Articles 42 Documents
PERKEMBANGAN SPASIAL HUNIAN SUKU BAJO DI KAMPUNG WURING KOTA MAUMERE

Gobang, Ambrosius A. K. S., Sudikno, Antariksa, Nugroho, Agung Murti

ARTEKS Jurnal Teknik Arsitektur Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.268 KB) | DOI: 10.30822/artk.v2i1.136

Abstract

Kondisi spasial hunian Suku Bajo di kampung Wuring Kota Maumere dilihat pada karakteristik hunian masyarakat sebagai kampung awal peradaban muslim dan menjadi pusat penyebaran agama Islam di Kabupaten Sikka. Latar belakang sejarah sebagai tinjauan dalam menggali terbentuknya hunian masyarakat serta aspek geografis, sosial, budaya dan ekonomi masyarakat setempat. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dengan analisis deskriptif kualitatif dan bersifat naturalistik yaitu menggambarkan dan menginterpretasi catatan budaya Suku Bajo berupa keterangan sejarah, dokumen peta, maupun artefak yang berwujud fisik hunian masyarakat Suku Bajo. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji perkembangan spasial yang terbentuk berupa sistem spasial hunian dan aspek-aspek yang melandasi pembentukan spasial hunian Suku Bajo pada kawasan kampung Wuring sebagai upaya untuk memahami kondisi awal hingga terbentuknya hunian kampung saat ini. Hasil penelitian memberikan gambaran tentang sistem spasial hunian mencakup organisasi ruang, orientasi ruang dan hirarki ruang dalam lingkup mikro hunian berupa konsep ma’bunda-ma’buli. Selain itu gambaran perkembangan spasial hunian berupa bentuk panggung tumbuh dan panggung diaruma yang berdampak terhadap messo lingkungan karena adanya aspek non fisik yang melandasi pembentukan spasial hunian di kawasan kampung Wuring. Kata kunci: spasial, hunian, suku Bajo, kampung Wuring

TRANSFORMASI DAN KEBUTUHAN RUANG YANG MENENTUKAN DESAIN LAYOUT PADA FUNGSI INDUSTRI SEPATU DALAM HUNIAN DKI JAKARTA

Rahmi, Putriaz

ARTEKS Jurnal Teknik Arsitektur Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1559.75 KB) | DOI: 10.30822/artk.v1i1.82

Abstract

Title: Tranformation and Needs Room Layout Design that Determine the Footwear Industry Function in Residential JakartaThe purpose of this reserach is to provide design ideas of shoes home industry by designing the layout that can acommodate the transformation and space needed working & living area. The research’s method based on the phenomenon in the shoes home industry starting from surveying the object which is Perkampungan Industri Kecil (PIK) Penggilingan and understanding the fundamentals points of shoes home industry in terms of transformation, space requirements, and natural lighting & ventilation. The pattern of object’s transformation used for determine the organization of space that can be considered for designing the layout. Space requirement analyzed according to the standard of space. Lighting & natural ventilation analyzed with ecotect simulation according to the standard of health’s minister. The research concluded that the pattern of transformation on the object by level of transformation should be done by extension. In spatial transformation, the design should adapt to makes change of space requirement, especially for the expansion of flexible and residential area. In configurational transformation, service area should be considered in layout design because its fixed position. Some of residential area can be combined with production area in the very small home industry. In the small home industry, some of space can be multifunctional, but there should have a separation between residential and production area. Space on the object needs some adjustments based on standard of space requirements. Some of space can be multifunctional and used portable furniture depends on activity and time-used. Working maps of production area should be arrange using spatial patterns based on the flow of production process. Natural lighting and ventilation should be adjusted to the lighting standard (1000 lux for upper area, 300 lux for bottom area) and thermal comfort (21-30°C).Keywords: Shoes home industry, transformation, space requirement.

