cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
PRISMA
ISSN : 20893604     EISSN : 26144611     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of PRISMA is published by Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Suryakancana. The PRISMA journal appeared in June and December. The PRISMA journal will publish scientific texts within its scope and focus on mathematics and its application to education.
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
MENGAKSES DAN MEMONITOR KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Kurniawati, Nia
PRISMA Vol 7, No 1 (2018): Jurnal PRISMA Volume VII, No 1 tahun 2018
Publisher : PRISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu fokus dalam pembelajaran matematika. Melalui pembelajaran matematika, siswa diharapkan memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang sikap dan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas V SD Negeri Jambudipa I dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif ini dipilih karena, lebih sensitif dan adaftif terhadap peran dan pengaruh yang ditimbulkan, disamping itu peneliti mencoba menggali, mengeksplorasi, menggambarkan serta mengembangkan bagaimana pengetahuan itu dibentuk maka peneliti menggunakan penelitian kualitatif, dengan metode Grounded Theory. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Jambudipa I, yang terletak di komplek Lapang Jagaraksa Desa Jambudipa Kecamatan warungkondang Kabupaten Cianjur. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi penelitian dua orang tenaga pengajar (guru kelas V) dan siswa. Sedangkan subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V A dengan jumlah siswa 35 orang, terdiri dari 15 laki –laki dan 20 perempuan.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari perencanaan pembelajaran guru sudah terbiasa membuatnya, untuk menggungkap kemampuan berpikir kreatif matematis guru mengunakan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) juga menngunakan berbagai alat peraga yang diharapkan mampu menjembatani kemunculan berpikir kreatif matematis. Adapun indikator dari berpikir kreatif matematis adalah; kemapuan berpikir lancar, kemampuan berpikir luwes, kemampuan berpikir orisinal, kemampuan merinci dan kemampuan mengevaluasi. Dalam kegiatan pembelajaran siswa terlihat antusias, dan senang ketika mengikuti pelajaran, ini dikarnakan cara mengajar guru yang berbeda dengan hari-hari sebelumnya / konvensional. Kata Kunci: pembelajaran, pendidikan, berpikir kreatif matematis
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN PROBLEM POSING Sarimanah, Tutit
PRISMA Vol 6, No 2 (2017): Jurnal PRISMA Volume VI, No 2 tahun 2017
Publisher : PRISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kritis  matematik penting dimiliki siswa secara global seiring dengan perkembangan jaman dan kemajuan teknologi, karena persoalan kehidupan sehari-hari akan semakin kompleks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa SMP dengan menggunakan pendekatan problem posing. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dimana ada dua kelas yang diberi tindakan, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi penelitian ini adalah siswa SMP kelas VIII, sedangkan sampelnya adalah dua kelas dari sepuluh kelas yang ada. Instrumen yang diberikan berbentuk uraian. Instrumen yang diuji adalah pretes dan postes, pretest diberikan sebelum pembelajaran postest setelah pembelajaran. Data hasil Penelitian   dari kelas eksperimen dan kelas kontrol diolah dengan menggunakan SPSS 24.0, kemudian nilai tersebut dianalisis yaitu dengan melakukan uji normalitas uji homogenitas varians dan uji signifikan perbedaan dua rerata. Berdasarkan analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa SMP yang pembelajarannya menggunakan problem posing lebih baik dibandingkan dengan  yang menggunakan pembelajaran biasa.Kata kunci: berpikir kritis matematik,  problem posing
PENERAPAN PENDEKATAN PROBLEM POSING TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIK SISWA SMP Sugandi, Asep Ikin
PRISMA Vol 7, No 1 (2018): Jurnal PRISMA Volume VII, No 1 tahun 2018
