitab Taurat sebelum Injil. Dalam perjalanan dakwahnya untuk mengembalikan ajaran taurat sebenarnya, banyak hambatan yang datang dari para imam suci bait Allah, dengan dasar kedatanganya untuk merubah kitab taurat, para imam suci dan orang-orang yahudi berhasil menghasut gubernur romawi Pontius Pilatus untuk menghukum dan menyalibkan Isa al-Masih. Namun dengan kebesaran Allah SWT, mereka mengira bahwa Isa telah meninggal karena hukuman penyaliban, tetapi yang terjadi adalah Isa telah diselamatkan dan masih tetap mendakwahkan ajaran Allah SWT. Lain halnya dengan kitab Injil menjelaskan tentang Isa / Yesus, merupakan oknum Allah yang hadir menjelma menjadi manusia dan tinggal bersama bangsa Israel. Mereka yakin kedatangan Yesus akan membawa kedamaian dan penebusan dosa bagi bangsa Israel, untuk membuktikan yesus adalah tuhan, mereka hendak membunuh dan menyalibkannya, setelah kematianya diatas kayu salib Yesus hidup dan mendatangi murid-muridnya, agar memberitakan kabar gembira dari kerajaan tuhan dilangit. Kata Kunci : Isa al-Masih, Yesus Kristus, al-Qur’an, Injil

Kajian Kritis Tentang Toleransi Beragama dalam Islam

Tualeka, M. Wahid Nur

Al-Hikmah Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.199 KB)

Abstract

Fokus penelitian ini adalah menjawab tiga permasalahan pokok, yaitu: pertama, bagaimana pandangan agma nIslam tentang toleransi antar umat beragma? Kedua, bagaimana batas-batas ajaran Islam tentang toleransi antar umat beragama? Ketiga, bagaimana realitas toleransi dalam Islam? Penelitian ini merupakan studi literer (library research) dengan model faktual-historikal yaitu fakta sejarah tentang bagaimana kaum Muslimin dari masa ke masa: mulai zaman Rasulullh saw, masa shahabat, masa tabi‟in dan sesudahnya selalu mengedepankan kehidupan toleransi beragama engan umat non-Islam. Di sini kaum Muslimin memperlihatkan prinsip-prinsip toleransi hidup antar umat beragama sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam pribadi Muslim. Ayat-ayat Al-Qur‟an an Hadits serta sejarah umat Islam diletakkan sebagai obyek penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, nilai-nilai yang ada di balik kiprah umat Islam dengan Al-Qur‟an dan Hadits Rsul mereka.. Temuan penelitian ini: : pertama, Islam termasuk agama samawi yang terakhir yang mengajarkan tentang pentingnya toleransi kehidupan antar umat beragama sebagai bagian dari kehidupan bersama antar umat beragama. Kedua, Islam mengajarkan dan menekankan adanya toleransi antara umat beragama dalam segala bidang kehidupan terutama social kemasyarakatan, selama tidak bertentangan dengan akiah dan syari‟ah. Tolerani beragama bukan harus menjual bendera agama yakni menggadaikan akidah Islamiyah. Ketiga, tidak hanya secara normative doktrinal dengan memunculkan ayat-ayat dan hadits tentang toleransi, melainian toleransi itu telah diimplementasikan kaum Muslimin dari masa ke masa hingga dewasa ini. Rekomendasi dari penelitian ini adalah bahwa a greement in disagreement hendaknyalah dijadikan cara yang sosialisti-religius dalam upaya-upaya bersama dalam mewujud toleransi hidup antara umat beragama. Wa Allahu A’lam. Kata Kunci: Toleransi beragama

Perawatan Jenazah Menurut Islam dan Hindu

Sobirin, Muhammad, Al-Amin, Mukayat

Al-Hikmah Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.675 KB)

