cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 101 Documents
Carboxymethyl Cellulose Photocracking by Magnetic Recoverable Photocatalyst to Produce Biofuel in Ambient Condition Ramanda, Yudha; Thomas, Kevin; Aziz, Saifuddin; Mauludi, Kurniawan; Kunarti, Eko Sri
Chimica et Natura Acta Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.048 KB) | DOI: 10.24198/cna.v5.n2.14693

Abstract

Synthesis of Fe3O4/SiO2/TiO2 nanocomposite and its application as photocatalyst in Carboxymethyl Cellulose (CMC) photocracking had been conducted. Magnetite preparation was carried out by sono-coprecipitation method. The deposition of SiO2 and TiO2 were performed by sol-gel method under ultrasonic irradiation. All material products were characterized by X-ray diffraction (XRD), Fourier transform infra-red spectrophotometry (FT-IR), and transmission electron microscopy (TEM). The final material product was also analysed by specular reflectance UV-Visible (SR-UV-Vis). The product of photocracking was analysed by gas chromatography – mass spectrometry (GC-MS).The XRD diffractogram and FT-IR spectra confirmed the presence of Fe3O4, SiO2, and anatase phase of TiO2. The TEM image revealed the presence of nanocomposite with core-shell structure. The SR-UV-Vis spectrum was used to determine band gap energy of the photocatalyst and it gave a result of 3.22 eV. The GC chromatogram of photocracking product indicated some major fractions. The MS spectra showed that some major fractions were smaller molecules including methanol, the component of biofuel.
STUDI IN SILICO SINGLE CHAIN VARIABLE FRAGMENT (SCFV) SELEKTIF TERHADAP HORMON BASIC NATRIURETIC PEPTIDE (BNP) Gaffar, Shabarni; Masyhuri, Aga Adi; Hartati, Yeni Wahyuni; Rustaman, Rustaman
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.167 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n2.10671

Abstract

Basic natriuretic peptide (BNP) merupakan polipeptida yang terdiri dari 32 asam amino yang disekresikan oleh bilik jantung untuk merespon peregangan yang berlebihan pada sel otot jantung. Pengeluaran BNP dimodulasi oleh ion kalsium. BNP berpotensi untuk digunakan sebagai marker untuk meramalkan pasien yang mengalami gagal jantung. Anti BNP single chain variable fragment (Anti BNP SCFV) merupakan gabungan polipeptida antara daerah yang bervariasi pada rantai heavy (VH) dan rantai light (VL) dari immunoglobulin. Anti BNP SCFV akan berikatan dengan BNP melalui pengenalan antigen-antibodi yang biasanya berada pada daerah CDR (Complementary Determining Region) yang merupakan bagian dari SCFV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari selektivitas docking SCFV yang diperoleh dari Protein Data Bank (PDB) dengan BNP berdasarkan parameter energi intermolekular secara in silico. SCFV terpilih dimodifikasi melalui penggantian asam amino yang berperan pada interaksi untuk mendapatkan SCFV yang lebih selektif terhadap BNP dengan energi interaksi intermolekular yang lebih rendah. Docking dilakukan menggunakan program Autodock 4.2.3. Visualisasi dilakukan menggunakan program Molegro Virtual Viewer. Hasil penelitian menunjukkan SCFV dengan ID-PDB 4OUO merupakan SCFV yang selektif terhadap BNP dengan energi intermolekular -12,81 kkal/mol, Ki 0,9712 M, namun energi ikatan yang positif: 17,33 kkal/mol. Penggantian asam amino arginin 116 menjadi histidin pada SCFV 4OUO memperlihatkan pengikatan yang lebih selektif terhadap BNP dengan energi intermolekul -13,66 kkal/mol, energi ikatan 16,47 kkal/mol, dan Ki 0,9726 M. Bagaimanapun, metode prediksi interaksi antara BNP dan SCFV perlu dikembangkan lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
AKTIVASI ARANG SEKAM PADI DENGAN LARUTAN NATRIUM KARBONAT DAN KARAKTERISASINYA Solihudin, Solihudin; Noviyanti, Atiek Rostika; Rukiah, Rukiah
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.59 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n1.9168

