cover
Contact Name
Tanendri Arrizqiyani
Contact Email
p3m@stikes-bth.ac.id
Phone
+6281321180268
Journal Mail Official
jkbth@stikes-bth.ac.id
Editorial Address
Jl.Cilolohan No 36 Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : https://dx.doi.org/10.36465
Core Subject : Health,
This is the an open access journal specialized in Nursing Sciences, Health Analyst, Pharmacy and other relevant fields JKBTH was registered e-ISSN: 2621-4660 with SK no. 0005.26214660/JI.3.1./SK.ISSN/2018 and p-ISSN : 1979-004X with SK no. 0005.07/Jl.3.02/SK.ISSN/2008. JKBTH which was established in 2019 and published 2 (two) times a year in February and August, has been accredited by Directorate General of Higher Education (DGHE) Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia.
Articles 294 Documents
PENGEMBANGAN PRODUK SEDIAAN GEL KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricita L) DENGAN DAUN KERSEN (Muntingia calabura L) SEBAGAI ANTI BAKTERI Propionibacterium acnes PENYEBAB JERAWAT Setiawan, Fajar
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.231 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.281

Abstract

Jerawat adalah peradangan kronik folikel sebasea yang ditandai adanya komedo, papula, pustul, kista pada daerah-daerah predileksi. Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan produk sediaan gel anti jerawat dengan menggunakan kombinasi dari ekstrak daun sirsak dan daun kersen sebagai anti jerawat terhadap bakter P. Acne sebagai penyebab jerawat. Penelitan ini dilatar belakangi dari banyaknya obat anti jerawat yang sudah beredar dipasaran yang sudah resistensi dan menyebabkan timbulnya iritasi akibat penggunaan obat anti jerawat dengan bahan aktif sintetik sehingga untuk mengurangi efek samping tersebut dikembangkan bahan aktif dari alam yang lebih aman dan efektif mengobati jerawat. Penelitian ini dimulai dari penyiapan bahan baku,pembuatan dan standarisasi mutu ekstrak, uji aktivitas ekstrak, pembuatan sediaan gel, evaluasi dan uji stabilitas gel serta uji iritasi sediaan dengan menggunakan hewan uji kelinci. Formula gel yang dibuat pada penelitian ini yaitu formula tunggal ekstrak daun sirsak (FT I), formula tunggal ekstrak daun kersen (FT II), Formula kombinasi ekstrak sirsak dan ekstrak kersen (FK I, FK II, FK III dan FK IV). Dari hasil evaluasi semua formula baik tunggal maupun kombinasi memiliki stabilitas yang baik selama penyimpanan 30 hari dari segi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar dan viskositas. Dari hasil uji aktivitas sediaan bahwa formula gel dengan ekstrak tunggal dengan kombinasi berbeda secara bermakna dengan α < 0,05 dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji iritasi menunjukkan bahwa formula gel anti jerawat yang diujikan tidak menimbulkan iritasi.
GAMBARAN KADAR GLUKOSA, PROTEIN DAN NATRIUM PADA ANAK DENGAN STATUS GIZI BURUK Nurpalah, Rianti; Wahyuni, Dewi; Lutfiah, Eva; Mariana, Lidya
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.813 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.118

Abstract

Gizi buruk adalah kondisi yang paling parah dari proses terjadinya kekurangan gizi menahun. Gizi buruk merupakan kondisi kurang gizi yang disebabkan rendahnya konsumsi energi dan protein (KEP) dalam makanan sehari hari. Status gizi pada balita dapat menimbulkan pengaruh yang sangat menghambat pertumbuhan gizi, mental maupun kemampuan berfikir yang pada akhirnya akan menurunkan produktifitas kerja. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran kadar glukosa, protein dan natrium dalam darah anak dengan status gizi buruk, sampel yang diperiksa sebanyak 20 orang balita dengan status gizi buruk yang terdapat di wilayah Sukaresmi Kabupaten Garut. Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium RSUD dr. Slamet Garut dengan menggunakan metode enzimatik untuk glukosa, metode biuret untuk protein dan metode Ion Selektif Elektrode untuk natrium. Dari hasil penelitian didapat hasil sampel dengan kadar glukosa darah normal sebanyak 60% (12 orang), persentase sampel dengan kadar glukosa darah rendah sebanyak 25% (5 orang), kadar glukosa darah tinggi sebanyak 15% (3 orang). Sedangkan untuk protein didapat hasil sebesar 10% (2 orang) rendah dan sebanyak 90% (18 orang) normal, dan untuk natrium diperoleh hasil 80 % (16 orang) kadar natriumnya normal , 10 % (2 orang) kadar natriumnya rendah, dan 10 % (2orang) kadar natriumnya tinggi. Kata Kunci : Gizi Buruk, Glukosa, Protein, Natrium
ANALISIS INTERKASI NON-KOVALEN PADA KOKRISTAL KETOKONAZOL DENGAN ASAM FUMARAT Indra, Indra
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.276 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.160