Abstract

Skripsi ini mengulas ”Perawatan Jenasah Menurut Islam dan Hindu”. Kewajiban seorang muslim bila ada yang meninggal adalah memandikan Jenazah, mengafankan Jenazah, menyalatkan Jenazah dan menguburkan Jenazah. Perawatan Jenazah menurut Hindu, Penulis lebih mengedepankan eteh-eteh sawa (Perawatan jenazah menurut Hindu) yaitu : Eteh-eteh Nyiramang Sawa, Eteh-eteh Sawa di Balai, Patulangan, Tatacara, Pangeringkesan (Eteh-eteh), Tumpangsalu, Ante, Angenan, Kajang, Ukur, Ulon, Kerebsari, Kerebsinom, Sok Ceg-ceg, Damar Kurung, Wadah dan Sekah-Tunggal. Macam-macam Upacara yaitu : Upakara di Surya, Upakara di Samping Sawa, Upakara di Lebuh, Uapakaradi Harepan Sang Muput, Upakara Papegatan, Upakara Nunas Tirtha ke Pura-pura, Upakara Pangeruak Setera, Upakara Malebu (Pakutangan), Upakara Pengiriman, Upakara Panganyutan (ke Laut atau sungai), Upakara Makelemuji (di rumah), Upakara Ngarorasin, Simbol dan Makna dalam Upacara. Sarana-Upakara yaitu : Banten (Upakara) yaitu di Surya, Panebusan, Pisangjati, Paguruyagan, Pangadangadang, Papegatan, Pangiriman, Pangemijan, Pamuput Karya, Pangerorasan dan Tirtha yaitu : Toya-Panembak, Tirtha-Pangelukatan, Tirtha-Pangentas, Tirtha Kakuluh, Tirtha Pamanah. Gegitan yaitu : Ketika Sawa di Gotong keluar, Pada Waktu Mresihin (memandikan), Waktu Menyembah, Waktu Berangkat ke Setra, Ketika Niwayang Tirtha Pangenthas, Ketika Ngeseng, Rikala Anyumput Galih, Rikala Ngirim (Pawisik Sang Pitra), Rikaya Nganyut, Do‟a Bersama Menghadiri Kematian (Mantra Pitra Puja), Penulis Mengungkapkan Persamaan dan Perbedaan Perawatan Perawatan Jenazah Menurut Islam dan Hindu. Sebenarnya Islam dan Hindu didalam merawat jenazah itu sama (mengafani, memandikan, mengubur), yang membedakan adalah caranya (perbedaan faham atau di Hindu ada di bakar atau Ngaben). Islam cenderung Syari‟at Islam (Hukum Islam ) yaitu bersumber kepada Al-Qur‟an dan Al-Hadits. Kata kunci : Jenazah Islam & Hindu

Kajian Tekstual dan Kontekstual Tentang Salat

., Mustaien, Huda, Sholihul

Al-Hikmah Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.558 KB)

Abstract

Salat sebagai tiang agama dan amalan pertama yang dihisab pada hari kiamat merupakan perintah bersifat individu, memiliki keutamaan dan keistimewaan besar bagi umat Islam. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui Kajian Tekstual dan Kontekstual tentang salat serta prilaku umat Islam. Yang terjadi saat ini mayoritas umat Islam mewarisi Islam dengan mengikuti bapak-bapak mereka sehingga persepsi dan pemahaman mereka tentang salat menyimpang, tidak sesuai dengan hakikat dan substansinya. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui metode Library Reseach yang diorganisir dan diseleksi secara sistematis bersiafat kompilatif, sedangkan metode analisa data menggunakan metode komperatif, deduktif, induktif dan fenomenologi. Hasil analisa bahwa pemahaman dan pengamalan sebagian umat Islam tentang salat kurang begitu maksimal dan terjadi penyimpangan serta belum menyentuh substansi salat.Salat yang dijalankan oleh umat Islam hanya sekedar ritual, rutinitas dan simbolis, karena sampai saat ini perilaku mereka belum mampu mengaplikasikan salatnya dalam kehidupan sehingga tidak mendapat manfaat. Untuk itu jalankan salat dengan baik sesuai tuntunan Islam dan jadikan salat sebagai suatu kebutuhan hidup agar berdampak positif. Kata kunci : Kajian, Tekstual, Kontekstual, Salat.

