cover
Contact Name
Moch Cholid
Contact Email
moch.cholid@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalnuansa@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam
ISSN : 19077211     EISSN : 24428078     DOI : -
Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam (ISSN 1907-7211 and Online-ISSN 2442-8078) is published biannually by centre for research and community service (P3M), Pamekasan State of Islamic college. It is published on June and December. The journal put emphasis on aspects related to social and Islamic studies, with social reference to culture, politics, society, economics, education, history, and doctrines.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 11, No 1 (2014)" : 9 Documents clear
RELEVANSI PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG LINGKUNGAN DAN ETIKA LINGKUNGAN DENGAN PARTISIPASINYA DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN Ariwidodo, Eko
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.439 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v11i1.179

Abstract

Berdasarkan realitas yang sering dijumpai bahwa kehidupan masyarakat Barurambat di kabupaten Pamekasan, tentang partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan atau pelestarian lingkungan masih tergolong rendah, tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya dan lokasi tertentu yang terlihat kotor dan kumuh. Tujuan penelitiannya yaitu untuk mengetahui: (1) hubungan antara pengetahuan tentang lingkungan hidup dengan partisipasi masyarakat Barurambat kabupaten Pamekasan dalam pelestarian lingkungan; (2) hubungan antara etika lingkungan hidup dengan partisipasi anggota masyarakat Barurambat dalam pelestarian lingkungan hidup; dan (3) hubungan antara pengetahuan tentang lingkungan dan etika lingkungan secara bersama-sama dengan partisipasinya dalam pelestarian lingkungan hidup di Barurambat kabupaten Pamekasan. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mencari hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat. Sampel populasi penelitian ini adalah anggota masyarakat khususnya di wilayah Barurambat Pamekasan yang berjumlah 441 orang, dengan menggunakan teknik random sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada hubungan positif antara pengetahuan tentang lingkungan dengan parisipasi dalam pelestarian lingkungan dalam masyarakat Barurambat kota Pamekasan yang ditunjukkan dengan besaran korelasi antara X1 dan Y yaitu dilihat dari koefisien Beta (β), menunjukkan bahwa H1 diterima, sehingga  terdapat hubungan yang positif antara variabel pengetahuan (X1 ) dengan partisipasi (Y) secara sangat signifikan; (2) pengaruh variabel etika lingkungan di samping sangat signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara variable etika lingkungan (X2 ) dengan partisipasi (Y); (3) setiap kenaikan satu unit rata-rata pengetahuan dan etika lingkungan secara bersama-sama, akan diikuti kenaikan partisipasi sebesar 2.77, sehingga memiliki relevansi yang sangat signifikan.
PENILAIAN KINERJA DOSEN PERBANKAN SYARIAH STAIN PAMEKASAN SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2012/2013 MENURUT PERSEPSI MAHASISWA Nuryana, Fatati
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.867 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v11i1.180

Abstract

Dosen merupakan ujung tombak perguruan tinggi dalam kegiatan pendidikan, khususnya proses pembelajaran. Kualitas dosen akan sangat menentukan mutu pendidikan dan lulusan yang dilahirkan perguruan tinggi. Upaya yang bisa dilakukan agar kualitas dosen meningkat, salah satunya melalui penilaian terhadap tingkat capaian kinerja akademik dosen pada tiga kompetensi utama yaitu dosen sebagai perencana pembelajaran, dosen sebagai pelasana pembelajaran serta dosen sebagai evaluator pembelajaran berdasarkan persepsi mahasiswa sebagai costumer secara terukur dan berkesinambungan guna mengevaluasi prestasi kerja dosen sekaligus memetakan kelemahan atau kekurangan dosen, sehingga usaha perbaikan di masa yang akan datang tepat sasaran dan dapat meningkatkan mutu pembelajaran di STAIN Pamekasan.
ANALISIS BAHASA SMS MAHASISWA STAIN PAMEKASAN TERHADAP DOSEN MENURUT PRINSIP KESANTUNAN LEECH Adriana, Iswah
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.264 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v11i1.181

