Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : -     EISSN : -
Articles 184 Documents
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN MIMBA ( Azadirachta indica ) SEBAGAI OVISIDA Aedes aegypti

HIDANA, RUDY ( Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Tunas Husada Tasikmalaya )

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Mimba (Azadirachta Indica Juss), adalah salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa toksik terhadap serangga. Tanaman Mimba mengandung bahan aktif berupa meliacins, limonoid azadirachtin, meliantriol, salanin, nimbin, nimbidin, zat pahit triterpenoid, sterol, tanin, flavonoida, resin dan minyak margasa yang bersifat toksik dan terbukti berkhasiat sebagai insektisida.Demam Berdarah Dengue  (DBD) merupakan penyakit arbovirus yang disebabkan oleh virus dengue melalui perantara gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit demam berdarah masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia, karena angka kematian yang ditimbulkan cukup tinggiMetode yang digunakan dalam penelitian “Efektivitas Ekstrak Daun Mimba            (Azadirachta indica ) sebagai Ovisida Aedes aegypti” adalah Eksperimen.Penelitian dilakukan terhadap 25 butir telur Aedes aegypti pada masing-masing konsentrasi ekstrak daun Mimba ( Azadirachta indica ) dan 25 butir telur digunakan sebagai kontrol. Hasil penelitian diketahui bahwa telur Aedes aegypti tidak menetas pada konsentrasi 30%, 35%, 40%,45%, 50%, dan 55%.Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak air daun Mimba ( Azadirachta indica ) yang digunakan maka jumlah telur nyamuk yang tidak menetas semakin banyak sedangkan untuk untuk telur  nyamuk yang menetas semakin sedikit

UJI REAKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA ALFA-MANGOSTEN dan GAMMA-MANGOSTENDENGAN METODE KIMIA KOMPUTASI PM3

Tuslinah, Lilis

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kulit buah manggismengandung senyawa mangostin, mangostenol, mangostinon A, mangostenon B, trapezifolixanton, tovofillin B, alfa mangostin, beta mangostin, garsinon B, mangostanol, flavonoid, epikatekin, gartanin, gamma mangostin, garsinon E dan epikatekin. Pada penelitian ini dilakukan penilaian tingkat reaktivitas senyawa antioksidanalfa mangostin dan gamma mangostin Nilai reaktivitas antioksidan dapat diukur melalui beberapa descriptor yaitu energy HOMO- LUMO yang menggambarkan energi reaktivitas suatu senyawa dimana jika selisih energy HOMO-LUMO kecil maka senyawa tersebut lebih reaktif. Parameter sterik (Molar Refractivitydan  Connolly Accessible Area) menunjukkan afinitas kontak senyawa dengan lingkungan, dimana jika molekul berukuran kecil maka senyawa tersebut lebih reaktif. Log P  menunjukkan nilai hidrofobisitas dimana jika nilai Log P besar maka senyawa tersebut lebih tidak larut dalam pelarut polar. Senyawa gamma-mangostin memiliki energi potensial permukaan yang lebih besar, selisih energi HOMO-LUMO yang lebih kecil, halangan sterik yanglebih kecil serta nilai log P yang lebih kecil dibandingkan alfa-mangostin yang berarti senyawa gamma-mangostin lebih reaktif dibandingkan alfa-mangsotin.

KADAR FENOL TOTAL EKSTRAK DAUN DAN BIJI PEPAYA (Carica papaya L) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

Andriani, Yeni Yulia ( Prodi Farmasi, STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya ) , Rahmiyani, Ira ( Prodi Farmasi, STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya ) , Amin, Saeful ( Prodi Farmasi, STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya ) , Lestari, Tresna ( Prodi Farmasi, STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya )

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Vol 15, No 1 (2016): Pebruari 2016
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penentuan kadar total senyawa fenol pada ekstrak daun dan biji papaya (Carica papaya L) telah dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Sebagai senyawa pembanding digunakan asam galat yang direaksikan dengan reagen Follin-Ciocalteu dan natrium karbonat 7%. Nilai kadar total senyawa fenol dihitung sebagai GAE (Galiic Acid Equivalent) yaitu jumlah kesetaraan terhadap asam galat. Ekstrak daun papaya memberikan nilai kadar total senyawa fenol g GAE/100 g ekstrak sementara ekstrak biji pepaya memberikan nilai kadar total senyawa fenol g GAE/100 g ekstrak. Dengan demikian diketahui bahwa senyawa fenolik lebih banyak terdapat pada daun papaya dibandingkan pada bijinya.

