cover
Filter by Year

Analysis
JURNAL DINAMIKA VOKASIONAL TEKNIK MESIN
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin (JDVTM) is published by the Department of Mechanical Engineering Education, Faculty of Engineering, State University of Yogyakarta. The journal is published twice a year in April and October. Each publication contains articles comprising high quality theoretical and empirical original research papers, review papers, and literature reviews. The scope of study of this journal includes mechanical engineering education, technology and vocational education, learning and curriculum development, learning method development, and learning media. All of the fields study, particularly in mechanical engineering vocational and education. The articles submitted should be attended to the particular topics above.
Articles
67
Articles
Perbandingan Penggunaan Filter Udara Standar dan Racing Terhadap Performa dan Emisi Gas Buang Mesin Sepeda Motor Empat Langkah

Fatkhuniam, Agus, Wijaya, M. Burhan Rubai, Septiyanto, Angga

JURNAL DINAMIKA VOKASIONAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This research aims to determine the performance increase of using racing air filters compared to standard air filters on a four-stroke vehicle. Performance being tested are power, torque and exhaust emissions. This is an experimental research conducted on a Honda Supra X 125 PGM-FI motorcycle. Data were analyzed using descriptive statistics and the collection is presented in the form of tables, graphs, and calculated averages. Results show that racing air filter 1 have a power of 7.35 HP (2.3% increase) and racing air filter 2 have a power of 7,3 HP (1.6% increase). The torque tests shows that Racing filter 1 has a torque of 10,588 Nm and the racing air filter 2 has a torque of 10,585 Nm, while standard filter has only 10.42 Nm. CO gas emissions resulting from the use of racing air filters 1 increased by 28% from standard air filters and for racing air filter 2 CO 2 emissions decreased by 6%. At the exhaust emissions of HC, racing air filters 1 emissions increased by 16% and racing air filter 2 decreased by 9%. Penelitian ini bertujan untuk membuktikan adanya perbedaan filter udara racing dengan filter udara standar terhadap performa kendaraan empat langkah, berupa daya, torsi dan emisi gas buang. Penelitian dilakukan secara eksperimen pada sepeda motor Supra X 125 PGM-FI. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan penyajian data berupa tabel, grafik. Hasil penelitian menunjukkan bhawa perhitungan rata-rata. sebesar 7,35 Hp dengan meningkat 2,3% dan filter udara racing 2 meningkat sebesar 1,6 % menjadi 7,3 HP dibandingkan dari hasil filter udara standar sebesar 7,18 Hp, torsi filter udara racing 1 meningkat sebesar 1,6% menjadi 10,588 N.m dan filter udara racing 2 meningkat 1,5% menjadi 10,585 N.m dibandingkan hasil dari penggunaan filter standar sebesar 10,42 N.m. Emisi gas buang CO yang dihasilkan dari penggunaan filter udara racing 1 meningkatan 28% dari filter udara standar 0,803% menjadi 1,034% dan CO filter udara racing 2  ada penurunan 6% menjadi 0,754% dari CO filter udara standar 0,803%, dengan selisih perbedaan 0,231% dan 0,049% dari penggunaan filter udara standar. Pada emisi gas buang HC filter udara racing 1 terdapat peningkatan sebesar 16% menjadi 142 ppm dari hasil filter standar dan penurunan 9% dari penggunaan filter udara racing 2 sebesar 111 ppm dibandingkan HC yang dihasilkan filter standar sebesar 122 ppm, dengan selisih 20 ppm dan 11 ppm dari HC yang dihasilkan filter udara standar.