Abstract

Manusia adalah makhluk sosial. Karena itu ketika berkomunikasi pun harus mengindahkannilai-nilai sosial yang ada. Namun, dengan adanya perkembangan teknologi yang sangat pesat, komunikasi lisan kini beralih menggunakan SMS dengan dalih lebih cepat dan hemat. Akan tetapi dengan alasan menghemat karakter dan tentu saja pulsa, banyak para pengguna ponsel menggunakan bentuk-bentuk dan gaya yang kurang memperhatikan kesantunan berbahasa dalam berkomunikasi menggunakan SMS. Terutama ketika berkomunikasi dengan lawan tutur yyang memiliki tingkat sosial lebih tinggi, seperti antara mahasiswa dan dosen. Artikel ini merupakan hasil penelitian yang ingin mengungkap sejauhmana bentuk dan gaya SMS mahasiswa STAIN Pamekasan terhadap dosennya ditinjau dari prinsip kesantunannya Leech.
POSISI DAN FUNGSI MUSHHAF AL-QUR’AN DALAM KOMUNIKASI MASSA Zahid, Moh.
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.022 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v11i1.182

Abstract

Al-Qur’an dikenal dengan sebutan Mushhaf (himpunan dari shuhuf, bentuk plural dari kata shahîfah yang berarti ‘surat kabar’), dan al-Kitâb (Buku), sebagai dua media komunikasi dalam proses komunikasi massa yang memiliki fungsi yang kurang lebih sama dengan fungsi media massa cetak lainnya, seperti informasi, mendidik, hiburan, persuasi, transmisi budaya atau pewarisan sosial, pengawasan sosial, korelasi, penafsiran, dan bahkan membius. Mushhaf al-Qur’an pun memeroleh perhatian yang tiada bandingannya bagaikan sebuah permata yang memancarkan cahaya yang berbeda-beda dengan dari berbagai sudut pandang. Apakah dengan demikian Mushhaf al- Qur’an dapat disebut sebagai media massa? Artikel penelitian ini ditulis untuk meyakinkan para pemerhati studi al-Qur’an bahwa asumsi tersebut adalah benar.
PENGELOLAAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN STAIN PAMEKASAN ---, Buna’i
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.62 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v11i1.183

Abstract

Pengelolaan administrasi kepegawaiaan dilakukan dengan baik, maka akan dapat memperlancar pencapaian tujuan pendidikan yang telah direncanakan. Begitu juga sebaliknya, manakala pengelolaan administrasi kepegawaian tidak dilakukan dengan baik, maka dapat menghambat dan memperlambat terhadap pencapaian tujuan pendidikan yang telah direncanakan. Padahal tujuan pendidikan itu menyangkut pemenuhan kepentingan bersama, meliputi pihak sekolah, orang tua dan juga masyarakat sekitar. Dengan demikian, dengan mempercepat dan memperlancar tujuan pendidikan berarti juga mempercepat dan memperlancar pemenuhan kepentingan bersama, dan begitu juga sebaliknya, memperlambat pencapaian tujuan pendidikan juga berarti memperlambat pemenuhan kepentingan bersama. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dimaksudkan untuk mendeskripsikan tentang (1) Bagaimana proses pengadaan dan penataan pegawai di STAIN Pamekasan? (2) Bagaimana pola pembinaan dan peningkatan karier pegawai di STAIN Pamekasan? dan (3) Bagaimana sistem evaluasi kinerja pegawai di STAIN Pamekasan?.
KURIKULUM PONDOK PESANTREN MUADALAH ---, Mushollin
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.501 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v11i1.184

