cover
Contact Name
Moch Cholid
Contact Email
moch.cholid@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalnuansa@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam
ISSN : 19077211     EISSN : 24428078     DOI : -
Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam (ISSN 1907-7211 and Online-ISSN 2442-8078) is published biannually by centre for research and community service (P3M), Pamekasan State of Islamic college. It is published on June and December. The journal put emphasis on aspects related to social and Islamic studies, with social reference to culture, politics, society, economics, education, history, and doctrines.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 1 (2012)" : 9 Documents clear
ONTOLOGI RELASI DALAM TRADISI BUDAYA MASYARAKAT MADURA Hidayat, Ainurrahman Hidayat
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 9, No 1 (2012)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v9i1.19

Abstract

Setiap orang Madura memiliki aspek relasi sebagai struktur inti dalam dirinya yang teraktualisasi dalam relasi tradisi budaya masyarakat Madura. Tujuan penelitian ini, yaitu pertama, merumuskan struktur ontologis transendental tradisi budaya masyarakat Madura. Kedua, merumuskan norma ontologis transedental tradisi budaya masyarakat Madura. Ketiga, merumuskan relevansi tradisi budaya masyarakat Madura dengan pembinaan jatidiri orang Madura. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan objek formal ontologi. Objek material adalah tradisi budaya masyarakat Madura.Cara analisis data yang dipakai adalah hermeneutika-filsafati dengan unsur metodis deskripsi, komparasi, dan refleksi. Hasil penelitian adalah struktur ontologis transendental tradisi budaya masyarakat Madura bersifat sosio-kultursentrisme. Setiap pola pikir, sikap dan perilaku orang Madura berpusat pada tata aturan kesepakatan bersama. Tata aturan kesepakatan bersama tersebut menjadi tolok ukur untuk menilai kebenaran setiap pola pikir, sikap, dan perilaku dalam tradisi budaya masyarakat Madura. Norma ontologis transendental tradisi budaya masyarakat Madura merupakan penghayatan harmoni dan disharmoni tata aturan kesepakatan bersama. Penghayatan harmoni dalam tradisi budaya masyarakat Madura merupakan kesejajaran antara kedua aspek dari setiap tradisi. Penghayatan disharmoni adalah implementasi berat sebelah dari kedua aspek pada setiap tradisi. Relevansi tradisi budaya masyarakat Madura dengan pembinaan jatidiri orang Madura adalah internalisasi secara harmonis maupun disharmonis. Jatidiri orang Madura menguat ketika tradisi budaya Madura dihayati harmoni dan melemah ketika dihayati disharmoni.
PERBEDAAN PENDAPAT PARA ULAMA TENTANG JUMLAH AYAT AL-QUR’AN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENERBITAN MUSHAF AL-QUR’AN DI INDONESIA Zahid, Moh.
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 9, No 1 (2012)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v9i1.20

Abstract

Para Imam Qurra’ berbeda pendapat dalam menghitung jumlah ayat al-Qur’an. Tujuan Penelitian ini, yaitu pertama, mendeskripsikan perbedaan pendapat para ulama tentang jumlah ayat pada masing-masing surat. Kedua, mendeskripsikan mushaf al-Quran yang diterbitkan oleh beberapa penerbit. Ketiga, merumuskan implikasi perbedaan pendapat para ulama terhadap penerbitan mushaf al- Quran.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research (study kepustakaan). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tehnik analisis isi (content analysis). Hasil Penelitian adalah terdapat tujuh madzhab yang terkenal mengenai penghitungan jumlah ayat al-Qur’an, yaitu pertama, Al-Madanî al-Awwal menyebutkan sebanyak 6217 atau 6214 ayat. Kedua, Al-Madanî al-Akhîr menyebutkan sebanyak 6214 ayat. Ketiga, Ahl Mekkah menyebutkan angka 6210 ayat. Keempat, Ahl Bashrah menghitungnya sebanyak 6204 ayat. Kelima, Ahl Damaskus berpendapat sebanyak 6227 atau 6226 ayat. Keenam, al-Humushi berpendapat sebanyak 6232 ayat. Ketujuh, ahl Kufah menyebutkan sebanyak 6236 ayat. Mushaf al-Qur’an yang diterbitkan di Indonesia jumlah ayat al-Qur’an sebanyak 6236 ayat. Mushaf Standar Indonesia mengikuti pendapat Kûfiy, yaitu Imam Asim (127/744), Imam Hamzah (156/772), Imam Al-Kisai (189/804) Khalaf al-Asyir (229/843), dan al-A’masy (148/765).
EKSISTENSI, KLASIFIKASI, DAN ORIENTASI AYAT-AYAT NIDA’ MAKKÎ DAN MADANÎ ---, Idri
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 9, No 1 (2012)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v9i1.21