Pencapaian Peranan BKK dalam Penyaluran Lulusan Teknik Pengelasan di SMK DIY

Darunnajah, Darunnajah, Hargiyarto, Putut

JURNAL DINAMIKA VOKASIONAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This research aims to study the achievement of Special Labor Market’s roles in the distribution of the welding study program graduates through the management process (planning, organizing, actuating, and controlling), and the obstacles that occurred. This research also study students’ perception of the Special Labor Market (BKK) work program. The methods of this research is descriptive research. The instruments for data collection are questionnaire, interviews, and documentation. Data were analyzed using descriptive qualitative analysis. The research samples are the 5 leaders of BKK and 117 class XII students of welding study program. Result of the research indicate the following scores of the management process aspects: planning 85,6%, organizing 78,3%, actuating 80,3%, and controlling 93,1%. The distribution that have been carried out still puts the workforce out of their field of expertise. The obstacles that occurred during the distribution are: graduates are not ready to work out of their hometown or the parents did not give permission for them to work outside their hometown. The overall graduates’ perception towards the implementation of labor market work program related to graduates is in the category of ‘good’ with a score of 66,5%Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) capaian peranan BKK dalam penyaluran lulusan teknik pengelasan melalui proses manajemen dan 2) persepsi siswa terhadap program kerja BKK yang berhubungan langsung dengan siswa dan alumni. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen angket, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah 5 Ketua BKK dan 117 Siswa Kelas XII Teknik Pengelasan di wilayah Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa skor proses manajemen BKK pada aspek perencanaan 85,6%, aspek pengorganisasian 78,3%, aspek pelaksanaan 80,3%, dan aspek pengendalian 93,1%. Penyaluran yang dilaksanakan masih menempatkan lulusan bekerja di luar bidang keahliannya. Hambatan yang dihadapi adalah terdapat lulusan yang belum siap untuk bekerja di industri luar kota dan orang tua lulusan yang belum memberi ijin lulusan untuk bekerja di industri luar kota. Persepsi siswa secara keseluruhan terhadap pelaksanaan program BKK yang berkaitan dengan siswa dan alumni termasuk dalam kategori baik dengan persentase sebesar 66,5%.

Perbedaan Unjuk Kerja Mesin Menggunakan Electronic Control Unit Tipe Racing dan Tipe Standar pada Sepeda Motor Automatic

Rahman, Rifki Mufti, Widjanarko, Dwi, Wijaya, M. Burhan Rubai

JURNAL DINAMIKA VOKASIONAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The achievement of electronic-based motorcycle engine or Fuel Injection (FI) has better capability or power compared to conventional system vehicles. This research aims to determine the performance difference of using racing electronic control unit (ECU) compared to standard ECU of an automatic motorcycle. The experiment was carried out on a Honda Vario 125cc motorcycle manufactured in 2013. The research method is experimental research and uses descriptive statistic method. Research findings inform that the maximum torque of the standard ECU is 16.63 Nm at 3500 rpm, and the maximum power is 6.36 KW at 4500 rpm. The racing ECU (Iquteche) has a maximum torque of 22.42 Nm at 2500 rpm, and maximum power of 7.70 kW. The apparent increase in torque is around 36.58 % and in power is around 33.9 %. It can be concluded that the Iquteche ECU provides a more optimized engine performance on an automatic motorcycle.Prestasi mesin sepeda motor berbasis elektronik atau Fuel Injection (FI) memiliki kemampuan atau tenaga yang lebih baik dibandingkan dengan kendaraan sistem konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan unjuk kerja mesin menggunakan Electronic Control Unit tipe racing dan tipe standar pada sepeda motor automatic. Objek penelitian dilakukan pada kendaraan Honda Vario 125cc tahun pembuatan 2013. Penelitian dilakukan dengan menggunkan metode experimental serta analisis data statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh data torsi maksimal ECU standar sebesar 16.63 N.m pada putaran 3500 rpm, dan daya tertinggi sebesar 6.36 kW pada putaran 4500 rpm. Sedangkan hasil pengujian menggunakan ECU Iquteche diperoleh torsi tertingi sebesar 22.42 N.m pada putaran 2500 rpm, dan daya tertinggi sebesar 7.70 kW. Selain itu juga diketahui adanya peningkatan torsi mesin sebesar 36.58% dan peningkatan daya sebesar 33.99%, serta diketahui juga bahwa penggunaan ECU Iquteche lebih efektif untuk meningkatkan unjuk kerja mesin pada kendaraan jenis sepeda motor automatic.