Abstract

Salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan adalah bagaiamana kurikulum yang diselenggarakan dalam lembaga pendidikan tersebut. Masalah kurikulum menjadi perbincangan yang menarik perhatian, terutama dalam dunia pesantren. Salah-satu pondok pesantren yang mendapatkan status muadalah dari Dirjen Pendidikan Islam adalah Madrasah Aliyah Pondok Pesantren as-Salafy al-Fitrah Surabaya. Madrasah Aliyah ini bersama dengan 32 madrasah lain telah mendapatkan pengakuan mu’adalah (penyetaraan) dari Dirjen Pendidikan Islam dengan nomor: Dj. I/457/2008.Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen kurikulum di pondok pesantren muadalah al-Fitrah Kedinding Surabaya. Disamping itu penelitian juga difokuskan pada aspek differiansiasi kurikulum pesantren ini dibanding pesantren muadalah lainnya.Sedangkan pendekatan penelitian ini didasarkan pada pendekatan kualitatif, karena data yang dikumpulkan lebih banyak merupakan data kualitatif, yakni data yang disajikan dalam bentuk verbal bukan bentuk angka. Penelitian kualitatif cenderung memiliki karakteristik antara lain; mempunyai natural setting sebagai sumber data langsung, peneliti merupakan instrumen kunci (key instrumen), bersifat deskriptif, lebih memperhatikan proses dari pada product, cenderung menganalisis data secara induktif, dan meaning (makna) adalah hal yang esensial di dalamnya. Dengan pendekatan ini diharapkan dapat mengungkap gambaran mengenai aktualitas realitas sosial, dan persepsi sasaran penelitian tanpa terpengaruh oleh pengukuran formal. Karena itu, keterlibatan peneliti sangat diusahakan, namun tanpa intervensi terhadap variabel-variabel proses, sehingga dapat mengetahui realitas dengan apa adanya.Data diperoleh melalui teknik observasi dan wawancara langsung dengan pengurus dan juga kepala madrasah beserta para asatidz pondok pesantren Al-Fitrah. Dan juga dilakukan penggalian data melalui dokumentasi terkait kurikulum yang dilaksanakan, dan juga dengan observasi di lapangan.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Struktur mata pelajarandalam Kurikulum MA As-Salafi Al-Fitrah mencakup pelajaran agama dan umum dengan komposisi 70% dan 30%. Dan dalam praktiknya mata pelajaran umum diberikan pada kelas 3 Aliyah saja. 2) Standart kompetensi yang digunakan pedoman dalam pembelajaran di MA as-Salafi al-Fitrah telah dibuat sendiri oleh tim penyusun. Standar kompetensi tersebut mengacu pada isi kitab -kitab yang dikaji. 3) Walaupun pesantren al-Fitrah adalah pesantren thoriqoh, akan tetapi dari struktur kurikulum sebagaimana tersebut, mata pelajaran yang langsung berkaitan dengan ajaran-ajaran thoriqoh masih sedikit.
KESIAPAN PENEGAK HUKUM DI KABUPATEN PAMEKASAN DALAM PEMBERLAKUAN UU NO. 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK Supraptiningsih, Umi
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.94 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v11i1.185

Abstract

Lahirnya UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (Lembaran Negara RI Tahun 2012 No 153 Tambahan Lembaran Negara RI No. 5332, selanjutnya disingkat UU-SPPA) merupakan “harapan” bagi anak-anak yang berhadapan dengan hukum baik sebagai pelaku maupun sebagai korban untuk tetap mendapatkan hak-haknya. Hal penting yang diatur dalam UU-SPPA adalah pelaksanaan diversi yaitu pengalihan penyelesaian pidana anak dari proses peradilan pidana di luar peradilan pidana. Langkah diversi tersebut dimaksudkan untuk memperoleh keadilan restorasi (restoratif justice) yaitu penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan bukan untuk pembalasan. UU-SPPA merupakan penyempurna atas pelaksanaan UU No. 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak yang berlaku selama ini. Hal-hal yang harus dipersiapkan dalam pemberlakuan UU-SPPA ada dua aspek, yaitu fisik dan non fisik. Persiapan secara fisik yang berupa sarana dan prasarana, yang selama ini masih belum ada karena semua persiapan itu membutuhkan ketersediaan dana yang tidak sedikit. Pemerintah daerah harus mempersiapkan lembagalembaga seperti Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), Lembaga Penempatan Anak Sementara (LPAS), Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS). Sedangkan persiapan non fisik meliputi penegak hukum yang mempunyai sertifikat sebagai penyidik anak, jaksa anak dan hakim anak. Faktor pendukung berlakunya UU-SPPA adalah UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, UU ini telah mengakomodir kepentingan dan perlindungan anak yang selama ini telah mewarnai penyelesaian kasus-kasus anak yang berhadapan dengan hukum. Sedangkan faktor penghambat atas pemberlakuan UU-SPPA yang paling dominan justeru ada pada UU-SPPA itu sendiri karena masih banyak aturan yang memerlukan petunjuk teknis untuk melaksanakannya, seperti aturan tentang prosedur diversi. Jika diversi merupakan amanat dalam UU-SPPA, maka selama lembaga-lembaga baru belum tersedia, maka pelaksanaan diversi akan mengalami hambatan, dimana anak harus ditampung? Demikian juga selama belum tersedia penegak hukum khusus anak, maka amanat UU-SPPA juga tidak akan terlaksana.
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN PESANTREN MU’ADALAH DI DIRASATUL MUALIMIN ISLAMIYAH AL-HAMIDY ---, Siswanto
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.156 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v11i1.186