Abstract

Laju pelarutan obat adalah tahapan yang membatasi atau tahap yang mengontrol laju absoprsi obat-obat yang mempunyai kelarutan yang rendah.Pembentukan kokristal adalah salah satu cara peningkatan laju pelarutan zat aktif.Kokristal memiliki potensi untuk diterapkan pada semua zat aktif, termasuk asam, basa, dan molekul yang tidak terionisasi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan ikatan hidrogen yang terjadi pada kokristal ketokonazol (KTZ) dan asam fumarat (AF) dengan menganalisis posisi donor-akseptor dan muatan atom-atom pada molekul ketokonazol dan asam fumarat.Crystallographic information file (cif) diunduhdari Open Crystallography Databasekemudian divisualisasikan menggunakan software Mercury 3.3.Analisis donor-akseptor proton dan muatan atom-atom ketokonazol dan asam fumarat dilakukan menggunakan software Marvin Sketch 5.2.5.1. Berdasarkan hasil visualisasi packing kokristal KTZ dengan AF dapat diketahui bahwa pembentukan ikatan hidrogen terjadi pada atom N21 dan O36 pada KTZ dengan dua gugus karboksilat AF. Hal ini sesuai dengan hasil analisis posisi donor-akseptor pada atom KTZ dan AF yang dilanjutkan dengan analisis muatan pada atom-atom tersebut bahwa atom N21 dan O36 pada KTZ dan asam karboksilat pada AF memiliki peluang yang paling besar untuk terbentuknya ikatan hidrogen.
CORRELATION BETWEEN BEHAVIOR AND NURSE'S COMPLIANCE IN HAND HYGIENE FIVE MOVEMENT AT INPATIENT WARD IN SLEMAN GENERAL HOSPITAL Iskandar, Rahayu
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.433 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.457

Abstract

Background: Washing hand is an effective way to break cross-infection chain. Hand hygiene five moment are such as : prior to contact with patient, prior to sanitation or sterilization procedure, post contact with patient's body fluid, post contact with patient, post contact with patient's surroundings.Objective: To identify The Correlation between Behavior and Nurse's Compliance in Hand Hygiene Five Movement in Inpatient Ward of Third Grade in Sleman General HospitalMethod: The type of this study was non experimental with descriptive and correlational study design. The number of samples was 60 nurses in inpatient ward of third grade in Sleman general hospital. Data analysis method was gamma correlational test.Result: The study result identified that nurses' behaviors in hand hygiene five moment in inpatient ward of third grade in Sleman general hospital were positive behaviors as many as 42 nurses (70,0%) and compliant behaviors as many as 38 nurses (63,3%). The result of bivariate test found out significant correlations between behaviors and nurses' compliance in hand hygiene five moment in inpatient ward of third grade in Sleman general hospital (p value of 0,000) and correlation test figured out r value of 0,959 which indicated strong and positive correlations.Conclusion: There were significant correlations between behaviors and nurses' compliance in hand hygiene five moment in inpatient ward of third grade in Sleman general hospital with strong and positive correlations. Keywords: Behavior, Compliance, Hand Hygiene Five Moment, Nurse.
PENETAPAN KADAR POLIFENOL DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SINTRONG (Crassocephalum crepidiodes (Benth.) S. moore) Lestari, Tresna
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.559 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.20

