cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : 25492683     EISSN : 25277057     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraaan (JPK) The purpose of the publication of this journal is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of Pancasila and Civics Education, will publish the journal twice a year: in January and July
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
Analisis Pendekatan Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Umum Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan Di Perguruan Tinggi HIDAYAH, YAYUK; Ulfah, Nufikha; Suyitno, Suyitno
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 4, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.765 KB) | DOI: 10.24269/jpk.v4.n1.2019.pp22-33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pendekatan pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran Mata Kuliah Wajib Umum Di Perguruan Tinggi untuk mata kuliah Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian dilaksanakan  di dua perguruan tinggi yaitu, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta (UAD) dan di Institut Agama Islam (IAIN) Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi.  Pengolahan data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan pengambilan  keputusan. Hasil penelitian menunjukan bahwa  diperlukan pendekatan pembelajaran yang berbeda di setiap jurusan dalam  Mata Kuliah Wajib Umum di perguruan tinggi. Hal ini dapat di analisis melalui kebutuhan masing-masing jurusan yang terinterpretasi dalam wujud pendekatan pembelajaran berdasarkan titik pandang. Pendekatan pembelajaran yang dapat di lakukan antara lain pendekatan kontekstual, konstruktivisme, dan pendekatan open-ended.Analysis of Learning Approaches Compulsory Subjects of Pancasila and Citizenship Education in Higher Education. This study aims to describe how the right learning approach in learning Public Compulsory Courses in Higher Education. The research was conducted at two universities, namely, Ahmad Dahlan University Yogyakarta (UAD) and at the Islamic Religion Institute (IAIN) Ponorogo. This research is a qualitative research. Data collection methods used are interviews, observation and documentation. Data processing is done through reduction, presentation, and decision making. The results of the study show that a different learning approach is needed in each department in the Public Compulsory Course in college. This can be analyzed through the needs of each department interpreted in the form of a learning approach based on the point of view. Learning approaches that can be done include contextual approaches, constructivism, and open-ended approaches
Penerapan Materi Pendidikan Global pada Mata Pelajaran PPKN di Sekolah Menengah Atas Berbasis Model Project Citizens ., sutrisno
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 4, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.945 KB) | DOI: 10.24269/jpk.v4.n1.2019.pp12-21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan materi pendidikan global pada mata pelajaran PPKn di sekolah menengah atas berbasis model project citizens. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus subjek penelitian ini adalah materi pendidikan global pada mata pelajaran PPKn di SMA berbasis model project citizens. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan observasi secara langsung dengan terlibat menjadi pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model project citizen dapat menumbukan wawasan global dalam memahami isu-isu global peserta didik. Penerapan model pembelajaran project citizen dikembangkan dalam beberapa kriteria yang berorientasi pada pendidikan global. Pendidikan global berbasis model pembelajaran project citizen dapat menjadi media dalam mentrasformasikan nilai-nilai dasar Ideologi Pancasila generasi muda yang berwawasan globalApplication of Global Education Materials at Civic Education of High School Based on Project Citizens. This study aims to find out the application of global education materials to Civic Education of high schools based on the project citizens model. This research is a descriptive study with a qualitative approach and the case study method of the subject of this research is global education material in the subjects of PPKn in high school based on the project citizens model. Data collection is done through interviews, documentation and direct observation by being involved as educators. The results of the study indicate that the citizen project model can foster global insight in understanding the global issues of students. The application of the citizen project learning model was developed in several criteria oriented to global education. Global education based on citizen project learning models can be a medium in transforming the basic values of the Pancasila ideology of the young generation with global insight
Analisis Pelaksanaan Magang I Berbasis Lesson Study dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogi Mahasiswa PPKn FKIP Universitas PGRI Yogyakarta Hartanto, Supri
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 4, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.383 KB) | DOI: 10.24269/jpk.v4.n1.2019.pp65-77