Abstract

Ayat-ayat nida’ merupakan salah satu pembeda karakteristik ayat-ayat makkî dan madanî, bagian dari fawâtih alsuwâr (pembuka surat), dan mempunyai orientasi (khithâb) yang berbeda-beda. Tujuan penelitian, yaitu pertama, merumuskan eksistensi ayat-ayat nida’ dalam al-Qur’an? Kedua, merumuskan klasifikasi ayat-ayat nida’ itu pada ayat-ayat makkî dan ayat-ayat madanî ? Ketiga, merumuskan ciri-ciri ayat-ayat nida’ makkî dan madanî ? Keempat, merumuskan orientasi ayat-ayat nida’ yang berstatus makkî dan madanî itu ? Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif, yang menjadi objek adalah ayat-ayat nida’ dalam al-Qur’an yang kemudian dideskripsikan apa adanya dan dianalisis. Hasil penelitian adalah kajian ayat-ayat nida’ yang berstatus makkî dan madanî tentang eksistensinya dapat dilihat melalui pengertian-pengertian, baik secara bahasa maupun istilah atau melalui penggunaan kata nida’ dengan segala variannya dalam al-Qur’an. Melalui klasifikasi ayat-ayat nida’ pada makkî dan madanî dapat diketahui jumlah ayat-ayat tersebut pada dua kategorisasi itu di samping diketahuinya karakteristik ayat-ayat nida’ yang makkî dan madanî. Dilihat dari orientasinya, ayat-ayat nida’ yang orientasi dan indikasi khithâb-nya jelas dan ada pula ayat-ayat nida’ yang mukhâthab-nya menimbulkan berbagai penafsiran tentang siapa dan/atau apa sebenarnya yang dimaksud. Kejelasan orientasi khithâb ayat-ayat nida’ dapat diketahui melalui indikasi ayat sendiri atau ayat sebelum atau sesudahnya, melalui analisis keberadaan dan konteks ayat nida’ dengan menggunakan pendekatan pendekatan semantik dan historis, dan dengan pendekatan semantik dan hukum.
PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI SERTIFIKASI TANAH WAKAF PADA MASYARAKAT Supraptiningsih, Umi
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 9, No 1 (2012)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v9i1.22

Abstract

Tanah wakaf adalah melanggengkan manfaat tanah untuk kepentingan umum, diharapkan dapat memberikan jaminan kepastian hukum. Tujuan penelitian, yaitu pertama, mendeskripsikan pemahaman masyarakat tentang syariat wakaf tanah dan keberlangsungan manfaatnya. Kedua, mendeskripsikan pola dan problem pelaksanaan perwakafan tanah hak milik. Ketiga, merumuskan jaminan kepastian hukum perwakafan tanah hak milik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif (qualitative approach) dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan Pertama, pemahaman masyarakat Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan tentang syariat wakaf tanah milik dalam rangka untuk tempat ibadah (masjid atau mushola), dan lembaga pendidikan. Kedua, Pemikiran masyarakat tentang wakaf banyak dipengaruhi oleh para tokoh dan para ulama. Problem yang sering terjadi dalam pelaksanaan wakaf adalah pada saat penyerahan harta wakaf oleh wakif kepada nazhir tanpa persetujuan dari calon ahli waris wakif, maka ahli warisnya terkadang menggugat tanah orang tuanya dikembalikan atau melakukan gugatan. Ketiga, Dalam pelaksanaan wakaf hak milik, jarang yang didaftarkan sehingga tidak Sertipikat.
PROBLEMATIKA DALAM BELAJAR LISTENING COMPREHENSION YANG DIHADAPI OLEH MAHASISWA SEMESTER III TADRIS BAHASA INGGRIS STAIN PAMEKASAN Ummah MS, S. Sumihatul; Ariwidodo, Eko; Nikmatul Rabiyanti, Eva
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 9, No 1 (2012)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v9i1.23