Publisher : PRISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to examine the comparison of improvement of students mathematical reasoning ability among the learning using problem posing approach with the use of ordinary learning. The method used in this research is experimental method with random sampling of class. The population in this study is all students of class VII SMP Negeri that exist in the city of Cimahi, while the sample is selected two classes VII from one junior high school in Cimahi. Instruments in this study consisted of two sets of tests in the form of a description problem. A set of questions to measure Early Mathematical Ability (KAM) and sort students into high, medium and low category (KAM). One other question is to measure the initial and final abilities of the aspects of mathematical reasoning. The instrument has fulfilled a good question in terms of validity, reliability, distinguishing power, and difficulty index. Based on the results of data processing, it can be concluded that the improvement of students mathematical reasoning ability using problem solving approach is better than ordinary learning, increasing students mathematical reasoning ability which is higher than KAM or low, but KAM mathematical reasoning is no better than KAM low, the next result there is interaction between learning approach with KAM to mathematical reasoning. From these interactions, it is found in high KAM that the improvement of students reasoning ability using learning approach of problem posing is better than ordinary learning, but in low KAM there is no difference in improving students mathematical reasoning ability among the learning using problem posing approach with ordinary learning.  Keywords: Reasoning, Problem Posing
PENYUSUNAN BAHAN AJAR KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR BERDASARKAN TEORI MULTIPLE INTELLIGENCES DI PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH Novarina, Eka; Nurcahyo, Novi Andri
PRISMA Vol 6, No 1 (2017): Jurnal PRISMA Volume VI, No 1 tahun 2017
Publisher : PRISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Calon guru perlu dibekali dengan keterampilan dasar mengajar agar dapat mencapai tujuan pembelajaran karena setiap peserta didik memiliki karakter. Salah satu karakter yang perlu diperhatikan adalah jenis kecerdasan yang dimiliki peserta didik. Kecerdasan yang dimiliki peserta didik beragam jenisnya (multiple intelligences) dengan tingkat penguasaan yang berbeda. Untuk itu perlu dikembangkan bahan ajar keterampilan dasar mengajar berdasarkan teori multiple intelligences. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan tahapan pengembangan bahan ajar keterampilan dasar mengajar berdasarkan teori multiple intelligences. Penelitian ini merupakan penelitian research and development (R&D). Rangkaian penelitian dan pengembangan yang dilakukan dimulai dari: (1) studi lapangan meliputi studi pustaka dan deskripsi dan analisis temuan; (2) studi pengembangan meliputi model pengembangan, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, evaluasi dan penyempurnaan. Kata Kunci: Bahan Ajar, Keterampilan Dasar Mengajar, Multiple Intelligences.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENYELESAIKAN SOAL LATIHAN MATEMATIKA MELALUI PEMBATASAN WAKTU PADA SETIAP PERTEMUAN Puryati, Enung
PRISMA Vol 6, No 2 (2017): Jurnal PRISMA Volume VI, No 2 tahun 2017
Publisher : PRISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengajaran matematika banyak sekali kesulitan yang dihadapi siswa sehingga membuat siswa jenuh banyaknya soal-soal yang di bahas, bukan menambah keberhasilan siswa tetapi membuat siswa beranggapan negatif terhadap gurunya, oleh sebab itu kombinasi metode latihan dengan metode pengajaran lainnya sangat diperlukan. Untuk mengatasi  hal-hal tersebut di atas, perlu diusahakan suatu teknik latihan yang efektif dan lebih berhasil dalam pencapaian tujuan belajar mengajar, salah satu alternatifnya adalah penerapan pembatasan waktu dalam menyelesaikan soal latihan matematika pada setiap pertemuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana meningkatkan hasil belajar siswa  dalam menyelesaikan soal latihan matematika melalui pembatasan waktu pada setiap pertemuan. Subjek pada penelitian ini kelas IX J SMPN 1 Cianjur pada semester genap  tahun pelajaran 2016/2017. Berdasarkan pengujian maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembatasan waktu dalam meningkatkan hasil belajar dari sebelumnya di kelas IX SMPN1 Cianjur. Implikasinya dalam pengajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam matematika. Kata Kunci : pembatasan waktu, matematika, latihan soal
