cover
Filter by Year

Analysis
Chimica et Natura Acta
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Articles
101
Articles
Penyimpanan Haloalkana Dehalogenase: Pengaruh Konsentrasi Terhadap Stabilitas dan Aktivitas Enzim

Hasan, Khomaini

Chimica et Natura Acta Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.428 KB)

Abstract

Karena kebutuhan penyimpanan protein rekombinan dalam waktu yang sangat lama, berbagai macam kondisi penyimpanan telah disarankan dalam berbagai publikasi guna mempertahankan integritas struktur dan/atau aktivitas enzim asalnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh konsentrasi protein terhadap kestabilan penyimpanan dari haloalkana dehalogenase murni. Haloalkana dehalogenase rekombinan dimurnikan dengan dua langkah pemurnian, yaitu kromatografi penukar ion  dan afinitas. Dua kondisi konsentrasi enzim diobservasi selama 4 minggu. Aktivitas enzim diuji tiap minggu yang merefleksikan kestabilan dari enzim. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi enzim 0.5 mg/mL, dibandingkan dengan konsentrasi 2 mg/mL, lebih mudah mengalami inaktifasi dan kehilangan aktivitas. Peningkatan aktivitas dan stabilitas enzim bentuk konsentrat selama penyimpanan mungkin dipengaruhi oleh oligomerisasi protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi tinggi dari haloalkana dehalogenase direkomendasikan untuk proses penyimpanan enzim dalam waktu yang lama.

Abu Ilalang Sebagai Katalis Basa untuk Produksi Biodiesel dari Minyak Jelantah dengan metode BeRA (Biodiesel Electrocatalytic Reactor)

Wicaksana, Aditya S.A., Lestari, Ratih, Inayatullah, Nur, Yustika, Yustika, Putra, Rudy S.

Chimica et Natura Acta Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.134 KB)

Abstract

Pada penelitian ini pengabuan ilalang dilakukan pada suhu 900°C selama 8 jam dan digunakan sebagai katalis basa pada pembuatan biodiesel yang dilakukan dengan proses elektrokatalitik menggunakan elektrode grafit dengan tegangan DC 18,2 V. Proses elektrokatalitik campuran minyak jelantah, metanol dan katalis abu ilalang (2, 3 dan 5% berat katalis terhadap minyak) berlangsung pada suhu kamar dengan rasio molar minyak terhadap metanol sebesar 1:6 selama 60 menit dengan perbandingan volume pelarut THF terhadap metanol sebesar 1:1. Karakterisasi abu ilalang dilakukan dengan menggunakan XRF dan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan mineral alkalis tertinggi terdapat pada abu akar ilalang (Ca 3,99%) yang menghasilkan 55,65% rendemen biodiesel dengan tingkat efisiensi produksi 41,01% pada aplikasi 5% katalis dengan minyak kedelai sebagai bahan baku produksi. Untuk katalis yang sama pada minyak jelantah dihasilkan 44,47% rendemen biodiesel dengan tingkat efisiensi produksi 41,79%. Selain itu efisiensi produksi biodiesel dengan proses elektrokatalitik menggunakan katalis akar abu ilalang adalah lima kali lebih besar dibandingkan proses tanpa katalis. Melalui penggunanaan abu ilalang sebagai katalis untuk produksi biodiesel dari minyak jelantah diharapkan dapat mengurangi penyebab kebakaran lahan oleh tanaman ilalang sehingga meningkatkan kesuburan lahan pertanian dan mengurangi kuantitas limbah minyak jelantah yang dapat mencemari lingkungan serta tersedianya bahan bakar terbarukan yang ramah lingkungan.

Alga Merah (Gracilaria coronopifolia) sebagai Sumber Fitohormon Sitokinin yang Potensial

Rachman, Saadah Diana, Mukhtari, Zakiyah, Soedjanaatmadja, R. Ukun M.S.

