cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
WACANA AKADEMIKA: Majalah Ilmiah Kependidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 49 Documents
Incorporating Meaningful Feedback in Language Classroom Kristanto, TMA
WACANA AKADEMIKA: Majalah Ilmiah Kependidikan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1398.21 KB) | DOI: 10.30738/wa.v1i1.1075

Abstract

Keberhasilan dalam pembelajaran biasanya ditunjukkan dengan prestasi akademik yang optimal dari para siswa. Tujuan pembelajaran dapat dicapai jika guru dapat menciptakan atmosfir di mana siswa sangat termotivasi untuk belajar. Salah satu cara untuk meningkatkan motivasi siswa adalah dengan memberi mereka umpan balik yang berarti mengenai kinerja mereka dalam belajar. Umpan balik bisa berupa umpan balik guru, umpan balik siswa, dan umpan balik dari rekan sejawat. Makalah ini dimaksudkan untuk membahas bagaimana menggabungkan umpan balik yang berarti di kelas bahasa. Pada prinsipnya, umpan balik dapat diimplementasikan di kelas manapun, namun dalam tulisan ini penulis mencoba untuk berbagi bagaimana penerapannya di tiga kelas yang biasanya dia tangani. Kelasnya adalah Peer Teaching, sebagai bagian integral dari Magang 2, tata bahasa Inggris, dan Terjemahan. Umpan balik dapat diterapkan dalam berbagai teknik dan kategori sesuai dengan tujuan umpan balik. Dalam praktik ini, diberikan dalam bentuk lisan dan tulisan baik langsung maupun tidak langsung. Di kelas peer teaching, misalnya, diberikan secara lisan dan tertulis, sedangkan di kelas Bahasa Inggris dan Terjemahan siswa dan umpan balik rekan sebagian besar dilakukan dalam bentuk tertulis meskipun kadang-kadang juga diberikan secara lisan. Melalui penerapan umpan balik, diamati bahwa motivasi dan prestasi siswa meningkat secara bertahap.
Penerapan Metode Problem Solving Untuk Meningkatkan Kreativitas Dan Prestasi Belajar Statistika Hidayati, Hidayati
WACANA AKADEMIKA: Majalah Ilmiah Kependidikan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.777 KB) | DOI: 10.30738/wa.v1i2.1644

Abstract

The purpuse of this research is to determine the application of problem solving methods that can improve the creativity and achievvement studying statistics of science education student of FKIP UST Yogyakarta academic year. The methode of research is classroom action research consisting of four components of action that is planning, action implementation, observation and reflection. Data can be form of observation sheet, questionnaire and interview result and statistical achievement test. Quantitative data analysis technikques are calculated by descriptive statistics. The result shows 1. Student creativity increment 15.41 at cycle I and 15.71 at cycle II. Avarege percentage of pre cycle 52.90 with medium cotegory, in cycle I 68.30 with high category, and in cycle II 84.02 with high category. There was an increase in statistical achievement 25.97 in cycle I and 17.90 in cycle II. The average pre cycle score were 48.53, in cycle I 74.50 and cycle II 92.40.
Evaluating Integrated Task Based Language Teaching and English Language Learning and Instruction System Nugroho, Andhi Dwi
WACANA AKADEMIKA: Majalah Ilmiah Kependidikan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.602 KB) | DOI: 10.30738/wa.v1i1.1089

Abstract

This study aimed at evaluating the implementation of integrated TBLT and ELLIS which emphsized on observing, questioning,  exploring,  and  communicating.  The integrated learning had been implemented at two different classes of SMPN 1 Banguntapan and SMPM Piyungan in Bantul regency, Yogyakarta. The task resources were selected from ELLIS units involving sixteen units. Of quesionnaires and interviews, the results indicated that the developed tasks had already met the standard of learning competence at the level. Teachers and students responded in several aspects, namely; learning objective, content material, integrated language skill exercise, and self-evaluation availibility. Thus, the integrated tasks conclusively helped the students achieve better and easier understanding, promotes learning interest, and evaluate their own learning and progress, inasmuch as these tasks equipped with the individual and group exercises. This study implies that combination of TBLT and ELLIS generated better opportunities to create more innovative English teaching.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Maharani, Okti desta tri; Kristin, Firosalia
WACANA AKADEMIKA: Majalah Ilmiah Kependidikan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.524 KB) | DOI: 10.30738/wa.v1i1.998