Abstract

Keterampilan mendengarkan bahasa inggris yang diucapkan secara verbal (Spoken English) merupakan salah satu keterampilan yang ada dalam English Language Skills. Memahami kata atau kalimat bahasa Inggris yang diucapkan oleh penutur asli (Native Speaker) merupakan suatu persoalan yang sangat komplek yang dihadapi oleh yang belajar bahasa kedua khususnya mahasiswa semester III TBI STAIN Pamekasan. Tujuan penelitian ini, yaitu pertama, mendeskripsikan tekhnik yang digunakan dosen dalam mengajar Listening Comprehension. Kedua, merumuskan problematika yang dihadapi mahasiswa semester III TBI STAIN Pamekasan dalam belajar Listening Comprehension. Ketiga, merumuskan faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan dalam belajar Listening Comprehension. Keempat, merumuskan cara mengatasi masalah-masalah tersebut. Hasil Penelitian ini membahas tentang problematika pembelajaran Listening Comprehension pada mahasiswa semester III TBI STAIN Pamekasan karena pada kenyataannya hasil belajar mereka masih jauh dari standart. Oleh karena itu, problemsolving dalam pembelajaran Listening Comprehension ini diharapkan akan meminimalisir masalah yang dihadapi mahasiswa dalam proses belajarnya sehingga mendapat hasil belajar yang memuaskan.
KALENDER RITUAL MASYARAKAT MUSLIM SUMENEP MADURA Mulyadi, Achmad
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 9, No 1 (2012)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v9i1.24

Abstract

Masyarakat Sumenep Madura memiliki dan menggunakan sistem kalender dalam mengagendakan atau mengenang aktifitas kesehariannya secara unik. Pengunaan kalender tersebut biasanya dikaitkan dengan aktifitas ritualitas, yang mereka lakukan seperti ritual pernikahan, khitan, membangun bangunan (rumah, musalla, atau masjid), mengenang wafatnya seorang Kyai, rokat tase’ dan lain-lain. Karena itu, adanya pemilihan masyarakat Sumenep Madura atas kalender tersebut dikaitkan dengan ritualitas ’populer’ tertentu menjadi menarik untuk dikaji dan ditelusuri khususnya menyangkut sistem kalender yang digunakan dan perbandingannya dengan kalender hijriyah serta faktor lain yang menyebabkan masyarakat untuk selalu mengunakannya. Secara metodologis, karena penelitian ini bersifat Eksploratif-Kualitatif, maka penggalian data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, observasi, konsep-konsep dan dokumen-dokumen yang berhasil dihimpun baik dari kitab, buku, majalah, buletin, website dan data-data pendukung lainnya yang dianalisis secara kualitatif dan trianggulatif. secara metodologis, penentuan kalender muslim Sumenep didasarkan pada hisab ‘urfi, yang penentuannya hanya berdasarkan data tetap dengan cara menambah lima pada hari yang sudah diketahui. Kalender ritual tahunan masyarakat Sumenep, pada praktiknya, dikenal dikenal 6 bulan baik dan 6 bulan yang jelek atau semua bulan baik, hanya saja diantara bulan tersebut ada waktu baik dan ada waktu jelek. Dilihat dari segi baik-jeleknya bulan, bulan-bulan yang kategori baik adalah bulan sabel, takepe’, poasa, jumadil laher, rejjeb,dan rasol. Sedangkan bulan yang terkategori jelek adalah bulan sora, sappar, molod, jumadil lawel, rebbe dan reaje.
PENGAKUAN DAN PENGUKURAN PENDAPATAN AKUNTANSI IJÂRAH MENURUT PSAK NO 107 DI PEGADAIAN PAMEKASAN Handayani, Sri
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 9, No 1 (2012)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v9i1.25