Abstract

Sekam padi merupakan limbah pertanian yang cukup melimpah di daerah penghasil beras sepeti Jawa Barat, sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai sumber karbon karbon aktif yang dapat digunakan untuk adsorben, pendukung katalis dan elektrode. Sampai saat ini telah banyak penelitian pembuatan karbon aktif dari sekam padi namun masih menggunakan metode dan bahan kimia yang kurang ramah lingkungan serta biaya tinggi. Pada penelitian ini aktivasi arang sekam padi dilakukan dengan metode refluks menggunakan larutan natrium karbonat untuk melarutkan silikanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio mol silika dalam arang sekam padi dengan natrium karbonat, waktu refluks, dan suhu kalsinasi terhadap karakteristik karbon aktif yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah pelarutan silika oleh natrium karbonat dengan cara refluks kemudian dikalsinasi. Hasil aktivasi karbon tersebut dikarakterisasi dengan uji kadar abu, XRD, SEM-EDS, dan FTIR. Dari hasil penelitian ini didapatkan kondisi optimum aktivasi arang sekam padi yaitu rasio mol natrium karbonat dengan silika yaitu 1:3, waktu refluks selama 3 jam, dan suhu kalsinasi 900oC serta karbon yang didapatkan berupa amorf.
PEMISAHAN LANTHANUM DARI LIMBAH HASIL PENGOLAHAN TIMAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENGENDAPAN BERTINGKAT Hastiawan, Iwan; Firmansyah, Fajar; Juliandri, Juliandri; Eddy, Diana Rakhmawaty; Noviyanti, Atiek Rostika
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.439 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n2.10678

Abstract

Di Indonesia mineral  mengandung unsur tanah jarang terdapat di dalam mineral bawaan pada komoditas utama terutama emas dan timah. Unsur tanah jarang sesuai namanya merupakan unsur yang langka, di alam berupa senyawa kompleks fospat dan karbonat. Lanthanum merupakan unsur dengan nomor atom 57 dan termasuk dalam golongan unsur tanah jarang ringan. Lanthanum oksida digunakan secara ekstensif pada aplikasi lampu karbon, terutama di industri perfilman untuk lampu studio dan proyeksi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar lanthanum oksida yang diperoleh dari hasil pemisahan dengan menggunakan metode pengendapan bertingkat. Langkah pertama adalah destruksi dengan menggunakan natrium hidroksida. Lalu pembentukan tanah jarang klorida dengan penambahan asam klorida. Selanjutnya pengendapan selektif  untuk memisahkan tanah jarang hidroksida. Kemudian pemisahan lanthanum  dengan cara pengendapan bertingkat menggunakan ammonium hidroksida. Pengendapan dilakukan dalam  tingkatan pH yang berbeda. Lantanum hidroksida dilarutkan dengan asam nitrat untuk kemudian diendapkan dengan penambahan asam oksalat. Selanjutnya dilakukan kalsinasi pada suhu 1000°C selama 2 jam untuk pembentukan lanthanum oksida. Lanthanum oksida dianalisis dengan menggunakan SEM-EDX. Hasil karakterisasi SEM-EDX menunjukkan bahwa lanthanum oksida yang diperoleh dengan menggunakan metode pengendapan bertingkat mempunyai kadar sebesar 86,59%. Efisiensi dari metode pengendapan bertingkat dengan menggunakan ammonium hidroksida sebesar 64,57%.
PEMANFAATAN ASAP CAIR KAYU PUTIH (Malaleuca cajuputi) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DALAM PENGOLAHAN IKAN TUNA ASAP Apituley, Daniel Ambrosius Nicolas; Leiwakabessy, Jusuf; Nanloh, Esterlina Elizabeth Elsina Martha
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.807 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n2.9159

Abstract

Asap cair mempunyai peluang untuk digunakan secara luas di Maluku karena ketersediaan bahan baku yang melimpah terutama bahan baku yang berasal dari limbah hasil pertanian maupun hasil pengolahan minyak kayu putih. Batang dan ranting kayu putih dapat digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan asap cair. Asap cair yang dibuat melalui pirolisis kayu putih tersebut mengandung komponen senyawa yang dapat berperan sebagai antioksidan yang dapat menghambat maupun mencegah terjadinya proses oksidasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komponen kimia penyusun asap cair yang dapat berperan sebagai antioksidan serta kemampuannya dalam mencegah terjadinya kerusakan oksidatif pada ikan Tuna asap. Hasil analisis dengan GC-MS menunjukkan bahwa fenol dan berbagai derivatnya merupakan komponen yang paling dominan dalam asap cair kayu putih. Hasil uji dpph menunjukkan kemampuan komponen senyawa asap cair kayu putih memiliki potensi sebagai antioksidan yang baik. Kemampuan sebagai antioksidan ditunjukkan oleh asap cair kayu putih dalam menghambat laju peningkatan nilai TBA dan asam lemak bebas ikan Tuna asap selama penyimpanan.
Aktivitas Antikanker Ekstrak Etanolbuah Ranti Hitam (Solanum blumei Nees ex Blume) Terhadap Sel Leukimia L1210 Simorangkir, Murniaty; Silaban, Saronom; Surbakti, Ribu; Barus, Tonel; Simanjuntak, Partomuan
Chimica et Natura Acta Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.107 KB) | DOI: 10.24198/cna.v5.n1.12819