Abstract

Penelitian bertujuan  menganalisis  pelaksanaan praktek Magang I berbasis lesson study bagi peningkatan kompetensi pedagogi mahasiswa PPKn FKIP Universitas PGRI Yogyakarta. Subjek penelitian sebanyak 40 mahasiswa, 6 dosen pembimbing dan 1 kepala UPPL. Analisis data menggunakan deskriptif serta analisis tahapan lesson study yaitu plan, do dan see. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menghasilkan kesimpulan pelaksanaan praktek Magang I berbasis Lesson Study dapat meningkatkan kompetensi perencanaan pembelajaran selama tiga putaran yaitu putaran 1 ke 2 meningkat dari 86,03% menjadi 88,94%, sedangkan pada putaran 3 meningkat kembali menjadi 92,73%. Pada kompetensi pelaksanaan pembelajaran terjadi peningkatan dari putaran 1 ke 2 yaitu 83,60% naik menjadi 87,60% dan pada putaran ketiga meningkat kembali menjadi 91,15%. Peningkatan kompetensi tersebut didukung oleh (1) adanya mata kuliah prasyarat yang mendukung praktek Magang I; (2) pelaksanaan pembelajaran yang terbimbing dari tahap plan, do dan see; (3) terjadinya learning community pada mahasiswa dengan saling memberikan masukan kepada mahasiswa lainnya; (4) mahasiswa terus dituntut untuk melakukan inovasi pembelajaran; (5) adanya observer yang selalu mengevaluasi perkembangan perkembangan pembelajaran; serta (6) proses lesson study yang selalu melibatkan proses pembelajaran bersamaImplementation Analysis Magang 1 Based on Lesson Study in Improving Pedagogical Competencies of Students PPKn FKIP Universitas PGRI Yogyakarta. The study aims to analyze the implementation of lesson study based Magang I for improving pedagogical competence of PPKn students at FKIP University, PGRI Yogyakarta. The research subjects were 40 students, 6 supervisors and 1 UPPL head. Data analysis used descriptive as well as stage lesson study analysis, namely plan, do and see. Methods of collecting data with interviews, observation and documentation. The results of the study resulted in the conclusion that the Magang I based on Lesson Study could improve the competency of learning planning for three rounds, namely round 1 to 2 increased from 86.03% to 88.94%, while in round 3 it increased again to 92.73%. In the learning implementation competency there was an increase from round 1 to 2 which was 83.60%, up to 87.60% and in the third round it increased again to 91.15%. Increased competence is supported by (1) the existence of prerequisite courses that support Magang I; (2) implementation of guided learning from the plan, do and see stages; (3) the occurrence of learning community for students by giving input to other students; (4) students continue to be required to carry out learning innovations; (5) there are observers who always evaluate the development of learning; and (6) the lesson study process that always involves a shared learning process
MENJAGA EKSISTENSI PANCASILA DAN PENERAPANNYA BAGI MASYARAKAT DI ERA GLOBALISASI puji asmoroini, ambirop
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2, No 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.287 KB) | DOI: 10.24269/v2.n1.2017.59-72

Abstract

Pancasila merupakan dasar Negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Sebagai dasar Negara, Pancasila dijadikan sebagai dasar dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai suatu ideologi bangsa dan Negara Indonesia, Pancasila merupakan kristalisasi dari nilai adat-istiadat, nilai kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia. Nilai yang ada dalam Pancasila memiliki serangkaian nilai, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Kondisi bangsa Indonesia saat ini dapat identifikasi dengan melihat prilaku dan kepribadian masyarakat Indonesia yang tercermin dari tingkah laku sehari-hari.Globalisasi tidak bisa dihindarkan. Globalisasi yang menjadikan semua Negara seakan tiada batas. Untuk itu perlunya Pancasila sebagai penyaring dari arus globalisasi. Perlunya pembudayaan nilai-nilai Pancasila tidak sekedar memahami saja, namun harus dihayati dan diwujudkan dalam pengalamannya oleh setiap diri pribadi dan seluruh masyarakat sehingga menumbuhkan kesadaran dan kebutuhan untuk melaksanakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berdasarkan Pancasila
PENCEGAHAN FRAUD DI LINGKUP PERBANKAN SESUAI PRINSIP KEPERCAYAAN (FIDUCIARY RELATION PRINCIPLE) UNDANG-UNDANG PERBANKANNOMOR 10 TAHUN 1998 PASAL 29 AYAT (4) Andrie Djatmiko, Andreas
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2, No 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.101 KB) | DOI: 10.24269/v2.n1.2017.44-58