FORMULASI DAN UJI STABILITAS KRIM KOMBINASI ALFA TOKOFEROL ASETAT DAN ETIL VITAMIN C SEBAGAI PELEMBAB KULIT

Aryani, Ratih ( STIKes Bakti Tunas Husada )

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sediaan pelembab (moisturizer) digunakan untuk mencegah penguapan air pada kulit serta menyebabkan kulit menjadi lembab dan lembut dengan cara membentuk lapisan lemak tipis di permukaan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula krim kombinasi alfa tokoferol asetat dan etil vitamin C dan uji stabilitasnya sebagai pelembab kulit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi krim pelembab kombinasi alfa tokoferol asetat dan etil vitamin C mempunyai stabilitas yang baik selama penyimpanan 4 minggu ditinjau dari pemeriksaan organoleptis, homogenitas, pengukuran pH, uji viskositas, uji sentrifugasi dan uji cycling test. Kombinasi alfa tokoferol asetat (1% dan 3%) dan etil vitamin C (1% dan 2%) dalam sediaan krim pelembab mampu mengurangi penguapan air dari kulit yang diukur dengan alat skin moisture analyzer FCM-1. Penambahan alfa tokoferol asetat 1% dan 3% pada formula memberikan nilai yang berbeda secara bermakna (p≤0,05), sehingga antara konsentrasi 1% dan 3% memberikan nilai efektivitas kelembaban yang berbeda. Penambahan vitamin C 1% dan 2% memberikan nilai yang tidak berbeda (p≥0,05). Formula 4 (alfa 3% tokoferol asetat dan 1% etil vitamin C) merupakan formula sediaan yang memiliki kenaikan persentase kelembaban yang paling tinggi diantara formula yang lainnya dengan nilai kelembaban 28,22%, sehingga semakin besar konsentrasi alfa tokoferol yang digunakan, maka kelembaban kulit akan semakin meningkat. Kata Kunci: Pelembab, krim, kulit, alfa tokoferol asetat, etil vitamin C.

KULTUR STEM CELL SEBAGAI TERAPI SEL PENYAKIT DIABETES MELITUS (DM)

Romansyah, Romdah ( FKIP, Universitas Galuh Ciamis )

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kultur  stem cell dalam terapi sel penyakit diabetes mellitus, merupakan salah satu upaya di dalam penanganan diabetes mellitus dengan penggunaan cell replacement therapy. Transplantasi menggunakan stem cells memberikanan harapan bagi kesembuhan permanen dari penderita diabetes melitus terutama akibat kerusakan sel beta pankreas. Tahapan yang harus dilakukan dalam proses diferensiasi stem cells menjadi sel beta pankreas meliputi tahap perubahan stem cells menjadi sel penyusun struktur pulau Langerhans (tahap islet neogenesis), dan tahap perubahan sel islet menjadi sel beta pankreas (beta cells neogenesis).Pengujian di laboratorium meliputi analisis kemampuan sel beta pankreas, uji kemampuan ekspresi gen insulin, uji imunologis serta manfaat dan efisiensi hasil terapi

PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI BERAT JAMUR TEMPE (RhizopusOligosporus) TERHADAP KUALITAS TEMPE BIJI NANGKA (ArtocarpusheterophyllusLam.)

