cover
Filter by Year
Economica: Jurnal Ekonomi Islam
EEconomica: Jurnal Ekonomi Islam is a scientific journal in the field of Islamic economics studies published twice a year by the Institute of Islamic Economic Research and Development (LP2EI), Faculty of Islamic Economics and Business UIN Walisongo Semarang. The editors receive scientific articles in the form of conceptual script or unpublished research results or other scientific publications related to Islamic Economics themes which cover Islamic Finance, Islamic Banking, Islamic Accounting, Islamic Marketing, also Behavioral Economics, Management, and Human Resources in Islamic perspective.
Articles
76
Articles
Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Profitabilitas Bank Syariah di Indonesia

Sudarsono, Heri

Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aimed to analyze the factors affecting the amount of profitability (ROA) provided by Islamic banking in Indonesia. The data which is used is taken from the financial report of the Shari’a Bank during the 2011-2016 periods by using montly financial statement This study uses a Vector Error Correction Model (VECM) to see the long-term effect and response to shock that occur in the studied variables. The result shows that in the long run, the percentage Financing (FIN) and BOPO give a positive siqnifikant effect on the ROA, while third party funds (DPK), percentage profit and loss sharing (TBH), financial to deposit ratio (FDR) has negative and siqnificant effect on the ROA. Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) and non performing finance (NPF) have no significant effect on the ROA. In short run, ROA give a negatif and siqnificant effect on the ROA and FDR give a positif and siqnificant effect, while DPK, FIN, SBIS, TBH, NPF and BOPO have no sinificant effect on the ROA. Therfore, shocks that occur in the ROA, FIN, FDR , NPF dan BOPO positively responded by ROA and will be stable in the long term. While the shocks that occur in the percentage of FDR, SBIS and TBH responded negatively by financing and will be stable in the long term.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi profitabilitas (ROA) perbankan syariah di Indonesia. Data yang digunakan data bulanan dari laporan keuangan bank syariah periode 2010-2015. Penelitian ini mengunakan Vector Error Correction Model (VECM) untuk melihat dampak jangka panjang dan respon terhadap dampak shock pada setiap variabel terhadap pembiayaan. Hasil olah data menunjukkan bahwa FIN dan BOPO berhubungan positif terhadap ROA, sedangkan DPK, TBH, FDR berhubungan negatif terhadap dan ROA SBIS dan NPF tidak berpengaruh terhadap tingkat ROA. Dalam jangka pendek, ROA berhubungan negatif, tetapi FDR terhadap ROA berhubungan positif. Sedangkan DPK, FIN, SBIS, TBH, NPF and BOPO tidak berhubungan dengan pembiayaan. Di lain pihak, respon pembiayan terhadap goncangan yang terjadi terjadi pada ROA, FIN, FDR, NPF dan BOPO direspon positif oleh ROA. Sedangkan respon ROA terhadap goncangan yang terjadi pada FDR, SBIS dan TBH adalah negatif.

Kualitas Kehidupan Kerja pada Wanita Pekerja: Studi pada Pekerja Wanita di Lingkup Bank BRI Syariah Cabang Semarang

Fataron, Zuhdan Ady

Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The double burden on women’s work as schedules and work demands can make it difficult for women to fulfill family demands to have an unfavorable impact on both their working lives and on family life. It is necessary for a positive work-family interaction built through spiritual intelligence and work engagement. The focus of this study is to examine the effect of spiritual intelligence and work engagement in explaining the positive work-family interaction in order to build quality work life. Research data related to these variables obtained through interviews using questionnaires answered by the respondents working women, have a family and have children. The data obtained were analyzed by Structural Equation Modeling (SEM) approach. The results of data analysis showed that spiritual intelligence and work engagement were statistically proved to have a significant positive effect on family-positive work interaction. Similarly, a positive work-family interaction is evidently able to explain the quality of work life.Beban ganda pada pekerjaan perempuan seperti jadwal dan tuntutan kerja dapat menyulitkan perempuan untuk memenuhi tuntutan keluarga, memiliki dampak yang tidak menguntungkan baik pada kehidupan kerja maupun kehidupan keluarga mereka. Hal ini memerlukan adanya interaksi positif pekerjaan-keluarga yang dibangun melalui kecerdasan spiritual dan work engagement. Fokus dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kecerdasan spiritual dan work engagement dalam menjelaskan interaksi positif keluarga-kerja untuk membangun kehidupan kerja yang berkualitas. Data penelitian yang berkaitan dengan variabel-variabel ini diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner yang dijawab oleh responden wanita pekerja, memiliki keluarga dan memiliki anak. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil analisis data menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual dan work engagement secara statistik terbukti memiliki efek positif yang signifikan terhadap interaksi positif pekerjaan-keluarga. Demikian pula, interaksi positif pekerjaan-keluarga ternyata mampu menjelaskan kualitas kehidupan kerja.