Abstract

Pengakuan dan pengukuran pendapatan dalam suatu usaha sangat penting sekali dalam penentuan laba suatu perusahaan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dan membandingkan bagaimana perlakuan akuntansi di Pegadaian Syariah Pamekasan dengan PSAK 107 tentang ijârah serta pengaruh pengakuan dan pengukuran pendapatan terhadap laba perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi kualitatif dengan teknik wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan produk gadai yang dijaminkan di Pegadaian Syariah Pamekasan adalah: 1) sebagian besar hanya barang perhiasan emas saja sehingga tidak ada biaya pemeliharaan tetapi hanya biaya penyimpanan dengan menggunakan akad ijârah, 2) perlakuan akuntansi menurut PSAK 107 dalam hal biaya perolehan, pendapatan sewa, penyajian dan pengungkapan sudah memenuhinya, sedangkan biaya penyusutan, biaya perbaikan dan perpindahan kepemilikan objek ijârah dalam ijârah Muntahiya bi al- Tamlîk masih belum ada karena barang yang digadaikan hanya perhiasan emas. 3) adanya pengaruh pengakuan dan pengukuran pendapatan terhadap laba perusahaan. Bagi peneliti yang ingin mengembangkan perlakuan akuntansi yang lain hendaklah berhati-hati dalam mempersepsikan transaksi karena jika salah mempersepsikan maka akan memberikan kesimpulan yang salah dan bagi Pegadaian Syariah sendiri hendaklah jangan hanya gadai emas saja tetapi barang gadai yang lain akan memberikan peluang yang besar dalam menarik nasabah.
PENGARUH KESEJAHTERAAN, SANKSI, TELADAN PIMPINAN TERHADAP KEDISIPLINAN KERJA PEGAWAI STAIN PAMEKASAN ---, Nashar
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 9, No 1 (2012)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v9i1.26

Abstract

Dari asumsi bahwa kinerja pegawai dipengaruhi oleh kesejahteraan, sanksi dan teladan pimpina. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh kesejahteraan, sanksi, dan teladan pimpinan terhadap kedisiplinan kerja pegawai dan untuk mengetahui faktor yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap kedisiplinan kerja pegawai .Dalam penelitian ini digunakan metode interview, kuesioner serta metode observasi. Variabel yang di analisis adalah variabel bebas kesejahteraan, sanksi dan teladan pimpinan dan variabel terikatnya adalah kedisiplinan kerja pegawai. Analisis yang digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian ini, adalah menggunakan tabel distribusi frekuensi serta menggunakan analisa korelasi dan regresi linier berganda untuk melihat hubungan dan pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap kedisiplinan kerja pegawai. Berdasarkan pada temuan penelitian dan pembahasan dari sudut kajian variabel-kesejahteraan, sanksi, serta teladan pimpinan, dapat disimpulkan bahwa, hipotesis yang pertama adalah variabel-variabel bebas yakni kesejahteraan, sanksi, dan teladan pimpinan, sangat berpengaruh terhadap kedisiplinan kerja pegawai terbukti benar. Pada variabel bebas yaitu variabel teladan pimpinan merupakan faktor yang paling dominan pengaruhnya terhadap kedisiplinan kerja pegawai terbukti juga benar. Pengaruh dari masing-masing faktor kesejahteraan, sanksi, dan teladan pimpinan terhadap kedisiplinan kerja pegawai dapat dikatakan sangat baik dan perlu dipertahankan, karena pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas kerja pegawai.
KEMANDIRIAN PESANTREN DI ERA REFORMASI Solichin, Mohammad Muchlis
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 9, No 1 (2012)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v9i1.27

Abstract

Sebagai lembaga pendidikan Islam, pesantren mendapat tantangan yang tidak ringan baik dari kalangan internal ummat Islam maupun pihak ekternal. Di era reformasi, tantangan tersebut semakin kuat, ketika kran demokrasi dibuka selebarlebarnya. Pesantren menjadi lahan subur pihak-pihak yang berkepentingan untuk mendapatkan keuntungan sesaat. Keadaan ini membuat banyak pesantren yang kehilangan kemandiriannya. Maka dari itu, penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana pandangan pengasuh pesantren tentang kemandirian pesantren, bagaimana mempertahankan kemandiriannya, dan apa saja kendala pesantren dalam mempertahankan kemandiriaannya. Dalam hal ini, metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil penelitian dapat ditegaskan sebagai berikut: pertama, pandangan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin tentang kemandirian adalah tiadanya ketergantungan pesantren dengan pihak ekternal dalam berbagai aktivitasnya. Kedua, Pondok Pesantren al-Amin mempertahankan kemandiriannya dengan upaya-upaya, yaitu secara sosial politik; berupaya tetap berada di atas semua golongan dan kekuatan sosial politik di luar pesantren. Upaya secara ekonomi; mengembangkan berbagai badan usaha yang dengannya dapat membiayai kegiatan pendidikannya. Upaya secara pendidikan; melaksanakan kurikulum yang dirancang oleh pihak internal pesantren. Sedangkan kendala Pondok Pesantren dalam mempertahankan kemandiriannya adalah intervensi pihak eksternal, kurang kuatnya sumber daya manusia, dan kurangnya sarana dan prasarana pesantren.

Page 1 of 1 | Total Record : 9