Optimalisasi Uji Tingkat Kompetensi di SMK untuk Meningkatkan Soft Skill Lulusan

Kartowagiran, Badrun

JURNAL DINAMIKA VOKASIONAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Competency level test (UTK) is a specific level competency test conducted by an education unit using a Government standard table of specifications. This is an extra task for the education unit, adding load to an already fully-load unit. Without special attention, it is possible that UTK is merely just a label, and just for routine. For vocational high schools, UTK is carried out through the National Examination which is also the final level of competency test. UTK optimization is an all-out effort to make the UTK instruments and its implementation have high quality standards. This will ensure that the graduates’ qualifications meet the standards and the students also have required soft skills. Efforts in producing high quality UTK test questions are done by tightening of content validity, predictive validity, and the reliability of UTK test questions. The method is called the ICC interrater and Cohen Kappa. The optimization of UTK is able to improve soft skills because the students are encouraged to meet the competency standards of hard work, tenacity, earnest, hard work, responsibility and punctuality.Uji tingkat kompetensi merupakan uji kompetensi pada tingkat tertentu yang dilakukan oleh satuan pendidikan dengan menggunakan kisi-kisi yang disusun oleh Pemerintah. Kegiatan ini menambah tugas bagi satuan pendidikan, sehingga beban sekolah terlalu besar. Apabila tidak ada perhatian khusus, tidak menutup kemungkinan UTK hanya sekedar label, bahkan asal jalan. Untuk SMK, UTK dilakukan melalui UN yang berarti juga merupakan uji kompetensi akhir jenjang. Optimalisasi UTK adalah usaha keras agar instrumen dan pelaksanaan UTK berkualitas tinggi sehingga kualifikasi lulusannya kompetensi pengetahuan dan keterampilan sesuai standar yang telah ditentukan dan memiliki soft skill. Upaya untuk menghasilkan soal UTK yang berkualitas tinggi dilakukan dengan cara memperketat validitas isi, validitas prediktif, dan memperketat reliabilitas soal UTK. Metode yang digunakan yaitu interrater ICC dan Cohen Kappa. Optimalisasi TUK mampu meningkatkan softskill karena siswa didorong lulus sesuai standar kompetensi sehingga siswa didorong lebih ulet, sungguh-sungguh, kerja keras, tanggung jawab dan menghargai waktu.

Sampul Depan

Depan, Sampul

JURNAL DINAMIKA VOKASIONAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Perancangan 3D Printer Tipe Core XY Berbasis Fused Deposition Modeling (FDM) Menggunakan Software Autodesk Inventor 2015

Nurul Amri, Anief Awalia, Sumbodo, Wirawan

JURNAL DINAMIKA VOKASIONAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The purpose of this research are to determine the mechanical strength of a 3D Printer frame design of type Core XY using Autodesk Inventor 2015 and to assess the build quality of the 3D Printers. This is an R&D research following the Pahl & Beitz’s methods which comprises of the following stages: Task or specifications, planning and clarification, conceptual design, embodiment design, and detailed design. Data were analyzed using descriptive statistics. The results show that the mechanical strength of the 3D printer frame is satisfactory and is proven by the Autodesk Inventor 2015 analysis. The printed workpiece has a tolerance of ± 0,5 mm. It is concluded that the type core XY 3D Printer is ready to use for printing 3-dimensional objects.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan struktur mekanik dari perancangan desain rangka 3D Printer tipe Core XY menggunakan software Autodesk Inventor 2015 dan mengetahui kualitas produk hasil 3D Printer yang dibuat. Penelitian ini merupakan jenis perancangan dengan metode Pahl & Beitz dengan tahapan penjabaran tugas atau spesifikasi, perancangan konsep, perancangan wujud, dan perancangan secara terperinci. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil analisis data menunjukan bahwa kekuatan rangka 3D Printer cukup baik dibuktikan dengan analisis menggunakan software auodesk inventor 2015 dan hasil benda kerja yang diproses menggunakan 3D Printer mempunyai nilai kepresisian dengan toleransi ± 0.5 mm  dibuktikan dengan hasil pengukuran benda kerja dengan menggunaakan alat ukur. Jadi disimpulkan bahwa 3D Printer tipe core XY yang dibuat layak digunakan untuk proses pembuatan benda 3 Dimensi

Pengaruh Pengetahuan, Sikap dan Kondisi Lingkungan Kerja Terhadap Persepsi Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Hartono, Arief, Sutopo, Sutopo

