JURNAL AGRIBISNIS TERPADU
ISSN : 20893469     EISSN : 25409484
Journal of Integrated Agribusiness (JAT)contains articles directly sourced from research results, research results / literature studies or case reports in the field of science related to agricultural socio-economic / agribusiness. JAT already has two issn print isssn (1979) and electronic issn (2549-0060).
Articles 157 Documents
Keberlanjutan Ketersediaan Beras di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten Cahya, Maharanti Rian; Wibowo, Aris Supriyo; Bukhari, Ahmad
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The gap between the demand and availibility of rice production in Pandeglang District must be maintained and even increased in number to maintain the availability of rice in Pandeglang District. This research aims to analyze the sustainability of rice availability at Pandeglang District based on sustainability index and status using a RAP-RICE ordination technique with Multi Dimensional Scaling (MDS) method. This study used primary and secondary data. Results of the MDS analysis RAP-RICE ordinary technique showed that a sustainability index of rice availability at Pandeglang District was 51.88 which categorized as sustainable sufficient. Analysis for five dimensions (ecology, economy, socio-culture, institution and technology) showed that a sustainability index of rice availability at Pandeglang District for economic dimension was relatively high, 57.10, respectively, which categorized as sustainable sufficient; the index for institution, ecological and technology dimensions were 42.58, 40.88, and 27.86 respectively, categorized as less sustainable; and the index for sosio-culture dimension was 22.54 which categorized as not sustainable. Results of leverage analysis indicated that 10 out of 30 attributes were sensitivity influential to sustainability of rice availability.
RANTAI PASOK KENTANG (solanum tuberosum l) DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PETANI DALAM MEMILIH SUMBER PEMBIAYAAN (Suatu Kasus di Desa Margamekar, Pangalengan, Kabupaten Bandung) Karyani, Tuti; Ulfah, Ashfia Mulya; M, Nurul Risti
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.907 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik petani kentang, rantai pasokkentang, besarnya modal yang dibutuhkan petani dan sumbernya untuk berusahatani kentang, sertamenganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi petani kentang dalam memilih sumber pembiayaan.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik suatu kasus. Alat analisis deskriptifdigunakan untuk menjelaskan karakteristik petani, rantai pasok kentang, pendapatan usahatani, dansumber modal. Alat yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi petanikentang dalam mengambil sumber pembiayaan adalah analisis regresi logistic. Hasilnyamenunjukkan bahwa rantai pasok kentang ada 2 macam yaitu yang orientasinya pasar terstruktur danpasar tradisional. Petani lebih banyak memilih menggunakan modal sendiri dan sebagian besar bilameminjam lebih memilih ke lembaga keuangan non formal. Faktor yang paling mempengaruhi petanimemilih sumber modal adalah tingkat pengenalan petani terhadap pengelola keuangan.
PENDUGAAN MODEL FUNGSI PRODUKSI (Stochastic Frontier) USAHATANI PADI PADA LAHAN SAWAH IRIGASI TEKNIS (Suatu Kasus pada Petani Lahan Sawah Irigasi Teknis di Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur) Sukmawati, Dety; Dasipah, Euis; Lukfijayanti, Luly
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.369 KB)

Abstract

Ujung tombak pelaksanaan pembangunan pertanian di lapangan adalah petani yang secarafungsional bertindak sebagai produsen, pemasar hasil dan sekaligus sebagai konsumen. Konsep TriMatra Pembangunan Pertanian yaitu memenuhi keperluan sendiri, komersial, dan berorientasi pasaruntuk kesejahteraan petani pelaku pembangunan pertanian. Efisiensi produksi menjadi penting gunamelihat faktor yang dominan dalam usahataninya,guna memperbaiki peningkatan produksi usahanya.Penelitian ini adalah survey terhadap 127 orang petani pemilik penggarap di lahan sawah irigasiteknis. Fungsi produksi Frontier Stokastik (Stochastic Production Frontier) adalah model yang akandipakai dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi produksi padi dipengaruhioleh beberapa faktor-faktor produksi. Faktor tersebut terdiri dari luas lahan, benih, pupuk urea,pupuk kandang, pupuk SP-36, pestisida, dan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwalahan, pupuk SP-36, pestisida dan tenaga kerja berkorelasi positif dan nyata. Sedangkan benih, pupukurea dan pupuk kandang berkorelasi negatif dan nyata.
PENGEMBANGAN BENIH CABE MERAH (Capsicum annuum L) BERBASIS PARTISIPASI Sukayat, Yayat; Hapsari, Hepi; Rostini, Neni
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Agribisnis Terpadu
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya fluktuasi produksi cabe antar musim, menuntut tersedianya benih cabe yang sesuai dengan kebutuhan. Untuk merespon kebutuhan benih tersebut, Unpad melakukan terobosan dengan menyediakan 4 varietas benih cabe (cabe Unpad) yang diharapkan mampu memenuhi kekurangan benih ditingkat petani. Menyadari benih yang dihasilkan terkait dengan keragamannya, seringkali tidak adaptif dengan lingkungannya dan kebutuhan para pengguna, maka informasi tentang karakteristik benih yang sesuai dengan kebutuhan mulai tingkat petani sampai dengan konsumen ahir perlu dilakukan penelusuran. Model pendekatan sosial yang mulai dilirik dalam pemuliaan tanaman yaitu participatory plant breeding (PPB). Dalam pendekatan ini partisipasi petani pengguna, ketua kelompok, pedagang pengumpul, dan penyuluh merupakan suatu keharusan, terkait dengan informasi guna rekayasa benih yang adaptif sesuai pasar dan kondisi lingkungan. Melalui penelitian kaji tindak (action research) Peneliti atau pemulia, mempromosikan dan memberdayakan petani dan atau masyarakat pedesaan untuk mencoba dan menilai kekurangan kelebihan benih tersebut. Hasil penelitian dijadikan rekomendasi rekayasa genetika benih cabe yang sesuai kebutuhan
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA DI KAMPUNG KRAMAT TANJUNG DESA BUNIHARA KECAMATAN ANYER KABUPATEN SERANG Gunawan, Gugun; Sariyoga, Sariyoga; Wahyu, Muhamad
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.82 KB)