PENERAPAN METODE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS MAHASISWA PADA MATA KULIAH KALKULUS I Monariska, Erma
PRISMA Vol 6, No 1 (2017): Jurnal PRISMA Volume VI, No 1 tahun 2017
Publisher : PRISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika memiliki struktur keterkaitan yang kuat dan jelas antara konsep-konsepnya sehingga aspek yang penting didalam pembelajaran matematika adalah pemahaman terhadap konsep itu sendiri. Untuk itu diperlukan suatu upaya yang mampu mengakomodir kemampuan pemahaman konsep secara lebih bermakna, yaitu metode yang memberikan keleluasaan, kebebasan dan kesempatan yang luas bagi mahasiswa calon guru untuk mengkonstruk pengetahuan dan pemahamannya sendiri,  salahsatunya yaitu dengan metode mind mapping. Mind mapping merupakan teknik mencatat kreatif melalui penggambaran simbol, kata-kata, warna, panah dan garis pada selembar kertas berdasarkan ide pikiran mahasiswa dengan mengungkapkan inti-inti penting materi pembelajaran yang menggambarkan keterkaitan antar konsep secara menyeluruh sehingga memudahkan mahasiswa dalam mengingat dan memahami konsep-konsep matematika secara lebih bermakna. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakam instrumen penelitian berupa hasil tes kemampuan awal matematis, tes pemahaman konsep matematis, dan angket skala sikap. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Suryakancana. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa : 1) Peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis mahasiswa yang menggunakan mind mapping lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional; 2) Peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis mahasiswa yang menggunakan mind mapping lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional dilihat dari kemampuan awal matematis (rendah, sedang, dan tinggi); 3) Mahasiswa memiliki sikap positif terhadap penggunaan metode mind mapping. Kata kunci : Mind Mapping, Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis
MODEL PENDAMPINGAN GURU DALAM MENGHADAPI PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL MATEMATIKA DI SEKOLAH INKLUSIF Ikhwanudin, Trisno
PRISMA Vol 6, No 2 (2017): Jurnal PRISMA Volume VI, No 2 tahun 2017
Publisher : PRISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memandang strategisnya posisi ujian nasional, khususnya dalam mata pelajaran matematika, dirasakan perlu dikembangkan suatu model pendampingan guru dalam menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional pada mata pelajaram Matematika di Sekolah Inklusi. Model pendampingan guru ini diawali dengan proses tes diagnostik kepada siswa kelas XII atau kelas 3 SMA Inklusi. Selanjutnya hasil tes diagnostik akan dikomunikasikan dengan guru matematika sekolah bersangkutan. Hasil tes diagnostik itu memuat kekuatan dan kelemahan siswa, dalam arti pokok bahasan/sub pokok bahasan apa saja yang dikuasai dan kurang dikuasai oleh siswa. Selanjutnya berdasarkan kelemahan siswa tersebut dilakukan treatmen terhadap guru. Dalam kegiatan treatmen tersebut, guru diberi input materi tentang metode atau strategi pembelajaran untuk menyelesaikan masalah/soal pada pokok bahasan yang kurang dikuasai oleh siswa. Selanjutnya guru mengaplikasikan metode atau strategi tersebut di kelas. Dalam kurun waktu tertentu, siswa diuji kembali dengan soal yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Ujian Nasional dan proses diatas berulang kembali sebanyak 2 – 3 putaran sebelum pelaksanaan Ujian Nasional. Kata Kunci: Model pendampingan guru, Ujian Nasional, Tes diagnostik, Treatmen
HUBUNGAN ANTARA SIKAP SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI DIPAWANGI Soleha, Soleha
PRISMA Vol 7, No 1 (2018): Jurnal PRISMA Volume VII, No 1 tahun 2018