Chimica et Natura Acta Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.557 KB)

Abstract

Alga  merah (Gracilaria coronopifolia) merupakan tanaman tingkat rendah berupa thallus yang tidak memiliki daun, akar dan batang sejati serta sebagian besar tumbuh pada batu di terumbu karang. Alga merah selain mengandung beberapa senyawa organik seperti polisakarida, vitamin, dan berbagai senyawa bioaktif, juga merupakan tanaman yang mengandung fitohormon sitokinin yang cukup potensial dan bermanfaat untuk pembuatan pupuk hormon/biostimulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi sitokinin dari alga merah G. coronopifolia, serta mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman padi (Oryza sativa). Isolasi dan identifikasi sitokinin dimulai dengan proses maserasi menggunakan metanol 80%, ekstraksi dengan etil asetat, kromatografi adsorpsi, kromatografi lapis tipis preparatif, dan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) fase terbalik menggunakan kolom nukleosil ODS. Keaktifan isolat sitokinin diuji hayati dengan menggunakan bioindikator padi, dengan mengukur panjang tajuk dan berat kering tajuk tanaman uji.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang tajuk dan berat kering tanaman uji dengan penambahan isolat sitokinin sebesar 19,6 ppm masing-masing meningkat sebesar 22,12% dan 10,49%. Hasil KCKT dari sitokinin hasil isolasi menunjukkan waktu retensi yang sama dengan standar sitokinin (trans-zeatin) yaitu 8,28 menit. Kadar sitokinin yang terdapat dalam Gracilaria coronopifolia adalah 6,26 × 10-2 mg/g berat kering.

Validasi Metode RP-HPLC untuk Penentuan Kadar Andrografolid Sebagai Senyawa Penanda pada Campuran Esktrak

Purwati, Anisyah Is, Yunianto, Prasetyawan, Supriyono, Agus

Chimica et Natura Acta Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.46 KB)

Abstract

Andrografolid merupakan senyawa bioaktif dari tanaman sambiloto (Andrographis paniculata) yang berpotensi sebagai bahan obat. Kadar andrografolid dapat ditentukan menggunakan RP-HPLC. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi metode RP-HPLC untuk menentukan kadar andrografolid sebagai senyawa penanda untuk standarisasi formula obat herbal terstandar (OHT) dari campuran ekstrak tanaman sambiloto dan binahong (Andredera cordifolia). Metode RP-HPLC dikembangkan menggunakan kolom Sunfire C18 (150 × 4,6 mm, 5μm) dengan fase gerak asetonitril dan campuran 0,1% asam trifloroasetat dan metanol (90:10) secara elusi gradien serta laju alir fase gerak 1 mL/menit. Deteksi menggunakan detektor PDA pada panjang gelombang 230 nm. Andrografolid dielusi pada waktu retensi 9,77 dengan resolusi puncak 2,14. Respon dari standar andrografolid linear pada rentang konsentrasi 0,031-0,5 mg/mL dengan r2=0,9999. Akurasi dari metode ini, yaitu 94,46% dengan nilai RSD 1,73%. Presisi, limit deteksi (LOD), dan limit kuantisasi (LOQ) yang diperoleh masing-masing, yaitu 3,46%, 0,028 mg/mL, dan 0,096 mg/mL. Metode yang divalidasi ini dapat digunakan sebagai referensi untuk penentuan kadar andrografolid dalam standarisasi obat herbal terstandar dari campuran ekstrak tanaman.

Pemodelan Kalkulasi Modulus Bulk Keramik Silikon Karbida 3C dengan Perangkat Lunak CP2K

Nizar, Muhammad Syaifun, Septawendar, Rifki

Chimica et Natura Acta Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.568 KB)

Abstract

Perkembangan penelitian material khususnya untuk keramik maju saat ini mulai menuju ke arah komputasi material dalam perancangan material baru atau untuk simulasi pemodelan material. Dalam penelitian ini digunakan perangkat lunak CP2K untuk kalkulasi energi suatu material dengan menggunakan prinsip pertama atau ab initio. Tulisan ini bertujuan untuk menghitung nilai bulk modulus kristal silikon karbida dengan menggunakan perangkat lunak CP2K. Energi material yang dihitung adalah kristal keramik SiC 3C, yang selanjutnya dihitung dengan menggunakan persamaan Birch-Murnaghan untuk mengetahui nilai bulk modulus dari data energi hasil kalkulasi. Hasil perhitungan didapat nilai bulk modulus 218,6 GPa, yang paling mendekati nilai hasil percobaan laboratorium adalah perhitungan dengan basis set PBE dengan interval kisi atom 0,001 Å dengan selisih 2,8 % dari  hasil percobaan laboratorium. Nilai bulk modulus dipengaruhi oleh data hasil perhitungan DFT dan kerapatan jarak kisi atom dan basis set yang dipilih untuk perhitungan energi.