Investasi dalam Perspektif Ekonomi Islam: Pendekatan Teoritis dan Empiris

Pardiansyah, Elif

Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Investment is a commitment to withhold excess funds in order to gain profit in the future. Nevertheless, there are unscrupulous individuals who utilize investment as a means of collecting funds from the public with products and activities that are not according to sharia. Therefore, explaining the principles of sharia in investing becomes important as a guide for society. Eclpisit and implicit investment activities contained in the number of Qur’anic verses and the sunnah of the Prophet Muhammad, who once ran the business and became a partner of the Mecca investor of his day. The principle of sharia investment is any form of muamalah may be done until there is a prohibited prohibition, the water search for forbidden activities in a business activity, both object (product) and the process of activity that contains elements haram, gharār, maysīr, ribā, tadlīs, talaqqī al-rukbān, ghabn, ḍarar, rishwah, maksiat and ẓulm. In investing, there are sharia rules regarding what covenants are allowed, what is prohibited, and risks that arise as an integral part of investment activity.

Pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB), Jumlah Bagi Hasil dan Jumlah Kantor terhadap Jumlah Deposito Muḍārabah Bank Syariah di Indonesia Periode 2011-2015

Meyliana, Dita, Mulazid, Ade Sofyan

Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study found the influence of Gross Domestic Product (GDP), the amount of profit sharing and the number of offices to the number of muḍārabah deposits of Islamic banks in Indonesia. The data used in this research is quarterly data from 2011-2015 period. The method of analysis used in this research is Data Panel Regression Analysis by using computer program Eviews version 9.0 and Microsoft Excel 2010. The results in this study indicate that partially Gross Domestic Product (GDP), the amount of profit sharing and the number of offices have a significant influence on the amount Muḍārabah deposits. This result is evidenced by a significant value of 0.0000 that is smaller than 0.05 and has a positive direction. So the greater of GDP, number of profit sharing and the number of offices, the greater number of muḍārabah deposits of Islamic banks in Indonesia.Penelitian ini menemukan adanya pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB), jumlah bagi hasil dan jumlah kantor terhadap jumlah deposito muḍārabah bank syariah di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data triwulan periode 2011-2015. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Data Panel dengan menggunakan program komputer Eviews versi9.0 dan Microsoft Excel 2010. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial Produk Domestik Bruto (PDB), jumlah bagi hasil dan jumlah kantor memiliki pengaruh signifikan terhadap jumlah deposito muḍārabah. Hasil ini dibuktikan dengan nilai signifikan sebesar 0.0000 yaitu lebih kecil dari 0.05 dan memiliki arah positif. Sehingga semakin besar PDB, jumlah bagi hasil dan jumlah kantor, maka semakin besar pula jumlah deposito muḍārabah bank syariah di Indonesia.