Abstract

Fraud represent a[n deed contempt of court (illegally), conducted by individual in and also outside organization, on the basis of intention or intention, as a mean to profit organization and also individual executing the the action and can result incidence of a loss materially and also non natural material by institution or company of banking specially. Categorize collision (such fraud) here conducted collision intentionally to procedure and also standard and or code of etik, including but do not limited to collision having the character of criminal like transgression of crime and or regulation of banking of which can cause, almost cause or have caused loss of material and non material to client or bank and or either through indirect or direct able to give advantage to worker, worker family or other third party. Application of number code/law 10 year 1998 as change of number code/law 7 year 1992 about banking expected to be able to give rule of law to itself bank and also client. To depositor client and also lender to get protection of adequate law and to bank alone is to realize stable and healthy banking system. Mentioned in Chapter of V number code/law 10 year 1998 about Construction and Observation, section 29 sentence (4) in giving credit and conduct other business activity, bank is obliged to go through the way of harmless of bank and importance of client entrusting its fund to bank
MEMAKNAI KEMBALI MULTIKULTURALISME INDONESIA DALAM BINGKAI PANCASILA Aris Shofa, Abd Mu’id
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 1, No 1 (2016): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.186 KB) | DOI: 10.24269/v1.n1.2016.34-40

Abstract

Multikulturalisme dapat dipahamai sebagai pengakuan tentang keanekaragaman dari masyarakat yang majemuk, heterogen dan plural. Apabila hal itu diperluas bisa juga dimaknai sebagai suatu keanekaragaman budaya, tradisi, gaya hidup, agama dan bentuk-bentuk perbedaan yang lainnya. Bagi bangsa indonesia yang memang dianugerahi oleh Tuhan Yang Maha Esa kemajemukan dan pluralitas tersebut, sudah seharusnya menjadi satu kebanggaan dan kekuatan yang besar bagi bangsa indonesia. Multikulturalisme tidak saja diakui tetapi juga bisa diterima akan adanya perbedaan, suku, agama, ras, antar golongan dan etnis. Masyarakat indonesia yang hidup didalamnya harus mampu hidup berdampingan antara satu dengan yang lainnya, sehingga harmonisasi yang selama ini didambakan oleh bangsa indonesia bisa terwujud dengan baik.Sejarah bangsa kita telah menunjukn bahwa bangsa Indonesia telah dipersatukan dengan adanya kesepakatan bersama para pendiri bangsa kita yang dari berbagai perbedaan dengan Pancasila (tidak ada yang lain). Sebagai pemersatu ideologi bangsa adanya Pancasila adalah sebuah solusi dari adanya konflik yang terjadi antar golongan nasionalis dan agama, Pancasila telah mampu menunjukan fungsinya sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk, heterogen, multikultural.
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA MATA PELAJARAN PPKN UNTUK MEMBENTUK CIVIC SKILL (STUDI DI KELAS VIII SMPN 1 JENANGAN, KABUPATEN PONOROGO) Rahayu Riastuti, Eka; Surya Ningsih, Ruddat Ilaina; Puji Asmaroini, Ambiro; Cahyono, Hadi Cahyono
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 3, No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.505 KB) | DOI: 10.24269/jpk.v3.n1.2018.pp60-69

Abstract

The subjects of Pancasila and Citizenship Education are implemented so that every citizen knows about the rights and obligations in running the life of nation and state. As a nation with a long history of struggle for independence, the love of the country, patriotism and nationalism must remain in every soul of Indonesian society. As the development of the era and technology, the values are increasingly decreasing, especially among school-age adolescents. The purpose of this study is to understand the implementation of learning discovery learning method in PPKn subjects in Junior High School 1 Jenangan Ponorogo Regency and to understand how to form civic skills through discovery learning method. This research method is descriptive qualitative first, to understand to comprehend implementation of learning discovery learning method in class VIII subject of PPKn at SMP Negeri 1 Jenangan Ponorogo Regency. Second, to understand how to form civic skill through discovery learning method in class VIII subject of PPKn in junior high school 1 jakarta Ponorogo regency. Implementation of learning discovery learning model in PPKn subjects in class VIII SMPN 1 by: 1) Stimulation (stimulation / stimulation), 2) Problem statement (statement / identification problem 3), Data collection (data collection). 4) Data Processing (data processing). 5) Verification (verification). 6) Generalization (drawing conclusions / generalizations).
PENGARUH KETERSEDIAAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR PPKn SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 BANGOREJO BANYUWANGI harjianto, Harjianto
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2, No 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.169 KB) | DOI: 10.24269/v2.n2.2017.1-11