PERANCANGAN KAWASAN DENGAN SISTEM RAINWATER HARVESTING DI KEBON MELATI TANAH ABANG

Rendy, Rendy, Santoni, Santoni

ARTEKS Jurnal Teknik Arsitektur Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.424 KB) | DOI: 10.30822/artk.v2i1.141

Abstract

Padatnya jumlah penduduk di Kota Jakarta menyebabkan tatanan kota menjadi tidak terkendali dan memberikan dampak negatif terhadap daerah aliran sungai. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan apa saja kriteria perancangan kawasan dengan sistem rainwater harvesting dan bagaimana merancang kawasan pemukiman di Kebon Melati, Tanah Abang dengan sistem rainwater harvesting. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara. Solusi yang diusulkan dalam perancangan ini adalah merancang kawasan dengan empat potensi penerapan teori perancangan kota yaitu land use yang terkait dengan storage, dan jalur drainase. Kedua, sirkulasi kendaraan dan jalur pejalan kaki yang terkait dengan celah pembatas jalan dan material berpori. Ketiga, bentuk dan massa bangunan yang terkait dengan catchment area, conveyance, dan green roof. Keempat, ruang terbuka yang terkait dengan water retention basin. Dengan adanya perancangan ini dapat disimpulkan bahwa kawasan Kebon Melati dapat mengolah dan memperlambat aliran air hujan. Kata kunci: perancangan kawasan, active rainwater harvesting, passive rainwater harvesting

REVITALISASI KAWASAN CITRA NIAGA SAMARINDA

Gazali, Irsan

ARTEKS Jurnal Teknik Arsitektur Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.694 KB) | DOI: 10.30822/artk.v1i2.129

Abstract

Title: Revitalization of Citra Niaga Samarinda Arena promotions and shopping centers nowadays called Citra Niaga as an icon of the capital of Samarinda, which was built in 1984. The design of Citra Niaga is directed to the concept of "Night Market" which makes Citra Niaga as a business space and recreation areas for the attractive public. But in a fact, the icon of Samarinda is not desirable again by the public because they have an issue that makes this icon become weak and has not good quality or as a good public space standardization (Issue of Concern), such as security, safety, health, attraction, comfort, accessibility and also raciness . And to comply those criteria, it should be have good components (Scope of Issue), for this research it can be used qualitative descriptive method it based on the fact in the field and also the real evidence. This approach based on revitalization theory and good space public theory. For the conclusion, the standardization, a space of quality must have normative criteria so a space public can be survive. So that, this functioned as revitalization concept in effort to revitalization Citra Niaga. Keywords: citra niaga, icon, city, publik space, revitalization

KONSEP ACTIVE LIVING DALAM PERANCANGAN JALUR PEDESTRIAN Studi Kasus: Jalan L. L. R. E. Martadinata (Riau), Bandung, Jawa Barat

Hendrawan, Christianto, Dwisusanto, Yohanes Basuki

ARTEKS Jurnal Teknik Arsitektur Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.30822/artk.v2i1.137

Abstract

Saat ini terdapat tren perancangan kota dengan konsep active living yang membuat penduduk kota menjadi lebih aktif bergerak, secara keseluruhan menjadikan kota lebih sehat (healthy city). Konsep active living ini salah satunya terdapat dalam jalur pedestrian kawasan komersial kota, yang berpotensi mewadahi lingkungan gerak aktif bagi penduduk kota. Toko-toko yang dirangkai berdekatan dapat membuat pejalan kaki aktif menelusuri kawasan secara keseluruhan. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mengetahui sejauh mana konsep active living telah diterapkan dalam jalur pedestrian Jalan L. L. R. E Martadinata (Jalan Riau). Dengan mengetahui kondisi lingkungan binaan untuk gerak aktif, diharapkan jurnal ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk perancangan jalur pedestrian di waktu kedepan, untuk kota yang lebih sehat. Metode pembahasan dilakukan dengan menganalisa masalah, peluang, kelebihan, dan kekurangan ruang gerak aktif yang muncul dalam jalur pedestrian di kawasan studi, bersinergi dengan studi literatur mengenai active living dalam lingkungan binaan. Dalam pengamatan, didapati bahwa jalur pedestrian dalam kawasan belanja jalan L. L. R. E. Martadinata belum sepenuhnya mewadahi gerak aktif. Jalur pedestrian menjadi kurang nyaman bagi  pejalan kaki untuk bergerak bebas berbelanja dari pintu ke pintu. Terdapat value yang hilang dimana penduduk lebih memilih untuk menggunakan kendaraan bermotor untuk bergerak dari pintu ke pintu pertokoan. Kata kunci: active living, kesehatan, jalur pedestrian, kawasan komersial