Pernikahan Menurut Perspektif Islam dan Hindu

Muhsinin, Mahmud

Al-Hikmah Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.636 KB)

Abstract

Dalam Islam banyak ayat hukum al-Qur‟an yang mengatur masalah keluarga, termasuk perkawinan. Salah satu hal yang paling menonjol dari akulturasi hukum dan budaya Hindu dan Islam adalah masalah perkawinan, dimana saat ini banyak berlaku adat kebiasaan di masyarakat yang tidak murni menganut ketentuan hukum Islam, namun bercampur dengan peninggalan hukum Hindu. Hal ini disebabkan munculnya kerajaan-kerajaan Hindu di Nusantara membuat dominasi agama Hindu dalam kehidupan masyarakat semakin efektif, kerajaan-kerajaan Hindu di Nusantara menerapkan hukum Hindu dalam keseharian masyarakatnya. Perkawinan adalah suatu aqad atau perikatan untuk menghalalkan hubungan kelamin antara laki-laki dan perempuan dalam rangka mewujudkan kebahagiaan hidup berkeluarga yang diliputi rasa ketenteraman serta kasih sayang dengan cara yang diridhai Allah SWT. Wiwaha dalam agama Hindu mempunyai arti dan kedudukan yang khusus di dalam kehidupan manusia yaitu awal jenjang gruhstha. Dimana pertalian yang syah antara seorang lelaki dan seorang perempuan untuk waktu yang lama. Dari penelitian banyak adat pernikahan yang digunakan orang muslim khususnya di Indonesia yang sama Seperti halnya adat upacara pernikahan umat Hindu seperti menginjak Telur, menabur beras Kuning, Kembang Mayang, pengantin duduk bersanding, melempar sirih dll. Kesimpulannya banyak masyarakat muslim di Indonesia yang masih cenderung mengikuti adat yang berlaku di kalangan masyarakat tanpa mengetahui dasar maupun dalilnya, dan tanpa mempedulikan apakah itu diperbolehkan dalam syariat atau malah dilarang. Dimana adat-adat yang digunakan banyak persamaannya dengan adat budaya upacara pernikahan umat Hindu dan tidak sesuai dengan syariat yang diajarkan Rasulullah SAW. Kata Kunci : Pernikahan, Islam, Hindu

Konsep Pengasuhan Alternatif Perspektif UU Perlindungan Anak dan Hukum Islam

Pujianto, M Bagus, Al-Amin, Mukayat

Al-Hikmah Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.907 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah hasil penelitian lapangan, yang berjudul “Konsep Pengasuhan Alternatif Perspektif Undang-Undang Perlindungan Anak dan Hukum Islam (Studi Kasus di Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang Surabaya). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran Panti Asuhan sebagai lembaga alternatif guna melindungi hak anak apabila keluarga tidak mampu memberikanya. Selain itu Panti Asuhan berfungsi sebagai lembaga penanganan anak yang memerlukan perhatian dan membantu keluarga untuk tetap mampu mengasuh anaknya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalis peran Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang dalam upaya melindungi anak serta peran sebagai lembaga alternatif dalam pengasuhan anak. Data penelitian ini diperoleh dari Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang melalui teknik wawancara dan dokumentasi. Penelitian tersebut di analisis dengan menggunakan teknik deskriptif analitis dengan pola pikir induktif. Untuk menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi, yaitu pemeriksaan sumber, metode, dan teori Hasil penelitian di Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang menunjukkan dari Perspektif Undang-undang Perlindungan Anak dan Hukum Islam bahwa, pengasuhan yang terbaik anak terdapat pada orang tua. Panti asuhan adalah alternatif terakhir untuk pengasuhan anak. Kata Kunci: Pengasuhan Alternatif