Abstract

Tanaman ranti hitam (Solanum blumei Nees ex Blumei), famili Solanaceae, ditemukan di daerah Dairi dan Karo, secara tradisional digunakan sebagai tanaman obat. Pengujian aktivitas antikanker dari ekstrak etanol buah ranti hitam terhadap sel leukemia L1210 telah dilakukan dengan metode hemositometri setelah diinkubasi 48 jam pada suhu 37°C di dalam inkubator 5% CO2. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol buah ranti hitam berpotensi sebagai antikanker terhadap sel leukemia L1210 dengan nilai IC50 sebesar 14,88 µg/mL (aktif).
PROSES DEPROTEINISASI KARET ALAM (DPNR) DARI LATEKS Hevea brasiliensis Muell Arg. DENGAN CARA ENZIMATIK Astrid, Dewi; Febrianti, Inky; Mulyasari, Rita; Hidayat, Ade Sholeh; Hidayat, Ace Tatang; Rachman, Saadah Diana; Maksum, Iman Permana; Rahayu, Iman; Soedjanaatmadja, Ukun M. S.
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.301 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n2.9152

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil karet terbesar setelah Thailand. Sehubungan dengan produksi karet alam di Indonesia, kultur tanaman Hevea brasiliensis secara ekonomi sangat penting bagi negara tropis penghasil karet. Salah satu peluang dari pemanfaatan lateks H. brasiliensis adalah dengan memproduksi karet densitas rendah yang memiliki kadar protein yang rendah untuk digunakan sebagai bahan pembuatan sponge untuk pipa apung lepas pantai atau sarung tangan, alat kontrasepsi (kondom), dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan karet alam yang memiliki densitas rendah, serta kandungan nitrogen total yang rendah,melalui sentrifugasi dan proses deproteinisasi dengan penambahan enzim protease(papain)dan kombinasi denaturan (β-merkaptoetanol dan SDS) pada fraksi karet dari lateksH. brasilliensis Muell Arg. Klon PR 255. Lateks disentrifugasi pada suhu 0oC dengan kecepatan 4.000 rpm selama 180 menit dan 19.000 rpm selama 60 menit. Lateks akan terpisah menjadi tiga fraksi utama; yaitu fraksi karet (atas), C serum (tengah) dan partikel koloid (bawah). Fraksi karet diperlakukan dengan tiga variasi enzimatik. Enzimatik A, dilakukan penambahan enzim papain. Enzimatik B, dilakukan penambahan enzim papain, deterjen SDS dan β-merkaptoetanol secara bersamaan. Enzimatik C, dilakukan penambahan deterjen SDS dan β-merkaptoetanol terlebih dahulu, setelah diinkubasi selama 24 jam dilakukan penambahan enzim papain. Proses inkubasi dilakukan selama 48 dan 96 jam, pada suhu 37oC. Densitas karet dan kadar nitrogen total dari fraksi karet sebelum dan sesudah proses enzimatik dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimal penurunan kadar nitrogen didapat pada kecepatan 19.000 rpm selama 60 menit (waktuinkubasi selama 96 jam) yaitu sebesar 88,26% dengan kadar nitrogen total sebesar 0,05% (menurundarikadar nitrogen awal 0,40%) sertadensitasnyasebesar 0,8086 g/mL (menurun dari densitas awal 0,9287g/mL).Kadar nitrogen total sebelum sentrifugasi sebesar 0,40%, dan setelah sentrifugasi sebesar 0,30%. Densitas karet tanpa sentrifugasi, sesudah sentrifugasi pada kecepatan 4.000 rpm dan sesudah proses enzimatik C masing-masing sebesar 0,9287; 0,8986 dan 0,8168 g/mL.Sedangkan untuk kecepatan 19.000 rpm, densitas karet tanpa sentrifugasi, setelah sentrifugasi dan setelah proses enzimatik C masing-masing sebesar 0,9287; 0,8890dan 0,8086 g/mL.
PENGARUH TEKANAN DAN SUHU TERHADAP REJEKSI Gd-DTPA DAN Sm-DTPA DENGAN MENGGUNAKAN MEMBRAN NANOFILTRASI Rahayu, Iman; Rustaman, Rustaman; Anggraeni, Anni; Noviyanti, Atiek Rostika; Lubis, Rubianto A.
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.828 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n3.10926