EVALUASI PASKA GUNA DENGAN PENEKANAN PADA ASPEK FUNGSIONAL EVAKUASI DARURAT

Jieprang, Forest

ARTEKS Jurnal Teknik Arsitektur Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.938 KB) | DOI: 10.30822/artk.v1i1.83

Abstract

Title: Post Occupancy Evaluation for Functional Aspects with Emphasis on Emergency EvacuationPost occupancy evaluation is a tool to measure the qualities of an in-use building with the purpose of increasing the qualities of the building from the perspective which design process could overlook. There is a lot of aspects that has to be evaluated in the post occupancy evaluation, but the most frequently evaluated aspects are technical aspects, functional aspects, and behavioral aspects. This research emphasizes on the functional aspect to search for problems concerning evacuation circulation of Si Jalak Harupat Stadium by comparing observed object with the experience of users in how they recognize and aware of emergency evacuation elements. Users experience will be collected by using questionnaire and mental mapping. The respondents are Persib supporters who watch the matches at Si Jalak Harupat Stadium. Both of the tools will describe user perception and knowledge regarding evacuation elements legibility. This research will be concluded by describing just how far the evacuation elements of Si Jalak Harupat Stadium known by the users and find the solution to increase users awareness regarding evacuation elements inside the stadium.Keywords: Evaluation of post-use, functional aspects of emergency evacuation, si Jalak Harupat stadium, legibilitas, mental mapping.

PENGARUH LAYOUT TEMPAT DUDUK LINEAR DALAM RUANG KULIAH TERHADAP PENYEBARAN KEPADATAN POSISI DUDUK MAHASISWA (Studi Kasus: Ruang Kuliah Jurusan Desain Interior - ITB)

Larasati, Mutiara Ayu

ARTEKS Jurnal Teknik Arsitektur Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.847 KB) | DOI: 10.30822/artk.v1i2.130

Abstract

Title: Effect Of Linear Seating Arrangements on Students Seating Preferences Density In The Classroom Seating arrangement in a classroom is one of classroom management method. In general, a college classroom in Indonesia applying linear layout seating arrangement with the front of the classroom as its orientation. Observations carried out on two classrooms and 70 students of Interior Design Major at Faculty of Art and Design in ITB. Petrel software were used to generate data such as image density deployment in a calssroom.The results of the analysis of observational data indicates that in the linear seating arrangement,which is usually applied in a classroom, a high density of students sitting position occurs in the area behind the classroom or the most distant from the source material. It is known to potentially create an unproper classroom atmosphere for a lecture to be established. Keywords: layout, room, position, seat

SIMBOLISASI PADA RANCANGAN ARSITEKTUR GEREJA KATOLIK SANTO PETRUS DAN GEREJA KATOLIK SANTA PERAWAN MARIA TUJUH KEDUKAAN DI KOTA BANDUNG

Chrisylla, Meielisa

ARTEKS Jurnal Teknik Arsitektur Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1696.992 KB) | DOI: 10.30822/artk.v1i1.79