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match, peningkatan keaktifan serta hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match. Ada 2 siklus, terdiri 4 tahap: perencanaan,pelaksanaan,observasi dan refleksi. Subyek penelitiannya siswa kelas V SD Negeri Jati Jajar 02 sebanyak 26 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan nontes. Instrumen penelitian menggunakan butir-butir soal dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar dan keaktifan siswa pembelajaran IPS dengan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match. Hasil ini dilihat melalui perbandingan antar siklus yaitu ketuntasan belajar PraSiklus 42%,skor rata-rata 71,3. Siklus I 73%,skor rata-rata naik 76,1%. Siklus II 100%,skor rata-rata 81,3. Keaktifan siswa juga mengalami peningkatan, PraSiklus 15% siswa aktif. Siklus I 73% siswa aktif. Siklus II 81% siswa sangat aktif. Dengan demikian dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DALAM PELAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN STRATEGI CHORAL READING MELALUI POWERPOINT Supiningsih, Supiningsih
WACANA AKADEMIKA: Majalah Ilmiah Kependidikan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.113 KB) | DOI: 10.30738/wa.v1i2.1563

Abstract

The purpose of this research are: (1) to know the implementation of choral reading strategy with variation of powerpoint learning media in English learning; (2) to know the effectiveness of applying choral reading strategy with variation of powerpoint learning media in learning English to students reading ability. This type of research is a classroom action research consisting of 2 cycles. Subjects in the study were students of class XI majoring in Accounting, amounting to 28 people. Data collection techniques used were observation, documentation, and tests. Technique of data analysis with qualitative that is by doing record of reflection, that is thinking which arise at the time of observing and is result of process compare, linking or connecting data which is displayed with previous data.Results of Action Research This class has an increase from initial ability compared to cycle 1 that is complete students in cycle 1 amounted to 18 students or 64.28%. From the 2nd cycle results can be written the completed student is 24 students from 28 students or 85.71%. From cycle 1 to cycle 2 there is an increase of 21.43%. This proves that the use of choral reading strategy through powerpoint is very effective.
PENGARUH LEARNING CYCLE DAN INKUIRI TERBIMBING DITINJAU DARI PEMAHAMAN METODE ILMIAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR Sujatmika, Sigit; Ernawati, Tias
WACANA AKADEMIKA: Majalah Ilmiah Kependidikan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.352 KB) | DOI: 10.30738/wa.v1i1.1076

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Pengaruh metode learning cycle dan inkuiri terbimbing terhadap prestasi belajar mahasiswa (2) Pengaruh pemahaman metode ilmiah tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar mahasiswa. Penelitian ini bertipe kuasi eksperimen. Penelitian dilaksanakan pada program studi Pendidikan IPA FKIP UST semester 1 tahun ajaran 2016/2017. Teknik pengumpulan data untuk prestasi belajar dan pemahaman metode ilmiah menggunakan tes. Teknik analisis data untuk uji hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tidak sama (ANOVA). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: (1) Tidak ada pengaruh pembelajaran dengan metode learning cycle dan inkuiri terbimbing terhadap prestasi belajar mahasiswa (p=0.057) (2) Ada pengaruh pemahaman metode ilmiah  rendah dan tinggi terhadap prestasi belajar mahasiswa (p=0.000).
Integrasi Know-Want-Learned-Affect (KWLA) Dalam Pembelajaran Teks Anekdot Sebagai Penguatan Intrapersonal Intellegence Ermawati, Ermawati
WACANA AKADEMIKA: Majalah Ilmiah Kependidikan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.265 KB) | DOI: 10.30738/wa.v1i2.1645