Abstract

Sintrong merupakan satu jenis tanaman yang banyak dikonsumsi sebagai lalapan oleh masyarakat sunda. Sintrong diketahui memiliki kandungan senyawa polifenol yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Pada penelitian ini dilakukan penetapan kadar polifenoldan uji aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun sintrong. Penetapan kadar polifenol dilakukan dengan metode Jeong et al (2005) menggunakan reagen Folin-Ciocalteu dengan asam galat sebagai standar. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar. Hasil pengujian diperoleh kadar total senyawa fenolik ekstrak etanol daun sintrong adalah 1,8581 g GAE/100 g ekstrak dan konsentrasi hambat minimum ekstrak terhadap Escherichia coli ATCC 89391 sebesar 8% setara dengan konsentrasi Tetrasiklin HCl 8,698 µg/ml serta konsentrasi hambat minimum terhadap Staphylococcus aureus ATCC 65381 sebesar 8% setara dengan konsentrasi Tetrasiklin HCl 11,913 µg/ml.Kata kunci : Sintrong, ekstrak etanol, polifenol, antibakteri
SERBUK PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI PENAMBAH AROMA PADA MAKANAN Nawawi, As'ari
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.525 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.51

Abstract

Telah dilakukan penelitian telaah fitokimia daun pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb.) dan pemanfaatannya sebagai penambah aroma pada makanan. Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui pembuatan serbuk dari daun pandan wangi dengan metode Freeze Dry dan pemanfaatannya sebagai penambah aroma pada makanan. Hasil skrining fitokimia dari daun pandan wangi mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin dan polifenol. Penentuan kadar air dari daun pandan wangi didapat 11% dan kadar abu 6,375%. Dari hasil test Friedman, didapat bahwa serbuk pandan wangi yang paling banyak adalah formula C yaitu serbuk pandan wangi hasil Freeze Dry tanpa ampas.
PENGARUH AIR SEDUHAN ANGKAK TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA MENCIT (Mus musculus) JANTAN GALUR SWISS WEBSTER Kusmiati, Meti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.844 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.195

Abstract

Hiperkolesterolemia atau meningkatnya kadar kolesterol merupakan permasalahan pada masyarakat. Faktor yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah ialah mengurangi makanan yang mengandung kadar kolesterol tinggi dan dengan pengobatan tradisional salah satunya dengan menggunakan angkak.       Angkak adalah beras yang difermentasi oleh kapang Monascus purpureus sehingga penampakannya berwarna merah. Angkak sudah sejak lama digunakan sebagai bahan bumbu, pewarna dan obat karena mengandung bahan bioaktif berkhasiat.Tujuan penelitian untuk melihat adanya pengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol total darah dengan pemberian air seduhan angkak dalam berbagai variasi dosis.Metode penelitian bersifat eksperimen dengan menggunakan 27 ekor mencit jantan galur Swiss Webster dengan umur 2-3 bulan. Mencit dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan dan setiap kelompok terdiri dari 5-6 ekor mencit. Kelompok I (kontrol negatif) diberi diet tinggi kolesterol propiltiourasil 0,26mg/20 g BB mencit dan kuning telur puyuh 0,2ml/20 g BB mencit, kelompok II (kontrol positif) diberi diet tinggi kolesterol propiltiourasil 0,26mg/20 g BB mencit, kuning telur puyuh 0,2ml/20 g BB mencit dan obat simvastatin 0,026mg/20 g BB mencit, kelompok III, IV dan V (kelompok dosis uji) diberi air seduhan angkak secara oral dengan dosis 0,00234 g/20 g BB mencit, 0,00468 g/20 g BB mencit dan 0,00936 g/20 g BB mencit yang telah diinduksi diet tinggi kolesterol. Penetapan kadar kolesterol total dilakukan selama 14 hari, 7 hari digunakan untuk adaptsi dan 7 hari digunakan untuk pemberian dosis. Pengukuran kadar kolesterol total menggunakan metode strip test.Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian air seduhan angkak mempunyai efektivitas dalam menurunkan kadar kolesterol total darah mencit, dosis efektif adalah dosis I dengan persen efektivitas penurunan kadar kolesterol total sebesar 19,2%.
PERSEPSI ANAK USIA 9-12 TAHUN TENTANG KESEHATAN INDIVIDU TERHADAP SIKAP DAN PERILAKU HIDUP SEHAT DI KABUPATEN BOYOLALI Nugroho, Kristiawan
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.807 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v18i1.307