Abstract

Title: Architectural Design Symbolism Catholic Church of Saint Peter and The Virgin Mary Catholic Church Santa Grief Seven in BandungAs a place of holy worship, a Catholic Church should posses a sacred interior and exterior expression. Modernization has caused a good deal of this sacred expression of the Catholic Church to fade. As Catholic Church is a place of worship that supports all liturgical activities, semiotic theory are used toanalyze and decipher its architecture to preserve sacredness. The research methodology that was employed was qualitative methods using Peirce’s semioticprinciples and their implementation in Church architecture. The principle was then used to analyze two case studies in every detail of their draw up. The area of planning encompassed: (1) Scope of the surrounding environment; (2) Scope of the site; (3) Scope of the form. This analysis employed semiotic principles that were elaborated with Catholic Church principles to create a guideline in thearchitectural planning of a Catholic Church. The purpose of this research is to find the most dominant sacral expression between Santo PetrusChurch and the Santa Perawan Maria Tujuh Kedukaan Church by means of the symbols attached to the architectural elements between these two Catholic Churches.The results of this study were that sacral expression in terms of (1) Scope of the surrounding environment; (2) Scope of the site; (3) Scope of the form are more dominant in the Santo Petrus Church compared to the Santa Perawan Maria Tujuh Kedukaan Church.Keywords: Peirce’s semiotics, sacral expression, catholic church

PENINGKATAN AKSENTUASI VISUAL KORIDOR PUBLIK KAWASAN BERSEJARAH PUSAT KOTA LAMA BANDA ACEH

Keumala, Indah

ARTEKS Jurnal Teknik Arsitektur Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.30822/artk.v2i1.138

Abstract

Kawasan pusat kota lama Banda Aceh menyimpan nilai sejarah yang tinggi, terbukti dengan banyaknya peninggalan-peninggalan bersejarah yang masih bertahan sebagai objek bersejarah di kawasan ini. Keberadaan artefak-artefak kuno ini dapat melengkapi riwayat sejarah serta menjadi bukti otentik identitas Kota Banda Aceh. Kawasan pusat Kota Banda Aceh membutuhkan ruang-ruang publik yang menarik agar eksistensi aset-aset bersejarah tersebut dapat semakin menonjol sebagai sebuah elemen daya tarik kawasan bersejarah ini. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat identitas kawasan pusat Kota Banda Aceh melalui suatu konsep desain arsitektur di suatu koridor publik potensial yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal. Gagasannya adalah dengan merangkai ruang-ruang bersejarah di koridor ini agar dapat lebih mudah dan nyaman untuk diakses oleh para pejalan kaki. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan perekaman image visual ruang terbuka pada kawasan koridor publik untuk menangkap gambaran visual dan mengetahui kualitas fisik ruang-ruang publik di lokasi tersebut. Peningkatan aksentuasi visual pada koridor publik kawasan pusat Kota Banda Aceh dapat membentuk sekuens visual yang memberikan pengalaman ruang yang berbeda-beda. Pengalaman ruang ini muncul dari fase-fase ruang bertema sejarah kota yang didukung oleh tampilan elemen-elemen ruang yang relevan dengan nilai sejarah. Kunci keberhasilan dalam perkuatan identitas pada koridor ini adalah pemilihan desain elemen-elemen ruang yang tepat, sesuai dengan karakter ruang yang dapat mewakili nilai-nilai dan identitas sejarah kawasan tersebut. Kata kunci: ruang publik, aksentuasi visual, linkage, kawasan pusat kota bersejarah

PENATAAN PERMUKIMAN NELAYAN MENUJU KAWASAN ZERO WASTE

Susanto, Roswita Rensa

ARTEKS Jurnal Teknik Arsitektur Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1231.728 KB) | DOI: 10.30822/artk.v1i1.84

Abstract

Title: Fisherman Settlement Arrangement to Area Zero WasteThe quality of the environment in Gudang Lelang fishermen district is getting decrease because of trash problem. The purpose of the research is to know the appropriate form of the district’s arrangement as a problem solving of trash to be applied to Gudang Lelang fishermen as a Zero Waste district. The methods of data collection are observation, literature, and interview. The analysis performed covers environment, human and building which the result of the analysis is startegy for district planning.Keywords: A district’s system, fishermen settlement, trash.