Yuliana, Anna, Rindjani, Linda

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tempe is a fermented food specialties and one of Indonesias population.In general, raw material for making tempeh is soybeans. Soybean prices in the market fluctuate, because Indonesia still imports soybeans from the United States. Soybean prices are rising on world markets caused soybean prices in the country also increased, including processed products. In Indonesia, tempe-making has become a cottage industry. Tempe contains many nutrients needed by the body such as proteins, fats, carbohydrates, and mineral. Some research indicates that nutrients tempe easier digested, absorbed and utilized in the body. This is because the fungi that grow on soybeans hydrolyze complex compounds into simpler compounds that are easily digested by humans. In general, raw material for making tempeh is soybeans. In this study, making tempeh uses raw materials that seeds of jackfruit (Artocarpus Integra Merr). In general, consumption of jackfruit seeds just by boiling it. Tempe is aided by the addition of tempeh or tempeh fungus (Rhizopus oligosporus), at a temperature of 25 ° -37 ° C with an incubation time ± 60 hours or 3 days. The formation mechanism of germination tempeh, some carbohydrate compounds are needed in order to start the spore swelling can occur. The swelling was followed by protrusion of the tube exit kecambahnya, when available sources of carbon and nitrogen from the outside and annosa sugars glucose and xylose.Keywords: Tempe, Jackfruit Seed, levels of carbohydrates, protein content, fat content.

STUDI ANALISIS TERHADAP PENGGUNAAN TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHIQUE (SEFT) YANG DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI TERAPI PADA KLIEN YANG MENGALAMI POST TRAUMATIC STRESS DISORDER (PTSD)

Lilyanti, Henny ( Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Galuh Ciamis )

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Vol 15, No 1 (2016): Pebruari 2016
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The experience of being victims or perpetrators or witnesses of traumatic experience can cause physical and emotional disorder (psychological) when this disorder lasted more than 4 weeks post trauma and diagnosed as Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Traumatic experience makes the life of the victim experiencing a decrease in quality of life due to having a lot of physical disorders such as shortness of breath, dizziness, loss of appetite, impaired cognitive form of daze, unable to forget, impaired concentration, emotions in the form of hallucinations, nightmares, irritability, impaired social and behavioral disorders (Varcarolis, 2006). A person categorized as sufferers of PTSD or traumatic incident suffered casualties when already experiencing disruption of emotions. This scientific masterpiece using descriptive method in the form of a literature study traced via Google Scholar, proquest and there are 13 articles accordingly.Therapy can be used as alternative SEFT psychotherapy to address emotions in people with PTSD or misbehaving emotion because of the traumatic experience. This therapy is a new method from EFT that have proved effective in the case of Viet Nam war veteran PTSD but this therapy is more effective because it included elements of spirituality. The principle of this therapy is to balance the bodys energy in the 18-point energy meridians so that when the energy of the body back in balance then the negative emotions will disappear (Zainuddin, 2007). Therapy effective for addressing PTSD SEFT or emotional disorders who experience a traumatic experience because of this therapy because it is easy and relatively fast with high effectiveness

EFEKTIVITAS ECENG GONDOK ((Eichormia crassipes) DALAM MENYERAP LOGAM BERAT TIMBAL (Pb)

Novitriani, Korry ( STIKes Bakti Tunas Husada )

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Eceng gondok (Eichernia crassipes) dianggap sebagai gulma di perairan, tetapi sebenarnya ia berperan dalam menangkap polutan logam berat. Tumbuhan ini dapat mentolerir perubahan yang ekstrim dari ketinggian air, laju air, dan perubahan ketersediaan nutrient, pH, temperatur dan racun-racun dalam air. (Handy, 2003). Dari penelitian yang telah dilakukan terlihat terjadi penurunan kadar Pb dalam air setelah dilakukan perendaman eceng gondok dengan berbagai variasi hari dan jenis eceng gondok. Setelah direndam selama 3 hari, didapat penurunan kadar Pb yang awalnya Pb tersebut mempunyai konsentrasi 8,8 ppm terjadi penurunan yang cukup besar. Penurunan yang paling Signifikan terdapat pada sampel eceng gondok pendek dan kotor perendaman 3 hari yaitu sebesar 3,4 ppm. Hal ini disebabkan karena pada akar yang kotor , masih didukung  dengan adanya   Mikroorganisme pada akar eceng gondok  yaitu Mikrobia rhizosfera sebagai tempat pertumbuhan nya. Bahan-bahan organik maupun anorganik termasuk logam Pb dapat direduksi oleh mikrobia rhizosfera yang terdapat pada akar eceng gondok dengan cara menyerapnya dari perairan kemudian mengakumulasikan kedalam struktur tubuhnya. Juga didukung oleh daya absorbsi serta akumulasi yang besar. Dengan demikian dapat di tarik simpulan bahwa eceng gondok memang mampu menurunkan kadar logam berat dalam air.