Publisher : PRISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara sikap siswa dengan prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Negeri Dipawangi Cianjur. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Pengambilan subyek dalam penelitian ini adalah seluruh jumlah populasi. Data dalam penelitian ini diperoleh dari angket skala sikap siswa terhadap pelajaran matematika dan nilai Ulangan Tengah Semester II tahun ajaran 2016 – 2017. Analisis dalam penelitian ini adalah menggunakan tabulasi silang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Besarnya pengaruh sikap siswa dari aspek kognitif dapat dijelaskan 7,6 % siswa mempunyai sikap yang sangat tinggi, 56,9% siswa mempunyai sikap yang tinggi, 32,3 % siswa mempunyai sikap rendah, 3,07 % siswa mempunyai sikap sangat rendah. Besarnya pengaruh sikap siswa dari aspek afektif dapat dijelaskan 16,9 % siswa mempunyai sikap yang sangat tinggi, 50,7 % siswa mempunyai sikap yang tinggi, 27,6 % siswa mempunyai sikap rendah,  4,6 % siswa mempunyai sikap sangat rendah. Besarnya pengaruh sikap siswa dari aspek afektif dapat dijelaskan 18,4 % siswa mempunyai sikap yang sangat tinggi, 67,6  % siswa mempunyai sikap yang tinggi, 10,7 % siswa mempunyai sikap rendah,   3,07 % siswa mempunyai sikap sangat rendah. Kata Kunci : Sikap Siswa,  Prestasi Belajar
ALTERNATIF PENYUSUNAN MATERI EKSPRESI ALJABAR UNTUK SISWA SMP/MTS DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK Maskar, Sugama
PRISMA Vol 7, No 1 (2018): Jurnal PRISMA Volume VII, No 1 tahun 2018
Publisher : PRISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil skor literasi PISA (Programme for International Student Assessment) pada bidang matematika siswa Indonesia pada tahun 2000, 2003, 2006, 2009, 2012, dan 2015 berturut-turut adalah 367, 360, 391, 371, 375, dan 386. Berdasarkan data tersebut, dengan rata-rata skor literasi internasional adalah 500, dapat disimpulkan bahwa hasil literasi matematika siswa Indonesia signifikan di bawah rata-rata internasional. Dengan kata lain, kemampuan siswa Indonesia untuk mengidentifikasi, memahami, serta menggunakan dasar-dasar matematika dalam menghadapi kehidupan sehari-hari masih jauh di bawah standar Internasional. Pendekatan pendidikan matematika realistik merupakan salah satu solusi untuk permasalahan tersebut. Pada makalah ini dituliskan kontribusi penulis pada penyusunan materi tentang aljabar untuk siswa SMP/MTs dengan pendekatan pendidikan matematika realistik. Penyajian materi tersebut diawali dengan contoh atau ilustrasi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan penjelasan materi dikemas dengan prinsip penemuan kembali. Selain itu, soal-soal yang disajikan pada materi ajar tersebut mayoritas adalah soal-soal bermakna yang menyangkut kehidupan sehari-hari. Lebih lanjut, untuk membentuk karakter siswa, materi ajar tersebut dibuat dengan bahasa Indonesia yang baik, sopan, dan mendidik. Di samping itu, materi tersebut juga disusun dengan mengedepankan kearifan lokal.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY, INTELLECTUALLY, REPETITION (AIR) TERHADAP PENINGKATAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Suwarman, Ramdhan F
PRISMA Vol 6, No 2 (2017): Jurnal PRISMA Volume VI, No 2 tahun 2017
Publisher : PRISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen terhadap siswa SMP kelas VIII pada pembelajaran matematika. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis pada siswa dengan menggunakan model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis pada siswa dengan menggunakan pembelajaran biasa, dan untuk mengetahui sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran ini. Desain penelitian yang digunakan adalah control group pretest-posttest. Sampel yang diteliti terdiri dari 58 siswa, terdiri dari 29 siswa kelas eksperimen dan 29 siswa kelas kontrol. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Karangtengah di kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII C sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah soal tes uraian dan instrumen non tes berupa angket siswa. Dari hasil pembahasan, ditunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) lebih baik dibandingkan dengan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan pembelajaran biasa. Kemudian hasil angket skala sikap yang diberikan kepada siswa menunjukan bahwa pada umumnya siswa bersikap positif terhadap model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR). Kata Kunci: Model Pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition, Pemecahan Masalah Matematis.