Abstract

This article aims to integrate the (KWLA) strategy in learning the annecdote texts as a as part of intrapersonal intelligence reinforcement. The KWLA strategy consists of four columns (What I Already Know-What I Want To Know-What I Learned - The Affect of The Story) is implemented to needed to help students understand the the contents of annecdote texts easily. In the KWLA column, learners write down what has been known, what they want to know, what has been known after understanding the text, and the effect of the story text. Another expected result, through the affect of the story column (column A) phase in this KWLA, occurs in the enforce the  intrapersonal intelligence in the form of personality and empathy in the learners.
Efektivitas Pembelajaran Think-Talk-Write Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP N 9 Yogyakarta Adi, Nur Romdlon Maslahul; Harini, Esti
WACANA AKADEMIKA: Majalah Ilmiah Kependidikan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.342 KB) | DOI: 10.30738/wa.v1i1.996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Think-Talk-Write dan instruksi langsung. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII terdiri dari 6 kelas di SMP N 9 Yogyakarta 2014-2015. Sampel dari penelitian ini adalah 2 kelas yaitu kelas kelas eksperimen VIIIF dan VIIIE sebagai kelas kontrol. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan korelasi t-test. Hasil penelitian ini adalah: 1) matematika hasil eksperimen kelas belajar dalam kategori tinggi (x ̅ = 85,59), (2) matematika hasil kelas kontrol belajar dalam kategori tinggi (x ̅ = 81,61), (3) hasil penghitungan menunjukkan bahwa tobs = 4309> ttabel = 2,035. Sehingga penggunaan jenis pembelajaran kooperatif Think-Talk-Write (TTW) model memiliki lebih efektif untuk matematika hasil belajar, dibandingkan dengan penggunaan model pembelajaran konvensional dengan matematika hasil belajar.
PENGARUH TEKNIK ANALYTIC TEAMS TERHADAP KEMAMPUAN MENGANALISIS FILM Rochmiyati, Siti; Rufaidah, Desy
WACANA AKADEMIKA: Majalah Ilmiah Kependidikan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.25 KB) | DOI: 10.30738/wa.v1i2.1482

Abstract

  Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen untuk mengetahui pengaruh teknik analytic teams terhadap kemampuan menganalisis film pada mata kuliah terampil menyimak. Variabel penelitian ada dua, yaitu teknik analytic teamsdan kemampuan menganalisis film. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan mahasiswa PBSI-UST yang mengambil mata kuliah Terampil Menyimak tahun akademik 2015-2016. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data dengan teknik dokumentasi dan tes. Uji coba instrumen mencakup validitas dan realibilitas. Teknik analisis data mencakup analisis deskriptif, uji prasyarat analisis, dan uji hipotesis.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kelas dengan metode tugas individu berkategori baik, tetapi belum semua mahasiswa mencapai KKM sedangkan teknik analytic teams berkategori sangat baik. Uji normalitas dilakukan dengan ujiKolmogorov Smirnov, diperoleh sig. 0,674>0,05. Hal itu berarti data berdistribusi normal. Uji homogenitas dilakukan dengan uji levene statistic danuji-F. Berdasarkan uji levene statistic danuji-F diketahui  sig. 0,042˂0,05 dan = 4,352sedangkan  = 4,03. Hal itu menunjukkan > berarti varian tidak homogensehingga analisis komparatif menggunakan analisis nonparametrik. Analisis nonparametrik menggunakan uji Mann-Whithney, diketahui sig.<0,05 berarti  ditolak sehingganditerima.Kata kunci: kemampuan menganalisis film, metode tugas individu, dan teknik analytic teams
Analisis Butir Soal Tes Pemecahan Masalah Matematika Pardimin, Pardimin; Widodo, Sri Adi; Purwaningsih, Indriyati Eko
WACANA AKADEMIKA: Majalah Ilmiah Kependidikan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.97 KB) | DOI: 10.30738/wa.v1i1.1084

Abstract

The instrument is one of the tools used to collect a data, whether or not a research instrument needs to be seen the characteristics of the instrument being prepared. So the purpose of this research is to know the characteristics of test instruments Problem-solving mathematics that have been compiled on the material geometry for junior high school class VII. The research method used is the basic research method. Data analysis is done qualitatively and quantitatively. Qualitative analysis is used to see the characteristic of content validity, whereas quantitative analysis is done to see the characteristics of differentiating power and instrument reliability. The results show that all items have good content validity and distinguishing power, with a very high degree of reliability.