Optimalisasi Portofolio Nilai Saham: Studi Komparasi Kinerja Saham Syariah dan Nonsyariah

Mubarok, Ferry Khusnul, Darmawan, Ahmad Ridho, Luailiyah, Zahirotul

Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The objective of this research is to analyze the comparison of sharia and nonsharia stock performance. The sample is a company listed on the Indonesia Stock Exchange, listing from 2013-2017. The sample consists of nonsharia stock (LQ45) and sharia stock (Jakarta Islamic Index). Sampling method used purposive sampling technique. Data analysis technique used Risk-Adjusted Return Measurement and analyzed by using paired sample T-Test. Based on analysis and discussion, there is no significant differences between portfolio performance of LQ45 and JII, either using Sharpe, Treynor, and Jensen alpha Index. Based on annual data, the performance of JII’s portfolio is better than LQ45 when macroeconomic is depression, while LQ45 portfolio performance is better when macroeconomic is booming. Thus, JII portfolios are more effective used when the economy is depressed, while LQ45 is more effective when the economy is booming.

Kontruksi Sistem Jaminan Sosial dalam Perspektif Ekonomi Islam

Aprianto, Naerul Edwin Kiky

Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This article intends to examine the social security system in the perspective of Islamic economy. Using literature review, this article cut social security. For that, it can be concluded that the social security construction in the Islamic economic system has four stages, namely: (1) guarantees the individual against himself (individual guarantees); (2) among individuals with his family (family guarantees); (3) individuals with society (assurance society); and (4) between people within a country (a guarantee). Therefore, the construction of social security system in Islamic economics illustrates that guarantee it in layers. When social security was able to be resolved by the individual, then simply at the level of the individual. But when could not be resolved at the level of the individual, it will be resolved at the level of the family. If not completed in level of the family, it will be resolved at the community level. If social security did not complete in the community, then the obligation of the State to finish itArtikel ini bermaksud untuk mengkaji sistem jaminan sosial dalam perspektif ekonomi Islam. Dengan menggunakan literature review, artikel ini membedah jaminan sosial Islam. Artikel ini menyimpulkan bahwa konstruksi jaminan sosial dalam ekonomi Islam memiliki empat sistem tahapan, yaitu: (1) jaminan individu terhadap dirinya (jaminan individu); (2) antara individu dengan keluarganya (jaminan keluarga); (3) individu dengan masyarakatnya (jaminan masyarakat); dan (4) antara masyarakat dalam suatu negara (jaminan negara). Oleh karena itu, konstruksi sistem jaminan sosial dalam ekonomi Islam menggambarkan bahwa jaminan itu berlapis-lapis. Apabila jaminan sosial mampu diselesaikan oleh individu, maka cukup di level individu. Apabila tidak bisa diselesaikan di level individu, maka akan diselesaikan di level keluarga. Apabila tidak selesai di level keluarga, maka akan diselesaikan di level masyarakat. Apabila jaminan sosial tidak selesai di masyarakat, maka kewajiban negara menyelesaikannya.

Peran Capacity Building terhadap Peningkatan Intellectual Capital Auditor Internal PTKIN di Indonesia dengan Audit Quality sebagai Variabel Intervening