EFEKTIVITAS LACTOBACILLUS SPOROGENEUS TERHADAP PENURUNAN INTOLERANSI GLUKOSA PADA MENCIT JANTAN GALUR SWISS WEBSTER

Purwandi, Yedy

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Problem health or Disease has change from infectious disease become degenerative disease. This change stimulated by life style, environment and genetics. Diabetes Mellitus is one of degenerative disease. Therefore, researcher implement research to evaluated reduction glucose intolerance effect of Lactobacillus sporogenes. Test Group Male swiss webster mice given orally Lactobacillus sporogenes suspension for 7 days with dosage used are 12 x 106/Kg BW, 24 x 106/Kg BW and 48x 106/Kg BW.  Afterward, given dexamethason (20 mg /Kg BW) intraperitoneally for 4 days. Reduction blood glucose concentration evaluated in 0, 30, 60 and 120 minute after given glucose at dosage 1.5 g/Kg BW. The results showed that all dose above, given significant (p<0.05) reduction glucose intolerance. Therefore, Lactobacillus sporogenes may potensial as a preventive for Glucose intolerance. However, further studies still required.Key words:  Diabetes Mellitus, Lactobacillus sporogenes , Glucose intolerance

PROFIL FARMAKOGNOSI DAN SKRINING FITOKIMIA DARI KULIT, DAGING, DAN BIJI BUAH LIMUS (Mangifera foetida Lour)

Nurviana, Vera ( Program Studi S1 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Tunas Husada Tasikmalaya )

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Mangifera foetida Lour merupakan salah satu spesies dari genus mangifera yang memiliki potensi sebagai tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari farmakognosi dan skrining fitokimia dari serbuk simplisia kulit, daging, dan biji buah Mangifera foetida Lour sebagai dasar untuk pengujian farmakologi senyawa bioaktif yang terkandung didalamnya. Metode yang dilakukan dalam penlitian meliputi pengamatan makroskofis, mikroskofis, dan skrining fitokimia. Berdasarkan hasil penelitian, simplisia serbuk kulit buah Mangifera foetida L. memiliki ciri makroskopis berbau khas, tidak berasa, dan berwarna kekuning-kuningan; secara mikroskopis memiliki fragmen khas rambut penutup, berkas pembuluh, Ca oksalat, sel batu, kelenjar minyak; serta mengandung senyawa metabolit sekunder tanin, polifenol, mono dan seskuiterpen, serta kuinon.Serbuk daging buah secara makroskopis memiliki bau khas, rasa asam, dan berwarna kekuning kuningan; mikroskopis memiliki fragmen butir pati, rambut penutup, Ca oksalat, fragmen kulit, fragmen lembaga berisi tetes minyak, dan pembuluh kayu; skrining fitokimia menunjukan adanya flavonoid, mono dan seskuiterpen serta saponin. Serbuk biji buah M. Foetida L. secara; makroskopis tidak berbau, tidak berasa dan berwarna kekuning-kunigan; mikroskopis memiliki hablur Ca Oksalt prismatic, epidermis, berkas pembuluh, sel minyak, rambut penutup dan bulir pati; serta mengandung metabolit sekunder flavonoid, tannin, polifenol, mono dan seskuiterpen, serta kuinon.

Page 1 of 19 | Total Record : 184