Abstract

This research aimed to measure the effect of the availability of audio-visual media to the 8th grade students’ learning citizenship education activeness SMPN 2 Bangorejo Banyuwangi. This type of research included a quantitative research design Ex-Post-Facto. In determining the respondents the researchers used proportional random sampling method with the number of respondents 50 students. This research uses simple linear regression analysis of the predictor. To determine the effect of independent variables on the dependent variables, can be seen on the probability of the inefficiency of the regression analysis. The analysis is done with the help of the SPSS program. Output of this research known that the value of t=3.858 with the significant value 0,000 < 0,05, Ho rejected and H1 accepted which means there is a real effect (significant) of visual media availability to the students’ learning activeness. The influence of the availability of audio visual media to the students’ learning activeness is 23.7%. This means that there is impact on availability of audio-visual media to 8th grade students’ learning activeness SMPN 2 Bangorejo Banyuwangi.
PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN LANGSUNG DALAM DEMOKRASI PANCASILA DI INDONESIA Al Hidayat, Nanang
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 3, No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.122 KB) | DOI: 10.24269/jpk.v3.n1.2018.pp1-7

Abstract

This writing aim for describe precident and vice precident general election in Indonesia democration research methods that use is normative juridical. Research result show there is incompatibility between the precident and vice precident regulation election general system, regulation in article 6 UUD NRI 1945 as weel in article 2 law number 42/2008 about Precident and Vice Precident Election with democration that apply in Indonesia, can seen if. Next in article 6 A paragraph 1 UUD NRI 1945 determine that precident and vice precident selected in one candidate pair with direct by poeple’s, conditions direct selected by the poeple’s if reviewed on philosopical contradictory with number 4 Pancasila essence. Historically Indonesia is an eastern country that has a high spirit of mutual cooperation. This means that the soul of mutual-mutuality and togetherness must be embedded in every Indonesian nation that is manifested in the form of indirect democracy. On sociological remember large Indonesia region And the enormous population and geographical conditions that exist, will certainly be more effective and efficient if the presidential election and vice president by the people's representative agencies because it will be more simple and easy to do and does not take a long time and high costs.
PEMBELAJARAN MODEL HOMESTAY SEBAGAI UPAYA UNTUK MENUMBUHKAN KEPEKAAN SOSIAL PESERTA DIDIK DI TENGAH TANTANGAN GLOBAL suprapto, wasis
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.854 KB) | DOI: 10.24269/v2.n2.2017.14-25

Abstract

Maraknya tindak-tindak amoral seperti korupsi, tawuran, seks bebas, narkoba dan lain sebagainya menjadi sebuah indikasi bahwa negara ini tengah dilanda krisis moral. Krisis moral ini tidak memandang latar belakang tertentu baik tua muda, kaya miskin, semuanya berpotensi melakukan tindakan amoral. Kondisi ini jika dibiarkan berlarut-larut tentu akan mengancam kedaulatan suatu negara. Oleh sebab itu, perlu terobosan baru misalnya dengan mengembangkan pendidikan karakter model homestay sebagai upaya menumbuhkan kepekaan sosial ditengah tantangan global. Sasaran dari program ini adalah semua peserta didik dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Tujuannya adalah menanamkan nilai-nilai sosial masyarakat agar timbul kepekaan sosial pada diri peserta didik. Tinggal dilingkungan masyarakat tentu akan dihadapkan pada berbagai persoalan yang kompleks. Persoalan itu tentu membutuhkan 4 olah baik pikir, hati, raga, dan rasa. Keempat olah tersebut saling bersinergi untuk membentuk pribadi yang punya jiwa sosial tinggi. Jiwa sosial ini yang nantinya diharapkan menjadi wadah bagi peserta didik untuk menumbuhkan kepekaan sosial. Hal ini perlu digalakkan supaya peserta didik tanggap terhadap tantangan global.