Abstract

Melakukan gaya hidup sehat bagi sebagian anak usia (9-12 tahun) masih dianggap sebagai kegiatan yang sulit untuk dilakukan. Kegiatan yang meskipun terlihat sederhana namun bisa berdampak buruk pada kesehatan jika tidak dilakukan dengan benar. Mengetahui persepsi anak tentang kesehatan individu terhadap sikap dan perilaku hidup sehat yang dapat menjadi pendorong untuk melakukan gaya hidup sehat. Penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer dan data sekunder. Responden berjumlah 12 siswa kelas V SD di Kabupaten Boyolali yang dipilih secara purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Kebiasaan perilaku yang buruk masih dilakukan responden yaitu jajan sembarang, namun sebagian besar responden sudah melakukan beberapa sikap dan perilaku yang baik seperti makan sayur, buah, berolahraga, dan melakukan kebersihan diri serta lingkungan. Para responden mampu mengidentifikasikan pengertian kesehatan individu serta mampu menjelaskan sikap dan perilaku hidup sehat yang harus dilakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat.
GAMBARAN KADAR GLUKOSA DAN KOLESTEROL TOTAL PADA PENDERITA OBESITAS SEBELUM DAN SESUDAH MENGKONSUMSI MINUMAN PROBIOTIK Kusmiati, Meti; Herdiansyah, Kakan Dian; Nuraeni, Suciawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.152 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.128

Abstract

Obesitas apabila menetap selama periode tertentu dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan metabolik seperti meningkatnya kadar glukosa dan kolesterol. Selain meningkatkan kesehatan usus, probiotik juga telah banyak dimanfaatkan untuk menurunkan kadar kolesterol serta dapat memelihara biota usus yang dapat memberikan efektifitas yang baik dalam memelihara sensitifitas insulin Metode penelitian yang di gunakan adalah metode yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukan kadar glukosa pada penderita obesitas sebelum dan sesudah mengkonsumsi minuman probiotik terhadap 19 orang sampel yang mengalami penurunan sebesar 47,4%, yang mengalami kadar glukosa tetap (tidak ada penurunan maupun peningkatan) sebesar 5,2%, dan yang mengalami peningkatan sebesar 47,4%. Sedangkan kadar kolesterol total yang mengalami penurunan sebesar 89,5% dan yang mengalami peningkatan sebesar 10,5%. Kata kunci : Obesitas, Probiotik, Glukosa, Kolesterol total
EVALUASI SEDIAAN PATCH DAUN HANDEULEUM (Graptophyllum griff L) SEBAGAI PENURUN PANAS Hermanto, Fauzi Juniawan; Nurviana, Vera
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.292 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.499

Abstract

Daun handeuleum digunakan secara empiris oleh masyarakat Cibalong sebagai obat penurunpanas. Kandungan flavonoid dalam daun handeuleum dapat bekerja sebagai inhibitor cyclooxygenase(COX) yang memicu pembentukan prostaglandin yang berperan dalam proses inflamasi danpeningkatan suhu tubuh. Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan aktivitas antipiretik denganmembuat sediaan patch transdermal daun handeuleum sehingga diperoleh suatu sediaan yang efektifdan efisien dalam penggunaannya. Proses pembuatan sediaan dibagi menjadi 3 formulasi denganperbandingan konsentrasi ekstrak daun handeuleum secara berturut-turut yaitu formula 1 (0,2 g),formula 2 (0,6 g), dan formula 3 (1 g). Dosis 2 diperoleh berdasarakan konversi dari dosis empirisnya.Evaluasi sediaan dilakukan untuk mengetahui formula yang memiliki kualitas patch daun handeueleumyang paling baik. Evaluasi ini mencakup pengamatan organoleptik, uji keseragaman bobot, ujiketahanan lipat, uji ketebalan, uji pH, dan uji daya serap kelembaban. Hasil evaluasi sediaan pachtransdermal daun handeuleum menunjukkan bahwa semua formula memenuhi persyaratan mutusediaan.

Page 1 of 30 | Total Record : 294