Hartono, Setyo Budi

Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The objective of this study is to measure the capacity development of PTKIN auditors in Indonesia towards Intellectual Capital by using Audit Quality as a intervening variable. Resource-based theory as the basis for IC development that affects the accountability of PTKIN. Stakeholder theory is used as the basis of PTKIN in managing Budget Implementation. The methodology uses testing on 28 PTKIN auditors with questioner and WarpPLS 5.0 as a measuring tool. From the sample test it is known that the correlation between capacity building (CB) Audit Quality (AQ) has 53% coefficient, capacity building (CB) to Intellectual Capital (IC) has 93% coefficient, Audit Quality (AQ) significant to Intellectual Capital with coefficient -16 % And not significant, and the capacity building (CB) of Intellectual Capital (IC) with Audit Quality (AQ) as the mediation variable has coefficient - 80% and has no effect on VAF 10%. There is no factor influencing Intellectual Capital with Audit Quality as mediation variable to capacity building (CB). Intellectual Capital (IC) is strongly influenced by Audit Qualitys with appropriate educational back¬grounds.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengembangan kapasitas auditor PTKIN di Indonesia terhadap Intellectual Capital (IC) dengan menggunakan Audit Quality (AQ)  sebagai variabel intervening. Resource Based Theory (RBT) digunakan sebagai dasar pengembangan IC yang akan memengaruhi akuntabilitas PTKIN. Teori stake¬holder digunakan sebagai dasar PTKIN dalam mengelola implementasi Anggaran. Metodologi penelitian ini menggunakan pengujian pada 28 auditor PTKIN dengan kuesioner dan WarpPLS 5.0 sebagai alat ukur. Dari pengujian sampel diketahui hubungan antara Capacity Building (CB) Audit Quality (AQ) memiliki koefisien 53%, Capacity Building (CB) terhadap Intellectual Capital (IC) memiliki koefisien 93%, Audit Quality (AQ) signifikan terhadap Intellectual Capital (IC) dengan koefisien -16% dan tidak signifikan, dan Capacity Building (CB) terhadap Intellectual Capital (IC) dengan Audit Quality (AQ) sebagai variabel intervening memiliki koefisien - 80% dan tidak berpengaruh pada VAF 10%. Tidak ada faktor yang berpengaruh terhadap Intellectual Capital (IC) dengan Audit Quality (AQ) sebagai variabel intervening terhadap Capacity Building (CB). Intellectual Capital (IC) sangat dipengaruhi oleh Audit Quality (AQ) dengan latar belakang pendidikan yang sesuai.

Pengelolaan Zakat Produktif sebagai Instrumen Peningkatan Kesejahteraan Umat

Fitri, Maltuf

Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The purpose of zakat management formally is to (1) improve the effectiveness and efficiency of services in the management of zakat, and (2) to increase the benefits of zakat to realize the welfare of society and poverty reduction. In this context, the distribution of zakat funds in addition to the consumptive purpose, can also be justified for the purpose of growing productive economic activities for mustahiq. By law, the use of zakat for productive economic activity is also not prohibited, as long as the mandatory of fulfilling the basic needs of mustahiq has been done. The use of zakat funds for productive economic activities is a conception to liberate the socio-economic life of mustahiq with a view to changing from the recipient of zakat to the payer of zakat. The implementation scheme of this concept is to build or grow a business unit in mustahiq through grant funding for business capital. Within a certain production cycle, mustahiq will also receive technical assistance and guidance from the zakat management institution in order to plan the establishment of a successful business unit and that mustahiq has a permanent source of income.Tujuan pengelolaan zakat secara formal adalah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat, dan meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Dalam konteks ini, pendistribusian dana zakat selain untuk pemberian bantuan yang bersifat konsumtif, juga dapat dibenarkan untuk tujuan menumbuhkan kegiatan ekonomi produktif bagi penerima zakat (mustahik). Secara hukum, penggunaan zakat untuk kegiatan ekonomi produktif juga tidak dilarang, selama keberadaan para mustahik yang wajib dan harus dibantu sudah terpenuhi kebutuhan dasarnya. Penggunaan dana zakat untuk kegiatan ekonomi produktif adalah sebuah konsepsi untuk memandirikan penerima zakat secara sosial ekonomi dengan maksud untuk merubah dari penerima zakat menjadi pembayar zakat. Skema pelaksanaan dari konsep ini adalah membangun atau menumbuhkan unit usaha pada diri penerima zakat melalui pemberian dana hibah untuk modal usaha. Dalam satu siklus produksi tertentu, penerima zakat juga akan mendapat pendampingan dan bimbingan teknis dari lembaga pengelola zakat agar rencana membentuk unit usaha berhasil dan penerima zakat memiliki sumber pendapatan yang permanen. 