Abstract

Agrowisata di desa Kramat Tanjung desa Bunihara terdiri dari tiga pengusaha agrowisata. Ketigaperusahaan muncul di kedua bidang pertanian dan bidang agrowisata. Agrowisata di desa KramatTanjung desa Bunihara dibangun pada tahun 2012 yang berfokus dalam bisnis agrowisata. Saatbisnis berjalan, tempat ini menghadapi banyak masalah internal dan eksternal. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal perusahaan sertamerumuskan strategi alternatif untuk mengembangkan bisnis. Analisis yang digunakan dalampenelitian ini adalah faktor internal dan eksternal, IFE Matrix, EFE matriks, matriks IE, dan matriksSWOT. Berdasarkan matriks SWOT, strategi alternatif yang diberikan untuk mengembangkanagrowisata ini dibagi menjadi empat. Yang pertama adalah S-O Strategi: 1) menambahkan fasilitaslain seperti restoran, outbound, pariwisata edukatif, sehingga dapat mengundang lebih banyakpengunjung dan mengembangkan obyek wisata baru inovatif. yang kedua adalah strategi W-O,adalah: 1) meningkatkan promosi dengan media cetak dan media elektronik yang lebih efektif, danjuga membuat paket khusus dari pariwisata bagi pengunjung. 2) Menerapkan pelatihan danmengembangkan sumber daya manusia. Yang ketiga adalah strategi S-T, 1) meningkatkan kualitaslayanan dan produk dengan menonjolkan karakteristik sendiri, sehingga pelanggan merasa puasdengan layanan dan fasilitas. Strategi terakhir adalah strategi W-T, 1) menciptakan sistemmanajerial, khususnya di bidang keuangan dan operasional. 2) Apakah yang bekerja sama bekerjadengan pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur rute, membantu promosi pariwisata daerah.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS TEH RAKYAT DI KABUPATEN GARUT (Suatu Kasus Kabupaten Cirebon) Fitria, Annisa
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Agribisnis Terpadu
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.051 KB)