Cangkang Telur Ayam sebagai Sumber Kalsium dalam Pembuatan Hidroksiapatit untuk Aplikasi Graft Tulang

Noviyanti, Atiek Rostika, Haryono, Haryono, Pandu, Rinal, Eddy, Diana Rakhmawaty

Chimica et Natura Acta Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.017 KB)

Abstract

Hidroksiapatit dengan struktur heksagonal merupakan biomaterial yang berpotensi sebagai implan tulang maupun gigi, karena memiliki sifat biokompatibilitas, dan bioresorbabilitas. Karakteristik kimia dan kristalinitas hidroksiapatit yang mirip dengan sifat tulang dan gigi manusia, menyebabkan kehadirannya dalam tubuh mudah diterima. Tujuan penelitian ini untuk menyintesis hidroksiapatit dengan metode basah menggunakan kalsium hasil isolasi dari cangkang telur ayam. Sintesis hidroksiapatit dilakukan dengan reaksi metode basah. Proses sintering optimum diamati dengan variasi waktu 3, 5 dan 9 jam. Karakterisasi struktur, morfologi, dan komposisi unsur hidroksiapatit masing-masing menggunakan XRD dan TM-EDX. Hidroksiapatit terbanyak diperoleh pada waktu sintering selama 5 jam, yaitu sebesar 74,74%, dengan rasio massa Ca/P 1,67. Pola difraksi XRD hidroksiapatit hasil sintesis mirip dengan ICSD #157481.

Penggunaan Air Olahan Limbah Kantin Hasil Perendaman Batang Pisang dan Ampas Teh untuk Pertumbuhan Tanaman Mangkokan dan Puring, Serta Peningkatan Mutu Air Olahan dengan Elektrokimia Termediasi

Natanael, Christi L., Yuliyati, Yati B.

Chimica et Natura Acta Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.167 KB)

Abstract

Pertumbuhan tanaman mangkokan dan puring dalam media air olahan limbah salah satu kantin di lingkungan kampus Jatinangor menunjukkan hasil yang lebih baik bila dibandingkan dalam media air limbah kantin yang tanpa diolah terlebih dulu. Hal ini dapat dilihat dari tumbuhnya akar dan pucuk daun baru.Pengolahan pendahuluan dilakukan dengan memasukkan irisan batang pisang dalam air limbah kantin selama 2 jam. Perlakuan ini berhasil menurunkan jumlah total koloni bakteri yaitu sebesar 57,13%. Selanjutnya dilakukan bioadsorpsi menggunakan ampas teh (10 g/L), proses ini menyebabkan perubahan nilai pH air limbah menuju pH normal. Pada 2 jam bioadsorpsi nilai pH air olahan 5,42; konduktivitas 713 µS/cm; dan COD 291,2 mg/L. Kemudian terhadap air olahan tersebut dilakukan oksidasi elektrokimia termediasi pada beda potensial 6 V selama 20 menit dengan elektrode aluminium. Elektrokimia ini berhasil mendapatkan air olahan dengan nilai pH 6,07, COD 348 mg/L, dan penurunan kekeruhan sebesar 50,71% dengan diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada λ460. Air olahan limbah tersebut dapat dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman khususnya mangkokan dan puring.

Metode ERASI (Gabungan Process Electro-Assisted Phytoremediation dan Aerasi) dengan Tanaman Akar Wangi (Vetiveira zizanioides L) untuk Remediasi Air Limbah Logam Fe dan Cu

Setianingrum, Iis, Sintadani, Ega Dwi, Viani, Vivin, Uuliyah, Durrotul, Faridani, M. Faiq, Putra, Rudy Syah

Chimica et Natura Acta Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.914 KB)