Faktor Dominan pada Indeks Inklusi Perbankan Syariah Sektor Pertanian di Indonesia

Cahyono, Eko Fajar, Mardianto, M. Faris Fadillah, Rusmita, Sylva Alif

Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The importance of financial inclusion in Islamic Bank is not only affordable for business level, but also agricultural sector. Indonesian Islamic banking as one of the providers of financial services continued to grow, but its market share is still small compared with conventional banking. Therefore financial inclusion Islamic banking, especially in reaching out to the agriculture sector, need to be improved. This study aims to measure the value of financial inclusion Islamic banks in Indonesia province in reaching the agricultural sector, both provincial and district or city. Indexing method factor analysis (Principal Component Analysis) using 14 indicators that have been adapted to the concept of Financial Inclusion Index (FII). Data correlated with Islamic Financial Institution availability can be divided into two factors which are of Islamic banking (including Islamic windows of the conventional bank) and Islamic Rural Bank. The result of the analysis is indicating that the most dominant factor provided by Islamic banking (including Islamic windows of conventional Bank). The result also present the highest index score reached by West Java Province and East Java, while the lowest index score reached by East Nusa Tenggara and West Papua Province.Keuangan inklusi bagi bank syariah sangatlah penting, bukan hanya memberikan pembiayaan pada sektor bisnis namun juga untuk sektor pertanian. Bank syariah di Indonesia sebagai salah satu lembaga keuangan yang terus berkembang memiliki potensi untuk mengembangkan keuangan inklusi walaupun pangsa pasar dari bank syariah masih lebih kecil dibandingkan konvensional. Keberadaan keuangan inklusi di bank syariah khususnya pada sektor pertanian masih perlu ditingkatkan Penelitian ini bertujuan untuk mengukur nilai keuangan inklusi di bank syariah pada sektor pertanian di seluruh provinsi yang ada di Indonesia, baik pada level provinsi, kabupaten dan kota. Penelitian ini menggunakan metode index faktor analisis (analisis komponen prinsip) dengan 14 indikator yang diadaptasi dari konsep Indeks Inklusi Keuangan. Data-data berkenaan dengan lembaga keuangan Islam yang tersedia dapat dibagi menjadi dua factor, yaitu faktor yang berkaitan dengan bank syariah (termasuk unit usaha syariah) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan adalah faktor yang berkaitan dengan bank syariah dan unit usaha syariah. Hasil menunjukkan bahwa angka indeks tertinggi diraih oleh provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur, sedangkan angka indeks terendah diraih oleh provinsi Nusa Tenggara Timur dan Papua Barat.

Penerapan Kaidah al-Ghunm bi al-Ghurm dalam Pembiayaan Mushārakah pada Perbankan Syariah

Adinugraha, Hendri Hermawan

Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This purpose of this research is to describe the theoretical study of the principle of al-ghunm bi al-ghurm in detail and its implementation in mushārakah  financing at Islamic banking. The type of research has been included in the library research category which is writing the data and information obtained from published sources. Therefore, this research was used literature research from journals, books and other sources related to the topic. This research used normative juridical approach, then in every analysis always refers main reference on primary sources, such as Umar Abdullah al-Kamil dissertation which entitled al-Qawa’id al-Fiqhiyyah al-Kubrā wa Atsaruhā fi al-Mu‘āmalat al-Māliyahand paper by Walid Rashid Ibn As-Saidan about Qawā‘id al-Buyu’ wa Farāid al-Furu’to identify the concept of al-ghunm bi al-ghurm in mushārakah  financing at Islamic banking.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan hasil temuan/pengamatan mengenai konsep al-ghunm bi al-ghurm dalam pembiayaan mushārakah  pada perbankan syariah. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (library research) dimana pengumpulan data dan informasinya diperoleh dari sumber-sumber pustaka (bacaan) yang berasal dari buku, hasil penelitian, jurnal dan bahan-bahan bacaan lainnya yang masih ada relevansinya dengan topik ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, maka dalam setiap analisa selalu merujuk (rujukan utama) pada sumber primer yaitu disertasi Umar Abdullah al-Kamil yang berjudul al-Qawa’id al-Fiqhiyyah al-Kubrā wa Atharuhā fi al-Mu‘āmalat al-Māliyah dan paper karya Walid Ibnu Rasyid As-Sa’idan tentang Qawā‘id al-Buyu’ wa Farāiḍ al-Furu’ untuk mengidentifikasi konsep al-ghunm bi al-ghurm dalam pembiayaan mushārakah  pada perbankan syariah.