Abstract

Indonesia saat ini telah menjadi top 10 produksi teh di dunia. Produksi teh Indonesia peringkat tujuh dunia, sehingga Indonesia memiliki potensi pertumbuhan dan perkembangan teh. Teh merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh kawasan faktor tanah, jumlah pohon, biaya produksi, tenaga kerja, pemupukan, pestisida, dan harga daun teh pada teh produksi petani kecil di Kabupaten Garut, faktor analisis menjadi kekuatan internal dan kelemahan agribisnis teh petani di Kabupaten Garut, faktor analisis menjadi peluang eksternal dan ancaman teh rakyat agribisnis di Kabupaten Garut, dan mengatur strategi yang seharusnya dilakukan untuk mengembangkan teh rakyat di Kabupaten Garut. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan matriks dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor luas lahan, biaya produksi, pemupukan, dan pengaruh pestisida terhadap produksi teh rakyat di Kabupaten Garut, sedangkan jumlah pohon, tenaga kerja, dan harga daun teh tidak secara signifikan mempengaruhi produksi teh rakyat di Kabupaten Garut. Untuk pengembangan strategi yang digunakan adalah SO dengan cara meningkatkan keterampilan tenaga kerja dan munculnya mitra baru untuk menyerap tenaga kerja.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pola Pangan Harapan (Pph) Di Kabupaten Bandung Argandi, Syaeful; Trimo, Lucyana; Noor, Trisna Insan
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One way to know food self-sufficiency through the quality of food consumption diversity as measured by Food Harvest Scale (PPH) scores, hereinafter abbreviated as PPH. PPH can be used as a measure of nutritional balance and food diversity consumed by residents in a region. The maximum PPH score, 100 indicates the diverse food consumption situation and both the composition and quality of nutrition (Baliwati, 2011). In practice, the achievement of food quality and quantity indicator in Bandung Regency has not been achieved. This study aims to determine the size of family, education level, and income level of PPH in Bandung regency. The basic method of this research is the explanatory method (Eksplanatory Research). The determination of Paseh and Pasirjambu sub-districts was conducted by purposive sampling, which is determined by the highest and lowest kecamatan PPH. Furthermore the size of respondents using Slovin techniques. To know the factors that influence the PPH in Bandung regency using multiple regression analysis technique and the test is done by using SPSS 20 program. The result of the research shows that the family size, education level and income level have positive influence on PPH Kabupaten Bandung. This means that the higher the size of the family, the level of education and income level then the higher the PPH in Bandung regency. Keywords: Family size, education level, income level, Food Pattern of Hope (PPH)
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kelompok Tani (Poktan) Tanaman Anggrek Parakan Jaya Kota Tangerang Selatan Romadhon, Sahri; Muhtadi, Muhtadi
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research invites readers to explore how the program works in Kelompok Tani Parakan Jaya. Here, the researcher shows several steps of observation: 1. Empowerment stages; 2. Enabling and inhibiting factors; 3. Economic and social impacts toward Kelompok Tani Parakan Jaya. However, this research is descriptive qualitative research method in which the research proposed to describe a uniqe community. There are some steps in collecting data: 1. Interview; 2. Observation; 3. Informan selection; 4. Data analysis. The result of this research shows that the implementation of various empowerment stages in Kelompok Tani Parakan Jaya has been well implemented, although there are several stages that have not been fully implemented, specifically on the stages of evaluation and termination. Secondly, people who has been participating in the program gain positive impact in economic and social sector directly. Economically, the members of the group earn an increased income if calculated monthly or based on income at eachharvest period. Besides, socially, this program creates good value and norms (good relationship) among the communites, especially for the participants. Lastly, in enabling and inhabiting factors found that the commmunity in Jalan Arjuna Parakan has succeded in utilizing the resources well as a source of livelihoodin which thiscontinual process motivates the community to reach progressive life.
Tingkat Partisipasi Petani dalam Program Perluasan Areal Tanam (Pat) Kedelai (Glycine Max). Alawiyah, Tuti; Sumantri, Ari Tresna; Gunawan, Gugun
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine and anylyze the level of farmer participation in the soybean expansion program (PAT) expansion program in sudimanik village, cibaliung sub-district, pandeglang district to know analyze internal factors are related to the level of farmer participation in the soybean expansion program (PAT) expansion . this location research was conducted intentionally in sudimanik village, cibaliung sub-district, pandeglang district, the respondents in this stuy were 36 farmer. The study was conducted in april to july 2018. The reseacrh method used was survey method with descriptive analysis and hypotesis testing using  non parametric stastic with test spearman rank corelation.The result of hypotesis testing is that there is a relationship between internal factors of farmers (education level, land area, income and cosmopolitan) and exrternal factors of farmers (extansion intensity and enviromental condition of the farm) with the of farmer participation in PAT soybean program in sudimanik village, cibaliung district pandeglang district  participation rate in the planning stage was mostly classified as low (32%), participation in the implementation stage of the result was mostly low (26%), participation in the monitoring phase of activity evaluation was low (25%) and participation in the utilization stage was low (22%)
kajian potensi ekowisata dalam menunjang pengembangan wilayah pada sub das cikandung dan kawasan gunung tampomas kabupaten sumedang Djuwendah, Endah; S, Tuhpawana P; D, Yosini; Fatimah, Sri; T, Lucyana
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumedang is one of the districts in West Java that has the natural beauty of mountains, hills, watersheds and cool air into a tourist attraction. The location is strategic because Sumedang major cities it is surrounded by Indramayu, Majalengka, Garut, Bandung, Subang and Cirebon. This condition is supportive in creating a strong local economy and sustainable based on agribusiness, tourism and industry by empowering local socio-economic potential. This is consistent with the concept of ecotourism development that expected to adjust to the capability, the typology and the ecological function of land that will directly influence the sustainability of land resources, preserve local technology, art and local culture, and increase incomes around tourist sites. The purpose of this study is to identify the potential and constraints of ecotourism developing in sub watershed Cikandung and Tampomas Mountain region of Sumedang district. The study used a qualitative descriptive paradigm case study method. The research location is the District Paseh, Surian, Cimalaka, Tanjung Medar, Tanjung Kerta, Conggeang and Buahdua. Data collected through observation and interviews. The informants are community members and stakeholders at village, sub-district and district. Research results show that the condition of natural resources in subdas Cikandung and Mountain Regions Tampomas potential to be developed as an ecotourism attractions such as camping grounds, hiking, sightseeing springs, waterfall (waterfall) and hot spring. In addition, the fertile rice fields and streams can be used for livestock and fisheries travel. In order to optimize this potential requires the construction of facilities and infrastructure at the site and to tourist sites as well as full public involvement in the planning and management is to fit the needs and culture of the local community

Page 1 of 16 | Total Record : 157