Abstract

Saat ini telah banyak dilakukan penelitian mengenai pemisahan unsur tanah jarang karena peranannya penting dalam perkembangan teknologi. Pemisahan dan pemurnian unsur tanah jarang sangat sulit dilakukan karena unsur tanah jarang memiliki kemiripan sifat antara satu dengan yang lainnya.Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan metode-metode pemisahan dan pemurnian unsur tanah jarang dari mineral-mineralnya, salah satunya dengan membran nanofiltrasi dengan penambahan ligan dietilentriaminpentaasetat (DTPA).Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan gadolinium(III) dan samarium(III) dengan menggunakan membran nanofiltrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pembuatan larutan standar gadolinium(III) dan samarium(III), pembuatan larutan kompleks dan pemisahan dengan membran nanofiltrasi pada variasi tekanan 2-6 bar dan suhu 20-40°C. Permeat hasil dari pemisahan kemudian dianalisis dengan menggunakan ICP-AES. Dari hasil penelitian ini diperoleh tekanan optimum yaitu 2 bar dengan menghasilkan rejeksi Gd-DTPA sebesar 97,52 % dan Sm-DTPA sebesar 97,28 %. Suhu optimum yang diperoleh yaitu 20°C dengan menghasilkan rejeksi Gd-DTPA sebesar 99,73 % dan Sm-DTPA sebesar 99,58 %.
EKSTRAKSI GADOLINIUM(III) DAN SAMARIUM(III) DENGAN PELARUT n-HEKSANA MELALUI PEMBENTUKAN KOMPLEKS DENGAN LIGAN ASAM DI-(2-ETILHEKSIL) FOSFAT Anggraeni, Anni; Mutalib, A.; Primadhini, Primadhini; Bahti, Husein H.
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.527 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n2.9197

Abstract

Logam tanah jarang (LTJ) merupakan bahan yang strategis, sukar diperoleh, dan mempunyai kegunaan yang luas. Pemisahan dan pemurnian LTJ saat ini masih sulit dilakukan karena LTJ mempunyai sifat fisika dan sifat kimia yang mirip. Ekstraksi pelarut merupakan metode yang paling sukses digunakan untuk pemisahan LTJ. Asam di-2-etilheksil fosfat (D2EHPA) merupakan suatu asam organofosfat yang telah banyak digunakan pemisahan dan pemurnian LTJ. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai parameter dasar ekstraksi seperti Kd (koefisien distribusi), α (faktor pemisahan) dan %E (efisiensi ekstraksi) pada ekstraksi gadolinium(III) dan samarium(III) melalui pembentukan kompleks ligan D2EHPA menggunakan pelarut n-heksana. Ekstraksi dilakukan pada kondisi optimum ekstraksi dan keberhasilan proses ekstraksi dievaluasi menggunakan ICP-OES. Parameter dasar dalam ekstraksi gadolinium(III) dan samarium(III) menggunakan pelarut n-heksana pada pH 3 dengan ligan D2EHPA adalah sebagai berikut Kd Gd = 2,68; α Gd/Sm = 3,65; %E Gd = 87,1 %; Kd Sm = 0,73; α Sm/Gd = 0,27; %E Sm = 49 %. Dari nilai-nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa gadolinium dan samarium dapat dipisahkan dengan metode ekstraksi melalui pembentukan kompleks dengan ligan D2EHPA, dengan hasil pemisahan terbaik diperoleh ketika digunakan pasangan pelarut heksana-air pada pH 3.
Penyimpanan Haloalkana Dehalogenase: Pengaruh Konsentrasi Terhadap Stabilitas dan Aktivitas Enzim Hasan, Khomaini
Chimica et Natura Acta Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.428 KB) | DOI: 10.24198/cna.v5.n3.16059

Abstract

Karena kebutuhan penyimpanan protein rekombinan dalam waktu yang sangat lama, berbagai macam kondisi penyimpanan telah disarankan dalam berbagai publikasi guna mempertahankan integritas struktur dan/atau aktivitas enzim asalnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh konsentrasi protein terhadap kestabilan penyimpanan dari haloalkana dehalogenase murni. Haloalkana dehalogenase rekombinan dimurnikan dengan dua langkah pemurnian, yaitu kromatografi penukar ion  dan afinitas. Dua kondisi konsentrasi enzim diobservasi selama 4 minggu. Aktivitas enzim diuji tiap minggu yang merefleksikan kestabilan dari enzim. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi enzim 0.5 mg/mL, dibandingkan dengan konsentrasi 2 mg/mL, lebih mudah mengalami inaktifasi dan kehilangan aktivitas. Peningkatan aktivitas dan stabilitas enzim bentuk konsentrat selama penyimpanan mungkin dipengaruhi oleh oligomerisasi protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi tinggi dari haloalkana dehalogenase direkomendasikan untuk proses penyimpanan enzim dalam waktu yang lama.

Page 1 of 11 | Total Record : 101