Abstract

Perhatian dan pengakuan pemerintah terhadap institusi pesantren khususnya yang tidak menyelenggarakan pendidikan formal masih sangat minim, bahkan tamatan pesantren belum mendapat pengakuan. Padahal selama ini, masyarakat telah memberikan pengakuan terhadap kualitas lulusan pesantren, dan bahkan sebagian dari lembaga pendidikan di luar negeri pun telah memberikan pengakuan terhadap pendidikan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Standar Kompetensi Lulusan Pesantren Mu’adalah di Dirasatul Mu’alimin Islamiyah Al-Hamidy Banyuaanyar Palengaan Pamekasan disusun secara berjenjang berdasarkan tingkat pendidikan yang terdiri atas tingkat Ula, Wutsha dan ‘Ulya. Kedua, strategi pencapaian standar kompetensi lulusan pesantren mu’adalah dilaksanakan melalui pengaturan waktu pembelajaran antara pendidikan formal dan non formal, proses pembelajaran ditekankan pada strategi pembelajaran aktif, evaluasi kurikulum yang dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan, dan rekrutmen ustadz atau tenaga pengajar yang dilaksanakan dengan proses yang sangat ketat. Ketiga, prospek lulusan pesantren mu’adalah dapat diketahui dari adanya pengakuan oleh pemerintah, yaitu kesetaraan ijazah lulusan pesantren ini seperti halnya pengakuan pada lulusan lembaga pendidikan formal pada jenjang pendidikan Madrasah Aliyah, sehingga lulusan pesantren mu’adalah ini bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi baik negeri, maupun swasta, dan bisa juga bekerja, baik di sektor formal maupun non formal.
RADIKALISASI KEHIDUPAN KEBERAGAMAAN PERSPEKTIF SOSIOLOGI PENGETAHUAN DI KABUPATEN PAMEKASAN Susanto, Edi
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.069 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v11i1.187

Abstract

Tulisan ini berusaha mendeskripsikan radikalisasi kehidupan keberagamaan di Kabupaten Pamekasan. Dengan menggunakan riset kualitatif deskriptif, ditemukan bahwa Kondisi radikalisasi kehidupan keberagamaan di Kabupaten Pamekasan masih dalam tahapan personal dan masih merupakan fenomena kecil di tengah arus pemahaman keislaman dominan. Pada umumnya eksponen masyarakat yang tersentuh adalah kalangan muda, yang tidak memiliki basis keagamaan Islam tradisional yang kuat. Di Pamekasan, radikalisasi keberagamaan berada pada aras praktik mahdhah, gemar membid’ahkan praktik keberagamaan yang berbeda dan belum menyentuh ranah politik.Kecilnya fenomena radikalisasi keberagamaan di Kabupaten pamekasan lebih karena perkembangannya masih dalam stadium awal dan masih kuatnya dominasi paham Islam kultural di kabupaten pamekasan.Implikasi radikalisasi keberagamaan masyarakat di Pamekasan terhadap konstruksi kerukunan beragama di Pamekasan adalah bahwa Kehidupan beragama di Kabupaten Pamekasan lebih dinamis, mulai tumbuhnya “sikap melihat ke dalam” praktik keberagamaan sendiri sekaligus berusaha mengerti logika beragamaan orang lain. Fenomena ini terjadi pada kalangan warga masyarakat yang lebih terdidik. Sedangkan pada kalangan masyarakat awam, terdapat dua bentuk sikap: “abai dan reaktif negatif” Implikasi lainnya adalah mulainya dirintis upaya mencari titik-titik dan upaya dialog antar komunitas-komunitas yang berbeda orientasi keberagamaan tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 9