Abstract

Kegiatan industri, pertanian, dan pertambangan semakin meningkat sehingga pencemaran logam berat pada air menjadi persoalan penting secara global yang membutuhkan perhatian khusus. Salah satu sumber pencemar diperairan adalah logam berat karena memiliki sifat yang stabil dan sulit untuk didegradasi, sehingga perlu dilakukan tindakan remediasi. Salah satu metode remediasi yang dapat digunakan adalah gabungan proses EAPR (electro-assisted phytoremediation) dan aerasi dengan tanaman akar wangi (Vetiveira zizanioides L) sebagai akumulator polutan yang selanjutnya disebut dengan metode ERASI. Metode ini merupakan proses fitoremediasi, dengan bantuan listrik arus searah yang dialirkan melalui elektroda untuk membantu mobilitas polutan bermuatan dari sumber limbah yang dalam mendekat ke arah akar tanaman serta dengan injeksi udara melalui proses aerasi untuk meningkatkan konsentrasi oksigen di dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan tanaman akar wangi menyerap logam Fe dan Cu dalam jangka waktu lebih lama pada media limbah logam berat dengan parameter kualitatif dan kuantitatif yaitu pengamatan perubahan morfologi tanaman dan penurunan konsentrasi logam berat Fe dan Cu. Dalam penelitian ini dilakukan juga perbandingan tiga proses yaitu fitoremediasi, fitoremediasi-aerasi dan ERASI dengan lama waktu pengamatan selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan tanaman akar wangi yang lebih cepat menyerap logam berat Fe dan Cu adalah pada perlakuan ERASI yang ditandai dengan timbulnya gejala toksisitas tanaman yang lebih cepat seperti layu, kering hingga terbakar serta penurunan konsentrasi logam Fe dan Cu dalam air sebesar 85% dari konsentrasi semula dibandingkan dengan dengan proses aerasi (80%) dan fitoremediasi (26%). Hasil analisis konsentrasi klorofil tanaman pada proses ERASI menunjukkan tanaman mengalami tingkat stress lebih rendah dibandingkan dengan proses aerasi mengalami stress paling tinggi. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa metode ERASI merupakan proses yang paling efektif dalam menurunkan konsentrasi logam berat Fe dan Cu dari kedua metode lainnya.

Kinetika Degradasi Serbuk Antosianin Daun Miana (Coleous scutellarioides L. Benth) Var. Crispa Hasil Mikroenkapsulasi

Cisilya, Theresia, Lestario, Lydia N., Cahyanti, Margareta N.

Chimica et Natura Acta Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.487 KB)

Abstract

Tanaman miana (Coleous scutellarioides) merupakan salah satu tanaman tropis yang mengandung antosianin yang dapat berpotensi sebagai zat warna alami. Pigmen antosianin memiliki stabilitas yang rendah, namun dapat ditingkatkan dengan mikroenkapsulasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kinetika degradasi serbuk antosianin daun miana hasil mikroenkapsulasi. Mikroenkapsulasi dilakukan dengan menambahkan maltodekstrin berbagai konsentrasi (8, 10, 12, dan 14% b/v) dalam ekstrak daun miana. Daun miana diekstrak menggunakan pelarut asam tartarat 2% (b/v). Serbuk antosianin disimpan dalam inkubator pada suhu 25, 35, dan 45°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaksi degradasi antosianin mengikuti orde 2. Kinetika degradasi yang paling stabil adalah pada penambahan maltodekstrin 8% yang ditunjukkan dengan konstanta laju degradasi, waktu paruh, dan energi aktivasi.

Carboxymethyl Cellulose Photocracking by Magnetic Recoverable Photocatalyst to Produce Biofuel in Ambient Condition

Ramanda, Yudha, Thomas, Kevin, Aziz, Saifuddin, Mauludi, Kurniawan, Kunarti, Eko Sri

Chimica et Natura Acta Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.048 KB)

Abstract

Synthesis of Fe3O4/SiO2/TiO2 nanocomposite and its application as photocatalyst in Carboxymethyl Cellulose (CMC) photocracking had been conducted. Magnetite preparation was carried out by sono-coprecipitation method. The deposition of SiO2 and TiO2 were performed by sol-gel method under ultrasonic irradiation. All material products were characterized by X-ray diffraction (XRD), Fourier transform infra-red spectrophotometry (FT-IR), and transmission electron microscopy (TEM). The final material product was also analysed by specular reflectance UV-Visible (SR-UV-Vis). The product of photocracking was analysed by gas chromatography – mass spectrometry (GC-MS).The XRD diffractogram and FT-IR spectra confirmed the presence of Fe3O4, SiO2, and anatase phase of TiO2. The TEM image revealed the presence of nanocomposite with core-shell structure. The SR-UV-Vis spectrum was used to determine band gap energy of the photocatalyst and it gave a result of 3.22 eV. The GC chromatogram of photocracking product indicated some major fractions. The MS spectra showed that some major fractions were smaller molecules including methanol, the component of biofuel.