JURNAL DINAMIKA VOKASIONAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The aims of the study are to find out the influence of the following factors to the occupational health and safety (OHS) implementation perception: knowledge, attitude, working environment conditions, and all the three factors together. This research used the ex-post facto method. The population is 95 students. Data were collected using tests, questionnaire, and observation. Data were analyzed using regression analysis. The results show these following influences to the OHS implementation perception:  knowledge 5.6%, attitude 7%, and working environment conditions 8.3%. The combined knowledge, attitude, and working environment conditions have influenced the OHS implementation perception by 15.2%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan terhadap persepsi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja, pengaruh sikap, kondisi lingkungan kerja, pengetahuan terhadap persepsi penerapan K3. Penelitian ini menggunakan metode ex- post facto. Populasi penelitian ini berjumlah 95 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, kuesioner dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan berpengaruh terhadap persepsi penerapan K3 sebesar 5,6%. Sikap berpengaruh positif terhadap persepsi penerapan K3 sebesar 7%. Kondisi lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap persepsi penerapan K3 sebesar 8,3%. Pengetahuan, sikap dan kondisi lingkungan kerja secara bersama- sama berpengaruh terhadap persepsi penerapan K3 sebesar 15,2%.

Dewan Penyunting

Penyunting, Dewan

JURNAL DINAMIKA VOKASIONAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Modul Pemesinan Gerinda Bagi Siswa SMK Teknik Pemesinan di Daerah Istimewa Yogyakarta

Saputra, Fariz Hashfie, Purnomo, Edy

JURNAL DINAMIKA VOKASIONAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This research and development aims to determine the feasibility level of module learning media of grinding theory and to determine the effectiveness of basic grinding theory to the academic achievement of class XI students in the machining study program. The research methods is quantitative descriptive method. The results   validates the use of grinding theory module in learning activities. The average percentage from the quality of content, instructional and technical, is 91,25%. The effectiveness of basic grinding theory module can be seen from the improvement of students’ marks of 97.28% in average. The increase in the active participation is 33.3%.Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran modul teori pemesinan gerinda dan mengetahui tingkat efektivitas modul teori pemesinan gerinda terhadap hasil belajar siswa teknik pemesinan kelas XI SMK Muhammadiyah Prambanan. Penelitian ini menggunakan langkah Research and Development dan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil pada penelitian ini adalah media pembelajaran modul teori pemesinan gerinda dinyatakan layak digunakan untuk kegiatan pembelajaran dengan rerata persentase kelayakan kualitas isi, instruksional, dan teknis sebesar 91,25%. Efektivitas media pembelajaran modul Teori Gerinda Dasar dapat dilihat dari peningkatan rerata hasil belajar sebesar 97,28% dan peningkatan partisipasi aktif sebesar 33,3%.

Pengaruh Kecepatan dan Kedalaman Potong pada Proses Pembubutan Konvensional Terhadap Kekasaran Permukaan Lubang

Siswanto, Bambang, Sunyoto, Sunyoto

JURNAL DINAMIKA VOKASIONAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

There are several factors that affect the roughness of the workpiece surface when doing turning process on the lathe, especially the use of cutting parameters. This study aims to determine the effect of cutting speed and depth of cut parameters on the roughness of cylinder block hole surface. This research is an experimental research using two independent variables, which are cutting speed and depth of cut. The dependent variable is surface roughness of cylinder block’s hole. The research was done by making cast aluminum specimens and then turning a hole in the specimen with varied cutting speed and depth of cut. The surface roughness was then tested using Surfcorder SE 300. The obtained data were analyzed using descriptive analysis. Results show that there is an effect of cutting speed on the surface roughness of cylinder block, with the best result (smallest roughness value) was obtained from the use of cutting speed of 125 m / min. There is also an effect of depth of cut on the surface roughness of the cylinder block, with the best result given from the use of a 0.2 mm depth of cut.Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kekasaran permukaan benda kerja pada proses pembubutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter kecepatan potong dan kedalaman potong terhadap kekasaran permukaan pada pembubutan lubang blok silinder mesin pemotong rumput. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan variabel bebas kecepatan potong dan kedalaman potong, dan variabel terikat kekasaran permukaan lubang. Penelitian dilakukan dengan pembuatan spesimen dengan proses pengecoran aluminium kemudian spesimen dibubut lubang dengan diberi variasi kecepatan potong dan variasi kedalaman potong. Hasil pembubutan dilakukan uji kekasaran menggunakan Surfcorder SE 300. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh kecepatan potong terhadap hasil kekasaran permukaan blok silinder mesin pemotong rumput, hasil  paling baik dengan nilai kekasaran paling kecil diperoleh dari kecepatan potong 125 m/menit. Ada pengaruh kedalaman potong terhadap hasil kekasaran permukaan blok silinder mesin pemotong rumput, hasil paling baik dengan nilai kekasaran paling kecil diperoleh dari kedalaman potong 0,2 mm.